Anda di halaman 1dari 5

Mineral Uniaxial

Mineral uniaxial merupakan salah satu kelas dari mineral anisotropic yang
didalamnya termasuk semua mineral yang mengkristal dalam sistem kristal
tetragonal dan hexagonal.Disebut dengan uniaksial karena memiliki optik
axis yang tunggal.

Cahaya melintas sepanjang arah optik axis tunggal ini,yang menunjukkan


kesamaan sifat material isotropik ,dalam artian arah polarisasi cahaya tidak
diubah oleh melalui lintasan kristal.Optik axis tunggal bertepatan dengan
kristalografi axis c pada mineral tetragonal dan hexagonal.

Seperti semua zat anisotropik,pembiasan indeks dari kristal uniaksial


bervariasi antara 2 nilai ekstrim.Untuk mineral uniaksial kedua nilai ekstrim
dari pembiasan indeks ini dibagi menjadi ω (atau No) dan ε (atau Ne). Nilai
antara ω dan ε menunjuk kepada ε '.

Mineral uniaksial dapat dibagi kedalam 2 kelas . Jika ω > ε maka


mineral itu dapat dikatakan memiliki tanda optik negatif atau uniaksial
negatif.Kebalikannya,jika ε > ω maka mineral itu dapat dikatakan
memiliki tanda optik positif atau uniaksial positif.

Refraksi / Pembiasan Ganda

Semua mineral anisotropik menunjukkan gejala pembiasan ganda.Seperti


pada hexagonal ,mineral Kalsit.Kalsit adalah mineral dengan belahan
rhombohedral yang berarti pecah kedalam blok yang bentuk permukaannya
parallelogram.Jika sebuah mineral kalsit transparan diletakkan diatas satu
titik,dan dilihat dari atas,maka dua bayangan dari titik akan terlihat
menembus kristal kalsit tersebut.Hal ini dikenal dengan peristiwa pembiasan
ganda.

Yang terjadi ketika cahaya yang tidak terpolarisasi masuk kedalam kristal dari
bawah,maka cahaya itu akan terbagi menjadi 2 sinar terpolarisasi yang bergetar
tegak lurus masing-masing kedalam kristal.
Satu sinar, (o) pada gambar di bawah,mengikuti hukum Snell,disebut dengan
ordinary ray atau o-ray.Sinar ini memiliki arah getaran yang tegak lurus ke bidang
yang terfdapat c-axis dan arah dari cahaya itu.Sinar yang lain, (e) tidak mengikuti
hukum Snell,dikenal dengan extraordinary ray atau e-raySinar e terpolarisasi
dengan getaran ringan kedalam bidang yang terdapat c-axis dan arah perambatan
sinar itu.

Semenjak sudut dari timbulnya cahaya adalah 0˚,kedua sinar tidak dapat dibiaskan
ketika memasuki kristal bergantung pada hukum Snell,tetapi e-ray melanggar
hukum ini,sebab sudut biasnya bukan 0˚,tetapi r,seperti yang ditunjukkan pada
gambar diatas.Ingat bahwa arah getaran dari e-ray dan o-ray saling tegak lurus satu
sama lain.Arah ini disebut dengan arah istimewa dal kristal.

Jika satu memisah keluar dari o-ray seperti pada gambar,dapat dilihat bahwa o-ray
memiliki arah getaran yang tegak lurus terhadap arah rambatan.Dengan kata
lain,arah geteran dari e-ray tidak tegak lurus terhadap arah rambatan.Sebuah garis
yang ditarik tegak lurus dengan arah getaran e-ray disebut dengan arah gelombang
normal (wave normal).
Indikatriks Uniaxial

Seperti dalam mineral isotropik,kita juga dapat membentuk sebuah


indikatriks untuk mineral uniaksial.Indikatriks uniaksial dapat dibentuk
pertama-tama dengan menghadapkan kristal dengan c-axis
vertikalnya.Semenjak c-axis juga merupakan optik axis dalam kristal
uniaxial,cahaya yang melintas sepanjang c-axis,akan bergetar tegak lurus
dengan c-axis dan parallel dengan arah indeks bias ω. Lalu,jika vektor
yang ditarik dengan panjang proporsional menuju indeks bias untuk cahaya
yang bergetar pada arah tersebut,vektor akan menentukan sebuah lingkaran
dengan radius ω. Lingkaran ini disebut circular section pada indikatriks
uniaxial.

Cahaya merambat sepanjang arah tegak lurus kearah c-axis atau optik axis
terpecah kedalam 2 sinar yang bergetar tegak lurus satu sama lain. Salah satu
dari cahaya ini ,e-ray bergetar parallel kearah c-axis atau optik axis,lalu
merambat parallel kea rah indeks bias ε . Lalu sebuah vektor dengan panjang
proporsional kearah indeks bias ε akan lebih besar atau lebih kecil dari
vektor yang ditarik tegak lurus kea rah optik axis dan akan menentukan 1
axis lonjong.Seperti sebuah lonjong dengan arah e sebagai salah satu
axisnya dan arah w sebaagai axis lainnya ,ini biasa disebut dengan Principal
section pada indikatriks uniaxial.
.

Tanda Optik

Mengingat kembali bahwa mineral uniaksial dapat dibagi menjadi 2 kelas


berdasarkan tanda optic dari mineral tersebut.

- Jika ω > ε maka mineral itu dapat dikatakan memiliki tanda


optik negatif dan indikatriks uniaksial berbentuk oblate spheroid.
- Jika ε > ω maka mineral itu dapat dikatakan memiliki tanda optik
positif dan indikatriks berbentuk prolate spheroid.

Daftar Pustaka

Uniaxial Minerals, Uniaxial Indicatrix, Optic Sign, & Ray Path

http://www.tulane.edu/%7Esanelson/eens211/index.html

Diakses pada 10 Maret 2010,19.35.