“PENGUAT
NON-INVERTING”
DIVAIS MIKROELEKTRONIKA
KELOMPOK 5
1. Fany Ardiansyah G1D017027
2. Ferli Yansyah G1D017009
3. Herdiansyah Fadlan G1D017042
4. Lizar Randi Pranata G1D017053
5. M. Rohinu Mubaroka G1D017001
Operational Amplifier
OP-AMP
Operational Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah Op-Amp
adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai
Penguat Sinyal listrik.
Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational Amplifier sering
disebut juga dengan Penguat Operasional.
Salah satu tipe IC Op-Amp yang populer adalah IC741.
Operational Amplifier
OP-AMP
BENTUK DAN SIMBOL
Operational Amplifier
OP-AMP
BENTUK DAN SIMBOL
Terminal yang terdapat pada Simbol Op-Amp
(Operational Amplifier/penguat operasional)
diantaranya adalah :
1. Masukan non-pembalik (Non-Inverting) +
2. Masukan embalik (Inverting) –
3. Keluaran Vout
4. Catu daya positif +V
5. Catu daya negatif –V
Karakteristik
OP-AMP
Karakteristik
OP-AMP
Secara umum, Operational Amplifier (Op-Amp) yang ideal
memiliki karakteristik sebagai berikut :
Penguatan Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
Tegangan Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo = 0 (nol)
Impedansi Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak terhingga)
Impedansi Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
Lebar Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
Karakteristik tidak berubah dengan suhu
Op-Amp
Non-Inverting
Op-Amp
Non-Inverting
Penguat ini dinamakan penguat
non inverting karena masukan
dari penguatatersebut adalah
masukan non inverting dari Op
Amp.
Sinyal keluaran yang dihasilkan
oleh penguat jenis ini
sefasa dengan sinyal
masukannya
Op-Amp
Non-Inverting
Penguat tersebut dinamakan
penguat non-inverting karena
masukan dari penguat tersebut
adalah masukan non-inverting
dari Op Amp.
Tidak seperti penguat inverting,
sinyal keluaran penguat jenis ini
sefasa dengan sinyal masukannya.
Op-Amp Non-Inverting
Fungsi Op-Amp Non
Inverting
Fungsi dari penguat ini sama dengan
penguat inverting hanya saja polaritas
outputyang dihasilkan sama dengan sinyal
inputnya.
Keluaran sensor dan tranduser pada
umumnya mempunyai tegangan yang
sangat kecil hingga mikro volt, sehingga
diperlukan penguat dengan
impedansi masukan rendah. Rangkaian
penguat non inverting akan menerima arus
atau tegangan dari tranduser sangat kecil
dan akan membangkitkan arus atau
tegangan yang lebih besar
Fungsi Op-Amp Non
Inverting
Fungsi dari penguat ini sama dengan
penguat inverting hanya saja polaritas
outputyang dihasilkan sama dengan sinyal
inputnya.
Keluaran sensor dan tranduser pada
umumnya mempunyai tegangan yang
sangat kecil hingga mikro volt, sehingga
diperlukan penguat dengan
impedansi masukan rendah. Rangkaian
penguat non inverting akan menerima arus
atau tegangan dari tranduser sangat kecil
dan akan membangkitkan arus atau
tegangan yang lebih besar
Analisis Penguatan Op-Amp
Non Inverting
Aturan ini dalam beberapa literatur
dinamakan golden rule, yang berisi :
1.Perbedaan tegangan antara kedua masukan Op-Amp
adalah nol (V+ - V- = 0 atau V+ = V-), hal ini bertujuan
menghindari adanya tegangan offset. Aturan pertama ini
sering disebut dengan virtual ground.
2. Arus yang mengalir pada kedua masukan Op-Amp
adalah nol (I+ = I- = 0), hal ini dikarenakan impedansi
input pada Op-Amp sangat besar ( Zin = ∞). Dengan
memahami kedua aturan tersebut, analisis dari
rangkaian Op-Amp akan menjadi lebih mudah.
Analisis Penguatan Op-Amp
Non Inverting
Terapkan hukum Kirchoff arus pada titik
cabang A dan asumsi I+ = I- = 0
Analisis Penguatan Op-Amp
Non Inverting
Pertama, gunakan teori tegangan titik simpul