Kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara

Sejarah tentang kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara bersumber dari catatan para pengelana yang telah mengunjungi wilayah nusantara berabad-abad yang lalu.

[sunting] Sumber/bukti masuknya Islam ke Nusantara
Bukti awal mengenai agama Islam berasal dari seorang pengelana Venesia bernama Marcopolo. Ketika singgah di sebelah utara pulau Sumatera, dia menemukan sebuah kota Islam bernama Perlakyang dikelilingi oleh daerah-daerah non-Islam. Hal ini diperkuat oleh catatan-catatan yang terdapat dalam buku-buku sejarah seperti Hikayat Raja-Raja Pasai dan Sejarah Melayu. Bukti kedua berasal dari Ibnu Batutah ketika mengunjungi Samudera Pasai pada tahun 1345 megatakan bahwa raja yang memerintah negara itu memakai gelar Islam yakni Malikut Thahbir bin Malik Al Saleh. Bukti ketiga berasal dari seorang pengelana Portugis bernama Tome Pires, yang mengunjungi Nusantara pada awal abad ke-16. Dalam karyanya berjudul Summa Oriental, dia menjelaskan bahwa menjelang abad ke-13 sudah ada masyarakat Muslim di Samudra Pasai, Perlak, dan Palembang. Selain itu di Pulau Jawa juga ditemukan makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 1082 M dan sejumlah makam Islam di Tralaya yang berasal dari abad ke-13. Golongan lain berpendapat bahwa Islam sebenarnya sudah masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. Pendapat ini didasarkan atas pernyataan pengelana Cina I-tsing yang berkunjung ke Kerajaan Sriwijaya pada tahun 671. Dia menyatakan bahwa pada waktu itu lalu-lintas laut antara Arab, Persia, India, dan Sriwijaya sangat ramai. Bukti kelima menurut catatan Dinasti Tang, para pedagang Ta-Shih(sebutan bagi kaum Muslim Arab dan Persia) pada abad ke-9 dan ke-10 sudah ada di Kanton dan Sumatera.

[sunting] Penyebar Islam di Nusantara
Penyebar Agama Islam menurut teori Gujarat, yaitu bahwa penyebarnya adalah Muhammad Fakir. Buktinya, teori ini mendasarkan argumentasinya pada pengamatan terhadap bentuk relief nisan Sultan Malik Al Saleh yang memiliki kesamaan dengan nisan-nisan yang terdapat di Gujarat.

Penyebar Agama Islam menurut teori Makkah, yaitu bahwa penyebarnya adalah Sjech Ismail dari Makiyah. Buktinya adalah, bahwa kelompok penduduk Nusantara pertama yang Islam menganut mazhab Syafi'i. Mazhab Syafi'i merupakan mazhab istimewa di Makiyah. Penyebar Agama Islam menurut teori Persia, yaitu bahwa penyebarnya adalah P.A. Hoessein Djajaningrat. Buktinya adalah pada adanya beberapa kesamaan budaya yang hidup dikalangan masyarakat Nusantara dengan bangsa Persia denagn memperingati Asyura, suatu peringatan bagi kaum Syi'ah. Penyebar Agama Islam menurut teori Sejarawan, yaitu penyebarnya adalah Wali Songo.

[sunting] Islamisasi di Nunsantara
Alasan yang menyebabkan penduduk nusantara banyak yang beragama Islam antara lain:
• • • • •

Pernikahan antara para pedagang dengan bangsawan. Contoh: Raja Brawijaya menikah dengan Putri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah. Pendidikan pesantren Pedagang Islam Seni dan kebudayaan. Contoh: Wayang, disebar oleh Sunan Kalijaga. Dakwah

Faktor-faktor penyebab Agama Islam dapat cepat berkembang di Nusantara antara lain:
• • • • • •

Syarat masuk agama Islam tidak berat, yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat. Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana. Islam tidak mengenal sistem kasta. Islam tidak menentang adat dan tradisi setempat. Dalam penyebarannya dilakukan dengan jalan damai. Runtuhnya kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam.

Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam
Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dll. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu di Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi.

Daftar isi

[sembunyikan]
• • • • • •

1 Kerajaan Islam di Sumatera 2 Kerajaan Islam di Jawa 3 Kerajaan Islam di Maluku 4 Kerajaan Islam di Sulawesi 5 Kerajaan Islam di Kalimantan 6 Rujukan

[sunting] Kerajaan Islam di Sumatera
Periode tahun tepatnya kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera masih simpang siur dan memerlukan rujukan lebih lanjut.
• • • • • • • •

Kesultanan Perlak (abad ke-9 - abad ke-13) Kesultanan Samudera Pasai (abad ke-13 - abad ke-16) Kesultanan Malaka (abad ke-14 - abad ke-17) Kesultanan Aceh (abad ke-16 - 1903) Kesultanan Inderapura (abad ke-16 - abad 18) Kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam (abad ke-16 - akhir abad ke-18) Kerajaan Melayu Jambi Kesultanan Johor-Riau

[sunting] Kerajaan Islam di Jawa
• • • • •

Kesultanan Demak (1500 - 1550) Kesultanan Banten (1524 - 1813) Kesultanan Pajang (1568 - 1618) Kesultanan Mataram (1586 - 1755) Kesultanan Cirebon (sekitar abad ke-16)

[sunting] Kerajaan Islam di Maluku
• • • • •

Kesultanan Ternate (1257 - ..... ) Kesultanan Tidore (1110 - 1947?) Kesultanan Jailolo Kesultanan Bacan Kerajaan Tanah Hitu (1470-1682)

[sunting] Kerajaan Islam di Sulawesi

Garis waktu sejarah Indonesia Sejarah Nusantara Prasejarah Kerajaan Hindu-Buddha Tarumanagara (358–669) Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-13) Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Sunda (669–1579) Kerajaan Medang (752–1045) Kediri (1045–1221) Singhasari (1222–1292) Majapahit (1293– 1500) Kerajaan Islam Kesultanan Ternate (1257–sekarang) Kesultanan Malaka (1400– 1511) Kesultanan Demak (1475–1548) Kesultanan Aceh (1496–1903) Kesultanan Banten (1526–1813) Kesultanan Mataram (1500-an—1700-an) Kolonialisme bangsa Eropa Portugis (1512–1850) VOC (1602-1800) Belanda (1800-1942) Kemunculan Indonesia Kebangkitan Nasional (1899-1942) Pendudukan Jepang (1942–1945) Revolusi nasional (1945–1950) Indonesia Merdeka Orde Lama (1950-1959) Demokrasi Terpimpin (19591965) Orde Baru (1966-1998) . Yogyakarta: Penerbit PUSTAKA. Mundzirin (editor).1911) Kesultanan Bone (abad 17) [sunting] Kerajaan Islam di Kalimantan • • • • • • • • Kesultanan Pasir (1516) Kesultanan Banjar (1526-1905) o Kesultanan Kotawaringin o Kerajaan Pagatan (1750) Kesultanan Sambas (1675) Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura Kesultanan Berau (1400) o Kesultanan Sambaliung (1810) o Kesultanan Gunung Tabur (1820) Kesultanan Pontianak (1771) Kerajaan Tidung Kesultanan Bulungan(1731) [sunting] Rujukan • Yusuf.1667?) Kesultanan Buton (1332 .• • • Kesultanan Gowa (awal abad ke-16 . Sejarah Peradaban Islam di Indonesia. 2006.

Maka. Sesampainya di Jawa. Jin Bun pindah dari Surabaya ke Demak tahun 1475. Namun. dengan ibu kota bernama Bintara. Jin Bun menggempur ibu kota Majapahit. Sejak itu. Perang terjadi setelah kematian Bong Swi Hoo (alias Sunan Ampel). Untuk menetralisasi pengaruh agama lama. Kemudian ia menaklukkan Semarang tahun 1477 sebagai bawahan Demak. Makin lama Pesantren Glagahwangi semakin maju. Hal itu membuat Kung-tabu-mi di Majapahit resah. Jin Bun mengangkat seorang pribumi sebagai bupati baru bernama Pa-bu-ta-la. Kung-ta-bu-mi bersedia mengakui Jin Bun sebagai anak. Kung-ta-bu-mi alias Bhre Kertabhumi ditangkap dan dipindahkan ke Demak secara hormat. Ia kabur ke pulau Jawa ditemani Raden Kusen. Brawijaya tetaplah ayah Raden Patah. yang juga menantu Kung-ta-bu-mi. Majapahit menjadi bawahan Demak dengan dipimpin seorang Cina muslim bernama Nyoo Lay Wa sebagai bupati.Kerajaan Islam Jawa Pertama Raden Patah Mendirikan Demak Babad Tanah Jawi menyebutkan. Raden Kusen kemudian mengabdi ke Majapahit. Sunan Giri menduduki takhta Majapahit selama 40 hari. Kronik Cina dari kuil Sam Po Kong juga memberitakan adanya perang antara Jin Bun melawan Kung-ta-bu-mi tahun 1478. sedangkan Raden Patah pindah ke Jawa Tengah membuka hutan Glagahwangi menjadi sebuah pesantren. Brawijaya moksa dalam serangan itu. Namun sepeninggal Sunan Ampel. Raden Kusen yang kala itu sudah diangkat menjadi Adipati Terung diperintah untuk memanggil Raden Patah. Raden Patah tetap menyerang Majapahit. Brawijaya merasa terkesan dan akhirnya mau mengakui Raden Patah sebagai putranya. Menurut kronik Cina. Raden Patah pun diangkat sebagai bupati. berkat bujukan Bong Swi Hoo (alias Sunan Ampel). Dikisahkan. Pada tahun 1485 Nyoo Lay Wa mati karena pemberontakan kaum pribumi. terutama Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. keduanya berguru pada Sunan Ampel di Surabaya. sedangkan Glagahwangi diganti nama menjadi Demak. Raden Kusen menghadapkan Raden Patah ke Majapahit. Sunan Ampel melarang Raden Patah memberontak pada Majapahit karena meskipun berbeda agama. [sunting] Perang Demak dan Majapahit Perang antara Demak dan Majapahit diberitakan dalam naskah babad dan serat. Brawijaya di Majapahit khawatir kalau Raden Patah berniat memberontak. . dan meresmikan kedudukannya sebagai bupati di Bing-to-lo. Raden Patah menolak menggantikan Arya Damar menjadi bupati Palembang.

Raden Patah juga tidak mau memerangi umat Hindu dan Buddha sebagaimana wasiat Sunan Ampel. Pada tahun 1479 ia meresmikan Masjid Agung Demak sebagi pusat pemerintahan. Kedua berita. Menurut kronik Cina. sedangkan Yat Sun adalah putra Jin Bun. hal itu dilatarbelakangi persaingan politik memperebutkan kekuasaan pulau Jawa. Jin Bun alias Raden Patah meninggal dunia tahun 1518 dalam usia 63 tahun. Ia juga memperkenalkan pemakaian Salokantara sebagai kitab undang-undang kerajaan. Lagi pula. Perbedaannya ialah. Nama Patah sendiri berasal dari kata al-Fatah. sebagaimana dulu saat didirikan oleh Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam. sekutu Demak di Gresik. Lalu pada tahun 1512 menantunya yang bernama Pate Unus bupati Jepara menyerang Portugis di Malaka. Berita ini melahirkan pendapat kalau Majapahit runtuh tahun 1478 bukan karena serangan Demak. Ia digantikan Yat Sun sebagai raja selanjutnya. bukan karena sentimen agama. . Dyah Ranawijaya juga mengeluarkan prasasti Petak yang berkisah tentang perang melawan Majapahit. sikap Raden Patah sangat toleran. ia bergelar Senapati Jimbun Ningrat Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. dan Kadiri. Meskipun naskah babad dan serat memberitakan ia menyerang Majapahit. naskah babad dan serat juga memberitakan kalau pihak Majapahit lebih dulu menyerang Giri Kedaton. melainkan karena serangan keluarga Girindrawardhana. Pate Unus adalah menantu Pate Rodin. bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Kuil Sam Po Kong di Semarang tidak dipaksa kembali menjadi masjid. baik dari sumber Portugis ataupun sumber Cina. Tome Pires dalam Suma Oriental memberitakan pada tahun 1507 Pate Rodin alias Raden Patah meresmikan Masjid Agung Demak yang baru diperbaiki. Kepada umat beragama lain. Janggala. yang dalam Babad Tanah Jawi bergelar Pangeran Sabrang Lor.Tokoh Pa-bu-ta-la ini identik dengan Prabu Natha Girindrawardhana alias Dyah Ranawijaya yang menerbitkan prasasti Jiyu tahun 1486 dan mengaku sebagai penguasa Majapahit. Selain itu. dan dalam Hikayat Banjar disebut Sultan Surya Alam. gurunya. sedangkan menurut Serat Pranitiradya. karena ia memang pembuka kerajaan Islam pertama di pulau Jawa. [sunting] Pemerintahan Raden Patah Apakah Raden Patah pernah menyerang Majapahit atau tidak. Tokoh Pate Unus ini identik dengan Yat Sun dalam kronik Cina yang diberitakan menyerang bangsa asing di Moa-lok-sa tahun 1512. Menurut Babad Tanah Jawi. yang artinya "Sang Pembuka". sama-sama menyebutkan armada Demak hancur dalam pertempuran ini. yang jelas ia adalah raja pertama Kesultanan Demak.

Raden Kikin dan Raden Trenggana bersaing memperebutkan takhta. Pati Unus gugur dalam pertempuran ini. Pada tahun 1521. Yang pertama adalah putri Sunan Ampel. yang masing-masing identik dengan Pangeran Sabrang Lor dan Sultan Trenggana. Oleh karena itu. artinya bunga yang gugur di sungai. Istri yang ketiga adalah putri bupati Jipang. Pati Unus dikenal juga dengan julukan Pangeran Sabrang Lor (sabrang=menyeberang. melahirkan Raden Kikin dan Ratu Mas Nyawa. melahirkan Raden Kanduruwan. karena pernah menyeberangi Laut Jawa menuju Malaka untuk melawan Portugis. yang masing-masing secara berurutan kemudian naik takhta. Suma Oriental menyebut Pate Rodin memiliki putra yang juga bernama Pate Rodin. Kronik Cina hanya menyebutkan dua orang putra Jin Bun saja. yang memerintah dari tahun 1518 hingga 1521. di tepi sungai. Raden Kanduruwan ini pada pemerintahan Sultan Trenggana berjasa menaklukkan Sumenep. Berita versi Portugis ini menyebut Pate Rodin Yunior lebih tua usianya dari pada Pate Unus. dan digantikan oleh adik iparnya. cari Pati Unus atau Adipati Unus (1480?–1521) adalah Sultan Demak kedua. menjadi permaisuri utama. Ketika Pangeran Sabrang Lor meninggal tahun 1521. Ia adalah menantu Raden Patah. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Raden Kikin pun dijuluki Pangeran Sekar Seda ing Lepen. Raden Patah memiliki tiga orang istri. bergelar Pangeran Sabrang Lor dan Sultan Trenggana.[sunting] Keturunan Raden Patah Menurut naskah babad dan serat. Sultan Trenggana. Pati Unus memimpin penyerbuan ke Malaka melawan pendudukan Portugis. Raja k-2 Demak (Pati Unus) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Istri yang kedua seorang putri dari Randu Sanga. melahirkan Raden Surya dan Raden Trenggana. lor=utara). Raden Kikin akhirnya mati dibunuh putra sulung Raden Trenggana yang bernama Raden Mukmin alias Sunan Prawata. . pendiri Kesultanan Demak. dan menantu bernama Pate Unus. Dengan kata lain Sultan Trenggana disebut sebagai kakak ipar Pangeran Sabrang Lor. yaitu Yat Sun dan Tungka-lo.

beliau memiliki ibu Syarifah Ummu Banin Al-Hasani (keturunan Imam Hasan bin Fathimah binti Nabi Muhammad) dari Parsi (dari Catatan Sayyid Bahruddin Ba'alawi tentang ASYRAF DI TANAH PERSIA. Setelah menetap di Jepara. Muballigh dan Musafir besar asal Gujarat. Raja Brawijaya berkenan menikah tapi enggan terang-terangan masuk Islam. Sayyidus Syuhada Imam Husayn (Qaddasallohu Sirruhu) putra Imam Besar Sayyidina Ali bin Abi Talib Karromallohu Wajhahu dengan Sayyidah Fatimah Al Zahra. Raden Muhammad Yunus adalah putra seorang Muballigh pendatang dari Parsi yang dikenal dengan sebutan Syekh Khaliqul Idrus. di tulis pada tanggal 9 September 1979) . Putra yang lahir dari pernikahan ini dipanggil dengan nama Raden Patah. Disini terbukalah rahasia . Seorang putra beliau dikirim ke tanah Jawa untuk berdakwah yang dipanggil dengan Raden Rahmat atau terkenal sebagai Sunan Ampel. Kamboja) yang sekarang masih ada perkampungan Muslim. Setelah menjadi Raja Islam yang pertama di beri gelar Sultan Alam Akbar Al-Fattah. Muballigh dan Musafir besar ini datang dari Parsi ke tanah Jawa mendarat dan menetap di Jepara di awal 1400-an masehi. seorang Ulama. Seorang adik perempuan beliau dari lain Ibu (asal Campa) ikut dibawa ke Pulau Jawa untuk ditawarkan kepada Raja Brawijaya sebagai istri untuk langkah awal meng-Islam-kan tanah Jawa. Silsilah Syekh ini yang bernama lengkap Abdul Khaliq Al Idrus bin Syekh Muhammad Al Alsiy (wafat di Parsi) bin Syekh Abdul Muhyi Al Khayri (wafat di Palestina) bin Syekh Muhammad Akbar Al-Ansari (wafat di Madina) bin Syekh Abdul Wahhab (wafat di Mekkah) bin Syekh Yusuf Al Mukhrowi (wafat di Parsi) merupakan keturunan cucu Nabi Muhammad generasi ke 19. Seorang putra beliau adalah Syekh Ibrahim Akbar yang menjadi Pelopor dakwah di tanah Campa (di delta Sungai Mekong. Syekh Khaliqul Idrus menikah dengan putri seorang Muballigh asal Gujarat yang lebih dulu datang ke tanah Jawa yaitu dari keturunan Syekh Mawlana Akbar. India yang mempelopori dakwah diAsia Tenggara.Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • 1 Silsilah 2 Kiprah 3 Expedisi Jihad II 4 Keturunan 5 Kiprah Putra Pati Unus di Banten 6 Kiprah Putra Pati Unus di wilayah Galuh (Priangan Timur) 7 Sumber [sunting] Silsilah Nama asli beliau Raden Abdul Qadir putra Raden Muhammad Yunus dari Jepara.

maka Raden Abdul Qadir lebih lebih sering dipanggil sebagai Adipati bin Yunus (atau putra Yunus). Tak hanya itu. Syekh Syarif Hidayatullah bergelar Sunan Gunung Jati. Dari pernikahan ini beliau diketahui memiliki 2 putra. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra yang kemudian terkenal sangat cerdas dan pemberani bernama Abdul Qadir yang setelah menjadi menanntu Sultan Demak I Raden Patah diberi gelar Adipati bin Yunus atau terkenal lagi sebagai Pati Unus yang kelak setelah gugur di Malaka di kenal masyarakat dengan gelar Pangeran Sabrang Lor. [sunting] Kiprah Setelah Raden Abdul Qadir beranjak dewasa di awal 1500-an beliau diambil mantu oleh Raden Patah yang telah menjadi Sultan Demak I. Karena Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah adalah putra Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Mawlana Akbar. maka Kesultanan Demak mempererat hubungan dengan kesultanan Banten-Cirebon yang juga masih keturunan Syekh Mawlana Akbar Gujarat. yaitu dengan Ratu Ayu putri Sunan Gunung Jati tahun 1511. Kemudian hari banyak orang memanggil beliau dengan yang lebih mudah Pati Unus. Gentingnya situasi ini dikisahkan lebih rinci oleh Sejarawan Sunda Saleh Danasasmita di dalam Pajajaran bab Sri Baduga Maharaja sub bab Pustaka Negara Kretabhumi. Pati Unus kemudian diangkat sebagai Panglima Gabungan Armada Islam membawahi armada Kesultanan Banten. Dari Pernikahan dengan putri Raden Patah. Hubungan yang semakin erat adalah ditandai dengan pernikahan ke 2 Pati Unus. Abdul Qadir resmi diangkat menjadi Adipati wilayah Jepara (tempat kelahiran beliau sendiri). . Karena ayahanda beliau (Raden Yunus) lebih dulu dikenal masyarakat. Sehubungan dengan intensitas persaingan dakwah dan niaga di Asia Tenggara meningkat sangat cepat dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis di tahun 1511. Ke 2 putra beliau yang merupakan cucu-cucu Raden Patah ini kelak dibawa serta dalam expedisi besar yang fatal yang segera merubah nasib Kesultanan Demak. Sedangkan Pati Unus neneknya dari pihak ayah adalah juga keturunan Syekh Mawlana Akbar. Kembali ke kisah Syekh Khaliqul Idrus. Nurul Alam Akbar. setelah menikah dengan putri Ulama Gujarat keturunan Syekh Mawlana Akbar lahirlah seorang putra beliau yang bernama Raden Muhammad Yunus yang setelah menikah dengan seorang putri pembesar Majapahit di Jepara dipanggil dengan gelar Wong Agung Jepara. Zainal Akbar dan banyak lagi lainnya. Gelar beliau yang baru adalah Senapati Sarjawala dengan tugas utama merebut kembali tanah Malaka yang telah jatuh ke tangan Portugis. sedangkan Raden Patah seperti yang disebut dimuka adalah ibundanya cucu Syekh Mawlana Akbar yang lahir di Campa.kenapa beliau Raden Patah diberi gelar Alam Akbar karena ibunda beliau adalah cucu Ulama Besar Gujarat Syekh Mawlana Akbar yang hampir semua keturunannya menggunakan nama Akbar seperti Ibrahim Akbar. diberkati oleh mertuanya sendiri yang merupakan Pembina umat Islam di tanah Jawa. Demak dan Cirebon.

Hal ini membuat tugas Pati Unus sebagai Panglima Armada Islam tanah jawa semakin mendesak untuk segera dilaksanakan. Melalui situs keturunan Portugis di Malaka (kaum Papia Kristang) . karena itu sampai sekarang Portugis tak suka mengisahkan kembali pertempuran dahsyat di tahun 1521 ini . Sulawesi yang masyarakatnya sudah terkenal dalam pembuatan kapal. Armada perang Islam yang sangat besar berangkat ke Malaka dan Portugis pun sudah mempersiapkan pertahanan menyambut Armada besar ini dengan puluhan meriam besar pula yang mencuat dari benteng Malaka.Tahun 1512 giliran Samudra Pasai yang jatuh ke tangan Portugis. Maka tahun 1513 dikirim armada kecil. sejarah kesultanan Demak akan berubah dan sejarah tanah Jawa akan berubah. Maka direncanakanlah pembangunan armada besar sebanyak 375 kapal perang di tanah Gowa. Kegagalan ini karena kurang persiapan menjadi pelajaran berharga untuk membuat persiapan yang lebih baik. Maka diangkatlah Pati Unus atau Raden Abdul Qadir bin Yunus. Ia gugur sebagai Syahid karena kewajiban membela sesama Muslim yang tertindas penjajah (Portugis) yang bernafsu memonopoli perdagangan rempah-rempah. Armada perang yang sangat besar untuk ukuran dulu bahkan sekarang. ke 375 kapal telah selesai dibangun. beliau berwasiat supaya mantu beliau Pati Unus diangkat menjadi Sultan Demak berikutnya.anak kepada Syeikh Al Sultan Saiyid ISMAIL. PULAU BESAR. Armada perang Islam siap berangkat dari pelabuhan Demak dengan mendapat pemberkatan dari Para Wali yang dipimpin oleh Sunan Gunung Jati. ekspedisi Jihad I yang mencoba mendesak masuk benteng Portugis di Malaka tapi gagal dan balik kembali ke tanah Jawa. Dipimpin langsung oleh Pati Unus bergelar Senapati Sarjawala yang telah menjadi Sultan Demak II. Dari sini sejarah keluarga beliau akan berubah. Sebagian pasukan Islam yang berhasil mendarat kemudian bertempur dahsyat hampir 3 hari 3 malam lamanya dengan menimbulkan korban yang sangat besar di pihak Portugis. Sultan Demak I bergelar Alam Akbar Al Fattah mangkat. Di tahun 1518 Raden Patah. [sunting] Expedisi Jihad II Memasuki tahun 1521. maka walaupun baru menjabat Sultan selama 3 tahun Pati Unus tidak sungkan meninggalkan segala kemudahan dan kehormatan dari kehidupan keraton bahkan ikut pula 2 putra beliau (yang masih sangat remaja) dari pernikahan dengan putri Raden Patah dan seorang putra lagi (yang juga masih sangat remaja) dari seorang seorang isteri. Kapal yang ditumpangi Pati Unus terkena peluru meriam ketika akan menurunkan perahu untuk merapat ke pantai. Adipati wilayah Jepara yang garis nasab (Patrilineal)-nya adalah keturunan Arab dan Parsi menjadi Sultan Demak II bergelar Alam Akbar At-Tsaniy. dengan risiko kehilangan segalanya termasuk putus nasab keturunan. tapi sungguh Allah membalas kebaikan orang-orang yang berjuang di jalannya.

Raden Abdullah dengan takdir Allah untuk meneruskan keturunan Pati Unus. Di ambil alih oleh Fadhlullah Khan adalah atas inisiatif Sunan Gunung Jati yang sekaligus menjadi mertua karena putri beliau yang menjadi janda Sabrang Lor dinikahkan dengan Fadhlullah Khan.kesultanan Indonesia Putra pertama dan ketiga Pati Unus ikut gugur. kemungkinan ke-2 yang lebih kuat komando setelah Pati Unus gugur diambil alih oleh Fadhlulah Khan (Tubagus Pasai) karena sekembalinya sisa dari Armada Gabungan ini ke Pulau Jawa . dan belakangan disebut Fatahillah setelah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa 1527. maka sungguh Allah hendak melestarikan keturunan para Syahid. Imam Husain dan keluarganya ternyata keturunan beliau justru menjadi berkembang besar dengan selamatnya putra beliau Imam Zaynal Abidin. seperti yang terjadi pada pembantaian cucu nabi Muhammad. Fadhlullah Khan alias Falathehan alias Fatahillah alias Tubagus Pasai-lah yang diangkat Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati sebagai Panglima Armada Gabungan yang baru menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka. Sultan Demak II yang gugur kemudian disebut masyarakat dengan gelar Pangeran Sabrang Lor atau Pangeran (yang gugur) di seberang utara. Bukan kebetulan pula bila Pati Unus pun seperti yang disebut diatas adalah keturunan Imam Husayn cucu Nabi Muhammad SAW. Mereka orang Melayu Malaka ini keturunannya kemudian membantu keturunan Raden Abdullah putra Pati Unus dalam meng-Islam-kan tanah Pasundan hingga dinamai satu tempat singgah mereka dalam penaklukan itu di Jawa Barat dengan Tasikmalaya yang berarti Danau nya orang Malaya (Melayu). [sunting] Keturunan Dengan selamatnya putra Pati Unus yang kedua yaitu Raden Abdullah. Demak dan Cirebon segera diambil alih oleh Fadhlullah Khan yang oleh Portugis disebut Falthehan. Satu riwayat yang belum jelas siapa Raden Hidayat ini.hanya terdapat kegagahan Portugis dalam mengusir armada tanah jawa (expedisi I) 1513 dan armada Johor dalam banyak pertempuran kecil. sedangkan putra kedua. Armada Islam gabungan tanah Jawa yang juga menderita banyak korban kemudian memutuskan mundur dibawah pimpinan Raden Hidayat. terutama masalah harmoni hubungan kesultanan . karena hanya Pahlawan besar yang melahirkan Pahlawan besar. Raden Abdullah diajak pula untuk turun di Banten untuk tidak melanjutkan perjalanan pulang ke Demak. Pimpinan Armada Gabungan Kesultanan Banten. Ketika armada Islam mendaratkan pasukan Banten di teluk Banten. Turut pula dalam armada yang balik ke Jawa. Para komandan dan penasehat armada yang masih saling berkerabat satu sama lain sangat . Kegagalan expedisi jihad yang ke II ke Malaka ini sebagian disebabkan oleh faktor faktor internal. selamat dan bergabung dengan armada yang tersisa untuk kembali ke tanah Jawa. Sedangkan Pati Unus. sebagian tentara Kesultanan Malaka yang memutuskan hijrah ke tanah Jawa karena negerinya gagal direbut kembali dari tangan penjajah Portugis. orang kedua dalam komando setelah Pati Unus gugur.

Raden Aryawangsa menikahi seorang putri Istana Pakuan dan keturunannya menjadi Adipati Pakuan dengan gelar Sultan Muhammad Wangsa yang secara budaya menjadi panutan wilayah Pakuan yang telah masuk Islam (Bogor dan sekitarnya). tapi tetap tunduk dibawah hukum Kesultanan Banten. sehingga diberikan wilayah kekuasaan Pakuan dan bermukim hingga wafat di desa Lengkong (sekarang dekat Serpong). membuka kembali konflik lama yang terpendam dibawah kewibawaan dan keadilan yang bersinar dari Pati Unus. sebagian orang di Demak merasa lebih berhak untuk mewarisi Kesultanan Demak karena Pati Unus hanya menantu Raden Patah dan keturunan Pati Unus (secara patrilineal) adalah keturunan Arab seperti keluarga Kesultanan Banten dan Cirebon. Ketika penaklukan Kota Pakuan terakhir 1579. sejak Islam merata masuk hingga pelosok dibawah kepeloporan kesultanan Demak pada akhirnya timbul persaingan antara kaum Muslim Santri di pesisir dengan Muslim Abangan di pedalaman yang berakibat fatal dengan perang saudara berkelanjutan antara Demak. karena Kesultanan Demak telah lama mengikat kekerabatan dengan Kesultanan Banten dan Cirebon. dengan gugurnya Pati Unus. Tidak mengherankan. seperti seorang putra beliau Raden Aryawangsa yang menjadi Penasehat bagi Sultan Banten ke III Mawlana Muhammad dan Sultan Banten ke IV Mawlana Abdul Qadir. Fatimah. sementara Raden Patah adalah keturunan Arab hanya dari pihak Ibu sedangkan secara patrilineal (garis laki-laki terus menerus dari pihak ayah. Dari titik ini keturunan beliau selalu mendapat pos Penasehat Kesultanan Banten . [sunting] Kiprah Putra Pati Unus di Banten Sebagian riwayat turun temurun menyebutkan Pangeran Yunus (Raden Abdullah putra Pati Unus) ini kemudian dinikahkan oleh Mawlana Hasanuddin dengan putri yang ke III.khawatir kalau Raden Abdullah akan dibunuh dalam perebutan tahta mengingat sepeninggal Pati Unus. Umar bin Khattab yang segera membuka kembali konflik lama antara banyak kelompok yang sudah lama saling bertikai di Mekah dan Madinah. Kebanggaan Orang Jawa sebagai orang Jawa walaupun sudah menerima Islam berbeda dengan sikap orang Pasundan setelah menerima Islam berkenan menerima Raja mereka dari keturunan Arab seperti Sultan Cirebon Sunan Gunung jati dan putranya Sultan Banten Mawlana Hasanuddin. Kebanggaan orang Jawa sebagai bangsa yang punya identitas sendiri. . Raden Aryawangsa yang masih menjadi Panglima dalam pemerintahan Sultan Banten ke II Mawlana Yusuf (yang juga paman beliau sendiri karena Ibunda beliau adalah kakak dari Mawlana Yusuf yang dinikahi Raden Abdullah putra Pati Unus) mempunyai jasa besar. banyak berperan dalam pemerintahan Sultan Banten ke II Mawlana Yusuf (adik ipar beliau) sebagai penasehat resmi Kesultanan . Sedangkan di tanah Jawa. Selanjutnya pangeran Yunus yang juga banyak disebut sebagai Pangeran Arya Jepara dalam sejarah Banten. Brawijaya) adalah murni keturunan Jawa (Majapahit). Pajang dan Mataram. Kisah ini nyaris mirip dengan gugurnya Khalifah umat Islam ketiga di Madinah.

maka wilayah Galuh Islam berganti-ganti kiblat Kesultanan. Pada saat 1585-1595 wilayah Sumedang maju pesat dengan Prabu Geusan Ulun memaklumkan diri jadi Raja memisahkan diri dari Kesultanan Cirebon.sebagai cabang dari Keraton Banten. Akan tetapi seiring dengan makin melemahnya kesultanan Cirebon sejak wafatnya Sunan Gunung Jati pada tahun 1579. Maka Kadipaten Galuh Islam yang meliputi . Raden Abdullah putra Pati Unus juga memiliki anak lelaki lainnya yaitu yang dikenal sebagai Raden Suryadiwangsa yang belakangan lebih dikenal dengan gelar Raden Suryadiningrat yang diberikan Panembahan Senopati ketika Mataram resmi menguasai Priangan Timur pada tahun 1595.Seperti yang disebut diatas. Sumedang yang telah lemah sepeninggal Prabu Geusan Ulun kehilangan banyak wilayah termasuk Galuh Islam. setelah beliau wafat kiprah keluarga Pati Unus kemudian diteruskan oleh putra dan cucu beliau para Sultan Pakuan Islam hingga Belanda menghancurkan keraton Surosoan di zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1683). Sekitar tahun 1595 Panembahan Senopati dari Mataram mengirim expedisi hingga Priangan. Kehadiran putra Pati Unus di wilayah Priangan Timur ini tidak terlepas dari kerjasama dakwah antara Kesultanan Banten dan Cirebon dalam usaha meng islam kan sisa-sisa kerajaan Galuh di wilayah Ciamis hingga Sukapura (sekarang Tasikmalaya). [sunting] Kiprah Putra Pati Unus di wilayah Galuh (Priangan Timur) Selain Raden Aryawangsa. Raden Surya memimpin dakwah (karena hampir tanpa pertempuran) hingga mencapai daerah Sukapura dibantu keturunan tentara Malaka yang hijrah ketika Pati Unus gagal merebut kembali Malaka dari penjajah Portugis. ikut lenyap dari percaturan politik dengan Sultan yang terakhir Sultan Muhammad Wangsa II bin Sultan Muhammad Wangsa I bin Raden Aryawangsa bin Raden Abdullah bin Pangeran Sabrang Lor bin Raden Muhammad Yunus Jepara ikut menyingkir ke pedalaman Bogor sekitar Ciampea. Sehingga seluruh wilyah Priangan taklukan Cirebon termasuk Galuh Islam bergabung ke dalam Kesultanan Sumedang Larang. Raden Surya di tahun 1580 ini di angkat oleh Sultan Cirebon II Pangeran Arya Kemuning atau dipanggil juga Pangeran Kuningan (putra angkat Sunan Gunung Jati. dan membuat keraton Pakuan Islam . Raden Abdullah putra Pati Unus yang telah menjadi Penasehat Kesultanan Banten untuk membantu laskar Islam Cirebon dalam usaha peng Islaman Priangan Timur. Inilah zaman keemasan Sumedang yang masih sering di dengungkan oleh keturunan Prabu Geusan Ulun dari dinasti Kusumahdinata. Raden Aryawangsa kemudian lebih banyak berperan di Kesultanan Banten sebagai Penasehat Sultan. Beristirahatlah mereka di suatu tempat dan dinamakan Tasikmalaya yang berarti danaunya orang Malaya (Melayu) karena didalam pasukan beliau banyak terdapat keturunan Melayu Malaka. Raden Surya dikirim ayahnya. karena putra kandung Pangeran Muhammad Arifin telah wafat) sebagai Adipati Galuh Islam.

Tome Pirres. Di sekitar tahun 1620 salah seorang putra Raden Suryadiningrat menjadi kepala daerah Sukapura beribukota di Sukakerta bernama Raden Wirawangsa setelah menikah dengan putri bangsawan setempat. Nasab silsilah Kesultanan Cirebon. Gelar Wiradadaha mencapai yang ke VIII dan dimasa ini dipindahkanlah ibukota Sukapura ke Manonjaya. cari Sultan Trenggana adalah raja ketiga Kesultanan Demak yang memerintah tahun 15211546. Sejarah kota-kota lama Jawa Barat. Negarakerthabumi Parwa I Sargha II. Raden Suryadiwangsa cucu Pati Unus segera diangkat Panembahan Senopati sebagai Penasehat beliau untuk perluasan wilayah Priangan dan diberi gelar baru Raden Suryadiningrat. Raden Wirawangsa diberi gelar Tumenggung Wiradadaha I yang menjadi cikal bakal dinasti Wiradadaha di Sukapura (Tasikmalaya). Raden Wirawangsa kelak di tahun 1635 resmi menjadi Bupati Sukapura diangkat oleh Sultan Agung Mataram karena berjasa memadamkan pemberontakan Dipati Ukur. Nasab silsilah Kesultanan Demak. Bupati Sukapura terakhir berkedudukan di Manonjaya adalah kakek dari kakek kami bergelar Raden Tumenggung Wirahadiningrat memerintah 1875-1901. Hendrik De Lame). ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Setelah beliau pensiun maka ibukota Sukapura resmi pindah ke kota Tasikmalaya. Berita-berita sumber Portugis abad 15-16 (Barros. Daftar isi . Didahului oleh: Raden Patah Sultan Demak 1518—1521 Digantikan oleh: Sultan Trenggono Raja ke-3 Demak ( Sultan Trenggana ) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Di bawah pemerintahannya.wilayah Ciamis hingga Sukapura jatuh ke tangan Panembahan Senopati. wilayah kekuasaan Demak meluas sampai ke Jawa Timur. [sunting] Sumber • Nasab silsilah Kesultanan Banten.

Putra sulung Trenggana yaitu Raden Mukmin (nama kecil Sunan Prawoto) mengirim utusan membunuh Raden Kikin di tepi sungai. yaitu Raden Kikin dan Raden Trenggana. bergelar Sultan Trenggana. Raden Trenggana pun naik takhta. ia dilahirkan sekitar tahun 1483. Sejak itu Raden Kikin terkenal sebagai Pangeran Sekar Seda ing Lepen (artinya. Ratu Kalinyamat yang menjadi bupati Jepara. "bunga yang gugur di sungai"). Sultan Trenggana kemudian juga bergelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. . [sunting] Sultan Trenggana Naik Takhta Sepeninggal Pangeran Sabrang Lor tahun 1521 terjadi perebutan takhta antara kedua adiknya. Ratu Mas Cempaka yang menjadi istri Sultan Hadiwijaya. Sultan Trenggana memiliki beberapa orang putra dan putri. Ia merupakan adik kandung Pangeran Sabrang Lor. Maka. Menurut Suma Oriental. Diantaranya yang paling terkenal ialah Sunan Prawoto yang menjadi raja penggantinya. Fatahillah juga memperkenalkan pemakaian gelar bernuansa Arab sebagaimana yang lazim dipakai oleh raja-raja Islam di Sumatra. Sultan Trenggana menyukainya dan menikahkan pemuda itu dengan adiknya. yaitu Ratu Pembayun (janda Pangeran Jayakelana putra Sunan Gunung Jati). Sebaliknya. dan Pangeran Timur yang berkuasa sebagai adipati di wilayah Madiun dengan gelar Rangga Jumena.[sembunyikan] • • • • • • • • 1 Silsilah Sultan Trenggana 2 Sultan Trenggana Naik Takhta 3 Menaklukkan Majapahit dan Sekitarnya 4 Mengirim Ekspedisi ke Banjarmasin 5 Sultan Trenggana Mengundang Sunan Kalijaga 6 Kematian Sultan Trenggana 7 Kepustakaan 8 Referensi [sunting] Silsilah Sultan Trenggana Sultan Trenggana adalah putra Raden Patah pendiri Demak yang lahir dari permaisuri Ratu Asyikah putri Sunan Ampel. raja Demak sebelumnya (versi Serat Kanda). Pada tahun 1524 datang seorang pemuda dari Pasai bernama Fatahillah.

Sultan Demak yang diduga kuat adalah Sultan Trenggana telah megirimkan seribu pasukan untuk membantu Pangeran Samudera untuk berperang melawan pamannya Pangeran Tumenggung penguasa Kerajaan Negara Daha terakhir. sudah tetap kerajaannya di Banjarmasih . hal ini disebabkan mereka takut akan dihukum karena dukungan mereka pada Girindrawardhana saat ia mengkudeta Brawijaya pada tahun 1478. Blitar. [sunting] Mengirim Ekspedisi ke Banjarmasin Menurut Hikayat Banjar. dan Wirasaba (Mojoagung. hal ini merupakan pembalasan keturunan Brawijaya yang menjadi penguasa Demak atas tindakan Girindrawardhana pada saat ia merebut tahta Majapahit. Gunung Penanggungan yang menjadi pusat sisa-sisa pelarian Majapahit direbut tahun 1543.Tokoh Fatahillah inilah yang pada tahun 1527 dikirim membantu Sunan Gunung Jati raja Cirebon menghadapi Pajajaran dan Portugis. Penguasa Tuban menurut catatan Portugis bernama Pate Vira. Sang Patih juga menjalin persahabatan dengan Portugis untuk memerangi Demak. bukan karena sentimen antara agama Islam dan Hindu. Hikayat Banjar : Maka Pangeran Samudera itu. [sunting] Menaklukkan Majapahit dan Sekitarnya Upacara pernikahan Fatahillah tahun 1524 dikejutkan dengan berita kematian Sunan Ngudung dalam perang melawan Majapahit. kemudian Gagelang atau Gelanggelang (nama sekarang: Madiun) tahun 1529. Kerajaan yang pernah berjaya di masa lalu itu akhirnya musnah sama sekali. Medangkungan (Blora) tahun 1530. dikalahkan tahun 1545. seorang muslim tapi setia kepada Majapahit. karena pemerintahan dikendalikan penuh oleh Patih Hudara. Akhirnya pada tahun 1527 pasukan Demak dipimpin Sunan Kudus (putra Sunan Ngudung) berhasil mengalahkan Majapahit. Kemudian Kerajaan Sengguruh di Malang. Tampaknya ibukota Daha juga mengalami nasib yang sama dengan Trowulan. Selain itu Tuban juga ditaklukkan pada tahun yang sama. Kemenangan diraih oleh Pangeran Samudera sebagai Sultan Banjarmasin I. yang pernah menyerang Giri Kedaton. Terjadi arus pelarian besar-besaran dari kerabat kerajaan Majapahit. Pasuruan tahun 1535. Surabaya tahun 1531. Adapun ibu kota Majapahit saat itu sudah pindah ke Daha di bawah pemerintahan Girindrawardhana. sedangkan Pangeran Tumenggung diijinkan menetap di pedalaman (daerah Alay) dengan seribu penduduk. Raja Majapahit ini hanyalah bersifat simbol. Berita ini menunjukkan kalau perang antara Demak dan Majapahit dilandasi persaingan kekuasaan. Jombang). Ia berhasil membebaskan pelabuhan Sunda Kelapa dan mengganti namanya menjadi Jayakarta atau Jakarta. Hampir sebagian besar penyerangan terhadap daerah-daerah tersebut dipimpin oleh Trenggana sendiri. Pada tahun 1528 Sultan Trenggana menaklukkan Wirasari. Antara tahun 1541-1542 Demak menaklukkan Lamongan.

itu, maka masuk Islam. Diislamkan oleh Penghulu Demak itu. Maka waktu itu ada orang negeri Arab datang, maka dinamainya Pangeran Samudera itu Sultan Suryanullah. Banyak tiada tersebut. Maka Penghulu Demak dengan Menteri Demak itu disuruh Sultan Suryanullah kembali. Maka orang Demak yang mati berperang ada dua puluh itu, disilih laki-laki dan perempuan yang [di]-dapat menangkap, tertangkap tatkala berperang itu, orang empat puluh. Maka Penghulu Demak dan Menteri Demak serta segala kaumnya sama dipersalin. Yang terlebih dipersalinnya itu penghulunya, karena itu yang mengislamkan. Serta persembah Sultan Suryanullah emas seribu tahil, intan dua puluh biji, lilin dua puluh pikul, pekat seribu galung, damar seribu kindai, tetudung seribu buah, tikar seribu kodi, kajang seribu bidang. Sudah itu maka orang Demak itu kembali. Itulah maka sampai sekarang ini di Demak dan Tadunan itu ada asalnya anak-beranak cucu-bercucu itu asal orang Nagara itu; tiada lagi tersebut.[1]

[sunting] Sultan Trenggana Mengundang Sunan Kalijaga
Pada tahun 1543 Sultan Trenggana mengundang Sunan Kalijaga pindah ke Demak. Sunan Kalijaga sendiri sebelumnya membantu Sunan Gunung Jati berdakwah di Cirebon. Beberapa waktu kemudian terjadi perbedaan pendapat antara Sunan Kalijaga dengan Sunan Kudus dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Dalam hal ini Sultan Trenggana lebih memilih pendapat Sunan Kalijaga. Akibatnya, Sunan Kudus kecewa dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai imam Masjid Agung Demak. Sunan Kalijaga diangkat sebagai imam baru dan diberi tanah perdikan di Kadilangu.

[sunting] Kematian Sultan Trenggana
Berita kematian Sultan Trenggana ditemukan dalam catatan seorang Portugis bernama Fernandez Mendez Pinto. Pada tahun 1546 Sultan Trenggana menyerang Panarukan, Situbondo yang saat itu dikuasai Blambangan. Sunan Gunung Jati membantu dengan mengirimkan gabungan prajurit Cirebon, Banten, dan Jayakarta sebanyak 7.000 orang yang dipimpin Fatahillah. Mendez Pinto bersama 40 orang temannya saat itu ikut serta dalam pasukan Banten. Pasukan Demak sudah mengepung Panarukan selama tiga bulan, tapi belum juga dapat merebut kota itu. Suatu ketika Sultan Trenggana bermusyawarah bersama para adipati untuk melancarkan serangan selanjutnya. Putra bupati Surabaya yang berusia 10 tahun menjadi pelayannya. Anak kecil itu tertarik pada jalannya rapat sehingga tidak mendengar perintah Trenggana. Trenggana marah dan memukulnya. Anak itu secara spontan membalas menusuk dada Trenggana memakai pisau. Sultan Demak itu pun tewas seketika dan segera dibawa pulang meninggalkan Panarukan.

[sunting] Kepustakaan
• • •

• • • • •

Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk. 2000. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu Slamet Muljana. 2005. Runtuhnya Kerajaan Jindu-Jawa dan Timbulnya NegaraNegara Islam di Nusantara (terbitan ulang 1968). Yogyakarta: LKIS Winarsih Partaningrat Arifin. 1995. Babad Blambangan. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya Yuliadi Soekardi. 2002. Nalusur Sejarahe Sunan Gunungjati. Dalam Majalah Panjebar semangat edisi 23-27 Surabaya
Sultan Demak 1521—1546 Digantikan oleh: Sunan Prawoto

Didahului oleh: Pati Unus

Raja ke-4 Demak (Sunan Prawoto)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Sunan Prawoto (nama lahirnya Raden Mukmin) adalah raja keempat Kesultanan Demak, yang memerintah tahun 1546-1549. Ia lebih cenderung sebagai seorang ahli agama daripada ahli politik. Pada masa kekuasaannya, daerah bawahan Demak seperti Banten, Cirebon, Surabaya, dan Gresik, berkembang bebas tanpa mampu dihalanginya. Menurut Babad Tanah Jawi, ia tewas dibunuh oleh orang suruhan bupati Jipang Arya Penangsang, yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Setelah kematiannya, Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang, dan Kesultanan Demak pun berakhir.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Masa muda 2 Pemerintahan

• • •

3 Kematian 4 Kronik Cina 5 Kepustakaan

[sunting] Masa muda
Naskah babad dan serat[rujukan?] menyebut Raden Mukmin sebagai putra sulung Sultan Trenggana. Ia lahir saat ayahnya masih sangat muda dan belum menjadi raja. Pada tahun 1521, Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia tanpa keturunan. Kedua adiknya, yaitu Raden Trenggana dan Raden Kikin, bersaing memperebutkan tahta. Raden Trenggana adalah adik kandung Pangeran Sabrang Lor, sama-sama lahir dari permaisuri Raden Patah; sedangkan Raden Kikin yang lebih tua usianya lahir dari selir, yaitu putri bupati Jipang. Raden Mukmin memihak ayahnya dalam persaingan ini. Ia mengirim pembantunya bernama Ki Surayata untuk membunuh Raden Kikin sepulang salat Jumat. Raden Kikin tewas di tepi sungai, sedangkan para pengawalnya sempat membunuh Ki Surayata. Sejak saat itu Raden Kikin terkenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen, dalam bahasa Jawa artinya "bunga yang gugur di sungai". Pangeran Sekar Seda Lepen meninggalkan dua orang putra dari dua orang istri, yang bernama Arya Penangsang dan Arya Mataram.

[sunting] Pemerintahan
Sepeninggal Sultan Trenggana yang memerintah Kesultanan Demak tahun 1521-1546, Raden Mukmin selaku putra tertua naik tahta. Ia berambisi untuk melanjutkan usaha ayahnya menaklukkan Pulau Jawa. Namun, keterampilan berpolitiknya tidak begitu baik, dan ia lebih suka hidup sebagai ulama daripada sebagai raja. Raden Mukmin memindahkan pusat pemerintahan dari kota Bintoro menuju bukit Prawoto. Lokasinya saat ini kira-kira adalah desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Oleh karena itu, Raden Mukmin pun terkenal dengan sebutan Sunan Prawoto. Pemerintahan Sunan Prawoto juga terdapat dalam catatan seorang Portugis bernama Manuel Pinto.[rujukan?] Pada tahun 1548, Manuel Pinto singgah ke Jawa sepulang mengantar surat untuk uskup agung Pastor Vicente Viegas di Makassar. Ia sempat bertemu Sunan Prawoto dan mendengar rencananya untuk mengislamkan seluruh Jawa, serta ingin berkuasa seperti sultan Turki. Sunan Prawoto juga berniat menutup jalur beras ke Malaka dan menaklukkan Makassar. Akan tetapi, rencana itu berhasil dibatalkan oleh bujukan Manuel Pinto. Cita-cita Sunan Prawoto pada kenyataannya tidak pernah terlaksana. Ia lebih sibuk sebagai ahli agama dari pada mempertahankan kekuasaannya. Satu per satu daerah

Melihat istrinya meninggal. Belum sempat Tungka-lo merebut Maluku. Arya Pangiri menjadi menantu Sultan Hadiwijaya raja Pajang. Perang saudara terjadi. Aryo Penangsang berhasil dibunuh oleh Danang Sutawijaya atas siasat dari Ki Juru Martani. Sunan Prawoto meninggalkan seorang putra yang masih kecil bernama Arya Pangiri. seperti Banten. lalu menikam dada Sunan Prawoto yang pasrah tanpa perlawanan sampai tembus. Sunan mengakui kesalahannya telah membunuh Pangeran Seda Lepen. Cirebon. [sunting] Kronik Cina Raden Mukmin disebut dengan nama Muk Ming. dan kota Demak dihancurkan bupati Ji-pang. menurut kronik Cina dari kuil Sam Po Kong. sebelah barat daya Kota Semarang.[rujukan?] [sunting] Kematian Sepeninggal Sultan Trenggana. yaitu Sunan Kudus untuk merebut takhta Demak. Menurut Babad Tanah Jawi. Muk Ming pindah ke Semarang tapi terus dikejar musuh. ia menggantikan Kin San (Raden Kusen) sebagai kepala galangan kapal di Semarang. ia lebih dulu tewas saat menyerang Panarukan tahun 1546.000 kapal besar yang masing-masing dapat memuat 400 orang prajurit. Pada tahun 1549 itu pula. yaitu Ratu Kalinyamat dari Jepara. Masing-masing adalah keponakan dan menantu Sultan Trenggana. selain Sunan Prawoto terdapat dua orang lagi tokoh kuat. Arya Penangsang adalah putra Pangeran Sekar Seda ing Lepen yang mendapat dukungan dari gurunya. Rangkud setuju. Setelah dewasa. Galangan kapal hancur terbakar pula. Muk Ming dibantu masyarakat Cina yang muslim dan non muslim bekerja menyelesaikan 1. sehingga ia akhirnya tewas di kota itu. dan yang tersisa hanya masjid dan kelenteng saja. di daerah Simongan. Muk Ming pun naik takhta namun dimusuhi sepupunya yang menjadi bupati Ji-pang (Arya Penangsang). Sunan Prawoto marah dan sempat membunuh Rangkud dengan sisa-sisa tenaganya. Pada tahun 1549 ia mengirim anak buahnya yang bernama Rangkud untuk membalas kematian ayahnya. Pembangunan kapal-kapal perang tersebut untuk kepentingan angkatan laut ayahnya.[rujukan?] pada suatu malam Rangkud berhasil menyusup ke dalam kamar tidur Sunan Prawoto. berkembang bebas. yaitu Tung-ka-lo (Sultan Trenggana) yang berniat merebut Maluku. sedangkan Demak tidak mampu menghalanginya. Surabaya. Ternyata istri Sunan yang sedang berlindung di balik punggungnya ikut tewas pula. Kin San adalah adik Jin Bun adik (Raden Patah). yaitu Arya Penangsang bupati Jipang dan Hadiwijaya bupati Pajang. .bawahan. dan Gresik. Disebutkan bahwa pada tahun 1529. dan diangkat sebagai bupati Demak. yang kemudian diasuh bibinya. Ia rela dihukum mati asalkan keluarganya diampuni.

Yogyakarta: Kanisius Slamet Muljana.[sunting] Kepustakaan • • • • Babad Tanah Jawi. 1987.J. 2007. ensiklopedia bebas Akurasi Terperiksa Langsung ke: navigasi. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) vazal dari kerajaan Majapahit. saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetil bila perlu. Lokasi ibukota Kesultanan Demak. Daftar isi . Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Yogyakarta: Narasi H. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Moedjianto.de Graaf dan T. 2001. bacaan terkait atau pranala luar.). 2005. tapi sumbernya masih belum jelas karena tak memiliki kutipan pada kalimat. kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo.H. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Yogyakarta: LKIS Sultan Demak 1546—1549 Didahului oleh: Sultan Trenggono Digantikan oleh: Kesultanan Demak Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Kesultanan Demak adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Terj. yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara (dibaca "Bintoro" dalam bahasa Jawa). Pada tahun 1568. dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto"). Periode ketika beribukota di sana kadang-kadang dikenal sebagai "Demak Bintara". (terj. Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak. Pigeaud. Runtuhnya Kerajaan Jindu-Jawa dan Timbulnya NegaraNegara Islam di Nusantara (terbitan ulang 1968). cari Artikel ini sudah memiliki daftar catatan kaki.

Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527). kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527. dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto . Di bawah Sultan Trenggana. Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syekh Siti Jenar. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo. Pada masa kepemimpinannya. Malang (1545). Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan. kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. [sunting] Di bawah Sultan Trenggana Sultan Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah.[sembunyikan] • • • • • • 1 Cikal-bakal 2 Di bawah Pati Unus 3 Di bawah Sultan Trenggana 4 Kemunduran 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Cikal-bakal Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa surut. Surabaya dan Pasuruan (1527). Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipatenkadipaten tersebut saling serang. Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka. dan Blambangan. secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana. [sunting] Di bawah Pati Unus Artikel utama untuk bagian ini adalah: Invasi Kesultanan Demak ke Malaka Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Pada masa itu arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati. Madiun (1529). 1546).[rujukan?] yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Tuban (1527). pemuda asal Pasai (Sumatera). saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit. Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah.

ia tidak termasuk ke dalamnya. Putranya dikenal dengan nama yang sama. karena wilayah Kota Lama Semarang merupakan daratan baru yang terbentuk karena endapan dan proses pengangkatan kerak bumi. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak.[sunting] Kemunduran Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Tokoh ini juga dikenal sebagai penyebar Islam di daerah tersebut. anak angkat Joko Tingkir. [sunting] Lihat pula Ki Ageng Pandan Arang Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Meskipun sezaman dengan para Wali Sanga. dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya "dihabisi" oleh suruhan Arya Penangsang. . dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang. Ki Ageng Pandan Arang (disebut juga Pandanaran. Dahulu Pragota berada sangat dekat dengan pantai. namun kemudian lebih terkenal sebagai Sunan Bayat. Tokoh ini berkedudukan di Pragota. Tanah Semarang diberikan kepada Pandan Arang oleh Sultan Demak. putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Konon nama Semarang diberikan olehnya. yang diangkat oleh sultan Demak Bintara. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang. Semarang Selatan. Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh Sutawijaya. Pandanaran I) adalah bupati pertama Semarang. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki. Pandanaran beralih ke sini. cari Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. lihat Pandanaran (disambiguasi). Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara. Untuk kegunaan lain dari Pandanaran. yang sekarang adalah tempat bernama Bergota di kelurahan Randusari. karena di tempat ia tinggal ditumbuhi oleh pohon asam yang jarangjarang (bahasa Jawa: asem arang).

Izin diberikan baginya di daerah sebelah barat Demak. bacaan terkait atau pranala luar. Semarang Riwayatmu Dulu. Kompleks keraton. Sukoharjo. meskipun tidak ada bukti tertulis apa pun mengenainya. Posisi sultan ketiga Demak kemudian diberikan kepada pamannya.Asal-usul Pandan Arang tidak pasti. meskipun sebagian besar babad menyatakan bahwa ia adalah putra dari Panembahan Sabrang Lor (sultan kedua Kesultanan Demak) yang menolak tahta karena lebih suka memilih mendalami spiritualitas. tapi sumbernya masih belum jelas karena tak memiliki kutipan pada kalimat. atau Turki. [sunting] Rujukan • Budiman. raja Majapahit terakhir. Cerita lain bahkan menyebutkan ia adalah putra dari Brawijaya V. berada di perbatasan Kelurahan Pajang. Makamnya terletak di wilayah Kelurahan Mugassari. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetil bila perlu. Kesultanan Pajang Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kartasura. Penerbit Satya Wacana. Pendapat lain menyatakan bahwa ia adalah saudagar asing. mungkin dari Arab. yang meminta izin sultan Demak untuk berdagang dan menyebarkan Islam di daerah Pragota. Daftar isi [sembunyikan] . Semarang. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Kesultanan pajang) Akurasi Terperiksa Langsung ke: navigasi. Kesultanan Pajang adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. cari Artikel ini sudah memiliki daftar catatan kaki. Amen. Kota Surakarta dan Desa Makamhaji. yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja. Persia. Semarang Selatan.

Dalam naskah-naskah babad. Menurut Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365. nama Pengging muncul kembali. yang merupakan ibu dari Wikramawardhana. ada seorang adik perempuan Hayam Wuruk (raja Majapahit saat itu) menjabat sebagai penguasa Pajang. Atas jasanya itu. bergelar Ki Ageng Pengging. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan Kesultanan Demak. Muncul seorang pahlawan bernama Jaka Sengara yang berhasil merebut sang putri dan membunuh penculiknya. Jaka Sengara kemudian bergelar Andayaningrat. raja Majapahit selanjutnya. negeri Pengging disebut sebagai cikal bakal Pajang. Ketika Majapahit dipimpin oleh Brawijaya (raja terakhir versi naskah babad). Nama aslinya adalah Dyah Nertaja. atau disingkat Bhre Pajang. Cerita Rakyat yang sudah melegenda menyebut Pengging sebagai kerajaan kuno yang pernah dipimpin Prabu Anglingdriya. Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perang antara Majapahit dan Demak. Putranya yang bergelar Jaka Tingkir setelah dewasa justru mengabdi ke Demak. Jaka Sengara diangkat Brawijaya sebagai bupati Pengging dan dinikahkan dengan Retno Ayu Pembayun. Dikisahkan putri Brawijaya yang bernama Retno Ayu Pembayun diculik Menak Daliputih raja Blambangan putra Menak Jingga. musuh bebuyutan Prabu Baka raja Prambanan. bergelar Bhatara i Pajang. [sunting] Kesultanan Pajang Menurut naskah babad. . Beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memberontak terhadap Demak.• • • • • • • • 1 Asal-usul 2 Kesultanan Pajang 3 Perkembangan 4 Peran Wali Songo 5 Pemberontakan Mataram 6 Keruntuhan 7 Daftar Raja Pajang 8 Kepustakaan [sunting] Asal-usul Sesungguhnya nama negeri Pajang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Ia kemudian digantikan oleh putranya. yang bernama Raden Kebo Kenanga. Kisah ini dilanjutkan dengan dongeng berdirinya Candi Prambanan.

Prestasi Jaka Tingkir yang cemerlang dalam ketentaraan membuat ia diangkat sebagai menantu Sultan Trenggana. [sunting] Peran Wali Songo Pada zaman Kesultanan Demak. Sunan Kudus bahkan terlibat pembunuhan terhadap Sunan Prawoto. bahkan ikut mendirikan kerajaan tersebut. Pada tahun 1568 Sultan Hadiwijaya dan para adipati Jawa Timur dipertemukan di Giri Kedaton oleh Sunan Prapen. Majelis ini bersidang secara rutin selama periode tertentu dan ikut menentukan kebijakan politik Demak. karena negeri-negeri Jawa Timur banyak yang melepaskan diri sejak kematian Sultan Trenggana. Sunan Kalijaga juga pernah membantu Ki Ageng Pemanahan meminta haknya pada Sultan Hadiwijaya atas tanah Mataram sebagai hadiah sayembara menumpas Arya Penangsang. Ia pun menjadi pewaris takhta Kesultanan Demak. yaitu Madura juga berhasil ditundukkan Pajang. Arya Penangsang juga berusaha membunuh Hadiwijaya namun gagal. Dalam kesempatan itu. yaitu Arya Penangsang bupati Jipang tahun 1549. . Sepeninggal Sultan Trenggana. dan menjadi bupati Pajang bergelar Hadiwijaya. Wilayah Pajang saat itu meliputi daerah Pengging (sekarang kira-kira mencakup Boyolali dan Klaten). raja baru pengganti Sultan Trenggana. majelis ulama Wali Songo memiliki peran penting. yang ibu kotanya dipindah ke Pajang. wilayah Kesultanan Pajang hanya meliputi sebagian Jawa Tengah saja. para adipati sepakat mengakui kedaulatan Pajang di atas negeri-negeri Jawa Timur. Dengan dukungan Ratu Kalinyamat (bupati Jepara putri Sultan Trenggana). Sunan Prapen bertindak sebagai pelantik Hadiwijaya sebagai sultan. Sunan Prawoto naik takhta. dan sekitarnya. Meskipun tidak lagi bersidang secara aktif. peran Wali Songo ikut memudar. Pemimpinnya yang bernama Raden Pratanu alias Panembahan Lemah Dhuwur juga diambil sebagai menantu Sultan Hadiwijaya. sedikit banyak para wali masih berperan dalam pengambilan kebijakan politik Pajang. Ia juga menjadi mediator pertemuan Sultan Hadiwijaya dengan para adipati Jawa Timur tahun 1568. Sementara itu. Tingkir (daerah Salatiga). Setelah itu. Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546. Misalnya. Butuh. Negeri kuat lainnya. Panji Wiryakrama dari Surabaya (pemimpin persekutuan adipati Jawa Timur) dinikahkan dengan putri Sultan Hadiwijaya. namun kemudian tewas dibunuh sepupunya. [sunting] Perkembangan Pada awal berdirinya tahun 1549. Hadiwijaya dan para pengikutnya berhasil mengalahkan Arya Penangsang. Sebagai tanda ikatan politik.

Meskipun pada tahun 1582 Sutawijaya memerangi Sultan Hadiwijaya. dan menggantinya dengan Arya Pangiri. . namun Pangeran Benawa tetap menganggapnya sebagai saudara tua. ia berhasil menyingkirkan Pangeran Benawa dari jabatan putra mahkota. Kehidupan rakyat Pajang terabaikan. [sunting] Keruntuhan Sepulang dari perang. karena Sunan Kudus sendiri sudah meninggal tahun 1550. Hal itu membuat Pangeran Benawa yang sudah tersingkir ke Jipang. Menurut laporan resmi peperangan. Mungkin yang dimaksud dengan Sunan Kudus dalam naskah babad adalah Panembahan Kudus. Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya menyerbu Pajang. Tokoh Sutawijaya inilah yang sebenarnya membunuh Arya Penangsang. Pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram. Pada tahun 1582 meletus perang Pajang dan Mataram karena Sutawijaya membela adik iparnya. Arya Pangiri didukung Panembahan Kudus berhasil naik takhta tahun 1583. yang dihukum buang ke Semarang oleh Sultan Hadiwijaya. Ramalan tersebut menjadi kenyataan ketika Mataram dipimpin Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan sejak tahun 1575. Arya Penangsang tewas dikeroyok Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Ki Penjawi diangkat sebagai penguasa Pati sejak tahun 1549.Wali lain yang masih berperan menurut naskah babad adalah Sunan Kudus. Di bawah pimpinannya. Perang itu dimenangkan pihak Mataram meskipun pasukan Pajang jumlahnya lebih besar. [sunting] Pemberontakan Mataram Tanah Mataram dan Pati adalah dua hadiah Sultan Hadiwijaya untuk siapa saja yang mampu menumpas Arya Penangsang tahun 1549. merasa prihatin. daerah Mataram semakin hari semakin maju dan berkembang. Terjadi persaingan antara putra dan menantunya. Sepeninggal Sultan Hadiwijaya tahun 1582. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan baru mendapatkan hadiahnya tahun 1556 berkat bantuan Sunan Kalijaga. yaitu Pangeran Benawa dan Arya Pangiri sebagai raja selanjutnya. Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan meninggal dunia. yaitu Tumenggung Mayang. Hal ini disebabkan karena Sultan Hadiwijaya mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di Mataram akan lahir kerajaan yang lebih besar dari pada Pajang.

Perang antara Pajang melawan Mataram dan Jipang berakhir dengan kekalahan Arya Pangiri. Pangeran Benawa bergelar Sultan Prabuwijaya [sunting] Kepustakaan • • • • • • • • • • Andjar Any. Pigeaud. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. 2001. 1987. Tidak ada putra mahkota yang menggantikannya sehingga Pajang pun dijadikan sebagai negeri bawahan Mataram. Ia dikembalikan ke negeri asalnya yaitu Demak. [sunting] Daftar Raja Pajang 1. Sutawijaya sendiri mendirikan Kesultanan Mataram di mana ia sebagai raja pertama bergelar Panembahan Senopati. Jakarta: Bhratara [sembunyikan] l•b•s . 1979. Sejarah Raja-Raja Jawa. 2000.C. Rahasia Ramalan Jayabaya. Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu Andjar Any. Yogyakarta: Media Ilmu Slamet Muljana. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya 2. Arya Pangiri bergelar Sultan Ngawantipura 3. Terj. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk. Yogyakarta: Narasi H. Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Babad Tanah Jawi. 1991. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yang menjadi bupati di sana ialah Pangeran Gagak Baning. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M. Semarang: Aneka Ilmu Babad Majapahit dan Para Wali Jilid 3. Pemerintahan Pangeran Benawa berakhir tahun 1587. Ranggawarsita & Sabdopalon. 1980.). Pangeran Benawa kemudian menjadi raja Pajang yang ketiga. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. (terj. Sejarah Indonesia Modern (terj. 2007.H. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. 1989. Ricklefs. 2007. 1979. adik Sutawijaya.).de Graaf dan T. Raden Ngabehi Ronggowarsito. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya.J.

ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Jaka Tingkir) Langsung ke: navigasi. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetil bila perlu. tapi sumbernya masih belum jelas karena tak memiliki kutipan pada kalimat. bergelar Sultan Adiwijaya. bacaan terkait atau pranala luar.Kerajaan di Jawa 0-600 (HinduBuddha Salakanagara · Tarumanagara · Sunda-Galuh · Kalingga · Kanjuruhan praMataram) 600-1500 (HinduBuddha) 1500sekarang (Islam) Mataram Hindu · Kahuripan · Janggala · Kadiri · Singasari · Majapahit · Pajajaran · Blambangan Demak · Pajang · Banten · Cirebon · Sumedang Larang · Mataram Islam · Kartasura · Surakarta · Yogyakarta · Mangkunagara · Paku Alam Joko Tingkir Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Daftar isi [sembunyikan] • • 1 Asal-usul 2 Mengabdi ke Demak . kadang-kadang juga ditulis Joko Tingkir. Jaka Tingkir. adalah pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Pajang yang memerintah tahun 1549-1582. cari Artikel ini sudah memiliki daftar catatan kaki.

Ia juga berguru pada Ki Ageng Sela. Sejak itu. Di sana ia tinggal di rumah Kyai Gandamustaka (saudara Nyi Ageng Tingkir) yang menjadi perawat Masjid Demak berpangkat lurah ganjur. dan dijuluki Jaka Tingkir.• • • • • • • • 3 Menjadi Sultan Pajang 4 Sumpah setia Ki Ageng Mataram 5 Menundukkan Jawa Timur 6 Pemberontakan Sutawijaya 7 Kematian 8 Pengganti 9 Catatan kaki 10 Referensi [sunting] Asal-usul Nama aslinya adalah Mas Karèbèt. Ki Ageng Pemanahan. putra Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga. Guru pertamanya adalah Sunan Kalijaga. Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh memberontak terhadap Kesultanan Demak. Mas Karebet tumbuh menjadi pemuda yang gemar bertapa. Ki Ageng Tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia. Ketika ia dilahirkan. Jaka Tingkir bertugas menyeleksi penerimaan prajurit baru. Ada seorang pelamar bernama Dadungawuk yang sombong dan suka pamer. Beberapa waktu kemudian. Sepuluh tahun kemudian. Mas Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir). Jaka Tingkir pandai menarik simpati Sultan Trenggana sehingga ia diangkat menjadi kepala prajurit Demak berpangkat lurah wiratamtama. dan Ki Panjawi. Jaka Tingkir ingin mengabdi ke ibu kota Demak. Ki Juru Martani. dan dipersaudarakan dengan ketiga cucu Ki Ageng yaitu. Sebagai pelaksana hukuman ialah Sunan Kudus. Nyai Ageng Pengging jatuh sakit dan meninggal pula. Setelah kematian suaminya. Sepulang dari mendalang. Jaka Tingkir . ayahnya sedang menggelar pertunjukan wayang beber dengan dalang Ki Ageng Tingkir.[1] Kedua ki ageng ini adalah murid Syekh Siti Jenar. Silsilah Jaka Tingkir : Andayaningrat (tidak diketahui nasabnya) + Ratu Pembayun (Putri Raja Brawijaya)→ Kebo kenanga (Putra Andayaningrat)+ Nyai Ageng Pengging→ Mas Karebet/Jaka Tingkir [sunting] Mengabdi ke Demak Babad Tanah Jawi selanjutnya mengisahkan.

Selain itu Aryo Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri suami dari Ratu Kalinyamat yang menjadi bupati Jepara. dan Ki Wuragil. Jaka Tingkir pun dipecat dari ketentaraan dan diusir dari Demak. Pembunuhan-pembunuhan ini dilakukan dengan menggunakan Keris Kiai Setan Kober. [sunting] Menjadi Sultan Pajang Prestasi Jaka Tingkir sangat cemerlang meskipun tidak diceritakan secara jelas dalam Babad Tanah Jawi. ia kembali ke Demak bersama ketiga murid yang lain. Arya Penangsang membunuh karena Sunan Prawoto sebelumnya membunuh karena Sunan Prawoto sebelumnya juga membunuh ayah Aryo Penangsang yang bernama Pangeran Sekar Seda Lepen sewaktu ia menyelesaikan salat ashar di tepi Bengawan Sore. Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546. serta memberi mereka hadiah untuk mempermalukan Arya Penangsang. Atas jasanya itu. Akibatnya. Ia juga menikahi Ratu Mas Cempa. bahwa setelah dipecat. Sultan Trenggana mengangkat kembali Jaka Tingkir menjadi lurah wiratamtama. Pangeran Sekar merupakan adik Kandung Sultan Trenggono sekaligus juga merupakan murid pertama Sunan Kudus. Mas Wila. tapi kemudian ia tewas dibunuh Arya Penangsang (sepupunya di Jipang) tahun 1549. putri Sultan Trenggana.menguji kesaktiannya dan Dadungawuk tewas hanya dengan menggunakan SADAK KINANG. Jaka Tingkir menciptakan kerusuhan di Demak. yaitu Mas Manca. Jaka Tingkir melepas seekor kerbau gila yang dinamakan sebagai Kebo Danu yang sudah diberi mantra (diberi tanah kuburan pada telinganya). Jaka Tingkir tampil menghadapi kerbau gila. Kisah dalam naskah-naskah babad tersebut seolah hanya kiasan. Saat itu Sultan Trenggana sekeluarga sedang berwisata di Gunung Prawoto. putranya yang bergelar Sunan Prawoto seharusnya naik takhta. . tapi gagal. Oleh karena itu. Rombongan Jaka Tingkir menyusuri Sungai Kedung Srengenge menggunakan rakit. dan ia tampil sebagai pahlawan yang meredakannya. Hal itu dapat dilihat dengan diangkatnya Jaka Tingkir sebagai Adipati Pajang bergelar Adipati Adiwijaya. Justru Adiwijaya menjamu para pembunuh itu dengan baik. Bahkan. Kemudian Aryo Penangsang mengirim utusan untuk membunuh Adiwijaya di Pajang. Kerbau itu dengan mudah dibunuhnya. ia pun mendapatkan simpati Sultan kembali. Kerbau itu mengamuk menyerang pesanggrahan Sultan di mana tidak ada prajurit yang mampu melukainya. kawanan tersebut kemudian membantu mendorong rakit sampai ke tujuan. Jaka Tingkir kemudian berguru pada Ki Ageng Banyubiru atau Ki Kebo Kanigoro(saudara seperguruan ayahnya). Muncul kawanan siluman buaya menyerang mereka namun dapat ditaklukkan. Setelah tamat.

Adiwijaya pun mengadakan sayembara. Dalam perang itu. Meskipun hanya sebuah desa namun bersifat perdikan atau sima swatantra. Sayembara diikuti kedua cucu Ki Ageng Sela. Sebaliknya. termasuk Ki Juru Martani. Ternyata. Ki Ageng Pemanahan juga diwajibkan bersumpah setia kepada Pajang. Ki Panjawi mendapatkan tanah Pati dan bergelar Ki Ageng Pati. Ki Ageng Pemanahan masih menunggu karena seolah-olah Sultan Adiwijaya menunda penyerahan tanah Mataram. [sunting] Sumpah setia Ki Ageng Mataram Sesuai perjanjian sayembara. Ki Ageng bersedia. bernama Kerajaan Mataram yang saat itu sudah tertutup hutan bernama Alas Mentaok. Ki Ageng Pemanahan yang . Ki Juru Martani (kakak ipar Ki Ageng Pemanahan) berhasil menyusun siasat cerdik sehingga sehingga Sutawijaya (Anak Ki Ageng Pemanahan) dapat menewaskan Arya Penangsang setelah menusukkan Tombak Kyai Plered ketika Aryo Penangsang menyeberang Bengawan Sore dengan mengendarai Kuda Jantan Gagak Rimang. Tanah Mataram adalah bekas kerajaan kuno. Setelah peristiwa tahun 1549 tersebut. Ratu Kalinyamat (adik Sunan Prawoto) mendesak Adiwijaya agar menumpas Aryo Penangsang karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan adipati Jipang tersebut. alasan penundaan hadiah adalah dikarenakan rasa cemas Adiwijaya ketika mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di Mataram akan lahir sebuah kerajaan yang mampu mengalahkan kebesaran Pajang. Maka. Demak kemudian dijadikan Kadipaten dengan anak Suan Prawoto yang menjadi Adipatinya Sultan Adiwijaya juga mengangkat rekan-rekan seperjuangannya dalam pemerintahan. Adiwijaya segan memerangi Aryo Penangsang secara langsung karena sama-sama anggota keluarga Demak dan merupakan saudara seperguruan sama-sama murid Sunan Kudus. Ramalan itu didengarnya saat ia dilantik menjadi sultan usai kematian Arya Penangsang. yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi. membuka hutan tersebut menjadi desa Mataram. Maka.Sepeninggal suaminya. Pusat kerajaan tersebut kemudian dipindah ke Pajang dengan Adiwijaya sebagai sultan pertama. Sunan Kalijaga selaku guru tampil sebagai penengah kedua muridnya itu. Barangsiapa dapat membunuh Aryo Penangsang akan mendapatkan tanah Pati dan mentaok/Mataram sebagai hadiah. Mas Manca dijadikan patih bergelar Patih Mancanegara. Adiwijaya pun rela menyerahkan tanah Mataram pada kakak angkatnya itu. Sunan Kalijaga meminta Adiwijaya agar menepati janji karena sebagai raja ia adalah panutan rakyat. Sampai tahun 1556. Ki Ageng Pemanahan segan untuk meminta. tanah Mataram masih ditahan Adiwijaya. sedangkan Mas Wila dan Ki Wuragil dijadikan menteri berpangkat ngabehi. Ki Ageng Pemanahan sekeluarga. Sementara itu.

hanya diwajibkan menghadap ke Pajang secara rutin sebagai bukti kesetiaan tanpa harus membayar pajak dan upeti. Sebagai tanda ikatan politik. Panji Wiryakrama diambil sebagai menantu Adiwijaya. dan diberi hak untuk tidak menghadap selama setahun penuh. Kali ini yang . Adiwijaya tidak lagi merasa cemas karena ia menyerahkan semuanya pada kehendak takdir. Tahun demi tahun berlalu. banyak daerah bawahan Demak yang melepaskan diri. dan Blambangan. Sunan Prapen untuk pertama kalinya berjumpa dengan Ki Ageng Pemanahan dan untuk kedua kalinya meramalkan bahwa Pajang akan ditaklukkan Mataram melalui keturunan Ki Ageng tersebut. Namun kedua pejabat senior itu pandai menenangkan hati Adiwijaya melalui laporan mereka yang disampaikan secara halus. Adiwijaya mendengar kemajuan Mataram semakin pesat. Mereka menemukan Sutawijaya bersikap kurang sopan dan terkesan ingin memberontak. Ia pun kembali mengirim utusan untuk menyelidiki kesetiaan Sutawijaya. Negeri-negeri di Jawa Timur yang tergabung dalam Persekutuan Adipati Bang Wetan saat itu dipimpin oleh Panji Wiryakrama bupati Surabaya. [sunting] Menundukkan Jawa Timur Saat naik takhta. Dalam pertemuan tahun 1568 itu. Waktu setahun berlalu dan Sutawijaya tidak datang menghadap. Selain itu. kekuasaan Adiwijaya hanya mencakup wilayah Jawa Tengah saja. Persekutuan adipati tersebut sedang menghadapi ancaman invansi dari berbagai penjuru. karena sepeninggal Sultan Trenggana. Sutawijaya menjadi penguasa baru di Mataram. Pada tahun 1568 Sunan Prapen penguasa Giri Kedaton menjadi mediator pertemuan antara Sultan Adiwijaya dengan para adipati Bang Wetan. Adiwijaya juga berhasil menundukkan Madura setelah penguasa pulau itu yang bernama Raden Pratanu bergelar Panembahan Lemah Duwur Arosbaya menjadi menantunya. Sunan Prapen berhasil meyakinkan para adipati sehingga mereka bersedia mengakui kedaulatan Kesultanan Pajang di atas negeri yang mereka pimpin.kemudian bergelar Ki Ageng Mataram. [sunting] Pemberontakan Sutawijaya Sutawijaya adalah putra Ki Ageng Pemanahan yang juga menjadi anak angkat Sultan Adiwijaya. Adiwijaya mengirim Ngabehi Wilamarta dan Ngabehi Wuragil untuk menanyakan kesetiaan Mataram. yaitu Pajang. Sepeninggal ayahnya tahun 1575. Madura. Mendengar ramalan tersebut.

membuat sakitnya bertambah parah. Arya Pamalad sendiri sejak awal kurang suka dengan Sutawijaya sekeluarga. Sutawijaya sendiri adalah anak angkat Adiwijaya yang dianggapnya sebagai putra tertua. Pada cerita rakyat dinyatakan bahwa sebenarnya Sutawijaya adalah anak kandung Adiwijaya dengan anak Ki Ageng Sela. datang makhluk halus anak buah Sutawijaya bernama Ki Juru Taman memukul dada Adiwijaya. Sultan Adiwijaya menerima kedua laporan itu dan berusaha menahan diri. yaitu kampung halaman ibu kandungnya. serta Patih Mancanegara. Ketiganya dijamu dengan pesta oleh Sutawijaya. Ibu Raden Pabelan yang merupakan adik perempuan Sutawijaya meminta bantuan ke Mataram. Di tengah keramaian pesta. Arya Pamalad (menantu yang menjadi adipati Tuban). Dalam perjalanan pulang. Sesampai di Pajang. Arya Pamalad melaporkan keburukan Sutawijaya. [sunting] Kematian Perbuatan Sutawijaya itu menjadi alasan Sultan Adiwijaya untuk menyerang Mataram. Ayah Pabelan yang bernama Tumenggung Mayang dijatuhi hukuman buang karena diduga ikut membantu anaknya. Adiwijaya melanjutkan perjalanan pulang. sehingga harus diusung dengan tandu. putra sulung Sutawijaya yang bernama Raden Rangga membunuh seorang prajurit Tuban yang didesak Arya Pamalad. namun menderita kekalahan. . Selain itu. sedangkan Pangeran Benawa menjelaskan kalau peristiwa pembunuhan tersebut hanya kecelakaan saja. Adiwijaya alias Jaka Tingkir akhirnya meninggal dunia tahun 1582 tersebut. karena perang antara Pajang dan Mataram diyakininya sebagai takdir. Hal itu dianggapnya sebagai firasat kalau ajalnya segera tiba. Pada tahun 1582 seorang keponakan Sutawijaya yang tinggal di Pajang. bernama Raden Pabelan dihukum mati karena berani menyusup ke dalam keputrian menemui Ratu Sekar Kedaton (putri bungsu Adiwijaya).berangkat adalah Pangeran Benawa (putra mahkota). Adiwijaya semakin tergoncang mendengar Gunung Merapi tiba-tiba meletus dan laharnya ikut menerjang pasukan Pajang yang berperang dekat gunung tersebut. Di tengah jalan ia jatuh dari punggung gajah tunggangannya. Perang antara kedua pihak pun meletus. ia singgah ke makam Sunan Tembayat namun tidak mampu membuka pintu gerbangnya. Sutawijaya pun mengirim utusan untuk merebut Tumenggung Mayang dalam perjalanan pembuangannya ke Semarang. Maka sesampainya di Pajang. Ia dimakamkan di desa Butuh. Adiwijaya menarik pasukannya mundur. Pasukan Pajang bermarkas di Prambanan dengan jumlah lebih banyak. Adiwijaya berwasiat supaya anak-anak dan menantunya jangan ada yang membenci Sutawijaya.

de Graaf dan T.H. Putri-putrinya antara lain dinikahkan dengan Panji Wiryakrama Surabaya. Sejarah Indonesia Modern (terj. Adapun putri yang paling tua dinikahkan dengan Arya Pangiri bupati Demak.[sunting] Pengganti Sultan Adiwijaya memiliki beberapa orang anak. Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu Babad Tanah Jawi. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Raden Pratanu Madura. ^ Kedua nama "Ki Ageng" ini bukanlah nama asli tetapi nama sebutan yang terkait dengan asal daerah keduanya. Sejarah Raja-Raja Jawa. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk. [sunting] Catatan kaki 1. Arya Pangiri didukung Panembahan Kudus (pengganti Sunan Kudus) untuk menjadi raja. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI.J. 2000. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. Pigeaud. Arya Pangiri pun menjadi raja baru di Pajang. Yogyakarta: Narasi H. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Raden Ngabehi Ronggowarsito. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M. 1991. Arya Pangiri sebenarnya adalah anak Sunan Prawoto. Terj.). 2001.C. Pangeran Benawa sang putra mahkota disingkirkan menjadi bupati Jipang. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. 1987. 2007. 2007. yang seharusnya memang menggantikan Sultan Trenggono menjadi Raja Demak. 1980. Ricklefs. dan Arya Pamalad Tuban.). bergelar Sultan Ngawantipura. (terj. [sunting] Referensi • • • • • • • Andjar Any. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Pengging adalah daerah di wilayah Boyolali sekarang dan Tingkir merupakan tempat di dekat Salatiga. Yogyakarta: Media Ilmu Arya Pangiri Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari .

Akhirnya pada tahun 1567 Aceh tetap menyerang Malaka tanpa bantuan Jawa. Pada tahun 1564 Sultan Ali Riayat Syah raja Aceh mengirim utusan meminta bantuan Demak untuk bersama mengusir Portugis dari Malaka. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • 1 Asal-Usul 2 Arya Pangiri Sebagai Bupati Demak 3 Arya Pangiri Merebut Pajang 4 Pemerintahan Arya Pangiri 5 Kekalahan Arya Pangiri 6 Kepustakaan [sunting] Asal-Usul Arya Pangiri adalah putra Sunan Prawoto raja keempat Demak. Alasan Sunan Kudus adalah usia Pangeran Benawa lebih muda daripada istri Pangiri. Tapi Arya Pangiri justru membunuh utusan tersebut. [sunting] Arya Pangiri Merebut Pajang Sepeninggal Sultan Hadiwijaya akhir tahun 1582 terjadi permasalahan takhta di Pajang. Putra mahkota yang bernama Pangeran Benawa disingkirkan Arya Pangiri dengan dukungan Sunan Kudus.Arya Pangiri adalah adipati Demak yang berhasil menjadi raja kedua Kesultanan Pajang. Pajang menjadi kerajaan berdaulat di mana Demak sebagai bawahannya. yang tewas dibunuh Arya Penangsang tahun 1549. . Arya Penangsang kemudian tewas oleh sayembara yang diadakan Hadiwijaya bupati Pajang. sehingga tidak pantas menjadi raja. Serangan itu gagal walaupun memakai meriam hadiah dari sultan Turki. Ia kemudian diasuh bibinya. Sejak itu. yaitu Ratu Kalinyamat di Jepara. Arya Pangiri dinikahkan dengan Ratu Pembayun. [sunting] Arya Pangiri Sebagai Bupati Demak Kerajaan Aceh mencatat Arya Pangiri sebagai seorang bupati yang mudah curiga. yang memerintah tahun 1583-1586 bergelar Sultan Ngawantipura. putri tertua Sultan Hadiwijaya dan dijadikan sebagai bupati Demak. Setelah dewasa.

Arya Pangiri juga berlaku tidak adil terhadap penduduk asli Pajang. 2000 orang Demak. dan 400 orang seberang dapat ditaklukkan. Kedua saudara angkat itu berunding di desa Weru. istrinya. Bahkan. Mungkin tokoh yang mendukung Arya Pangiri tersebut adalah penggantinya. Akibatnya. Perang terjadi di kota Pajang. [sunting] Kepustakaan • Andjar Any. Arya Pangiri melanggar wasiat mertuanya (Hadiwijaya) supaya tidak membenci Sutawijaya. Pasukan Arya Pangiri yang terdiri atas 300 orang Pajang. yaitu Panembahan Kudus. Semarang: Aneka Ilmu . Sebagian lagi pindah ke Jipang mengabdi pada Pangeran Benawa. banyak warga Pajang yang berubah menjadi perampok karena kehilangan mata pencaharian. Ia dikisahkan hanya peduli pada usaha untuk menaklukkan Mataram daripada menciptakan kesejahteraan rakyatnya. Gabungan pasukan Mataram dan Jipang berangkat untuk menurunkan Arya Pangiri dari takhtanya. Rahasia Ramalan Jayabaya. Ia bahkan membentuk pasukan yang terdiri atas orang-orang bayaran dari Bali. Bugis. Ia mendatangkan orang-orang Demak untuk menggeser kedudukan para pejabat Pajang. Tokoh Sunan Kudus yang diberitakan Babad Tanah Jawi perlu dikoreksi. [sunting] Kekalahan Arya Pangiri Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya di Mataram. [sunting] Pemerintahan Arya Pangiri Arya Pangiri menjadi raja Pajang sejak awal tahun 1583 bergelar Sultan Ngawantipura. Arya Pangiri sendiri tertangkap dan diampuni nyawanya atas permohonan Ratu Pembayun. dan Makassar untuk menyerbu Mataram. Akhirnya diambilah keputusan untuk menyerbu Pajang. Sutawijaya mengembalikan Arya Pangiri ke Demak. atau mungkin Pangeran Kudus. Ranggawarsita & Sabdopalon. karena Sunan Kudus sendiri sudah meninggal tahun 1550. serta mengangkat Pangeran Benawa sebagai raja baru di Pajang. 1979.Pangeran Benawa yang berhati lembut merelakan takhta Pajang dikuasai Arya Pangiri sedangkan ia sendiri kemudian menjadi bupati Jipang Panolan (bekas negeri Arya Penangsang). rakyat Pajang juga tersisih oleh kedatangan penduduk Demak.

2000. 2007.• • • • • • Babad Tanah Jawi.J. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. yang kemudian melahirkan Sultan Agung. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk. Daftar isi [sembunyikan] • • • • 1 Silsilah Pangeran Benawa 2 Kisah Hidup Pangeran Benawa 3 Akhir Kesultanan Pajang 4 Kepustakaan [sunting] Silsilah Pangeran Benawa Pangeran Benawa adalah putra Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir. 2001. raja terbesar Mataram. Sejarah Raja-Raja Jawa. (terj. Terj.H. yang mendirikan Kesultanan Mataram. . Pangeran Benawa memiliki putri bernama Dyah Banowati yang menikah dengan Mas Jolang putra Sutawijaya. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M. Yogyakarta: Media Ilmu Pangeran Benawa Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. raja pertama Pajang.). Sejak kecil ia dipersaudarakan dengan Sutawijaya. bergelar Sultan Prabuwijaya.C.de Graaf dan T. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Pigeaud. Ricklefs. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Sejarah Indonesia Modern (terj. 1991. Dyah Banowati bergelar Ratu Mas Adi. 1987. 2007. cari Pangeran Benawa adalah raja ketiga Kesultanan Pajang yang memerintah tahun 15861587. Yogyakarta: Narasi H.). anak angkat ayahnya.

yang kelak menurunkan Yosodipuro dan Ronggowarsito. karena kakak iparnya itu dianggap kurang adil dalam memerintah. Putra sulung Sutawijaya yang bernama Raden Rangga tidak sengaja membunuh seorang prajurit Tuban. Pangeran Benawa naik takhta menjadi raja baru di Pajang bergelar Sultan Prabuwijaya. Namun Sutawijaya menolaknya. Pangeran Benawa yang seharusnya naik takhta disingkirkan oleh kakak iparnya. Sementara itu Benawa melaporkan kebaikan Sutawijaya. [sunting] Kisah Hidup Pangeran Benawa Pangeran Benawa dikisahkan sebagai seorang yang lembut hati. Sejak itu. dan berakhir dengan kematian Sultan Hadiwijaya. [sunting] Akhir Kesultanan Pajang Naskah-naskah babad memberitakan versi yang berlainan tentang akhir pemerintahan Pangeran Benawa. Benawa menawarkan takhta Pajang kepada Sutawijaya. Dikisahkan. pujangga-pujangga besar Kasunanan Surakarta. dan sebagian lagi mengungsi ke Jipang. bahwa Mataram berniat memberontak terhadap Pajang. Persekutuan Benawa dan Sutawijaya terjalin. Akibatnya. Waktu itu Benawa berangkat bersama Arya Pamalad (kakak iparnya yang menjadi adipati Tuban) dan Patih Mancanegara. yaitu Arya Pangiri adipati Demak. Ada yang menyebut Benawa meninggal dunia tahun 1587. Ia hanya meminta beberapa pusaka Pajang untuk dirawat di Mataram. sehingga warga asli Pajang banyak yang tersisih. Benawa kemudian menjadi adipati Jipang Panolan. Gabungan pasukan Mataram dan Jipang berhasil mengalahkan Pajang. Sutawijaya menjamu ketiga tamunya dengan pesta. Ia pernah ditugasi ayahnya untuk menyelidiki kesetiaan Sutawijaya terhadap Pajang. Pada tahun 1586 ia bersekutu dengan Sutawijaya untuk menurunkan Arya Pangiri dari takhta. Arya Pangiri dipulangkan ke Demak. membuat Arya Pamalad mengajak rombongan pulang. Arya Pamalad melaporkan keburukan Sutawijaya. Pangeran Benawa juga memiliki putra bernama Pangeran Radin. Orang-orang Demak juga berdatangan. bahwa terbunuhnya prajurit Tuban karena ulahnya sendiri. ada pula yang menyebut Benawa turun takhta menjadi ulama di Gunung Kulakan bergelar Sunan . Arya Pangiri hanya sibuk menyusun usaha balas dendam terhadap Mataram. penduduk Pajang sebagian menjadi penjahat karena kehilangan mata pencaharian. Sutawijaya akhirnya terbukti memerangi Pajang tahun 1582.Selain itu. Sesampai di Pajang.

Pada tahun 1524/1525. Pigeaud.Parakan. Raden Ngabehi Ronggowarsito. Rahasia Ramalan Jayabaya. Semarang: Aneka Ilmu Babad Tanah Jawi. 2007.H. 1979. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. 2007. cari Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Yogyakarta: Media Ilmu Kesultanan Banten Dari Wikipedia bahasa Indonesia. 2001. di desa Penggarit. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Kesultanan banten) Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Sunan Gunung Jati dari Cirebon dibantu pasukan . Gagak Baning digantikan putranya yang bernama Pangeran Sidawini. Konon beliau juga meninggal di Pemalang. Kesultanan Pajang berakhir pula. [sunting] Kepustakaan • • • • • • Andjar Any. de Graaf dan T.J. Setelah meninggal. Bahkan ada yang menyatakan bahwa Pangeran Benawa menuju ke arah barat dan membangun sebuah pemerintahan yang sekarang bernama Pemalang. dan kemudian menjadi bawahan Mataram. 1980. Yang diangkat menjadi bupati di Pajang ialah Pangeran Gagak Baning adik Sutawijaya. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. Yogyakarta: Narasi H. Sepeninggal Benawa.). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Moedjianto. Sejarah Raja-Raja Jawa. (terj. 1987. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu Andjar Any. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Ranggawarsita & Sabdopalon.

[sunting] Puncak kejayaan Wilayah Kekuasaan Banten Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fath Abdul Fatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Sunda Kalapa dan Cimanuk. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kesultanan Banten. Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kesultanan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda. Saat itu Pelabuhan . Perang ini dimenangkan oleh Kesultanan Banten karena dibantu oleh para ulama.1 Puncak kejayaan o 1.2 Masa kekuasaan Sultan Haji o 1. Tamgara (Tangerang).Demak menduduki pelabuhan Banten. sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan utama Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang. dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Cirebon dan Demak.1 Sumber o 3. Cigede. Menurut sumber Portugis. Daftar isi [sembunyikan] • • • 1 Sejarah o 1. Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570). Sedangkan anak kedua menikah dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan menjadi Penguasa Jepara. salah satu dari pelabuhan kerajaan Sunda. Anak yang pertama bernama Maulana Yusuf.3 Penghapusan kesultanan 2 Daftar pemimpin Kesultanan Banten 3 Referensi o 3.2 Pranala luar 4 Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat/Banten/Jakarta • [sunting] Sejarah Anak dari Sunan Gunung Jati atau Fatahillah (Faletehan) yaitu Maulana Hasanudin menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak.

1570 Maulana Yusuf 1570 .1580 Maulana Muhammad 1585 . Syarif Makkah saat itu.[2]) Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1640 . Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten. wilayah Lampung diserahkan kepada VOC. seperti tertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin. [sunting] Penghapusan kesultanan Kesultanan Banten dihapuskan tahun 1813 oleh pemerintah kolonial Inggris. [sunting] Masa kekuasaan Sultan Haji Pada zaman pemerintahan Sultan Haji. Tragedi ini menjadi klimaks dari penghancuran Surasowan oleh GubernurJenderal Belanda.Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat.1590 Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 .1687 Abdul Fadhl / Sultan Yahya (1687-1690) Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733) Muhammad Syifa Zainul Ar / Sultan Arifin (1750-1752) Muhammad Wasi Zainifin (1733-1750) Syarifuddin Artu Wakilul Alimin (1752-1753) Muhammad Arif Zainul Asyikin (1753-1773) Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin (1773-1799) Muhyiddin Zainush Sholihin (1799-1801) Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (1801-1802) Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803) Aliyuddin II (1803-1808) Wakil Pangeran Suramanggala (1808-1809) Muhammad Syafiuddin (1809-1813) .1640 (dianugerahi gelar tersebut pada tahun 1048 H (1638) oleh Syarif Zaid. Pada tahun itu. Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. tepatnya pada 12 Maret 1682. Wilayah kekuasaannya meliputi sisa kerajaan Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung. Herman William Daendels tahun 1808. Sultan Muhamad Syafiuddin dilucuti dan dipaksa turun takhta oleh Thomas Stamford Raffles.1650 Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680 Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 .[1] [sunting] Daftar pemimpin Kesultanan Banten • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Sunan Gunung Jati Sultan Maulana Hasanudin 1552 .

^ Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia [sunting] Pranala luar • • • • (id)Sia-sia. 7 September 2003 (id)Ribuan Peziarah Serbu Masjid Agung Banten. 26 Oktober 2006 (id)Kesultanan Banten? Wallahualam…. 22 Desember 2003. TempoInteraktif. 26 April 2003 [sunting] Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat/Banten/Jakarta Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. ^ Memimpikan Takhta Kesultanan Banten.• Muhammad Rafiuddin (1813-1820) [sunting] Referensi [sunting] Sumber 1. ensiklopedia bebas . Republika. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. 28 Maret 2003 (id)Menunggu Kembalinya Sultan Banten. Harian Kompas. Harian Kompas. Kesultanan Cirebon Dari Wikipedia bahasa Indonesia. 2. Harian Kompas. Kalau Bangkitkan Sosok Sultan Banten. Senin.

(Dialihkan dari Kesultanan cirebon) Akurasi Terperiksa Langsung ke: navigasi. .1 Ki Gedeng Tapa o 2. yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.4 Panembahan Ratu I (1570-1649) o 3. Cirebon pada awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa.2 Ki Gedeng Alang-Alang 3 Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati) o 3. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.1 Pangeran Cakrabuana (….2 Perpecahan II (1807) 5 Masa kolonial dan kemerdekaan 6 Perkembangan terakhir 7 Lihat pula 8 Referensi [sunting] Sejarah Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari.1 Perpecahan I (1677) o 4. agama. membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas.2 Sunan Gunung Jati (1479-1568) o 3. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • • 1 Sejarah 2 Perkembangan awal o 2. –1479) o 3. dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau.3 Fatahillah (1568-1570) o 3. karena di sana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa. cari Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi.5 Panembahan Ratu II (1649-1677) 4 Terpecahnya Kesultanan Cirebon o 4. yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai dan diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran).

Walangsungsang yang juga bergelar Ki Cakrabumi diangkat menjadi penggantinya sebagai kuwu yang kedua. Nama kecilnya adalah Raden Walangsungsang. –1479) Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua bernama SubangLarang (puteri Ki Gedeng Tapa). adat istiadat. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon inilah berkembanglah sebutan cai-rebon (Bahasa Sunda:. dengan gelar Pangeran Cakrabuana. yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang. yang tak lain adalah puteri dari Ki Gedeng Tapa. Ia mulai membuka hutan ilalang dan membangun sebuah gubug dan sebuah tajug (Jalagrahan) pada tanggal 1 Syura 1358 (tahun Jawa) bertepatan dengan tahun 1445 Masehi. . setelah remaja dikenal dengan nama Kian Santang. Cirebon. dan garam. Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat. Sejak saat itu.bahasa. [sunting] Perkembangan awal [sunting] Ki Gedeng Tapa Ki Gedeng Tapa (atau juga dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati) adalah seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati. Mengingat pada awalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan. diangkatlah Raden Walangsungsang. dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat tinggal atau berdagang. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. [sunting] Ki Gedeng Alang-Alang Kuwu atau kepala desa Caruban yang pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi. Sebagai Pangraksabumi atau wakilnya. Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan Nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. [sunting] Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati) [sunting] Pangeran Cakrabuana (…. Selain itu. Ia mempunyai dua orang saudara seibu. mulailah para pendatang mulai menetap dan membentuk masyarakat baru di desa Caruban. petis. air rebon) yang kemudian menjadi Cirebon. yaitu Nyai Lara Santang/ Syarifah Mudaim dan Raden Sangara. Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman.

Nyai Rarasantang dari hasil perkawinannya dengan Syarif Abdullah dari Mesir. Setelah Sunan Gunung Jati wafat. Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal. Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya. Sunda Kelapa. Pangeran Dipati Carbon meninggal lebih dahulu pada tahun 1565. tampil sebagai "raja" Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon. Pada mulanya calon kuat pengganti Sunan Gunung Jati ialah Pangeran Dipati Carbon. terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam Cirebon. yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang . yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman. [sunting] Fatahillah (1568-1570) Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570. Namun. [sunting] Sunan Gunung Jati (1479-1568) Pada tahun 1479 M. cucu Sunan Gunung Jati. Prabu Surawisesa.ibunya). sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. yakni Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang setelah wafat dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah. Posisinya digantikan oleh adiknya. . Dengan demikian. Putra Pangeran Pasarean. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka. dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Pangeran Cakrabuana. dan Banten. dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung. Fatahillah kemudian naik takhta. Kuningan.Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. kedudukannya kemudian digantikan putra adiknya. pemerintahan dijabat oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. melainkan lalu mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Kawali (Galuh). anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang. Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

[sunting] Panembahan Ratu II (1649-1677) Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649. Dengan bantuan Trunojoyo. [sunting] Terpecahnya Kesultanan Cirebon Dengan kematian Panembahan Girilaya. atas tanggung jawab pihak Banten. maka terjadi kekosongan penguasa. takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Emas putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. Kabupaten Bantul. di bukit Girilaya. oleh karena tidak ada calon lain yang layak menjadi raja. pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim.[sunting] Panembahan Ratu I (1570-1649) Sepeninggal Fatahillah. Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan. Sultan Ageng Tirtayasa kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu Trunojoyo. yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram. tinggi makam Panembahan Girilaya adalah sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun. Pangeran Rasmi kemudian menggunakan nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II. Menurut beberapa sumber di Imogiri maupun Girilaya. Panembahan Girilaya adalah menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Kesultanan Mataram. karena ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu. maka kedua putra Panembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan dan dibawa kembali ke Cirebon untuk kemudian juga dinobatkan sebagai penguasa Kesultanan Cirebon. dekat dengan makam raja raja Mataram di Imogiri. yang saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari Mataram. Makamnya di Jogjakarta. Kondisi ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram. karena Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten adalah sama-sama keturunan Pajajaran. . Sultan Ageng Tirtayasa segera menobatkan Pangeran Wangsakerta sebagai pengganti Panembahan Girilaya. Banten merasa curiga sebab Cirebon dianggap lebih mendekat ke Mataram (Amangkurat I adalah mertua Panembahan Girilaya). Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri.

yaitu tempat belajar para intelektual keraton. [sunting] Perpecahan II (1807) Suksesi para sultan selanjutnya pada umumnya berjalan lancar. Jika tidak ada. Dengan demikian. Pangeran Martawijaya. cukup dengan gelar pangeran. suksesi kekuasaan sejak tahun 1677 berlangsung sesuai dengan tradisi keraton. maka orang lain yang dapat memangku jabatan itu sebagai pejabat sementara. dimana terjadi perpecahan karena salah seorang putranya. Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya besluit (Bahasa Belanda: surat keputusan) Gubernur-Jendral Hindia Belanda yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan. Sementara tahta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811). rakyat. Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan.[sunting] Perpecahan I (1677) Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon. dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723) Pangeran Wangsakerta. mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh. Perubahan gelar dari Panembahan menjadi Sultan bagi dua putra tertua Pangeran Girilaya ini dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa. akan dicari cucu atau cicitnya. Ini merupakan babak baru bagi keraton Cirebon. dan keraton masing-masing. dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. karena keduanya dilantik menjadi Sultan Cirebon di ibukota Banten. sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803). Sultan Anom. akan tetapi berdiri sebagai kaprabonan (paguron). dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya. Pangeran Kartawijaya. dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya. yaitu Sultan Sepuh. para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah: • • • Sultan Keraton Kasepuhan. sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713). [sunting] Masa kolonial dan kemerdekaan . dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703) Sultan Kanoman. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi. ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan. Jika terpaksa. yaitu Kesultanan Kacirebonan. di mana seorang sultan akan menurunkan takhtanya kepada anak laki-laki tertua dari permaisurinya. Sebagai sultan. yaitu Pangeran Raja Kanoman. Dalam tradisi kesultanan di Cirebon. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri. pecahan dari Kesultanan Kanoman.

[sunting] Perkembangan terakhir Setelah masa kemerdekaan Indonesia. Dr. sedangkan Keraton Kanoman sebagai istana Sultan Anom berdiri tahun 1622. M. Pada masa kemerdekaan. Pikiran Rakyat. Aan Merdeka. wilayah Kesultanan Cirebon menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. 370). H. pemerintah Kolonial Belanda pun semakin dalam ikut campur dalam mengatur Cirebon. Kesultanan Cirebon tidak lagi merupakan pusat dari pemerintahan dan pengembangan agama Islam. yang secara administratif masing-masing dipimpin oleh pejabat pemerintah Indonesia yaitu walikota dan bupati. sehingga semakin surutlah peranan dari keraton-keraton Kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya. Kota Cirebon kembali diperluas menjadi 2. untuk pengangkatan tahta Sultan Kanoman XII.100 Hektar. Pikiran Rakyat.Hum. Pada awal bulan Maret 2003. Meskipun demikian keraton-keraton yang ada tetap menjalankan perannya sebagai pusat kebudayaan masyarakat khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Tahun 1942. antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dan Pangeran Elang Muhammad Saladin.450 hektar. Masa Lalu dan Kini. Umumnya. Edisi Selasa. Keraton Kasepuhan sebagai istana Sultan Sepuh dianggap yang paling penting karena merupakan keraton tertua yang berdiri tahun 1529. Kesultanan Cirebon turut serta dalam berbagai upacara dan perayaan adat masyarakat dan telah beberapa kali ambil bagian dalam Festival Keraton Nusantara (FKN). 8 Juni 2004 [1] Permana. Secara umum. Pelantikan kedua sultan ini diperkirakan menimbulkan perpecahan di kalangan kerabat keraton tersebut. wilayah Kesultanan Cirebon tercakup dalam Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. dengan penduduk sekitar 20. 1906 No. [sunting] Lihat pula • • Kota Cirebon Kabupaten Cirebon [sunting] Referensi • • Wildan. 1926 No. dan yang terkemudian adalah Keraton Kacirebonan dan Keraton Kaprabonan. Surutnya Kekuasaan Kesultanan Cirebon.Dadan. Edisi Kamis 17 Juni 2004 [2] . Puncaknya terjadi pada tahuntahun 1906 dan 1926. dimana kekuasaan pemerintahan Kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan disahkannya Gemeente Cheirebon (Kota Cirebon). Cirebon.000 jiwa (Stlb. telah terjadi konflik internal di keraton Kanoman. yang mencakup luas 1.Sesudah kejadian tersebut. 122 dan Stlb.

Sultan Panembahan .1588-1601. cari Nagari Mataram [[Kesultanan Pajang| ← ]] 1588–1681 Kota 1613) [[Kasunanan Kartasura| → ]] Gede (1588- Ibu kota Kerta (1613-1647) Pleret (1647-1681) Bahasa Jawa Agama Islam Pemerintahan Monarki absolut Panembahan. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.wafat Rat (pengasingan) Sultan III 1588 (Paku I).Kesultanan Mataram Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Susuhunan (Sunan).Pemberontakan Trunajaya/Penaklukan Susuhunan Ngalogo Ing 28 November 1681 . II Pajang .1677-1681 Buwono Hamangku Sejarah . 1584 Senopati Susuhunan Ing Ngalogo . t.

setelah Perang Diponegoro. yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Mangkunagaran juga memiliki sebuah enklave di Yogyakarta. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang. berpusat di "Bumi Mentaok" yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. sistem persawahan di Pantura Jawa Barat. penggunaan hanacaraka dalam literatur bahasa Sunda. Daftar isi [sembunyikan] . serta beberapa batas administrasi wilayah yang masih berlaku hingga sekarang. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati). Pada peta ini terlihat bahwa Kasunanan Surakarta memiliki banyak enklave di wilayah Kasultanan Yogyakarta dan wilayah Belanda. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan. seperti kampung Matraman di Batavia/Jakarta.Peta Mataram Baru yang telah dipecah menjadi empat kerajaan pada tahun 1830. Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu. Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian dan relatif lemah secara maritim. namun ironisnya malah harus menerima bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya. Kerajaan Mataram pada masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya. politik feodal di Pasundan. putra dari Ki Ageng Pemanahan. termasuk Madura. Kelak enklave-enklave ini dihapus. Ia meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini.

Ia memindahkan lokasi kraton ke Kerta (Jw. Mataram lalu berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. ia tidak lagi menggunakan gelar sultan. kemudian dipindah ke Kotagede. "kertå". dan Jawa Timur sekarang). ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I). Sesudah ia meninggal (dimakamkan di Kotagede) kekuasaan diteruskan putranya Mas Jolang yang setelah naik tahta bergelar Prabu Hanyokrowati. Pusat pemerintahan berada di Mentaok. Karena itu ia juga disebut Susuhunan Seda Krapyak atau Panembahan Seda Krapyak yang artinya Raja (yang) wafat (di) Krapyak. Pada saat itu wilayahnya hanya di sekitar Jawa Tengah saat ini. Selain itu. mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. wilayah yang terletak kira-kira di timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto sekarang. melainkan "sunan" (dari "Susuhunan" atau "Yang Dipertuan"). Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang berpusat di Batavia. Setelah wafat (dimakamkan di Imogiri). Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Setelah itu tahta beralih sebentar ke tangan putra keempat Mas Jolang yang bergelar Adipati Martoputro. tidak jauh dari Kerta.• • • • • • 1 Masa awal 2 Sultan Agung 3 Terpecahnya Mataram 4 Peristiwa Penting 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Masa awal Sutawijaya naik tahta setelah ia merebut wilayah Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. maka muncul sebutan pula "Mataram Kerta"). Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak . Ternyata Adipati Martoputro menderita penyakit syaraf sehingga tahta beralih ke putra sulung Mas Jolang yang bernama Mas Rangsang. DIY. [sunting] Sultan Agung Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Wilayah Mataram mencakup Pulau Jawa dan Madura (kirakira gabungan Jawa Tengah. [sunting] Terpecahnya Mataram Amangkurat I memindahkan lokasi keraton ke Pleret (1647). Lokasi keraton (tempat kedudukan raja) pada masa awal terletak di Banguntapan. Pemerintahan Prabu Hanyokrowati tidak berlangsung lama karena beliau wafat karena kecelakaan saat sedang berburu di hutan Krapyak.

Ia wafat di Tegalarum (1677) ketika mengungsi sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. 1584 . sangat patuh pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi.Ki Ageng Pemanahan membangun istananya di Pasargede atau Kotagede. Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. Pada masanya. Amangkurat IV (1719-1726). Sultan Pajang mengangkat Sutawijaya. 1587 . Mas Jolang yang bergelar Panembahan Hanyakrawati dan kemudian dikenal sebagai "Panembahan Seda ing Krapyak" karena wafat saat berburu (jawa: krapyak). sekitar 5km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama dianggap telah tercemar. bergelar "Ngabehi Loring Pasar" (karena rumahnya di utara pasar).Panembahan Senopati wafat dan digantikan putranya. 1577 .Mataram menjadi kerajaan dengan Sutawijaya sebagai Sultan. 1601 . Penggantinya. kemudian digantikan oleh kakaknya Raden Mas Rangsang.Mas Jolang wafat. Terakhir setelah 1640-an beliau menggunakan gelar bergelar "Sultan Agung Senapati Ingalaga Abdurrahman" . Jawa Tengah). Pada masanya. di sebelah timur kota Karanganyar. Berakhirlah era Mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah. Pakubuwana II (1726-1749). Sutawijaya dan pasukannya selamat. Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708). [sunting] Peristiwa Penting • • • • • • • 1558 . Kekacauan politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta tanggal 13 Februari 1755. Setelah Menaklukkan Madura beliau menggunakan gelar "Susuhunan Hanyakrakusuma". bergelar "Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama" artinya Panglima Perang dan Ulama Pengatur Kehidupan Beragama. kemudian digantikan oleh putranya Pangeran Aryo Martoputro. 1588 . Amangkurat II (Amangkurat Amral). putra Ki Ageng Pemanahan sebagai penguasa baru di Mataram. kraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680). Karena sering sakit. Walaupun demikian sebagian masyarakat Jawa beranggapan bahwa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta adalah "ahli waris" dari Kesultanan Mataram. terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC. Amangkurat III memberontak dan menjadi "king in exile" hingga tertangkap di Batavia lalu dibuang ke Ceylon. 1613 . Pembagian wilayah ini tertuang dalam Perjanjian Giyanti (nama diambil dari lokasi penandatanganan.ketidakpuasan dan pemberontakan.Ki Ageng Pemanahan dihadiahi wilayah Mataram oleh Sultan Pajang Adiwijaya atas jasanya mengalahkan Arya Penangsang.Pasukan Kesultanan Pajang yang akan menyerbu Mataram porak-poranda diterjang badai letusan Gunung Merapi.Ki Ageng Pemanahan meninggal. Gelar pertama yang digunakan adalah Panembahan Hanyakrakusuma atau "Prabu Pandita Hanyakrakusuma". Pakubuwana I (1704-1719). VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja.

Sultan Agung wafat dan digantikan putranya Susuhunan Amangkurat I.Susuhunan Amangkurat III ditangkap dan dibuang ke Srilanka sampai wafatnya pada 1734. Sebuah perjanjian sangat berat (menggadaikan kedaulatan Mataram kepada VOC selama belum dapat melunasi hutang biaya perang) bagi Mataram dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai imbalan atas bantuan VOC. 15 Desember van Hohendorff mengumumkan Putra Mahkota sebagai Susuhunan Paku Buwono III. Susuhunan Amangkurat I mangkat.Susuhunan Amangkurat III wafat. Konflik Istana menyebabkan saudara Susuhunan. 1726 . 1680 .Trunajaya merangsek menuju Ibukota Pleret. yang dimanfaatkan oleh VOC.Susuhunan Amangkurat IV meninggal dan digantikan Putra Mahkota yang bergelar Susuhunan Paku Buwono II.• • • • • • • • • • • • • • • 1645 . 1746 .11 Desember Susuhunan Paku Buwono II menandatangani penyerahan kedaulatan Mataram kepada VOC. 1704 . Mangkubumi.Susuhunan Amangkurat II memindahkan ibukota ke Kartasura. 1681 . Perpecahan Mangkubumi-RM Said. 1645 .Mangkubumi berhasil menggerakkan pemberontakan di provinsi-provinsi Pasisiran (daerah pantura Jawa) mulai dari Banten sampai Madura. P. 1719 . Namun secara de facto Mataram baru dapat ditundukkan sepenuhnya pada 1830. Susuhunan Amangkurat III membentuk pemerintahan pengasingan.Susuhunan Paku Buwono I meninggal dan digantikan putra mahkota dengan gelar Susuhunan Amangkurat IV atau Prabu Mangkurat Jawa. Awal Perang Tahta II (1719-1723). 1749 . Awal Perang Tahta I (1704-1708). meninggalkan istana.Susuhunan Paku Buwana II secara resmi menempati ibukota baru yang dinamai Surakarta. 1742 . • 1752 .Pertentangan dan perpecahan dalam keluarga kerajaan Mataram. 1677 . .1677 .Pangeran Puger diturunkan dari tahta Pleret. 12 Desember Di Yogyakarta. Putra Mahkota dilantik menjadi Susuhunan Amangkurat II di pengasingan.Ibukota Kartasura dikuasai pemberontak. Susuhunan Paku Buwana II berada dalam pengasingan. 1743 . Meletus Perang Tahta III yang berlangsung lebih dari 10 tahun (1746-1757) dan mencabik Kerajaan Mataram menjadi dua Kerajaan besar dan satu kerajaan kecil. 1708 .Dengan bantuan VOC Ibukota Kartasura berhasil direbut dari tangan pemberontak dengan keadaan luluh lantak.Susuhunan Paku Buwana II membangun ibukota baru di desa Sala di tepian Bengawan Beton. Pangeran Puger yang diserahi tanggung jawab atas ibukota Pleret mulai memerintah dengan gelar Susuhunan Ing Ngalaga. 1745 . 1703 . Putra mahkota diangkat menjadi Susuhunan Amangkurat III. P. Mangkubumi diproklamirkan sebagai Susuhunan Paku Buwono oleh para pengikutnya.Dengan bantuan VOC Pangeran Puger ditahtakan sebagai Susuhunan Paku Buwono I.

Pepatih Dalem Surakarta.• • • • • • • • • 1754 .gimonca. Batavia walau keberatan tidak punya pilihan lain selain meratifikasi nota yang sama. 1799 . Praja Mangkunegaran yang terlepas dari Kesunanan Surakarta dengan gelar "Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangku Nagara Senopati Ing Ayudha". Kadipaten Paku Alaman yang terlepas dari Kesultanan Yogyakarta dengan gelar "Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam". Seluruh daerah Manca nagara Yogyakarta dan Surakarta dirampas Belanda. Nata Kusuma diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan.Akhir perang Diponegoro. 1792 . Nota Kesepahaman Mangkubumi-Hartingh.M. 23 September. Perjanjian Klaten menentukan tapal yang tetap antara Surakarta dan Yogyakarta dan membagi secara permanen Kerajaan Mataram ditandatangani oleh Sasradiningrat.com . R.KGPAA Mangku Nagara I meninggal. dan Danurejo. [sunting] Lihat pula • • • • • Sejarah Nusantara Kasunanan Surakarta Kasultanan Yogyakarta Kadipaten Paku Alaman Praja Mangkunagaran [sunting] Pranala luar • • Menelusuri jejak-jejak situs kerajaan Mataram Islam Kronologi sejarah Indonesia 1670-1800 di www. 1830 . Said diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan. P.Sultan Hamengku Buwono I wafat. 1755 . PB III meratifikasi nota kesepahaman. yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Mataram secara de facto dan de yure dikuasai oleh Hindia Belanda.Nicolas Hartingh menyerukan gencatan senjata dan perdamaian.Perpecahan kembali melanda Mataram. 27 September. ditandai dengan Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua. 1788 .Susuhunan Paku Buwono III mangkat. 1795 . Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan atas Kesultanan Yogyakarta dengan gelar "Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalaga Ngabdurakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah" atau lebih populer dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I.13 Februari Puncak perpecahan terjadi. 4 November. Pepatih Dalem Yogyakarta. 1757 .Perpecahan kembali melanda Mataram.Voc dibubarkan 1813 .

Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • • 1 Asal-Usul 2 Peran Awal 3 Memberontak Terhadap Pajang 4 Memerdekakan Mataram 5 Menjadi Raja 6 Memperluas Kekuasaan Mataram 7 Akhir Pemerintahan 8 Kepustakaan [sunting] Asal-Usul Danang Sutawijaya adalah putra sulung pasangan Ki Ageng Pamanahan dan Nyai Sabinah. 1601) adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601. Menurut naskah-naskah babad. bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. ayahnya adalah keturunan Brawijaya raja .Sutawijaya Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari Panembahan Senopati Danang Sutawijaya (lahir: ? . misalnya naskah-naskah babad karangan para pujangga zaman berikutnya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Tokoh ini dianggap sebagai peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram.wafat: Jenar. Riwayat hidupnya banyak digali dari kisah-kisah tradisional.

seolah tidak peduli dengan kedatangan kedua utusan tersebut. Namun kedua pejabat senior itu pandai menjaga perasaan Sultan Hadiwijaya melalui laporan yang mereka susun. Senapati saat itu sibuk berkuda di desa Lipura. Nyai Sabinah memiliki kakak laki-laki bernama Ki Juru Martani. [sunting] Memberontak Terhadap Pajang Usai sayembara. Sutawijaya kemudian diberi tempat tinggal di sebelah utara pasar sehingga ia pun terkenal dengan sebutan Raden Ngabehi Loring Pasar. Sutawijaya juga diambil sebagai anak angkat oleh Hadiwijaya bupati Pajang sebagai pancingan. Arya Penangsang adalah Bupati Jipang Panolan yang telah membunuh Sunan Prawoto raja terakhir Kesultanan Demak. Hal ini seolah-olah menunjukkan adanya upaya para pujangga untuk mengkultuskan rajaraja Kesultanan Mataram sebagai keturunan orang-orang istimewa. Ki Panjawi mendapatkan tanah Pati dan menjadi bupati di sana sejak tahun 1549. baik yang bersifat material ataupun spiritual. Sutawijaya menggantikan kedudukannya sebagai pemimpin Mataram. Sepeninggal Ki Ageng Pamanahan tahun 1575.terakhir Majapahit. Ia diajak ayahnya ikut serta dalam rombongan pasukan supaya Hadiwijaya merasa tidak tega dan menyertakan pasukan Pajang sebagai bala bantuan. Senapati juga berani membelokkan para mantri pamajegan dari Kedu . yang kemudian diangkat sebagai patih pertama Kesultanan Mataram. bergelar Senapati Ingalaga (yang artinya “panglima di medan perang”). Saat itu Sutawijaya masih berusia belasan tahun. [sunting] Peran Awal Sayembara menumpas Arya Penangsang tahun 1549 merupakan pengalaman perang pertama bagi Sutawijaya. Ia ikut berjasa besar dalam mengatur strategi menumpas Arya Penangsang pada tahun 1549. Ia sendiri akhirnya tewas di tangan Sutawijaya. Akan tetapi sengaja disusun laporan palsu bahwa kematian Arya Penangsang akibat dikeroyok Ki Ageng Pamanahan dan Ki Panjawi. mengingat Senapati sudah lebih dari setahun tidak menghadap Sultan Hadiwijaya. Senapati memang ingin menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka. melatih tentara. Pada tahun 1576 Ngabehi Wilamarta dan Ngabehi Wuragil dari Pajang tiba untuk menanyakan kesetiaan Mataram. dikhawatirkan ia akan lupa memberikan hadiah. sedangkan Ki Ageng Pamanahan baru mendapatkan tanah Mataram sejak tahun 1556. Ia sibuk mengadakan persiapan. karena jika Sultan Hadiwijaya sampai mengetahui kisah yang sebenarnya (bahwa pembunuh Bupati Jipang Panolan adalah anak angkatnya sendiri). misalnya membangun benteng. sedangkan ibunya adalah keturunan Sunan Giri anggota Walisanga. karena pernikahan Hadiwijaya dan istrinya sampai saat itu belum dikaruniai anak. sampai menghubungi penguasa Laut Kidul dan Gunung Merapi.

Para mantri itu bahkan berhasil dibujuknya sehingga menyatakan sumpah setia kepada Senapati. Raden Pabelan sendiri dihukum mati dan mayatnya dibuang ke Sungai Laweyan. ia berwasiat agar Pajang digabungkan dengan Mataram. . Pangeran Benawa pun diangkat menjadi raja Pajang sampai tahun 1587. Sultan Hadiwijaya resah mendengar kemajuan anak angkatnya. Senapati dimintanya menjadi raja. Ia akhirnya meninggal dunia namun sebelumnya sempat berwasiat agar anak-anaknya jangan ada yang membenci Senapati serta harus tetap memperlakukannya sebagai kakak sulung. Sepeninggalnya. Sultan pun berangkat sendiri memimpin pasukan Pajang menyerbu Mataram. Yang diutus adalah Arya Pamalad Tuban. [sunting] Menjadi Raja Arya Pangiri adalah menantu Sultan Hadiwijaya yang menjadi adipati Demak. Pangeran Benawa. [sunting] Memerdekakan Mataram Pada tahun 1582 Sultan Hadiwijaya menghukum buang Tumenggung Mayang ke Semarang karena membantu anaknya yang bernama Raden Pabelan. Semuanya dijamu dengan pesta oleh Senapati. Pangeran Benawa menawarkan takhta Pajang kepada Senapati namun ditolak. Pasukan Pajang dapat dipukul mundur meskipun jumlah mereka jauh lebih banyak. menyusup ke dalam keputrian menggoda Ratu Sekar Kedaton. Ibu Pabelan adalah adik Senapati. Pajang sendiri kemudian menjadi bawahan Mataram. Perbuatan Senapati ini membuat Sultan Hadiwijaya murka. Senapati sendiri ikut hadir dalam pemakaman ayah angkatnya itu. Maka Senapati pun mengirim para mantri pamajegan untuk merebut Tumenggung Mayang dalam perjalanan pembuangannya. dan Patih Mancanegara. Pangeran Benawa kemudian bersekutu dengan Senapati pada tahun 1586 karena pemerintahan Arya Pangiri dinilai sangat merugikan rakyat Pajang. Arya Pangiri tertangkap dan dikembalikan ke Demak. Ia pun mengirim utusan menyelidiki perkembangan Mataram. putri bungsu Sultan. Perang pun terjadi. adik Senapati. Perang terjadi. Ia didukung Panembahan Kudus berhasil merebut takhta Pajang pada tahun 1583 dan menyingkirkan Pangeran Benawa menjadi adipati Jipang.dan Bagelen yang hendak menyetor pajak ke Pajang. Senapati hanya meminta beberapa pusaka Pajang untuk dirawat di Mataram. Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dalam perjalanan pulang ke Pajang. dengan dipimpin oleh Pangeran Gagak Baning. Hanya saja sempat terjadi perselisihan antara Raden Rangga (putra sulung Senapati) dengan Arya Pamalad.

Putra adipati sebelumnya yang bernama Raden Senapati Kediri diusir oleh adipati baru bernama Ratujalu hasil pilihan Surabaya. Madiun berhasil direbut. Pada tahun 1591 terjadi perebutan takhta di Kediri sepeninggal bupatinya. Rangga Jemuna melarikan diri ke Surabaya. Selain Pajang dan Demak yang sudah dikuasai Mataram. Pada tahun 1590 gabungan pasukan Mataram. [sunting] Memperluas Kekuasaan Mataram Sepeninggal Sultan Hadiwijaya. Ia tidak mau memakai gelar Sultan untuk menghormati Sultan Hadiwijaya dan Pangeran Benawa. Pati saat itu dipimpin Adipati Pragola putra Ki Panjawi.Maka sejak itu. Persekutuan adipati Jawa Timur tetap dipimpin Surabaya sebagai negeri terkuat. Adipati Madiun adalah Rangga Jumena (putra bungsu Sultan Trenggana) yang telah mempersiapkan pasukan besar menghadang penyerangnya. Senapati Kediri kemudian diambil sebagai anak angkat Panembahan Senapati Mataram dan dibantu merebut kembali takhta Kediri. Ia kemudian dibunuh sendiri oleh adipati Pasuruhan. Istana pemerintahannya terletak di Kotagede. Pasukan mereka berperang melawan pasukan Mataram di Mojokerto namun dapat dipisah utusan Giri Kedaton. Pada tahun 1600 terjadi pemberontakan Adipati Pragola dari Pati. Kakak perempuannya (Ratu Waskitajawi) menjadi permaisuri utama di Mataram. Pemberontakan ini dipicu oleh pengangkatan Retno Dumilah putri Madiun sebagai permaisuri kedua Senapati. Pada tahun 1595 adipati Pasuruhan berniat tunduk secara damai pada Mataram namun dihalang-halangi panglimanya. yang kemudian menyatakan tunduk kepada Mataram. sedangkan putrinya yang bernama Retno Dumilah diambil sebagai istri Senapati. Rangga Kaniten dapat dikalahkan Panembahan Senapati dalam sebuah perang tanding. Pasukan Pati berhasil merebut beberapa wilayah sebelah utara Mataram. [sunting] Akhir Pemerintahan . Hal itu membuat Pragola menaruh harapan bahwa Mataram kelak akan dipimpin keturunan kakaknya itu. Perang berakhir dengan kematian bersama Senapati Kediri melawan Adipati Pesagi (pamannya). Perang kemudian terjadi dekat Sungai Dengkeng di mana pasukan Mataram yang dipimpin langsung oleh Senapati sendiri berhasil menghancurkan pasukan Pati. yang bernama Rangga Kaniten. daerah Pati juga sudah tunduk secara damai. dan Pajang bergerak menyerang Madiun. Melalui tipu muslihat cerdik. daerah-daerah bawahan di Jawa Timur banyak yang melepaskan diri. Senapati menjadi raja pertama Mataram bergelar Panembahan. Demak. Pati.

C. Ricklefs.Panembahan Senapati alias Danang Sutawijaya meninggal dunia pada tahun 1601 saat berada di desa Kajenar.de Graaf dan T.J. Terj.H. 2007. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. 1991. (terj. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu Sultan Mataram 1587-1601 Digantikan oleh: Hanyakrawati Didahului oleh: - . Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. 2001. Ia kemudian dimakamkan di Kotagede. Putra yang ditunjuk sebagai raja selanjutnya adalah yang lahir dari putri Pati. Sejarah Indonesia Modern (terj. Yogyakarta: Narasi H. bernama Mas Jolang.). [sunting] Kepustakaan • • • • • Babad Tanah Jawi. 2007. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti M. Pigeaud.). 1987.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful