Anda di halaman 1dari 3

SOAL DAN JAWABAN BAB 15

PEMERIKSAAN ASET TAKBERWUJUD (INTANGIBLE ASSETS)

1. Aset takberwujud adalah aset tidak lancar yang takberwujud dan nilainya tidak
tergantung pada hak-hak yang dinikmati pemiliknya.
Jawab : SALAH
Berdasarkan penjelasan pada halaman 2, aset takberwujud adalah aset nonmoneter
yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik.

2. Ciri khas aset takberwujud yang paling utama adalah tingkat kepastian mengenai nilai
dan manfaatnya di kemudian hari.
Jawab : BENAR
Berdasarkan penjelasan pada halaman 2 bahwa aset takberwujud diakui jika
kemungkinan perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomi masa depan dari aset
tersebut dan biaya perolehan atau nilai aset tersebut dapat diukur dengan andal.

3. Sifat aset takberwujud adalah :


 Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun
 Tidak mempunyai bentuk
 Diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang jumlahnya relatif
tidak material.
Jawab :
 Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun (BENAR)
 Tidak mempunyai bentuk (BENAR)
 Diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang jumlahnya relatif
tidak material (SALAH)
Berdasarkan penjelasan pada halaman 5 mengenai sifat aset tak berwujud, yaitu :
 Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun;
 Tidak mempunyai bentuk, sehingga tidak bisa dipegang atau diraba atau dilihat;
 Diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang jumlahnya relatif
tidak material.
4. Goodwill, hak paten, hak cipta, frachise, leasehold adalah beberapa contoh dari aset
takberwujud.
Jawab : BENAR
Berdasarkan penjelasan pada halaman 5 bahwa contoh-contoh dari aset takberwujud
yaitu goodwill, hak paten, dan hak cipta. Leasehold (hak sewa) juga termasuk dalam
aset takberwujud, yaitu hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu yang
biasanya menggunakan kurun waktu tertentu dan disahkan oleh notaris.

5. Aset takberwujud tak mungkin menghasilkan pendapatan.


Jawab : SALAH
Berdasarkan penjelasan pada halaman 5 bahwa salah satu tujuan pemeriksaan aset
takberwujud adalah untuk memeriksa apakah hasil/pendapatan yang diperoleh dari
aset tak berwujud sudah dicatat dan diterima oleh perusahaan, artinya aset tak
berwujud dapat menghasilkan pendapatan.

6. Aset takberwujud harus diamortisasi, tetapi tidak boleh dihapuskan.


Jawab : SALAH
Berdasarkan penjelasan pada halaman 6 bahwa amortisasi dimulai ketika aset siap
digunakan dan dihentikan ketika aset dihentikan-pengakuannya, artinya aset
takberwujud boleh dihapus.

7. Auditor tidak perlu mengevaluasi internal control atas aset takberwujud.


Jawab : SALAH
Berdasarkan penjelasan pada halaman 10 bahwa salah satu prosedur audit atas aset
takberwujud adalah pelajari dan evaluasi internal control atas aset takberwujud.

8. Beberapa ciri internal control yang baik atas aset takberwujud adalah :
Adanya sistem otorisasi dalam penambahan dan penghapusan aset tak berwujud.
Adanya internal auditor yang memeriksa kelengkapan bukti pendukung dari
perolehan dan penambahan aset takberwujud serta otorisasinya.
Jawab :
Adanya sistem otorisasi dalam penambahan dan penghapusan aset tak berwujud.
(BENAR)
Adanya internal auditor yang memeriksa kelengkapan bukti pendukung dari
perolehan dan penambahan aset takberwujud serta otorisasinya. (BENAR)
Berdasarkan penjelasan pada halaman 6 ciri-ciri internal control yang baik atas aset
takberwujud adalah seperti pernyataan di atas.

9. Aset takberwujud bisa diamortisasi dengan menggunakan metode straight line atau
double declining balance.
Jawab : SALAH
Berdasarkan penjelasan pada halaman 7 bahwa metode amortisasi mencakup metode
garis lurus, metode saldo menurun dan metode unit produksi, sehingga metode double
declining balance atau saldo menurun ganda bukan merupakan metode amortisasi aset
takberwujud.

10. Menurut SAK ETAP, aset takberwujud yang diperoleh secara satuan harus dicatat
sebesar harga perolehan pada tanggal perolehannya.
Jawab : BENAR
Berdasarkan penjelasan pada halaman 4, bahwa aset takberwujud pada awalnya harus
diakui sebesar biaya perolehan.