Anda di halaman 1dari 52

STUDI KASUS

ANALISIS DATA STATISTIK DAN PEMODELAN


PADA TAMBANG TERBUKA
Secara umum analisis dan pemodelan dibagi 4 Tahap :

a. Pembuatan Desain dan Rekapitulasi Data Masukan


Desain Lereng Tunggal dan Keseluruhan, Data Beban Seismik, Data Muka
Air Tanah, Data Ground Pressure, dll.

b. Pengolahan Data Statistik


Parameter Properties Material

c. Input Data Statistik ke dalam model


Jenis Distribusi, Mean, Std. Deviasi, Rel. Min, Rel. Max

c. Analisis dan Validasi Hasil


Contoh Hasil
• METODE KECUKUPAN DATA

Uji Kecukupan data adalah proses pengujian yang dilakukan


terhadap hasil uji laboratorium untuk mengetahui apakah data
yang diambil untuk penelitian sudah mencukupi untuk dilakukan
analisis probabilitas. Pengujian kecukupan data dipengaruhi oleh
faktor- faktor sebagai berikut sebagai berikut (Sutalaksana,
2006) :
• Tingkat ketelitian
Tingkat ketelitian menunjukkan penyimpangan maksimum
dari hasil perhitungan terhadap nilai kohesi yang sebenarnya.
• Tingkat kepercayaan
Tingkat kepercayaan menunjukkan besarnya probabilitas
bahwa data yang sudah diambil berada pada tingkat ketelitian
yang sebelumnya telah ditentukan.
Tabel Distribusi z
PROSEDUR PENENTUAN DISTRIBUSI
• Dalam menentukan grafik distribusi sampel yang tepat
dan cocok pada tiap-tiap parameter, pada penelitian ini
menggunakan bantuan software Matlab.
• Urutkan data karekteristik massa batuan yang akan digunakan dalam
analisa kestabilan lereng seperti kohesi dan sudut gesek dalam mulai
dari nilai yang terkecil hingga terbesar (pada program Excel).
• Lakukan perhitungan Statistik Deskriktif
• Sehingga didapatkan parameter statistik seperti sebagai
berikut
• Masuk ke Matlab
• Lakukan Input Data, Ketik nama parameter massa batuan yang akan digambarkan,
contoh : “kohesi” dengan cara ketik “kohesi=[tempelkan (paste) data kohesi yang
sudah disalin dari excel” lalu tekan enter.
• Aktifkan program Matlab dan setelah itu, ketik perintah “dfittool” untuk
memunculkan perangkat penggambaran distribusi data (distribution
fitting tool) kemudian tekan “enter”.
• Penggambaran histogram data dilakukan pada perangkat penggambaran data, klik “data” maka
akan muncul menu aktivasi data yang akan digambar. Pilihlah data kohesi dan klik “create data set”
lalu “close”. Pada layar akan muncul histogram data kohesi.
• Untuk menampilkan tiap-tiap distribusi data dengan 3 distribusi teoritik yakni distribusi normal,
lognormal, dan gamma dengan cara klik “new fit” dan pilihlah satu-satu dari 3 distribusi teoritik.
Sehingga didapatkan
histogram seperti berikut
• Dapatkan data distribusi kumulatif dari fungsi asumsi teoritik menggunakan parameter
estimasi dengan mengetik “cdfnorm (kohesi, nilai parameter, nilai parameter estimasi
2)” lalu tekan enter. Maka pada layar akan muncul data distribusi kumulatif masing-
masing fungsi asumsi teoritik. Salin dan simpan nilai-nilai parameter tersebut pada
Excel.
• Perintah untuk memunculkan data distribusi kumulatif :
• normcdf : perintah untuk memunculkan data kumulatif
distribusi normal.
• logncdf : perintah untuk memunculkan data kumulatif
distribusi lognormal.
• gamcdf : perintah untuk memunculkan data kumulatif
distribusi gamma.
• Buatlah Tabulasi pada Ms.Excel untuk menentukan nilai Dnmax dari
selisih antara distribusi kumulatif data empirik Sn(x) dengan data
distribusi asumsi teoritik F(x). Tentukan nilai Dn maksimum dengan
menghitung nilai selisihnya. Hitung nilai F(x) dengan rumus.
• Bandingkan nilai Dnmax masing-masing distribusi
kumulatif asumsi teoritik dengan nilai kritis. Bila hanya
ada 1 distribusi kumulatif asumsi teoritik yang memiliki
nilai Dnmax lebih kecil dari nilai kritisnya, maka distribusi
asumsi teoritik tersebut dapat dinyatakan paling cocok
dengan data empirik.
• Bila terdapat lebih dari 1 distribusi asumsi teoritik yang
memiliki nilai Dnmax lebih kecil dari nilai kritisnya, maka
harus diuji dengan indikator AIC dan BIC. Nilai AIC dan
BIC yang terbesar menunjukan fungsi distribusi teoritik
yang lebih sesuai dengan data empirik.
DATA

- Batas rencana pit.


- Rencana tinggi dan sudut lereng tunggal.
- Rencana tinggi dan sudut lereng keseluruhan.
- Kondisi perlapisan tanah dan batuan (stratigrafi).
- Kondisi muka airtanah (MAT).
- Sifat Fisik dan Sifat Mekanik tanah dan batuan.
- Koefisien gempa (peak ground acceleration) SNI
1726:2012 dan perubahannya.
SLIDE 6.0
DATA MASUKAN
• MODEL LERENG
• HASIL UJI LABORATORIUM YAITU SIFAT FISIK DAN
SIFAT MEKANIK
- Sifat Fisik (Berat Jenis) (ϒ ) dalam kN/m3
- Sifat Mekanik (Cohesion) (c) dalam kN/m2, Sudut geser
dalam dengan satuan derajat (°)
SLIDE 6.0
1. Buka aplikasi Rocscience Slide 6.0 yang telah diinstal
2. Sebelum memulai, atur terlebih dahulu tipe analisis apa
yang akan digunakan, Klik Analysis pada menu bar – klik
Project Setting, lalu akan muncul kotak dialog seperti di
bawah ini
3. Isi masing-masing menu pada Project Setting tersebut

a. General

• Unit of Measurement
Stress Unit : Metric
Time Unit : Day
Permeability : meter/second
• Failure Direction
Pilih antara Right to Left atau Left to Right
Right to Left : sistem akan menganalisis lereng dari
kanan ke kiri
Left to Right : sistem akan menganalisis lereng dari kiri
ke kanan
• Data Output : Standart
• Material : 20
• Support : 20
b. Method
Menu ini disediakan untuk memilih analisis apa yang akan digunakan untuk menentukan angka
keamanan lereng,
Contoh :
Method : Bishop simplified dan Janbu simplified
Number of Slide : 25 (jumlah irisan)
Tolerance : 0,005
Max, Iteration : 50
c, Groundwater
Pilih jenis air tanah yang akan diaplikasikan
contoh : Water Surface dengan γ = 9,810 kN/m3
e, Statistic
• Pilih sensitivity Analysis
• Pilih Probabilistic Analysis
Sampling methode pilih monte-carlo
Number of samples = 1000
Analysis type pilih Global Minimum atau Overall Slope
• Ok
Click icon Slide 6.0 > File > Import > import dxf
file
MODELING
• Data Modeling
• Software cad format menggunakan dxf,
• Log Bor hasil pengeboran daerah kajian,
• Topografi daerah kajian,
• Model atau rencana rancangan kajian lereng dengan
tinggi dan sudut tunggal, tinggi dan sudut keseluruhan.

• Model dapat dibuat dengan 2 cara :


• Menggambar langsung pada Slide
• Menggambar terlebih dahulu di cad disave file .dxf
MODELING DENGAN SLIDE
LERENG TUNGGAL
Tinggi 10 sudut 45°

Boundaries - add external boundary


ketik
0,0 > 10,10 > 40,10 > 40,(-30) > (-30),(-30) > (-30),0 >
0,0
Boundaries > Add External Boundary
pilih pada kanan bawah untuk memasukkan koordinat model
LERENG TUNGGAL
Ground water flow models used with circular failur analysis Based on the third
edition by E Hoek and J Bray, ROCK SLOPE ENGINERING CIVIL AND MINING 4TH
EDITION 1981

Kering

Setengah Jenuh

Jenuh
LERENG TUNGGAL DENGAN AIR TANAH
LERENG KESELURUHAN
Tinggi tunggal 10 sudut 45°
Tinggi Keseluruhan 50 sudut 40°

Boundaries - add external boundary - ketik


0,0 > 10,10 > 12,3969,10 > 22,3936,20 > 24,7938,20 >
34,7938,30 > 37,1908,30 > 47,1908,40 > 49,5877,40 >
59,5877,50 > 209,5877,50 > 209,5877,(-150) > (-
150),(-150) > (-150),0 > 0,0
LERENG KESELURUHAN
LERENG KESELURUHAN DENGAN
MATERIAL
LERENG KESELURUHAN, MATERIAL DAN
AIRTANAH
MODELING DENGAN CAD
LERENG TUNGGAL
Tinggi 10 sudut 45°

Layer – layer properties – new layer – rename (external) –


set current
Draw – Polyline (menggunakan polyline tertutup)
ketik
0,0 > 10,10 > 40,10 > 40,(-30) > (-30),(-30) > (-30),0 > 0,0
> close
Save dalam file .dxf
LERENG TUNGGAL
LERENG TUNGGAL DENGAN AIRTANAH
Mengatur material yang diinginkan

pilih properti > Define materals


INPUT DATA PROPERTIES
pilih properties > Define materals > Isikan Data Properties >
ok
INPUT DATA PROPERTIES
pilih statistics > Materials > Add
Add
Pilih material yang akan dianalisis > next
Pilih variabel yang akan di statistikkan > next
Pilih distribusi statistik yang akan digunakan > finish
Isikan hasil matlab > ok
Pilih Surfaces > Auto Grid > ok
ANALISIS
• Lakukan analisis pada lereng dengan cara klik Analysis >
Compute > lakukan penyimpanan file > lalu program akan
melakukan komputasi secara otomatis
• Untuk melihat hasilnya klik Analysis > Interpret > maka
akan muncul angka keamanan masing -masing metode
yang telah dipilih di awal.
TERIMAKASIH