Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH

Pencatatan Dengan Metode Pendekatan Triple Entry

OLEH
KELOMPOK 12
1. ANGELA SOA (1810020025)
2. MARGARETHA YOLANDA MOO(1810020020)
3. KRISDAYANTI NDOLU (1810020029)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini guna untuk memenuhi tugas ujian tengah semester dengan judul
“Pencatatan Dengan Metode Pendekatan Triple Entry”
Penulis berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca baik
dalam kalangan mahasiswa maupun masyarakat. Namun terlepas dari itu, kami memahami
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik
serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca. Dan
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk, maupun pedoman bagi pembaca.

Kupang,Maret 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................ii

DAFTAR ISI......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1

1.1Latar Belakang................................................................................................................1

1.2Rumusan Masalah...........................................................................................................1

1.3Tujuan.............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2

2.1 Pengertian Pencatatan Metode Triple Entry..............................................................2

2.2 Sejarah Perkembangan Pencatatan Metode Triple Entry..........................................2

2.3 Penerapan Pencatatan Metode Triple Entry..............................................................3

2.4 Manfaat Metode Triple Entry ....................................................................................4

2.5 Kelebihan Dan Kelemahan Pengunaan Pencatatan Metode Triple Entry…………..5

2.6.Perbedaan Sistem Pencatatan Single Entry,Double Entry Dan Triple Entry…………5

BAB III PENUTUP...........................................................................................................9

3.1 Kesimpulan................................................................................................................9

3.2 Saran ..........................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akuntansi keuangan daerah menggunakan sistem pencatatan dan dasar akuntansi tertentu
pada era pra dan pasca reformasi. Selain itu, dasar atau basis akuntansi merupakan salah satu
asumsi dasar yang penting dalam akuntansi. Hal ini disebabkan karena asumsi ini menentukan
kapan pencatatan suatu transaksi dilakukan, yang dikenal dalam tata buku keuangan daerah
selama era pra reformasi keuangan daerah.

Banyak praktik akuntansi didasarkan pada metode yang sudah ketinggalan zaman. Sistem
akuntansi entri ganda dirancang untuk "memperhitungkan" aktivitas keuangan; bukan untuk
memprediksinya. Untuk melaporkan kepada agen pajak dan organisasi lain tentang status
keuangan. Perusahaan dan investor saat ini mencoba menggunakan data ini untuk memprediksi
masa depan. Praktik akuntansi saat ini didasarkan pada metode entri ganda. Ada banyak usulan
oleh berbagai akuntan untuk mengembangkannya menjadi sistem akuntansi triple-entry.
Mengapa profesi akuntansi mempertimbangkan perubahan? Makalah ini akan membahas
pertanyaan ini dengan melihat bagaimana sistem double-entry berkembang, dan kelemahan apa
yang dimilikinya yang dapat diperkuat dengan memasukkan metode triple-entry.

1.2.Rumusan masalah
1. Bagaimana sejarah dan pengertian dari metode pencatatan dengan metode triple entry?
2. Bagaimana penerapan metode pencatatan dengan metode triple entry?

1.3 Tujuan
1.Mengetahui sejarah dan pengertian dari metode pencatatan dengan metode triple entry

2. Memahami penerapan metode pencatatan dengan metode triple entry

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Metode Pencatatan Triple Entry


Sistem pencatatan triple entrypada dasarnya adalahsistem pencatatan yang menggunakan
double entrydi tambah dengan pencatatan pada buku anggaran. Pencatatan pada buku anggaran
ini merupakan pencatatan tentang anggaran yang telahdigunakan sesuai dengan pencatatan pada
double entry. Denganadanya pencatatan triple entryini, maka dapat dilihat sisaanggaran untuk
masing-masing komponen yang ada di AnggaranPendapatan Belanja Daerah (APBD).
Pencatatan dengan sistemtriple entryini dilaksanakan saat pencatatan double entrydilaksanakan,
maka sub bagian Pembukuan (bagian keuangan)Pemerintah Daerah juga mencatat transaksi
tersebut pada bukuanggaran
Halim 2008;47 menyatakan Sistem pencatatan triple entry adalah pelaksanaan pencatatan
dengan menggunakan sistem pencatatan double entry ditambah dengan pencatatan pada buku
anggaran. Jadi, sementara sistem pencatatan double entry dijalankan, PPK SKPD maupun bagian
keuangan atau SKPD juga mencatat transaksi tersebut pada buku anggaran. Sehingga pencatatan
tersebut akan berefek pada sisa anggaran Universitas Sumatera Utara Berdasarkan PP 71 tahun
2010 pencatatan pendapatan pajak dapat dilakukan dengan menggunakan basis kas menuju
akrual dan basis akrual.
Menurut penulis sistem pencatatan triple entry adalah sistem pencatatan suatu laporan
keuangan yang pencatatanya menggunakan sistem doble entry(pencatatan ganda) dimana harus
ditambah dengan pencatatan pada buku kas anggaran
2.2 Sejarah Lahirnya Sistem Pencatatan Triple Entry
Ada bukti bahwa bahkan selama era Mesopotamia, penghitungan kepemilikan,
pembelian, dan pengeluaran yang cukup kompleks ada di tablet. Metode akuntansi ekstensif juga
ada di Yunani sejak abad kelima SM. Abad Pertengahan telah mengembangkan sistem akuntansi
yang cukup maju sebelum pengenalan akuntansi entri ganda. Praktik akuntansi saat ini berasal
dari sistem awal ini.Ada banyak pengaruh dari pengembang akuntansi awal yang meluas ke
praktik kami saat ini. Salah satu praktik ini adalah menghindari angka negatif. Melalui
penggunaan debit dan kredit, akuntan menghindari penggunaan angka negatif. Ada beberapa
alasan untuk hal tersebut, seperti kontrol dan kemudahan penggunaan bagi akuntan yang tidak

2
memiliki keunggulan komputer dan kalkulator. Namun, mungkin, pengenalan awal debit dan
kredit tidak terkait dengan alasan tersebut.
Menurut berbagai ahli matematika, baru pada abad pertama Masehi bilangan negatif
bahkan dikenali. Orang Cina menjadi orang pertama yang menggunakan angka negatif dengan
menggunakan batang merah untuk angka positif, dan batang hitam untuk angka negatif. Bukti
menunjukkan bahwa angka negatif muncul pertama kali dalam akuntansi daripada matematika.
Sebelum pengembangan akuntansi entri ganda, akuntan mengandalkan bagan akun neraca untuk
mencatat transaksi keuangan. Ini menciptakan sistem yang sangat sulit untuk diperiksa
akuntabilitasnya. Pertimbangkan masalah ekstrim yang akan ditimbulkan oleh sistem seperti itu
hari ini. Perusahaan akan menerbitkan Neraca tanpa Laporan Pendapatan. Tidak ada cara bagi
investor untuk memeriksa perubahan ekuitas. Perkembangan akuntansi entri ganda membuka
bidang akuntansi ke dalam dunia yang sama sekali baru, dan bagan akun yang sama sekali baru
Salah satu contohnya adalah koleksi sewa. Jika sebuah perusahaan menyewakan apartemen, arus
masuk jika pendapatan setelah permulaan awal terus berlanjut tanpa batas. Contoh lainnya
adalah mempekerjakan karyawan baru. Hal ini menjadi momentum arus keluar uang tunai untuk
periode yang tidak terbatas.
Menurut penulis sejarah adanya sistem pencatatan dengan metode triple entry karena
metode pencatatan double entry belum tepat.Sehingga harus adanya penambahan pencatatan dari
buku anggaran.
2.3 Penerapan Sistem Pencatatan Triple Entry
Penerapan SAP berbasisi akrual menurut menurut pertauran pemerintah nomor 71 tahun
2010 memungkinkan entitas pemerintah untuk menerapkan sistem pencatatan triple entry.sistem
pencatatan triple entry merupakan sistem untuk mencatat transaksi yang ditunjukan untuk
menyususun neraca,laporan operasi,laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas(pelaporan
finansial),sedangkan transaksi yang bertujuan untuk menyususun LRA dan laporan perubahan
SAL(Pelaporan pelaksanaan anggaran)di catat dalam buku anggaran.
Triple Entry Bookeeping pertama kali diperkenalkan oleh Yuji Ijiri dalam essaynya
Triple-Entry Bookeeping and Income Momentum. Dalam pelaksanaannya, sistem ini sedikit
berbeda dengan double entry karena menggunakan 3 kolom yaitu debit, kredit, dan trebit. Akun
tambahan trebit ini berfungsi untuk memberikan pemahaman tentang darimana pendapatan dan
beban dihasilkan. Triple entry bookkeeping ini muncul karena kelemahan dari sistem double

3
entry yang masih memanfaatkan data historis atau data sebelumnya untuk memprediksi apa yang
akan terjadi pada perusahaan di masa depan. Menurut Yuji, terdapat persamaan baru, yaitu:
Past = Present = Future
Dimana :
Past :nilai masa lalu
Present:nilai masa sekarang
Future:nilai masa depan
Persamaan tersebut menggambarkan inovasi baru dari triple entry bookkeeping yang
menambahkan unsur future dalam persamaan. Arti dari persamaan tersebut adalah transaksi
historis di masa lampau perusahaan merepresentasikan kondisi perusahaan saat ini, begitu pula
transaksi perusahaan saat ini diharapkan dapat memberikan data yang prediktif tentang keadaan
perusahaan di masa depan sehingga dapat membantu pemangku kepentingan yang ingin
berinvestasi di perusahaan tersebut
2.4.Manfaat Dari Laporan Keuangan Triple Entry
Laporan keuangan triple entry atas laporan keuangan saat ini adalah bahwa mereka
memberikan pembaca angka-angka yang diperlukan untuk mengestimasi pendapatan masa depan
berdasarkan transaksi sekarang dan masa depan, bukan data historis. Dengan menggunakan
analogi mobil, pernyataan ini memberi tahu pembaca seberapa cepat mobil melaju dan seberapa
cepat mobil melaju atau melambat berdasarkan kondisi jalan di depan kendaraan. Tiga aspek
akuntansi; sekarang, masa lalu, dan masa depan, semuanya telah diintegrasikan untuk
memberikan gambaran finansial yang lengkap.
Penggunaan triple entry bookkeeping juga dapat mengurangi risiko penipuan atau
kesalahan lainnya dengan menjaga setiap pencatatan tidak terjadi bias. Namun, walaupun sistem
triple entry bookkeeping ini sudah lama ditemukan, implementasi dari triple entry bookkeeping
muncul setelah adanya bitcoin pada sekitar tahun 2006 atau 2007. Contohnya adalah software
Fizcal yang menggunakan teknologi blockchain untuk mengimplementasikan triple entry
bookkeeping dan menggunakan artificial intelligence untuk meningkatkan bisnis. Teknologi
blockchain adalah buku besar yang berbentuk digital dan terdistribusi dimana teknologi ini
bersifat otomatis dan terdesentralisasi. Ketika mencatat jurnal dalam blockchain, maka jurnal
tersebut tidak dapat diedit, dihapus, maupun diubah oleh siapapun. Tentunya kontrol laporan
keuangan akan lebih mudah karena harus melalui verifikasi pihak ketiga yaitu melalui

4
blockchain. Hal ini juga dapat mengurangi ancaman keamanan karena sistem blockchain tidak
dikelola dalam satu perusahaan saja namun secara desentralisasi serta enkripsi tingkat tinggi.
Sistem triple entry bookkeeping masih perlu dikembangkan lebih lanjut agar akuntan dapat
beralih dari menggunakan data historis menjadi data prediktif untuk memprediksi keadaan
perusahaan di masa yang akan datang. Sehingga investor maupun pemangku kepentingan
perusahaan dapat memanfaatkan laporan keuangan perusahaan untuk memutuskan berinvestasi
dalam perusahaan tersebut. Selain itu diperlukan pengembangan dari implementasi sistem triple
entry bookkeeping agar dapat digunakan oleh berbagai jenis perusahaan.

2.5 Kelebihan Dan Kekurangan Pencatatan Menggunakan Triple Entry


 Kelebihannya : mengurangi kesalahan dalam setiap pencatatan transaksi dan resiko
penipuan / rekayasa. kemampuannya untuk menghindari angka yang
negatif dengan memiliki dua kolom yaitu debit dan kredit. Dimana debit bisa berfungsi
sebagai akun penambah jika suatu akun mengalami kenaikan dan sebaliknya kredit
sebagai akun pengurang jika suatu akun mengalami penurunan.
 kekurangannya : seorang akuntan dalam setiap pencatatan transaksi masih menggunakan
data dari histori sebelumnya. risiko rentannya terjadi fraud terhadap transaksi keuangan
sangat tinggi.

2.6.Perbedaan Sistem Pencatatan Single Entry,Double Entry Dan Triple Entry


 Pencatatan Single Entry/tata buku tunggal :

pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatatnya satu kali.

 Pencatatan Double entry :

pencatatan yang dicatat dua kali, sehingga membentuk suatu perkiraan dalam dua sisi
berlawanan, yaitu sisi debit dan kredit secara berpasangan.

 Pencatatan Triple entry :

Pencatatan dengan menggunakan sistem pencatatan double entry, ditambah dengan


pencatatan pada buku anggaran.

2.7 Dasar Akuntansi Setelah Memahami Sistem Pencatatan

5
Pada sistem pencatatan masih terdapat satu hal lagi yang penting dalamproses pencatatan.
Hal tersebut adalah masalah pengakuan ( recognition). Oleh karenaStandar Akuntansi
Pemerintah (SAP) telah ditetapkan dalam PP Nomor 24 Tahun 2005,maka Standar Akuntansi
Keuangan Daerah pun mengikuti aturan tersebut.Menurut SAP, pengakuan adalah “proses
penetapan terpenuhinya kriteria pencatatansuatu kejadian atau peristiwa dalam catatan akuntansi
sehingga akan menjadi bagianyang melengkapi unsur aset, kewajiban, ekuitas dana, pendapatan,
belanja, danpembiayaan, sebagaimana termuat dalam laporan keuangan entitas pelaporan
yangbersangkutan.”Pengakuan tersebut diwujudkan dalam pencatatan jumlah uang terhadap pos-
poslaporan keuangan yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait. Kriteriaminimum
yang perlu dipenuhi oleh suatu kejadian atau peristiwa untuk diakui yaitu :
1.Terdapat kemungkinan manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kejadian atauperistiwa
tersebut akan mengalir keluar atau masuk kedalam entitas pelaporan yangbersangkutan.
2. Kejadian atau peristiwa tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur atau diestimasi
dengan modal.
Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa secara sederhana pengakuan adalah
penetapan kapan suatu transaksi dicatat. Untuk menentukan kapan suatu transaksi dicatat
digunakan berbagai basis / dasar akuntansi atau sistem pencatatan.
Basis/dasar akuntansi atau suatu sistem pecatatan adalah himpunan dari standar standar
akuntansiyang menetapkan kapan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lainnya
harusdiakui untuk tujuan pelaporan ( Partono, 2001:16 ). Basis-basis tersebut berkaitandengan
penetaapaan waktu ( timing) atas pengukuran yang dilakukan, terlepas darisifat pengukuran
tersebut. Berbagai basis atau dasar akuntansi atau sistem pencatatantersebut antara lain adalah :
Basis kas Basis kas ( cash basis) menetapkan pengukuran atau pencatatan transaksi
ekonomihanya dilakukan apabila transaksi tersebut menimbulkan perubahan pada kas.
Apabilatransaksi tersebut belum menimbulkan perubahan pada kas maka transaksi tersebuttidak
dicatat.Contohnya adalah SP2D biaya perjalan dinas yang diterbitkan padatanggal 1 Januari 2006
dan diterima oleh bendahara pngeluaran pada tanggal 5 Februari2006, maka oleh bendahara
pengeluaran, transaksi tersebut baru dicatat pad tanggal 5Februari 2006, yaitu pada saat
pertanggungjawaban.
Menggunakan contoh kasus yang sama dengan bahasan entry,serta terkait pencatatan
double entry,serta terkait pencatatan double entry untuk pelaporan finansial dicatat sama dengan

6
pembahasan double entry,sementara pencatatan untuk jurnal anggaranya dicatat pada buku
dengan anggaran dengan format sebagai berikut.

PEMERINTAH PROVINSI KABUPATEN X


SKPD A
BUKU ANGGARAN

Tanggal/bulan Kode Uraian ref Penerimaan Pengeluaran


rekening (Rp) (Rp)
2 3 4 5 6 7
1/10/2010 Diterima salinan
SKP daerah
(tidak ada
pencatatan)
9/10/2010 Pendapatan- 1.350.000,00
LRA
(diterima
pembayaran
SKP Daerah
tanggal
1/10/2010
No.10235/s)
10/10/2010 Pesan pakaian
dinas (no.bukti
pemesanan
00125)
(tidak ada
pencatatan)
17/10/2010 Xxxx72212 Belanja pakian 1.050.000,00
dinas
Jumlah bulan okt.2010 1.350.000,00 1.050.000,00
Jumlah s/d bulan sept 2010 - -
Jumlah s/d bulan okt.2010 1.350.000,00 1.050.000,00

7
Sisa anggaran 31 okt.2010 300.000,00

Buku anggaran digunakan untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan


pelaksanaan anggaran.oleh karena anggaran disusun dengan menggunakan basis kas,maka
transaksi yang dicatat dalam buku anggaran hanya transaksi yang mempengaruhi kas umum
daerah(kasda) saja.pada transaksi 1 tidak ditemukan adanya arus kas,maka transaksi hanya
dicatat pada jurnal umum dan tidak ada pencatatan pada buku anggaran,sama halnya dengan
transaksi 3.sedangkan pada transaksi 2(tanggal 9/10/2010) bendahara penerimaan menerima
pembayaran atas pajak daerah dari wajib pajak maka dicatat pada buku anggaran pendapatan-
LRA sebesar Rp. 1.350.000,00 pada kolom penerimaan,selain pada jurnal umum diatas.begitu
juga pada transaksi 4(tanggal 17/10/2010) ditemukan adanya arus kas keluar,yaitu pembayaran
tagihanatas pesanan pakian dinas sebesar 1.050.000,00 sehingga dicatat sebagai belanja pakian
dinas pada kolom pengeluaran.pada akhir periode penerimaan pengeluaran ditandingkan
sehingga menghasilkan jumlah sisa anggaran sebesar 300.000,00.sisa anggaran pada akhir
periode merupakan SiLPA yang merupakan bagian dari laporan SAL.

BAB III

8
PENUTUP

3.1Kesimpulan
Kebijakan akuntansi saat ini menggunakan metode akuntansi double-entry yang belum
tepat. maka dirancang untuk mencatat transaksi masa lalu untuk alasan akuntabilitas. Akuntan
saat ini mencoba menggunakan data historis untuk memprediksi masa depan. Dimungkinkan
untuk mengembangkan sistem yang menggunakan data prediktif untuk memprediksi masa
depan, meskipun metode yang sepenuhnya berhasil belum diusulkan. Akuntan harus selalu
mengingat ide-ide ini sepanjang profesinya, dan mungkin suatu saat ide-ide yang cukup akan
dikumpulkan yang akan memungkinkan pengembangan sistem seperti itu.

1.2 Saran
Dengan penulisan makalah ini, penulis mengharapkan kepada pembaca agar dapat
memilih manfaat yang tersirat didalamnya dan dapat dijadikan sebagai kegiatan motivasi agar
kita tidak terjerumus oleh hal-hal korupsi. Karena korupsi bisa berawal dari hal-hal kecil yang
dianggap sepele.

DAFTAR PUSTAKA

9
Halim Abdul, Muhammad Syam Kusufi. 2014. Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi 4. Jakarta:
Salemba Empat

https://www.jurnal.id/id/blog/akuntansi-keuangan-daerah-pengertian-metode-pencatatan-dan-
siklus-akuntansi/

https://www.coursehero.com/file/p64j77i4/Triple-Entry-Sistem-pencatatan-triple-entry-adalah-
pelaksanaan-pencatatan/

https://www.harmony.co.id/blog/penjelasan-akuntansi-keuangan-daerah-dan-metode-
pencatatannya

https://accurate.id/akuntansi/akuntansi-keuangan-daerah/
https://spa-febui.com/triple-entry-bookkeeping/

10