Anda di halaman 1dari 15

PROGRAM PERMAGANGAN BAKTI BCA

KARYA TULIS TAHAP I

Disusun oleh:
NAMA : EKO BARLIATA
NIP : 80615480
ANGKATAN : 212
JABATAN : TELLER BAKTI TAHAP
DASAR
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan banyak berkat yang luar biasa kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik dan tepat waktu. Kedua orang yang luar biasa
untuk hidupku, mama dan papa serta rekan kerja dilingkungan BCA

Karya tulis ini dibuat guna melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh beasiswa di tahun pertama penulis
melakukan permagangan BAKTI BCA. Ini adalah tahun pertama penulis melakukan permagangan BAKTI BCA di
BCA KCP SAHARJO.

Selama melakukan permagangan, penulis banyak mendapat pengalaman dan pembelajaran secara nyata yang dapat
dijadikan bekal ilmu ke depannya. Penulis menyadari karya tulis ini tidak akan dapat terselesaikan dengan baik
tanpa adanya dukungan, motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Ritaningsih, selaku kepala cabang BCA KCP SAHARJO


2. Bapak Sapto Handoyo, selaku wakil kepala cabang.
3. Ibu Dewi yanthy, selaku Head Teller yang telah banyak membimbing dan mengarahkan penulis dengan
penuh disiplin
4. Rekan-rekan Teller BCA KCP SAHARJO, antara lain: Dian,Arif,Frida,Dahlia serta Siwi mentor penulis
untuk segala masukan, motivasi, ilmu dan gelak tawa kalian di pagi dan sore hari.
5. Rekan-rekan CSO BCA KCP SAHARJO, antara lain: Ibu Lusi dan Yogi untuk segala kehebohan dan
kekompakkan kalian dalam berbagi kepada penulis.
6. Rekan-rekan Back Office, AO,Tim Ekspedisi,Security dan OB BCA KCP SAHARJO, terima kasih untuk
kerja sama kalian.
7. Rekan-rekan lulusan Bakti Serta rekan-rekan Pooling Bakti yang boleh berbagi ilmu kepada penulis.
8. Rekan-rekan Bakti angkatan 212 yang selalu penulis rindukan.
9. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga
penulisan karya tulis ini dapat berjalan lancar.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian karya tulis ini. Untuk itu,
penulis berusaha memberikan yang terbaik dalam penulisan karya tulis ini.
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Didasari dengan permasalahan akan sulitnya mencari lapangan pekerjaan pada masa sekarang ini,
maka PT. Bank Central Asia Tbk memberikan kesempatan kepada lulusan SMU atau sederajat D1, D3 dan
S1, yang berprestasi guna mencari pengalaman kerja. Semua perusahaan pada sekarang ini berharap dapat
merekrut karyawan yang berpengalaman. Oleh karena itu dengan adanya program permagangan Bakti
BCA ini sangat membantu para lulusan SMU atau sederajat untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Penulis mengetahui Program Permagangan Bakti BCA ini dari kerabat dan internet yang diedarkan
oleh PT. Bank Central Asia, setelah penulis menyelesaikan sekolahnya, penulispun tertarik untuk mengikuti
Program Permagangan Bakti BCA, yang diadakan oleh PT. Bank Central Asia ini.

Ketertarikan penulis ini dikarenakan sulitnya untuk mendapatkan kesempatan bekerja dan belajar
di PT. Bank Central Asia Tbk. Oleh karena itulah penulis mencoba untuk mengikuti Program Permagangan
Bakti BCA, serta didasari dengan rasa keingintahuan penulis tentang dunia perbankan terutama BCA.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan dari pada penulisan ini adalah menjelaskan pengalaman penulis selama menjadi peserta
Permagangan Bakti BCA. Adapun tujuan penulis mengikuti program ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan
dan pengalaman serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja siap pakai khususnya dalam bidang perbankan.
Selain itu juga penulisan karya tulis ini juga merupakan salah satu persyaratan untuk kelulusan dari Program
Permagangan Bakti BCA.

1.3 Metode Penulisan

Dalam karya tulis ini penulis menggunakan beberapa metode penulisan, oleh karena itu di sini penulis
mengambil informasi dari berbagai sumber, yaitu :

1) Observasi, adalah pengamatan yang penulis lakukan selama menjalani masa training di Training Center Wisma
Asia yang bertujuan untuk mendapatkan informasi produk knowledge yang diberikan secara detail,
menganalisa dan menyimpulkan dari setiap pembahasan materi untuk dituangkan dalam bentuk penulisan ini.

2) Praktek lapangan, penelitian yang dimaksud adalah proses praktek selama masa On The Job Training, dan
dilanjutkan pada masa magang di PT Bank Central Asia, Tbk.

3) Penelitian kepustakaan, yaitu mengambil informasi dari berbagai sumber buku untuk dijadikan sumber acuan
lain dari observasi.

4) Konsultasi, adalah berdiskusi dengan rekan-rekan kerja, atau pihak-pihak yang dapat membantu penulis.
1.4 Sistematika Penulisan

Penulis akan memberikan gambaran secara umum isi dari tiap bab dalam penulisan ilmiah ini.

Bab I : Pendahuluan

Di dalam bab ini penulis menguraikan pokok persoalan tentang latar belakang penulisan, tujuan
penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan, serta manfaat program permagangan
Bakti BCA.

Bab II : Landasan Teori

Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menguraikan tentang sejarah PT Bank Central Asia dan
Visi serta Misi BCA, Tata nilai dan keunggulan BCA, serta program permagangan bakti BCA.

Bab III : Pembahasan

Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menceritakan pengalaman penulis selama pra magang,
masa training, On The Job training dan dilanjutkan dengan pengalaman selama magang.

Bab IV : Penutup

Pada bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran yang ditujukan kepada pihak-pihak
terkait, sehubungan dengan hasil penulisan karya tulis ini.

1.5 Manfaat Program Permagangan Bakti BCA

Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari Program Permagangan Bakti BCA, antara lain:

1. Bagi Peserta

a. Sangat bermanfaat dalam mendidik dan melatih lulusan baru (fresh Graduated) untuk siap terjun ke dunia
kerja.

b. Mengenal dunia kerja yang sesungguhnya, memiliki pengalaman kerja, dan keterampilan dalam bidang
perbankan.

c. Menambah penghasilan yang bisa digunakan untuk melanjutkan studi.

d. Bisa menjadi referensi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

e. Menambah banyak teman dan menambah pengalaman kerja.

2. Bagi Perusahaan

Mendapat tenaga kerja muda potensial yang dapat dilatih dengan cepat untuk menunjang kegiatan operasional
perusahaan, khususnya di bidang pelayanan terhadap nasabah.

3. Bagi Pemerintah

Mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi di negara ini.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Sejarah dan Perkembangan BCA

BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal
telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di
tahun 1997.

Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun,
secara khusus, kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya.
Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta
bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA di
tahun 1998.

Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam
tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Aset BCA
mencapai Rp 67.93 triliun, padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53.36 triliun. Kepercayaan masyarakat pada
BCA telah sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia di tahun 2000.

Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan public. Penawaran Saham
Perdana berlangsung di tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN.
Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham
kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10 % lagi dari saham miliknya di
BCA.

Dalam tahun 2002, IBRA melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang
strategis. Farindo Investment, Ltd., yang berbasis di Mauritius, memenangkan tender tersebut. Saat ini, BCA terus
memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara
baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi
finansial.

2.1 VISI DAN MISI BCA

Visi BCA

Bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.

(To be the bank of choice and a major pillar of the Indonesian economy).

Misi BCA

1. Membangun Institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah
bisnis dan perseorangan. (To build centers of excellence in payment settlements and financial solutions
for businesses and individuals).

2. Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya
kepuasan optimal bagi nasabah. (To understand diverse customer needs and provide the right financial
services to optimize customer satisfaction).

3. Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA. (To enhance our corporate franchise and
stakeholders value).
2.3 Tata Nilai BCA.

1. Fokus pada nasabah (Customer Focus)

2. Integritas (Integrity)

3. Kerja sama Tim (Teamwork)

4. Berusaha Mencapai yang Terbaik (Continuous Pursuit of Excellence)

2.4. Keunggulan BCA

Sebagai bank transaksional, BCA menawarkan rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan spesifik para nasabah kami. BCA telah bekerja keras untuk memperkuat sisi kredit dengan
mempersiapkan berbagai paket yang menarik bagi nasabah yang potensial. Kami memiliki sejumlah keunggulan
yang menjadi kunci keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna, efisien dan mudah. Keunggulan-
keunggulan ini adalah:

1. Tim manajemen yang sangat profesional yang selalu mengikuti kebijakan dan regulasi perbankan nasional dan
internasional.

2. Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih baik dan berorientasi pada pelayanan bagi nasabah.

3. Rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang aktual.

4. Pemanfaatan teknologi paling mutakhir secara tepat.

5. Upaya yang terus-menerus dalam mempertahankan tingkat pengamanan perbankan yang paling tinggi dan
jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia.

6. Pilihan saluran penghantaran (delivery channel) yang luas untuk mencapai tingkat kenyamanan pelanggan yang
maksimum, dan

7. Per 31 Desember 2008 telah memiliki sekitar 5.997 ATM tunai maupun non- tunai serta ATM Setoran Tunai
yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia.

2.5. Program Permagangan Bakti BCA

Program Bakti BCA dibuka dengan maksud membuka kesempatan bagi lulusan SMA / sederajat atau D2 /
D3 dan S1 untuk mengikuti permagangan dengan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang
dilaksanakan selama 12 bulan penuh sebagai wujud fungsi sosial BCA.

Tujuan program ini diadakan untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui
permagangan, menyeimbangi kesenjangan antara lulusan pendidikan dan dunia kerja, peluang menciptakan
kesempatan kerja serta memberi bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Selama permagangan peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui In The class Training
dan On The Job Training, tetapi peserta berstatus tanpa ikatan menjadi karyawan. Peserta yang lulus dalam seleksi
dalam penerimaan, lulus In The Class Training tahap A, menjalani On The Job Training dan kembali mengikuti In
The Class Training tahap B. Kemudian mendapat penempatan di cabang BCA masing-masing selama 12 bulan dan
bila selama penempatan mendapatkan predikat "BAIK", peserta berhak mendapatkan sertifikat untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pra Magang

Penulis mengetahui program permagangan BAKTI BCA dari kerabat baik yang memberi informasi . Satu

minggu setelah mengajukan lamaran, penulis dipanggil untuk mengikuti tes yang diadakan di Gedung Wisma Asia I.

Tes yang diberikan berupa tes berhitung, psikotes, dan wawancara. Penulis dinyatakan lulus dan mengikuti tes

selanjutnya, yaitu tes kesehatan di Indofood Tower, Sudirman.

Penulis mengikuti proses selanjutnya, yaitu penandatanganan kontrak tanggal 29 November 2011

dilanjutkan mengikuti kelas GROOMING di hari Sabtu, 03 Desember 2011. Kelas GROOMING merupakan kelas

yang bertujuan untuk mengetahui tata rias yang sesuai dengan kriteria di BCA. Di Kelas GROOMING ini instruktur

mengajarkan kami peserta pria diajarkan memakai dasi dan menata rambutnya sedangkan para wanitanya merias

dan menyanggul rambu, dilanjutkan dengan kelas pembekalan dan kami mempelajari tentang DO & DON’T dalam

menjadi teller yang SMART dan juga menghitung uang secara manual. Penulis adalah peserta permagangan BAKTI

BCA angkatan 212.

3.2 Masa Training.

Training dibagi dalam 2 tahap, tahap pertama yaitu Brevet A. Training tahap 1 ini dilaksanakan selama 6

hari mulai tanggal 05-10 Desember 2011.

a) Hari pertama, penulis diberikan training tentang profil BCA, produk-produknya, pengenalan keaslian uang, dan

juga pengenalan slip transaksi.

b) Hari kedua, training tentang SMART teller. SMART merupakan slogan pelayanan BCA yang dapat diartikan

sebagai berikut:

1. SIGAP: Siap membantu, cekatan, antisipatif, dapat diandalkan, dan disiplin.


2. MENARIK: Penampilan fisik, penampilan non fisik, mampu berinteraksi dengan nasabah, kredibilitas /

reputasi.

3. ANTUSIAS: Semangat, pandangan positif, dan proaktif.

4. RAMAH: Senyum, nada suara, sopan.

5. TELITI: Memperhatikan dan melakukan pekerjaan secara akurat, tepat, dan seksama.

c) Hari ketiga dan keempat, kami belajar mengenai keterampilan teller baik teori maupun praktek yang terdiri dari

1. Proses awal hari

2. Proses setoran cepat

3. Proses mutasi ke buku

d) Proses akhir hari:

1. Balancing

2. Penanganan selisih

3. Tutup teller.

e) Hari ke 5 kami melakukan praktek di Bank mini, kegiatan praktek ini merupakan simulasi segala aktivitas yang

terjadi di Bank sesungguhnya. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, satu bertindak sebagai teller dan satu

kelompok lagi menjadi nasabah dan akan bergantian.

f) Hari keenam atau hari terakhir diadakan ujian dari training yang sudah diberikan selama lima hari. Ujian

diawali dengan ujian teori, menghitung uang dengan maksimal waktu 24 detik, dilanjutkan dengan mensortir
uang, terakhir adalah ujian praktek bank mini. Setelah ujian selesai para trainer membacakan penempatan

masa On The Job Training para peserta, dan penulis ditempatkan di BCA KCP SAHARJO.

3.3 Masa On The Job Training

Di dalam program permagangan Bakti BCA ini, penempatan kerja di bagi menjadi 2 yaitu teller bakti dan

teller pooling. Selama masa magangnya teller Bakti menempati hanya 1 tempat bertugas, sedangkan teller pooling

setiap 2 minggu sekali harus berpindah - pindah tempat bertugas. Penulis ditetapkan menjadi teller bakti.

Penulis mulai menjalani masa On The Job Training selama 2 Minggu dan 2 minggu tambahan karena

training center akan libur pelatihan dipenghujung tahun dimulai tanggal 12 Desember 2011. Di Hari pertama,

penulis menemui Ibu yanti selaku Kabag Teller di BCA KCP SAHARJO dan menjelaskan bahwa penulis adalah

teller bakti yang akan OJT di sana. Sambutan teller bakti maupun senior yang ada disana pun sangat ramah. Mereka

tidak segan-segan membantu dan memberikan informasi mengenai pekerjaan penulis.

Hari pertama saya belum diperbolehkan buka counter, saya hanya melakukan observasi di counter setoran

cepat yang pada saat itu ditempati 3 orang teller bakti bernama Frida,Dahlia,Gesty (teller pooling), serta Siwi yang

ditunjuk menjadi mentor penulis selama menjalani masa On The Job Training.

Hari kedua sampai dengan hari ketiga saya belum membuka counter, dan waktu ini saya manfaatkan sekali

untuk memperhatikan teller-teller bakti senior dalam melakukan awal pelayanan sampai mengakhiri layanan kepada

nasabah. Pada masa OJT Siwi selaku mentor cukup memberikan arahan dan masukan kepada penulis agar siap

untuk membuka counter sendiri.

Hari ke empat penulis diberi kesempatan untuk membuka counter, namun masih setengah hari bergantian

dengan mentor. Penulis diberikan kesempatan membuka counter di pagi hari karena volume nasabah lebih banyak di

siang hari.

Pada hari pertama penulis buka counter, penulis merasa takut tetapi berkat motivasi dari rekan-rekan

penulis bisa menjalankannya dengan baik meskipun pelayanannya masih membutuhkan waktu yang belum sesuai
standar. Puji Tuhan hari pertama membuka counter penulis tidak mengalami selisih, seperti yang ditakutkan. Itu

karena penulis sangat hati-hati.

Ketika masa OJT penulis diajarkan bersikap profesional yaitu memiliki dan menunjukkan kemampuan /

keterampilan sebagai seseorang yang berpengalaman dalam pekerjaan, juga sebagai teller yang memiliki rasa

percaya diri.

Seorang teller yang profesional harus selalu menjalankan motto SMART (Sigap, Menarik, Antusias, Ramah, Teliti).

Untuk menjadi SMART perlu didukung oleh 4 faktor yaitu :

1. Keterampilan sebagai teller yang terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu keterampilan melayani dan

keterampilan dalam melaksanakan tugas operasional.

2. Pengetahuan sebagai teller, antara lain : pengetahuan mengenai produk – produk yang ditawarkan oleh

pesaingnya, sistem dan prosedur yang berlaku di perusahaan sendiri dan perusahaan pesaing, pengetahuan

tentang perusahaan, pengetahuan umum dan pengetahuan lain yang menunjang pekerjaan.

3. Sikap yang perlu diperhatikan dalam mengemban tugas sebagai frontliner yaitu selalu ingat dan sadar

bahwa teller adalah “Pemberi Service” sehingga teller harus selalu berada dalam posisi siap membantu

customer, selalu ingat pentingnya customer, dan dalam situasi bertemu dengan customer yang

temperamental seorang teller harus tetap konsisten dengan sikap ramahnya.

4. Penampilan yang menyangkut faktor – faktor penampilan dan sikap tubuh.

Tanggal 09 Januari 2012 penulis kembali lagi ke Wisma Asia I untuk mengikuti training tahap I Brevet B.

Training Brevet B ini dilaksanakan selama enam hari. Materi yang diajarkan adalah teori tentang Hukum dan

Operasional Bank. Jika training Brevet A hanya mempelajari transaksi setoran maka di Brevet B penulis

mempelajari transaksi tarikan. Dimulai dari pengenalan slip tarikan dari rekening tahapan, cek, bilyet giro, kiriman

uang dilanjutkan dengan bagaimana cara penginputan ke komputer .


Penulis merasa kesulitan menangkap materi di Brevet B ini, dikarenaknan banyaknya kode yang harus

dihafal dan belumnya menguasai materi transaksi tarikan. Di sini peserta baru mengerti jika cek bisa dicairkan

tunai,dan dipindahkan sedangkan untuk bilyet giro hanya bisa dipindahkan ke satu rekening saja. Selain

mempelajari transaksi tarikan di Brevet B ini juga mempelajari transaksi kiriman uang ke bank lain. Dalam pelatihan

para peserta juga diceritakan bagaimana pengalaman menangani nasabah dengan berbagai karakter.

Sama seperti Brevet A, pada hari terakhir training Brevet B juga diadakan tes. Dikatakan tes ini sangat

menentukan kontrak yang sudah ditandatangani. Penulis dan teman seangkatan merasa was-was, merasa takut tetapi

rasa takut saja tidak cukup untuk membuat kita diterima dalam program permagangan BAKTI BCA ini. Oleh karena

itu setiap break banyak hal yang saling kita tanya dan bagi agar bisa lulus.

Ujian yang paling ditakutkan penulis adalah ujian menghitung uang, jika pada brevet A maksimal waktu 24

detik makan pada brevet B ini waktu yang diberikan menjadi 17detik. Penulis harus ikut remedial ujian menghitung

uang, ada juga beberapa peserta yang harus her di ujian lainnya. Tetapi untungnya semua peserta permagangan

angkatan 212 n dinyatakan lulus.

Di hari terakhir Brevet B ini pula dibacakan di mana para peserta akan ditempatkan, penulis tetap

ditempatkan di KCP SAHARJO, ada juga peserta lain yang penempatannya berbeda dengan masa On The Job

Trainingnya.

3.4 Pengalaman Selama Magang.

Selesai mengikuti training Brevet B Tahap I, kami ditempatkan di cabang masing-masing, penulis tetap

ditempatkan di KCP SAHARJO yang merupakan cabang pembantu dari 10 cabang pembantu dibawah KCU

WISMA MILLENIA. Selesai mengikuti Brevet B penulis sudah diperbolehkan membuka counter sendiri, tanpa

pengawasan mentor, tetapi terkadang Head Teller yang memerhatikan penulis.

Banyak hal yang diajarkan oleh rekan-rekan Teller yang senior antara lain sikap menyambut nasabah dan

yang paling penulis ingat adalah step-step dalam memeriksa slip yang sudah divalidasi.
Sebagai teller baru, penulis ditempatkan di counter setoran cepat nominal di bawah 10 juta karena di KCP

ada pemisahan counter yang terdiri dari counter setoran dan tarikan dan setoran khusus dibawah 10 juta. Di bagian

counter setoran khusus dibawah 10 juta terletak di ujung urutan Counter

Di hari pertama membuka counter sendiri dan satu hari penuh momok yang paling menakutkan bagi para

teller yaitu selisih, untungnya hari pertama berjalan secara baik. Tetapi karena tidak teliti di hari berikutnya penulis

membuka counter, penulis mengalami beberapa kali selisih. Nominalnya cukup besar dirasakan penulis, ketika

mengalami selisih teller-teller bakti maupun pooling ikut membantu mungkin saja salah hitung, head teller yang kala

itu menjaga di counter setoran cepat memeriksa slip-slip mungkin saja salah input, tetapi memang tidak ditemukan

kesalahan input atau menghitung uang.

Beberapa kali penulis juga pernah melakukan transaksi tarikan walaupun ditempatkan di counter setoran

cepat. Pernah sekali waktu mencairkan cek, penulis tidak tahu jika dalam mencantumkan nomor warkat harus

didahului angka nol.

Setelah sekitar 4 bulan, penulis ditaruh di counter reguler. Dimana penulis menerima tarikan, setoran diatas

Rp10.000.000,-, pemindahbukuan, kiriman uang, dan kliring. Di counter reguler, penulis harus semakin fokus dan

berhati-hati, dikarenakan banyak cek/giro yang belakangan ini dipalsukan walaupun warkatnya asli. Jadi selain

disinar UV dan lampu, warkat ditempelin selotip, agar mengetahui apakah warkatnya palsu atau asli.

Di bulan ke 8, penulis mendapatkan ilmu baru bersama rekan-rekan CSO. Penulis belajar banyak tentang

penutupan rekening tabungan dan giro serta belajar penempatan dan pencairan deposito berjangka. Penulis juga

akhirnya tahu kalau sebelum giro dijalankan, ternyata ada selembar kertas untuk mengaktifkannya yang dinamakan

Resi. Penulis juga tahu apa namanya rekening koran, SDB, tolakan kliring, surat kuasa, mutasi, dan GTU. Penulis

juga bisa melihat langsung bagaimana CSO menghadapi masalah-masalah nasabah dan mereka dapat memberikan

solusi terbaik.

Belajar bersama CSO, membuat penulis semakin dekat dengan nasabah. Dikarenakan nasabah yang datang

adalah nasabah yang sudah dikenal dekat oleh para rekan-rekan CSO. Selain itu, bersama rekan-rekan CSO penulis
seperti mendapatkan kehangatan dan keharmonisasian. Mereka lebih kompak, lebih peduli, dan rasa kekeluargaan

mereka sangatlah indah. Sungguh bersyukur dapat diterima di tengah-tengah mereka.

Penulis juga pernah mengalami selisih, reversal, CTO, dan membuat berita acara. Ini menjadi pembelajaran

berharga untuk penulis agar lebih berhati-hati dan teliti. Walaupun terkadang penulis menyadari, rasa fokus, teliti,

dan hati-hati sudah dilaksanakan, tetapi kejadiannya bisa diluar dugaan.

Ada hal-hal yang belum saya ketahui, saya ketahui di sini. Ini semua berkat arahan dan bantuan dari rekan-

rekan. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih untuk segala kebaikannya.Seperti halnya deposito, tahun ini

penulis sudah jatuh tempo satu tahun melakukan permagangan. Banyak pengalaman, ilmu, pembelajaran yang

didapat penulis selama penulis menjadi teller bakti BCA.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua rekan-rekan untuk segala ilmu, arahan, masukannya

sehingga segala pengalaman dan cerita dapat penulis sampaikan dalam karya tulis ini. Semoga karya tulis yang

penulis buat dapat bermanfaat ke depannya. Selain itu semoga penulis bisa mempelajari hal-hal yang belum

diketahui dan juga memberi kontribusi yang positif untuk KCP SAHARJO dan bisa bekerja sama dalam satu tim

yang solid. KCP SAHARJO…..OKRAYYYY!!!!


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dengan melihat kepedulian PT Bank Central Asia, Tbk terhadap lapangan kerja yang kian kompetitif
terutama dibidang SDM (Sumber Daya Manusia) maka penulis sangat berterima kasih kepada PT Bank Centrak
Asia Tbk yang berupaya keras untuk menciptakan SDM yang berkualitas. Karena program permagangan ini dapat
mendidik para peserta program permagangan untuk terampil sebagai seorang frontliner yang mampu bekerja secara
profesional.

Dalam upaya pembelajarannya PT Bank Central Asia, Tbk mempunyai standar layanan yang konsisten dengan cara
membakukan pedoman sikap dan perilaku frontliner dalam “Standar Layanan BCA”. Visi service BCA adalah bank
pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia. Misi service BCA
adalah membangun institusi yang unggul dibidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah
bisnis dan perorangan, memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan financial yang tepat demi
tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah, dan meningkatkan nilai franchise dan nilai stakeholders.

Penulis sangat berterimakasih atas kesempatan yang rela diberikan PT Bank Central Asia, Tbk. Terutama
pembelajaran tentang motto “SMART” yang dijadikan pedoman dalam memberikan standar service dan penulis
sangat merasakan bahwa penerapan SMART bukan hanya dalam lingkungan pekerjaan tetapi penulis rasakan bahwa
hal tersebut dapat dijadikan lifestyle (gaya hidup) agar kita dapat diterima disemua lingkungan. Oleh karena itu kita
dapat lebih biasa menghargai dan dihargai dalam lingkungan sekitar kita.

1.2 SARAN

Beberapa saran untuk meningkatkan pelayanan, antara lain:

a) Dengan terbukanya PT Bank Central Asia, Tbk, atas saran-saran yang masuk kami teller bakti mengharapkan
agar status teller bakti dapat dipertimbangkan menjadi karyawan tetap berdasarkan pengalaman dan referensi
dari pemimpin atas kinerja serta loyalitas kepada BCA.

b) Kami mengharapkan PT Bank Central Asia dapat memberikan tunjangan Hari Raya dan juga bonus Tunjangan
akhir tahun seperti yang diterima oleh karyawan-karyawan tetap, dengan keadaan demikian tidak terdapat
kesenjangan antara Karyawan Bakti dengan Karyawan Tetap, karena tugas dan tanggung jawab yang kami
laksanakan sama dengan karyawan tetap.

c) Diharapkan program permagangan bakti BCA dapat berlangsung terus menerus guna membantu pemerintah
dalam rangka menekan angka pengangguran yang terjadi di Indonesia juga membantu para lulusan SMA, D3,
dan S1 yang baru menyelesaikan studinya. Sehingga memiliki bekal pengalaman dan juga keterampilan kerja.

d) Mengingat masih ada beberapa kekurangan dalam hal pelayanan kepada nasabah, hendaknya perlu dicari solusi
yang tepat agar bisa efektif dan efisien dalam penerapannya.

SEKIAN

Anda mungkin juga menyukai