Anda di halaman 1dari 9

に 磁

も,,ゆ

10mFFl詢 ヽ‖uロ ロ嗅

LEMBAR PENGESAHAN
KEPUTUSAN D:REttUR RUMAH SAKIT WAVA HUSADA
NOMOR 619/SK/D:RrViザ 2019
TEミヽ NG
PROGRAM PENGAWASAN MANAIEMEN R:S:KO FASIL:TAS DAN L:NGKUNGAN

Tindakan Nama Jabatan Tanda Tangan Tanggal

Ketua Kornite
Disiapkan Andri cahyono, S.Kep., Ners
K3
゛ 1

Authorized

VI
Agus Sugiyanto, S.E
Diperiksa
Team

Disahkan dr. Dwi BambangAri wibowo Direktur

P‐ gran Pengawasar腕 震 ″廠 Fasiritas伽 助 gttm― m


驚 :Ω ぐ 熱 麟


055ゆ
AnA Щ llltDi“ urltt HusA● A

KEPUTUSAN DlREttUR RUMAH SAKIT WAVA HUSADA


潜慾 A
NOMOR 619/SK/DiR/V:プ 2019
TENTANG
PROGRAM PENCAWASAN MANAIEMEN R:S:KO FAS:L:TAS DAN L:NGKUNGAN

Menimbang : a Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, maka
diperlukan adanya program dalam melakukan manajemen risiko.
b Bahwa dalam pelayanan yang bermutu tinggi perlu adanya kontrol sistem
dari organisasi tersebu! sehingga perlu adanya program pengawasan
manajemen risiko sebagai landasan bagi penyelenggaraan manajemen risiko
pada fasilitas dan lingkungan di rumah sakiq
C Bahwa sehubungan dengan hal tersebut diatas, perlu ditetapkan
berdasarkan Keputusan Direktur Rumah Sakit;

Mengingat 1 Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


2 Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 02/MEN/1980
tentang Pemeriksaan Tenaga Kerja dan Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
4 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 03/MEN/1982 tentang Pelayanan
Kesehatan Kerja
5 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per. 05/MEN/1996 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
6 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 986/MENKES/PER/Xl/1992 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

7 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan


Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit.
8 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penyakit Akibat
Kerja
9 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja/K3 Rumah Sakit

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAK:T WAVA HUSADA TENTANG PROGRAM


PENCAWASAN MANAIEMEN RISIKO FASiL:TAS DAN LINGKUNGAN

Pertama program pengawasan manalemen nsikO fasintas dan ‖ngkungan sebagaimana


tercantum dalam lampiran keputusan lni
Kedua Keputusan ini berlaku selak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Malang
Pada tangga1 01 Ju!i2019

NIK 10118096

岬… …鰤 躊lllMs赫 `¨仰―
罵 熙 轟 魁 撚 霧 IΩ ぐ 編 晦 降 rl。
… "腋
は m mm― ―
ln llll剛 潜総 A
`,5ゆ Lampiran 1
Keputusan Rumah Sakit Wava Husada
Nomor : Nomor 619/Sk/Olr[Viil2OL9
Tentang :Program Pengawasan
Manajemen Risiko Fasilitas Dan
Lingkungan
Tanggal :1Juli 2019

BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu upaya strategis yang yang dikembangkan Kementerian Kesehatan untuk
meningkatkan produktifitas kerja adalah Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Keselamatan
kerja adalah suatu usaha untuk menciptakan lingkungan kerja dan cara kerja yang aman, bebas dari
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sedangkan kesehatan kerja adalah suatu usaha untuk
menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di RS Wava Husada Kepanjen
didasarkan pada :
1. Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
2, Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan
Tenaga Kerja dan Penyelenggaraan Keselamatan Kerja.
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja'
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 986/MENKES/PER/Xl/1992 tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan
Prasarana Rumah 5akit.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penyakit Akibat Kerja.
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja/K3 Rumah Sakit.
Dengan demikian Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah mempunyai landasan
hukum yang kuat sehingga menuntut unit kerja termasuk RS Wava Husada Kepanjen berkewajiban
untuk melaksanakannya. Di lain pihak setiap karyawan wajib pula mentaati dan mematuhi
ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Program manajemen risiko fasilitas dan lingkungan di lingkungan RS Wava Husada Kepanjen
dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Penanggungiawab program tersebut ada di bagian
UPSRS adalah tidak lain karena tugas pokok dan fungsi UPSRS yang dominan dan sangat terkait
dengan penyediaan fasilitas yang aman, serta proses yang selamat yang menjadi tujuan utama dari
progrm tersebut.

BAB‖
LATAR BELAKANG

A. Gambaran Umum
Rumah Sakit Wava Husada dibangun dari ide yang penuh dengan semangat idealisme yang
ingin memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. RUMAH SAKIT
Wava Husada merupakan Rumah Sakit Swasta penuh setingkat Rumah Sakit Umum Tipe B Nomor:
44y856qrc2.42017 tentang ijin operasional RS Wava Husada tanggal 28 september 2018, milik PT.
Abnasamanhudisautika Husada yang berdiri dan beroperasional sejak bulan Januari tahun 2006,
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Propinsi lawa Timur Nomor : HK . 07. 06 / lll / / 1279 lo7
tanggal 09 September 2007 tentang ljin penyelenggaraan kepada PT Abnasamanhudisautika Husada
untuk menyelenggarakan rumah sakit. Rumah sakit wava Husada di buka secara resmi dan mulai
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada tanggal 18 Januari 2006. Pada tanggal 25
Januari 2012 sudah mendapatkan Sertifikat Lulus Akreditasi Paripurna dengan sertifikat Nomor :
KARs-SERTA90/Xr r2015.

・/elnem“ わた"dall軌 ル●
鷲l鷺颯聴覇試∬藩 Ω QttPragrmpe… …n“・ I


J″ n― 13

α曼
oゆ
A3MS― llHID!SAullu HusADハ 潜織
Rumah Sakit Wava Husada berlokasi di Jalan Panglima Sudirman No.99A, Desa Dilem,
A
i
Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang berdiri di atas lahan seluas 15.723 m'dengan luas
bangunan !9.62L m2. Letak Rumah Sakit Wava Husada ini sangat strategis karena berada di jalur
utama Malang - Blitar sehingga mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Gedung Rumah Sakit yang
megah dan kokoh di sesuaikan dengan lay out idealisasi alur penanganan pasien yang berdiri tepat di
pintu gerbang Kota Kepanjen.
Pada awal dibukanya pada tahun 2005 RUMAH SAKIT Wava Husada mempunyai 45 tempat
tidur dan melayani beberapa poliklinik spesialis dasar yaitu Klinik Umum, Klinik Gigi, Klinik Spesialis
Penyakit Dalam, Klinik Spesialis Bedah Umum, Klinik Spesialis Anak, Klinik Spesialls Penyakit Paru,
Klinik Spesialis THT, Klinik Spesialis Syaraf, Klinik Spesialis Kebidanan (Obsgynl, Klinik Kesehatan lbu
dan Anak, Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Klinik Spesialis Mata, Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin.
Selama berdiri sampai saat ini Rumah Sakit Wava Husada berkembang cukup pesat dalam
rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas,
maka dari itu diharapkan untuk bisa lebih mengoptimalkan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat
sehingga bisa membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih memadai
serta mengacu kepada wacana pemerintah dalam pencanangan program MDGs (Millennium
Development Goalsl.
1. Padat Karya
RS Wava Husada Kepanjen merupakan institusi yang padat karya, padat modal dan padat
teknologi. Tenaga yang bekerja di di lingkungan RS Wava Husada Kepanjen terdiri dari tenaga medis,
tenaga paramedis perawatan, tenaga medis non perawatan, tenaga asisten perawat (pembantu
paramedis) dan tenaga non medis. Selain itu juga terdapat tenaga cleaning servls dan
mahasiswa/siswa dari beberapa sekolah/akademi/perguruan tlnggi.
2. Padat Modal
Sebagai institusi yang padat modal RS Wava Husada Kepanjen telah melakukan renovasi,
rehabilitasi, maupun pembangunan gedung-gedung baik rawat jalan, rawat inap dll. Namun demikian
perbaikan dan penambahan sarana, prasarana dan peralatan kedokteran /
non kedokteran yang
telah dilaksanakan belum mencapai Master Plan yang telah ada. Hal ini menyebabkan tata letak dan
tata ruang di lingkungan RS Wava Husada Kepanjen kurang sempurna dengan masih adanya jalan
yang berkelok-kelok, adanya jalan kendaraan bermotor dekat ruang perawatan, akses jalan masuk
dan keluar yang berdekatan dalam satu area sehingga menyebabkan adanya kendala apabila
terdapat kejadian kebakaran dan bencana.
3. Padat Teknologi
RS Wava Husada Kepanjen juga merupakan institusi yang padat teknologi. Pada unit-unit
seperti lATl ( lnstalasi Anastesiologi dan Terapi lntensif ) ,lnstalasi bedah, Klinik Rawat jalan,
rehabilitasi medik, Obgyn Laboratorium dan unit lain terdapat peralatan canggih baik medis maupun
non medis. Peralatan-peralatan tersebut mahal baik harga pembelian, perawatan dan biaya
operasionalnya. Dalam penggunaannya banyak menggunakan energi listrik dengan tegangan yang
spesifik dan sensitif. Selain rawan terhadap bahaya kebakaran, peralatan-peralatan tersebut ada
yang menimbulkan dampak negatif terhadap petugasnya. Peralatan medis dan penun.iang medis
yang menimbulkan bahaya radiasi di Radiologi.
4. Resiko Tinggi Penyakit Akibat Kerja dan lnfeksl Nosokomial
Sesuai dengan fungsinya RS Wava Husada Kepanjen melakukan pelayanan kepada penderita
baik penyakit menular maupun tidak menular. Disamping beresiko tertular penyakit dari penderita
yang dirawat, petugas perawatan bisa menjadi carrier penyakit di lingkungan rumah sakit sehingga
infeksi nosokomial tidak dapat dihindari. Untuk menanggulangi hal-hal tersebut telah diupayakan
pengadaan pakaian kerja, perlengkapan kerja berupa skort, sarung tangan, masker dan bahan
desinfektan serta pemeriksaan berkala. Akan tetapi kesadaran petugas akan resiko bahaya tersebut
masih kurang sehingga sering ditemui petugas melakukan tindakan perawatan tanpa memakai
pakaian kerja yang semestinya.
Dalam melaksanakan kegiatan, RS Wava Husada Kepanjen ditunjang oleh instalasi penunjang
yang secara langsung menempatkan petugasnya pada lingkungan kerja dengan resiko/dampak
negatif terhadap kesehatan dan keselamatan kerjanya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain
pengolahan limbah, pembakaran sampah, pengoperasian genset, pemeliharaan mekanik/las,
penyediaan air minum, pemeliharaan peralatan kedokteran, pemeliharaan listrik, pemeliharaan
bangunan/mebelair, pencucian, dapur sentral, penyeterilan dan lain{ain. Masing-masing kegiatan
tersebut menimbulkan resiko yang spesifik terhadap tiap-tiap petugas yang bersangkutan, misalnya :
1. Pengolahan limbah, kegiatan inimenimbulkan resiko bahaya antara lain gas amoniak, H2S, bau
dan bahaya infeksi dari bakteri/virus yang ada di air limbah.

艤 昴筋「―●
露避癬警憾鑢欝 IΩ ぐ 轟轟 Pragmmた ● ●
wasca MalI… j4
"A廠 “ “
ll●

"“
α手つ
PT ABu SAMAl■ mDISAullM"tlmoA

2.
ド慾 A
Pengoperasian genset, resiko bahanya antara lain kebakaran, kebisingan, panas dan ledakan.
3. Pemeliharaan listrik, resiko yang ditimbulkan antara lain bahaya karena sengatan listrik dan
kebakaran.
4. Pemeliharaan bangunan / mebelair, bahaya dan debu.
5. Sterilisasi sentral, menimbulkan resiko tertular atau infeksi dari linen pembungkus instrumen.
5. Radiografer yang berisiko terhadap gangguan kesehatan karena sering terpapar radiasi.
5. Reslko Tinggi Terhadap Bencana xebakaran
RS Wava Husada Kepanjen dalam proses pelayanannya menggunakan energi listrik dengan
daya yang tinggi, tegangan yang dipakai juga tinggi yaitu 220 - 380 volt dan jaringan kabel listrik yang
luas dan menyebar. Hal ini tentunya rawan terhadap bahaya kebakaran dan sengatan listrik, yang
dapat menimpa petugas, penderita, keluarga penderita serta pengunjung rumah sakit yang lain.
Kondisi fisik bangunan RS Wava Husada Kepanjen dengan tata letak yang kurang ideal dimana
bangunan yang satu dengan yang lain jaraknya berdekatan dan dalam proses pelayanannya rumah
sakit harus menyediakan bahan-bahan kimia seperti alkohol, No2, 02, Hcl serta harus menyediakan
juga BBM (solar ), akan sangat mudah menyebabkan bahaya kebakaran. Selain itu apabila terjadi
kebakaran akan meluas dengan cepat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dari berbagai hal diatas dapat disimpulkan bahwa Rs wava Husada Kepanien adalah tempat
dengan resiko tinggi terhadap bencana kebakaran sehingga program keselamatan dan kesehatan
kerja seharusnya menjadi program prioritas dari rencana kegiatan rumah sakit.
B. PERMASATAHAN
Dari analisa situasi RS Wava Husada Kepanjen tersebut dapat disampaikan beberapa
permasalahan perihal keselamatan dan kesehatan kerja, antara lain:
1. Aspek Lingkungan (Fisika, Kimia, Biologi )
a, Lingkungan Fisik
1. Adanya beberapa ruangan yang kurang ventilasinya
2.
Adanya beberapa ruangan yang kurang pencahayaannya
3.
Adanya jalan/ selasar yang berbelok - belok sehingga susah menemukan arah
masuk dan keluar
4. Adanya jalan kendaraan yang melintasi selasar
5. Adanya lahan parkir ( baik motor ataupun mobil ) yang berdekatan dengan
ruang rawat inap
6. Adanya dapur/ pantry di masing-masing ruangan
7. Adanya pintu darurat yang belum sempurna arah membukanya
8. Adanya renovasi yang bersifat mendadak
9. Adanya pembangunan bangunan baru yang bersifat mendadak
b. Lingkungan Kimia
dengan obat
1. Adanya kontak yang lama dan terus menerus dalam dosis tertentu -
obatan atau bahan kimia tertentu dapat menimbulkan efek yang membahayakan
bagi petugas
2. Belum sempurnanya pengelompokan dan penempatan bahan-bahan kimia yang
mudah terbakar pada tempat khusus misalnya di laboratorium, gudang farmasi,
bedah sentral, ruang farmasi, dan ruang perawatan lainnya
c. Lingkungan biologi
Petugas yang bekerja di ruang-ruang infeki misalnya di ruang isolasi, instalasi
bedah, Kamar bersalin, lGD, lATl ( lnstalasi anastesiologi dan terapi intensif ),
Hemodilisis, laundry, sterilisasi sentral yang dapat menyebabkan petugas tertular
(infeksi nosokomial).
2. Aspek sarana
a. Tata letak gedung yang belum memenuhi persyaratan lingkungan
b. Adanya gedung / ruangan yang beresiko tinggi terhadap kebakaran
c. Adanya gedung yang belum memiliki hydrant(GP. 1&GP.2)
d. Belum lengkapnya sarana dan peralatan evakuasi
e. Belum adanya joint connection perpipaan hidran dengan unit mobil pemadam
kebakaran
f. Terbatasnya sarana alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
3. Aspek petugas
a. Kurangnya pengetahuan petugas tentang dampak negatif dari pekerjaan yang
dilakukan

geasan碗 ¨ "血● ―
m5
賞震難難鋤職藍醤1築≧ぐ癬騰 P…“
"助 "lJltas姉 `"●
kua…
QFSゆ
PTAm m― mmml● Hu触
b.
潜慾
Kurangnya kesadaran petugas untuk memakai perlengkapan kerja yang ada
λ
c. Adanya petugas yang bekerja di lingkungan kerja dengan resiko tinggi dan belum
mendapatkan vaksinasi untuk imunisasi
d. Adanya petugas yang bekerja di lingkungan kerja dengan resiko tinggi dan belum
mendapatkan makanan tambahan (ekstra fooding)
e. Adanya petugas yang bekerja di lingkungan kerja dengan resiko tinggi dan belum
mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala
f. Kurangnya pengalihan/rotasi petugas secara rutin untuk menghindari kejenuhan dan
penyakit akibat kerja
g. Adanya petugas yang karena keadaannya menjadi beresiko tlnggi/rentan
h. Kurangnya pelatihan bagi petugas tentang penggunaan alat-alat pemadam kebakaran
dan sistem evakuasi
i. Belum adanya sanksi bagi petugas yang bekerja di tempat resiko tinggi yang tidak
memakai perlengkapan kerja dengan benar
i. Belum adanya sanksi bagi petugas karena kelalaiannya bekerja tidak sesuai SPO
sehingga membahayakan bagi dirinya dan orang lain
k. Kurangnya pengetahuan petugas terhadap penggunaan Alat Pemadam Api Ringan
(APAR) yang telah disediakan
l. Kurangnya kesiapsiagaan petugas jaga dalam mengetahui bencana/kebakaran di
lingkungan kerjanya
4. Aspek Kewaspadaan dan penanggulangan bencana
a. Belum adanya regulasi struktur organisasi Kesiapsiagaan/Kewaspadaan dan
Penanggulangan Bencana di RS Wava Husada Kepanjen.
b. Belum jelasnya koordinasi antara upaya penanggulangan bencana yang telah dilakukan
di RS Wava Husada Kepanjen dengan Disaster Plan IGD yang merupakan bagian dan
Sistem Kesiapsiagaan/Kewaspadaan dan Penanggulangan Bencana'
c. Belum bakunya Sistem Kewaspadaan dan Penanggulangan Bencana di lingkungan RS
Wava Husada Kepanjen

BAB‖ :

TUJUAN PROGRAM

A.TUJUAN UMUM
Bertujuan untuk mengawasi program kela manajemen nsiko fas‖ ltas yang d‖ aksanakan oleh
semua unit atau satuan kerja penunjang vang ada dilingkungan RS Wava Husada kepanjen
B.TUJUAN KHUSUS
l Melakukan pengawasan terhadap program kerja yang dilaksanakan o!eh semua unit kerJa
tentang pengelolaan risiko!ingkungan melalui penvusunan rencana manajemen fasintas dan
penvediaan ruangan′ teknologi′ peralatan rnedis′ dan sumber dava manusia
2 Melakukan pengawasan terhadap perencanan dan pelaksanakan program manajemen risiko
fas‖ itas/‖ ngkungan

BAB iV
KEG:ATAN POKOK DAN R:NCiAN KEG:ATAN

Pengawasan Program manajemen resiko fasilitas harus dilaksanakan meliputi seluruh aspek
keselamatan di lingkungan rumah sakit. Ada tujuh kegiatan pokok dalam program pengawasan :
1. Mengawasi semua aspek program manajemen risiko, seperti pengembangan rencana dan
memberikan rekomendasi untuk ruangan, peralatan medis, teknologi dan sumber daya manusia.
Adapaun untuk mencapai terbaik tujuan program ini harus dilaksanakan beberapa kegiatan, yaitu:
a. Pengawasan secara terus menerus yang dikerjakan oleh masing - masing unit dan dapat secara
bersama melakukan survei aktif ke lapangan/lokasi untuk mencari temuan resiko fasilitas
Resiko yang ditemukan dalam harus dilaporkan berserta rekomendasi perbaikan berdasarkan
tingkat keparahannya.
Untuk kategori resiko berat harus segera mulai diperbaiki
b. Pengawasan secara pasif dilakanakan dengan memerintahkan setiap unit kerja untuk mengisi
form risk register setiap 1 tahun sekali untuk diserahkan ke Komite K3 dan atau bidang
penunjang dan sub bag pemeliharaan sarana dan prasarana. Kemudian dari semua rlsk register

物 た WCSCn M● ●¨ ¨ 膿 あ m_ゎ
窯 1食 ぐ 憮 "“ … “ “ "¨ “
懲,Sゆ
PT AIn― mlmm HusAoA ド
な 、
yang terkumpul dari setiap unit akan dikompilasi lagi oleh Komite K3RS dan disusunlah risk
register rumah sakit berdasarkan prioritas keparahannya
c. Menyusun area beresiko terutama prioritas area yang beresiko tinggi terjadinya kebakaran,
yaitu: dapur Gizi dan dapur ruangan, panel listrik, generator listrik, dan area yang secara terus
menerus membutuhkan listrik untuk mendukung perawatan pasien
d. semua peralatan medis yang dipergunakan untuk mendukung pengobatan pasien yang
dipastikan aman dengan dibuktikan telah diuji atau diservice berkala sesuai standar
e. Semua petugas kesehatan yang bekerja di setiap unit kerja harus mendapatkan pelatihan
untuk dapat mengoperasikan peralatan medis secara minimal satu kali dalam setahun
f. Memastikan bahwa semua area beresiko tinggi harus diawasi secara terus menerus dengan
media CCTV untuk menjamin keamanan yang tinggi
2. Mengawasi pelaksanaan program secara konsisten dan berkesinambungan
a. semua program kerja yang telah disetujui untuk dilaksanakan selama satu tahun anggaran
harus dilaksanakan dan diawasi oleh pihak yang telah diberi wewenang yaitu Komite
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
b. Setiap program kerja yang telah disetujui harus dilaksanakan dan harus dilaporkan kepada
direktur beserta evaluasi dan usulan rencana tindak lanjutnya
3. Melakukan edukasi staf
a. Semua pegawai rumah sakit harus mendapatkan pendidikan berkala untuk mempertahankan
dan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan praktis yang penting, misalnya pengelolaan
bahan beracun dan berbahaya, aktifasi code red, control infeksi, pelatihan pengoperasian alat
media) minimal satu kali dalam setahun
b. Semua pegawai yang telah dilatih harus dipastikan memahami peraturan dan mempunyai
ketrampilan yang standar
4. Melakukan pengujian dan pemantauan program
a. Semua program yang telah selesai dikerjakan harus dilaksanakan uji coba untuk memastikan
bahwa program tersebut terus berfungsi
b. Semua program yang masih berjalan harus terus dipantau untuk dipastikan selesai sesuai
rencana yang telah disusun
c. Semua program kerja terutama tentang pemeliharaan system kunci/utilitas harus dipantau
dan harus dilaksanakan sesuai tujuan
d. Sistem proteksi aktif dan pasif tehadap bahaya kebakaran rumah sakit harus rutin diuji coba
minimal satu kali dalam setahun, misalnya detektor panas, detector asap, sprinkle, system
hydrant, alarm api dan tombol panik
e. Sumber listrik alternative (genset) harus dilakukan uji beban minimal satu kali dalam setahun
5. Evaluasi dan monitoring program secara berkala
a. Semua program manajemen resiko fasilitas yang disusun dan dilaksanakan harus secara
berkala di evaluasi dan monitoring satu kali dalam setahun untuk memastikan apakah program
tersebut masih sesuai dan dibutuhkan pada kondisi terkini
b. Bila ada program yang sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan sekarang dapat dihentikan
atau diganti dengan program lainnya yang mendapat prioritas tinggi untuk dilaksanakan
5. Menyerahkan laporan tahunan kepada direktur rumah sakit
Semua program kerja yang telah dilaksanakan oleh semua unit kerja harus dilaporkan secara
tertulis kepada direktur pada akhir tahun anggaran
7. Mengorganisasikan laporan kejadian/ insiden, melakukan analisa dan upaya perbaikan
Setiap terjadinya insden, misalnya terjadinya kecelakaan akibat kerja atau penyakit akibat
kerja harus dilaporkan setiap bulan ke Komite K3RS dan hasil laporan tersebut harus dianalisis dan
ada rekomendasi tindak lanjut oleh K3RS kepada direktur. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca pada
regulasi yang mengatur tentang pelayanan kesehatan kerja karyawan rumah sakit

BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEC:ATAN

Untuk melaksanakan tujuh kegiatan pokok yang sudah dijelaskan pada bab 4 ( empat )
melaluibeberapa cara sebagai berikut :
a. Dengan melalui kegiatan survei aktif secara berkala di lapangan, misalnya dengan melakukan
solety tour yang terdiri dari tim gabungan antara beberapa satuan atau unit kerja yang bertujuan


驚避響警際鸞贈 IQQ黒 騰 P"“"た llgawasca Mall"爬 Л
醐o“艤 "昴●
kun… … 7

P■
Q黒。

■8‖ A… UIHUuDA
DttM出 臓■

untuk mencari temuan/kejadian yang saat itu sedang terjadi atau adanya resiko/kejadian yang
sudah berpotensi resiko tinggi/serius
b. Dengan melakukan pngawasan secara pasif, misalnya menunggu menerima laporan
insiden/kejadian, misalnya pada pelaporan kejadi kecelakaan akibat kerja atau penyakit akibat
kerja
Melakukan rapat koordinasi atau rapat kerja secara berkala untuk membahas suatu masalah,
melakukan audit terhadap terjadinya insiden atau membahas apakah program kerja yang
telah/sedang dilaksanakan sudah sesuai tujuan dan proses pengerjaannya sudah memenuhi
standar keselamatan dan kesehatan kerja
d. Mengolah data dari laporan yang masuk baik secara pasif dan aktif untuk dianalisa dan dicari
kemungkinan penyebab dan memberikan rekomendasi kepada direktur untuk perbaikan

BA3 Vi
SASARAN

Sasaran program pengawasan ini adalah semua unit atau satuan kerja : medik/ non medik,
penunjang medis dan umum yang melaksanakan program kegiatan manajemen resiko fasilitas di
lingkungan RS Wava Husada.

BAB V‖
JADWAL PELAKSANAAN KECIATAN

NO KEG:ATAN PENGAWASAN PELAKSANAAN Bulan


PROGRAM MANAIEMEN R:S:KO FASiL:TAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pengawasan program manajemen risiko
a. Melakukan safety tour
b. Pemeriksaan alat medis berkala
c. Pelatihan pegawai untuk pengoperasian
alat medis
d. Pengisian risk register oleh setiap unit

2. Pengawasan pelaksanaan program


a. Pengawasan pelaksanaan program
disemua unit kerja
b. Pelaporan hasil pengawasan pelaksanaan
program kepada direktur

3. Pengawasan pendidikan karyawan


a. Aktifasi code red
b. Pengelolaan 83 dan cara memakaispill kit
c. Pelaporan KAK
d. Pengoperasian Alat medis

4. Pengawasan pemantauan dan pengujian


program
a. Pemeriksaan dan pengujian sistem hidran
b. Uji fungsi detektor panas/ asap dan
sprinkler
c. Uji beban genset
d. Pemeriksaan air bersih
e. Pemeriksaan air limbah

″ “鮨
わ躊 ι 胸
驚避 鸞 憮 檬 警IΩ ●編 Prog“ m″ irFtas tt 18
""wasca腕
… "… ""―
4,,う
■Am m-3008M■ ■lluSAD■

NO KEG:ATAN PENGAWASAN PELAKSANAAN Bulan


PROGRAM MANAjEMEN R:SiKO FASiLiTAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

5. Menilai dan merevisi ulang program


manajemen risiko fasilitas
Rapat evaluasi program

6. Menyerahkan laporan tahunan ke direktur


7. Mengorganisasikan laporan insiden, analisa
dan upaya perbaikan;
a. Pelaporan KAK oleh setiap unit
b. Menganalisa data kejadian / insiden dan
melakukan rekomendasikan perbaikan

BAB V:‖
PENCATATAN′ PELAPORAN DAN EVALUASI KEG:ATAN

A. PENCATATAN KEG:ATAN
Pencatatan d‖ akukan dengan adanva acuan antara!ain;
1.Has‖ identiflkasi risiko vang ditemukan di seluruh area rumah sakit Wava Husada
Kepanien
2.Buku pemeliharaan/pemeriksaan
3.Jumlah keiadian/kasuS dalam pe面 ode tertentu
4.Jumlah risiko yang dapat ditindak laniuti
B. PELApORAN KECIATAN
Laporan program keria/kegiatan di:akukan setiap l tahun sekali
C. EVALUAS:KEG:ATAN
Evaluasi kegiatan d‖ akukan l tahun seka‖

烹麗鸞 翻 鷺醤IΩ ぐ編 Prog"m bgawasan施


"Ⅲ
震″
用Jb随 釧
蘭sttι わ
ghagan― 胸
"