Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM 19 : THERMOCOUPLE

Nama : Ahmad Syarif


Kelas : EC – 4D
NIM : 1803321088
Tanggal : Selasa, 7 – April – 2020
A. Nomor Praktikum : 19
B. Judul : Thermocouple
C. Tujuan :
1. Mengetahui efek the terms thomson dan efek Peltier.
2. Mengerti prinsip dari operasi thermocouple.
3. Mengetahui kebutuhan kompensasi yang digunakan untuk thermocouple.
D. Rangkuman
Thermocouple adalah sebuah alat yang dibuat dari dua jenis kawat dari
logam yang berbeda dan disatukan pada salah satu ujungnya. Ujung ini
disebut istilah Junction End atau ujung sambungan dan dapat disebut juga
ujung pengukuran (T2). Dua kawat terbseut disebut Thermoelement yang
merupakan kaki-kaki dari Thermocouple. Keduanya dibedakan menjadi kaki
positif dan kaki negatif. Kemudian, ujung lain dari masing-masing kawat
disebut dengan Tail End (ujung ekor) atau Reference End (T1). Junction End
adalah ujung yang digunakan untuk mengukur panas dari media yang hendak
diukur, misalkan ruangan tungku atau oven dengan suhu 200°C, sedangkan tail
end adalah ujung yang kita sambungkan dengan rangkaian elektronika dan
berada pada suhu ruang, katakanlah 28°C . Tail End mempunyai dua kutub
untuk pengukuran, yaitu positif dan negatif. Oleh karena itu Thermocouple
adalah termasuk temperature voltage transducer. Thermocouple adalah
penghasil tegangan yang dapat diukur pada kedua kutub Tail End yang terjadi
akibat perbedaan suhu pada T1 dan T2. Jadi diukur dengan Voltmeter Digital.
Besarnya tegangan keluaran pada Thermocouple ditentukan dengan rumus :
VOut =Vh−Vc
Vout = tegangan keluaran thermocouple
Vh = tegangan yang diukur pada suhu tinggi
Vc = tegangan referensi (tegangannya terlalu kecil sehingga harus di
amplify terlebih dahulu.

28
PRAKTIKUM 19 : THERMOCOUPLE

1.1. Efek peltier


Emf yang dihasilkan pada masing-masing junction, ditampilkan
sebagai ѳa dan ѳb pada fig 5.19.1. Emf ini bergantung pada ‘temperatur
positif’ junction. Jika a lebih panas daripada b, maka reaksi yang
dihasilkan emf, ѳp, dari ѲA – ѲB = P (ѲA – ѲB), dimana p adalah koefisien
peltier. Sebenarnya ѳp hanya merupakan perkiraan perbandingan
perbedaan suhu tetapi penyimpangan dari linear amat kecil untuk
pengukuran suhu normal.

1.2. Efek thompson


Tiap wire dalam loop menghasilkan emf kecil, e1 dan e2 dalam fig
5.19.1, hanya sebagai hasil dari perbedaan suhu antara ujung-ujungnya.
Emf berbeda untuk logam yang berbeda.
Jika T1 adalah koefisien thompsonuntuk metal 1
Dan T2 adalah koefisien thompsonuntuk metal 2
Maka E1 = T1 (ѲA – ѲB)
E2 = T2 (ѲA – ѲB)
Hasil reaksi emf adalah :
E2 - E1 = (T2 - T1) (ѲA – ѲB)
Dengan menempatkan dua efek bersama-sama kita mendapatkan emf
yang dihasilkan disekitar loop:
(EA – EB)+ (E2 – E1) = E = (P + T2 - T1) (ѲA – ѲB)

Dalam prakteknya, hasil dari t2 dan t1 lebih kecil dari p namun


untuk diberikan sepasang metal(pair of metals) hasil ini dapat disatukan
menjadi sebuah konstanta tunggal, sebut saja k.
Dengan demikian :

E = K (ѲA – ѲB)
Mengacu pada fig 5.19.1, jika total resistan loop adalah R maka
berdasarkan hukum perputaran sirkuit Kirchoff I=E
R

29
PRAKTIKUM 19 : THERMOCOUPLE

maka i = K (ѲA – ѲB)


R
Sekarang dapat dilihat jika salah satu junction, sebut saja b ditahan
pada suhu tertentu dan disebut cold or reference junction, maka
berdasarkan pengukuran i saat ini kita dapat menentukan suhu lain yang
tidak diketahui atau hot junction, asalkan kita mengetahui nilai dari k dan
r.

E. Contoh Aplikasi
Pengukuran Temperatur Gas
Untuk mengukur temperatur dari gas sebenarnya tidaklah terlalu rumit,
karena temperatur gas lebih mudah seragam dengan lingkungan
sekitarnya. Permasalahan muncul jika temperatur lingkungan atau
wadah dari gas tersebut berbeda dengan temperatur gas itu sendiri,
salah satu contoh dari ksus ini adalah temperatur gas panas hasil
pembakaran di dalam furnace boiler. Pembacaan temperatur gas sangat
dipengaruhi oleh temperatur dan kecepatan aliran gas, temperatur
lingkungan sekitar gas, ukuran sensor ukur temperatur yang
digunakan, serta konstruksi dari sensor temperatur yang digunakan.

Pyrometer optik dan pyrometer radiasi tidak didesain untuk mengukur


temperatur gas. Begitu juga dengan thermocouple yang tidak
menggunakan cover dengan baik akan menghasilkan pembacaan yang
jauh dari temperatur aktual gas tersebut. Alat ukur yang cocok untuk
mengukur temperatur gas adalah High Velocity
Thermocouple dan Multiple-Shield High Velocity Thermocouple.
Keduanya didesain untuk dapat mengurangi kerugian pengukuran
akibat adanya perpindahan panas radiasi dari gas tersebut. Selain itu
alat ini dapat mengukur temperatur gas tinggi di sekitar lingkungan
dengan temperatur rendah atau juga sebaliknya mengukur temperatur
gas rendah di lingkungan yang bertemperatur tinggi.

30
PRAKTIKUM 19 : THERMOCOUPLE

Contoh Gambar 19.1. Desain Pelindung Untuk High Velocity


Thermocouple dan Multiple-Shield High Velocity Thermocouple

Salah satu desain thermocouple yang digunakan khusus untuk


mengukur temperatur gas panas hasil pembakaran furnace boiler telah
dikembangkan juga oleh The Babcock & Wilcox
Company. Thermocouple ini difasilitasi dengan aliran air pendingin.
Sensornya dilindungi dari pengaruh radiasi gas dengan menggunakan
tabung porselen anti radiasi. Gas panas yang dialirkan pada sensor ini
dijaga pada kecepatan aliran 20,34 kg/m2s oleh sebuah orifice.
Temperatur perpindahan konveksi dari gas yang mengalir ke sensor ini
sudah mencerminkan temperatur gas panas tersebut.

Contoh Gambar 19.2. High Velocity Thermocouple Dengan Pendingin Air


F. Pertanyaan

31
PRAKTIKUM 19 : THERMOCOUPLE

19.1. Logam mana antara timah biru dan putih yang terhubung dalam seleve ?
19.2. Junction antara wire thermocouple dan penambahan timah yang disolder
menggunakan timah dan akan dipanaskan dalam tingkatan tertentu ketika
couple dipanaskan. Apa cara ini salah ?
19.3. Apakah ketepatan observasi dan penggambaran adalah sebuah grafik
garis lurus ?
19.4. Jika demikian lekukan apa yang ada pada microvolt/ °C ? Apa sumber
kesalahan pada bentuk ini ?

G. Jawaban
19.1. Logam timah putih.
19.2. Tidak, cara ini benar.
19.3. Ya, benar.
19.4. Lekukan tersebut adalah sebuah tangki respon terdapat sebuah kesalahan
bersumber pada pembacaan Thermocouple.

32