Modul Kalkulus 1
Daring 10
Turunan/ Diferensial
1. Turunan Fungsi Aljabar
Turunan fungsi ( diferensial ) atau derivative adalah fungsi lain dari suatu fungsi
sebelumnya, misalnya fungsi 𝑓 menjadi 𝑓′ yang mempunyai nilai tidak beraturan. Laju
perubahan nilai fungsi 𝑓 ∶ 𝑥 → 𝑓(𝑥) pada 𝑥 = 𝑎 dapat ditulis:
Limit ini disebut turunan atau diferensial dari f(x) pada x = a. Jika f(x) adalah suatu fungsi
𝑓(𝑥+ℎ)− 𝑓(𝑥)
yang kontinu pada selang - ∞ < 𝑥 < ∞, berlaku lim = 𝑓 ′(𝑥) (turunan
ℎ →0 ℎ
pertama dari 𝑓 (𝑥 )). Sehingga diperoleh rumus sebagai berikut:
𝒇(𝒙 + 𝒉) − 𝒇(𝒙)
𝒇′(𝒙) = 𝐥𝐢𝐦
𝒉 →𝟎 𝒉
Jika nilai limitnya ada, fungsi 𝑓 dikatakan diferensiabel di 𝑥, dan 𝑓′(𝑥) disebut fungsi
turunan dari 𝑓 . Turunan dari 𝑦 = 𝑓(𝑥) sering kali ditulis dengan 𝑦′ = 𝑓′(𝑥). Notasi dari
𝑑𝑦 𝑑𝑓(𝑥)
𝑦′ = 𝑓′(𝑥) juga dapat ditulis: = .
𝑑𝑥 𝑑𝑥
Persamaan diferensial adalah persamaan yang memuat turunan satu (atau beberapa) fungsi
yang tak diketahui. Meskipun persamaan seperti itu seharusnya disebut “Persamaan
Turunan”, namun istilah “persamaan diferensial” (aequatio differentialis) yang
diperkenalkan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) pada tahun 1676 sudah umum
digunakan. Sebagai contoh, persamaan diferensial
Modul Kalkulus 1
3𝑥 2
𝑦’ = (𝑦 + 1)
𝑥 3 +1
dapat ditulis dalam bentuk
3𝑥 2 ′
3𝑥 2 3𝑥 2
𝑑𝑦 = [ 3 (𝑦 + 1)] 𝑑𝑥 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑦 − 3 𝑦= 3
𝑥 +1 𝑥 +1 𝑥 +1
Definisi:
Bila y = f(x) adalah suatu fungsi variabel x, dan bila:
𝑑𝑦 ∆𝑦
= lim , atau berarti
𝑑𝑥 ∆𝑥
x→0 , ( x = h)
𝑓 (𝑥+ℎ)−𝑓(𝑥)
f’(x) = Lim ℎ
, ada dan terbatas maka limit tersebut dinamakan
h→0 turunan atau derivative dari y terhadap x dan f(x)
dikatakan fungsi dari x yang dapat diturunkan
(differentiable)
Contoh :
Diketahui f(x) = 3x + 5, carilah turunannya.
Penyelesaian:
𝒇(𝒙 + 𝒉) − 𝒇(𝒙)
𝒇′(𝒙) = 𝐥𝐢𝐦
𝒉 →𝟎 𝒉
3(𝑥 + ℎ) + 5 − (3𝑥 + 5)
𝑓 ′(𝑥 ) = lim
ℎ→0 ℎ
3𝑥 + 3ℎ + 5 − 3𝑥 − 5
= lim
ℎ→0 ℎ
3ℎ
= lim
ℎ→0 ℎ
ℎ (3)
= lim
ℎ→0 ℎ
=3
Modul Kalkulus 1
2. Carilah turunan fungsi Aljabar dari fungsi f(x) = 2x2 +3x – 6
Penyelesaian:
Lim 2(x + h)2 + 3(x + h) – 6 – (2x)2 +3x – 6
h→0 h
Lim (2(x2 +2xh + h2 ) + 3(x + h) – 6) – (2x2 +3x – 6)
h→0 h
Lim 2x 2+ 4xh + h2 + 3x + 3h – 6 – 2x2 - 3x + 6
h→0 h
Lim 4xh + h2 + 3h
h→0 h
Lim 4xh + h2 + 3h = h (4x + h + 3) = 4x + 3
h→0 h h
2. Turunan Fungsi Rational
Rumus Umum Integral:
dy/dx = nX n -1
Jika diketahui dua fungsi ganda U dan V yang dapat diturunkan maka berlaku :
a. Penjumlahan dan pengurangan fungsi y = U ± V , didapat turunan dari fungsi tersebut
𝑑𝑦 𝑑𝑢 𝑑𝑣
adalah = ± = U’ ± V’
𝑑𝑥 𝑑𝑥 𝑑𝑥
b. Perkalian fungsi y = U ± V , didapat turunan dari fungsi tersebut adalah y = U x V
𝑑𝑦 𝑑𝑢 𝑑𝑣
, maka 𝑑𝑥 = 𝑉+ U = U’ V + V’ U
𝑑𝑥 𝑑𝑥
𝑈
c. Pembagian fungsi y = U ± V , didapat turunan dari fungsi tersebut adalah y = ,
𝑉
𝑑𝑢 𝑑𝑣
𝑑𝑦 𝑉− 𝑈 𝑈′ 𝑉 − 𝑉 ′ 𝑈
𝑑𝑥 𝑑𝑥
maka = =
𝑑𝑥 𝑉2 𝑉2
Contoh:
1. Carilah nilai turunan dy/dx dari:
y = 4x3 + 6x – 7
Penyelesaian :
dy/dx = 12x + 6
Modul Kalkulus 1
2. Carilah nilai dy/dx dari
y = (5x2 + 4) (3x – 4)
Penyelesaian :
Misalkan U = 5x2 + 4 V = 3x - 4
du/dx = 10x dv/dx = 3
dy/dx =du/dx . V + dv/dx . U
= 10x (3x – 4) + 3 ( 5x2 + 4)
= 30x2 - 40x + 15x2 + 12
= 45x2 – 40x + 12
3. Carilah nilai dy/dx dari
y = 3x + 6
4x2 – 2
Penyelesaian:
Dengan memisalkan U = 3x + 6 dan V = 4x2 – 2
𝑑𝑢 𝑑𝑣
=3 = 8𝑥
𝑑𝑥 𝑑𝑥
dy = 3 (4x2 – 2) – 8x (3x + 6)
dx (4x – 2)2
= 12x2 - 6 -24x2 - 48x
16x2 -16x +4
4. Carilah nilai turunan pertama (dy /dx)
y = √4𝑥 2 + 5 , maka dapat ditulis y = (4x2 + 5)1/2
Penyelesaian:
Dimisalkan U = 4x2 + 5 y = U 1/2
du/dx = 8x dy/du = ½ U-1/2
𝑑𝑦
= du/dx . dy/dx
𝑑𝑥
= 8x ( ½ (4x2 + 5) -1/2
= 4x (4x2 + 5) -1/2
=
4x
(4x2 + 5) ½
Modul Kalkulus 1
3. Turunan Pada Trigonometri
Pada trigonometri akan ada tiga bentuk penurunan, ketiga bentuk penurunan tersebut
adalah:
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′ (𝑥 ) = sin 𝑥 → = cos 𝑥
𝑑𝑥
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′(𝑥 ) = cos 𝑥 → = − sin 𝑥
𝑑𝑥
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′ (𝑥 ) = tan 𝑥 → = 𝑠𝑒𝑐 2 𝑥
𝑑𝑥
Contoh:
Tentukan turunan dari fungsi berikut:
1. 𝑓 ′ (𝑥 ) = sin 𝑥 + cos 𝑥
Penyelesaian:
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′ (𝑥 ) = sin 𝑥 + cos 𝑥 → = cos 𝑥 − sin 𝑥
𝑑𝑥
2. 𝑓 ′ (𝑥 ) = sin 𝑥 − 2 tan 𝑥
Penyelsaian:
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′(𝑥 ) = sin 𝑥 + cos 𝑥 → = cos 𝑥 − 2𝑠𝑒𝑐 2 𝑥
𝑑𝑥
Adapun bentuk lain selain tiga bentuk penurunan di atas adalah:
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′(𝑥 ) = sin Ax → = 𝐴 𝑐𝑜𝑠 𝐴𝑥
𝑑𝑥
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′ (𝑥 ) = cos Ax → = −𝐴 𝑠𝑖𝑛 𝐴𝑥
𝑑𝑥
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′ (𝑥 ) = tan Ax → = 𝐴 𝑠𝑒𝑐 2 𝐴𝑥
𝑑𝑥
Contoh:
Tentukan turunan dari fungsi berikut ini:
f(x) = sin 4x + cos 6x
penyelesaian :
𝑑𝑓(𝑥)
𝑓 ′(𝑥 ) = sin 4x + cos 6x → = 4 cos 4𝑥 − 6 𝑠𝑖𝑛 6𝑥
𝑑𝑥
Modul Kalkulus 1
Latihan Soal
1. Carilan turunan fungsi Aljabar dari fungsi :
y = 3x3 – 5x + 6
2. Carilah turunan pertama (dy/dx) dari fungsi:
y = (x2 – 7) (5x + 2)
3. Hitunglah dy/dx dari fungsi
y = x2 – 3x + 7
x - 6
4. Hitunglah dy/dx dari fungsi
3
y = √𝑥 2 + 3
5. Hitunglah dy/dx dari fungsi
y = x √𝑥 2 + 1
6. Hitunglah dy/dx dari fungsi
y = x3 + 5x
x - 4
7. Hitunglah dy/dx dari fungsi
y = (4x3 + 4)1/2
8. Hitunglah dy/dx dari fungsi
y = (5x3 + 3)2
9. Tentukan turunan dari fungsi
y= sin 3x - 2 tan 5x
10. Tentukan turunan dari fungsi
y = sin 2x – cos 3x
Modul Kalkulus 1
Aplikasi Turunan Dalam Bidang Keteknikan
1. Kecepatan (velosity) dan Kelajuan (rates)
Perhatikan gambar dibawah ini:
Pandang titi P(x,y) dan
Q(x + x, y + y)
Q maka PR = x
QR = y
. y
x = tg , dinamakan laju
y
perubahan rata-rata
0 (average rate of change)
dari fungsi y dalam interval (x. x + x), sedangkan harga limit untuk x → 0,
dinamakan laju perubahan (rate of change) dari y terhadap x, pada suatu titik x
(misalkan x =x0), dengan simbol matematik:
laju perubahan (rate of change) pada x =x0 adalah :
lim y = dy
x→0 x dx x=x0
Atau sama dengan turunan pertama dari y terhadap x pada suatu titik x = x0 .
Pemakakain dalam bidang teknik:
1. Lintasan s dipandang sebagai suatu fungsi dari t, maka s = f(t)
Kecepatan rata-rata (averege velocity) = s ( harga rata-rata kecepatan dalam suatu
dx
jangka waktu persatuan waktu).
Kecepatan (velocity) pada waktu t = lim y = ds = v
x→0 t dt
Percepatan (acceleration) a = ds (percepatan pada suatu waktu t)
t
2. Banyak air dalam tangki air pada waktu t ialah Q, dengan Q sebagai fungsi dari t.
Bila air mengalir masuk/keluar dari tangki air dari ke t + t, maka perubahan dari
Q adalah Q. Maka laju perubahan rata-rata dari Q = ds
t
Dan laju perubahan dari Q pada waktu t = lim Q = dQ
x→0 t dt
Modul Kalkulus 1
Contoh :
1. Persamaan lintasan dari suatu partikel adalah s = 2t 2 + 3t +5, s dalam centimeter, t
dalam seconds. Berapakah kecepatan rata-rata dari partikel dalam interval t =1 sampai
t =5
Penyelesaian:
t = 5 – 1 = 4
s = (2(5)2 + 3(3) + 5) – (2(1)2 + 3(1) + 5)
= 70 – 10 60
Maka kecepatan rata-rata = s = 60 = 15 cm/sec
t 4
2. Bila diketahui lintasan suatu pertikel s = 256 + 96t – 16t2. . hitunglah kecepatan v dan
percepatan a. Berapakah harg s bila v= 0
Penyelesaian:
v = ds/dt = 96 – 32t
a = dv/dt = -32
bila v = 0,
96 - 32t = 0
t = 96/32 = 3
maka harga s = 256 + 96(3)– 16(3)2
= 256 + 288 – 144
= 400
3. Air dalam kolam renang dialirkan keluar, karena kolam akan dibersihkan. Q
menyatakan banyak air dalam kolamsaat t menit setekah air mulai dialirkan pada kolam,
dan Q = 200(30 – t)2. Q dalam gallon. Berapakah kecepatan air mengalir pada saat
setelah 10 menit? Berapakh laju perubahan dari air yang mengalir selama 10 menit
pertama?
Penyelasaian:
Q = 200 (30 – t)2
(dQ/dt) = 200 (2) (-1) (30 – t) t= 10
= -400(30 – 10)
= - 8000
Jadi kecepatan air yang mengalir keluar pada akhir menit kesepuluh adalah = 8000
gallon/menit.
Modul Kalkulus 1
Q = 200 (30 – t)2
Selama 10 menit pertama t = 10 dan t0 =0, maka
Q = { 200(30 – 10)2 – 200(30)2}
= 200 ( 400 – 900 ) = -100.000
Q/t = -100.000 = -10.000 gallon/menit
10
Latihan soal :
1. Diketahui suatu persamaan partkel s= 5t 2 - 20t + 2, s dalam meter dan t dalam detik.
Hitunglah kecepatan dan percepatan serta berapa nilai s bila v = 0?
2. Air dalam kolam renang dialirkan keluar, karena kolam akan dibersihkan. Q
menyatakan banyak air dalam kolamsaat t menit setekah air mulai dialirkan pada kolam,
dan Q = 100(20 – t)2. Q dalam gallon. Berapakah kecepatan air mengalir pada saat
setelah 5 menit? Berapakah laju perubahan dari air yang mengalir selama 5 menit
pertama?
3. Persamaan lintasan dari suatu partikel adalah s = 5t2 + 2t +3, s dalam centimeter, t dalam
seconds. Berapakah kecepatan rata-rata dari partikel dalam interval t =2 sampai t =6