0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
892 tayangan49 halaman

Anatomi

Bab I membahas struktur umum sel tumbuhan dan metode praktikum untuk mengamati sel gabus dan bawang merah. Bab II membahas anatomi sel dan isi sel serta hasil pengamatan pada sel wortel, bunga alamanda, dan daun adam hawa. Bab III memfokuskan pada anatomi dinding sel, plasmodesma, dan plasmolisa serta rencana praktikum untuk mengamati beberapa spesies tumbuhan.

Diunggah oleh

Nada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
892 tayangan49 halaman

Anatomi

Bab I membahas struktur umum sel tumbuhan dan metode praktikum untuk mengamati sel gabus dan bawang merah. Bab II membahas anatomi sel dan isi sel serta hasil pengamatan pada sel wortel, bunga alamanda, dan daun adam hawa. Bab III memfokuskan pada anatomi dinding sel, plasmodesma, dan plasmolisa serta rencana praktikum untuk mengamati beberapa spesies tumbuhan.

Diunggah oleh

Nada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

I. Judul : Struktur Umum Sel Tumbuhan

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal struktur sel tumbuhan

- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk sel

- Mengetahui bahwa bagaimanapun tipisnya suatu irisan material untuk preparat ternyata
masih mempunyai tebl tertentu sehingga ketika dilakukan pengamatan dengan
mikroskop masih harus dicari kedudukan tubus yang sesuai agar semua bagian sel
tampak jelas.

III. Tanggal : 11 Desember 2018

IV. Teori Dasar :

Stuktur Anatomi

Sel adalah satuan dasar strukturil dan fisiologis yang paling kecil dari makhluk hidup .
Pada tumbuhan, selnya tersusun atas bagian-bagian yang disebut protoplasma dan dinding
sel yang mengelilinginya. Pada sel yang masih hidup dinding sel dianggap sebagai bagian
sel yang mati sedangkan protoplasma merupakan bagian yang hidup. Sehingga pada sel
yang mati secara makroskopis yang tampak hanyalah rangka sel, yaitu dinding sel dengan
sisa-sisa protoplasma di dalam lumen selnya.

Salah satu sifat protoplasma yang memperlihatkan sifat kehidupan adalah adanya
aliran plasma(siklosis). Protoplasma bergerak mengalir di dalam lumen sel menurut arah
tertentu. Aliran plasma yang bergerak ke satu arah disebut aliran rotasi, sedangkan aliran
plasma yang pergerakannya lebih dari satu arah disebut sirkulasi. Adanya aliran plasma di
dalam lumen sel dapat diketahui dari benda-benda yang terdapat di dalam plasma yang
turut bergerak, seperti plastida (kloroplast).

1
V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Quercus suber ( Gabus )
2. Silet Allium cepa ( Bawang merah )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Quercus suber ( gabus )

b. Membuat preparat dan mengamati Allium cepa ( bawang merah )

VI. Hasil Pengamatan

1. Quercus suber ( Gabus )

Bagian yang diambil : c-s gabus

Yang diamati : Dinding sel, lumen sel

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

2
Sel-sel gabus merupakan sel mati, dapat diperoleh dari gabus sumbat botol atau
empulur batang singkong ( Manihot utilissima ) yang tampak hanyalah rangka selnya
saja yaitu dinding sel dengan sisa-sisa protoplasma berupa lumen di dalam sel.

2. Allium cepa ( Bawang merah )

Bagian yang diambil : Sobekan umbi lapis

Yang diamati : Inti sel, dinding sel, kristal oksalat

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada umbi lapis bawang merah ( Allium cepa ) sel epidermis lapisan umbi merupakan
sel dengan protoplasma dan komponen-komponen seperti nukleus, sitoplasma, vakuola,
plastida, bahan-bahan ergastik, dan lain-lain. Sel epidermis memanjang, berdinding tipis,
sitoplasma bening, intinya besar terdapat di tengah/di tepi. Pada lapisan umbi yang telah
kering di dalam selnya dijumpai adanya kristal-kristal yang berbentuk batang dan kubus.

BAB II

3
I. Judul : Anatomi Sel dan Isi Sel

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk sel

- Melihat dan mengenal bermacam-macam organ sel, vakuola, dan bahan-bahan ergastik
di dalam cairan sel, misalnya kromoplas, butir-butir aleuron dan antosian

III. Tanggal : 11 Desember 2018

IV. Teori Dasar :

Sifat Anatomis

Di dalam sitoplasma, bagian protoplas yang telah berdeferesiansi menjadi organ-


organ sel adalah hialoplasma, plastida, dan mitokondria atau kondriosoma. Di dalam
sitoplasmanya seperti vakuola, kristal-kristal dan benda-benda padat bukan kristal
misalnya butir-butir pati ( amilum ) dan protein.

Plastida di dalam sitoplasma mempunyai bentuk, fungsi, dan warna tertentu. Terdiri
dari kloroplas, kromoplas, leukoplas. Kromoplas dan kloroplas adalah plastida yang
berwarna, mempunyai pigmen-pigmen antara lain klorofil ( hijau ), karotin ( orange ), dan
xantofil ( kuning ).

Vakuola adalah rongga-rongga yang terbentuk di dalam lumen sel ketika sel
bertambah besar dan menjadi tua. Berisi cairan sel ( cell sap ) yang mengandung bahan-
bahan yang terlarut di dalamnya seperti gas, garam-garam anorganik, asam-asam organik,
gula, protein, lemak dan lain-lain. Juga sering mengandung pigmen antosian yang akan
memberikan warna tertentu ( merah, ungu, erimson ) pada bagian tumbuhan seperti akar,
daun, bunga. Pigmen ini akan berubah warnanya jika lingkungannya berubah Bila derajat
keasaman ( pH ) lebih besar dari 7 akan bewarna biru kemudian hijau, sedangkan jika pH
lebih kecil dari 7 akan bewarna merah.

V. Metode Praktikum :

4
1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Daucus carota ( Wortel )
2. Silet Allamanda cathartica ( Alamanda )
3. Kaca Objek Rhoeo discolor ( Adam hawa )
4. Kaca Penutup
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Daucus carota ( Wortel )

b. Membuat preparat dan mengamati Allamanda cathartica ( Alamanda )

c. Membuat preparat dan mengamati Rhoeo discolor ( Adam hawa )

VI. Hasil Pengamatan

1. Daucus carota ( Wortel )

Bagian yang diambil : c-s umbi

Yang diamati : Bentuk sel pigmen karotin ( jingga )

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada akar pena/fusiformis wortel, sel-sel parenkimnya berdinding tipis. Di dalam sel
kelihatan kromoplas berwarna orange/jingga sebab mengandung butir-butir karotin.

5
2. Allamanda cathartica ( Alamanda )

Bagian yang diambil : Sobekan mahkota/korola bunga

Yang diamati : Bentuk sel , pigmen xantofil ( kuning )

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada bunga alamanda (Allamanda cathartica ), sel-sel epidermis daun mahkota/korola


mempunyai dinding yang berlekuk-lekuk. Di dalam selnya terdapat kromoplas yang
berwarna kuning sebab mengandung butir-butir xantofil yang tersebar diseluruh lumen
sel.

3. Rhoeo discolor ( Adam hawa )

Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah

Yang diamati : Bentuk sel, pigmen antosianin ( merah ungu )

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

6
Pembahasan :

Pada epidermis daun Rhoeo discolor, sel-selnya mengandung banyak sekali


zat antosian sehingga seluruh lumen sel berwarna merah muda. Dengan memberikan
suasana asam/basa, maka zat antosian akan berubah warna.

BAB III

I. Judul : Anatomi Dinding Sel, Plasmodesma, Plasmolisa

II. Tujuan :

7
- Melihat dan mengenal struktur dinding sel

- Melihat dan mengenal bentuk pit, pit kanal, dan plasmodesma

- Mengenal bahan-bahan yang menyusun dinding sel

- Melihat proses plasmolisa

III. Tanggal : 11 Desember 2018

IV. Teori Dasar :

Sifat Anatomis

Pada tumbuhan, dinding sel merupakan pembentukan rangka tubuh tanaman.


Dibentuk oleh protoplasma sebagai hasil sekresinya. Berfungsi untuk melindungi
protoplasma dari desakan luar. Bagian dinding sel yang pertama kali dibentuk sangat halus
dan lembut ketika membelah diri dan memisahkan dua protoplas atau dua lumen sel.
Lapisan selanjutnya ialah dinding primer, yaitu lapisan yang dibentuk penyisipan bahan-
bahan selulosa/hemiselulosa di atas lamel tengah. Pada kebanyakan sel selanjutnyabakan
terjadi penebalan dinding lagi yaitu jika besar dan bentuk sel sepenuhnya tercapai.
Penebalan dinding terbentuk oleh penyisipan bahan-bahan lignin, lapisan ini disebut
dinding sekunder. Penebalan dinding sekunder, biasanya terjadi pada sel-sel jaringan
pengangkut ( floem/xylem ) atau pada sel-sel jaringan penunjang ( sklerenkim ). Pada sel
sklerenkim dinding sekundernya begitu tebal sehingga selnya disebut sel batu ( sklereid ).

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Salacca edulis ( Salak )
2. Silet Cocos nucifera ( Kelapa )
3. Kaca Objek Tamarindus indica ( Asam jawa )
4. Kaca Penutup Rhoeo discolor ( Adam hawa )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

8
2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Salacca edulis ( Salak )

b. Membuat preparat dan mengamati Cocos nucifera ( Kelapa )

c. Membuat preparat dan mengamati Tamarindus indica ( Asam jawa )

d. Membuat preparat dan mengamati Rhoeo discolor ( Adam hawa )

VI. Hasil Pengamatan

1. Salacca edulis ( Salak )

Bagian yang diambil : c-s endosperm biji

Yang diamati : Pit sederhana, pit membran

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada biji salak, sel-sel parenkim endospermnya mempunyai dinding primer dari
bahan-bahan hemiselulosa. Dinding selnya mengandung pit sederhana. Pada dinding sel
yang terpotong melintang akan tampak pada pitnya selaput yang memisahkan dua buah
lumen sel yaitu pit membran. Sedangkan pada dinding yang tidak terpotong akan
tampak juga pitnya yang merupakan lubang yang bulat.

9
2. Cocos nucifera ( Kelapa )

Bagian yang diambil : Kerokan endokarp ( batok )

Yang diamati : Pit kanal

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada lapisan endokarp kelapa ( Cocos nucifera ), sel endokarp merupakan sel-sel
sklerenkim yang berdinding tebal dan keras terdiri dari bahan-bahan lignin. Sebab itu
selnya disebut sel-sel batu ( sklereid ). Lumen sel sangat sempit, pada dindingnya
terlihat saluran-saluran pit yang merupakan saluran lurus atau bercabang-cabang
disebut pit kanal.

3. Tamarindus indica ( Asam jawa )

Bagian yang diambil : c-s endosperm biji

Yang diamati : Plasmodesmata

Medium : Safranin

Pembesaran : 100x

10
Pembahasan :

Untuk melihat adanya plasmodesmata, maka sitoplasma sel endosperm biji asam jawa
harus diberi pewarnaan khusus yaitu dengan safranin, sitoplasmanya akan berwarna
biru sedangkan dindingg selnya tetap tidak berwarna. Sehingga dengan pembesaran
kuat pada pit kita akan melihat penjuluran benang-benang plasma yang disebut
plasmodesma. Karena pada sel batu biji asam jawa ini sel-selnya masih hidup.

4. Rhoeo discolor ( Adam hawa )

Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah

Yang diamati : Proses plasmolisa

Medium : Aqua destilata, larutan KNO3 5-10%

Pembesaran : 100x

Air KNO3

11
Pembahasan :

Pada sel atau jaringan parenkim dari epidermis daun bawah Rhoeo discolor yang sel-
selnya mengandung pigmen antosian dalam cairan selnya. Jika sel dimasukan ke dalam
cairan hipertonis maka di dalam lumen sel akan terbentuk bagian yang tidak berwarna
sebab antosiannya telah keluar dari lumen sel, digantikan oleh larutan KNO 3, sedangkan
antosiannya bertambah tebal warnanya sebab sel telah mengalami proses plasmolisa.

BAB IV

I. Judul : Bahan-Bahan Ergastik ( Kristal )

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk kristal yang terdapat di dalam sel

12
- Mengenal bahan-bahan pembentuk kristal seperti karbohidrat ( inulin ), kalsium oksalat
dan kalsium karbonat

III. Tanggal : 21 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Sifat Anatomis

Kristal sangat umum terdapat di dalam sel tumbuhan,dihasilkan oleh metabolisme sel
yang kemudian disimpan di dalam lumen sel. Bagi tumbuhan, jika terdapat berlebihan
dapat menjadi racun. Oleh sebab itu, biasanya diikat oleh ion-ion kalsium misalnya
kalsium oksalat. Selain oksalat terdapat juga kristal-kristal karbonat dan silikat. Kristal-
kristal tersebut umumnya terdapat di dalam sel parenkim korteks, floem atau empulur
( pit ). Di dalam sel, kristal oksalat terdapat dalam bentuk monoklin, tetragonal, rapid,
pasir, prisma.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Allium cepa ( Bawang merah )
2. Silet Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )
3. Kaca Objek Carica papaya ( Pepaya )
4. Kaca Penutup Ficus elastica ( Karet hias )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Allium cepa ( Bawang merah )

b. Membuat preparat dan mengamati Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )

c. Membuat preparat dan mengamati Carica papaya ( Pepaya )

13
d. Membuat preparat dan mengamati Ficus elastica ( Karet hias )

VI. Hasil Pengamatan

1. Allium cepa ( Bawang merah )

Bagian yang diambil : Sobekan umbi lapis yang kering

Yang diamati : Kristal batang, kristal kubus, kristal prisma

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada epidermis umbi lapis bawang merah, umumnya umbi lapis yang sudah kering
terdapat kristal kalsium oksalat dengan macam-macam bentuk seperti batang ( stiloid ),
prisma, dan kubus ( oktahedral ).

2. Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )

Bagian yang diambil : c-s tangkai daun

Yang diamati : Kristal jarum ( rapid ) tunggal

Medium : Aqua destilata

14
Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada tangkai daun eceng gondok di dalam sel parenkimnya, terutama di dalam sel-sel
yang membatasi rongga udara terdapat kristal kalsium oksalat berbentuk jarum tunggal.

3. Carica papaya ( Pepaya )

Bagian yang diambil : c-s tangkai daun

Yang diamati : Kristal rosset ( druse )

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada Carica papaya, di dalam sel-sel parenkim korteks terdapat kristal kalsium
oksalat berbentuk rosset ( druse ).

4. Ficus elastica ( Karet hias )

15
Bagian yang diambil : l-s daun

Yang diamati : Sistolit dan litosist

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada daun karet hias ( Ficus elastica ) yaitu di dalam hipodermis terdapa t kristal
kalsium karbonatyang berbentuk seperti sekelompok buah anggur yang mempunyai
tangkai disebut sistolit. Selnya sendiri yang mengandung sistolit disebut litosist.

BAB V

I. Judul : Bahan-bahan ergastik ( amilum )

II. Tujuan :

16
- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk butir pati ( amilum )

- Mengetahui reaksi pengenal terhadap butir pati ( amilum )

III. Tanggal : 21 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Sifat Anatomis

Zat pati adalah bahan karbohidrat yang paling umum terdapat dalam tumbuhan
sebagai bahan cadangan makanan yang disimpan di tempat-tempat penyimpanan seperti
umbi, rhizoma, biji dan buah. Zat pati pada tumbuhan dibentuk oleh plastida, pembentuk
pati disebut amiloplas yaitu kloroamiloplas dan leukoamiloplas. Butir-butir pati
mempunyai ukuran 2-70 mikron.

Butir pati secara mikroskopis :

a.) Hillus

b.) Lamella

c.) Konsentris

d.) Eksentris

e.) Monodelph

f.) Diadelph

g.) Polidelph

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan

17
.
1. Mikroskop Binokuler Phaseolus radiatus ( Kacang hijau )
2. Silet Oryza sativa ( Padi )
3. Kaca Objek Oryza sativa var. glutinosa ( Ketan
hitam )
4. Kaca Penutup Solanum tuberosum ( Kentang )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Phaseolus radiatus ( Kacang hijau )

b. Membuat preparat dan mengamati Oryza sativa ( Padi )

c. Membuat preparat dan mengamati Oryza sativa var. glutinosa ( Ketan hitam )

d. Membuat preparat dan mengamati Solanum tuberosum ( Kentang )

VI. Hasil Pengamatan

1. Phaseolus radiatus ( Kacang hijau )

Bagian yang diambil : Bagian biji yang telah dihaluskan ( tepung kacang hijau )

Yang diamati : Amilum monodelph, konsentris

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Monodelph ( tunggal ) yaitu butir pati yang hanya mempunyai satu hillum. Konsentris
merupakan letak dari hillum tersebut, yaitu di tengah-tengah sel.

2. Oryza sativa ( Padi )

18
Bagian yang diambil : Tepung beras

Yang diamati : Amilum polidelph

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada tepung beras, selnya berkumpul ( polidelph ) dan dari sel tersebut ada yang
memiliki hillus ada yang tidak, memiliki hillum sendiri-sendiri.

3. Oryza sativa var. glutinosa ( Ketan hitam )

Bagian yang diambil : Tepung ketan hitam

Yang diamati : Amilum polidelph amilodekstrin

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

19
Pembahasan :

Pada tepung ketan hitam, hillusnya berkumpul ( polidelph ), dan mempunyai hillum
sendiri-sendiri.

4. Solanum tuberosum ( Kentang )

Bagian yang diambil : Tepung kentang

Yang diamati : Amilum bentuk oval, eksentris

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada tepung kentang, hillusnya berada di tengah tengah sel ( eksentris ). Dengan sel
besar yang membentuk oval.

BAB VI

I. Judul : Jaringan Meristem dan Jaringan Permanen

II. Tujuan :

20
- Melihat dan mengenal struktur anatomis jaringan meristem dan jaringan permanen

- Melihat proses pembelahan sel

- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk seljaringan permanen seperti epidermis,


parenkim, kolenkim, sklerenkim

III. Tanggal : 21 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Struktur Anatomis

Pertumbuhan terjadi pada sekelompok sel pada titik tumbuh. Sel-selnya mempunyai
sifat membelah diri, bentuknya kecil, isodiametris atau prismatis, intinya besar,
vakuolanya sedikit. Jaringan semacam itu disebut jaringan meristem. Aktivitas jaringan
meristem dapat dilihat dari proses pembelahan sel ( mitosis ).

Proses mitosis dapat dibedakan dalam 4 fase pembelahan :

1. Profase

2. Metafase

3. Anafase

4. Telofase

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Apium graveolens ( Seledri )

21
2. Silet Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )
3. Kaca Objek Canna indica ( Bunga tasbih )
4. Kaca Penutup
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Apium graveolens ( Seledri )

b. Membuat preparat dan mengamati Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )

c. Membuat preparat dan mengamati Canna indica ( Bunga tasbih )

VI. Hasil Pengamatan

1. Apium graveolens ( Seledri )

Bagian yang diambil : c-s petiole ( tangkai daun )

Yang diamati : Kolenkim sudut

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Di Apium graveolens terdapat kolenkim sudut. Kolenkim sudut ialah penebalan


berlangsung pada bagian-bagian sudutnya, dan memanjang mengikuti sumbu sel.

2. Eicchornia crassipes ( Eceng gondok )

22
Bagian yang diambil : c-s petiole ( tangkai daun )

Yang diamati : Aerenkim

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada bagian tangkai daun Eicchornia crassipes ( Eceng gondok ) terdapat aerenkim.
Aerenkim adalah parenkim yang diantara sel-selnya mengandung banyak rongga udara
yang besar, yang berguna untuk pengangkutan udra dan gas.

3. Canna indica ( Bunga tasbih )

Bagian yang diambil : c-s costae ( bagian belakang daun )

Yang diamati : Aktinenkim

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

23
Pembahasan :

Pada bagian belakang daun Canna indica ( Bunga tasbih ), terdapat akktinenkim.
Aktinenkim yaitu parenkim yang sel-selnya terletak sejajar dengan aksis tumbuhan,
berbentuk bintang dan juga mengandung rongga antar sel.

BAB VII

I. Judul : Trikom, Papilla, Emergansia

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal bermacam-macam bentuk trikom uniseluler, multiseluler, bentuk


sisik atau bentuk bintang

24
- Melihat dan mengenal struktur anatomis papilla

- Melihat dan mengenal struktur anatomis emergensia

III. Tanggal : 21 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Sifat Anatomis

Di batang, daun atau bunga sering terdapat tonjolan-tonjolan yang merupakan


apendiks dari organ-organ tersebut. Terbentuk oleh modifikasi sel epidermis atau oleh sel
epidermis dengan sel-sel di bawahnya. Tonjolan tersebut adalah trikom, papilla,
emergensia.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Arthocarpus communis ( Nangka )
2. Silet Durio zibenthinus ( Durian )
3. Kaca Objek Hibiscus tilaceus ( Waru )
4. Kaca Penutup Clitoria ternatea ( Kembang telang )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Arthocarpus communis ( Nangka )

b. Membuat preparat dan mengamati Durio zibenthinus ( Durian )

c. Membuat preparat dan mengamati Hibiscus tilaceus ( Waru )

d. Membuat preparat dan mengamati Clitoria ternatea ( Kembang telang )

25
VI. Hasil Pengamatan

1. Arthocarpus communis ( Nangka )

Bagian yang diambil : Kerokan daun bawah

Yang diamati : Trikom uniseluler

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada daun nangka ( Arthocarpus communis ) mempunyai trikom uniseluler. Trikom


uniseluler dapat terdiri dari satu sel yang panjang seperti pembuluh dan ujungnya
meruncing, bentuk jarum, timbangan atau merupakan rambut yang berduri.

2. Durio zibenthinus ( Durian )

Bagian yang diambil : Kerokan daun bawah

Yang diamati : Trikom bentuk sisik dan bentuk bintang

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

26
Pembahasan :

Trikom pada daun durian ( Durio zibenthinus ) berbentuk sisik dan bintang, dengan
suatu batang/tangkai pendek yang melekat di atas sel epidermisnya. Adanya trikom
menyebabkan bagian bawah daun berwarna kuning emas.

3. Hibiscus tilaceus ( Waru )

Bagian yang diambil : Kerokan daun bawah

Yang diamati : Trikom bentuk bintang

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Trikom pada Hibiscus tilaceus ( Waru ) berbentuk bintang, dengan suatu


batang/tangkai pendek yang melekat di atas sel epidermisnya. Adanya trikom
menyebabkan bagian bawah daun berwarna kuning.

4. Clitoria ternatea ( Kembang telang )

Bagian yang diambil : Sobekan korola/mahkota bunga

27
Yang diamati : Papilla

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada bunga telang ( Clitoria ternatea ) terutama pada petalnya, pada sel epidermisnya
mengandung papilla yang merupakan bukti-bukti amat halus tanpa suatu dinding
penyekat dengan penyekat dengan epidermisnya karena terbentuk oleh penjuluran
dinding selnya yang membentuk bukit.

BAB VIII

I. Judul : Jaringan Pembuluh Tumbuhan

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal struktur anatomi jaringan pembuluh

- Melihat dan mengenal bermacam-macam sel/jaringan yang menyusun suatu ikatan


pembuluh yaitu floem dan xilem

28
- Melihat dan mengenal bentuk ikatan pembuluh baik yang kolateral, bilakolateral, radial
atau konsentris

III. Tanggal : 24 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Sifat Anatomis

Jaringan pembuluh adalah jaringan yang terususn dari sejumlah ikatan pembuluh yang
tersebar di stele. Berfungsi untuk konduksi air dan bahan makanan. Suatu ikatan
pembuluh mengandung bermacam-macam sel/jaringan yang menyusunnya, yang berbeda
dalam bentuk, struktur sel dan fungsinya. Tersusun atas suatu kelompok sel-sel floem,
xilem, kambium.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Zea mays ( Jagung )
2. Silet Hibiscus rosa-sinesis ( Kembang
sepatu )
3. Kaca Objek Asplenium nidus ( Paku sarang
burung )
4. Kaca Penutup Cordyline fructicosa ( Hanjuang )
5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,
penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Zea mays ( Jagung )

b. Membuat preparat dan mengamati Hibiscus rosa-sinesis ( Kembang sepatu )

c. Membuat preparat dan mengamati Asplenium nidus ( Paku sarang burung )

d. Membuat preparat dan mengamati Cordyline fructicosa ( Hanjuang )

29
VI. Hasil Pengamatan

1. Zea mays ( Jagung )

Bagian yang diambil : c-s batang ( preparat awetan no. 5 )

Yang diamati : Ikatan pembuluh kolateral tertutup

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada batang Zea mays ( Jagung ) terdapat ikatan pembuluh kolateral tertutup. Ikatan
pembuluh kolateral tertutup ialah ikatan pembuluh yang tidak mempunyai kambium
diantara floem dan xilemnya. Umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil.

2. Hibiscus rosa-sinesis ( Kembang sepatu )

Bagian yang diambil : c-s batang ( preparat awetan no. 10 )

Yang diamati : Ikatan pembuluh kolateral terbuka

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

30
Pembahasan :

Pada Hibiscus rosa-sinesis ( Kembang sepatu ) terdapat ikatan pembuluh kolateral


terbuka. ikatan pembuluh kolateral terbuka ialah ikatan pembuluh yang mempunyai
kambium dianatra floem dan xilemnya.

3. Asplenium nidus ( Paku sarang burung )

Bagian yang diambil : c-s batang ( preparat awetan no. 15 )

Yang diamati : Ikatan pembuluh konsentris amfikribal

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada batang Asplenium nidus ( Paku sarang burung ), ikatan pembuluh yang terbentuk
yaitu konsentris amfikribal, dimana ikatan pembuluh yang xilem dan floemnya
berbentuk cincin-cincin silindris dengan floem mengelilingi xilem di tengahnya.

4. Cordyline fructicosa ( Hanjuang )

Bagian yang diambil : c-s batang ( preparat awetan no. 13 )

Yang diamati : Ikatan pembuluh konsentris amfivasal

Medium : Anilin sulfat

31
Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada batang Cordyline fructicosa ( Hanjuang ), terdapat ikatan pembuluh konsentris


amfivasal, dimana ikatan pembuluh yang xilem dan floemnya berbentuk cincin-cincin
silindris dengan xilem mengelilingi floem di tengahnya.

BAB IX

I. Judul : Jaringan Kelenjar dan Sekresi

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal struktur anatomis jaringan kelejar dan sekresi

- Melihat dan mengenal bermacam-macam jaringan kelenjar dan sekresi seperti saluran
latex beruas, saluran lateks tidak beruas, kelenjar minyak, saluran damar dan pori air

III. Tanggal : 24 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

32
Struktur Anatomis

Pada tumbuhan sering kali selnya menghasilkan bahan-bahan yang mungkun tidak
diperlukan dan digunakan oleh tumbuhannya sendiri yang terdapat di dalam
sitoplasmanya. Bahanterseut adalah cairan atau bahan padat yang dapat berupa getah,
lateks, damar, gom, tanin, minyak esensial, lendir atau air. Sel yang menghasilkan bahan
semacam itu disebut sel atau jaringan kelenjar dan sekresi.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Hevea brasiliensis ( Karet )
2. Silet Euphorbia tirucalli ( Patah tulang )
3. Kaca Objek Pinus merkusii ( Pinus )
4. Kaca Penutup
Citrus sp. ( Jeruk )

5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,


penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Hevea brasiliensis ( Karet )

b. Membuat preparat dan mengamati Euphorbia tirucalli ( Patah tulang )

c. Membuat preparat dan mengamati Pinus merkusii ( Pinus )

d. Membuat preparat dan mengamati Citrus sp. ( Jeruk )

VI. Hasil Pengamatan

1. Hevea brasiliensis ( Karet )

Bagian yang diambil : l-s batang ( preparat buatan no. )

33
Yang diamati : Kelenjar lateks beruas

Medium : Sudan III

Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada Hevea brasiliensis ( Karet ), kelenjar lateksnya beruas tediri dari sebaris sel atau
lebih dindingnya melinyangg sebagian atau seluruhnya melarut, membentuk suatu
saluran memanjang keseluruh bagian tumbuhan, bercabang-cabang dan beranastomose
dengan saluran lateks lainnta membentuk suatu jaringan sekresi yang kompleks.

2. Euphorbia tirucalli ( Patah tulang )

Bagian yang diambil : l-s batang ( preparat awetan )

Yang diamati : Kelenjar lateks tidak beruas

Medium : Sudan III

Pembesaran : 40x

34
Pembahasan :

Pada bagian batang Euphorbia tirucalli ( Patah tulang ), terdapat kelenjar lateks tidak
beruas merupakan sel lateks yang bentuknya memanjang, bercabang-cabang, tumbuh
ke seluruh bagian tumbuhan tanpa beranastome dengan sel-sel lateks lainnya.

3. Pinus merkusii ( Pinus )

Bagian yang diambil : c-s daun ( preparat awetan )

Yang diamati : Saluran damar dari proses sizogen

Medium : Sudan III

Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada bagian daun Pinus merkusii ( Pinus ) terdapat saluran damar dari proses sizogen
yang dapat menghasilkan damar.

4. Citrus sp. ( Jeruk )

Bagian yang diambil : c-s kulit buah

Yang diamati : Kelenjar minyak dari proses sizolisigen

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 40x

35
Pembahasan :

Pada bagian kulit buah Citrus sp. ( Jeruk ), terdapat kelenjar minyak dari proses
sizolisigen, yaitu melarutnya sel-sel yang menghasilkan sekresinya, yang biasanya
terletak disekeliling rongga tersebut.

BAB X

I. Judul : Anatomi Stomata

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal struktur anatomis stomata

- Mengenal bermacam-macam bentuk stomata

III. Tanggal : 24 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Struktur Anatomis

36
Pada batang atau cabang yang masih muda atau pada daun, terutama pada epideris
permukaandaun sebelah bawah, terdapat celah tempat berlangsungnya pertukaran gas-gas
antara udara di dalam ruang antar sel dari sel-sel sub epidermal dengan udara atomsfir.
Celah tersebut dinamakan stomata, berfungsi untuk difusi, respirasi, transpirasi atau
asimilasi tumbuhan.Beberapa tipe stomata yaitu : anomositik, anisositik, diasitik,
parasitik, aktinoitik, bidiasitik.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Asplenium nidus ( Paku sarang
burung )
2. Silet Canna indica ( Bunga tasbih )
3. Kaca Objek Zea mays ( Jagung )
4. Kaca Penutup
Ficus elastica ( Karet hias )

5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,


penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Asplenium nidus ( Paku sarang burung )

b. Membuat preparat dan mengamati Canna indica ( Bunga tasbih )

c. Membuat preparat dan mengamati Zea mays ( Jagung )

d. Membuat preparat dan mengamati Ficus elastica ( Karet hias )

VI. Hasil Pengamatan

1. Asplenium nidus ( Paku sarang burung )

Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah ( preparat awetan no. 25 )

Yang diamati : Stomata tipe anomositik

37
Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada Asplenium nidus ( Paku sarang burung ) di epidermis daun bawah, terdapat
stomata dengan tipe anomositik, yaitu jika jumlah sel tetangganya 3 atau lebih, dimana
satu sama lainnya sukar dibedakan.

2. Canna indica ( Bunga tasbih )

Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah ( preparat awetan no. 24 )

Yang diamati : Stomata tipe parasitik

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

38
Pembahasan :

Pada Canna indica ( Bunga tasbih ) epidermis daun bawah, terdapat stomata dengan
tipe parasitik yaitu jika jumlah sel tetangganya dua bidang persekutuan segaris dengan
celah stomata.

3. Zea mays ( Jagung )

Bagian yang diambil : Sobekan epidermis daun bawah ( preparat awetan no. 23 )

Yang diamati : Stomata gramineae ( monokotil ) bentuk halter

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

Pembahasan :

Pada Zea mays ( Jagung ) epidermis daun bawah, terdapat stomata bentuk halter, yaitu
stomata tersebut dibatasi oleh dua buah sel epidermis khusus dan mengandung banyak
klorofil.

4. Ficus elastica ( Karet hias )

Bagian yang diambil : c-s daun ( preparat awetan no. 19 )

Yang diamati : Stomata faneropor

Medium : Aqua destilata

Pembesaran : 100x

39
Pembahasan :

Pada Ficus elastica ( Karet hias ) bagian daun, terdapat stomata fareropor yaitu
stomata yang letaknya sejajar dengan epidermis.

BAB XI

I. Judul : Anatomi Daun

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal struktur anatomis daun dan bagian-bagiannya seperti epidermis,
mesofil, ikatan pembuluh.

- Melihat dan mengenal struktur daun dorsiventral, isobilateral, rumput-rumputan dan


daun bentuk jarum

III. Tanggal : 24 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Struktur Anatomis

40
Menurut ontogeninya, daun adalah lanjutan dari batang atau cabang, sehingga
jaringan pembuluh daun sangat mirip dengan jaringan pembuluh batang atau
cabangnya.Secara anatomis daun terdiri dari tiga bagian penting yaitu lapisan pelindung (
epidermis ), mesofil, dan sistim pertulangan daun ( ikatan pembuluh ).

Epidermis merupakan lapian terluar terdapat disebelah atas dan bawah, terdiri dari
beberapa lapis sel yang bervariasimenurut adanya trikom, stomata, sel kipas dll. Mesofil,
merupakan bagian daun yang terdiri dari sel-sel parenkim yang banyak mengandung
kloroplast, macam-macam idioblast berupa sel atau saluran kelenjar, litosit, sklereid dan
lain-lain. Sistem pertulangan daun merupakan sistem jaringan pembuluh lanjutan dari
jaringan pembuluh batang atau cabangnya. Biasanya merupakan ikatan pembuluh
kolateral, bikolateral dan konsentris.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Mangifera indica ( Mangga )
2. Silet Pinus merkusii ( Pinus )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup

5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,


penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Mangifera indica ( Mangga )

b. Membuat preparat dan mengamati Pinus merkusii ( Pinus )

VI. Hasil Pengamatan

41
1. Mangifera indica ( Mangga )

Bagian yang diambil : c-s daun

Yang diamati : Struktur daun dorsiventral

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada daun Mangifera indica ( Mangga ), struktur daunnya dorsiventral, yaitu jaringan
pagar terdiri dari satulapis sel yang letaknya di bawah epidermis daun sebelah atas saja.

2. Pinus merkusii ( Pinus )

Bagian yang diambil : c-s daun ( preparat awetan no. 18 )

Yang diamati : Struktur daun bentuk jarum

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

42
Pembahasan :

Pada daun Pinus merkusii ( Pinus ), mesofilnya merupakan sel-sel yang bentuknya
besar. Berhubungan satu sama lain dengan ruang antarsel yang sempit dan
dindingnyaberlekuk-lekuk sehingga disebut evolved mesofil.

BAB XII

I. Judul : Anatomi Akar

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal struktur anatomisakardari tumbuhan dikotil, monokotil, serta


mengenal bermacam-macam sel dan jaringan yang menyusunnya

- Melihat dan mengenal struktur velamen pada akar udara

III. Tanggal : 24 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

Sifat Anatomis

43
Fungsi akar yang paling utama ialah untuk penunjang, penyerapan, pengangkutan dan
penyimpanan bahan cadangan makanan . Bagian-bagian akar yang paling penting ialah
tudung akar, epidermis, korteks, endodermis dan stele.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Zea mays ( Jagung )
2. Silet Arachis hypogaea ( Kacang tanah )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup

5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,


penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Zea mays ( Jagung )

b. Membuat preparat dan mengamati Arachis hypogaea ( Kacang tanah )

VI. Hasil Pengamatan

1. Zea mays ( Jagung )

Bagian yang diambil : c-s akar ( preparat awetan )

Yang diamati : Struktur akar monokotil

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

44
Pembahasan :

Pada akar Zea mays ( Jagung ), struktur yang terlihat yaitu monokotil. Dimana
endodermis pada akar tumbuhan monokotil membentuk dinding sekunder yang tebal.
Xilem dan floem tidak tersusun rapi pada akar tumbuhan monokotil, hal ini disebabkan
karena antara xilem dan floem tidak terdapat kambium seperti pada akar tumbuhan
dikotil.

2. Arachis hypogaea ( Kacang tanah )

Bagian yang diambil : c-s akar ( preparat awetan )

Yang diamati : Struktur akar dikotil

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada akar Arachis hypogaea ( Kacang tanah ) yang merupakan dikotil,


endodermisnya tersusun dari satu lapis sel yang berdinding tipis. Jaringan pembuluh

45
terdiri dari xilem dan floem yang tersusun selang-seling dan keduanya dipisahkan oleh
sederetan sel parenkim yang biasa disebut kambium.

BAB XIII

I. Judul : Anatomi Batang

II. Tujuan :

- Melihat dan mengenal struktur anatomi batang dan jenis-jenis batang seperti batang
berkayu, dikotil berbatang basah ( herba ) dan monokotil

- Melihat dan mengenal bagian-bagian batang, sel atau jaringanyang menyusun batang
seperti epidermis, korteks, stele, dan lain-lain

III. Tanggal : 24 Januari 2019

IV. Teori Dasar :

46
Struktur Anatomis

Sebagai bahan aksis tumbuhan, batang merupakan organ yang mempunyai peranan
utama untuk penjuang, konduksi, alat reproduksi vegetatif, danlai-lain tersusun oleh
jaringan yang mempunyai bermacam-macam bentuk dan fungsi. Secara anatomis dan
morfologis dapat dibedakan atas tiga macam golongan tumbuhan yaitu tumbuhan
berkayutermasuk di dalamnya tumbuhan dikotil berupa pohon atau semak, tumbuhan
gymnospermae, tumbuhan dikotil berbatang basah ( herba ) dan monokotil.

V. Metode Praktikum :

1. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
.
1. Mikroskop Binokuler Amaranthus spinosus ( Bayam duri )
2. Silet Zea mays ( Jagung )
3. Kaca Objek
4. Kaca Penutup

5. Alat Tulis ( pensil, pensil warna,


penghapus, pulpen, penggaris, dan
jangka )
6. Buku Gambar

2. Cara Kerja

a. Membuat preparat dan mengamati Amaranthus spinosus ( Bayam duri )

b. Membuat preparat dan mengamati Zea mays ( Jagung )

VI. Hasil Pengamatan

1. Amaranthus spinosus ( Bayam duri )

Bagian yang diambil : c-s batang ( preparat awetan )

Yang diamati : Struktur batang dikotil

Medium : Anilin sulfat

47
Pembesaran : 40x

Pembahasan :

Pada batang Amaranthus spinosus ( Bayam duri ) yang merupakan dikotil,


ikatan pembuluhnya tersusun dalam suatu lingkaranletak floem berada disebelah luar
xilem.

2. Zea mays ( Jagung )

Bagian yang diambil : c-s batang ( preparat awetan )

Yang diamati : Struktur batang monokotil

Medium : Anilin sulfat

Pembesaran : 40x

48
Pembahasan :

Pada batang . Zea mays ( Jagung ) yang merupakan monokotil, ikatan pembuluhnya
tersebar, floem dan xilem bersebelahan.

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Subaryanti M. Si. Drs. Adrizal. Dra. Gustiwar, Apt. 2008. Penuntun Praktikum
Botani Farmasi. Jakarta.

49

Anda mungkin juga menyukai