Anda di halaman 1dari 6

Nama : Indah Prima Hidayati

NIM : 200522083 / AE-B


Tanggal : 22 Oktober 2020

Pertanyaan

1. Apakah perbedaan mendasar antara PSAK Syariah dan AAOIFI dalam kerangka dasar
penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah?
Jawab :
Perbedaan antara PSAK syariah dan AAOIFI dalam kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan syariah yaitu kerangka pada PSAK berlaku untuk semua
jenis transaksi syariah yang dilaporkan oleh entitas syariah maupun entitas konvensional
baik sektor publik maupun sektor swasta sedangkan kerangka pada AAOIFI untuk
lembaga keuangan syariah dengan cara mengambil seluruh pemikiran akuntansi
kontemporer yang berlaku kemudian melakukan tes dan analisis.

2. Siapakah pengguna laporan keuangan syariah?


Jawab :
Pengguna laporan keuangan yaitu ;
a. Investor sekarang dan investor potensial
b. Pemilik dan qardh
c. Pemilik dana syirkah temporer
d. Pemilik dana titipan
e. Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah, dan wakaf
f. Pengawas syariah
g. Karyawan
h. Pemasok dan mitra usaha lainnya
i. Pelanggan
j. Pemerintah serta lembaga-lembaganya
k. Masyarakat

3. Jelaskan asas dan karakteristik transaksi syariah!


Jawab :
Asas transaksi syariah, yaitu:
a. Persaudaraan (ukhuwah) yaitu transaksi syariah menjunjung tinggi nilai kebersamaan
dalam memperoleh manfaat, sehingga seseorang tidak boleh mendapatkan
keuntungan di atas kerugian orang lain.
b. Keadilan (‘adalah) yaitu selalu menempatkan sesuatu hanya pada yang berhak dan
sesuai dengan posisinya.
c. Kemaslahatan (maslahah) yaitu segala bentuk kebaikan dan manfaat yang berdimensi
duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual, serta individual dan kolektif.
d. Keseimbangan (tawazun) yaitu keseimbangan antara aspek material dan spiritual,
antara aspek privat dan publik, antara sektor keuangan dan sektor riil, antara bisnis
dan sosial serta antara aspek pemanfaatan serta pelestarian.
e. Universalisme (syumuliyah) yaitu dimana esensinya dapat dilakukan oleh, dengan dan
untuk semua pihak yang berkepentingan tanpa membedakan suku, agama, ras dan
golongan sesuain dengan semangat kerahmatan semesta (rahmatan lil alamin).

Karakteristik transaksi syariah, yaitu:


a. Berdasarkan prinsip saling paham dan saling rida
b. Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik (thayib)
c. Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai
d. Tidak mengandung unsur riba
e. Tidak mengandung unsur kezaliman
f. Tidak mengandung unsur masyir
g. Tidak mengandung unsur gharar
h. Tidak mengandung unsur haram
i. Tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang
j. Transaksi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas dan benar
k. Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan (najasy)
l. Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap-menyuap (risywah)

4. Jelaskan bentuk laporan syariah menurut PSAK dan AAOIFI!


Jawab :
Bentuk laporan syariah menurut PSAK, yaitu:
a. Posisi keuangan entitas syariah, disajikan sebagai neraca. Laporan ini menyajikan
informasi tentang sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan, likuiditas dan
solvabilitas serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
b. Informasi kinerja entitas syariah, disajikan dalam laporan laba rugi. Laporan ini
diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin
dikendalikan di masa depan.
c. Informasi perubahan posisi keuangan entitas syariah, yang dapat disusun berdasarkan
definisi dana seperti seluruh sumber daya keuangan, modal kerja, asset likuid atau kas.
d. Informasi lain, seperti laporan penjelasan tentang pemenuhan fungsi sosial entitas
syariah.
e. Catatan dan skedul tambahan, merupakan penampung dari informasi tambahan yang
relevan termasuk pengungkapan tentang risiko dan ketidakpastian yang memengaruhi
entitas.
Bentuk laporan syariah menurut AAOIFI, yaitu:
a. Laporan perubahan posisi keuangan
b. Laporan laba rugi
c. Laporan perubahan ekuitas atau laporan perubahan saldo laba
d. Laporan arus kas
e. Laporan perubahan investasi yang dibatasi dan ekuivalennya
f. Laporan sumber dan penggunaan dana zakat serta dana sumbangan
g. Laporan sumber dan penggunaan dana Qard Hasan

5. Jelaskan asumsi dasar, karakteristik kualitatif, dan kendala laporan keuangan menurut
PSAK!
Jawab :
Asumsi dasar ada 2, yaitu:
a. Dasar akrual, yaitu pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian
dan diungkapkan dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan
pada periode yang bersangkutan.
b. Kelangsungan usaha (Going Concern), yaitu laporan keuangan yang disusun
berdasarkan asumsi kelangsungan usaha entitas syariah yang akan melanjutkan
usahanya di masa depan.
Karakteristik kualitatif laporan keuangan ada 4, yaitu:
a. Dapat dipahami, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan
keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi
tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.
b. Relevan, relevan berarti harus berguna untuk peramalan (predictive) dan penegasan
(confirmatory) atas transaksi yang berkaitan sau sama lain. Relevan juga dipengaruhi
oleh hakikat dan tingkat materialitasnya.
c. Keandalan
agar dapat diandalkan maka informasi harus memenuhi hal sebagai berikut;
✓ Menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya
disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.
✓ Dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi yang sesuai
dengan prinsip syariah dan bukan hanya bentuk hukumnya.
✓ Harus diarahkan untuk kebutuhan umum pemakai dan bukan pihak tertentu saja.
✓ Didasarkan atas pertimbangan yang sehat dalam hal menghadapi ketidakpastian
peristiwa dan keadaan tertentu.
✓ Lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
d. Dapat dibandingkan, pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas
syariah antarperiode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja
keuangan.
Kendala laporan keuangan menurut PSAK, yaitu;
a. Tepat waktu. Jika terdapat penundaan yang tidak semestinya dalam pelaporan, maka
informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya.
b. Keseimbangan antara biaya dan manfaat. Secara substansi, evaluasi biaya dan manfaat
merupakan suatu proses pertimbangan.

6. Jelaskan ukuran untuk unsur laporan keuangan menurut PSAK!


Jawab :
Unsur-unsur laporan keuangan menurut PSAK, yaitu;
a. Biaya historis (historical cost)
Aset dicatat sebesar pengeluaran kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari
imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban atau
dalam keadaan tertentu, dalam jumlah kasyang diharapkan akan dibayarkan untuk
memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.
b. Biaya kini (current cost)
Aset dinilai dalam jumlah kas yang seharusnya dibayar bila aset yang sama atau setara
aset diperoleh sekarang. Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas yang tidak
didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban
sekarang.
c. Nilai realisasi/penyelesaian (orderly disposal)
Aset dinyatakan dalam jumlah kas yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aset
dalam pelepasan normal. Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesain yaitu jumlah
kas yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi
kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

7. Jelaskan tujuan akuntansi dan laporan keuangan menurut AAOIFI!


Jawab :
1. Tujuan akuntansi keuangan menurut AAOIFI
a. Untuk menentukan hak dan kewajiban dari pihak yang terlibat dengan lembaga
keuangan tersebut
b. Untuk menjaga aset dan hak-hak lembaga keuangan syariah
c. Untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan produktivitas dari lembaga
keuangan syariah
d. Untuk menyiapkan informasi laporan keuangan yang berguna kepada pengguna
laporan keuangan
2. Tujuan laporan keuangan menurut AAOIFI
a. Memberikan informasi tentang kepatuhan lembaga keuangan syariah terhadap
syariah Islam
b. Memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban lembaga
keuangan syariah
c. Memberikan informasi kepada pihak yang terkait dengan penerimaan dan
penyaluran zakat pada lembaga keuangan syariah
d. Memberikan informasi untuk mengestimasi arus kas yang dapat direalisasikan,
waktu realisasi dan risiko yang mungkin timbul dari transaksi dengan lembaga
keuangan syariah
e. Memberikan informasi agar pengguna laporan keuangan dapat menilai dan
mengevaluasi lembaga keuangan syariah apakah telah menjaga dana serta
melakukan investasi dengan tepat
f. Memberikan informasi tentang pelaksanaan tanggungjawab sosial dari lembaga
keuangan syariah
8. Jelaskan bentuk laporan keuangan menurut AAOIFI!
Jawab :
Bentuk laporan keuangan menurut AAOIFI
a. Laporan perubahan posisi keuangan
b. Laporan laba rugi
c. Laporan perubahan ekuitas atau laporan perubahan saldo laba
d. Laporan arus kas
e. Laporan perubahan investasi yang dibatasi dan ekuivalennya
f. Laporan sumber dan penggunaan dana zakat serta dana sumbangan
g. Laporan sumber dan penggunaan dana Qard Hasan

9. Jelaskan tentang syarat kualitatif laporan keuangan menurut AAOIFI!


Jawab :
Syarat kualitatif laporan keuangan menurut AAOIFI
a. Relevan. Syarat ini berhubungan dengan proses pengambilan keputusan sebagai
alasan utama disusunnya laporan keuangan
b. Dapat diandalkan. Syarat ini berhubungan dengan tingkat keandalan informasi yang
disajikan. Dalam syarat ini, harus memiliki penyajian yang wajar, objektif, dan netral
sesuai dengan perintah Allah
c. Dapat dibandingkan. Informasi keuangan dapat dibandingkan antara lembaga
keuangan syariah dan di antara dua periode akuntansi yang berbeda bagi lembaga
keuangan yang sama
d. Konsisten. Metode yang akan digunakan untuk perhitungan dan pengungkapan
akuntansi yang sama untuk dua periode penyajian laporan keuangan
e. Dapat dimengerti. Informasi yang disajikan dapat dimengerti dengan mudah bagi rata-
rata pengguna laporan keuangan

10. Bagaimana bentuk laporan keuangan syariah di masa depan menurut pemikir akuntansi
Islam?
Jawab :
Ada sebagian pemikir akuntansi Islam yang mengusulkan terobosan pemikiran yang
agak berbeda, diantaranya :
a. Neraca yang menggunakan nilai saat ini, untuk mengatasi kelemahan dari historical
cost yang kurang cocok dengan pola perhitungan zakat yang mengharuskan
perhitungan kekayaan dengan nilai sekarang.
b. Laporan nilai tambah sebagai pengganti laporan laba atau sebagai laporan tambahan
atas neraca dan laporan laba rugi
Soal Komprehensif

1. Bank ABC menerapkan kebijakan denda untuk mendisiplinkan nasabah yang membeli
barang dengan akad murabahah. Mengapa penerimaan denda dari nasabah tidak
dilaporkan ke Laporan Laba Rugi Bank ABC tetapi dilaporkan dalam Laporan Sumber
dan Penggunaan Dana Kebajikan?
Jawab :
Denda yang dikenakan bentuk dari kelalaian pembeli dalam melakukan kewajiban,
denda tersebut merupakan bentuk kebajikan dari Bank ABC. Denda tersebut membuat
nasabah lebih disiplin terhadap kewajibannya dan besarnya denda sesuai dengan
perjanjian dalam akad. dana yang berasal dari denda diperuntukkan sebagai dana sosial
(qardhul hasan).

2. Di pos manakah Dana Syirkah Temporer dilaporkan dalam Laporan Posisi Keuangan
Bank Syariah? Adakah perbedaan dengan pelaporan penerimaan dana pihak ketiga
(tabungan, deposito, dan giro) pada Laporan Posisi Keuangan Bank Konvensional?
Jawab :
Dana Syirkah Temporer disajikan di kolom passiva pada neraca/laporan posisi
keuangan, terpisah dengan liabilitas (kewajiban) dan ekuitas (modal). Dana Syirkah
temporer tidak digolongkan dengan liabilitas karena jika terjadi kerugian, pengelola
dana tidak memiliki kewajiban mengembalikan dana (kecuali karena kelalaian
pengelola dana). Sedangkan liabilitas memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana
dalam kondisi apapun (untung/rugi). Dan, dana syirkah temporer tidak digolongkan
dengan ekuitas karena dana syirkah memiliki jangka waktu/jatuh tempo dan
pemiliknya tidak memiliki hak kepemilikan. Sedangkan modal tidak memiliki masa
jatuh tempo dan pemilik modal memiliki hak kepemilikan.

3. Jelaskan perbedaan utama penyaluran dana dari pihak ketiga di bank syariah dan bank
konvensional (petunjuk: analisis sisi kanan dari Laporan Posisi Keuangan Bank
Syariah dan Bank Konvensional)!
Jawab :
Pada Bank syariah penyaluran dana dari pihak ketiga meliputi skema
pendanaan/penghimpunan dana yang mencakup titipan/wadiah, investasi/mudharabah,
qard, dan Qard UI Hasan, skema pembiayaan/penyaluran dana yang mencakup jual
beli/murabahah, sewa ijarah, sewa ta’jiri, dll, serta skema layanan jasa keuangan yang
mencakup wakalah, rahn, kafalah, sharf, ujr, dan lainnya. Sedangkan pada Bank
konvensional, penyaluran dana dari pihak ketiga berupa bunga (baik untuk konsumtif,
modal kerja/investasi).