0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Done SP Harian Reboy

Dokumen ini menjelaskan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk klien bernama Tn. R yang mengalami perilaku kekerasan dan kesulitan mengendalikan emosi. Tindakan keperawatan mencakup membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi penyebab kemarahan, serta melatih cara mengungkapkan perasaan secara konstruktif. Rencana tindak lanjut termasuk memantau lingkungan dan memberikan terapi medis untuk menstabilkan kondisi klien.

Diunggah oleh

suryandikadwi476
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan13 halaman

Done SP Harian Reboy

Dokumen ini menjelaskan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk klien bernama Tn. R yang mengalami perilaku kekerasan dan kesulitan mengendalikan emosi. Tindakan keperawatan mencakup membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi penyebab kemarahan, serta melatih cara mengungkapkan perasaan secara konstruktif. Rencana tindak lanjut termasuk memantau lingkungan dan memberikan terapi medis untuk menstabilkan kondisi klien.

Diunggah oleh

suryandikadwi476
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP 1)

Interaksi ke :1 Nama Klien : Tn.R


Hari/tanggal/jam : Rabu, 23-04-2025/10.00 WITA Nama Perawat : Rebiansyah

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
S:
 Klien mengatakan marah, kesal, gelisah
 Klien mengatakan sulit tidur
 Klien mengatakan susah mengdalikan emosi
O:
 Klien tampak menunjukan ekspresi marah
 Klien tampak mudah tersinggung dan gelisah
 Klien tampak sulit mengendalikan emosinya
 Klien berbicara keras dan cepat
 Klien juga bicara dengan nada ketus
2. Diagnosa keperawatan:
Perilaku kekerasan
3. Tujuan khusus:
Klien mampu membina hubungan saling percaya
4. Tindakan keperawatan:
SP 1: Membina hubungan saling percaya dan mengidentifikasi penyebab marah

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
1. Fase perkenalan/orientasi
a. Salam terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi. Perkenalkan, saya perawat Rebi yang bertugas
di ruangan ini. Kalau boleh tau nama bapak siapa? Biasaya di panggil siapa?”
b. Evaluasi validasi
“Bagaimana perasaan Bapak saat ini? Apa masih ada perasaan marah atau
gelisah?”
c. Kontrak (topik, waktu dan tempat)
“Baiklah, pagi ini kita akan berbincang-bincang mengenai perasaan marah dan
gelisah yang bapak rasakan ya. Kita bisa ngobrol di sini saja? Kira-kira 15 menit
cukup, Pak?”
2. Fase kerja
“Apa yang menyebabkan bapak bisa marah? Coba ceritakan, ya pak, apa yang bapak
rasakan saat marah?”
“Waktu bapak marah, apakah terasa tegang, mengepal tangan, atau mondar-mandir?”
“Apakah bapak pernah melakukan sesuatu ketika marah? Seperti membanting barang
atau memukul?”
“Kalau sudah melakukan itu, apakah masalahnya selesai atau malah tambah rumit,
pak?”
→ Klien: “Saya malah menyesal dan akhirnya dibawa ke rumah sakit jiwa.”
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
1) Evaluasi Subyektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang tentang perasaan
marah yang bapak rasakan?”
2) Evaluasi Obyektif
“Coba bapak jelaskan lagi kenapa bapak bisa marah”
b. Rencana tindak lanjut
 Mempertahankan lingkungan bebas dari bahaya secara rutin
 Mempertahankan lingkungan bebas dari bahaya secara rutin

 Memonitor adanya benda yang berpotensi membahayakan (mis. benda tajam,


tali)
 Melatih cara mengungkapkan perasaan secara asertif atau jujur
 Melatih mengurangi kemarahan secara verbal dan nonverbal (mis. relaksasi,
bercerita)
 Mengkolaborasikan pemberian Clozapine 25 mg, Hexymer 2 mg, Lorazepam
2 mg, Haloperidol 5 mg, dan injeksi Lodomer 1 ampul sesuai program terapi
medis untuk membantu menstabilkan kondisi psikis dan fisik klien serta
menurunkan risiko perilaku kekerasan.
c. Kontrak yang akan datang
1) topik
“Baik, bapak bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang lagi tentang
akibat dari perasaan marah yang bapak rasakan?”
2) tempat
“Nanti kita bisa berbincang-bincang lagi disini saja ya pak”
3) waktu
“Berapa lama kita akan berbincang, bagaimana kalau 15 menit?
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP 1)

Interaksi ke :2 Nama Klien : Tn.R


Hari/tanggal/jam : Kamis, 24-04-2025/10.00 WITA Nama Perawat : Rebiansyah

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
S:
 Klien mengatakan tahu penyebab dirinya marah, tetapi sulit
mengendalikannya saat emosi memuncak.
 Klien menyatakan ingin pulang dan bertemu dengan ibunya

O:

 Klien tampak kooperatif namun sesekali menunjukkan ekspresi tegang.


 Klien berbicara dengan cepat, nada meninggi, dan cenderung
memaksakan pendapatnya.
2. Diagnosa keperawatan:
Perilaku kekerasan
3. Tujuan khusus:
Klien mampu melanjutkan hubungan saling percaya dan eksplorasi lebih dalam
tentang penyebab marah
4. Tindakan keperawatan
SP 1: Membina hubungan saling percaya dan mengidentifikasi penyebab marah

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
1. Fase perkenalan/orientasi
a. Salam terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi, bapak R. Apa kabarnya hari ini?”
b. Evaluasi validasi
“Kemarin kita sudah mulai berbincang, bagaimana perasaan bapak hari ini?
Masih ada rasa marah atau gelisah?”
c. Kontrak (topik, waktu dan tempat)
“Hari ini kita lanjutkan ngobrol seperti kemarin ya pak, tentang perasaan
bapak dan kenapa bapak bisa marah. Di tempat yang sama, 15 menit ya?”
2. Fase kerja
“Menurut bapak, apa yang membuat bapak marah akhir-akhir ini? Apakah bapak
merasa ada hal-hal yang memicu amarah?”
“Apakah bapak merasa lebih mudah marah saat menghadapi keluarga atau saat
sedang sendiri?”
“Apa yang biasanya bapak lakukan saat marah?”
→ Klien: “Saya biasanya membanting barang atau mengamuk.
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
1) Evaluasi Subyektif
“Setelah berbicara lagi, bagaimana perasaan bapak sekarang?
2) Evaluasi Obyektif
“Bisa bapak sebutkan lagi hal-hal apa yang bisa memicu amarah bapak?”
b. Rencana tindak lanjut
 Mempertahankan lingkungan bebas dari bahaya secara rutin
 Memonitor pengunaan barang yang dapat membahayakan (mis. pisau
cukur)
 Memonitor adanya benda yang berpotensi membahayakan (mis. benda
tajam, tali)
 Melatih cara mengungkapkan perasaan secara asertif atau jujur
 Melatih mengurangi kemarahan secara verbal dan nonverbal (mis.
relaksasi, bercerita)
 Mengkolaborasikan pemberian Clozapine 25 mg, Hexymer 2 mg,
Lorazepam 2 mg, Haloperidol 5 mg, dan injeksi Lodomer 1 ampul sesuai
program terapi medis untuk membantu menstabilkan kondisi psikis dan
fisik klien serta menurunkan risiko perilaku kekerasan.
c. Kontrak yang akan datang
1) Topik
“Baik bapak, bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang lagi tentang
tanda dan gejala serta akibat dari perasaan marah yang bapak rasakan?”
2) Tempat
“Nanti kita bisa berbincang-bincang lagi disini saja pak”
3) Waktu
“Berapa lama kita akan berbincang, bagaimana kalau 15 menit?
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP 2)

Interaksi ke :3 Nama Klien : Tn.R


Hari/tanggal/jam : Jum’at, 25-04-2025/10.00 WITA Nama Perawat : Rebiansyah

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien kooperatif, bisa menyebutkan penyebab marah
2. Diagnosa keperawatan:
Risiko perilaku kekerasan
3. Tujuan khusus:
a. Klien mampu mengenali tanda gejala marah
b. Klien mampu menyebutkan perilaku yang biasa dilakukan saat marah
c. Klien mampu menyebutkan akibat dari tindakan marah
4. Tindakan keperawatan:
SP 2: mengidentifikasi tanda gejala, perilaku kekerasan yang bisa dilakukan dan
akibat dari perilaku kekerasan.

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
1. Fase perkenalan/orientasi
a. Salam terapeutik
Selamat pagi, bapak R? Masih ingat nama saya?”
b. Evaluasi validasi
“Bagaimana perasaan bapak saat ini? Masih merasa kesal apa lebih tenang?”
c. Kontrak (topik, waktu dan tempat)
“Hari ini kita akan bicara tentang gejala yang bapak rasakan saat marah dan apa
yang biasanya bapak lakukan. Kita ngobrol 15 menit ya?”
2. Fase kerja
“Kalau bapak sedang marah, apakah bapak merasa tegang, panas, atau seperti ingin
membanting sesuatu?”
“Biasanya, bapak melakukan apa ketika sedang marah?”
→ Klien: “Saya menghamburkan barang di rumah dan kadang memukul.”
“Setelah melakukan itu, apakah masalah jadi selesai atau malah bertambah?”
→ Klien: “Biasanya saya jadi merasa bersalah.”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
1) Evaluasi Subjektif
“Bagaimana rasanya setelah menceritakan semua itu, pak?”?”
2) Evaluasi Objektif
“Coba bapak sebutkan gejala yang bapak rasakan saat marah, lalu apa
tindakan bapak, dan akibatnya?”
b. Rencana tindak lanjut
 Mempertahankan lingkungan bebas dari bahaya secara rutin
 Memonitor pengunaan barang yang dapat membahayakan (mis. pisau
cukur)
 Memonitor adanya benda yang berpotensi membahayakan (mis. benda
tajam, tali)
 Melatih cara mengungkapkan perasaan secara asertif atau jujur
 Melatih mengurangi kemarahan secara verbal dan nonverbal (mis. relaksasi,
bercerita)
 Mengkolaborasikan pemberian Clozapine 25 mg, Hexymer 2 mg,
Lorazepam 2 mg, Haloperidol 5 mg, dan injeksi Lodomer 1 ampul sesuai
program terapi medis untuk membantu menstabilkan kondisi psikis dan
fisik klien serta menurunkan risiko perilaku kekerasan.
c. Kontrak yang akan datang
1) Topik
“Bagaimana kalau besok kita mulai belajar mengungkapkan rasa marah yang
sehat?”
2) Tempat
Disini kita belajar marah yang sehat yaa?
3) Waktu
“bapak R ingin berapa lama kita belajar marah yang sehat? O...15 menit
baiklah!
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP 3)

Interaksi ke :4 Nama Klien : Tn.R


Hari/tanggal/jam : Sabtu, 26-04-2025/10.00 WITA Nama Perawat : Rebiansyah

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien kooperatif, bisa menyebutkan penyebab marah Klien kooperatif, mampu
menyebutkan tanda gejala marah
2. Diagnosa keperawatan:
Risiko perilaku kekerasan
3. Tujuan khusus:
a. Klien mampu mengungkapkan perasaan marah dengan cara yang dapat
diterima
b. Klien mampu menyebutkan cara konstruktif mengungkapkan marah
c. Klien mampu menyebutkan akibat dari tindakan marah
4. Tindakan keperawatan:
SP 3 – Memberikan kesempatan klien untuk mengungkapkan marah secara
konstruktif

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
1. Fase perkenalan/orientasi
a. Salam terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi bapak R. Semoga bapak sehat hari ini.”
b. Evaluasi validasi
“Bagaimana perasaan bapak saat ini? Masih merasa kesal apa lebih tenang?”
c. Kontrak (topik, waktu dan tempat)
“Hari ini kita akan bicara tentang gejala yang bapak rasakan saat marah dan apa
yang biasanya bapak lakukan. Kita ngobrol 15 menit ya?”
2. Fase kerja
“Kalau bapak sedang marah, apakah bapak merasa tegang, panas, atau seperti ingin
membanting sesuatu?”
“Biasanya, bapak melakukan apa ketika sedang marah?”
→ Klien: “Saya teriak dan kadang memukul.”
“Setelah melakukan itu, apakah masalah jadi selesai atau malah bertambah?”
→ Klien: “Biasanya saya jadi merasa bersalah.”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
1) Evaluasi Subjektif
“Bagaimana rasanya setelah menceritakan semua itu, pak?”?”
2) Evaluasi Objektif
“Coba ibu sebutkan gejala yang bapak rasakan saat marah, lalu apa tindakan
bapak, dan akibatnya?”
b. Rencana tindak lanjut
 Mempertahankan lingkungan bebas dari bahaya secara rutin.
 Memonitor penggunaan barang yang dapat membahayakan (mis. pisau cukur).
 Memonitor adanya benda yang berpotensi membahayakan (mis. benda tajam, tali).
 Melatih cara mengungkapkan perasaan secara asertif atau jujur.
 Melatih mengurangi kemarahan secara verbal dan nonverbal (mis. relaksasi,
bercerita).
 Mengembangkan teknik pernapasan dalam dengan lebih terstruktur
c. Kontrak yang akan datang
1) Topik
“Bagaimana kalau besok kita mulai belajar mengungkapkan rasa marah
yang sehat?”
2) Tempat
Disini kita belajar marah yang sehat yaa?
3) Waktu
“Ibu R ingin berapa lama kita belajar marah yang sehat? O...15 menit
baiklah!

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP 4)


Interaksi ke :5 Nama Klien : Tn.R
Hari/tanggal/jam : Senin/28-04-2025/10.00 WITA Nama Perawat : Rebiansyah

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien tampak stabil, kooperatif, dan antusias
2. Diagnosa keperawatan:
Risiko perilaku kekerasan
3. Tujuan khusus:
Klien mampu menyebutkan cara mengontrol marah sebelum terjadi ledakan
4. Tindakan keperawatan:
SP 4 – Melatih klien cara mengontrol marah

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
1. Fase perkenalan/orientasi
a. Salam terapeutik
“Selamat pagi bapak R, senang bertemu kembali. Apa kabarnya hari ini?”
b. Evaluasi validasi
“Bapak kemarin sudah bagus sekali mengekspresikan marah. Hari ini kita
lanjutkan latihan kontrol marah, ya?”
c. Kontrak (topik, waktu dan tempat)
“Kita ngobrol sekitar 15 menit ya pak, di tempat yang sama.”
2. Fase kerja
“Salah satu cara mengontrol marah adalah mengenali tanda awal, seperti detak
jantung cepat atau napas sesak.”
“Kalau bapak mulai merasa seperti itu, bapak bisa tarik napas dalam-dalam, atau
menjauh dari situasi sebentar.”
“Ayo pak, kita coba latihan teknik napas. Tarik napas 4 hitungan, tahan 4 hitungan,
lalu hembuskan pelan-pelan.”
→ Klien mengikuti dengan baik.
“Bagaimana rasanya setelah mencoba teknik itu?”
→ Klien: “Saya merasa lebih tenang.”
2. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
1) Evaluasi Subyektif:
“Saya merasa lebih tenang setelah tarik napas.”
2) Evaluasi Obyektif:
Klien mampu mendemonstrasikan teknik pernapasan dalam
b. Rencana tindak lanjut
 Melakukan asesmen pemicu emosional klien melalui refleksi dan diskusi untuk
membantu klien memahami pola kemarahan yang muncul.
 Melatih strategi kontrol diri berbasis kognitif, seperti teknik berpikir sebelum bereaksi,
membingkai ulang situasi, dan mengidentifikasi alternatif respons selain agresi.
 Memberikan latihan komunikasi asertif, membantu klien mengungkapkan
ketidaknyamanan atau kemarahan dengan kalimat yang jelas dan tidak bersifat
menyerang.
 Mengajarkan teknik distraksi untuk mengalihkan impuls kemarahan, misalnya dengan
menggambar, atau melakukan aktivitas sederhana seperti meremas bola stres.
c. Kontrak yang akan datang
1) Topik
"Besok kita bahas sama-sama ya, rencana apa yang bisa bapak lakukan kalau
perasaan marah itu muncul lagi.”
2) Tempat
"Kita ngobrolnya tetap di ruang rawat ini ya, pak."
3) Waktu
"Kira-kira 15 menit saja, bagaimana pak?"

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP 5)


Interaksi ke :6 Nama Klien : Tn.R
Hari/tanggal/jam : Selasa/29-04-2025/10.00 Nama Perawat : Rebiansyah
WITA

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Klien stabil, mampu fokus dan mengikuti diskusi
2. Diagnosa keperawatan:
Risiko perilaku kekerasan
3. Tujuan khusus:
Klien mampu menyusun rencana tindakan saat muncul perasaan marah
4. Tindakan keperawatan:
SP 5 – Menyusun rencana tindakan saat muncul kemarahan

C. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN
1. Fase perkenalan/orientasi
a. Salam terapeutik
“Assalamualaikum bapak R, bagaimana hari ini perasaannya?”
b. Evaluasi validasi
“Kemarin kita sudah latihan mengontrol marah, hari ini kita buat rencana
tindakan kalua bapak merasa marah lagi, ya.”
c. Kontrak (topik, waktu dan tempat)
“Waktunya sekitar 15 menit, seperti biasa ya pak.”

2. Fase kerja

“Kalau bapak mulai merasa marah, langkah pertama apa yang akan bapak
lakukan?”

→ Klien: “Saya tarik napas dan diam dulu.” “Bagus. Setelah itu?”

→ Klien: “Saya coba menjauh dan mencari tempat tenang.”

“Sempurna, pak. Saya bantu tulis ya: 1) Tarik napas; 2) Diam dan menjauh; 3)
Bercerita ke perawat.”
→ Klien mengangguk dan menyetujui.

“Nanti kalau bapak merasa marah, bapak tinggal ikuti rencana ini.”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
1) Evaluasi Subyektif:
“Sekarang saya merasa lebih siap kalau marah muncul.”
2) Evaluasi Obyektif:
Klien mampu menyusun langkah konkret bila marah muncul
b. Rencana tindak lanjut
 Melatih strategi kontrol diri berbasis kognitif, seperti teknik berpikir sebelum bereaksi,
membingkai ulang situasi, dan mengidentifikasi alternatif respons selain agresi.
 Memberikan latihan komunikasi asertif, membantu klien mengungkapkan
ketidaknyamanan atau kemarahan dengan kalimat yang jelas dan tidak bersifat
menyerang.
 Mengajarkan teknik distraksi untuk mengalihkan impuls kemarahan, misalnya dengan
menggambar, atau melakukan aktivitas sederhana seperti meremas bola stres.
 Memfasilitasi keterlibatan keluarga dalam sesi interaktif, membantu mereka
memahami cara memberikan dukungan yang konstruktif dan mengurangi potensi
konflik.
c. Kontrak yang akan datang
1) Topik
"Untuk saat ini, kegiatan kita cukup sampai pembahasan hari ini ya pak.
Nanti kalau ada sesi lanjutan, kita bisa bahas tentang strategi mengendalikan
lingkungan."
2) Tempat
"Kalau ada pertemuan lagi, kita bisa tetap gunakan ruangan ini, ya pak."
3) Waktu
"Biasanya cukup 15 menit seperti sebelumnya."

Anda mungkin juga menyukai