Anda di halaman 1dari 2

2.

perbedaan uji kompresibilitas dan komprimabilitas

Kompresibilitas adalah kemampuan granul untuk tetap kompak dengan adanya tekanan, Rasio
Housner dapat dihubungkan dengan kerapatan, Rasio Housner adalah kerapatan serbuk
(porositas) dinyatakan dalam persen yaitu perbandingan antar volume dengan volume total suatu
serbuk Tablet untuk semua formula dibuat dalam mesin tablet single punch dengan tekanan
kompresi yang sama. Kekerasan tablet yang diperoleh merupakan cerminan dari kompresibilitas
granul. Semakin baik sifat kompresibilitasnya maka tablet yang diperoleh semakin keras. Sifat
kompresibilitas ini sangat bergantung dari bahan bakunya.

Komprimabilitas Uji ini dimaksudkan agar mengetahui kemampuan serbuk untuk


dikompresikan (dicetak menjadi tablet).Hasil yang diperoleh dari uji ini diungkapkan dalam
harga F. Harga F menunjukkan kemampuan serbuk untuk mudah tidaknya ditablet. Apabila
harganya > dari 400 maka komprimabilitas serbuk dikatakan jelek, dengan akibat akan
mengalami kesukaran pada saat ditablet.

KOMPAKTIBILITAS / KOMPRESIBILITAS

Menunjukkan mudah tidaknya bahan /campuran bahan untuk dikompresikan tergantung ikatan
antar partikel
- Terbentuknya jembatan cair
- Terbentuknya jembatan padat
- Deformasi plastik

KOMPAKTIBILITAS
Menunjukkan mudah tidaknya zat untuk dikompresikan bersifat statis ditunjukkan dengan
hubungan antara kekerasan tablet dengan tekanan kompresi (kedalaman stempel atas)

KOMPRESIBILITAS
Bersifat dinamis dilihat dari bentuk kurva yang terjadi diperlukan strain gage pada stempel atas,
matris dan stempel bawah

Uji Kompresibilitas
1. Untuk mengetahui perilaku serbuk pada saat dikempa
2. Alatnya berupa mesin tablet yang dilengkapi “strain gauge” dan “osciloscope”
3. Evaluasi pada bentuk kurvanya, meliputi :
 fase pengetapan/pemadatan
 fase kompresi
 fase kembali
 Kurva yang baik :
 fase pemadatan sependek mungkin
 fase kompresi sedatar mungkin
 fase kembali setegak mungkin

Uji Komprimabilitas

1. Untuk mengetahui kemampuan serbuk untuk dapat dikompresikan


2. Digunakan parameter harga F yang menunjukkan kedalaman stempel atasmasuk ke
dalam matris sehingga didapat tablet dengan kekerasan = 0 kg
3. Komprimabilitasnya tidak baik bila F > 400
4. Pengatasannya dengan menambah eksipien yang harga F‐nya < 400
5. Tujuan : mengetahui kemampuan bahan untuk dapat di tablet alur Komprimabilitas
6. Dengan menghubungkan perubahan kedalaman punch atas dengan kekerasan tablet yang
diperoleh

Uji Kompresibilitas
1. Tujuan : mengetahui bentuk siklus tekanan kompresi pada saat penabletan
 Ada tiga fase :
1. Fase pemadatan
2. Fase kompresi
3. Fase kembali
Uji Kompresibilitas
2. Kondisi ideal :
1. Fase pemadatan sependek mungkin
2. Fase kompresi sedatar mungkin
3. Fase kembali setegak mungkin
4. Titik Cm serendah mungkin