Anda di halaman 1dari 22

SPRY SCHEDULER

Scheduling Tambang

Presented by Arif Budiarto


MATERI

1) Setup Scheduling Tambang

2) Setup Proses yang Digunakan Dalam Scheduling Tambang

3) Setup Alat yang Digunakan Dalam Scheduling Tambang

4) Animasi Solid Tambang

5) Dependecies untuk Sequence Tambang

6) Constrain

7) Delay Produksi

8) Animasi
1. Setup Scheduling Tambang

Project Explorer – Scenario – Add – New Case - Setting

Simulation :
Beri tanda check pada source scheduling untuk
melakukan proses scheduling tambang.
Data :
Source Table : Pilih table source yang dibuat sebagai data yang
akan digunakan untuk proses scheduling.
Calender Table: Pilih tabel kalender yang akan digunakan dalam
proses scheduling.
Scheduling :
Start Date: masukan tanggal mulainya proses scheduling (secara manual).
End Date: masukan tanggal berakhirnya proses scheduling (secara manual)
Calender Start Date Field: apabila kita sudah memiliki table kalender user
hanya perlu memasukan field untuk start date nya.

Animation :
Source Solid Tooltip: additional, untuk memberikan informasi tambahan yang akan tampak pada solid (apabila
kursor didekatkan) pada saat animasi scheduling
Source Equipment Label: additional, untuk memberikan informasi tambahan yang akan tampak pada equipment
/ alat yang sedang bekerja pada saat animasi scheduling
2. Setup Process yang Digunakan Dalam Scheduling
Tambang
Process Productive

• Index : Prioritas proses yang akan digunakan pada proses scheduling.


• Name : Nama dari proses yang akan didefinisikan pada proses scheduling.
• Active : Digunakan untuk mengaktifkan proses yang akan digunakan dalam Solid Colour : digunakan untuk
mendefinisikan warna solid setiap
proses scheduling.
process yang ada
• Default Source Quantity field : Default untuk membaca data kuantitas dari tabel
Show in animation : pilih jika akan
source yang akan digunakan untuk proses scheduling.
menunjukan solid tertentu didalam
• Initial Percentage Completed Field: Default untuk membaca data recovery pada animasi.
table source yang digunakan untuk proses scheduling
• Solid Field: Default untuk membaca data solid yang akan digunakan untuk animasi
proses scheduling yang dilakukan.
• Centroid Field : Default untuk memasukan data centroid yang akan digunakan
untuk proses scheduling.
Lanjutan

Process Non Productive

• Nonproductive processes digunakan untuk mendefinisikan proses-proses yang dianggap tidak produktif dalam proses
scheduling tambang.
• Prioritas index yang digunakan lebih rendah dari prioritas proses productive.
3. Setup Alat yang Digunakan Dalam Scheduling
Tambang
Setting Spesifikasi Alat
Lanjutan

Setting Proses dan Produktivitas Alat

Proses yang bisa dilakukan Produktivitas Alat


oleh alat. Dalam hal ini proses Default data kuantitas OB
dan batubara yang diambil yang ditetapkan
FD WASTE dan BLASTED user
WASTE aktif sehingga langsung dari folder data.
didefinisikan PC1250A Kolom ini akan otomatis
merupakan alat untuk terisi sesuai dengan input
pemindahan waste baik untuk user di dalam menu proses.
freedig maupun blasted.
Lanjutan

Membuat Source Path Alat

Source path merupakan fasilitas yang digunakan untuk mengatur pergerakan setiap alat dalam
proses scheduling yang dilakukan.
4. Animasi Solid Tambang
Lanjutan
5. Dependecies untuk Sequence Tambang

a). Range Dependency


Digunakan untuk menentukan pergerakan alat dalam melakukan pemindahan material
berdasarkan range block tambang yang ditetapkan.

Pada dependencies yang menentukan adalah konsep predecessor dan successor yang digunakan
dimana aturan predecessor yang ditentukan merupakan prasyarat dari aturan successor. Jadi tidak
akan ada block tambang pada kolom successor yang dipindahkan apabila syarat block tambang di
kolom predecessornya belum di pindahkan.

Pada dependencies range ini, dapat juga diatur


berdasar pada equipment tertentu, waktu
scheduling, ataupun range wilayah (batas) tertentu.
Lanjutan

Range block pada kolom successor


tidak akan dipindahkan sebelum range
block pada kolom predecessornya
dipindahkan
Lanjutan

b). Process Order Dependency


Digunakan untuk menentukan pergerakan alat dalam melakukan pemindahan material
berdasarkan proses scheduling yang dilakukan. Seperti misalnya contoh di bawah, material freedig
waste, freedig coal, drill blast, blasted waste, blasted coal, tidak akan dilakukan prosess sebelum
soil dipindahkan.
Lanjutan

c). New Sequence Dependency


Digunakan untuk menentukan pergerakan alat dalam melakukan pemindahan material
berdasarkan pengaturan dari level blocknya (setup level). Selain itu untuk aturan dependency ini
bisa juga dikombinasikan dengan proses yang digunakan pada proses schedulingnya.
Lanjutan

d). New Solid Overlap Dependency


Digunakan untuk menentukan pergerakan alat dalam melakukan pemindahan material
berdasarkan pengaturan overlap (ketumpang-tindihan) solid, dinyatakan dengan persentase
overlap. Biasanya digunakan pada aktivitas inpit dump, untuk memastikan proses dumping inpit
tidak akan dimulai sebelum tersedia ruang untuk dumping.
Lanjutan

e). New Cone Dependency


Digunakan untuk menentukan pergerakan alat dalam melakukan pemindahan material
berdasarkan pengaturan centroid yang digambarkan berbentuk cone (kerucut). Pada umumnya
digunakan dalam pembuatan sudut overall highwall dan waste dump.
Lanjutan

f). New Offset Dependency


Digunakan untuk menentukan pergerakan alat dalam melakukan pemindahan material
berdasarkan pengaturan satu atau beberapa offset. Pada umumnya digunakan untuk
mendapatkan suatu bentuk kemajuan tambang yang bentuknya reguler (mempunyai pola tertentu).
6. Constraint

a). Capacity Constraint

Digunakan untuk membatas suatu nilai untuk periode waktu tertentu. Capacity Constraint ini bisa
didefinisikan di dalam tabel kalender atau dibuat secara manual pada form constrain nya.
Lanjutan

b). Proximity Constraint

Digunakan untuk membatasi jumlah alat yang bekerja di suatu lokasi tertentu dan pada satu
periode tertentu.

Maximal radius area untuk


satu equipment

Jumlah maksimal alat dalam


satu radius area
Lanjutan

c). Time Constraint

Digunakan untuk membatasi waktu operasi suatu alat ato parameter lain dalam proses scheduling.
Seperti misalnya bisa digunakan untuk membatasi waktu masuknya alat, waktu untuk memulai inpit
dump dll.

Rentangan waktu yang tidak akan dimasukan ke dalam


scheduling, sehingga dapat diartikan untuk proses inpit dump
akan dilakukan setelah tanggal 28 Juni 2016.
7. Delay Produksi

Fasilitas Delay digunakan untuk mendefinisikan periode dimana proses scheduling akan
berhenti dilakukan sementara. Hal ini biasanya terkait dengan aktifitas tertentu atau hari
tertentu, misalnya seperti maintenance alat yang terencana, pergantian shift, safety talk,
hari libur nasional dll.
8. Animasi