Anda di halaman 1dari 3

NAMA: ANISYA RAHMANIAH NASRA

KELAS: PENDIDIKAN IPA REGULER A


NIM: 1916041013

1. Struktur kognitif yang mendasari pola-pola tingkah laku yang


terorganisir disebut Piaget dengan skema dan adaptasi. Kedua
komponen ini berarti bahwa kognisi merupakan sistem yang selalu
diorganisir dan diadaptasi, sehingga memungkinkan individu
beradaptasi dengan lingkungannya. Apa yang dimaksud dengan skema
dan adaptasi?
Jawab:
Skema adalah struktur kognitif yang digunakan oleh manusia untuk
mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan ini secara
intelektual. Sedangkan adaptasi adalah fungsi penyesuaian terhadap
lingkungan yang terdiri atas proses asimilasi dan akomodasi.
2. Menurut Piaget, adaptasi ini terdiri dari dua proses yang saling
melengkapi, yaitu asimilasi dan akomodasi. Apa itu asimilasi dan
akomodasi?
Jawab:
 Asimilasi itu suatu proses kognitif, dengan asimilasi seseorang
mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau stimulus ke dalam skema
yan ada atau tingkah laku yang ada. Asimilasi berlangsung setiap saat.
Seseorang tidak hanya memperoses satu stimulis saja, melainkan
memproses banyak stimulus. Secara teoritis, asimilasi tidak
menghasilkan perubahan skemata, tetapi asimilasi mempnagruhi
pertumbuhan skemata. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari
proses kognitif, denga proses itu individu secara kognitif megadaptsi
diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan itu.
 Akomodasi dapat diartikan sebagai penciptaan skemata baru atau
pengubahan skemata lama. Asimilasi dan akomodasi terjadi sama-
sama saling mengisi pada setiap individu yang menyesuaikan diri
dengan lingkungannya. Proses ini perlu untuk pertumbuhan dan
perkembangann kognitif. Antara asimilasi dan akomodasi harus
ada keserasian dan disebut oleh Piaget adalah keseimbangan.
3. Piaget membagai tahap perkembangan kognitif manusia menjadi 4
tahap. Sebutkan dan berikan penjelasan untuk setiap tahapannya.
Jawab:
Untuk keperluan pegkonseptualisasian pertumbuhan kognitif /perkembangan
intelektual Piaget membagi perkembangan ini ke dalam 4 periode yaitu :
a) Periode Sensori motor (0-2,0 tahun)
Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak
menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya
untu mengenal obyek.
b) Periode Pra operasional (2,0-7,0 tahun)
Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru
atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan
simbolisasi.
c) Periode konkret (7,0-11,0 tahun)
Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. Pemikiran
anak tidak lagi didominasi oleh persepsi, sebab anak mampu
memecahkan masalah secara logis.
d) Periode operasi formal (11,0-dewasa)
Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan
struktur kognitif, anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis
masalah hipotesis, masalah verbal, dan ia dapat menggunakan
penalaran ilmiah dan dapat menerima pandangan orang lain.
4. Setelah mempelajari tentang konsep perkembangan kognitif, berikanlah
contoh-contoh penerapan aplikatif konsep ini dalam kegiatan
pembelajaran.
Jawab:
o Guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang
mudah dalam proses berpikirnya.
o Anak usia pra-sekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan
benda-benda kongkret.
o Guru menuyusun materi dengan menggunakan pola atau logika
tertentu dari sederhana ke kompleks.
o Guru harus menciptakan pembelajaran yang bermakna dan
memperhatikan perbedaan individual siswa untuk mencapai
keberhasilan siswa.
o Guru hendaknya memberikan rangsangan kepada peserta didik agar
mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan
menemukan berbagai hal dari lingkungan.