0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan7 halaman

Modal dan Struktur Modal Perusahaan

Dokumen tersebut membahas tentang modal dan struktur modal perusahaan. Modal adalah hak kepemilikan pemilik perusahaan, sedangkan struktur modal adalah perbandingan antara modal asing (hutang) dan modal sendiri (saham, laba ditahan). Struktur modal optimal dapat meminimalkan biaya penggunaan modal secara keseluruhan.

Diunggah oleh

Septian93
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan7 halaman

Modal dan Struktur Modal Perusahaan

Dokumen tersebut membahas tentang modal dan struktur modal perusahaan. Modal adalah hak kepemilikan pemilik perusahaan, sedangkan struktur modal adalah perbandingan antara modal asing (hutang) dan modal sendiri (saham, laba ditahan). Struktur modal optimal dapat meminimalkan biaya penggunaan modal secara keseluruhan.

Diunggah oleh

Septian93
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDAHULUAN

Modal merupakan salah satu bagian terpenting yang harus dimiliki oleh
setiap perusahaan. Dengan modal, sebuah perusahaan dapat melaksanakan
aktivitas produksi dan aktivitas aktivitas bisnis lainnya. Tanpa modal (yang
berbentuk uang), sebuah perusahaan tetap dapat berjalan, namun aktivitasnya akan
sangat terbatas. Prof. Bakker berpendapat modal adalah baik barang-barang
berupa barang-barang konkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan
yang ada pada neraca sebelah debit maupun berupa daya beli atau nilai tukar dari
barang-barang itu yang tercatat disebelah kredit.

Pemenuhan kebutuhan dana perusahaan dari sumber modal sendiri


berasal dari modal saham, laba ditahan, dan cadangan. Setiap perkembangan
usaha juga diikuti dengan meningkatnya kebutuhan akan modal yang semakin
besar. Namun kenaikan modal tidak selalu diikuti kenaikan rentabilitas karena
kenaikan modal belum dapat menentukan keuntungan atau kerugian penggunaan
modal tersebut. Hal ini dapat dilihat dalam rasio yang dihasilkan dari periode ke
periode berikutnya. Dengan mengetahui perkembangan modal, maka apabila
terjadi penurunan, pihak manajemen perusahaan dapat bertindak mengambil
kebijaksanaan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada perusahaan.

Struktur modal merupakan perbandingan atau imbangan pendanaan


jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka
panjang terhadap modal sendiri. Salah satu tugas manajer keuangan adalah
memenuhi kebutuhan dana. Dalam pemenuhan kebutuhan dana, perusahaan harus
mencari alternatif-alternatif pendanaan yang efisien. Pendanaan yang efisien akan
terjadi bila perusahaan mempunyai struktur modal yang optimal. Struktur modal
yang optimal dapat diartikan sebagai struktur modal yang dapat meminimalkan
biaya penggunaan modal secara keseluruhan atau biaya modal rata-rata
PEMBAHASAN

Pengertian Modal dan Struktur Modal

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan
dalam pos modal (modal saham), keuntungan atau laba yang ditahan atau
kelebihan aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap seluruh utangnya
(Munawir,2001).

Modal pada dasarnya terbagi atas dua bagian yaitu modal Aktif (Debet) dan modal
Pasif (Kredit).

Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing


dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka
panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas
laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan kepemilikan perusahaan. Struktur
Modal merupakan masalah penting dalam pengambilan keputusan mengenai
pembelanjaan perusahaan. Untuk mengukur Struktur Modal tersebut maka dapat
digunakan beberapa Teori yang menjelaskan Struktur Modal dalam suatu
Perusahaan.

Modal Asing Atau Hutang Jangka Panjang

Struktur modal suatu perusahaan secara umum terdiri atas beberapa


komponen (Riyanto, 2002 dalam Wibowo, 2007) yaitu, modal asing atau hutang
jangka panjang dan modal sendiri. Modal asing atau hutang jangka panjang adalah
hutang yang jangka waktunya adalah lebih dari sepuluh tahun. Hutang jangka
panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan
(ekspansi) atau modernisasi perusahaan karena kebutuhan modal untuk keperluan
tersebut meliputi jumlah yang besar.

Komponen-komponen hutang jangka panjang ini terdiri dari, hutang


hipotik (mortgage). Hutang hipotik adalah bentuk hutang jangka panjang yang
dijamin dengan aktiva tidak bergerak (tanah dan bangunan). Obligasi (bond),
Obligasi adalah sertifikat yang menunjukan pengakuan bahwa perusahaan
meminjam uang dan menyetujui untuk membayarnya kembali dalam jangka
waktu tertentu. Pelunasan atau pembayaran kembali obligasi dapat diambil dari
penyusutan aktiva tetap yang dibelanjai dengan pinjaman obligasi tersebut dan
dari keuntungan.

Modal asing hutang jangka panjang di lain pihak, merupakan sumber


dana bagi perusahaan yang harus dibayar kembali dalam jangka waktu tertentu.
Semakin lama jangka waktu semakin ringan syarat-syarat pembayaran kembali
hutang tersebut yang akan mempermudah dan memperluas perusahaan untuk
mendayagunakan sumber dana yang berasal dari modal asing atau hutang jangka
panjang tersebut. Meskipun demikian, hutang tetap harus dibayar pada waktu
yang sudah ditetapkan tanpa memperhatikan kondisi finansial perusahaan pada
saat itu dan harus disertai dengan bunga yang sudah diperhitungkan sebelumnya,
dengan demikian seandainya perusahaan tidak mampu membayar kembali hutang
dan bunga, maka kreditur dapat memaksa perusahaan dengan menjual aset yang
dijadikan jaminannya. Oleh karena itu, kegagalan membayar hutang atau bunga
akan mengakibatkan perusahaan kehilangan kontrol terhadap perusahaannya
seperti halnya sebagian atau keseluruhan modal yang ditanamkan dalam
perusahaan, begitu pula sebaliknya para kreditur dapat kehilangan kontrol
sebagian atau keseluruhan dana pinjaman dan bunganya, karena segala macam
bentuk yang ditanamkan dalam perusahaan selalu dihadapkan pada risiko
kerugian.

Struktur modal pada dasarnya merupakan suatu pembiayaan permanen


yang terdiri dari modal sendiri dan modal asing, dimana modal sendiri terdiri dari
berbagai saham dan laba ditahan. Penggunaan modal asing akan menimbulkan
beban yang tetap dan besarnya penggunaan modal asing ini menurunkan leverage
keuangan yang digunakan perusahaan.

Modal Sendiri

Modal Sendiri (Shareholder Equity ). Modal Sendiri adalah modal yang


berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam dalam perusahaan dalam
jangka waktu tertentu lamanya. Modal sendiri berasal dari sumber intern maupun
extern, sumber intern didapat dari keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan,
sedangkan sumber extern berasal dari modal yang berasal dari pemilik
perusahaan. Komponen modal sendiri terdiri dari modal saham dan laba ditahan.

Modal Saham adalah tanda bukti kepemilikan suatu Perusahaan Terbatas


(PT), dimana modal saham terdiri dari Saham Biasa (Common Stock) dan Saham
preferen (Preferred Stock). Saham biasa adalah bentuk komponen modal jangka
panjang yang ditanamkan oleh investor. Dengan memiliki saham ini berarti suatu
perusahaan membeli prospek dan siap menanggung segala risiko sebesar dana
yang ditanamkan. Saham preferen adalah bentuk komponen modal jangka panjang
yang merupakan kombinasi antara modal sendiri dengan hutang jangka panjang.
Laba ditahan adalah sisa laba dari keuntungan yang tidak dibayarkan sebagai
deviden. Komponen modal sendiri ini merupakan modal perusahan yang
dipertaruhkan untuk segala risiko, baik risiko usaha maupun risiko-risiko kerugian
lainnya. Modal sendiri ini tidak memperlukan jaminan atau keharusan untuk
pembayaran kembali dalam setiap keadaan maupun tidak adanya kepastian
tentang jangka waktu pembayaran kembali modal sendiri. Oleh karena itu, setiap
perusahaan harus mempunyai jumlah minimum modal yang diperlukan untuk
menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

Modal sendiri yang bersifat permanen akan tetap tertanam dalam


perusahaan dan dapat diperhitungkan setiap saat untuk memelihara kelangsungan
hidup dan melindungi perusahan dari risiko kebangkrutan. Modal sendiri
merupakan sumber dana perusahaan yang paling tepat untuk diinvestasikan pada
aktiva tetap yang bersifat permanen dan investasi-investasi yang menghadapi
risiko kerugian yang relatif kecil, karena suatu kerugian atau kegagalan dari
investasi tersebut dengan alasan apapun merupakan tindakan membahayakan bagi
kontinuitas kelangsungan hidup perusahaan.

Struktur Aktiva dan Struktur Modal

Struktur aktiva menggambarkan sebagian jumlah aset yang dapat


dijadikan jaminan (collateral value of assets). Brigham and Gapenski (1996)
dalam Nugroho (2006) menyatakan bahwa secara umum perusahaan yang
memiliki jaminan terhadap hutang akan lebih mudah mendapatkan hutang
daripada perusahaan yang tidak memiliki jaminan. Teori tersebut juga konsisten
dengan Atmaja (1994) dalam Nugroho (2006) yang menyatakan bahwa
perusahaan yang memiliki aktiva yang dapat digunakan sebagai agunan hutang
cenderung menggunakan hutang yang relatif besar.

Menurut Riyanto (1995) dalam Susetyo (2006), kebanyakan perusahaan


industri dimana sebagian besar daripada modalnya tertanam dalam aktiva tetap
(fixed assets), akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang
permanen yaitu modal sendiri, sedangkan hutang sifatnya sebagai pelengkap. Hal
ini dapat dihubungkan dengan adanya aturan struktur finansial konservatif
horizontal yang menyatakan bahwa besarnya modal sendiri hendaknya paling
sedikit dapat menutup jumlah aktiva tetap ditambah aktiva lain yang sifatnya
permanen. Dan perusahaan yang sebagian besar dari aktivanya terdiri atas aktiva
lancar akan mengutamakan kebutuhan dananya dengan hutang.

Struktur aktiva merupakan perbandingan antara aktiva tetap dengan total


aktiva yang dimiliki perusahaan. Jika nilai aktiva berwujud yang dimiliki
perusahaan semakin besar, maka aktiva ini dapat digunakan sebagai jaminan yang
semakin mengurangi risiko dari kesulitan seperti biaya tetap dari hutang. Bagian
yang besar dari aktiva berwujud diharapkan berhubungan dengan leverage yang
tinggi. Aktiva tetap seringkali digunakan sebagai jaminan dalam mendapatkan
hutang, sehingga perusahaan yang banyak memiliki aktiva tetap akan
mendapatkan hutang yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan yang
memiliki aktiva tetap lebih sedikit.
PENUTUP

Kesimpulan

Dari uraian yang telah ditulis maka dapat diambil kesimpulan


sebagai berikut, bahwa Struktur Aktiva (Tangibility), Growth Opportunity,
Ukuran Perusahaan (Firm Size), Profitabiltas dan Risiko Bisnis baik secara
simultan maupun parsial mempunyai pengaruh pada Keputusan Struktur Modal
Suatu Perusahaan. Dari faktor-faktor tersebut mempunyai pengaruh satu dengan
yang lainnya. Sehing dengan demikian Para Investor, Kreditor maupun
Managemen Perusahaan hendaknya memberikan perhatian yang lebih kepada
informasi atas faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Dwilestari, A. 2010. Pengaruh struktur aktiva, pertumbuhan, dan Likuiditas


terhadap struktur modal perusahaan. Jurnal Riset Akuntansi dan
Keuangan. 6(2):153-165

Nugroho, A. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal


yang Go-Public di Bursa Efek Jakarta Untuk Periode Tahun 1994-
2004. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

Riyanto, B. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE.

Anda mungkin juga menyukai