“STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN”
“KOMUNIKASI TERAPEUTIK KEPERAWATAN JIWA”
Dosen Pengampu Mata Kuliah : Andriani, S.Kep., Ns., PMNC., MN,
OLEH :
MUTIARA AISYAH PUTRI R
R011191062
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2020
STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
a. Data subjektif
- Klien mengatakan merasa orang lain mengancam
- Klien mengatakan orang lain jahat
b. Data objektif
- Klien terlihat matanya merah, pandangan tajam
- Nada suara tinggi dan berteriak/ menjerit
- Klien suka memukul atau merusak apapun didekatnya jika marah
2. Diagnosa keperawatan
Resiko perilaku kekerasan
3. Tujuan khusus
a. Pasien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan
b. Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan
c. Pasien dapat menyebutkan jenis perilaku kekerasan yang pernah dialaminya
d. Pasien dapat mengontrol perilaku kekerasanya
4. Tindakan keperawatan
Membina hubungan saling percaya, identifikasi perasaan marah, tanda dan gejala
yang dirasakan, perilaku kekerasan yang sering dilakukan dan mengontrol
perilaku kekerasan dengan cara fisik tarik nafas dalam.
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
FASE ORIENTASI :
1. Salam terapeutik
”Selamat pagi ibu “I”, perkenalkan saya Mahasiswa keperawatan Universitas
Hasanuddin yang berjaga dari pukul 08.00 WITA sampai pukul 14.00
WITA. Nama Saya Mutiara Aisyah biasa dipanggil Isza.
2. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan ibu ”I” hari ini ? apa keluhan ibu ”I” hari ini? Apakah tidur
ibu “I” nyenyak?
3. Kontrak :
“Baiklah sekarang kita akan berbincang-bincang tentang perasaan marah ibu.
Apakah ibu bersedia? Berapa lama kiranya ibu mau kita berbincang-bincang?
Bagaimana kalau 20 menit? Ibu mau berbincang-bincang dimana? Baiklah disini
saja ya”
FASE KERJA :
“Apa yang menyebabkan ibu marah? Apakah sebelumnya ibu pernah marah? Terus
penyebabnya apa? Samakah dengan yang sekarang? Pada saat penyebab marah itu
ada, seperti rumah yang berantakan, makanan yang tidak tersedia, air tak tersedia
(misalnya ini penyebab marah klien), apa yang ibu rasakan? Apakah ibu merasa kesal,
kemudian dada ibu berdebar-debar, mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan
mengepal? Apa yang ibu lakukan selanjutnya? Apakah dengan ibu marah-marah,
keadaan jadi lebih baik? Menurut ibu adakah cara lain yang lebih baik selain marah-
marah? Maukah ibu belajar mengungkapkan marah dengan baik tanpa menimbulkan
kerugian? Ada beberapa cara fisik untuk mengendalikan rasa marah, hari ini kita
belajar satu cara dulu, begini bu, kalau tanda- marah itu sudah ibu rasakan ibu berdiri
lalu tarik nafas dari hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan secara perlahan-lahan dari
mulut seperti mengeluarkan kemarahan, coba lagi bu dan lakukan sebanyak 5 kali.
Bagus sekali ibu sudah dapat melakukan nya. Nah sebaiknya latihan ini ibu lakukan
secara rutin, sehingga bila sewaktu-waktu rasa marah itu muncul ibu sudah terbiasa
melakukannya dan cara yang kedua dengan melampiasakan marah ibu dengan
memukul bantal atau kasur”.
TERMINASI :
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan ibu setelah berbincang-bincang tentang kemarahan ibu?
Evaluasi objektif
“Coba ibu sebutkan penyebab ibu marah dan yang ibu rasakan dan apa yang ibu
lakukan serta akibatnya. coba bagaimana cara mengontrol marah ibu saat ibu
sedang marah?”
2. Rencana tindak lanjut klien
“Sekarang kita buat jadwal latihan nya ya pak, berapa kali sehari ibu mau latihan
nafas dalam ?”
3. Kontrak yang akan datang :
“Baik bagaimana kalau besok saat jam makan siang kita latihan lagi? Tempatnya
disini saja ya pak? Selamat Pagi.”