KARAKTERISTIK ORGANISASI SEKTOR PUBLIK
Organisasi sektor publik adalah organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan publik dan
penyelenggaraan negara. Contoh organisasi sektor publik : lembaga – lembaga negara atau
organisasi yang berkaitan dengan keuangan negara.
Alasan mengapa sektor publik diperlukan :
1. Untuk menyediakan barang – barang publik yang sangat dibutuhkan
2. Diperlukan sebagai regulator
3. Diperlukan sebagai pengelola negara dan pengemban amanah konstitusi
BARANG DAN JASA PUBLIK
1. Pure public goods (barang atau jasa yang merupakan kebutuhan masyarakat dan dinikmati
bersama sama,contoh : layanan damkar,layanan peradilan,layanan pertahanan)
2. Quasi public goods (barang atau jasa yang merupakan kebutuhan masyarakat dan dinikmati
bersama sama namun akan berkurang apabila dikonsumsi secara individu,contoh : layanan
kesehatan,pendidikan,ekstraksi air tanah)
3. Pure private goods (barang atau jasa yang dapat dinikmati secara individual bagi yang
membelinya tapi barang atau jasa tersebut bisa dirasakan manfaatnya sama sama, contoh:
pelayanan jalan tol,jasa marga,tenga listrik)
4. Quasi private goods (barang atau jasa yang dapat dinikmati secara individual bagi yang
membelinya dan yang tidak membeli tidak dapat merasakannya, contoh : makanan,pakaian,
hiburan)
DEFINISI ASP
Akuntansi sektor publik - mekanisme akuntansi yang diberlakukan dalam praktik-praktik organisasi
publik sebagai suatu alat pertanggungjawaban kepada publik.
Tujuan Akuntansi Sektor Publik:
1. Memberikan informasi yang berguna untuk pengendalian manajemen dan
pertanggungjawaban
2. Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien, dan ekonomis
atas suatu operasi dan alokasi sumber daya
3. Memberikan informasi yang memungkinkan manajer untuk melaporkan pelaksanaan
tanggung jawab mengelola secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumber daya
yang menjadi wewenangnya
PERAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
1. Pengelolaan keuangan negara (meliputi manajemen keuangan dan akuntansi manajemen
sektor publik)
2. Pelaporan keuangan (menyusun lap. Sektor publik seperti : LKPP,LKPD,LK-K,LK-SKPD)
3. Pemeriksaan (audit sektor publik meliputi keuangan negara,review lap.keu,audit
kepatuhan,audit keuangan negara dan audit kinerja)
4. Perwujudan tata kelola pemerintah yang baik
Batasan area organisasi publik :
1. Harga tidak ditentukan oleh mekanisme pasar
2. Bukan konsumsi individual
3. Dikendalikan oleh pemerintah dengan sejumlah regulasi yang mengikat
4. Penyelenggaraan layanan atau pengadaan barang kebutuhan masyarakat umum
Akuntansi Sektor Publik Mempunyai Empat Pilar Utama, yaitu :
1. Manajemen
2. Akuntansi
3. Pembelanjaan
4. Audit
Karakteristik Akuntansi Sektor Publik:
1. Public Accountability
2. Transparancy
3. Value For Money: Economy, Efficiency, Effectiveness + Equity & Equality
Perbedaan sifat dan karakteristik organisasi sektor publik dengan organisasi sektor swasta (bisnis)
Aspek perbedaan Sektor publik Sektor swasta
Tujuan organisasi Non profit Profit
Sumber pendanaan Pajak,retribusi, laba BUMN Pendanaan internal/eksternal
Pertanggung jawaban Masyarakat melalui MPR/DPR Pemegang saham
Strurktur organisasi Kaku/ hierarki Fleksibel
Karakteristik anggaran Terbuka untuk publik Tertutup untuk publik
Sistem akuntansi Cash basis Acrual basis
Kriteria keberhasilan Ekonomis,efisien,efektif Laba besar
Sistem ekonomi Tidak dipengaruhi pasar Dipengaruhi pasar
Kecenderungan organisasi Organisasi politis Organisasi bisnis
Persamaan organisasi sektor publik dengan organisasi sektor swasta (bisnis)
1. Merupakan sistem ekonomi negara
2. Memiliki masalah yang sama , keterbatasan SD
3. Prinsip pengendalian manajemen sama
4. Terkadangg menghasilkan produk yang sama
5. Terikat dengan undang undang
REGULASI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
Regulasi Pubik : ketentuan yang harus dijalankan dan dipatuhi dalam proses pengelolaan organisasi
public.
Siklus Regulasi yang Mengatur Akuntansi Sektor Publik
Regulasi
Regulasi Perenca Regulasi
Pertanggun naan Pengang
gjawaban publik
Akuntansi garan
publik publik Regulasi
Regulasi Sektor Publik
Realisasi
Audit
Anggara
Sektor
n publik
publik Regulasi Regulasi
Pelaporan Pengada
Keuangan an
sektor barang
publik dan jasa
publik
Sub Pokok Bahasan UU 17/2003: Keuangan Negara
1. Pengertian & Ruang Lingkup Keuangan Negara
2. Asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara
3. Penyusunan & Penetapan APBN & APBD
4. Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat & Bank Sentral, Pemerintah Daerah,
Pemerintah/Lembaga Asing, Perusahaan Negara, Perusahaan Daerah, Perusahaan Swasta, &
Badan Pengelola Dana Masyarakat .
5. Pelaksanaan APBN & APBD
6. Pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara
Sub Pokok Bahasan UU 1/2004: Perbendaharaan Negara
1. Pengertian, Ruang Lingkup, Asas Umum Perbendaharaan Negara , Pejabat Perbendaharaan
Negara
2. Penerapan Kaidah Pengelolaan Keuangan yang Sehat di Lingkungan Pemerintahan
3. Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran
4. Penyelesaian Kerugian Negara
5. Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU)
Sub Pokok Bahasan UU 15/2004: Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
1. Pengertian Pemeriksaan dan Pemeriksa
2. Lingkup Pemeriksaan
3. Standar Pemeriksaan
4. Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjut
5. Pengenaan Ganti Kerugian Negara
Undang-undang 32/2004: Pemerintahan Daerah
1. Pembentukan Daerah dan Kawasan Khusus
2. Pembagian Urusan Pemerintahan
3. Pemerintahan Daerah
4. Perangkat Daerah
5. Keuangan Daerah
6. PerDa dan PerKaDa
7. Kepegawaian Daerah
8. Pembinaan & Pengawasan
9. Desa
Undang-undang No 33/2004: Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah
Daerah
1. Sumber-Sumber Pendanaan Pelaksanaan Pemerintah Daerah
2. Pengelolaan Keuangan Daerah dan Sistem Informasi Keuangan Daerah
KERANGKA KONSEPTUAL
Definisi Kerangka Konseptual
Prinsip-prinsip yang mendasari penyusunan dan pengembangan Standar Akuntansi Pemerintahan
Manfaat Kerangka Konseptual
Berperan dalam merumuskan :
Tujuan akuntansi secara jelas.
Karakteristik-karakteristik kualitatif informasi akuntansi yang bermanfaat.
Definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan.
Konsep-konsep mendasar dalam akuntansi.
Ruang Lingkup Kerangka Konseptual Akuntansi Sektor Publik
1. Perencanaan publik
2. Penganggaran publik
3. Realisasi Anggaran Publik
4. Pengadaan Barang dan Jasa Publik
5. Pelaporan Sektor Publik
6. Audit Sektor Publik
7. Pertanggungjawaban Publik
8. Perencanaan Publik untuk Tahun Berikutnya
ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Definisi Anggaran Sektor Publik
Anggaran publik adalah rencana kegiatan dalam bentuk perolehan pendapatandan belanja dalam
satuan moneter
Manfaat Anggaran Sektor Publik
(1) Alat Perencanaan,
(2) Alat Pengendalian,
(3) Alat Kebijakan Fiskal,
(4) Alat Politik,
(5) Alat Koordinasi Dan Komunikasi,
(6) Alat Penilaian Kinerja,
(7) Alat Motivasi,
(8) Alat Menciptakan Ruang Publik.
Siklus Anggaran
Tahap persiapan anggaran (preparation);
Tahap ratifikasi (approval/ratification)
Tahap implementasi (implementation)
Tahap pelaporan dan evaluasi (reporting and evaluation)
Pendekatan Anggaran
Anggaran tradisional Cara penyusunan anggaran didasarkan atas pendekatan terpusat
dan Struktur dan susunan anggaran yang bersifat penerimaan dan pengeluaran
Anggaran kontemporer New Public Management berfokus pada manajemen sector
public yang berorientasi pada kinerja, bukan berorientasi kebijakan.
Perbedaan anggaran tradisional dan new public management :
ANGGARAN NEW PUBLIC MANAGEMENT
TRADISIONAL
Sentralistis Desentralisasi & devolved management
Berorientasi pada input Berorientasi pada input, output, dan
outcome (value for money)
Tidak terkait dengan Utuh dan komprehensif dengan
perencanaan jangka perencanaan jangka panjang
panjang
Line-item dan Berdasarkan sasaran dan target kinerja
incrementalism
Batasan departemen yang Lintas departemen (cross department)
kaku (rigid department)
Menggunakan aturan Zero-Base Budgeting, Planning
klasik: Programming Budgeting System
Vote accounting
Prinsip anggaran bruto Sistematik dan rasional
Bersifat tahunan Bottom-up budgeting
STANDAR AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
DEFINSI
Standar akuntansi sektor publik memberikan kerangka demi berjalannya fungsi-fungsi tahapan
siklus akuntansi sektor publik, yaitu perencanaan, penganggaran, realisasi anggaran, pengadaan
barang dan jasa, pelaporan, audit, dan pertanggungjawaban publik
Standar Akuntansi yang digunakan dalam praktek keuangan publik di Indonesia
1. Standar Nomenklatur
2. Standar Akuntansi Sektor Publik (SASP)
3. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)
4. Standar Akuntansi Biaya (SAB)
SAP AKRUAL - Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 :
SAP No. 01 : Penyajian Laporan keuangan
SAP No. 02 : Laporan Realisasi Anggaran
SAP No. 03 : Laporan Arus Kas
SAP No. 04 : Laporan Catatan atas Laporan Keuangan
SAP No. 05 : Akuntansi Persediaan
SAP No. 06 : Akuntansi Investasi
SAP No. 07 : Akuntansi Aset Tetap
SAP No. 08 : Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan
SAP No. 09 : Akuntansi Kewajiban
SAP No. 10 : Akuntansi Untuk Koreksi Kesalahan Mendasar, Perubahan Kebijakan Akuntansi,
dan Peristiwa Luar biasa
SAP No. 11 : Akuntansi Khusus untuk Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi
Manfaat SASP
Meningkatkan kualitas dan reliabilitas laporan akuntansi dan keuangan organisasi sektor
publik, khususunya dalam hal ini organisasi pemerintahan
Meningkatkan kinerja keuangan dan perekonomian
Mengusahakan harmonisasi antara persyaratan atas laporan ekonomis dan keuangan
Mengusahakan harmonisasi antaryurisdiksi dengan menggunakan dasar akuntansi yang
sama
Perbedaan PP 24 tahun 2005 dengan PP 71 tahun 2010
Aspek perbedaan PP 24 Tahun 2005 PP 71 Tahun 2010
LAPORAN Tidak ada laporan tersendiri Laporan Perubahan SAL
PERUBAHAN SAL menyajikan secara
komparatif dengan periode
sebelumnya
NERACA Ekuitas Dana terbagi; Hanya Ekuitas
Ekuitas Dana Lancar,
Ekuitas Dana Investasi,
Ekuitas Dana Cadangan:
LAPORAN ARUS KAS Arus masuk dan keluar kas Arus masuk dan keluar
diklasifikasikan kas diklasifikasikan
berdasarkan aktivitas berdasarkan aktivitas
operasi, investasi aset non operasi, investasi,
keuangan, pembiayaan, pendanaan, dan
dan non anggaran transitoris
LAPORAN Bersifat optional Merupakan Laporan
PERUBAHAN EKUITAS Keuangan Pokok
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH
Sistem akuntansi pemerintah pusat (SAPP) adalah serangkaian prosedur manual atau
terkomputerisasi dari siklus akuntansi dan operasi keuangan pemerintah pusat.
Kerangka umum SAPP :
a. Sistem akuntansi bendahara umum negara (SA-BUN)
Terdiri dari beberapa subsistem :
- Sistem akuntansi pusat (SiAP)
a. Sistem akuntansi kas umum negara (SAKUN)
b. Sistem akuntansi umum (SAU)
- Sistem akuntansi utang pemerintah dan hibah (SA-UP & H)
- Sistem akuntansi investasi pemerintah (SA-IP)
- Sistem akuntansi penerusan pinjaman (SA-PP)
- Sistem akuntansi transfer ke daerah (SA-TD)
- Sitem akuntansi bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan (SABAPP)
- Sistem akuntansi transaksi Khusus (SA-TK)
- Sistem akuntansi badan lainnya (SA-BL)
b. Sistem akuntansi instansi (SAI) – sistem akuntansi yang dilaksanakan oleh kementrian negara
atau lembaga selaku pengguna anggaran
Terdiri dari beberapa sub sistem :
- Sistem akuntansi keuangan (SAK)
- Sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK-BMN)
- Sitem akuntansi bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan (SA-BAPP)
Sistem akuntansi pemerintah daerah (SAPD) adalah serangkaian prosedur manual atau
terkomputerisasi dari siklus akuntansi dan operasi keuangan pemerintah daerah.
Sistem akuntansi pemerintah daerah terdiri atas dua bagian utama
a. Sistem akuntansi bendahara umum daerah pada satuan kerja pengelola keungan daerah
(SKPKD)
b. Sistem akuntansi instansi pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD)
Sistem akuntansi BUD pada SKPKD dan SKPD meliputi :
Prosedur akuntansi penerimaan daerah
Prosedur akuntansi pengeluaran kas
Prosedur akuntansi aset tetap
Prosedur akuntansi selain kas
SIKLUS AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Dokumen Catatan Laporan
Peringkasan
Dokumen Buku Buku Laporan
Transaksi Jurnal Besar Keuangan
Pencatatan&Penggolongan Daftar Saldo
Kertas Kerja
Buku Penyesuaian
Pembantu
Bukti Penerimaan Buku Jurnal Kumpulan Laporan Realisasi Anggaran
Kas Penerimaan Kas Rekening Neraca
Ringkasan
( dan
Rincian) Laporan Arus Kas
Bukti Pengeluaran Buku Jurnal Catatan atasLapKeuangan
Kas Pengeluaran Kas
Laporan Kinerja Keuangan
Buku Jurnal Umum Laporan Perubahan Ekuitas
Bukti Memorial
Kebijakan Akuntansi
cara penyusunan APBD atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yaitu:
Pemerintah daerah menyusun RAPBD atas dasar usulan dari setiap perangkat daerah
dalam bentuk Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK).
Pemerintah daerah mengajukan RAPBD kepada DPRD untuk dibahas, sebelum
dibahas, DPRD menyosialisasikannya kepada masyarakat untuk mendapatkan
masukan.
DPRD membahas RAPBD bersama dengan tim anggaran eksekutif.
cara penyusunan APBD atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yaitu:
Pemerintah menyusun rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara atau
RAPBN dalam bentuk nota keuangan dalam sidang kabinet pemerintah yang
bersangkutan.
Pemerintah mengajukan RAPBN tersebut kepada DPR untuk dibahas/disidangkan.
Dalam RAPBN di depan sidang dewan jika RAPBN tersebut disetujui maka segera
disahkan menjadi APBN untuk tahun anggaran ke depan
Jika rancangan RAPBN yang diajukan tidak disetujui oleh sidang anggota dewan
maka pemerintah akan menggunakan pedoman atau APBN sebelumnya.