Anatomi
Anatomi
II. Tujuan :
- Mengetahui bahwa bagaimanapun tipisnya suatu irisan material untuk preparat ternyata
masih mempunyai tebl tertentu sehingga ketika dilakukan pengamatan dengan
mikroskop masih harus dicari kedudukan tubus yang sesuai agar semua bagian sel
tampak jelas.
Stuktur Anatomi
Sel adalah satuan dasar strukturil dan fisiologis yang paling kecil dari makhluk hidup .
Pada tumbuhan, selnya tersusun atas bagian-bagian yang disebut protoplasma dan dinding
sel yang mengelilinginya. Pada sel yang masih hidup dinding sel dianggap sebagai bagian
sel yang mati sedangkan protoplasma merupakan bagian yang hidup. Sehingga pada sel
yang mati secara makroskopis yang tampak hanyalah rangka sel, yaitu dinding sel dengan
sisa-sisa protoplasma di dalam lumen selnya.
Salah satu sifat protoplasma yang memperlihatkan sifat kehidupan adalah adanya
aliran plasma(siklosis). Protoplasma bergerak mengalir di dalam lumen sel menurut arah
tertentu. Aliran plasma yang bergerak ke satu arah disebut aliran rotasi, sedangkan aliran
plasma yang pergerakannya lebih dari satu arah disebut sirkulasi. Adanya aliran plasma di
dalam lumen sel dapat diketahui dari benda-benda yang terdapat di dalam plasma yang
turut bergerak, seperti plastida (kloroplast).
1
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Quercus suber ( Gabus )
2. Silet Allium cepa ( Bawang merah )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
2. Cara Kerja
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
2
Sel-sel gabus merupakan sel mati, dapat diperoleh dari gabus sumbat botol atau
empulur batang singkong ( Manihot utilissima ) yang tampak hanyalah rangka selnya
saja yaitu dinding sel dengan sisa-sisa protoplasma berupa lumen di dalam sel.
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada umbi lapis bawang merah ( Allium cepa ) sel epidermis lapisan umbi merupakan
sel dengan protoplasma dan komponen-komponen seperti nukleus, sitoplasma, vakuola,
plastida, bahan-bahan ergastik, dan lain-lain. Sel epidermis memanjang, berdinding tipis,
sitoplasma bening, intinya besar terdapat di tengah/di tepi. Pada lapisan umbi yang telah
kering di dalam selnya dijumpai adanya kristal-kristal yang berbentuk batang dan kubus.
BAB II
3
I. Judul : Anatomi Sel dan Isi Sel
II. Tujuan :
- Melihat dan mengenal bermacam-macam organ sel, vakuola, dan bahan-bahan ergastik
di dalam cairan sel, misalnya kromoplas, butir-butir aleuron dan antosian
Sifat Anatomis
Plastida di dalam sitoplasma mempunyai bentuk, fungsi, dan warna tertentu. Terdiri
dari kloroplas, kromoplas, leukoplas. Kromoplas dan kloroplas adalah plastida yang
berwarna, mempunyai pigmen-pigmen antara lain klorofil ( hijau ), karotin ( orange ), dan
xantofil ( kuning ).
Vakuola adalah rongga-rongga yang terbentuk di dalam lumen sel ketika sel
bertambah besar dan menjadi tua. Berisi cairan sel ( cell sap ) yang mengandung bahan-
bahan yang terlarut di dalamnya seperti gas, garam-garam anorganik, asam-asam organik,
gula, protein, lemak dan lain-lain. Juga sering mengandung pigmen antosian yang akan
memberikan warna tertentu ( merah, ungu, erimson ) pada bagian tumbuhan seperti akar,
daun, bunga. Pigmen ini akan berubah warnanya jika lingkungannya berubah Bila derajat
keasaman ( pH ) lebih besar dari 7 akan bewarna biru kemudian hijau, sedangkan jika pH
lebih kecil dari 7 akan bewarna merah.
V. Metode Praktikum :
4
1. Alat dan Bahan
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Daucus carota ( Wortel )
2. Silet Allamanda cathartica ( Alamanda )
3. Kaca Objek Rhoeo discolor ( Adam hawa )
4. Kaca Penutup
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
2. Cara Kerja
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada akar pena/fusiformis wortel, sel-sel parenkimnya berdinding tipis. Di dalam sel
kelihatan kromoplas berwarna orange/jingga sebab mengandung butir-butir karotin.
5
2. Allamanda cathartica ( Alamanda )
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pembesaran : 100x
6
Pembahasan :
BAB III
II. Tujuan :
7
- Melihat dan mengenal struktur dinding sel
Sifat Anatomis
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Salacca edulis ( Salak )
2. Silet Cocos nucifera ( Kelapa )
3. Kaca Objek Tamarindus indica ( Asam jawa )
4. Kaca Penutup Rhoeo discolor ( Adam hawa )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
8
2. Cara Kerja
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada biji salak, sel-sel parenkim endospermnya mempunyai dinding primer dari
bahan-bahan hemiselulosa. Dinding selnya mengandung pit sederhana. Pada dinding sel
yang terpotong melintang akan tampak pada pitnya selaput yang memisahkan dua buah
lumen sel yaitu pit membran. Sedangkan pada dinding yang tidak terpotong akan
tampak juga pitnya yang merupakan lubang yang bulat.
9
2. Cocos nucifera ( Kelapa )
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada lapisan endokarp kelapa ( Cocos nucifera ), sel endokarp merupakan sel-sel
sklerenkim yang berdinding tebal dan keras terdiri dari bahan-bahan lignin. Sebab itu
selnya disebut sel-sel batu ( sklereid ). Lumen sel sangat sempit, pada dindingnya
terlihat saluran-saluran pit yang merupakan saluran lurus atau bercabang-cabang
disebut pit kanal.
Medium : Safranin
Pembesaran : 100x
10
Pembahasan :
Untuk melihat adanya plasmodesmata, maka sitoplasma sel endosperm biji asam jawa
harus diberi pewarnaan khusus yaitu dengan safranin, sitoplasmanya akan berwarna
biru sedangkan dindingg selnya tetap tidak berwarna. Sehingga dengan pembesaran
kuat pada pit kita akan melihat penjuluran benang-benang plasma yang disebut
plasmodesma. Karena pada sel batu biji asam jawa ini sel-selnya masih hidup.
Pembesaran : 100x
Air KNO3
11
Pembahasan :
Pada sel atau jaringan parenkim dari epidermis daun bawah Rhoeo discolor yang sel-
selnya mengandung pigmen antosian dalam cairan selnya. Jika sel dimasukan ke dalam
cairan hipertonis maka di dalam lumen sel akan terbentuk bagian yang tidak berwarna
sebab antosiannya telah keluar dari lumen sel, digantikan oleh larutan KNO 3, sedangkan
antosiannya bertambah tebal warnanya sebab sel telah mengalami proses plasmolisa.
BAB IV
II. Tujuan :
- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk kristal yang terdapat di dalam sel
12
- Mengenal bahan-bahan pembentuk kristal seperti karbohidrat ( inulin ), kalsium oksalat
dan kalsium karbonat
Sifat Anatomis
Kristal sangat umum terdapat di dalam sel tumbuhan,dihasilkan oleh metabolisme sel
yang kemudian disimpan di dalam lumen sel. Bagi tumbuhan, jika terdapat berlebihan
dapat menjadi racun. Oleh sebab itu, biasanya diikat oleh ion-ion kalsium misalnya
kalsium oksalat. Selain oksalat terdapat juga kristal-kristal karbonat dan silikat. Kristal-
kristal tersebut umumnya terdapat di dalam sel parenkim korteks, floem atau empulur
( pit ). Di dalam sel, kristal oksalat terdapat dalam bentuk monoklin, tetragonal, rapid,
pasir, prisma.
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Allium cepa ( Bawang merah )
2. Silet Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )
3. Kaca Objek Carica papaya ( Pepaya )
4. Kaca Penutup Ficus elastica ( Karet hias )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
2. Cara Kerja
13
d. Membuat preparat dan mengamati Ficus elastica ( Karet hias )
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada epidermis umbi lapis bawang merah, umumnya umbi lapis yang sudah kering
terdapat kristal kalsium oksalat dengan macam-macam bentuk seperti batang ( stiloid ),
prisma, dan kubus ( oktahedral ).
14
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada tangkai daun eceng gondok di dalam sel parenkimnya, terutama di dalam sel-sel
yang membatasi rongga udara terdapat kristal kalsium oksalat berbentuk jarum tunggal.
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada Carica papaya, di dalam sel-sel parenkim korteks terdapat kristal kalsium
oksalat berbentuk rosset ( druse ).
15
Bagian yang diambil : l-s daun
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada daun karet hias ( Ficus elastica ) yaitu di dalam hipodermis terdapa t kristal
kalsium karbonatyang berbentuk seperti sekelompok buah anggur yang mempunyai
tangkai disebut sistolit. Selnya sendiri yang mengandung sistolit disebut litosist.
BAB V
II. Tujuan :
16
- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk butir pati ( amilum )
Sifat Anatomis
Zat pati adalah bahan karbohidrat yang paling umum terdapat dalam tumbuhan
sebagai bahan cadangan makanan yang disimpan di tempat-tempat penyimpanan seperti
umbi, rhizoma, biji dan buah. Zat pati pada tumbuhan dibentuk oleh plastida, pembentuk
pati disebut amiloplas yaitu kloroamiloplas dan leukoamiloplas. Butir-butir pati
mempunyai ukuran 2-70 mikron.
a.) Hillus
b.) Lamella
c.) Konsentris
d.) Eksentris
e.) Monodelph
f.) Diadelph
g.) Polidelph
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
17
.
1. Mikroskop Binokuler Phaseolus radiatus ( Kacang hijau )
2. Silet Oryza sativa ( Padi )
3. Kaca Objek Oryza sativa var. glutinosa ( Ketan
hitam )
4. Kaca Penutup Solanum tuberosum ( Kentang )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
2. Cara Kerja
c. Membuat preparat dan mengamati Oryza sativa var. glutinosa ( Ketan hitam )
Bagian yang diambil : Bagian biji yang telah dihaluskan ( tepung kacang hijau )
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Monodelph ( tunggal ) yaitu butir pati yang hanya mempunyai satu hillum. Konsentris
merupakan letak dari hillum tersebut, yaitu di tengah-tengah sel.
18
Bagian yang diambil : Tepung beras
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada tepung beras, selnya berkumpul ( polidelph ) dan dari sel tersebut ada yang
memiliki hillus ada yang tidak, memiliki hillum sendiri-sendiri.
Pembesaran : 100x
19
Pembahasan :
Pada tepung ketan hitam, hillusnya berkumpul ( polidelph ), dan mempunyai hillum
sendiri-sendiri.
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada tepung kentang, hillusnya berada di tengah tengah sel ( eksentris ). Dengan sel
besar yang membentuk oval.
BAB VI
II. Tujuan :
20
- Melihat dan mengenal struktur anatomis jaringan meristem dan jaringan permanen
Struktur Anatomis
Pertumbuhan terjadi pada sekelompok sel pada titik tumbuh. Sel-selnya mempunyai
sifat membelah diri, bentuknya kecil, isodiametris atau prismatis, intinya besar,
vakuolanya sedikit. Jaringan semacam itu disebut jaringan meristem. Aktivitas jaringan
meristem dapat dilihat dari proses pembelahan sel ( mitosis ).
1. Profase
2. Metafase
3. Anafase
4. Telofase
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Apium graveolens ( Seledri )
21
2. Silet Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )
3. Kaca Objek Canna indica ( Bunga tasbih )
4. Kaca Penutup
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
2. Cara Kerja
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
22
Bagian yang diambil : c-s petiole ( tangkai daun )
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada bagian tangkai daun Eicchornia crassipes ( Eceng gondok ) terdapat aerenkim.
Aerenkim adalah parenkim yang diantara sel-selnya mengandung banyak rongga udara
yang besar, yang berguna untuk pengangkutan udra dan gas.
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
23
Pembahasan :
Pada bagian belakang daun Canna indica ( Bunga tasbih ), terdapat akktinenkim.
Aktinenkim yaitu parenkim yang sel-selnya terletak sejajar dengan aksis tumbuhan,
berbentuk bintang dan juga mengandung rongga antar sel.
BAB VII
II. Tujuan :
24
- Melihat dan mengenal struktur anatomis papilla
Sifat Anatomis
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Arthocarpus communis ( Nangka )
2. Silet Durio zibenthinus ( Durian )
3. Kaca Objek Hibiscus tilaceus ( Waru )
4. Kaca Penutup Clitoria ternatea ( Kembang telang )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
2. Cara Kerja
25
VI. Hasil Pengamatan
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pembesaran : 100x
26
Pembahasan :
Trikom pada daun durian ( Durio zibenthinus ) berbentuk sisik dan bintang, dengan
suatu batang/tangkai pendek yang melekat di atas sel epidermisnya. Adanya trikom
menyebabkan bagian bawah daun berwarna kuning emas.
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
27
Yang diamati : Papilla
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada bunga telang ( Clitoria ternatea ) terutama pada petalnya, pada sel epidermisnya
mengandung papilla yang merupakan bukti-bukti amat halus tanpa suatu dinding
penyekat dengan penyekat dengan epidermisnya karena terbentuk oleh penjuluran
dinding selnya yang membentuk bukit.
BAB VIII
II. Tujuan :
28
- Melihat dan mengenal bentuk ikatan pembuluh baik yang kolateral, bilakolateral, radial
atau konsentris
Sifat Anatomis
Jaringan pembuluh adalah jaringan yang terususn dari sejumlah ikatan pembuluh yang
tersebar di stele. Berfungsi untuk konduksi air dan bahan makanan. Suatu ikatan
pembuluh mengandung bermacam-macam sel/jaringan yang menyusunnya, yang berbeda
dalam bentuk, struktur sel dan fungsinya. Tersusun atas suatu kelompok sel-sel floem,
xilem, kambium.
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Zea mays ( Jagung )
2. Silet Hibiscus rosa-sinesis ( Kembang
sepatu )
3. Kaca Objek Asplenium nidus ( Paku sarang
burung )
4. Kaca Penutup Cordyline fructicosa ( Hanjuang )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar
2. Cara Kerja
29
VI. Hasil Pengamatan
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
Pada batang Zea mays ( Jagung ) terdapat ikatan pembuluh kolateral tertutup. Ikatan
pembuluh kolateral tertutup ialah ikatan pembuluh yang tidak mempunyai kambium
diantara floem dan xilemnya. Umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil.
Pembesaran : 40x
30
Pembahasan :
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
Pada batang Asplenium nidus ( Paku sarang burung ), ikatan pembuluh yang terbentuk
yaitu konsentris amfikribal, dimana ikatan pembuluh yang xilem dan floemnya
berbentuk cincin-cincin silindris dengan floem mengelilingi xilem di tengahnya.
31
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
BAB IX
II. Tujuan :
- Melihat dan mengenal bermacam-macam jaringan kelenjar dan sekresi seperti saluran
latex beruas, saluran lateks tidak beruas, kelenjar minyak, saluran damar dan pori air
32
Struktur Anatomis
Pada tumbuhan sering kali selnya menghasilkan bahan-bahan yang mungkun tidak
diperlukan dan digunakan oleh tumbuhannya sendiri yang terdapat di dalam
sitoplasmanya. Bahanterseut adalah cairan atau bahan padat yang dapat berupa getah,
lateks, damar, gom, tanin, minyak esensial, lendir atau air. Sel yang menghasilkan bahan
semacam itu disebut sel atau jaringan kelenjar dan sekresi.
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Hevea brasiliensis ( Karet )
2. Silet Euphorbia tirucalli ( Patah tulang )
3. Kaca Objek Pinus merkusii ( Pinus )
4. Kaca Penutup
Citrus sp. ( Jeruk )
2. Cara Kerja
33
Yang diamati : Kelenjar lateks beruas
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
Pada Hevea brasiliensis ( Karet ), kelenjar lateksnya beruas tediri dari sebaris sel atau
lebih dindingnya melinyangg sebagian atau seluruhnya melarut, membentuk suatu
saluran memanjang keseluruh bagian tumbuhan, bercabang-cabang dan beranastomose
dengan saluran lateks lainnta membentuk suatu jaringan sekresi yang kompleks.
Pembesaran : 40x
34
Pembahasan :
Pada bagian batang Euphorbia tirucalli ( Patah tulang ), terdapat kelenjar lateks tidak
beruas merupakan sel lateks yang bentuknya memanjang, bercabang-cabang, tumbuh
ke seluruh bagian tumbuhan tanpa beranastome dengan sel-sel lateks lainnya.
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
Pada bagian daun Pinus merkusii ( Pinus ) terdapat saluran damar dari proses sizogen
yang dapat menghasilkan damar.
Pembesaran : 40x
35
Pembahasan :
Pada bagian kulit buah Citrus sp. ( Jeruk ), terdapat kelenjar minyak dari proses
sizolisigen, yaitu melarutnya sel-sel yang menghasilkan sekresinya, yang biasanya
terletak disekeliling rongga tersebut.
BAB X
II. Tujuan :
Struktur Anatomis
36
Pada batang atau cabang yang masih muda atau pada daun, terutama pada epideris
permukaandaun sebelah bawah, terdapat celah tempat berlangsungnya pertukaran gas-gas
antara udara di dalam ruang antar sel dari sel-sel sub epidermal dengan udara atomsfir.
Celah tersebut dinamakan stomata, berfungsi untuk difusi, respirasi, transpirasi atau
asimilasi tumbuhan.Beberapa tipe stomata yaitu : anomositik, anisositik, diasitik,
parasitik, aktinoitik, bidiasitik.
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Asplenium nidus ( Paku sarang
burung )
2. Silet Canna indica ( Bunga tasbih )
3. Kaca Objek Zea mays ( Jagung )
4. Kaca Penutup
Ficus elastica ( Karet hias )
2. Cara Kerja
Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah ( preparat awetan no. 25 )
37
Medium : Aqua destilata
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada Asplenium nidus ( Paku sarang burung ) di epidermis daun bawah, terdapat
stomata dengan tipe anomositik, yaitu jika jumlah sel tetangganya 3 atau lebih, dimana
satu sama lainnya sukar dibedakan.
Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah ( preparat awetan no. 24 )
Pembesaran : 100x
38
Pembahasan :
Pada Canna indica ( Bunga tasbih ) epidermis daun bawah, terdapat stomata dengan
tipe parasitik yaitu jika jumlah sel tetangganya dua bidang persekutuan segaris dengan
celah stomata.
Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah ( preparat awetan no. 23 )
Pembesaran : 100x
Pembahasan :
Pada Zea mays ( Jagung ) epidermis daun bawah, terdapat stomata bentuk halter, yaitu
stomata tersebut dibatasi oleh dua buah sel epidermis khusus dan mengandung banyak
klorofil.
Pembesaran : 100x
39
Pembahasan :
Pada Ficus elastica ( Karet hias ) bagian daun, terdapat stomata fareropor yaitu
stomata yang letaknya sejajar dengan epidermis.
BAB XI
II. Tujuan :
- Melihat dan mengenal struktur anatomis daun dan bagian-bagiannya seperti epidermis,
mesofil, ikatan pembuluh.
Struktur Anatomis
40
Menurut ontogeninya, daun adalah lanjutan dari batang atau cabang, sehingga
jaringan pembuluh daun sangat mirip dengan jaringan pembuluh batang atau
cabangnya.Secara anatomis daun terdiri dari tiga bagian penting yaitu lapisan pelindung (
epidermis ), mesofil, dan sistim pertulangan daun ( ikatan pembuluh ).
Epidermis merupakan lapian terluar terdapat disebelah atas dan bawah, terdiri dari
beberapa lapis sel yang bervariasimenurut adanya trikom, stomata, sel kipas dll. Mesofil,
merupakan bagian daun yang terdiri dari sel-sel parenkim yang banyak mengandung
kloroplast, macam-macam idioblast berupa sel atau saluran kelenjar, litosit, sklereid dan
lain-lain. Sistem pertulangan daun merupakan sistem jaringan pembuluh lanjutan dari
jaringan pembuluh batang atau cabangnya. Biasanya merupakan ikatan pembuluh
kolateral, bikolateral dan konsentris.
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Mangifera indica ( Mangga )
2. Silet Pinus merkusii ( Pinus )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup
2. Cara Kerja
41
1. Mangifera indica ( Mangga )
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
Pada daun Mangifera indica ( Mangga ), struktur daunnya dorsiventral, yaitu jaringan
pagar terdiri dari satulapis sel yang letaknya di bawah epidermis daun sebelah atas saja.
Pembesaran : 40x
42
Pembahasan :
Pada daun Pinus merkusii ( Pinus ), mesofilnya merupakan sel-sel yang bentuknya
besar. Berhubungan satu sama lain dengan ruang antarsel yang sempit dan
dindingnyaberlekuk-lekuk sehingga disebut evolved mesofil.
BAB XII
II. Tujuan :
Sifat Anatomis
43
Fungsi akar yang paling utama ialah untuk penunjang, penyerapan, pengangkutan dan
penyimpanan bahan cadangan makanan . Bagian-bagian akar yang paling penting ialah
tudung akar, epidermis, korteks, endodermis dan stele.
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Zea mays ( Jagung )
2. Silet Arachis hypogaea ( Kacang tanah )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup
2. Cara Kerja
Pembesaran : 40x
44
Pembahasan :
Pada akar Zea mays ( Jagung ), struktur yang terlihat yaitu monokotil. Dimana
endodermis pada akar tumbuhan monokotil membentuk dinding sekunder yang tebal.
Xilem dan floem tidak tersusun rapi pada akar tumbuhan monokotil, hal ini disebabkan
karena antara xilem dan floem tidak terdapat kambium seperti pada akar tumbuhan
dikotil.
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
45
terdiri dari xilem dan floem yang tersusun selang-seling dan keduanya dipisahkan oleh
sederetan sel parenkim yang biasa disebut kambium.
BAB XIII
II. Tujuan :
- Melihat dan mengenal struktur anatomi batang dan jenis-jenis batang seperti batang
berkayu, dikotil berbatang basah ( herba ) dan monokotil
- Melihat dan mengenal bagian-bagian batang, sel atau jaringanyang menyusun batang
seperti epidermis, korteks, stele, dan lain-lain
46
Struktur Anatomis
Sebagai bahan aksis tumbuhan, batang merupakan organ yang mempunyai peranan
utama untuk penjuang, konduksi, alat reproduksi vegetatif, danlai-lain tersusun oleh
jaringan yang mempunyai bermacam-macam bentuk dan fungsi. Secara anatomis dan
morfologis dapat dibedakan atas tiga macam golongan tumbuhan yaitu tumbuhan
berkayutermasuk di dalamnya tumbuhan dikotil berupa pohon atau semak, tumbuhan
gymnospermae, tumbuhan dikotil berbatang basah ( herba ) dan monokotil.
V. Metode Praktikum :
No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Amaranthus spinosus ( Bayam duri )
2. Silet Zea mays ( Jagung )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup
2. Cara Kerja
47
Pembesaran : 40x
Pembahasan :
Pembesaran : 40x
48
Pembahasan :
Pada batang . Zea mays ( Jagung ) yang merupakan monokotil, ikatan pembuluhnya
tersebar, floem dan xilem bersebelahan.
DAFTAR PUSTAKA
Dra. Subaryanti M. Si. Drs. Adrizal. Dra. Gustiwar, Apt. 2008. Penuntun Praktikum
Botani Farmasi. Jakarta.
49