BAB II
ISI
1. Pengertian
Osteosarkoma (sarkoma osteogenik) adalah tumor tulang ganas, yang
biasanya berhubungan dengan periode kecepatan pertumbuhan pada masa remaja.
Osteosarcoma merupakan sebuah perubahan sel-sel tulang menjadi sel-sel
yang ganas dan menyebabkan tulang menjadi rapuh. Secara umum Osteosarcoma
disebut juga tumor tulang.
Osteosarkoma atau kanker tulang. Kanker ini dapat menyerang setiap bagian
tulang, terbanyak ditemukan pada tungkai, lengan, dan pinggul
2. Etiologi
Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak.
Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun. Angka kejadian pada anak
laki-laki dan anak perempuan adalah sama, tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini
lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Penyebab yang pasti tidak diketahui.
bukti-bukti mendukung bahwa osteosarkoma merupakan penyakit yang diturunkan.
Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas
(ujung atas)dan tulang kering (ujungatas). Ujung tulang-tulang tersebut merupakan
daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar.
Meskipun demikian, osteosarkoma juga bisa tumbuh ditulang yang lainnya. Secara
klinis Osteosarcoma dapat diketahui lewat rasa sakit pada tulang yang mengalami
kelainan ini dan ada pembengkakan yang dapat terus membesar dan dapat diraba.
3. Tanda dan gejala
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. sejalan dengan pertumbuhan
tumor, juga bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas.
Tumor di tungkai menyebabkan penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di
lengan menimbulkan nyeri ketika lengan dipakai untuk mengangkat sesuatu benda.
pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah.
Tanda awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa
menyebabkan tulang menjadi lemah. patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut
fraktur patologis dan seringkali terjadi setelah suatu gerakan rutin.
Selain itu disertai juga rasa nyeri dan demam kadang-kadang disertai juga dengan
trauma jatuh. Gejala pada anak kecil yaitu mengalami pembengkakan yang cepat bila
disertai rasa nyeri pada tulang
4. Patofisiologi
Keganasan sel pada mulanya berlokasi pada sum-sum tulang (myeoloma) dari
jeringan sel tulang(sarkoma) atau tumor tulang(carcinomas). Pada tahap lebih lanjut
sel-sel tulang akan berada pada nodul-nodul limpe, hati limpe dan ginjal. Akibat
adanya pengaruh aktivitas hematopoetik sum-sum tulang yang cepat pada tulang, sel-
sel plasma yang Belum matang/tidak matang akan terus membelah. Akibatnya terjadi
penambahan jumlah sel yang tidak terkontrol lagi.
Osteosarkoma sering terdapat pada pria usia 10 sampai 25 tahun, terutama pada
pasien yang tenderita penyakit paget’s. hal ini dimanifestasikan dengan nyeri,
bengkak dan terbatasnya pergerakan, serta menurunnya berat badan. Gejala nyerei
pada punggung bawah merupakan gejala yang khas, hal ini disebabkan karena adanya
penekanan pada vertebra oleh fraktur tulang patologik. Anemia dapat terjadi akibat
adanya penempatan sel-sel neoplasma pada sum-sum tulang, hal ini mengakibatkan
terjadinya hiperkalsemia, hiperkalsiuria, dan hiperurisemia selama adanya kerusakan
tulang. Hal ini dapat dideteksi dalam serum urin dengan teknik
immunoelektrophoresis. Gejala gagal ginjal dapat terjadi selama presipitasi
immunoglobulin dalam tubulus(pada pyelonefritis), hiperkalsemia, peningkatan asam
urat, infiltrasi ginjal oleh plasma sel(myeoloma ginjal) dan trombosis pada vena
ginjal.
Kecenderungan patologi perdarahan merupakan ciri-ciri myeoloma dengan 2 alasan
utama:
a. penurunan trombosis selama adanya kerusakan megakaryosit, yang merupakan sel-
sel induk dalam sel-sel tulang
b. tidak berfungsinya trombosis, mecroglobulin menghalangi eleven-elemen dan turut
serta dalam fungís hemostatik.
5. Komplikasi
Komplikasi yang dapat ditimbulkan antara lain:
Gangguan produksi anti body
Infeksi, yang biasanya di sebabkan karena kerusakan sum-sum tulang yang
luas yang merupakan efek kemoterapi, radioterapi dan steroid, hal ini
menyokongn terjadinya leukopenia.
Fraktur patologik, gangguan pada ginjal dan sistem hematologik, hilangnya
anggota extremitas.
Komplikasi lebih lanjut adalah adanya tanda-tanda apatis dan kelemahan.
6. Pemeriksaan penunjang
rontgen tulang yang terkena
ct scan tulang yang terkena
pemeriksaan darah (termasuk kimia serum)
ct scan dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru
biopsi terbuka
skeningtulanguntukmelihatpenyebarantumor
7. Pencegahan
1. Pola makan anak. Biasakan anak mengkonsumsi makanan segar yang
menyehatkan dan bergizi tinggi terutama yang mengandung serat.
2. Usahakan agar anak tidak terlalu banyak makan makanan yang mengandung
lemak dan protein tinggi. Sebab, kedua makanan tersebut dapat merangsang
pertumbuhan sel.
3. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung bahan pengawet atau
bahan kimia lainnya yang biasanya terdapat pada makanan.
4. Minimalkan radiasi pada anak.
8. Penatalaksanaan
Tujuan penetalaksanaan adalah menghancurkan atau mengangkat jaringan ganas
dengan metode seefektif mengkin.
Tindakan pengangkatan tumor biasanya dengan mengamputasi.
Kemoterapi, mengurangi masa tumor dengan agen alkiating kemoterapi yang
di kombinasikan yang dilaksanakan sebelum dan sesudah pembedahan,
dengan tujuan untuk membasmi lesi mikrometastatik.
Analgesic dan narkotik.
Allopurinol, untuk mengontrol hiperurisemia. Output urin harus baik (2500-
3000ml/hari), untuk mengukur tingkat serum kalsium dan mencegah
hiperkalsium dan hiperurisemia.
Osteosarcoma dapat dideteksi lewat MRI (Magnetic Resinance Imaging) atau CT
Scan ( Computed Tomography Scan). Umumnya lewat MRI pasien bisa diketahui
potif tidaknya menderita Osteosarcoma, CT scan untuk dada, bisanya dilakukan
untuk mengetahui apakah penyebaran sel-sel tumor sudah mencapai paru-paru. Satu
langkah pemeriksaan berikutnya untuk mengetahui menyebaran sel-sel tumor tulang
adalah dengan Isotopic Bone Scanning.
bleomycin.
Jika belum terjadi penyebaran ke paru-paru, maka angka harapan hidup mencapai
60%. Sekitar 75% penderita bertahan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya
terdiagnosis.
7. Pengobatan
Pengobatan tumor pada anak-anak bukan untuk memperpanjang umur, tetapi
selalu diupayakan mencapai kesembuhan. Sebab, tumor yang diderita anak bukan lagi
penyakit yang menakutkan.
Penanganan dan pengobatan kanker pada anak tergantung jenis dan stadiumnya.
Pengobatannya tidak jauh berbeda dengan pengobatan pada orang dewasa, yaitu
gabungan antara operasi, kemoterapi, dan radiasi, selain pengobatan suportif dan
rehabilitasi pasca-operasi. Harapan sembuh menjadi lebih besar apabila anak
penderita tumor dapat melewati masa hidup sesudah pengobatan paling sedikit 5
tahun (5-year survival) besar.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN OSTEOSARKOMA
1. Pengkajian
1) Riwayat keperawatan
Kaji rasa nyeri atau sakit yang di keluhkan pasien.
Kaji kapan rasa nyari itu muncul
Umur
Riwayat keluarga
Pegang daerah ekstremitas perlahan-lahan dan tinggikan
2) Pengkajian fisik
Lakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi adanya nyerio, bengkak,
pergerakan terbatas, kelemahan.
3) Riwayat psikologi
Kaji adanya kecemasan, takut, ataupun depresi
4) Pemeriksaan diagnostik
Periksa adanya anemi, hiperkalsemia, hiperkalsiuria dan
hiperurisemia.
2. Diagnosa dan intervensi keperawatan
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d anoreksia dan kelelahan
a. tujuan : status nutrisi pasien dapat tercukupi
b. rencana atau tindakan keperawatan
1) berikan makanan dengan diit TKTP, porsi kecil tapi sering
2) monitor intake cairan dan makanan
3) sediakan makanan dalam keadaan hangat
4) timbang pasien setiap hari pada waktu yang sama dengan
pakaian dan timbangan yang sama
Potensial terjadi komplikasi b.d metastase ke paru-paru
a. tujuan : paru-paru pasien tetap bersih tanpa terjadi tanda-tanda
komplikasi
b. rencana atau tindakan keperawatan
1) monitor status respirasi, batuk-batuk dan dispneu
2) auskultasi paru setiap 8 jam
3) observasi batuk produktif dan warna sputum
4) tinggikan posisi kepala untuk melegakan pernafasan
5) bantu pasien untuk nafas dalam dan batuk tiap 4 jam
Resti infeksi b.d tindakan biopsi
a. tujuan : tidak terjadi infeksi setelah dilakukan biopsi
b. rencana atau tindakan keperawatan
1) monitor vital sign setiap 4 jam
2) monitor bekas biopsi setiap 4 jam serta observasi perdarahan
dan drainage
3) Lakukan perawatan dengan anti septik
Kurang pengetahuan b.d amputasi, kemoterapi dan radioterapi
a. tujuan : pasien dan keluarga akan memahami prosedur operasi,
kemoterapi.
b. Rencana atau tindakan keparawatan
1) Perkuat keterangan dokter yang berhubungan dengan prosedur
pembedahan, peralatan post operasi dan rehabilitasi.
2) Berikan informasi tentang kemoterapi, radioterapi, efek
samping yang mungkin terjadi serta support sistem yang
tersedia.
3) Dorong pasien untuk berkomunikasi tentang hal-hal yang
penting dan menyediakan waktu untuk mengekspresikan rasa
takut dan cemas
4) Ciptakan lingkungan yang mendukung bagi pasien untuk
mengekspresikan perasaannya
Cemas b.d kurang pengetahuan tentang proses terjadinya penyakit
a. tujuan : kecemasan pasien berkurang
b. rencana atau tindakan keperawatan
1) kaji kembali tingkat kecemasan pasien dan faktor penyebabnya
2) jelaskan setiap prosedur dan tindakan keperawatan meliputi
alasan-alasannya karena takut akibat ketidak tahuan dapat
mendukung terjadinya stress.
3) Ajarkan pada klien tentang proses penyakitnya serta perawatan
post op.
3. Evaluasi keperawatan
a. komplikasi dapat teratasi
b. nutrisi adekuat
c. nyeri berkurang dan dapat teratasi
d. Bekas biopsi bersih, kering, dan utuh
e. Memahami setiap prosedur baik pre dan post op,
rehabilitasi, kemoterapi, maupun radioterapi.
7. ..
3.
Menurut catatan medis Amerika Serikat, kasus Osteosarcoma yang diderita oleh
mereka yang berada dibawah 20 tahun mencapai 4,8 kasus per 1 juta populasi.
Peluang hidup jangka panjang dari penderita Osteosarcoma ( tanpa adanya indikasi
menyebaran tumor ke bagian lainnya ) mencapai 60 - 85 %. Osteosarcoma yang
konvensional bisa saja terjadi di usia yang beragam, namun kebanyakan terjadi pada
dekade ke 2 usia penderita karena pada masa ini pertumbuhan tulang memuncak dan
intensif. Penderita Osteosarcoma kebanyakan berkelamin pria, meski tidak tertutup
kemungkinan diderita oleh para wanita. Sekalipun Osteosarcoma tidak memandang
ras penderitanya namuan kebanyakan kasus menimpa mereka yang memiliki ras
Afrika - Amerika dan kaukasian.