STRATEGI INVESTASI OBLIGASI
Disajikan untuk memenuhi Tugas Presentasi
Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021
Mata Kuliah
TEORI PORTOFOLIO DAN INVESTASI
Minggu, 20 Juni 2021
Oleh:
Dewi Lusiana (2019310009)
Saliman (2019310016)
DOSEN PENGAMPU:
Ninik Mulyani, S.E.I., M.Pd
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH (ES)
JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
Sekolah Tinggi Agama Islam Ash-Shiddiqiyah Lempuing Jaya OKI
LEMPUING JAYA
2021
KATA PENGANTAR
ال َّر ِح ْي ِمالرَّحْ َمنِالل ِهبِس
ْــــــــــــــــــم
ِ
اَل َّسالَ ُم َعلَ ْي ُك ْم َو َرحْ َمةُهللاِ َوبَ َر َكاتُه
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmatnya
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘’Strategi Investasi
Obligasi’’ yang diampu oleh dosen mata kuliah ‘’Teori Portofolio Dan
Investasi’’ Ibu. Ninik Mulyani, S.E.I., M.Pd
Dalam menulis makalah ini penulis menyampaikan terima kasih kepada
pihak-pihak yang ikut membantu dalam menyelesaikan review buku ini. Dan
terkhusus kepada Ibu. Ninik Mulyani, S.E.I., M.Pd Selaku dosen pengampu
yang telah memberikan tugas ini kepada kami dalam mata kuliah ‘’Teori
Portofolio Dan Investasi’’ .
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan yang
terdapat dalam menyelesaikan tugas ini, oleh sebab itu penulis memerlukan
kritik dan saran dari pembaca sekalian untuk dapat menyempurnakan tugas ini.
Dan pada akhirnya penulis berharap semoga Allah SWT, memberikan
imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat
menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, amin ya roball’allamin.
َُوال َّسالَ ُم َعلَ ْي َك ْم َو َرحْ َمةُهللاِ َوبَ َر َكاتُه
Burnai Jaya, 12 Juni 2021
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................2
C. Tujuan Pembahasan...................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengelolaan Portofolio Obligasi................................................................
B. Strategi Pengelolaan Obligasi....................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...............................................................................................
B. Saran.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................
ii
BAB I
PEBDAHULUAN
A. Latar Belakang
Investor pada umumnya merupakan pihak yang tidak menyukai risiko
tetapi menginginkan pengembalian yang maksimal, untuk itulah investasi
disektor keuangan menjadi tujuan utama dikalangan investor, karena
menjanjikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan
investasi di sektor riil aset maupun pasar uang. Meskipun investasi dipasar
modal menjanjikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi, namun perlu
diingat bahwa semakin besar pengembalian, maka risiko-nya akan semakin
besar pula.
Melalui strategi investasi pada obligasi investor dapat mempertimbangkan
pilihan apa saja yang terbaik dalam berinvestasi pada obligasi yang ada dan
dapat membantu investor dalam menanggulangi risiko yang tinggi dan
mendapatkan pengembalian yang maksimal.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengelolaan portofolio obligasi?
2. Bagaimana strategi pengelolaan obligasi?
C. Tujuan pembahasan
1. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan portofolio obligasi?
2. Untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan obligasi?
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengelolaan Portofolio Obligasi
1. Pemahaman mengenai pasar obligasi
Pasar obligasi pada umumnya akan menarik bila kondisi ekonomi
cenderung turun, karena ketika pertumbuhan ekonomi berjalan lamban,
tingkat bunga akan turun yang pada akhirnya menyebabkan harga obligasi
akan meningkat. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi yang rendah akan
menyebabkan peluang investasi berkurang sehingga permintaan akan
obligasi meningkat. Oleh karena itu, harga obligasi akan meningkat dan
yield dari obligasi akan turun.
Ketika kondisi ekonomi mengalami peningkatan inflasi dimana
suku bunga akan meningkat, investor akan meminta kompensasi yang
lebih besar karena kondisi seperti ini menyebabkan penurunan nilai riil
cash flow yang diperoleh dari obligasi. Oleh karena itu pada kondisi
dimana inflasi diestimasikan naik, harga obligasi akan mengalami
penurunan, tetapi yield-nya akan meningkat.1
2. Struktur Tingkat Bunga
Struktur tingkat bunga adalah hubungan antara waktu jatuh tempo
dengan yield untuk suatu kategori obligasi tertentu pada waktu tertentu.
Semakin lama jangka waktu obligsi, maka resiko ketidakpastian juga akan
semakin tinggi, sehingga tingkat bunga yang diharapkan juga akan
semakin tinggi.2
Terdapat tiga teori struktur tingkat bunga yaitu :
a) Teori Harapan
1
Eduardus Tendelilin, Manajemen Pasar Modal Portofolio dan Investasi, (Daerah Istimewa
Yogyakarta : Kanisius, 2017), hlm. 292.
2
Ibid.
2
Dalam teori ini tingkat bunga obligasi jangka panjang selama
periode akan sama dengan nilai rata-rata bunga jangka pendek dari
obligasi tersebut periode yang sama. Misalnya jika seorang investor
memegang obligasi selama 5 tahun, maka tingkat bunga jangka panjang
yang diharapkan akan sama dengan nilai rata-rata bunga tahunan
obligasi tersebut selama 5 tahun. Dengan demikian struktur tingkat
bunga akan melibatkan penentuan tingkat bunga yang akan diterima
kemudian dan tingkat bunga sekarang.
b) Teori preferensi likuiditas
Tingkat bunga akan menunjukkan jumlah tingkat bunga sekarang
dan tingkat bunga jangka pendek yang diharapkan ditambah premi
likuiditas (risiko). Semakin lama waktu jatuh tempo suatu obligasi,
semakin tinggi tingkat ketidak-pastian yang dihadapi investor. Dengan
demikian investor lebih cenderung melakukan investasi jangka pendek.
Sebaliknya perusahaan yang membutuhkan dana lebih menyukai
pinjaman jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan memberikan
premi likuiditas kepada investor yang mau memberi pinjaman jangka
panjang. Implikasi dari teori ini adalah harga obligasi dengan jangka
jatuh tempo yang lebih panjang akan menawarkan yield yang lebih
tinggi daripada yang jangka jatuh temponya pendek.
c) Teori preferensi habitat
Investor memiliki preferensi terhadap sektor maturitas
(habitat) tertentu. Investor cenderung beralih ke maturitas lain jika
terdapat return yang lebih tinggi. Dalam teori ini, kurva yield
ditentukan oleh tingkat bunga di masa yang akan datang dan premi
risiko, karena terdapat asumsi bahwa investor akan mengubah
preferensi sektor maturitasnya jika terdapat return yang lebih tinggi.3
3. Struktur Risiko Tingkat Bunga
3
Ibid., hlm. 294-295.
3
Struktur risiko tingkat bunga juga dinamakan yield spread yang
memiliki arti sebagai hubungan antara yield obligasi dengan karakteristik
tertentu dari obligasi. Struktur risiko tingkat bunga ini menjelaskan
mengapa terdapat perbedaan tingkat yield obligasi dari beragam emiten.
Yield spread ini dipengaruhi oleh:
a) Perbedaan kualitas
Kita dapat melihat rating kualitas obligasi yang disusun
berdasarkan besaran risiko kegagalan pembayaran (risk of default).
Besaran risiko ini bergantung pada kinerja emiten obligasinya dalam
membayarkan kupon dan pelunasan harga pokok obligasi. standar
rating yang paling banyak digunakan adalah Standard & Poor’s (S&P).
Berdasarkan rating S&P, rating tertinggi adalah AAA, sedangkan yang
terburuk adalah D (risk of default paling tinggi). Obligasi yang
ratingnya rendah akan menawarkan yield yang lebih tinggi
dibandingkan dengan obligasi dengan rating tinggi.
b) Perbedaan bentuk call provision
Obligasi callable umumnya memberikan YTM yang lebih tinggi
dibandingkan obligasi noncallable. Emiten obligasi callable umumnya
melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo ketika tingkat suku bunga
turun. Pelunasan yang dilakukan saat suku bunga turun ini
menyebabkan kerugian di pihak investor karena alternatif investasi
yang ada umumnya memberikan tingkat bunga yang lebih rendah
daripada tingkat bunga obligasi yang sebelumnya.
c) Perbedaan kupon
Obligasi yang memberikan kupon lebih rendah cenderung
memberikan return berupa capital gain yang lebih besar. Seperti zero
coupon bond yang memberikan capital gain dalam bentuk selisih nilai
obligasi dengan par value obligasi.
4
d) Perbedaan kemudahan diperdagangkan (marketability)
Obligasi yang marketability-nya lebih tinggi dipastikan memiliki
likuiditas yang lebih baik. Oleh karenanya, obligasi seperti ini akan
memberikan YTM yang lebih tinggi.
B. Strategi Pengelolaan Obligasi
Pemilihan strategi pengelolaan obligasi sangat bergantung pada
preferensi risiko, wawasan atas pasar obligasi dan tujuan investasi yang ingin
dicapai investor. Strategi pengelolaan portofolio obligasi ada tiga, yakni:
1. Strategi Pengelolaan Aktif
Strategi ini umumnya digunakan oleh investor yang berkeinginan
untuk memanfaatkan peluang memperoleh capital gain yang lebih besar,
bukan hanya puas dengan pendapatan tetap. Strategi ini meliputi estimasi
perubahan tingkat bunga dan identifikasi terhadap obligasi yang harganya
tidak sesuai dengan nilai intrinsik yang sebenarnya. Perbedaannya dengan
strategi pengelolaan pasif terdapat pada data yang dibutuhkan. Data yang
berupa tingkat bunga, masa jatuh tempo, kualitas dan YTM pada strategi
pasif sudah bisa diketahui ketika dilakukan analisis, sedangkan pada
strategi aktif data-data tersebut sifatnya estimasi.
Pada estimasi perubahan tingkat bunga, fluktuasi tingkat bunga
mempengaruhi harga obligasi dengan arah terbalik. Sensitivitas perubahan
tingkat bunga dipengaruhi oleh tingkat kupon dan masa jatuh tempo
obligasi tersebut. Estimasi perubahan tingkat bunga mengharuskan
investor bisa melihat kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi di
masa yang akan datang.4
2. Strategi Pengelolaan Pasif
Dasar pemikiran strategi ini adalah bahwa pasar berada dalam kondisi
efisien, dimana harga sekuritas di pasar sudah ditentukan sesuai dengan
4
Tona Aurara Lubis, Manajemen Investasi dan Prilaku Keuangan, (Jambi : Salim Media
Indonesia, 2016), hlm. 67-68.
5
nilai intrinsiknya. Investor tidak mencari kemungkinan-kemungkinan
strategi perdagangan yang mungkin menghasilkan return tak normal.
Dengan asumsi harga obligasi sudah ditentukan secara tepat, strategi
pengelolaan pasif ini hanya menggunakan informasi-informasi yang
tersedia, bukan menggunakan informasi yang masih bersifat perkiraan.
Meski begitu, investor tetap harus memonitor kinerja portofolio yang
dibangun agar tetap relevan dengan preferensinya terkait risiko dan tujuan
mereka.5
Strategi yang tercakup dalam strategi pasif ini antara lain adalah:
a) Strategi beli dan simpan
Dalam strategi ini, investor tidak aktif melakukan perdagangan.
Portofolio yang dibentuk investor cenderung berisi obligasi yang
diharapkan memberikan return tinggi ketika investor tidak berupaya
memperdagangkan obligasi secara aktif. Pemilihan obligasi yang ada
pada portofolio ini sangat mmbutuhkan pengetahuan tentang obligasi
dan pasar modal yang luas, sehingga investor bisa dengan tepat
menentukan obligasi yang sesuai dengan tujuan investasinya.
b) Strategi Indexing
Yang dilakukan dalam strategi ini adalah yang sesuai dengan
tujuan investasinya. meniru kinerja pasar. Pada kondisi efisien, harga
obligasi yang ada sudah merupakan informasi yang tersedia, sehingga
investor tidak mungkin mendapatkan return yang lebih tinggi dari
return pasar. Di sini investor membentuk portofolio yang sesuai
dengan kinerja pasar yang ditunjukkan oleh indeks.
3. Strategi Imunisasi
Strategi ini berusaha menghindarkan portofolio dari risiko
tingkat bunga dengan cara meniadakan pengaruh dua komponen risiko
5
Ibid., hlm. 66.
6
tingkat bunga, yaitu risiko harga dan risiko reinvestasi. Risiko harga
adalah risiko yang muncul dari hubungan terbalik antara harga obligasi
dengan tingkat bunga. Sedangkan risiko reinvestasi adalah risiko dari
ketidak-pastian tingkat investasi terkait pendapatan kupon di masa yang
akan datang.
Strategi imunisasi ini didasarkan pada konsep durasi.
Penghindaran risiko atau perlakuan untuk menjadikan investasi obligasi
kebal terhadap risiko dilakukan dengan cara menyesuaikan durasi
obligasi dengan horizon investasi. Yang dimaksud dengan horizon
investasi adalah tenggang waktu yang diinginkan investor untuk tetap
mempertahankan investasi obligasinya. Oleh karena itu, investor harus
menginvestasikan kembali pendapatan kupon yang diperolehnya sesuai
bunga pasar dan kemudian menjual obligasi tersebut pada akhir horizon
yang sudah ditetapkan.
Strategi imunisasi ini bisa dikatakan sebagai strategi gabungan
dari strategi pasif dan aktif karena untuk mencapai tujuan dari strategi
imunisasi ini investor harus selalu melakukan penyesuaian agar durasi
obligasi selalu sama dengan horizon investasi.6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
6
Eduardus Tendelilin, Op. cit., hlm. 299.
7
Setelah kita mengetahui uraian diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa
strategi investasi obligasi terbagi menjadi beberapa strategi yang dapat
membantu investor dalam berinvestasi. strategi ini terbagi menjadi:
Pengelolaan Portofolio Obligasi, dan Strategi Pengelolaan Obligasi.
Dalam Pengelolaan Portofolio Obligasi, yang dimana terbagi lagi
menjadi beberapa bagian agar investor dapat mengetahui bagaimana cara
mengelola obligasi dalam membantu investor dalam investasi, yaitu
diantaranya: Pemahaman Mengenai Pasar Obligasi, bagaimana Struktur
Tingkat Bunga dalam Obligasi, dan Struktur Risiko Tingkat Bunga,
Sedangkan dalam Strategi Pengelolaan Obligasi, dimana hal ini menjadi
strategi yang digunakan investor agar mendapatkan risiko yang minimal dan
pengembalian yang maksimal, strategi ini melalui berbagai strategi yaitu:
Strategi Pengelolaan Aktif, Strategi Pengelolaan Pasif, dan Strategi Imunisasi.
B. Saran
Demikianlah makalah ini kami buat. Tentunya masih banyakkesalahan
yang ada terdapat dalam makalah ini ntuk menuju yang lebih baik lagi, kritik
dan saran kami butuhkan demi kesempurnaan makalah selanjutnya. Kami
ucapkan terimakasih dan mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam
pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua, amin yaa robbal alaminn.
DAFTAR PUSTAKA
8
Lubis Tona Aurara, 2016, Manajemen Investasi dan Prilaku Keuangan, (Jambi
: Salim Media Indonesia).
Tendelilin Eduardus, 2010, Manajemen Pasar Modal Portofolio dan Investasi,
(Jakarta : Kanisius).