Anda di halaman 1dari 7

METODE PENDOKUMENTASIAN

PENDAHULUAN

Dalam melakukan setiap asuhan, setiap tenaga kesehatan terutama bidan harusmencatat
setiap tindakan yang dilakukan. Didalamnya juga terdapat catatanperkembangan klien, juga
sebagai salah satu alat informasi antara tim kesehatan diruangan. Dokumentasi juga perlu
untuk dijadikan salah satu bahan bukti apabilaterjadi sesuatu pada klien.

URAIAN MATERI
SOAPIER 
S
Data Subjektif : Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi
pasien mengenai kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipanlangsung atau
ringkasan yang berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu, di bagian data di
belakang “S” diberi tanda “0” atau “X” ini menandakan orang itu bisu. Data subyektif
menguatkan diagnosa yang akan dibuat.
O
Data Objektif : Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yangberhubungan
dengan dignosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasikajian teknologi (hasil
laboratorium, sinar X, rekaman CTG, USG, dan lain-lain) daninformasi dari keluarga atau
orang lain dapat dimasukkan dalam kategori ini. Apayang dapat diobservasi oleh bidan akan
menjadi komponen yang berarti daridiagnosa yang akan ditegakkan. 
A
Analisa/assessment = pengkajian :Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data
atau informasi subjektif maupun objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena
keadaan pasien terusberubah dan selalu ada informasi baru baik subjektif maupun objektif,
dan seringdiungkapkan secara terpisah-pisah, maka proses pengkajian adalah sesuatu
prosesyang dinamik. Sering menganalisa adalah sesuatu yang penting dalam
mengikutiperkembangan pasien dan menjamin sesuatu perubahan baru cepat diketahui
dandapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
P
Plan/Planning = perencanaan : membuat rencana tindakan saat itu atau yangakan datang, ini
untuk mengusahakan mencapai kondisi pasien sebaik mungkin atau menjaga /memper
tahankan kesejahteraannya. Proses ini termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasien
yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu,tindakan yang diambil harus membantu pasien
mencapai kemajuan dalam kesehatandan harus mendukung rencana dokter jika melakukan
kolaborasi.
I
Intervensi/implementasi : pelaksanaan rencana tindakan untuk mengatasi masalah,keluhan,
atau mencapai tujuan pasien (persalinan). Tindakan ini harus disetujui olehpasien kecuali bila
tidak dilaksanakan akan membahayakan keselamatan pasien.Oleh karena itu, pilihan pasien
harus sebanyak mungkin menjadi bagian dari prosesini. Apabila kondisi pasien berubah,
intervensi mungkin juga harus berubah ataudisesuaikan.
E
Evaluasi : tafsiran dari efek tentang tindakan yang telah diambil adalah pentinguntuk menilai
keefektifan asuhan yang diberikan. Analisa dari hasil yang dicapaimenjadi fokus dari
penilaian ketepatan tindakan. Kalau tujuan tidak tercapai, prosesevaluasi dapat menjadi dasar
untuk mengembangkan tindakan alternatif sehinggadapat mencapai tujuan.
R
Revisi : komponen evaluasi dapat menjadi indikasi perlunya perubahan dari
intervensi dan tindakan. Dalam hal ini, revisi rencana keperawatan akan berguna.Perubahan
ini meliputi revisi diagnosa dan memodifikasi tujuan yang diharapkan.Jika diperlukan, target
waktu untuk mencapai tujuan harus terus direvisi ulang.

SOAPIED
S Data Subjektif : Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi
pasien mengenai kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipanlangsung atau
ringkasan yang berhubungan dengan diagnosa.Pada orang yang bisu, di bagian data di
belakang “S” diberi tanda “0” atau “X” ini menandakan orang itu bisu. Data subyektif
menguatkan diagnosa yang akan dibuat.
O Data Objektif : Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yangberhubungan
dengan dignosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasikajian teknologi (hasil
laboratorium, sinar X, rekaman CTG, USG, dan lain-lain) daninformasi dari keluarga atau
orang lain dapat dimasukkan dalam kategori ini. Apayang dapat diobservasi oleh bidan akan
menjadi komponen yang berarti daridiagnosa yang akan ditegakkan. 
A Analisa/assessment = pengkajian :Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan
data atau informasi subjektif maupun objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena
keadaan pasien terusberubah dan selalu ada informasi baru baik subjektif maupun objektif,
dan seringdiungkapkan secara terpisah-pisah, maka proses pengkajian adalah sesuatu
prosesyang dinamik. Sering menganalisa adalah sesuatu yang penting dalam
mengikutiperkembangan pasien dan menjamin sesuatu perubahan baru cepat diketahui
dandapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
P Plan/Planning = perencanaan : membuat rencana tindakan saat itu atau yangakan datang, ini
untuk mengusahakan mencapai kondisi pasien sebaik mungkin ataumenjaga
/mempertahankan kesejahteraannya. Proses ini termasuk kriteria tujuantertentu dari
kebutuhan pasien yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu,tindakan yang diambil harus
membantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatandan harus mendukung rencana dokter
jika melakukan kolaborasi.
I Intervensi/implementasi : pelaksanaan rencana tindakan untuk mengatasi masalah,keluhan,
atau mencapai tujuan pasien (persalinan). Tindakan ini harus disetujui olehpasien kecuali bila
tidak dilaksanakan akan membahayakan keselamatan pasien.Oleh karena itu, pilihan pasien
harus sebanyak mungkin menjadi bagian dari prosesini. Apabila kondisi pasien berubah,
intervensi mungkin juga harus berubah ataudisesuaikan.
E Evaluasi : tafsiran dari efek tentang tindakan yang telah diambil adalah pentinguntuk
menilai keefektifan asuhan yang diberikan. Analisa dari hasil yang dicapaimenjadi fokus dari
penilaian ketepatan tindakan. Kalau tujuan tidak tercapai, prosesevaluasi dapat menjadi dasar
untuk mengembangkan tindakan alternatif sehinggadapat mencapai tujuan.
D Dokumentasi :

SOAPIE
S Data Subjektif : Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi
pasien mengenai kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipanlangsung atau
ringkasan yang berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu, di bagian data di
belakang “S” diberi tanda “0” atau “X” ini menandakan orang itu bisu. Data subyektif
menguatkan diagnosa yang akan dibuat.
O Data Objektif : Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yangberhubungan
dengan dignosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasikajian teknologi (hasil
laboratorium, sinar X, rekaman CTG, USG, dan lain-lain) daninformasi dari keluarga atau
orang lain dapat dimasukkan dalam kategori ini. Apayang dapat diobservasi oleh bidan akan
menjadi komponen yang berarti daridiagnosa yang akan ditegakkan. 
A Analisa/assessment = pengkajian :Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan
data atau informasi subjektif maupun objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena
keadaan pasien terusberubah dan selalu ada informasi baru baik subjektif maupun objektif,
dan seringdiungkapkan secara terpisah-pisah, maka proses pengkajian adalah sesuatu
prosesyang dinamik. Sering menganalisa adalah sesuatu yang penting dalam
mengikutiperkembangan pasien dan menjamin sesuatu perubahan baru cepat diketahui
dandapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
P Plan/Planning = perencanaan : membuat rencana tindakan saat itu atau yangakan datang, ini
untuk mengusahakan mencapai kondisi pasien sebaik mungkin ataumenjaga
/mempertahankan kesejahteraannya. Proses ini termasuk kriteria tujuantertentu dari
kebutuhan pasien yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu,tindakan yang diambil harus
membantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatandan harus mendukung rencana dokter
jika melakukan kolaborasi.
I Intervensi/implementasi : pelaksanaan rencana tindakan untuk mengatasi masalah,keluhan,
atau mencapai tujuan pasien (persalinan). Tindakan ini harus disetujui olehpasien kecuali bila
tidak dilaksanakan akan membahayakan keselamatan pasien.Oleh karena itu, pilihan pasien
harus sebanyak mungkin menjadi bagian dari prosesini. Apabila kondisi pasien berubah,
intervensi mungkin juga harus berubah ataudisesuaikan.
E Evaluasi : tafsiran dari efek tentang tindakan yang telah diambil adalah penting untuk
menilai keefektifan asuhan yang diberikan. Analisa dari hasil yang dicapai menjadi fokus dari
penilaian ketepatan tindakan. Kalau tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapat menjadi dasar
untuk mengembangkan tindakan alternatif sehingga dapat mencapai tujuan. Keuntungan
Terstruktur, karena informasi konsisten.

 Mencakup semua proses asuhan.

 Merupakan catatan terintegrasi dengan medik 

 Mudah dipakai untuk mengendalikan mutu

 SOAP
Metode pendokumentasian SOAP
SOAP adalah catatan yang bersifat sederhana, jelas, logis dan tertulis. Pencatatan inidipakai
untuk mendokumentasikan asuhan kebidanan.4 (empat) langkah dalam metode ini adalah ini
secara rinci adalah sebagai berikut:
S Data Subjektif :
Merupakan informasi yang diperoleh langsung dari klien. Informasi tersebut dicatatsebagai
kutipan langsung atau ringkasan yang berhubungan dengan diagnosa.
O Data Objektif :
Data yang diperoleh dari apa yang dilihat dan dirasakan oleh bidan pada waktupemeriksaan
termasuk juga hasil pemeriksaan laboratorium, USG, dll. Apa yangdapat diobservasi oleh
bidan akan menjadi komponen yang berarti dari diagnosayang akan ditegakkan. 
A Analisa/assessment :
Merupakan kesimpulan yang dibuat berdasarkan data subjektif dan data objektif yang
didapatkan.Merupakan suatu proses yang dinamik, meliputi: Diagnosa

  Antisipasi diagnosa/masalah potensial

 Perlunya tindakan segera

 (Langkah 2,3,4 dalam manajemen varney)
P Plan/Planning = perencanaan :
Merupakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi sesuai dengan kesimpulan yangdibuat
( berdasarkan langkah 5,6,7 pada manajemen varney) Alasan pemakaian SOAP dalam
pendokumentaian Asuhan kebidanan, yaitu:
1. SOAP merupakan pencatatan yang memuat kemajuan informasi yang
sistematis,mengorganisasikan penemuam kesimpulan sehingga terbentuk suatu
rencanaasuhan.
2. SOAP merupakan intisari dari manajemen kebidanan untuk penyediaanpendokumentasian.
3. SOAP merupakan urutan-urutan yang dapat embantu bidan mengorganisasikanpikiran
dalam pemberian asuhan yang bersifat komprehensif.
LATIHANKasus 1 : ( seorang ibu hamil datang ke BPS anda )Saya merasakan mules-mules
dan nyeri pada pinggang sejak 4 jam yang lalu disertaikeluar lendir campur darah. Sekarang
saya sedang hamil anak pertama. Semingguyang saya periksa ke bidan katanya umur
kehamilan saya 37 minggu.Setelah melakukan anamnese secara lengkap kemudian bidan
melakukanpemeriksaan sehingga ditemukan hasil:Keadaan umum ibu :baik,TTV:dbn,
TFU:30cm,puki,kepala sudahmasuk PAP 3/5, Djj: (+) frekwensi 146x/menit, his 3x/10
menitlama <40 detik teratur.PD:pembukaan 4 cm, portio tipis lunak,ketuban (+),u2k
kiridepan, kep H III.Tugas : laukan pendokumentasian pada kasus diatas dengan
menggunakan metodeSOAP!Diposkan oleh blog bidan fitri di 22:47  Reaksi:
http://infobidanfitri.blogspot.com/2009/03/metode-pendokumentasian.html 

Catatan pasien merupakan suatu dokumen yang legal, yang mencatat status pasienpada saat
lampau, sekarang, dalam bentuk tulisan, yang menggambarkan catatankebidanan yang
diberikan. Umumnya catatan pasien berisi informasi yangmengidentifikasi masalah, diagnosa
kebidanan dan kebutuhan klien, respons pasienterhadap asuhan kebidanan yang diberikan dan
respons terhadap pengobatan sertarencana untuk intervensi lebih lanjut. Keberadaan
dokumentasi baik berbentuk catatan maupun laporan akan sangat membantu komunikasi
antara sesama bidanmaupun disiplin ilmu lain dalam rencana pengobatan.
1. SOAPIER 
 
S Data Subjektif :
Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi pasienmengenai
kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipan langsung atauringkasan yang
berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu, di bagian
data di belakang “S” diberi tanda “0” atau “X” ini menandakan orang itu bisu. Data
subyektif menguatkan diagnosa yang akan dibuat.
O Data Objektif :
Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan dengandignosa. Data
fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasi kajian teknologi (hasillaboratorium, sinar X,
rekaman CTG, USG, dan lain-lain) dan informasi dari keluargaatau orang lain dapat
dimasukkan dalam kategori ini. Apa yang dapat diobservasioleh bidan akan menjadi
komponen yang berarti dari diagnosa yang akanditegakkan.
 A Analisa/assessment = pengkajian :
Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi subjektif maupun
objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan pasien terusberubah dan selalu
ada informasi baru baik subjektif maupun objektif, dan seringdiungkapkan secara terpisah-
pisah, maka proses pengkajian adalah sesuatu prosesyang dinamik. Sering menganalisa
adalah sesuatu yang penting dalam mengikutiperkembangan pasien dan menjamin sesuatu
perubahan baru cepat diketahui dandapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
P Plan/Planning = perencanaan :
membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang, ini untuk mengusahakanmencapai
kondisi pasien sebaik mungkin atau menjaga /mempertahankankesejahteraannya. Proses ini
termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasienyang harus dicapai dalam batas waktu
tertentu, tindakan yang diambil harusmembantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatan
dan harus mendukungrencana dokter jika melakukan kolaborasi.
I Intervensi/implementasi :
pelaksanaan rencana tindakan untuk mengatasi masalah, keluhan, atau mencapaitujuan pasien
(persalinan). Tindakan ini harus disetujui oleh pasien kecuali bila tidak dilaksanakan akan
membahayakan keselamatan pasien. Oleh karena itu, pilihanpasien harus sebanyak mungkin
menjadi bagian dari proses ini. Apabila kondisipasien berubah, intervensi mungkin juga harus
berubah atau disesuaikan.
E Evaluasi :
tafsiran dari efek tentang tindakan yang telah diambil adalah penting untuk
menilaikeefektifan asuhan yang diberikan. Analisa dari hasil yang dicapai menjadi fokus
daripenilaian ketepatan tindakan. Kalau tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapatmenjadi
dasar untuk mengembangkan tindakan alternatif sehingga dapat mencapaitujuan.
R Revisi :
komponen evaluasi dapat menjadi indikasi perlunya perubahan dari intervensi dantindakan.
Dalam hal ini, revisi rencana keperawatan akan berguna. Perubahan inimeliputi revisi
diagnosa dan memodifikasi tujuan yang diharapkan. Jika diperlukan,target waktu untuk
mencapai tujuan harus terus direvisi ulang.
2. SOAPIED
 
S Data Subjektif :
Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi pasienmengenai
kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipan langsung atauringkasan yang
berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu, di bagian
data di belakang “S” diberi tanda “0” atau “X” ini menandak 
an orang itu bisu. Datasubyektif menguatkan diagnosa yang akan dibuat.
O Data Objektif :
Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan dengandignosa. Data
fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasi kajian teknologi (hasillaboratorium, sinar X,
rekaman CTG, USG, dan lain-lain) dan informasi dari keluargaatau orang lain dapat dimasukkan
dalam kategori ini. Apa yang dapat diobservasioleh bidan akan menjadi komponen yang berarti dari
diagnosa yang akanditegakkan.
 A Analisa/assessment = pengkajian :
Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi subjektif maupun
objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan pasien terusberubah dan selalu
ada informasi baru baik subjektif maupun objektif, dan seringdiungkapkan secara terpisah-
pisah, maka proses pengkajian adalah sesuatu prosesyang dinamik. Sering menganalisa
adalah sesuatu yang penting dalam mengikutiperkembangan pasien dan menjamin sesuatu
perubahan baru cepat diketahui dandapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
P Plan/Planning = perencanaan :
membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang, ini untuk mengusahakan
mencapai kondisi pasien sebaik mungkin atau menjaga /mempertahankankesejahteraannya.
Proses ini termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasienyang harus dicapai dalam
batas waktu tertentu, tindakan yang diambil harusmembantu pasien mencapai kemajuan
dalam kesehatan dan harus mendukungrencana dokter jika melakukan kolaborasi.
I Intervensi/implementasi :
pelaksanaan rencana tindakan untuk mengatasi masalah, keluhan, atau mencapaitujuan pasien
(persalinan). Tindakan ini harus disetujui oleh pasien kecuali bila tidak dilaksanakan akan
membahayakan keselamatan pasien. Oleh karena itu, pilihanpasien harus sebanyak mungkin
menjadi bagian dari proses ini. Apabila kondisipasien berubah, intervensi mungkin juga harus
berubah atau disesuaikan.
E Evaluasi :
tafsiran dari efek tentang tindakan yang telah diambil adalah penting untuk
menilaikeefektifan asuhan yang diberikan. Analisa dari hasil yang dicapai menjadi fokus
daripenilaian ketepatan tindakan. Kalau tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapatmenjadi
dasar untuk mengembangkan tindakan alternatif sehingga dapat mencapaitujuan.
D Dokumentasi :
 
3. SOAPIE
 
S Data Subjektif :
Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi pasienmengenai
kekhawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipan langsung atauringkasan yang
berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu, di bagian
data di belakang “S” diberi tanda “0” atau “X” ini menandakan orang itu bisu. Data
subyektif menguatkan diagnosa yang akan dibuat.
O Data Objektif :
Data ini memberi bukti gejala klinis pasien dan fakta yang berhubungan dengandignosa. Data
fisiologis, hasil observasi yang jujur, informasi kajian teknologi (hasillaboratorium, sinar X,
rekaman CTG, USG, dan lain-lain) dan informasi dari keluargaatau orang lain dapat dimasukkan
dalam kategori ini. Apa yang dapat diobservasioleh bidan akan menjadi komponen yang berarti dari
diagnosa yang akanditegakkan.
 A Analisa/assessment = pengkajian :
Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi subjektif maupun
objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan pasien terusberubah dan selalu
ada informasi baru baik subjektif maupun objektif, dan seringdiungkapkan secara terpisah-
pisah, maka proses pengkajian adalah sesuatu prosesyang dinamik. Sering menganalisa
adalah sesuatu yang penting dalam mengikutiperkembangan pasien dan menjamin sesuatu
perubahan baru cepat diketahui dandapat diikuti sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.
P Plan/Planning = perencanaan :
membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang, ini untuk mengusahakanmencapai
kondisi pasien sebaik mungkin atau menjaga /mempertahankankesejahteraannya. Proses ini
termasuk kriteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasienyang harus dicapai dalam batas waktu
tertentu, tindakan yang diambil harusmembantu pasien mencapai kemajuan dalam kesehatan
dan harus mendukungrencana dokter jika melakukan kolaborasi.
I Intervensi/implementasi :
pelaksanaan rencana tindakan untuk mengatasi masalah, keluhan, atau mencapaitujuan pasien
(persalinan). Tindakan ini harus disetujui oleh pasien kecuali bila tidak dilaksanakan akan
membahayakan keselamatan pasien. Oleh karena itu, pilihanpasien harus sebanyak mungkin
menjadi bagian dari proses ini. Apabila kondisipasien berubah, intervensi mungkin juga harus
berubah atau disesuaikan.
E Evaluasi :
 tafsiran dari efek tentang tindakan yang telah diambil adalah penting untuk
menilaikeefektifan asuhan yang diberikan. Analisa dari hasil yang dicapai menjadi fokus
daripenilaian ketepatan tindakan. Kalau tujuan tidak tercapai, proses evaluasi dapatmenjadi
dasar untuk mengembangkan tindakan alternatif sehingga dapat mencapaitujuan.
Keuntungan
 a. Terstruktur, karena informasi konsisten.b. Mencakup semua proses asuhan.c. Merupakan
catatan terintegrasi dengan medik.d. Mudah dipakai untuk mengendalikan mutu.
4. SOAP
 
Metode pendokumentasian SOAP
 SOAP adalah catatan yang bersifat sederhana, jelas, logis dan tertulis. Pencatatan inidipakai
untuk mendokumentasikan asuhan kebidanan.
4 (empat) langkah dalam metode ini adalah ini secara rinci adalah sebagaiberikut:
 
S Data Subjektif :
Merupakan informasi yang diperoleh langsung dari klien. Informasi tersebut dicatatsebagai
kutipan langsung atau ringkasan yang berhubungan dengan diagnosa.
O Data Objektif :
Data yang diperoleh dari apa yang dilihat dan dirasakan oleh bidan pada waktupemeriksaan
termasuk juga hasil pemeriksaan laboratorium, USG, dll. Apa yangdapat diobservasi oleh
bidan akan menjadi komponen yang berarti dari diagnosayang akan ditegakkan.
 A Analisa/assessment :
Merupakan kesimpulan yang dibuat berdasarkan data subjektif dan data objektif yang
didapatkan.Merupakan suatu proses yang dinamik, meliputi:
 
1. Diagnosa2. Antisipasi diagnosa/masalah potensial3. Perlunya tindakan segera(Langkah 2,3,4
dalam manajemen varney)
P Plan/Planning = perencanaan :
Merupakan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi sesuai dengan kesimpulan yangdibuat
( berdasarkan langkah 5,6,7 pada manajemen varney)
 Alasan pemakaian SOAP dalam pendokumentaian Asuhan kebidanan, yaitu:
1. SOAP merupakan pencatatan yang memuat kemajuan informasi yang
sistematis,mengorganisasikan penemuam kesimpulan sehingga terbentuk suatu
rencanaasuhan.2. SOAP merupakan intisari dari manajemen kebidanan untuk
penyediaanpendokumentasian.3. SOAP merupakan urutan-urutan yang dapat embantu bidan
mengorganisasikanpikiran dalam pemberian asuhan yang bersifat komprehensif.