METODE PENGAMBILAN SAMPEL SECARA
NON-PROBABILITY SAMPEL
DI SUSUN OLEH :
DESKRISMAN STEFAN MENDROFA
032017034
MAKUL : BIOSTATISTIK
DOSEN P : POMARIDA SIMBOLON, S.KM.,M.Kes
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTA ELISABETH
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Metode Pengambilan Sampel Secara Non-Probability Sampel”. Dan
juga kami berterima kasih pada Ibu Pomarida Simbolon, S. KM, M. KM selaku
dosen mata kuliah Biostatistik.
Penulis berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai metode pengambilan sampel secara
non-probability sampel. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan-kekurangan. Untuk itu, penulis berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi para pembaca dan sekiranya
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.
Medan, 09 September 2020
Penulis,
Deskrisman Stefan Mendrofa
DAFTAR ISI
SAMPUL DEPAN
KATA PENGANTAR.................................................................................... 1
DAFTAR ISI................................................................................................... 2
BAB 1 MATERI.............................................................................................. 3
1.1 Purposive Sampling......................................................................... 3
1.2 Quota Sampling................................................................................ 3
1.3 Aksidental Sampling........................................................................ 4
1.4 Snowball Sampling.......................................................................... 5
1.5 Sampling jenuh................................................................................. 5
BAB 2 KASUS................................................................................................. 6
BAB 3 PEMBAHASAN.................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
TINJAUAN PUSTAKA
1.1. Teknik Non Probability Sampling
Menurut Sugiyono (2017:82) Non Probability Sampling adalah teknik
pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama
bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Fitria dan
Ariva, 2018). Teknik non probability sampling adalah cara pengambilan sampel
dengan semua objek atau elemen dalam populasi tidak memiliki kesempatan yang
sama untuk dipilih sebagai sampel. Hasil penelitian tidak dijadikan untuk
melakukan generalisasi.
a. Sampling Purposif
Penarikan sampel secara puposif merupakan cara penarikan sampel
yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan pada karakteristik tertentu
yang dianggap mempunyai hubungan dengan karakteristik populasi yang sudah
diketahui sebelumnya.
Contoh: Suatu penelitian tentang “Evaluasi Standar Operasional
Pengelolaan Rekam Medis di Puskesmas X”, peneliti menetapkan karakteristik
subjek penelitian adalah tenaga kesehatan yang bekerja di Bagian Rekam Medis
lebih dari 1 tahun.
b. Sampling Kuota
Sampling kuota (penarikan sampel secara jatah) merupakan teknik
sampling yang dilakukan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan.
Sebelum kuota sampel terpenuhi maka peneltian belum dianggap selesai.
Contoh: Suatu penelitian tentang “Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosa
di RS X”, dimana peneliti menetapkan bahwa sampel yang harus terpenuhi
sebanyak 50 dokumen rekam medis. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan
memilih sampel secara bebas dengan karakteristik yang telah ditentukan peneliti.
c. Sampling Aksidental
Teknik sampling aksidental dilakukan berdasarkan faktor spontanitas
atau kebetulan. Artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan
peneliti maka orang tersebut dapat dijadikan sampel.
Contoh: Suatu penelitian tentang “Evaluasi kepuasan mahasiswa
terhadap proses pembelajaran”. Maka pada waktu penelitian, jika ditemui
mahasiswa dapat dijadikan sebagai sampel.
d. Sampling Jenuh
Teknik sampling jika semua anggota populasi digunakan sebagai
sampel. Hal ini dilakukan jika jumlah populasi kurang dari 30.
Contoh: Suatu penelitian tentang “Penilaian kinerja PMIK di RS X”,
dimana populasi pada bagian RMIK di RS X hanya 23 orang. Maka dengan
menggunakan sampel jenuh, sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan PMIK
di RS X yaitu sebanyak 23 orang.
e. Snowball Sampling
Penarikan sampel pola ini dilakukan dengan menentukan sampel
pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sampel
pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sampel kedua, dan
seterusnya sehingga jumlah sampel semakin besar. Dikatakan snowball sampling
karena penarikan sampel terjadi seperti efek bola salju.
Contoh: Suatu penelitian tentang “Evaluasi Standar Operasional
Pengelolaan Rekam Medis di Puskesmas X”. Peneliti menetapkan subjek
penelitian pada awalnya adalah Kepala Rekam Medis, kemudian dari hasil
wawancara diarahkan ke bagian perencanaan RS (Masturoh, 2018).
BAB 2
KASUS
1. Seorang peneliti melakukan penelitian imigran gelap di Malaysia atau
pengemis di ibukota, peneliti membutuhkan sampel yang mampu mengetahui
informan tentang informan lain yang potensial untuk di teliti menjadi pijakan
dengan menggunakan teknik Snowball Sampling.
2. Seorang peneliti melakukan penelitian tentang kesetaraan gender. Sampel yang
dicari berada dalam lingkungan Kota Gunungsitoli. Untuk mempermudah si
peneliti dalam menyusun sampel tentang kesetaraan gender, peneliti
menggunakan Quota Sampling.
BAB 3
PEMBAHASAN KASUS
1. Dalam menentukan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling, peneliti
mencari imigran atau pengemis yang mengenal imigran atau pengemis lain
yang berada dalam jaringannya. Informan atau responden juga memiliki
pengetahuan tentang siapa saja orang-orang yang potensial untuk menjadi
sampel penelitian. Teknik ini jumlahnya sedikit di awal dan semakin besar di
akhir, seperti bola salju yang menggelinding.
2. Dalam menggunakan teknik Quota Sampling ini membuat kategori
berdasarkan karakteristik, seperti jenis kelamin, tingkat kependidikan, umur,
dan agama. Peneliti menentukan kuota berdasarkan pengetahuan karakteristik
angka berapa jumlah laki-laki, berapa jumlah perempuan. Sampel dari kategori
laki-laki dan perempuan diambil secara proporsional. Begitu pula kategori
pendidikan dan umur.
DAFTAR PUSTAKA
Ekowisata, P. et al. (2018) “Jurnal Ilmiah Platax ISSN : 2302-3589 Jurnal Ilmiah
Platax ISSN : 2302-3589,” 6(1), hal. 29–41.
Masturoh, I. N. An. (2018) “Bahan Ajar Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan :
Metodologi Penelitian Kesehatan.”