PERCOBAAN 4
REGISTER
A. Tujuan
1. Mengetahui berbagai jenis register
2. Mengetahui prinsip kerja berbagai register
3. Melihat lebih dalam
Prinsip kerja transmisi data sesuai serial menggunakan
Flip –flop register geser
Prinsip kerja transmisi data sesuai serial menggunakan
Flip – flop register circular
Prinsip kerja transmisi data paralel menggunakan flip –flop
register geser
B. Alat dan Bahan
1. Komputer/Laptop
2. Aplikasi Electronics Workbench
C. Dasar Teori
C.1. Register
Register adalah suatu kumpulan flip-flop yang dapat secara bersama-sama
menyimpan data biner dalam jumlah yang sangat banyak. Pada hakikatnya tak
terbatas. Tetapi biasanya dikelompokkan berupa kelipatan 4 flip-flop dalam setiap
register yang disebut dengan nibble.Register adalah kumpulan elemen-elemen
memori yang bekerja bersama sebagai satu unit.( Jurnal Neutrino ,Vol.1, No.2
April 2009)
C.2. Shift Register
Register geser merupakan suatu register dimana informasi (bilangan biner) dapat
bergeser (digeserkan). Disamping dapat menyimpan data biner, register geser juga
dapat melakukan proses penggeseran data. Penggeseran data diperlukan baik
dalam pengiriman data secara berderet (serial) maupun dalam perhitungan aljabar
perkalian dan pembagian.
Prinsip kerjanyadalam register geser flip-flop saling terhubung, sehingga datanya
dapat digeserkan dari satu flip-flop ke flip-flop yang lain, kekiri atau kekanan atas
perintah dari pulsa (clock). (Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor
01 Tahun 2016, hal 288)
C.3. Jenis-jenis Shift Register
Ada empat macam jenis shift register berdasarkan cara data masuk dan cara data
keluar dari suatu register.
1. Register geser Serial In-Serial Out (SISO)
Register geser jenis ini menerima data masukan secara serial, yaitu satu bit per
satuan waktu dalam satu baris register, serta menghasilkan informasi yang
tersimpan pada keluaran juga dalam bentuk serial. (Jurnal Pendidikan Teknik
Elektro. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016, hal 288)
Prinsip kerja SISO Informasi/data dimasukan melalui word in dan akan
dikeluarkan jika ada denyut lonceng berlalu dari 1 ke 0. Karena jalan keluarnya
flip-flop satu dihubungkan kepada jalan masuk flip-flop berikutnya, maka
informasi didalam register akan digrser ke kanan selama tebing dari denyut
lonceng (Clock).
Gambar C.3.1 Rangkaian Shift Register SISO
2. Shift Register Serial Input-Parallel Output (SIPO)
Data bit yang dimasukkan secara serial (pertama bit yang palingsignifikan)
pada shift register serial in/parallel out dengan cara yang sama seperti yang
dibahas sebelumnya. Perbedaannya adalah cara di mana data bit yang diambil dari
register secara bersamaan menuju keluaran. Setelah data disimpan, setiap bit
muncul pada jalur output masing-masing, dan semua bit tersebut tersedia secara
bersamaan, bukan secara bit per bit sebagaimana keluaran serial. (Jurnal
Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016 :288).
Prinsip kerjanyamasukan-masukan data secara deret akan dikeluarkan oleh
JK-FF setelah masukan denyut lonceng dari 0 ke 1. Keluaran data/informasi serial
akan dapat dibaca secara paralel setelah diberikan satu komando (Read Out). Bila
dijalan masuk Read Out diberi logika 0, maka semua keluaran NAND adalah 0
dan bila Read Out diberi logika 1, maka pintu-pintu NAND menghubung
langsungkan sinyal-sinyal yang ada di Q masing-masing flip-flop.
Gambar C.3.2 Rangkaian Shift Register SIPO
3. Shift Register Parallel Input-Serial Output (PISO)
Untuk register dengan data masukan paralel, bit dimasukkan secara
bersamaan dalam tahap masing-masing pada masukan paralel dan bukan bit per
bit sebagaimana register dengan data masukan seri. Serial output adalah sama
seperti yang dijelaskan sebelumnya, akan ditampilkan setelah data benar-benar
tersimpan dalam register. (Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor
01 Tahun 2016, hal 288)
Prinsip kerjanya mula-mula jalan masuk data load= 0, maka semua pintu
NAND mengeluarkan 1, sehingga jalan masuk set dan reset semuanya 1 berarti
bahwa jalan masuk set dan reset tidak berpengaruh. Jika data load= 1, maka
semua input paralel akan dilewatkan oleh NAND. Misal jalan masuk A=1, maka
pintu NAND 1 mengeluarkan 0 adapun pintu NAND 2 mengeluarkan 1. Dengan
demikian flip-flop diset sehingga menjadi Q=1
Gambar C.3.3 Rangkaian Shift Register PISO.
4. Shift Register Parallel Input-Parallel Output (PIPO)
Register dengan masukan data secara paralel sudah dijelaskan dalam bagian
sebelumnya. Shift register paralel in/paralel out menerapkan kedua metode
sebelumnya, dimana segera setelah secara bersamaan semua bit data dimasukkan,
bit muncul pada keluaran paralel secara bersamaan juga. (Jurnal Pendidikan
Teknik Elektro. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016, hal 288)
Cara kerjanya Berdasarkan, Sebelum dimasuki data rangkaian direset dulu
agar keluaran Q semuanya 0. Setelah itu data dimasukkan secara paralel pada
input dan data akan diloloskan keluar secara paralel setelah flip-flop mendapat
pulsa clock dari 0 ke 1.(Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor 01
Tahun 2016, hal 288)
Gambar C.3.4 Rangkaian Shift Register PIPO
C.4. JK FLIP – FLOP
K-FF merupakan turunkan dari SR-FF sebagai piranti rnemori dasar, JK-FF
memiliki karakteristik berbeda dengan SR-FF terutama pada kondisi terlarang
(S=R=1). Untuk JK-FF kondisi tersebut (sebagai gantinya J=K=1) justru
dipergunakan untuk pengalihan Q(t+1) * Q(t) atau disebut kondisi "toggle".
Dengan kata lain bila masukan J=K=l (untuk JK-FF) maka keluaran Q akan
berupa pulsa kontinu karena keluaran Q akan beralih dari 1 ke 0 dan dari 0 ke I
tanpa henti mengikuti pulsa pewaktu.(Teknik Digital Dasar: Pendekatan Praktis
Oleh : Saludin Muis, hal 122)
Gambar C.4.1 Simbol JK-FF (1)
Tabel operasional JK-FF dan fungsi keluaran e pada dasarnya dapat
diturunkan dari SR-FR secara fungsi terdapatkemiripan antarakedua piranti
memori tersebut. (Teknik Digital Dasar: Pendekatan Praktis Oleh : Saludin Muis,
hal 123)
Tabel kebenaran JK-FF
Fungsi keluaran JK-FF :
Gambar C.4.2 Rangkaian ekuivalen JK-FF
Gambar C.4.3 Rangkaian Master-Slave JK-FF
D. Langkah percobaan
D.1 4-bit shift register, serial in/serial out
1) Membuka aplikasi Electronic Workbench
2) Membuka iconDigital dan Mengambil (drag pada workspace) komponen JK
Flip-Flop active low inputs.
3) Membuka iconSource dan Mengambil komponen VCC, Ground, dan clock.
4) Membuka iconBasic dan Mengambil komponen switch.
5) Membuka iconlogic gate dan Mengambil komponen NOT gate.
6) Membuka iconindicator dan Mengambil komponen red probe.
7) Membuat rangkaian dari semua komponen yang ada pada workspace
seperti pada gambar dibawah ini. Gandakan komponen dengan cara klik
kanan copy dan paste pada workspace
8) Mengubah frekuensi pada clock dengan mengklik 2x pada clock dan
merubah frekuensinya dari 1000Hz menjadi 1Hz.
9) Menjalankan simulasi dengan menekan tombol di pojok kanan atas,
hubungkan clock pada ground serta Memasukan inputan sesuai dengan
instruksi dari asisten dan perhatikan pergeseran data yang terjadi.
D.2 4-bit circular shift register
1) Mengubah koneksi rangkain yang digunakan dalam percobaan sebelumnya
seperti pada gambar berikut:
2) Mengatur inputan yang akan ditransmisikan melalui register circular
dengan desimal 12 (1100) dengan cara sebagai berikut :
Menjalankan simulasi dengan menekan tombol di pojok kanan
atas.
Membersihkan inputan sebelumnya dengan cara menekan dua kali pada
CLR (hubungkan ke ground/diberi logika 0 dan hubungkan kembali pada
VCC/diberi logika 1). Dan pastikan keadaan akhir dari CLR berlogika 1
(LED menyala)
Mengatur inputan pada JK flip-flop dengan menekan tombol 1 sampai
dengan 4 (Q1 sampai Q4), dimana untuk inputam 12 (1100) di atur
dengan cara Q1 dan Q2 dihubungkan pada VCC, dan untuk Q3 dan Q4
dihubungkan pada ground.
Untuk memasukan semua inputan pada setiap JK flip-flop, dilakukan
dengan cara menekan Data in sebanyak 2 kali dan pastikan keadaan akhir
dari Data in berlogika 0.
Mengaktifkan Clock (dihubungkan ke ground) untuk melihat sirkulasi
yang terjadi pada rangkaian.
D.3 3-bit shift register, serial in/paralel out
1) Membuka icon Digital dan Mengambil (drag pada workspace) komponen
JK Flip-Flop active low inputs.
2) Membuka icon Source dan Mengambil komponen VCC, dan Ground
3) Membuka icon Basic dan Mengambil komponen switc.
4) Membuka icon logic gate dan Mengambil komponen NOT gate.
5) Membuka icon indicator dan Mengambil komponen red probe.
6) Membuat rangkaian dari semua komponen yang ada pada workspace
seperti pada gambar dibawah ini. Gandakan komponen dengan cara klik
kanan copy dan paste pada workspace
7) Menjalankan simulasi dengan menekan tombol di pojok kanan
atas, hubungkan clock pada ground serta Memasukan inputan sesuai
dengan instruksi dari asisten dan perhatikan pergeseran data yang
terjadi.
8) Melakukan 3 kali percobaan (SP1, SP2, dan SP3) sesuai dengan data
inputan yang telah di instruksikan oleh asisten praktikum.
G. Kesimpulan
1. Register adalah suatu kumpulan flip-flop yang dapat secara bersama-sama
menyimpan data biner dalam jumlah yang sangat banyak. Pada hakikatnya tak
terbatas. Tetapi biasanya dikelompokkan berupa kelipatan 4 flip-flop dalam
setiap register yang disebut dengan nibble. Register dibagi menjadi 4
2. Prinsip kerja dari ke 4 jenis register geser :
Prinsip kerja SISO Informasi/data dimasukan melalui word in dan akan
dikeluarkan jika ada denyut lonceng berlalu dari 1 ke 0
Prinsip kerjan SIPO yaitu masukan-masukan data secara deret akan
dikeluarkan oleh JK-FF setelah masukan denyut lonceng dari 0 ke 1.
Keluaran data/informasi serial akan dapat dibaca secara paralel setelah
diberikan satu komando (Read Out).
Prinsip kerja PISO yaitu mula-mula jalan masuk data load= 0, maka
semua pintu NAND mengeluarkan 1, sehingga jalan masuk set dan reset
semuanya 1 berarti bahwa jalan masuk set dan reset tidak berpengaruh.
Cara kerja PIPO Berdasarkan, Sebelum dimasuki data rangkaian direset
dulu agar keluaran Q semuanya 0. Setelah itu data dimasukkan secara
paralel pada input dan data akan diloloskan keluar secara paralel setelah
flip-flop mendapat pulsa clock dari 0 ke 1.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2021. ”Modul praktikum rangkaian logika”. Laboratorium
Elektronikadan Digital. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik.
Universitas Mataram.
Aziz Muh. Abdul, 2009. “Kontrol Lampu Pada Gedung Bertingkat Berbasis
Personal Computer (Pc)”. Jurnal Neutrino Vol. 1, No. 2.
Muis Saludin, 2012. “Teknik Digital Dasar : Pendekatan Praktis”. Edisi kedua.
Graha Ilmu.
Nurhayati, 2016. “Pengembangan Modul Pembelajaran Berbantuan Proteus
Pada Mata Pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika Untuk Kelas Xi
Tav Di Smk Negeri 2 Surabaya”. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro.
Volume 05 Nomor 01.