Anda di halaman 1dari 12

BAB 10.

ANGGARAN BIAYA VARIABEL

10.1. Pengertian Anggaran Biaya Variabel


Variable budget adalah skedul biaya yang menunjukan bagaimana masing-
masing biaya akan berubah dengan perubahan volume, output atau aktivitas. Dengan
demikian, variable budget menyatakan hubungan antara volume dan biaya dalam suatu
relevant range volume yang terbatas.
Anggaran variabel merupakan anggaran yang merencanakan perubahan tingkat
biaya pada berbagai tingkat aktivitas pada periode yang akan datang. Dengan demikian
di dalam anggaran variabel akan ditunjukan seberapa besar perubahan biaya akan
terjadi akibat perubahan tingkat aktivitas.
Tujuan utama pendekatan variable budget secara khusus mengidentifikasikan
bagaimana dan seberapa jauh, masing-masing elemen biaya dalam suatu pusat
pertanggungjawaban dipengaruhi oleh aktivitas pusat pertanggungjawaban yang
bersangkutan.
Variable budget didasari oleh konsep variabilitas biaya yang menyatakan bahwa
biaya dapat dikaitkan dengan output atau aktivitas, dan apabila hubungannya
sedemikian rupa maka biaya pada dasarnya merupakan fungsi dari dua faktor yakni
faktor waktu dan faktor aktivitas.
Variable Budget sering pula disebut sebagai:
 Flexible Budget
 Sliding scale budget
 Step budget
 Expense formula budget
 Expense control budget

10.2. Sifat Biaya


Sesuai dengan konsep variabilitas biaya, maka biaya diklasifikasikan ke dalam :
a. Biaya tetap (fixed cost)
Adalah biaya yang tidak berubah karena perubahan output atau aktivitas yang
produktif, sehingga jumlahnya tetap konstan selama periode tertentu dalam suatu
relevant range aktivitas (gaji, depresiasi, amortisasi, PBB, dll).
b. Biaya variabel (Variable cost)
Adalah biaya yang berubah searah dan sebanding dengan perubahan out put atau
aktivitas (biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dll)

c. Biaya semi variabel atau semi tetap


Adalah biaya yang berubah karena perubahan out put atau aktivitas, akan tetapi
perubahan tersebut tidak berbanding lurus (material reparasi, pemeliharaan, tenaga
kerja tak langsung, dll)

10.3. Manfaat Penyusunan Anggaran Biaya Variabel


Manfaat penyusunan variable budget adalah:
 Mempermudah penyusunan anggaran biaya departemental untuk dimasukkan ke
dalam profit plan.
 Menetapkan tujuan biaya bagi pusat manajer pusat pertanggungjawaban selama
periode profit plan.
 Menetapkan anggaran yang disesuaikan untuk tujuan perbandingan dengan biaya
sesungguhnya dalam laporan pelaksanaan bulanan

10.4. Faktor-faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Penyusunan Anggaran


Variabel
1. Penentuan satuan kegiatan
Tingkat kegiatan dalam suatu perusahaan harus dinyatakan dalam satuan
kegiatan (activity base), misalnya jam mesin langsung, jam kerja langsung, jam
reparasi langsung, kilo watt per jam.
Pemilihan satuan kegiatan harus menunjukan hubungan yang betul-betul kuat
antara biaya dengan tingkat kegiatan, bila tidak maka analisa variabilitas biaya
tidak berguna. Dalam pemilihan satuan kegiatan, ada beberapa kriteria yang
harus diperhatikan, antara lain:
a. Satuan kegiatan harus mudah dipahami dan diterima
b. Satuan kegiatan harus mampu menunjukan atau mengukur naik turunnya
tingkat kegiatan yang disebabkan oleh naik turunnya biaya
c. Satuan kegiatan hendaknya sekecil mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor
variabel yang lain selain output dan tingkat kegiatan
2. Penentuan Relevant Range
Relevant range adalah suatu interval yang dinyatakan dengan tingkat output
tertentu, di mana anggaran variabel yang bersangkutan masih dapat dipakai atau
masih berlaku. Relevant range perlu ditentukan karena biaya tetap dan biaya
variabel per unit dapat berubah pada tingkat output tertentu, sehingga biaya-biaya
ini harus dihubungkan dengan relevant range tertentu.

10.5. Metode Variabilitas Biaya


Penentuan variabilitas biaya (komponen fixed dan variabel) menggunakan metoda :
a. Taksiran langsung (direct estimate method)
Metode yang didasarkan atas pengalaman di masa lalu. Biasanya digunakan oleh
pimpinan produksi dan juga pertimbangan pimpinan perusahaan.
b. Titik tertinggi dan terendah (high and low point method)
Metode ini memisahkan biaya variable dan biaya tetap dalam relevant range
tertentu. Budget variable menurut titik tertinggi dan terendah dapat disusun dalam
tiga bentuk, yaitu:
 Bentuk Formula
Menetapkan biaya variable untuk tiap unit dan biaya tetap untuk tiap periode.
 Bentuk Tabel
Menyusun budget variable untuk tiap tingkat kegiatan dari tiap-tiap jenis biaya.
 Bentuk Grafik
Budget variable yang menggambarkan biaya variable total, biaya tetap dan
biaya total dalam bentuk garis.
c. Korelasi (correlation method)
Metode yang menghubungkan antara volume yang direncanalan dengan biayanya.
Metode ini terdiri dari:
 Graph method
 Matemathical method
10.6. Penyusunan Anggaran Biaya Variabel
Diantara taksiran anggaran departemen reparasi dan perawatan yang akan
dipergunakan untuk menyusun variable budget tahun mendatang adalah sebagai
berikut :
Anggaran Biaya
Jenis Biaya 25.000 jam 28.000 jam 42.000 jam 45.000 jam
Reparasi (Rp) Reparasi (Rp) Reparasi (Rp) Reparasi (Rp)
Gaji Pegawai 75.000 75.000 75.000 75.000
Material Reparasi 250.000 265.000 390.000 410.000
Lain-lain 175.000 195.000 235.000 255.000
Jumlah 500.000 535.000 700.000 740.000
Diminta :
a. Susun variable budget bentuk tabel dengan kenaikan 5.000 jam reparasi

Untuk Mencari :
Biaya variable per jam = (Rp tertinggi – Rp terendah) : (jam tertinggi – jam terendah)
Biaya tetap per jam = Rp terendah – ( jam terendah x biaya variable per jam)

 Pos gaji besarnya tetap Rp 75.000 (biaya tetap)


 Pos material reparasi
Variable per jam = Rp 410.000 – Rp 250.000 = Rp 160.000 = Rp 8 per jam
45.000 – 25.000 20.000

Biaya tetap per jam = Rp 250.000 – (25.000 x Rp 8) = Rp 50.000


Y 30.000 jam = Rp 50.000 + (30.000 x Rp 8) = Rp 290.000
35.000 jam = Rp 50.000 + (35.000 x Rp 8) = Rp 330.000
40.000 jam = Rp 50.000 + (40.000 x Rp 8) = Rp 370.000

 Pos lain-lain
Variable per jam = Rp 255.000 – Rp 175.000 = Rp 80.000 = Rp 4 per jam
45.000 – 25.000 20.000

Biaya tetap per jam = Rp 175.000 – (25.000 x Rp 4) = Rp 75.000


Y 30.000 jam = Rp 75.000 + (30.000 x Rp 4) = Rp 195.000
35.000 jam = Rp 75.000 + (35.000 x Rp 4) = Rp 215.000
40.000 jam = Rp 75.000 + (40.000 x Rp 4) = Rp 235.000

A. Variable budget bentuk tabel


Jam Reparasi
Jenis biaya
25.000 30.000 35.000 40.000 45.000
Gaji Pegawai 75.000 75.000 75.000 75.000 75.000
Material Reparasi 250.000 290.000 330.000 370.000 410.000
Lain-lain 175.000 195.000 215.000 235.000 255.000
Jumlah 500.000 560.000 620.000 680.000 740.000
b. Susun variable budget bentuk formula
Jam Reparasi Gaji Pegawai Material Reparasi Lain-lain
Maximum 45.000 Rp 75.000 Rp 410.000 Rp 255.000
Minimum 25.000 Rp 75.000 Rp 250.000 Rp 175.000
Selisih 20.000 Rp 0 Rp 160.000 Rp 80.000

Komponen variable untuk :


1. Gaji Pegawai = Rp 0
2. Material Reparasi = Rp 160.000 : 20.000 jam = Rp 8
3. Lain-lain = Rp 180.000 : 20.000 jam = Rp 4

Komponen tetap untuk :


1. Gaji Pegawai = Rp 75.000
2. Material Reparasi = Rp 250.000 – (25.000 x Rp 8) = Rp 50.000
3. Lain-lain = Rp 175.000 – (25.000 x Rp 4) = Rp 75.000

B. Variable budget bentuk formula


Jenis biaya Biaya tetap Biaya Variable per jam reparasi
Gaji pegawai Rp 75.000 Rp 0
Material Reparasi Rp 50.000 Rp 8
Lain-lain Rp 75.000 Rp 4
Rp 200.000 Rp 12

Y = 200.000 +12 X

c. Hitung besarnya variable budget pada 37.500 jam reparasi


Y = 200.000 + 12 x
= 200.000 + 12 (37.500)
= Rp 650.000
d. Tunjukan pula relevant range pada grafik
Grafik Biaya Departemen Reparasi dan Perawatan
Pada Relevant range 25.000 jam kerja – 45.000 jam kerja
Diminta :
a. Susunlah variable budget dalam bentuk formula jika relevant rangenya 4.000
sampai 8.000 jam mesin
b. Susunlah variable budget dalam bentuk tabel dengan kenaikan 1.000 jika relevant
rangenya 4.000 sampai 8.000 jam mesin
c. Susun variable budget dalam bentuk grafik

2. Data biaya dari PT KIRANA secara keseluruhan adalah sebagai berikut dengan
relevant range = 10.000 sampai 15.000 unit) :
Jenis Biaya 10.000 unit 15.000 unit
Penyusutan aktiva tetap 6.000.000 6.000.000
Pembangkit tenaga 2.000.000 3.000.000
Bahan BAku tak langsung 1.800.000 2.000.000
Pemeliharaan 1.700.000 2.000.000
Lain-lain 1.000.000 1.400.000
Jumlah 12.500.000 14.400.000

Dengan memperhatikan data di atas:


a. Susunlah anggaran variabel dalam bentuk formula
b. Susunlah anggaran variabel dalam bentuk tabel dengan kenaikan 1.250 unit
c. Hitunglah biaya pada tingkat kegiatan 11.500 unit
d. Variable budget dalam grafik

3. Berikut ini adalah data biaya bagian produksi tahun 2004 dari PT TAKKECEWA
dengan relevant range 5.000 – 6.000 unit.

No. Jenis Biaya 5.000 unit 6.000 unit


1. Material Rp 25.000.000 Rp 30.000.000
2. Tenaga kerja Langsung Rp 12.500.000 Rp 15.000.000
3. Depresiasi Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
4. Bahan Penolong Rp 2.500.000 Rp 3.000.000
5. Gaji Pegawai Rp 1.500.000 Rp 1.500.000
6. Biaya Pemeliharaan Rp 2.700.000 Rp 3.000.000
7. Biaya Lain-lain Rp 10.300.000 Rp 12.000.000
Jumlah Rp 57.500.000 Rp 67.500.000
Dengan memperhatikan data yang tersaji di atas perusahaan ingin menyusun anggaran
variable untuk tahun 2005, untuk itu saudara diminta terlebih dahulu menyajikannya
dalam bentuk :
1. Formula
2. Tabel, dengan kenaikan 500 unit
3. Grafik

Jenis Biaya 80.000 unit 120.000 unit


Biaya TKTL Rp 10.400.000 Rp 15.400.000
Biaya perawatan mesin Rp 2.100.000 Rp 2.900.000
Bahan penolong Rp 6.000.000 Rp 9.000.000
Gaji mandor Rp 1.500.000 Rp 1.500.000
Penyusutan Rp 2.000.000 Rp 2.000.000

Untuk anggaran tahun 2005, pimpinan perusahaan memperkirakan bahwa:


a. Biaya tenaga kerja langsung, gaji mandor maupun biaya TKTL akan mengalami
kenaikan sebesar 20%, karena ada penyesuaian dengan peraturan pemerintah
mengenai UMK (upah minimum kabupaten)
b. Biaya perawatan mesin yang bersifat tetap akan diturunkan sebesar 10%, karena
perusahaan akan melakukan efisiensi biaya
c. Harga bahan baku langsung di pasar belum stabil, maka pimpinan memperkirakan
adanya kenaikan 15%
d. Bahan penolong untuk tahun 2005 diperkirakan tidak ada perubahan.
e. Penyusutan dinaikaan sebesar 10%

Dari data di atas, saudara diminta untuk:


1. Menyusun variable budget untuk anggaran tahun 2005 dalam bentuk formula
setelah memperhitungkan kenaikan dan penurunannya
2. Menyusun variable budget dalam bentuk tabel dengan kenaikan 10.000 unit.

6. Data penjualan dan biaya penjualan pada berbagai tingkat penjualan bulanan
diperkirakan sebagai berikut:

Jumlah penjualan Biaya penjualan


Rp 13.000.000 Rp 1.900.000
Rp 12.000.000 Rp 1.800.000
Rp 14.000.000 Rp 1.950.000
Rp 15.000.000 Rp 2.100.000

Harga jual per satuan produk Rp 1.000


Rencana penjualan :
Bulan Pebruari 2006 13.000 unit
Tahun 2006 (setahun) 160.000 unit

Dengan data diatas, saudara diminta untuk :


1. Menentukan variabel budget bulanan dalam bentuk formula
2. Menentukan anggaran biaya penjualan bulan Pebruari 2006
7. PT MENANTI DENGAN PASTI sedang menyusun anggaran variabel Departemen
produksi “Pencampuran” untuk tahun 2005. Dasar kegiatan adalah satuan Jam mesin.
Hasil analisis komponen tetap dan variabel masing-masing biaya dengan berbagai
pendekatan adalah sebagai berikut:
a. Upah mandor dinaikan 25% dibandingkan tahun 2004 (sebesar Rp 18.000.000)
b. Atas dasar metode least square, biaya bulanan tahun 2004: (tarif biaya variabel Rp
1 per jam mesin)
Penyusutan Y = Rp 1.500.000
Bahan baku tak langsung Y = Rp 165.000 + 75X
Diesel Y = 150X
Kebijakan pimpinan perushaan menetapkan untuk tahun 2005:
Penyusutan dinaikan 10%
Bahan baku tak langsung dinaikan 20%
Diesel diturunkan 30%
c. Tahun 2005 diperkirakan ada kenaikan pajak 40% dari jumlah pajak tahun 2004
yang besarnya Rp 36.000.000
d. Bahan pembantu tak langsung diperkirakan Rp 600.000 pada volume 8.000 jam
mesin per bulan, 80% dari biaya ini bersifat variabel
e. Upah TKTL ditaksir Rp 1.200.000 pada 8.000 jam mesin dan Rp 840.000 pada
4.000 jam mesin
f. Biaya lain-lain yang tetap Rp 1.125.000 dan variabel Rp 225 per jam mesin, biaya
ini akan naik 20% dari tahun 2004. Biaya yang sifatnya variabel sekarang ini
dirasakan terlalu tinggi 25%

Diminta:
Susunlah variable budget dalam bentuk formula untuk tahun 2005 jika relevant
rangenya 4.000-8.000 jam mesin dan sajikan dalam bentuk tabel dengan kenaikan
2.000 jam mesin dan agar lebih jelas tampilkan dalam grafik
8. Berikut ini adalah biaya overhead pabrik (BOP) pada suatu perusahaan selama
tahun 2005 :

No. Jenis Biaya Jumlah Biaya (Rp) Keterangan


1 Depresiasi 6.000.000 100% tetap
2 Bahan penolong 1.000.000 100% variable
3 Gaji 4.000.000 100% tetap
4 Biaya pemeliharaan 1.500.000 40% tetap
5 Biaya lain-lain 2.500.000 70% tetap
Total 15.000.000

Realisasi produksi tahun 2005 sebesar 1.000 unit. Bila tidak ada perubahan biaya
untuk tahun 2006, susunlah anggaran variabel dalam bentuk formula dan tentukan
besarnya biaya overhead pabrik tahun 2006 jika anggaran produksi tahun 2006
sebesar 1.200 unit