Anda di halaman 1dari 25

SOAL LATIHAN BAB 1

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


Akuntan Publik (auditor) bertanggung jawab atas opini Salah (hal. 4)
1. yang diberikannya dan atas laporan keuangan yang
tercantum dalam audit report.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan Salah (hal. 4)
yang lengkap terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan
2.
laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
catatan atas laporan keuangan.
Independent auditing dilakukan untuk memeriksa Benar (hal 4)
kebenaran dari laporan keuangan klien beserta catatan
3.
pembukuan dan dokumen-dokumen perusahaan yang
diaudit.
Pemeriksaan akuntan harus dilakukan berdasarkan Benar (hal 4)
4. Standar Profesional Akuntan Publik dan sesuai dengan
standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK.
Auditing mempunyai sifat analitis, sedangkan Accounting Benar (hal 9)
5.
mempunyai sifat konstruktif.
Audit proposal yang sudah disetujui klien, merupakan Salah (hal. 11)
6. dasar bagi auditor untuk melakukan pemeriksaan dan
disebut Management Letter.
Tanggal surat pernyataan langganan (client
representation letter) harus sama dengan tanggal Benar (hal 11)
7.
selesainya pemeriksaan lapangan dan tanggal audit
report.
General Audit atau Special Audit dilakukan untuk Benar (hal 12)
8.
mengetahui kewajaran laporan keuangan yang diperiksa.
9. Management Audit adalah pemeriksaan terhadap Salah (hal. 14)
manajemen suatu perusahaan.
Ada 4 tahapan dalam suatu management audit: Benar (hal 14)
10. preliminary survey, review and testing of management
control system, detailed examination, report development.
Seorang auditor lebih mengetahui segala-galanya Salah (hal. 10)
11. mengenai sistem akuntansi klien daripada klien itu
sendiri.
Management audit hanya bisa dilakukan oleh kantor Salah (hal. 15)
12.
Akuntan Publik dan Management Consultan.
Laporan internal auditor berisi temuan pemeriksaan Benar (hal 16)
(audit findings) mengenai penyimpangan dan kecurangan
13.
yang ditemukan, kelemahan pengendalian intern, beserta
saran-saran perbaikannya.
Dalam audit arround the computer, auditor hanya Salah (hal. 16)
memeriksa input dan output dari EDP system, serta
14.
melakukan tes terhadap proses dalam EDP system
tersebut.
Internal Control dalam EDP system terdiri atas general Benar (hal 16)
15.
control dan application control.
Penggunaan password dalam EDP system merupakan Benar (hal 16)
16.
salah satu contoh dari general control.
Dalam peer review, sebuah Kantor Akuntan Publik Salah (hal. 18)
memeriksa laporan keuangan kantor Akuntan Publik
17.
lainnya untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran
laporan keuangan tersebut.
Beberapa unsur dari pengendalian mutu: independensi, Salah (hal. 45)
18.
konsultasi, supervisi, materiality.
Jika akuntan publik memeriksa suatu perusahaan di mana Benar (hal 5)
19. istrinya adalah anggota dewan komisaris maka akuntan
publik tidak independen.
Lulusan fakultas ekonomi perguruan tinggi swasta yang Salah (hal. 17)
sudah berpengalaman 10 tahun di kantor akuntan publik,
20.
dapat saja membuka kantor akuntan publik sendiri dan
menandatangani audit report.

SOAL LATIHAN BAB 2

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No. Keterangan Benar atau Salah


Standar Auditing sama dengan prosedur auditing, karena Salah (hal 56)
mencakup mutu profesional auditor independen dan
1.
pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan audit dan
penyusunan laporan auditor.
Standar auditing berkenaan dengan kriteria atau ukuran Benar (hal 56)
mutu pelaksanaan serta dikaitkan dengan tujuan yang
2.
hendak dicapai dengan menggunakan prosedur yang
bersangkutan.
Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Salah (hal 57)
IAPI terdiri atas sepuluh standar yang dapat
3. dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar, yaitu: Standar
umum (3 standar), Standar Pekerjaan Lapangan (4 standar)
dan Standar Pelaporan (3 standar).
Standar umum yang ketiga mengatakan bahwa: “Dalam Salah (hal 57)
semua hal yang berhubungan dengan penugasan,
4.
independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh
auditor”.
Standar Pekerjaan lapangan kedua mengatakan: Benar (hal 57)
“pemahaman yang memadai ats pengendalian intern harus
5.
diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat,
saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan”.
6. Standar pelaporan yang pertama mengatakan: “Laporan Benar (hal 57)
audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah
disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia.
Materialitas dan resiko audit melandasi penerapan semua Benar (hal 57)
7. standar auditing, terutama standar pekerjaan lapangan dan
standar pelaporan.
Standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Benar (hal 58)
Indonesia berkaitan dengan pelaksanaan penugasan audit
8. secara individual; standar pengendalian mutu berkaitan
dengan pelaksanaan praktik audit kantor akuntan publik
secara keseluruhan.
Standar umum bersifat pribadi dan berkaitan dengan Benar (hal 58)
persyaratan auditor dan mutu pekerjaannya, dan berbeda
9.
dengan standar yang berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan lapangan auditor.
Standar pekerjaan lapangan berkaitan dengan pelaksanaan Benar (hal 63)
pemeriksaan akuntan di lapangan, mulai dari perencanaan
audit dan supervisi, pemahaman dan evaluasi pengendalian
10.
intern, pengumpulan bukti-bukti audit melalui compliance
test, substansive test, analytical review sampai selesainya
audit field work.
Asersi (assertions) adalah pernyataan manajemen yang Benar (hal 64)
11. terkandung di dalam komponen laporan keuangan.
Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit.
Asersi tentang hak dan kewajiban yang berhubungan Benar (hal 65)
12. dengan apakah aset merupakan hak perusahaan dan utang
merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu.
Dalam memperoleh bukti audit yang mendukung asersi Benar (hal 65)
13. dalam laporan keuangan, auditor independen merumuskan
tujuan audit spesifik ditinjau dari sudut asersi tersebut.
Standar pelaporan yang terdiri atas tiga standar merupakan Salah (hal 65)
14. pedoman bagi auditor independen dalam menyusun laporan
auditnya.
Tujuan standar konsistensi adalah untuk memberikan Benar (hal 66)
jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan di
15. antara dua periode dipengaruhi secara material oleh
perubahan standar akuntansi, auditor akan mengungkapkan
perubahan tersebut dalam laporannya.
Seorang akuntan dikaitkan dengan laporan keuangan jika ia Salah (hal 68)
16. mencantumkan namanya dalam suatu laporan, dokumen,
atau komunikasi tertulis yang berisi laporan tersebut.
Akuntan yang pemakaian gelarnya dilindungi oleh Salah (hal 17)
Undang-undang No. 34/1964 adalah profesi yang berdiri
di atas landasan kepercayaan masyarakat. Dengan
17.
demikian, dalam melaksanakan tugasnya akuntan harus
mengutamakan kepentingan masyarakat, pemerintah, dan
dunia usaha.
Dalam usaha memperoleh penugasan, akuntan publik boleh Salah (hal 74)
saja memberikan imbalan (misalanya komisi 10%) kepada
18.
pihak-pihak yang secara langsung dan tidak langsung turut
menentukan penugasan tersebut.
Seorang akuntan publik memasang iklan disebuah surat Benar (hal 74)
19. kabar yang isinya:
o Pemberitahuan pindah alamat, telp, faks dan telex.
o Mencantumkan jasa-jasa yang diberikan kantornya.
o Memberitahukan bahwa kantornya sudah berpraktik
selama 30 tahun dan merupakan salah satu kantor
akuntan publik terbaik di Indonesia. Hal tersebut
melanggar kode etik Akuntan Indonesia.
20. Seorang partner kantor akuntan ABC pindah kerja ke Benar (hal 69)
Kantor Akuntan XYZ dengan membawa serta lima orang
audit supervisor dan sepuluh orang audit senior. Surat
permohonan pengunduran diri kepada pimpinan kantor
akuntan ABC diajukan sebulan sebelum tanggal
pengunduran diri.
Hal tersebut tidak melanggar kode etik Akuntan Indonesia,
karena sudah sesuai dengan peraturan tenaga kerja di
Indonesia.

SOAL LATIHAN BAB 3

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No. Keterangan Benar atau Salah


Profesi Akuntan Publik di Indonesia dan di Luar Negeri Benar (hal 84)
1.
menghadapi resiko tuntutan hukum yang sangat tinggi.
Bapepam mengeluarkan Sarbanes Oxley Act untuk Salah (hal 84)
2.
mencegah terulangnya kasus Enron dan Kimia Farma.
Tuntutan hukum bisa terjadi karena business failure, audit Benar (hal 84)
3.
failure dan audit risk.
4. Business failure terjadi karena perusahaan bangkrut. Salah (hal 84)
Audit failure terjadi karena akuntan publik tidak Salah (hal 84)
5.
independen.
Jenis pelanggaran oleh KAP dapat dibedakan menjadi: Benar (hal 85)
6. ordinares negligence, gross negligende, constructive fraud
dan fraud.
Gross negligence adalah kesalahan ringan karena auditor Salah (hal 85)
7.
menerapkan due professional care.
Di Indonesia tunutan hukum hanya bisa berasal dari Salah (hal 85)
8.
pengguna laporan keuangan.
PPAJP-Kementrian Keuangan bisa mencabut izin prktik Salah (hal 85)
9.
akuntan publik.
Beberapa hal yang dilakukan Akuntan Publik untuk
menghindari tuntutan hukum antara lain:
a. Jangan sembarang menerima klien, pilih klien yang Benar (hal 85)
memiliki integritas.
10.
b. Pilih audit staf yang qualified dan memiliki Benar (hal 85)
integritas.
c. Patuhi standar auditing dan kode etik akuntan Benar (hal 85)
publik.

SOAL LATIHAN BAB 4

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


Pada akhir pemeriksaan, dalam suatu general audit, KAP Benar (hal 108)
akan memberikan suatu laporan akuntan yang terdiri atas:
a. Lembaran opini, yang menyatakan tanggung jawab
1.
akuntan publik.
b. Laporan keuangan yang merupakan tanggung
jawab manajemen.
Tanggal laporan akuntan harus sama dengan tanggal Benar (hal 108)
selesainya pekerjaan lapangan dan tangggal surat
2. pernyataan langganan, karena menunjukkan sampai tnggal
berapa akuntan bertanggung jawab untuk menjelaskan hal-
hal penting yang terjadi.
Dalam hal tertentu, bisa saja laporan akuntan mempunyai Benar (hal 108)
dua tanggal (disebut dual dating), yang pertama tanggal
3.
selesainya pemeriksaan lapangan, yang kedua tanggal
terjadinya peristiwa penting, misalnya kebakaran.
Menurut NPA ada lima jenis pendapat akuntan, sedangkan Salah (hal 109)
4.
SPAP (PSA 29) ada empat jenis pendapat akuntan.
5. Pendapat wajar tanpa pengecualian diberikan jika auditor Benar (hal 116)
telah mengumpulkan bahan-bahan pembuktian yang cukup
serta tidak menemukan adanya kesalahan material atau
penyimpangan dari SAK/ETAP/IFRS.
Dalam pelaksanaan audit, auditor tidak diperbolehkan klien Benar (hal 116)
untuk mengirim konfirmasi kepada 5 pelanggan yang saldo
piutangnya material. Namun dari pemeriksaan subsequent
collection ternyata kelima pelanggan tersebut sudah
6.
melunasi piutang tersebut di periode sesudah tanggal
laporan posisi keuangan (neraca). Dalam hal ini auditor
harus memberikan qualified opinion karena adanya
pembatasan ruang lingkup pemeriksaan.
Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa Salah (hal 116)
penjelasan yang ditambahkan dalam laporan audit yang
7. baku, merupakan jenis unqualified opinion, dan diberikan
jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor
menambahkan paragraf penjelasan dalam laporan audit.
Keadaan tersebut di No. 7 meliputi, antara lain: Salah (hal 116)
o Laporan keuangan dipengaruhi oleh ketidakpastian
peristiwa masa yang akan datang, yang hasilnya
belum dapat diperkirakan pada tanggal laporan
8.
audit.
o Diantara dua periode akuntansi terdapat suatu
perubahan material dalam penggunaan standar
akuntansi atau dalam metode penerapannya.
Pendapat wajar dengan pengecualian dinyatakan bilamana Salah (hal 116)
auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan
9. berisi penyimpangan dari SAK/ETAP/IFRS, yang
dampaknya tidak material, dan ia berkesimpulan untuk
tidak menyatakan pendapat tidak wajar.
10. Suatu pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan Benar (hal 145)
keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan
dan hasil usaha perusahaan sesuai dengan
SAK/ETAP/IFRS.
Apabila auditor menyatakan pendapat tidak wajar, ia tidak Benar (hal 145)
11. perlu menjelaskan dalam paragraf terpisah, semua alasan
yang mendukung pendapat tidak wajar.
Pernyataan tidak memberikan pendapat cocok diberikan Benar (hal 116)
jika auditor, karena adanya pembatasan terhadap lingkup
12. auditnya, tidak dapat melaksanakan audit yang cukup
untuk memungkinkannya memberikan pendapat atas
laporan keuangan.
Jika auditor yakin, berdasarkan auditnya, terhadap Salah (hal 116)
13. penyimpangan material dari SAK/ETAP/IFRS, ia dapat
memberikan disclaimer opinion.
Untuk menandatangani laporan audit, bisa saja auditor Salah (hal 111)
14.
menggunakan stempel tanda tangan.
Walaupun laporan keuangan yang di audit adalah tanggung Benar (hal 112)
jawab manajemen, namun dalam audit report, yang terdiri
15.
atas pendapat akuntan dan laporan keuangan, semuanya
harus diketik didalam kop surat kantor akuntan publik.

SOAL LATIHAN BAB 5

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


Pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yan Salah (hal 162)
ditetapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai
1.
bahwa tujuan satuan usaha yang spesifik kan dapat
tercapai.

2. Pengendalian intern satuan usaha terdiri atas empat unsur Salah (hal 162)
berikut ini:
a. Lingkungan pengendalian
b. Sistem akuntansi
c. Prosedur pengendalian
d. Sistem otoritas.
Lingkungan pengendalian mencerminkan keseluruhan Benar (hal 163)
sikap, kesadaran dan tindakan dari dewan komisaris,

3. manajemen, pemilik dan pihak lain mengenai pentingnya


pengendalian dan tekananya pada satuan usaha yang
bersangkutan.
Dalam sistem akuntansi yang baik terdapat pengendalian Benar (hal 162)

4. intern yang baik. Dengan demikian sistem akuntansi lebih


luas dan mencakup pengendalian intern.
Beberapa prosedur berikut ini merupakan contoh dari Benar (hal 165)
prosedur pengendalian yang baik:
 Otoritas yang semestinya atas transaksi dan
kegiatan
5.
 Pengamana yang cukup atas akses dan penggunaan
aset perusahaan dan catatan, misalnya penetapan
fasilitas yang dilindungi dan otoritas untuk akses ke
program dan arsip data komputer.
Penerapan unsur-unsur pengendalian intern berlaku sama, Benar (hal 162)
6.
baik untuk perusahaan besar maupun perusahaan kecil.
Jika auditor menyimpulkan,setelah mengevaluasi Benar (hal 164)
pengendalian intern klien, bahwa pengendalian intern
7.
berjalan efektif, maka lingkup pemeriksaan pada waktu
melakukan substantive test bisa dipersempit.
Jika kesimpulan sementara dan evaluasi pengendalian Benar (hal 164)

8. intern klien menyatakan bahwa pengendalian intern


perusahaan lemah, auditor tidak perlu melakukan
compliance test tetapi boleh langsung melakukan
substantive test yang diperluas.
Walaupun pengendalian intern suatu satuan usaha kuat, Salah (hal 164)

9. namun kemungkinan terjadinya kesalahan, ketidakakuratan


ataupun kecurangan dalam perusahaan tetap sangat besar.
Baik buruknya pengendalian intern akan memberikan Benar (hal 165)
10.
pengaruh yang besar terhadap tinggi rendahnya audit fee.
Ada tiga cara yang bisa digunakan akuntan publik untuk Benar (hal 165)
memahami dan mengevaluasi pengendalian intern:

11.  Internal control questionnaires


 Flow chart
 Narrative
Untuk menghemat waktu pemeriksaan, auditor dapat Salah (hal 166)
menyerahkan satu set internal control questionnaires
12.
(ICQ) kepada klien dan meminta mereka untuk mengisi
ICQ tersebut.
Dalam melakukan compliance test, beberapa hal yang
harus diperiksa akuntan publik adalah:
 Kelengkapan dokumen pendukung Benar (181)
Benar (181)
 Keabsahan otorisasi

13.  Kebenaran perhitungan matematis Benar (181)


 Kebenaran pendebitan dan pengkreditan di
Benar (181)
perkiraan yang tepat
 Kebenaran posting ke buku besar dan sub buku
Benar (181)
besar.
Dalam melakukan compliance test, ada dua siklus yang Benar (165 dan
166)
harus diperiksa:
14.
 Siklus penjualan, piutang dan penerimaan kas/bank
 Siklus pembelian, utang dan pengeluaran kas/bank.
Salah (164)
15. Adanya internal control yang sangat baik, biasanya tidak
dapat menemukan kecurangan-kecurangan yang dilakukan
oleh pegawai secara individu, tetapi akan segera
menemukan kecurangan yang dilakukan dengan kerja sama
beberapa pegawai (collusion).

SOAL LATIHAN BAB 6

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Sebagian besar pekerjaan akuntan publik dalam rangka Salah (179)
memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri atas
usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit
yang sifatnya sama dengan bukti hukum (legal evidence).
2. Standar pekerjaan lapangan keempat berbunyi: Salah (57)
“bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui
inspeksi, pengamatan dan konfirmasi sebagai dasar yang
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan yang diaudit”.
3. Untuk membuktikan efektif tidaknya pengendalian intern Salah (179)
di suatu perusahaan, akuntan publik harus melakukan
substantive test.
4. Untuk membuktikn kewajaran saldo-saldo perkiraan Salah (179)
laporan posisi keuangan (neraca) dan laba rugi, akuntan
publik harus melakukan compliance test dan analytical
review.
5. Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri atas Benar (179)
data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia
bagi auditor.
6. Bukti audit penguat meliputi segala dokumen seperti Salah (179)
check, faktur, surat kontrak, notulen rapat, konfirmasi,
pernyataan tertulis dari pihak yang mengetahui dan
rekonsiliasi bank.
7. Untuk dapat dikatakan kompeten, bukti audit harus sah, Salah (179)
relavan dan material.
8. Bukti intern, yang diperoleh dari dalam perusahaan itu Salah (179)
sendiri, dianggap lebih kuat, dalam arti dapat lebih
diandalkan/dipercaya keabsahannya daripada bukti yang
diperoleh dari pihak di luar perusahaan.
9. Dalam melakukan compliance test, jika auditor Salah (181)
menemukan penyimpangan dalam pemprosesan dan
pencatatan transaksi, jika jumlah rupiahnya tidak material,
auditor tidak perlu memperhitungkan pengaruh dari
penyimpangan tersebut terhadap efektivitas pengendalian
intern.
10. Compliance test bisa dilakukan pada waktu interim audit Benar (182)
dan dilanjutkn setelah perusahaan melakukan penutupan
buku pada akhir tahun.
11. Beberapa prosedur pemeriksaan yang biasa dilakukan Benar (182)
dalam substantive test antara lain:
 Inventarisasi tetap
 Kas opname
 Pemeriksaan rekonsiliasi bank.
12. Jika pada waktu melakukan substantive test, auditor Salah (182)
menemukan kesalahan yang tidak material, maka auditor
harus mengusulkan audit adjustment. Jika klien menolak
untuk membukukan adjustment tersebut, auditor tidak
boleh memberikan unqualified opinion.
13. Dalam melaksanakan pemeriksaannya, auditor harus Salah (182)
memeriksa seluruh transaksi dan bukti-bukti yang terdapat
di perusahaan.
14. Sampling audit adalah penerapan prosedur audit terhadap Salah (183)
unsur-unsur suatu saldo perkiraan atau kelompok transaksi
yang kurang dari seratus persen dengan tujuan untuk
menilai beberapa karakteristik saldo perkiraan atau
kelompok transaksi tersebut.
15. Beberapa cara pemilihan sampling (statistical sampling) Benar (184)
yang sering digunakan adalah: random/judgement
sampling, block sampling, dan statistical sampling.

SOAL LATIHAN BAB 7

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Audit Working Papers terutama berguna untuk membantu Benar (191)
akuntan publik membuktikan apakah ia telah memenuhi
auditng standars dalam melaksanakan pekerjaannya dan
memberikan dukungan yang penting atas opini yang
diberikannya.
2. Walaupun kebanyakan dari kertas kerja pemeriksaan Salah (194)
(KKP) dibuat oleh akuntan publik, pada akhirnya KKP
tersebut harus diserahkan pada klien karena KKP tersebut
bukanlah milik akuntan publik.
3. Kertas Kerja Pemeriksaan adalah semua berkas-berkas Salah (190)
yang dikumpulkan oleh auditor dalam menjalankan audit,
yang berasal dari pihak klien dan dari pihak ketiga (bank,
pelanggan dan lain-lain).
4. Berkas yang berasal dari klien misalnya: Salah (190)
Neraca saldo, rekonsiliasi bank, WBS, WPL, top schedule,
dan supporting schedule.
5. Berkas yang berasal dari pihak ketiga, misalnya: Salah (190)
Jawaban konfirmasi bank dan rekonsiliasi bank.
6. Kertas kerja pemeriksaan mempunyai beberapa tujuan Benar (191)
antara lain:
o Mendukung opini auditor mengenai kewajaran
laporan keuangan.
o Sebagai bukti bahwa auditor telah melaksanakan
pemeriksaan sesuai dengan SPAP.
o Sebagai referensi dalam hal ada pertanyaan dari
pihak pajak, pihak bank maupun calon investor.
7. Kertas kerja pemeriksaan biasanya dikelompokkan dalam: Salah (192)
a. Current file
b. Permanent file
c. Miscellaneous file
8. Permanent file berisi kertas kerja yang mempunyai Salah (192)
kegunaan untuk tahun berjalan, misalnya:
o Neraca saldo
o Rincian piutang
o Rincian biaya
o Akta pendirian
o Notulen rapat.
9. Permanent file berisi kertas kerja yang mempuntai Salah ( )
kegunaan untuk beberapa tahun, misalnya:
o Accounting manual
o Kontrak sewa gedung
o Top schedule aset tetap
10. Miscellaneous file berisi suat menyurat dengan klien, Salah (192)
faksinile, enganggament letter, dan lain-lain.
11. Kertas kerja pemeriksaan harus rapi dan bersi, sehingga Benar (193)
jika terlihat kotor atau banyak coretan, harus ditulis
kembali.
12. Supaya kertas kerja terlihat baik dan tebal, auditor harus Salah (193)
sebanyak mungkin memfotokopi dokumen klien, seperti
buku besar, kartu piutang dan bukti-bukti pendukung.
13. Kertas kerja pemeriksaan harus disimpan oleh auditor Salah (192)
minimal selama sepuluh tahun.
14. Jika dalam ketas kerja pemeriksaan sudah digunakan audit Salah (193)
tickmark, maka auditor tidak perlu lagi menjelaskan dalam
KKP prosedur audit yang telah dijalankannya.
15. Di semua top schedule dan supporting schedule harus Benar (195)
dicantumkan index working paper.

SOAL LATIHAN BAB 8

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Standar Pekerjaan Lapangan kedua berbunyi sebagai Salah (57)
berikut:
“pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika
digunakan asisten harus di supervisi dengan semestinya”.
2. Auditor sebagai penanggung jawab akhir tas audit, tidak Salah (204)
dapat mendelegasikan sebagin fungsi perencanaan dan
supervisi auditnya.
3. Perencanaan audit meliputi pengembangaan strategi Benar (204)
menyeluruh dari pelaksanaan dan lingkup audit yang
diharapkan.
4. Dalam perencanaan audit, auditor tidak perlu Salah (204)
mempertimbangkan masalah yang berkaitan dengan
industri dimana satuan usaha tersbut beroperasi
didalamnya.
5. Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam Benar (205)
perencanaan dan supervisi biasanya mencakup review
terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan satuan
usaha dan diskusi dengan staf lain dalam kantor akuntan
dan pegawai satuan usaha tersebut.
6. Agar dapat merencanakan audit dengan sebaik-baiknya, Benar (205)
auditor harus memahami bisnis klien dengan sebaik-
baiknya, termasuk sifat dan jenis usaha klien, struktur
organisisasinya, struktur permodalan, metode produksi,
pemasaran, distribusi dan lain-lain.
7. Pengetahuan tentang bisnis klien, membantu auditor antara
lain dalam:
 Mengidentifikasikan bidang yang Benar (205 & 206)
memerlukan pertimbangan khusus.
 Menilai kewajaran representasi manajemen Benar (205 & 206)
 Menentukan apakah ada transaksi penting Salah (205 & 206)
yang tidak dicatat oleh perusahaan.

8. Pekerjaan asisten yang masih baru harus di-review oleh Salah (206)
atasannya untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut
telah dilaksanakan secara memadai. Namun pekerjaan
seseorang audit supervisior yang sudah berpengalaman
belasan tahun tidak perlu lagi di-review oleh atasannya
9. Walaupun para asisten sudah dibekali dengan audit Benar ( )
program, mereka harus diberitahu tentang tanggung jawab
merek dan tujuan prosedur audit yang mereka laksanakan
10. Auditor harus menyusun audit plan,segera setelah Salah (207)
pemeriksaan lapangan dimulai.
11. Dalam audit plan, auditor tidk perlu mencantumkan jeni
jasa yang diberikan,budget, baik dalam jumlah jam kerja
maupun biaya pemeriksaan
12. Audit fee bisa ditentukan berdasarkan persentase tertentu
dari penjualan atau laba perusahaan.
13. Audit programsama saja dengan audit prosedur dan harus
disusun sebelum pemeriksaan dimulai.
14. Audit program yang baik harus mencantumkan tujuan Benar (210)
pemeriksaan, audit prosedur yang akan dijalankan dan
kesimpulan pemeriksaan
15. Kesimpulan pemeriksaan harus dicantumkan baik di Salah (210)
working balance sheet maupun di working profit and loss
16. Audit prosedur atau audit teknik adalah langkah-langkah Benar (211)
yang harus dijalankan auditor dalam melaksanakan
pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar
tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekerja secara
efesien dan efektif.
17. Risiko audit materialitas mempengaruhi penerapan standar
auditing, khususnya standar pekerjaan lapangan dan
standar pelaporan, serta tercermin dalam laporan audit
bentuk baku.
18. Frasa “menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku
umum”, menunjukan keyakinan auditor bahwa laporan
keuangan secara keseluruhan tidak mengandung salah saji
material.
19. Risiko bawaan adalah kerentanan suatu saldo perkiraan Benar (214)
atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material,
dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan
prosedur pengendalian intern yang terkait
20. Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji Benar (214)
material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat
dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh
pengendalian intern suatu satuan usaha
SOAL LATIHAN BAB 9

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Menurut Standar Akuntansi Keuangan: Salah (230)
Yang dimaksud secara bank adalah sisa rekening giro
perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk
membiayai kegiatan umum perusahaan, dan deposito
berjangka yang dimiliki perushaan
2. Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund), Benar (230)
check mundur dan chek kosong, tidak dapat digolongkan
sebagai bagian dari kas dan bank di laporan posisi
keuangan (neraca).
3. Salah satu tujuan pemeriksaan kas dan bank adalah untuk Benar (231)
memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan
saldo kas dan bank
4. Seandainya per tanggal neraca terdapat saldo kas dan bank Benar (231)
dalam valuta asing, maka saldo tersebut harus
dikonversikan kedalam rupiah dengan menggunakan kurs
tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca dan selisih kurs
yang terjadi dibebankan ke laba rugi tahun berjalan
5. Salah satu ciri internal control yang baik atas kas dan bank Benar (232)
adalah:
Pegawai yang membuat rekonsialisasi bank harus lain dari
pegawai yang mengerjakan buku bank, dan rekonsiliasi
bank tersebut harus dibuat setiap bulan dan di-review oleh
kepala bagian akuntansi
6. Kas kecil (petty cash) yang dikelola dengan imprest fund Benar (232)
sytem, lebuh baik dari segi internal control, dibandingkan
dengan menggunakan fluctuanting fund sytem
7. Salah satu cara untuk menghindari kemungkinan terjadinya Benar (232)
“double payment”adalah dengan membubuhi stempel
“LUNAS’ setiap bukti pendukung dari bukti pengeluaran
kas yang sudah dibayar
8. Untuk mengetahui apakah saldo kas dan bank yang Benar (233)
tercantum di laporan posisi keuangan (neraca) pertanggal
neraca batul-betul ada dan dimiliki perusahaan, auditor
harus mengirim konfirmasi bank
9. Pada waktu memeriksa kas dan bank di PT ABC,auditor Benar (233)
melihat di laporan posisi keuangan (neraca) bahwa di
cabang Irian Jaya terdapat petty cash dengan saldo
Rp.1.500.000. Dalam hal ini auditor tetap harus melakukan
kas opname di cabang tersebut
10. Kas opname harus dilakukan tepat pada tanggal neraca Salah (234)
11. Jika dalam melakukan cash count pada suatu bank ternyata Benar (235)
terdapat sepuluh kasir,si auditor harus membawa sepuluh
asisten, supaya tidak terjadi pemindahan uang kas antara
kasir-kasir tersebut selama pelaksanaan cash count untuk
menutupi kekurangan kas disalah satu kasir.
12. Salah satu prosedur yang harus dilakukan auditor dalam Benar (239)
memeriksa rekonsiliasi bank adalah mentrasir outstanding
check ke rekening Koran bank bulan berikutnya
13. Check kitting hanya bisa dilakukan kalau suatu perusahaan Benar (239)
memiliki dua atau lebih rekening bank di bank yang
berbeda
14. Ada dua jenis konfirmasi bank, yaitu konfirmasi positif dan Benar (240)
konfirmasi negatif.
15. Salah satu tujuan dari pemeriksaan transaksi kas sesudah Benar (240)
tanggal neraca adalah untuk mengetahui apakah ada
unrecorded liabilities per tanggal neraca.

SOAL LATIHAN BAB 10

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Standar akuntansi keuangan menggolongkan piutang, Benar (258)
menuntut sumber terjadinya, dalam dua kategori, yaitu
piutang usaha dan piutang lain-lain
2. Piutang usaha adalah piutang yangberasal dari penjualan Benar (258)
barang dagangan secara kredit
3. Di laporan posisi keuangan (neraca), perkiraan piutang Salah (258)
pemegang saham dan piutang perusahaan afiliasi
dilaporkan sebagai piutang lain-lain
4. Salah satu tujuan pemeriksaan piutang adalah untuk Salah (258)
memeriksa validity (kemungkinan tertagihnya piutang) dan
authenticity dari pada piutang
5. Salah satu ciri dari adanya internal control yang baik atas Benar (259)
piutang dan penerimaan kas/bank adalah: uang kas, check
atau giro yang diterima dari pelangan harus distor dalam
jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya
6. Jika allowance for bad debt yang dibuat perusahaan terlalu Salah (260)
besar, maka akibatnya laba menjadi terlalu besar
(overstated)
7. Ada dua jenis komfirmasi piutang, yaitu komfirmasi positif Benar (267)
dan konfirmasi negatif
8. Konfirmasi piutang positif biasanya digunakan untuk klien Salah (267)
yang jumlah saldo piutangnya relatif kecil, tetapi jumlah
pelanggannya (debiturnya) banyak dan internal control-
nya lemah
9. Saldo piutang dari pelanggan yang menunjukan “zero
balance” atau yang sudah dihapuskan, tidak perlu lagi
dikirimkan konfirmasi piutang
10. Validity, authenticity, dan collectibility dari piutang usaha
bisa diperiksa dengan mengirimkan surat konfirmasi
piutang positif
11. Pemeriksaan aging schedule dari piutang usaha dilakukan
dengan memeriksa sub buku besar piutang usaha dan
subsequent collection-nya
12. Pemeriksaan subsequent collections dilakukan dengan Salah (262 & 268)
memeriksa seluruh penerimaan kas/bank sesudah tanggal
laporan posisi keuangan (neraca) sampai dengan tanggal
slesainya pemeriksaan lapangan
13. Dalam melakukan compliance test atas penjualan yang
biasa diambil sebagai sampel adalah faktur penjualan
14. Contingent liability bisa timbul jika ada wesel tagih, yang Salah (260)
jatuh temponya sesudah tanggal laporan posisi keuangan
(neraca), didiskontokan sebelum tanggal laporan posisi
keuangan (neraca)
15. Jika ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan dari kredit
yang diperoleh perusahaan dari bank, hal tersebut
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan

SOAL LATIHAN BAB 11

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Investasi dalam surat berharga dapat merupakan aset lancar Benar (289)
(current assets) atau noncurrent assets, tergantung
maksud/tujuan dari pembelian surat berharga tersebut
2. Surat berharga yang digolongkan sebagai temporary Salah (289)
investment, biasanya di beli dengan beberapa tujuan, salah
satu tujuannya adalah untuk menguasai manajemen dari
perusahaan yang sahamnya dibeli (lebih besar atau sama
dengan 50% dari saham yang beredar.)
3. Salah satu tujuan pemeriksaan surat berharga adalah untuk Benar (292)
memeriksa apakah semua pendapatan dan penerimaan yang
berasal dari surat berharga tersebut telah dibukukan dan
uangnya diterima oleh perusahaan
4. Dalam melakukan pemeriksaan fisik atas surat berharga, Benar (292)
auditor harus mencatat nomor seri dari surat berharga,
untuk mencegah penyalahgunaan surat berharga tersebut
oleh pegawai perusahaan yang ditugaskan untuk
menyimpan surat berharga tersebut.
5. Temporary investment harus dinilai berdasarkan lower of Salah (292)
cos or market (mana yang lebih tinggi antara harga
perolehan dan harga pasar).

SOAL LATIHAN BAB 12

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Dalam suatu perusahaan industri, persediaan terdiri atas Salah (298)
barang dalam proses dan barang jadi
2. Kesalahan dalam menentukan persediaan pada akhir Salah (298)
periode akan mengakibatkan kesalahan dalam perhitungan
beban pokok penjualan dan laba perusahaan hanya untuk
periode tersebut.
3. Consignment-out merupakan bagian dari persediaan suatu Benar (298)
perusahaan, sedangkan conignment-in bukan merupakan
persediaan perusahaan
4. Salah satu tujuan pemeriksaan persediaan adalah untuk Benar (300)
memeriksa apakah persediaan yang tercantum di laporan
posisi keuangan (neraca) betul-betul ada dan dimiliki oleh
perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca)
5. Salah satu ciri dari internal control yang baik atas Benar (301)
persediaan adalah digunakannya sistem anggaran (budget)
untuk pembelian, produksi, penjualan dan penerimaan serta
pengeluaran kas
6. Barang yang harga jualnya sudah pasti (logam muia) atau Benar (301)
cepat rusak (hasil pertanian seperti sayuran dan buah-
buahan) bisa dinilai berdasarkan harga jual
7. Dalam keadaan inflasi, pengunaan FIFO akan Salah (301)
menghasilakn laba yang paling rendah dibandingkan
dengan perusahaan LIFO dan Avrage cost
8. Untuk menghindari kerepotan dalam melaksanakn stock Benar (302)
opname, perusahaan bisa saja menghitung jumlah
persediaan akhir dengan mengunakan gross pofit method,
karena metode tersebut sesuai dengan standar akuntansi
keuangan.
9. Perpetual system biasanya digunakan pada perusahaan Salah (302)
yang sejenis persediaannya banyak tetapi Nilai persediaan
perunitnya kecil
10. Jika ada persediaan yang dijadikan jaminan kredit yang Benar (302)
diperoleh perusahaan dari bank, hal tersebut harus
dijelaskan dalam catatan atas loporan keuangan
11. Untuk memeriksa kewajaran dari nilai persediaan yang Benar (301)
tercantum dilaporan posisis keuanagan (neraca), auditor
harus memeriksa kewajaran dari jumlah (quantity)
persediaan dalam unit costnya.
12. Untuk memeriksa kewajaran unit cost dari raw material, Benar (304)
work in prosess dan finisshed goods, auditor harus
melakukan tes atau suplier invoice
13. Untuk memeriksa apakah invintory dilaporan posisi Benar (301)
keuangan (neraca) berdasarkan “lower of cost or market”
auditor harus membandingkannya dengan “latest invoice
price”
14. Pencantuman nilai inventory dilaporan posisi keuangan Salah (301)
(neraca) berdasarkan “ replacefent cost” adalah sesuai
dengan standar akutansi yang berlaku umum di indonesia.
15. Untuk memeriksa kewajaran quaantity inventory, auditor Benar (308)
harus melakukan pemeriksaan secara fisik dari inventory
tersebut, sedapat mungkin 100%.
16. Dalam melakukan oberpasi atas inventory taking, auditor Salah (306)
bertidak sebagai pimpinan tim dan auditorlah yang harus
menyususn “physcal inventory instruction”.
17. Obserpasi dan inventory “taking harus dilakukan pada Salah (306)
tanggal laporan posisi keuangan (neraca) atau segera
setelah/sebelum tanggal laporan posisi keuangan (neraca).
18. Jika auditor tidak melakukan obserpasi atas inventory Salah (301)
taking, dia bisa melakukan prosedur alternatif untuk
memeriksa kewajaran kuantitas inventory, yaitu dengan
melakukan tes atas catatan akuntansi klien, misalnya: kartu
stock dan buku besar persediaan.
19. Untuk menegtahui apakah ada persediaan yang dijadiak Benar (302)
jaminan, cara satu-satunya yang dapat dilakukan auditor
adalah memeriksa notulen rapat (minutes of meetng)
direksi.
20. Dalam menghitung landed cost dari barang inpor, beberapa Salah (311)
unsurnya antara lain cif, bea masuk dan PPH 22.
21. Jika perusahaan mengunakan standard cost, seluruh Salah (311 & 312)
variance yang timbul harus dibebankan kebeban pokok
penjuaan.
22. Salah satu bentuk window dressing yang bisa dilakukan Benar (312)
perusahaan adalah mencatat sales comitmmen sebagai
penjualan, walaupun penyerahan barang baru dilakukan
diperiode berikutnya
23. Dalam menentukan jumlah persediaan per tanggal laporan Salah (313)
posisis keuangan (neraca), aditor tidak perlu
memeperhatikan apakah syarat pengiriman barang FOB
shipping poin destianation poin.
24. Jika syarat pengiriman barang adalah FOB syipping poin, Salah (314)
maka hak milik dari barang akan berpidah dari penjual
kepembeli pada saat barang tiba digudang pembeli
25. Jika perusahaan menghitung beban pokok penjualannya Benar (315)
dengan mengunakan variabel costing, hal tersebut tidak
sesuai dngan akuntansi yang berlaku umum di indonesia.

SOAL LATIHAN BAB 13

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Seluruh prepaid expenses dan prepaid taxes dilaporkan di Benar (330)
laporan posisi keuangan (neraca) sebagai aset lancar
(current asset).
2. Menurut standar akuntansi keuangan, bagian dari biaya Benar (330)
dibayar di muka yang akan memberikan manfaat untuk
beberapa periode kegiatan diklasifikasikan sebagai aset tak
lancar
3. Contoh dari pajak dibayar di muka adalah: PPh 22, PPh 23, Salah (330)
PPh 25, PPh 26, PPh 29
4. Dengan memeriksa polis asuransi bisa diketahui antara Benar ( )
lain: jenis asuransi dan masa pertanggungan, nilai
pertanggungan dan apakah ada aset perusahaan yang
dijadikan jaminan pada pihak ketiga.
5. Salah satu tujuan pemeriksaan biaya dibayar di muka Benar (331)
adalah untuk memeriksa apakah biaya dibayar di muka
yang mempunyai kegunaan untuk tahun berjalan telah
dibebankan/dicatat sebagai biaya tahun berjalan
6. Pajak dibayar di muka yang tidak didukung oleh bukti
setoran/pemungutan pajak yang sah dan lengkap, tidak bisa
diperhitungkan sebagai kredit pajak pada akhir periode
7. Insurance coverage yang terlalu besar merupakan salah
satu indikasi adanya maksud dari manajemen untuk
mendapat ganti rugi (claim) asuransi secara tidak jujur.
8. Jika dalam polis asuransi terdapat BANKER’S CLAUSE,
berarti jika terjadi claim, maka ganti rugi harus dibayarkan
kepada bank
9. Jumlah pajak pertambahan nilai yang harus disetor
perusahaan adalah selisih antara PPN keluaran dan PPN
masukan
10. PPN Masukan adalah pajak pertambahan nilai yang
dipungut penjual dari pembeli pada waktu penyerahan
barang atau jasa kena pajak
SOAL LATIHAN BAB 14

Tuliskan B jika menurut anda kalimat berikut ini Benar dan S jika Salah.

No Keterangan Benar atau Salah


1. Untuk bisa digolongkana sebagai aset tetap, suatu Benar (343)
pengeluaran harus memenuhi kriteria berikut:
 Mempunyai masa manfaat lebih dari satu
tahun
 Jumlahnya cukup material
2. Mobil yang dimiliki suatu show room, seluruhnya Benar (343)
merupakan inventory (barang dagangan)
3. Biaya penyusutan aset tetap merupakan alokasi dari biaya Benar (343)
penggunaan aset tetap selama masa manfaatnya, secara
sistematis dan teratur
4. Capital expenditureadalah suatu pengeluaran modal baik Salah (343)
jumlahnya material maupun immaterial, dan mempunyai
manfaat lebih dari satu tahun
5. Revenue expendituremerupakan pengeluaran yang Benar (343)
dilakukan perusahaan dalam rangka menghasilkan
pendapatan dan dibebankan ke dalam laba rugi pada saat
terjadinya beban tersebut.
6. Pembelian 1 set komputer seharga Rp 5.000.000, oleh Salah (343)
pertamina ataupun oleh sebuah perusahaan kecil harus
dicatat sebagai capital expenditure
7. Fixed tangible assets adalah aset tetap yang tidak Salah (344)
mempunyai wujud/bentuk,sehingga tidak bisa dilihat dan
tidak bisa diraba, misalnya: tanah, gedung
8. Natural resources (sumber alam), seperti pertambangan Benar (344)
minyak, batubara merupakan beberapa contoh dari fixed
tangible assets
9. Salah satu tujuan pemeriksaan aset tetap adalah: Benar (345)
“untuk memeriksa apakah disposal dari aset tetap sudah
dicatat dengan benar di buku perusahaan dan telah
diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang”
10. Kerugian dari trade-in atas aset tetap sejenis dicatat Benar (345)
sebagai loss on trade-in, sedangkan keuntungan dari trade-
in dicatat sebagai pengurangan dari harga perolehan aset
tetap yang baru
11. Waktu yang digunakan akuntan publik untuk memeriksa Salah (345)
aset tetap biasanya lebih banyak dibandingkan dengan
waktu yang digunakaan untuk memeriksa persediaan atau
piutang
12. Dalam memeriksa aset tetap, prosedur cut-off bukan Benar (345)
merupakan hal yang penting seperti pemeriksaan atas cut-
offtransactions dalam pemeriksaan pembelian dan
penjualan inventory
13. Jika tahun sebelumnya perusahaan sudah di audit oleh Benar (345)
kantor akuntan lain, saldo awal aset tetap bisa dicocokan
dengan laporan akuntan terdahulu dan kertas kerja
pemeriksaan akuntan tersebut
14. Bukti pemilikan aset tetap yang harus diperiksa, antara Benar (346)
lain:
 IMB, sertifikat tanah dan SIPB untuk tanah
dan gedung
 BPKB dan STNK untuk mobil dan motor
15. Salah satu prosedur pemeriksaan aset tetap adalah: Benar (346)
“Buat analisis tentang perkiraan rapair dan maintenance
sehingga kita dapat mengetahui apakah ada pengeluaran
yang seharusnya masuk dalam kelompok capil
expenditures tetapi dicatat sebagai revenue expenditure”
16. Salah satu contoh internal control yang baik atas aset tetap Benar (346)
adalah adanya kebijakan tertulis dari manajemen mengenai
capitalization dan depreciation policy
17. Dalam melalukan pemeriksaan fisik aset tetap
(inventarisasi) secara test basis, ada dua pendapat :
a) Yang dites hanya penambahan dalam tahun
berjalan yang jumlahnya besar.
b) Diutamakan penambahan yang besar serta
beberapa aset tetap yang lama
18. Salah satu audit objektif dalam pemeriksaan aset tetap
adalah untuk menentukan apakalah nilainya dicantumkan
dalam laporan posisi keuangan (neraca) berdasarkan cost
or market which ever is lower
19. Untuk memeriksa apakah property,plant,machinery and
equpment yang tercantum di laporan posisi keuangan
(neraca) betul-betul ada dan dimiliki perusahaan, auditor
harus melakukan physical check (test basis) dan memeriksa
surat-surat pemilikan dari aset tetap tersebut.
20. Waktu auditor memeriksa surat-surat pemilikan mobil
(STNK,BPKB dan lain-lain) ternyata surat-surat tersebut
bukan atas nama perusahaan yang diperiksa.Tapi ada bukti-
bukti pembayaran atas transaksi pembelian mobil tersebut
yang diotorisasi pejabat perusahaan yang berwenang.
Dalam hal ini auditor harus menganggap bahwa mobil
tersebut bukan milik perusahaan yang diperiksa.
21. Dalam melakukan physical check atas aset tetap, biasanya
auditor akan bisa menemukan seandainya ada barang-
barang yang rusak atau hilang tapi masih dicatat dalam
pembukuan
22. Kesalahan dalam bentuk tidak membukukan”disposal of
fixed assets”lebih sering terjadi dibandingkan dengan
“tidak mencatat penambahan aset tetap”
23. Dalam memeriksa depreciation dari aset tetap, auditor
harus melakukan tes atas perhitungan depreciation tersebut
dan check apakah depreciantion rate dan method yang
digunakan konsisten dengan tahun sebelumnya
24. Perusahaan-perusahaan asing yang didirikan dan beroperasi
di Indonesia akan menyusutkan nilai tanah yang tercantum
di laporan posisi keuangan (neraca) selama masa
kegunaannya,karena mereka hanya mendapatkan hak milik
dari tanah tersebut.
25. Dalam notes to financial statement harus dijelaskan antara
lain metode penyusutan,estimated useful
livesnya,cost,accunulated despreciation dan net bookvalue-
nya dan harus dijelaskan juga seandainya ada aset tetap
yang dijadikan jaminan.