Anda di halaman 1dari 12

PERHITUNGAN KEBUTUHAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH

PROYEK PEMBANGUNAN PABRIK PRECAST DI SENTUL

Oleh :
Dicky Setiadi Hadi Effendi 1), Puji Wiranto 2), Arif Mudianto 3)

Abstrak
Pekerjaan tanah dalam suatu proyek pembangunan gedung merupakan salah satu bagian yang sangat
vital. Pekerjaan tanah di sini meliputi pekerjaan galian, timbunan, pengangkutan, dan pemadatan
tanah. Pada umumnya pekerjaan tanah dikerjakan dengan bantuan alat berat. Pekerjaan tanah dalam
skala kecil seringkali dilakukan dengan cara manual atau dengan menggunakan tenaga manusia.
Namun bila skala pekerjaan cukup besar dan membutuhkan kecepatan dalam pelaksanaan pekerjaan,
maka pekerjaan tanah tersebut dilakukan dengan cara mekanis atau dengan kata lain menggunakan
bantuan tenaga mesin atau peralatan mekanis lainnya (alat-alat berat). Seperti pada proyek
pembangunan pabrik precast di sentul yang luas total area pembangunannya 5,5 Ha dan memiliki
kontur tanah yang tidak merata, maka diperlukan pekerjaan cut and fill menggunakan alat berat. Alat
berat yang digunakan adalah excavator, dump truck, bulldozer, dan untuk pemadatan tanah digunakan
vibration roller. Maksud dari penelitian ini adalah menghitung jumlah kebutuhan alat berat dalam
pekerjaan pembangunan pabrik precast, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah
kebutuhan alat berat yang di pergunakan dilapangan pada pekerjaan tanah.
Untuk mengetahui jumlah alat berat yang dibutuhkan khususnya excavator, dump truck, bulldozer dan
vibration roller dengan metode perhitungan berdasarkan data analisa di lapangan.
Hasil dari perhitungan dan pengamatan di lapangan maka diperoleh produktivitas/jumlah alat berat
yang dibutuhkan adalah excavator membutuhkan alat sebanyak 1 unit untuk membuang tanah sebesar
17.012,912 m3 dalam waktu 28,419 hari, dump truck membutuhkan alat sebanyak 2 unit untuk
membuang tanah sebesar 17.012,912 m3, bulldozer membutuhkan alat sebanyak 1 unit untuk
meratakan tanah sebesar 17.012,912 m3, dan vibration roller membutuhkan alat sebanyak 1 unit untuk
memadatkan tanah sebesar 13.221,92 m³.

Kata kunci : bulldozer, dump truck, excavator, produktivitas, vibration roller.

1. PENDAHUAN kerja. Sehinga masalah efisiensi waktu dan


efisiensi kegiatan pekerjaan bukan merupakan
1.1. Latar Belakang prioritas utama. Namun bila skala pekerjaan
cukup besar dan membutuhkan kecepatan
Pekerjaan tanah dalam suatu proyek dalam pelaksanaan pekerjaan, maka pekerjaan
pembangunan gedung merupakan salah satu tanah tersebut dilakukan dengan cara mekanis
bagian yang sangat vital. Pekerjaan tanah di sini atau dengan kata lain menggunakan bantuan
meliputi pekerjaan galian, timbunan, tenaga mesin atau peralatan mekanis lainnya
pengangkutan, dan pemadatan tanah. Pada (alat-alat berat) .
umumnya pekerjaan tanah dikerjakan dengan Tujuan dari penggunaan alat - alat berat
bantuan alat berat. Pekerjaan tanah dalam skala tersebut adalah untuk memudahkan manusia
kecil seringkali dilakukan dengan cara manual dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga
atau dengan menggunakan tenaga manusia. hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan
Cara ini masih banyak dijumpai terutama dalam lebih mudah pada waktu yang relatif lebih
pekerjaan yang berorientasi padat karya atau singkat.
dengan maksud proyek tersebut dapat Manajemen alat berat sangat diperlukan,
mempekerjakan sebanyak mungkin tenaga sehingga dapat menunjang kelancaran dari

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 1


pekerjaan tersebut. Sasaran dari manajemen alat Dalam menentukan durasi suatu pekerjaan
berat yang merupakan bagian dari manajemen maka hal-hal yang perlu diketahui adalah
proyek terdiri dari tiga faktor, yaitu ; faktor volume pekerjaan dan Produktivitas alat
waktu, mutu, dan biaya. Dalam hal ini yang tersebut. Produktivitas alat bergantung pada
diterapkan dalam manajemen alat berat adalah kapasitas dan waktu siklus alat. Dasar untuk
mengenai pemilihan, pengaturan, dan mencari Produktivitas alat adalah:
pengendalian alat berat yang digunakan dalam Produktivitas = kapasitas alat
suatu proyek. CM
Pemilihan alat berat yang akan dipakai Untuk memperoleh cycle time (CM) diperlukan
merupakan faktor yang sangat penting dalam sebagai berikut:
keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang Cm = TL + TH + TD + TR + TW
dipakai haruslah tepat sehingga proyek dapat Dimana :
berjalan lancar. Kesalahan di dalam pemilihan Cm = siklus waktu (cycle time) (detik)
alat berat dapat mengakibatkan manajemen TL = waktu pemutaran (detik)
pelaksanaan proyek menjadi tidak efektif dan TH = waktu pengangkutan (detik)
efisien. Dengan demikian keterlambatan TD = waktu menumpahkan (detik)
penyelesaian proyek dapat terjadi yang TR = waktu kembali (detik)
menyebabkan biaya akan membengkak. TW = waktu menunggu (detik)
Produktivitas yang kecil dan tenggang waktu Untuk menghitung jumlah alat-alat lainnya
yang dibutuhkan untuk pengadaan alat lain gunakan:
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟
yang lebih sesuai merupakan hal yang 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑙𝑎𝑡 = 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑎𝑙𝑎𝑡
menyebabkan biaya yang lebih besar. Dalam
Setelah jumlah masing-masing alat diketahui
hal ini penulis meninjau dari segi aspek
maka selanjutnya perlu dihitung durasi
produktivitas alat berat yang digunakan pada
pekerjaan alat-alat tersebut. Salah satunya cara
proyek pembanguan pabrik precast disentul
dengan menentukan berapa Produktivitas total
dibatasi pada jenis alat berat yaitu Excavator,
alat setelah dikalikan jumlahnya. Kemudian
Dump truck , Bulldozer serta Vibro/Vibration
dengan menggunakan Produktivitas jumlah alat
Roller.
maka durasi dapat dicari dengan menggunakan
rumus sebagai berikut.
1.2. Maksud dan Tujuan 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎𝑎𝑛
𝑑𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖 = 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙
Maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah 2.2. Sifat Kembang Susut Tanah
menghitung jumlah kebutuhan alat berat dalam
pekerjaan pembangunan pabrik precast. Volume dan kerapatan tanah secara umum
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah mengalami perubahan-perubahan yang cukup
untuk mengetahui jumlah kebutuhan alat berat besar apa bila tanah itu digali, diangkut,
yang di pergunakan dilapangan pada pekerjaan diletakan, dan dipadatkan. Karena adanya
tanah dalam proyek pembangunan pabrik perubahan volume pada kondisi tersebut, maka
precast. perlu diketahui dan ditetapkan adanya volume
ditempat aslinya, dalam keadaaan lepas dan
1.3. Ruang Lingkup dan Batasan Masalah setelah dipadatkan, yang dimaksud dengan
kembang susut tanah adalah perubahan baik
Ruang lingkup permasalahan dalam penulisan berupa penambahan atau pengurangan volume
Tugas Akhir ini dibatasi, yaitu : tanah setelah diolah atau diubah dari bentuk
a. Tinjauan hanya menghitung jumlah asalnya. Volume pekerjaan tanah umumnya
kebutuhan alat berat. diukur dalam tiga kondisi:
b. Alat-alat berat yang ditinjau Excavator, a. Kondisi asli (Bank Cubic Meter/BCM),
Dump truck, Bulldozer dan ukuran alam yaitu keadaan tanah yang
Vibro/Vibration Roller masih sesuai dengan kondisi asli
alamnya. Dalam keadaan ini butiran-
2. TINJAUAN PUSTAKA butiran tanah masih terkonsolidasi
dengan baik.
2.1. Produksi dan Durasi Pekerjaan b. Kondisi lepas (Loose Cubic
Meter/LCM), yaitu kondisi tanah

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 2


sesudah mengalami gangguan atau tersebut dapat dicari dengan
telah tergali, misalnya keadaan tanah menggunakan persamaan berikut ini.
didepan dozer blade di atas dump truck
dan didalam bucket. Tanah yang telah 𝐵−𝐿
𝑆𝑤 = 𝑥 100 %
tergali dari tempat asalnya ini akan
𝐿
mengalami perubahan volume, yaitu
ngalami pengembangan. Hal ini 𝑆ℎ = 𝐶−𝐵 𝑥 100 %
diakibatkan oleh adanya penambahan 𝐶
rongga udara butir-butir tanah, Dimana:
sehingga volumenya menjadi besar. Sw = faktor kembang (%)
Besarnya penambahan volume Sh = faktor susut (%)
tergantung dari faktor kembang tanah B = kerapatan tanah asli (kg/m3)
(swelling factor) yang besarnya L = kerapatan tanah lepas (kg/m3)
dipengaruhi oleh jenis tanah. Volume C = kerapatan tanah padat (kg/m3)
dalam keadaan lepas dapat dihitung
dengan persamaan sebagai berikut: 2.3. Efisiensi Kerja
LCM = BCM + (% SWELL x BCM)
Produktivitas kerja dari suatu alat yang
Dengan: diperlukan merupakan standard dari alat
LCM = Volume dalam kondisi lepas tersebut bekerja dalam kondisi ideal dikalikan
(m3) suatu faktor dimana faktor tersebut
BCM = Volume dalam kondisi asli merupakan faktor efisiensi kerja (E). Efisiensi
(m3) sangat tergantung kondisi kerja dan faktor alam
SWELL = Faktor kembang tanah (%) lainnya seperti keadaan topografi, keahlian
operator, pemilihan standard perawatan dan
Tabel 2.1. Faktor Kembang Pada Beberapa lain-lain yang berkaitan dengan pengoperasian
Jenis Tanah alat. Pada kenyataan yang sebenarnya sulit
Jenis Tanah Faktor SWELL untuk menentukan besarnya efisiensi kerja
Pasir 5-10 (%) tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman
Tanah Permukaan 10-25 (%) dapatlah ditentukan faktor efisiensi yang
(top soil) mendekati kenyataan.
Tanah biasa 20-45 (%) Kondisi kerja tergantung dari hal-hal berikut :
Lempung (clay) 30-60 (%) 1. Apakah alat sesuai dengan topografi yang
Batu 50-60 (%) ada
2. Kondisi dan pengaruh lingkungan seperti
Sumber : Sjachdirin M, dkk, 1998
ukuran medan dan peralatan
3. Pengaturan kerja dan kombinasi kerja
c. Kondisi padat (Solid Measure/SM),
antara peralatan dan mesin
yaitu kondisi tanah setelah ditimbun
4. Metode operasional dan perencanaan
kembali dan diadakan usaha
persiapan kerja
pemadatan. Perubahan volume pada
5. Pengalaman dan kepandaian operator dan
keadaan ini terjadi karena adanya
pengawas untuk pekerjaan tersebut
penyusutan rongga udara diantara
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
partikel-partikel tanah tersebut.
pemeliharaan alat adalah :
Besarnya volume dalam keadaan padat
1. Penggantian pelumas atau grease (gemuk)
ini tergantung dari jenis tanah. Kadar
secara teratur
air tanah dan usaha pemadatan. Dalam
2. Kondisi peralatan pemotong (blade,
perhitungan produksi, tanah yang
bucket, bowl)
digusur, dimuat dan digelar dalam
3. Persediaan suku cadang yang sering
kondisi lepas. Untuk menghitung
diperlukan untuk alat yang bersangkutan.
perubahan volume pada kondisi lepas
dari bentuk aslinya atau ke bentuk
2.4. Efisiensi Operator
padat setelah dipadatkan perlu
dikalikan faktor kembang maupun
Faktor manusia sebagai operator alat sangat
faktor susut. Nilai dari faktor-faktor
sukar ditentukan dengan tepat, sebab selalu
berubah-ubah dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam, tergantung pada keadaan cuaca,
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 3
kondisi alat yang dikemudikan, suasana kerja atau tidak dapat digerakan (statis). Jadi
dan lain-lain. Biasanya memberikan perangsang klarifikasi alat berdaasarkan penggerakanya
dalam bentuk bonus dapat mempertinggi dapat dibagi menjadi berikut :
efisiensi operator alat. a. Alat dengan penggerak, seperti crawler
Dalam kerja seorang operator tak akan dapat atau roda kelabang dan ban karet.
bekerja secara penuh, sebab selalu ada b. Alat statis, seperti tower crane, batching
hambatan-hambatan yang tak dapat dihindari plant, dan crasher plant.
seperti pergantian komponen yang rusak,
memindahkan alat ke tempat lain, dan 2.9. Faktor-faktor yang mempengaruhi
sebagainya. Pada Tabel 2.4 di bawah ini pemilihan alat berat
diberikan beberapa nilai efisiensi operator.
Pemiihan alat berat yang tepat pada tahap
2.5. Pengenalan Alat peracanaan merupakan faktor penentu. Tidak
semua jenis alat berat dapat digunakan unutk
Dalam pelaksanaan pekerjaan dengan setiap tahap konstruksi. Kesalahan pemilihan
menggunakan alat berat terdapat faktor yang alat berat dapat berakibat terlambatnya
mempengaruhi Produktivitas alat, yaitu pelaksanaan proyek yang mengakibatkan
efisiensi alat. Efektifitas alat bergantung pada membengkaknya biaya konstruksi. Untuk itu
beberapa hal berikut: pengetahuan atas fungsi dan spesifikasi alat
1. Kemampuan operator pemakaian alat berat memegang peranan penting dalam
2. Pemilihan dan pemeliharaan alat pemeliharan alat berat yang benar-benar tepat.
3. Perencanaan dan pengaturan letak alat Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam
4. Topografi dan volume pekerjaan pemilihan alat berat antar lain:
5. Kondisi cuaca 1. Fungsi yang akan dilaksanakan, alat berat
6. Metode pelaksanaan alat yang digunakan disesuaikan dengan
funginya terhadap pekerjaan yang akan
2.6. Klasifikasi Alat dilaksanakan.
2. Kapasitas peralatan, kesesuaian kapasitas
Alat berat dapat dikategorikan ke dalam pekerjaan dengan kapasitas alat
beberapa klarifikasi. Klarifikasi tersebut adalah merupakan hal yang penting untuk
klarifikasi alat berat dan klarifikasi operator alat meminimalisir biaya konstruksi.
berat. 3. Cara pengoperasian, alat berat
disesuaikan dengan mobilitas (arah gerak,
2.7. Klarifikasi Fungsional Alat Berat kecepatan, siklus gerak dll) yang telah
ditetapkan.
Klarifikasi fungsional adalah pembagian alat 4. Ekonomi, pemilihan alat juga harus
berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. mempertimbangkan biaya investasi atau
Berdasarkan fungsi alat berat dapat dibagi sewa, biaya operasional, dan biaya
sebagai berikut : pemeliharaan.
a. Alat penggali, sepeti excavator, front 5. Jenis proyek, pada jenis proyek yang
shovel, backhoe, dragline, dan clamshell. berbeda, akan digunakan jenis alat berat
b. Alat pengangkut material, seperti balt truck yang berbeda pula.
dan wagon. 6. Lokasi proyek, lokasi proyek juga akan
c. Alat pemindah material. Seperti loader dan mempengaruhi pemilihan alat berat yang
dozer. digunakan.
d. Alat pemadat, seperti tamping roller, 7. Jenis dan kekuatan tanah, kekuatan tanah
pneumatic-tired roller, compactor, dan lain- serta jenis tanah yang akan diolah juga
lain. mempengaruhi pemilihan alat berat yang
digunakan.
2.8. Klasifikasi Operasional Alat Berat 8. Kondisi lapangan, kondisi lapangan yang
sulit akan berbeda dengan kondisi
Alat-alat berat dalam pengoprasiannya dapat lapangan yang standar dalam pemilihan
dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain alat.
2.10. Alat Penggerak Alat pengerak pada alat berat dapat berupa
crawler atau ban karet. Unuk beberapa jenis alat

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 4


berat seperti truk, scraper atau motor grader, c. crane untuk pemindahan material secara
alat penggeraknya adalah ban karet. Untuk alat- vertikal,
alat seperti backhoe, alat penggeraknya bisa d. truck untuk pengangkutan material secara
salah satu dari kedua jenis di atas. Umumnya horizontal,
penggunaan ban karet dijadikan pilihan karena e. Concrete mixer truck sebagai pengangkut
alat berat dengan ban karet mempunyai campuran beton.
mobilitas lebih tinggi dari pada alat berat yang f. Alat pemadat juga sering digunakan untuk
menggunakan crawler. memadatkan tanah di sekitar basement dan
lain-lain.
2.11. Analisa Beban dan Tenaga
2.14. Proyek jalan
Analisa ini penting dipelajari dengan
mengetahui analisis beban dan tenaga alat yang Proyek jalan pada umumnya mengunakan alat
digunakan maka dapat diketahui tingkat gali, truck, dozer, grader, alat pemadat, loader,
kemampuan dan kecepatan optimal alat dan lain-lain. Alat gali digunakan untuk
tersebut. Tahapan-tahapan analisis yang menggali saluran disekitar badan jalan.
dilakukan adalah: Bulldozer berfungsi untuk mengupas tanah dan
1. Menentukan beban total mesin/alat. grader untuk membentuk permukaan tanah.
2. Menentukan tenaga yang tersedia atau Loader digunakan sebagai pemuat tanah ke
kombinasi draw bar pull dengan kecepatan. dalam truck. Untuk jalan dengan pekerasan
3. Menentukan traksi kritis mesin untuk lentur digunakan asphalt mixing plant yang
menentukan tenaga tarik yang digunakan. berfungsi untuk mencampurkan bahan
4. Membandingkan beban terhadap tenaga campuran aspal yang kemudian disebarkan,
tarik yang digunakan saat pemilihan diratakan, dan dipadatkan dengan mengunakan
gigi/pergantian gigi. asphalt finisher. Sementara itu, untuk pekerasan
5. Mengadakan koreksi tenaga yang tersedia, kaku beton diolah dengan mengunakan
apabila mesin beroprasi pada ketinggian concrete bacthing plant yang kemudian
tertentu. dipindahkan dengan mengunakan truck mixer.
Faktor yang mempengaruhi pemilihan dan
pemakaian alat berat adalah : 2.15. Koordinasi alat-alat berat yang
1. Tenaga yang tersedia digunakan
2. Faktor pembatas tenaga
3. Beban/hambatan mesin a Excavator atau backhoe
2.12. Macam-macam alat berat pada proyek Excavator/backhoe termasuk alat penggali
konstruksi hidraulis memiliki bucket yang dipasang di
depannya, yang dimaksud dengan alat penggali
Pada setiap proyek atau pekerjaan ada keunikan hidraulis adalah alat yang bekerja karena
dimana tidak semua alat berat perlu dipakai di adanya tekanan hidraulis pada mesin di dalam
proyek tersebut. Jenis-jenis proyek yang pada pengoprasiannya. Alat penggeraknya adalah
umumnya menggunakan alat berat adalah traktor dengan roda ban atau crawler. Backhoe
proyek gedunng, pelabuhan, jalan, dam, irigasi, bekerja dengan cara mengerakan bucket ke arah
dan lain-lain. bawah dan kemudian menariknya menuju
badan alat.
2.13. Proyek Gedung Dengan demikian dikatakan bahwa backhoe
menggali material yang berada di bawah
permukaan tempat alat tersebut berada. Pada
perhitungan dalam mencari Produktivitas
backhoe dipakai:
𝑞 𝑥 3600 𝑥 𝐸 .................. ( 2.8.)
Alat berat yang umum dipakai di dalam proyek 𝑄= 𝐶𝑚
gedung adalah Dimana :
a. pemancang tiang (pile driving),
Q = Produktivitas per jam (m3/jam)
b. alat penggali excavator yang digunakan
q = Produktivitas per siklus (m3)
untuk penggalian basement,

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 5


q = ql x k..................(2.9.)
𝑇𝐿 = 𝐶𝑑 𝑥 𝑘 𝑥 𝐶𝑚................. ( 2.12.)
q1 = kapasitas penuh bucket backhoe (m3) 𝑞𝐼
k = faktor bucket
Cm = waktu (detik) Dimana:
E = efisiensi kerja Cm = siklus waktu (cycle time)
Cd = kapasitas damp truck (m3)
ql = kapasitas bucket alat pemuat (m3)
b Dump truck K = faktor kapasitas bucket

Alat pengangkut atau lebih sering disebut dump waktu tempuh


truck mempunyai fungsi untuk mengangkut
material seperti tanah, pasir, batuan untuk TH = D/V1...................( 2.13.)
proyek konstruksi. Pemilihan jenis
pengangkutan bergantung pada kondisi Dimana:
lapangan, volume material, waktu dan D = jarak angkut (meter)
biaya.kapasitas bak penampung truck terdiri V1 = kecepatan rata-rata saat muatan penuh
dari struck capacity (kapasitas peres) dan (menit)
heaped capacity (kapasitas menunjang). Struck
campacity adalah kapasitas alat yang waktu bongkar muat (TD)
muatannya mencapai ketinggian dari bak
penampung. Jenis material yang lepas dengan Dimana bisa diperkirakan dan ini tergantung
daya letak rendah seperti pasir dan krikil dari lokasi penumpahan.
umumnya tidak bisa menggunung, jadi
pengangkutannya dalam kapasitas peres. waktu untuk kembali (TR)
Heaped capacity adalah kondisi muatan
mencapai ketinggian lebih dari ketinggian bak. TH = D/V2................... ( 2.14.)
Karena tanah liat mempunyai daya lekat antar
butir yang cukup besar maka kapasitas Dimana:
pengangkutan tanah liat dapat mencapai D = jarak angkut (meter)
kapasitas. V2 = kecepatan kembali saat muatan kosong
Untuk menghitung jumlah produksi per jam (menit)
dari dump truck yang melakukan pekerjaan Beberapa pertimbangan (keuntungan dan
secara terus menerus digunakan sebagai kerugian) yang harus diperhatikan dalam
berikut: pemilihan ukuran truk adalah sebagai berikut :

𝑄 = 𝐶 𝑥 60 𝑥 𝐸...............................( 2.10.) Truck kecil


𝐶𝑚
Beberapa pertimbangan penting untuk
menentukan pemilihan truck besar atau truck
Dimana untuk mencari nilai c maka digunakan : kecil yang akan digunakan antara lain :
𝐶 = 𝑞 𝑥 𝑘..............................(2.11.) 1. Lebih lincah dalam beroperasi.
2. Lebih mudah mengoperasikannya.
Keterangan : 3. Lebih fleksibel terhadap jalan kerja lebih
Q = Produktivitas (m3/jam) sederhana.
C = Produktivitas per siklus 4. Penyesuaian terhadap kemampuan
E = efisiensi kerja dump truck backhoe lebih mudah
Cm = waktu siklus dump truck (min) 5. Jika salah satu truck dalam unit angkut
M = jumlah dump truck yang bekerja tidak bekerja, tidak ada masalah terhadap
q = kapasitas bucket total produksi.
k = faktor bucket 6. Lebih banyak supir operatornya.
Untuk menghitung cycle time dibutuhkan
beberapa perhitungan terlebih dahulu seperti: Truck besar
waktu muat (TL)
Keuntungan yang didapat dengan menggunakan truck berukuran besar adalah sebagai berikut :
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 6
1. Untuk kapasitas yang sama dengan truck digunakan untuk pemeliharaan jalan dan
kecil, jumlah unit truck besar lebih pekerjaan dozing lainnya.
sedikit. Untuk menghitung jumlah produksi per jam
2. Sopir atau crew yang digunakan lebih dari bulldozer yang melakukan pekerjaan secara
sedikit. terus menerus digunakan sebagai berikut:
3. Cocok untuk angkutan jarak jauh.
4. Pemuatan dari backhoe lebih mudah 𝑞 𝑥 60 𝑥 𝐸 𝑥 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ................
sehingga waktu yang diperlukan lebih 𝑄= 𝐶𝑚 (2.15)
sedikit.
5. Waktu yang dibutuhkan damp truk untuk
mengambil posisi dimuat kembali (TW), Produksi per siklus
dimana bisa dipekirakan dan ini Produksi kerja bulldozer pada saat penggusuran
tergantung dari lokasi pemuatan. adalah sebagai berikut :

c Bulldozer Produksi (q) = L x H² x a.......................( 2.16)

Dalam melaksanakan pekerjaan pemindahan Dimana :


tanah mekanis dengan mengunakan alat-alat L = lebar blade/ sudut (m/yd)
berat. Bulldozer adalah suatu alat dimana H = tinggi blade (m)
traktor menjadi alat penggerak sekaligus juga a = faktor blade
tempat dudukan alatnya. Kadang-kadang Untuk menghitung Produktivitas standar dari
bulldozer juga disebut traktor yang diberikan bulldozer, volume tanahyang dipindahkan
suatu alat tambahan yang berupa pisau dalam satu siklus dianggap sama dengan lebar
pendorong. Berdasarkan bladenya dozer dapat sudu x (tinggi sudut)². Pada kenyataannya
dibagi menjadi : dilapangan produksi persiklus akan berbeda-
1. Universal blade (U-Blade) beda tergantung dari jenis tanah sehingga faktor
Universal Blade pada umumnya sudu perlu disesuaikan karena pengaruh
digunakan untuk keperluan reklamasi tersebut.
tanah (land reclamation) dan pekerjaan 1. Waktu siklus
penyediaan bahan (stock pile work). Hal 𝐷 𝐷
ini dimungkinkan karna bentuk blade aga 𝑐𝑚 = 𝑥 + 𝑍 (𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡) … … … (2.17)
melengkung sehingga bulldozer dapat 𝐹 𝑅
mendorong muatan lebih banyak, cocok
untuk mendorong tanah non kohesif. Dimana :
2. Stright Blade (S-Blade) D = jarak angkut/gusur (meter)
Blade ini paling cocok untuk digunakan di F = kecepatan maju (m/menit)
segala macam medan (heavy duty R= kecepatan mundur (m/menit)
blade)banyak di gunakan untuk Z= waktu ganti persnelling (menit)
mendorong material cohesive, penggalian Kecepatan maju berkisar antara 3-5 km/jam dan
struktur dan penimbunan dengan kecepatan mundur berkisar antara 5-7 km/jam.
memiringkan blade, ujung blade dapat jika menggunakan mesin dengan torqflow,
berfungsi untuk menggali tanah keras atau kecepatan maju diambil 75% maksimum, dan
boulder dan lain-lain. mundur 85% kecepatan maksimum.
3. Angling Blade (A-Blade)
Angle blade biasanya digunakan untuk d Vibration Roller
membuang muatan kesamping, pembukan
jalan perintis, menggali saluran. Sangat Vibro atau vibration roller adalah salah satu
efektif untuk pekerjaan side hill cut atau alat berat yang berfungsi sebagai alat pemadat,
back filling. dimana cara pemadatan vibration roller adalah
4. Cushion Blade (C-Blade) dengan menggunakan efek getaran sangat
Blade ini dilengkapi dengan rubber cocok digunakan pada jenis tanah pasir atau
cushion atau bantalan karet untuk kerikil berpasir. Efisiensi pemadatan yang
meredam tumbukan. Biasanya blade ini dihasilkan sangat baik, karena adanya gaya
dinamis terhadap tanah. Butir-butir tanah
cenderung akan mengisi bagian-bagian yang
kosong yang terdapat diantaranya butir- butiranya. Faktor-faktor yang mempengaruhi
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 7
proses pemampatan dengan vibration roller  Efisiensi kerja (E) = 0,75 (Tabel
ialah frekuensi getaran, amplituda dany gaya 2.3)
sentrifugal.
Untuk menghitung produksi perjam vibration  Waktu gali = 9,2 detik (Tabel
roller dapat dihitung dengan rumus: 3.1)

𝑊 𝑥 𝑉 𝑥 𝐻 𝑥 1000 𝑥 𝐸  Waktu buang = 7,2 detik (Tabel


𝑄= 𝑁 … … … (2.18) 3.1)
Dimana :
Q = Produksi vibration roller (m3/jam)  Waktu putar = 5,8 detik
W = Lebar pemadatan efektif tiap pass (m) (Tabel 3.1)
E = Efisiensi Kerja
V = Kecepatan Operasi (Km/Jam)
H = Tebal Pemadatan untuk 1 lapis (m)
N = Jumlah Pas Untuk Pemadatan a) Volume tanah hasil galian atau yang
harus dikeruk

= 13.610,33 × 1,25 = 17.012,912 m3


3. PEMBAHASAN DAN ANALISA
b) Produksi per siklus
3.1. Data Pekerjaan Proyek
q = q1 × k
Pada pelaksanaan proyek pembangunan pabrik
precast sentul yang berlokasi di sentul bogor, di q = 0,97 × 0,8 = 0,776 m3
peroleh data sebagai berikut :
a. Volume galian yang akan di ambil = c) Waktu siklus
13.610,33 m³ (data volume di Bab III) Cm = waktu gali + (waktu putar × 2) +
b. Volume timbunan = waktu buang
13.221,92 m³ (data volume di Bab III)
c. Rencana waktu pelaksanaan Cm = 9,2 + (11,6) + 7,2 = 28 detik
= 160 hari kerja kalender
d. Jam kerja =8 d) Produksi per jam
jam/hari
e. Jenis tanah = 𝑄=
𝑞×3600×𝐸
𝐶𝑚
clay/tanah liat
f. Faktor konversi tanah clay = padat 0,90 , 0,776×3600×0,75
asli 1,00 lepas 1,25 𝑄= 28 = 74,828 m3/jam
e) Site out put per hari
3.2. Analisa Data
Dalam satu hari alat bekerja selama 8 jam
3.2.1. Produksi alat-alat berat = 8 × 74,828 = 598,628 m3/hari

a. Backhoe/Excavator f) Waktu kerja yang dibutuhkan

 Nama alat = Backhoe/Excavator 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑔𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ


= 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟ℎ𝑎𝑟𝑖
 Tipe alat = Komatsu PC 200-8
= 17012,912 = 28,419 hari
598,628
 Kapasitas bucket (q1) = 0,97 m3
g) Jumlah alat yang dibutuhkan
 Status alat = Baik
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑘𝑎𝑛
 Faktor bucket (k) = 0,8 = 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑘𝑠𝑎𝑛𝑎𝑎𝑛
(Tabel 2.6)
= 28,419 ℎ𝑎𝑟𝑖 = 0,177 ≈ 1 unit
160 ℎ𝑎𝑟𝑖
b. Dump Truck  Nama alat = Dump truck

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 8


3) Waktu kembali

 Tipe alat = Hino FM 260 JD


𝑇𝑟 = 𝐷 𝑉2 = 30 𝐾𝑚 =
𝑉2 𝑗𝑎𝑚

 Kapasitas (Cd) = 24 m 3
500 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟/𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
200
 Status alat = Baik 𝑇𝑟 = = 0,4 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
500
 Kapasitas bucket backhoe (q1) = 0,97
m3
4) Waktu buang + waktu tunggu = 3 menit
 Faktor bucket (k) = 0,8

 Cycle time backhoe (Cm) = 28 detik


5) Waktu bagi dump truck untuk mengambil
 Jarak angkut dump truck (D) = 200 posisi muat = 1 menit
m
Waktu siklus dump truck
 Kecepatan rata-rata saat muatan penuh
Cm = 9,237 + 0,654 + 0,4 + 3 + 1 =
(V1) = 18,33 km/jam 14,291 menit
(Tabel 3.5)
b) Produksi per siklus
 Kecepatan kembali saat muatan kosong
q = Cd × k
(V2) = 30 km/jam (Tabel
3.5) q = 24 × 0,8 = 19,2 m3

 Efisiensi kerja (E) = 0,75 (Tabel c) Produksi per jam


2.2) q = 24 × 0,8 = 19,2 m3

𝑞 × 60 × 𝐸
𝑄= 𝐶𝑚
a) Lokasi pembuangan 19,2 × 60 × 0,75
𝑄= = 60,457 m3/jam
1) Waktu pemuat (T1) 14,291

𝑐𝑑 d) Site out put per hari


𝑇1 = 𝑥 𝑘 𝑥 𝐶𝑚
𝑞1 Dalam satu hari alat bekerja selama 8 jam
24
𝑇1 = 𝑥 0,80 𝑥 28 = 8 × 60,457 = 483,661 m3/hari
0,97
= 554,226 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘 e) Jumlah dump truck yang dibutuhkan

= 9,237 menit 𝑠𝑖𝑡𝑒 𝑜𝑢𝑡 𝑝𝑢𝑡 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑒𝑥𝑐𝑎𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟


= 𝑠𝑖𝑡𝑒 𝑜𝑢𝑡 𝑝𝑢𝑡 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑢𝑚𝑝 𝑡𝑟𝑢𝑐𝑘

= 598,628 = 1,237 ≈ 2 unit


483,661
2) Waktu pengangkutan

𝑇ℎ = 𝐷
𝑉𝐼
𝑉𝐼 = c. Bulldozer
𝐾𝑚
18,33 = 305,5 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟/𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑗𝑎𝑚
 Nama alat = Bulldozer
200
𝑇ℎ = = 0,654 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡  Tipe alat = Komatsu D65WX-18
305,5
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 9
 Ukuran blade = L = 3,58 m ; H = 1,425 m 6,54 × 60 ×0,75 ×1,25
= 0,355 =
 Status alat = Baik
1.036,267 m3/jam
 Faktor blade (a) = 0,9 (Tabel
d) Site out put per hari
2.9)
Dalam satu hari alat bekerja selama 8
 Efisiensi kerja (E) = 0,75 (Tabel
jam
2.3)
= 8 × 1036,267 = 8.290,14 m3/hari
 Jarak gusur (D) = 50 m
e) Jumlah bulldozer yang dibutuhkan
 Kecepatan maju (F) = 5,533
𝑆𝑖𝑡𝑒 𝑜𝑢𝑡 𝑝𝑢𝑡 𝑒𝑥𝑐𝑎𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟
km/jam = 𝑆𝑖𝑡𝑒 𝑜𝑢𝑡 𝑝𝑢𝑡 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖

 Kecepatan mundur (R) = 6,633 = 598,628 = 0.072 ≈ 1 unit


8290,14

km/jam

 Waktu ganti persnelling (Z) = 0,11 menit d. Vibration Roller

a) Produksi per siklus  Tipe Alat = sakai SV900D

𝑞 = 𝐿 × 𝐻2 × 𝑎  Lebar drum = 2,15 meter

 Diameter drum = 1,65 meter


= 3,58 × 1,4252 × 0,9 = 6,54 m3
 Status alat = Baik
b) Waktu siklus (Cm)
 Kondisi operator = Baik
Kecepatan maju (F) = 5,533 km/jam =
 Efisiensi kerja (E) = 0,75 (tabel 2.3)
92,216 m/menit
 Kecepatan operasi (V) = lihat pada tabel
Kecepatan mundur (R) = 6,633 km/jam = (2.11)

110,55 m/menit  Lebar efektif pemadatan (W) = lihat


pada tabel (2.12)
Waktu ganti persneling (Z) = 0,11 menit
 Jumlah lintasan pemadatan (N) = lihat
pada tabel (2.10)
𝐷
𝐶𝑚 = × + 𝑍, 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝐷  Tebal lapisan pemadatan (H) = 30
𝑅 cm = 0,30 meter
𝐹
50
𝐶𝑚 = 50
92,216 × 110,55 + 0,11
a) Produktivitas Vibration Roller
𝐶𝑚
𝐶𝑚 = 0,355 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

c) Produktivitas bulldozer

𝑞 × 60 ×𝐸 ×𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑛𝑣𝑒𝑟𝑠𝑖 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ


𝑄=
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 10
𝑊 × H × 𝑉 × 1000 × 𝐸 𝑄
𝑄= � 0,2 × 0,30 × 1500 × 1000 × 0,75
� =
4
= 16.875 m3/jam yang dipakai harus dipikirkan bagaimana
suatu pekerjaan proyek, dapat berjalan
b) Site out put per hari

Dalam satu hari alat bekerja selama 8 jam

= 8 × 16875 = 135.000 m3/hari

c) Jumlah vibration roller yang dibutuhkan

𝑆𝑖𝑡𝑒 𝑜𝑢𝑡 𝑝𝑢𝑡 𝑒𝑥𝑐𝑎𝑣𝑎𝑡𝑜𝑟


= 𝑆𝑖𝑡𝑒 𝑜𝑢𝑡 𝑝𝑢𝑡 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎𝑟𝑖

= 598,628 = 0,004 ≈ 1 unit


135000

4. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dan analisa data


maka dapat disimpulkan bahwa :
1 Produktivitas excavator didapat sebesar
74,828 m3/jam dengan membutuhkan
alat 1 unit untuk membuang tanah
sebesar 17.012,912 m3 dalam waktu
28,419 hari.
2 Produktivitas dump truck didapat
sebesar 60,457 m3/jam dengan
membutuhkan alat sebanyak 2 unit
untuk membuang tanah sebesar
17.012,912 m3.
3 Produktivitas bulldozer didapat sebesar
1.036,267 m3/jam dengan
membutuhkan alat sebanyak 1 unit
untuk meratakan tanah sebesar
17.012,912 m3.
4 Produktivitas vibration roller didapat
sebesar 16.875 m3/jam dengan
membutuhkan alat sebanyak 1 unit
untuk memadatkan tanah sebesar
13.221,92 m³.

4.2. Saran

1 Alat yang digunakan untuk excavator


hanya 1 unit, excavator harus ditambah 1
unit lagi untuk cadangan atau pun dapat
digunakan langsung agar dapat
mempercepat pekerjaan penggalian
tanah.
2 Dalam mengoptimalisi jumlah alat berat
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 11
dengan waktu yang cepat tetapi dengan
biaya yang minim.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, Informasi Seputar Alat Berat,


(https://id.wikipedia.org/wiki/ diakses
tanggal 17 juli 2016).
2. Anonim Informasi Spesifikasi Alat Berat
Excavator
(www.tradeearthmovers.com.au/spec/deta
i l/komatsu-pc2008-30101 diakses tanggal
17 juli 2016).
3. Anonim Informasi Spesifikasi Alat Berat
Bulldozer
(http://www.komatsuamerica.com/equipm
ent/dozers/151-260hp/d65wx-18
diakses tanggal 17 juli 2016).
4. Kholil, Ahmad, Alat Berat, Bandung,
2012.
5. Rochmanhadi, Alat-alat berat dan
Penggunaannya, Badan Penerbit
Pekerjaan Umum, Jakarta, 1982.
6. Rostiyanti, Susy F,. Alat Berat untuk
Proyek Konstruksi, Badan Penerbit
Pekerjaan Umum, Jakarta, 1990.
7. Sjachdirin, M,. Pemindahan Tanah
Mekanis, Bagian Penerbit Institut
Teknologi Nasional Malang, Malang,
1998.

RIWAYAT PENULIS

1. Dicky Setiadi Hadi Effendi, ST. Alumni


(2016) Program Studi Teknik Sipil,
Falkultas Teknik Universitas Pakuan
Bogor.
2. Ir. Puji Wiranto, MT. Pembimbing I/Staf
Dosen Program Studi Teknik Sipil,
Falkultas Teknik Universitas Pakuan
Bogor.
3. Ir. Arif Mudianto, MT. Pembimbing
II/Staf Dosen Program Studi Teknik Sipil,
Falkultas Teknik Universitas Pakuan
Bogor.

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL, FT - UNPAK 12

Anda mungkin juga menyukai