Tugas Kelompok
Tugas Kelompok
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara umum produksi dapat diartikan sebagai kegiatan optimalisasi dari faktor-
faktor produksi seperti tenaga kerja, modal dan lain-lainnya oleh perusahaan untuk
menghasilkan produk berupa barang-barang dan jasa-jasa. Secara teknis, kegiatan
produksi dilakukan dengan mengombinasikan beberapa input untuk menghasilkan
sejumlah output. Dalam pengertian ekonomi, produksi didefenisikan sebagai usaha
manusia untuk menciptakan atau menambah daya atau nilai guna dari suatu barang atau
benda untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Contoh produksi adalah menanam padi, menggiling padi, mengangkut beras,
memperdagangkan beras, dan menjual nasi dan makanan. Contoh yang lebih modern
adalah produksi pembuatan benang, produksi pembuatan kain, produksi pembuatan baju,
memperdagangkan baju, produksi pembuatan kendaraan bermotor, dan produksi
pembuatan computer dan ebagainya.
Berdasarkan pada kepentingan produsen, tujuan produksi adalah untuk
menghasilkan barang yang dapat memberikan laba. Tujuan tersebut dapat tercapai jika
barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu,
dapat dikatakan bahwa sasaran kegiatan produksi adalah melayani kebutuhan masyarakat
atau untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara umum.Produsen adalah mereka
yang melakukan produksi.
Kegiatan produksi menjamin kelangsungan hidup masyarakat dan perusahaan, oleh
karena itu harus dilakukan dalam keadaan apapun baik oleh pemerintah maupun swasta.
Namun produksi tidak mungkin bisa berjalan bila tidak ada bahan yang memungkinkan
untuk dilakukan proses produksi itu sendiri. Untuk melakukan proses produksi
memerlukan tenaga manusia, sumber-sumber daya alam, modal, serta keahlian. Yang
semuanya itu biasa disebut faktor produksi.
Untuk melihat seluk beluk kegiatan perusahaan dalam memproduksi dan
menawarkan barangnya diperlukan analisis keatas berbagai aspek kegiatan
memproduksinya. Pertama-tama harus dianalisis sampai dimana faktor-faktor produksi
akan digunakan untuk mengahasilkan barang yang akan diproduksikan. Sesudah itu
perlu pula dilihat biaya produksi untuk menghasilkan barang-barang tersebut. Dan
pada akhirnya perlu dianalisis bagaimana seorang pengusaha akan membandingkan
hasil penjualan produksinya dengan biaya produksi yang dikeluarkannya, untuk
1
menentukan tingkat produksi yang akan memberikan keuntungan yang maksimum
kepadanya.
Kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dan distribusi. Kegiatan
produksilah yang menghasikan barang dan jasa, kemudian dikonsumsi oleh para
konsumen. Tanpa produksi maka kegiatan ekonomi akan berhenti, begitu pula sebaliknya.
Untuk menghasilkan barang dan jasa kegiatan produksi melibatkan banyak faktor
produksi. Perlu memperhatikan, memahami, dan mempelajari kegiatan perusahaan dalam
menawarkan dan memproduksi barang yang diproduksinya.
Dalam suatu perekonomian, perusahaan tidak seragam bentuknya. Ada perusahaan
yang dimiliki ooleh satu orang dan ada pula yang dimiliki oleh beberapa orang. Dan ada
pula perusahaan raksasa yang dimiliki oleh beribu-ribu orang dalam bentuk pemilikan
saham perusahaan tersebut. Di samping itu ada pula perusahaan yang dijalankan oleh
pemerintah. Disamping berbeda dalam bentuk organisasi dan besar perusahaannya,
mereka juga berbeda dalam jenis usahanya. Ada yang berusaha dalam perusahaan
pertanian secara besar-besaran, ada yang berupa kegiatan peternakan yang dijalankan
secara kecil-kecilan, ada yang merupakan perusahaan industri rumah tangga dan ada pula
yang merupakan industri raksasa.
Di dalam teori ekonomi, didalam menganalisis kegiatan perusahaan yang
memproduksikan barang dan jasa untuk memenuhi permintaan yang wujud di pasar,
berbagai perbedaan tersebut diperhatikan.
Dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan
perusahaan adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat
dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum”. Berdasarkan kepada
pemisalan ini dapat ditunjukkan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana
perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.
Dalam praktek, pemaksimuman keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan
perusahaan. Ada perusahaan yang menekankan kepada volume penjualan dan ada pula
yang memasukkan pertimbangan politik dalam menentukan tingkat produksi yang akan
dicapai. Ada pula perusahaan yang lebih menekankan kepada usaha untuk mengabdi
kepentingan masyarakat dan kurang memperhatikan tujuan mencari keuntungan yang
maksimum.
Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya
produksi. Keuntungan diperoleh apabila hasil penjualan melebihi dari biaya produksi, dan
kerugian akan dialami apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi. Keuntungan
2
yang maksimum dicapai apabila perbedaan di antara hasil penjualan dan biaya produksi
mencapai tingkat yang paling besar.
Dalam usahanya untuk memproduksikan barang-barang yang diperlukan
masyarakat, dan memperoleh keuntungan maksimum dari usaha tersebut, masalah pokok
yang harus dipecahkan produsen adalah : “bagaimanakah komposisi dari faktor-faktor
produksi yang digunakan dan untuk masing-masing faktor produksi tersebut berapakah
jumlah yang akan digunakan?” Dalam memecahkan persoalan ini dua aspek harus
dipikirkan yaitu :
- Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu digunakan untuk
menciptakan tingkat produksi yang tinggi?
- Komposisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan biaya
produksi yang dikeluarkan untuk mencapai satu tingkat produksi tertentu?
Hubungan diantara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakannya
dinamakan fungsi produksi. Faktor-faktor produksi, dapat dibedakan kepada empat
golongan yaitu tenaga kerja, tanah, modal dan keahlian keusahawanan. Didalam teori
ekonomi, didalam menganalisis mengenai teori produksi, selalu dimisalkan bahwa tiga
faktor produksi yang belakangan dinyatakan (tanah, modal dan keahlian keusahawanan)
adalah tetap jumlahnya. Hanya tenaga kerja dipandang sebagai faktor produksi yang
berubah-ubah jumlahnya. Dengan demikian, didalam menggambarkan hubungan di antara
faktor produksi yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai, yang digambarkan
adalah hubungan diantara jumlah tenaga kerja yang diginakan dan jumlah produksi yang
dicapai.
Didalam memikirkan aspek yang kedua, yaitu menentukan komposisi faktor
produksi yang akan meminimumkan biaya produksi, produsen perlu memperhatikan
besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang akan digunakan dan
besarnya pertambahan hasil penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi yang
ditambah tersebut. Misalkan satu unit tambahan faktor produksi A memerlukan biaya
sebanyak Rp. 10.000.- dan ia memberi hasil tambahan sebanyak Rp. 25.000.- Sedangkan
satu unit tambahan faktor produksi B memerlukan biaya Rp. 20.000.- dan juga
menghasilkan tambahan nilai sebanyak Rp. 25.000.-
Faktor produksi manakah yang harus ditambah? Sudah tentu faktor produksi A,
karena biayanya lebih murah tetapi tambahan hasil penjualan adalah sama dengan yang
diciptakan faktor produksi B. Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa untuk
meminimumkan biaya (atau memaksimumkan hasill penjualan), prinsip yang harus
3
dipegang produsen adalah “mengambil unit tambahan faktor produksi yang biaya per
rupiahnya akan menghasilkan tambahan nilai penjualan yang paling maksimum.”
Dalam menganalisis bagaimana perusahaan melakukan kegiatan produksi, teori
ekonomi membedakan jangka waktu analisis kepada dua jangka waktu yaitu jangka
pendek dan jangka panjang. Analisis ke atas kegiatan memproduksi perusahaan dikatakan
di dalam jangka pendek “apabila sebagian dari faktor produksi dianggap tetap jumlahnya.”
Di dalam masa tersebut perusahaan tidak dapat menambah jumlah faktor produksi yang
dianggap tetap tersebut. Faktor produksi yang dianggap tetap biasanya adalah fakor modal
seperti mesin-mesin dan peralatannya, alat-alat memproduksi lainnya, dan bangunan
perusahaan. Sedangkan faktor produksi yang dimisalkan dapat mengalami perubahan
adalah tenaga kerja.
Waktu yang dipandang sebagai jangka pendek berbeda dari satu perusahaan ke
perusahaan lainnya. Bandingkan perusahaan roti dengan perusahaan pengangkutan udara.
Katakanlah masing-masing perusahaan tersebut mengalami pertambahan permintaan dan
untuk memenuhinya harus menambah kapasitasnya. Dalam beberapa bulan saja
perusahaan roti telah dapat memperoleh mesin baru dan selanjutnya menambah produksi
sesuai dengan permintaan yang bertambah. Perusahaan penerbangan akan memerlukan
waktu yang lama untuk menambah kapasitasnya. Diperlukan waktu beberapa tahun untuk
mendapatkan tambahan kapal terbang yang baru.
Dalam jangka panjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. Ini
berarti bahwa dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapat ditambah jumlahnya
kalau memang hal tersebut diperlukan. Di dalam jangka panjang perusahaan dapat
menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang berlaku di pasar. Jumlah alat-alat
produksi dapat ditambah, penggunaan mesin-mesin dapat dirombakdan dipertinggi
efisiensinya, jenis-jenis barang baru dapat diproduksi, dan teknologi produksi
ditingkatkan.
Satu hal penting lain yang perlu diterangkan sebelum membahas teori produksi
adalah perbedaan di antara pengertian firma (perusahaan) dan industri. Dalam teori
ekonomi, firma atau perusahaan adalah suatu badan usaha yang menggunakan faktor-
faktor produksi untuk menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Pada
umumnya dimisalkan firma itu menghasilkan satu jenis barang saja. Di dalam teori
produksi akan diterangkan bagaimana sifat hubungan antara antara jumlah produksi
barang tersebut dengan jumlah faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkannya.
4
Pengertian industri dalam teori ekonomi sangat berbeda artinya dengan pengertian
industri pada umumnya. Dalam pengertian yang umum industri pada hakikatnya berarti
perusahaan yang menjalankan operasi dalam bidang kegiatan ekonomi yang tergolong ke
dalam sektor sekunder. Kegiatan seperti itu antara lain ialah pabrik tekstil, pabrik perakit
atau pembuat mobil, dan pabrik pembuat minuman ringan. Dalam teori ekonomi istilah
industri diartikan sebagai kumpulan firma-firma yang menghasilkan barang yang sama
atau sangat bersamaan yang terdapat dalam suatu pasar. Sebagai contoh, kalau dikatakan
industri mobil maka yang dimaksudkan adalah berbagai perusahaan mobil yang ada dalam
pasar yang sedang dianalisis. Sedangkan kalau dikatakan industri beras maka yang
dimaksudkan adalah seluruh produsen beras yang ada dalam pasar.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas adapun perumusan masalah yang akan dibahas pada
makalah ini adalah:
1. Fungsi Produksi
2. Teori Produksi
3.
C. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah diatas tujuan makalah ini adalah:
1. Mengetahui Fungsi Produksi
2. Mengetahui Teori Produksi
5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Fungsi Produksi
Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan diantara faktor-faktor produksi dan
tingkat produksi yang dihasilkan.Dalam teori ekonomi seorang produsen atau pengusaha
harus memutuskan :
1. Berapa tingkat produksi yang harus diproduksikan, dan
2. Berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi dipergunakan
Faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi
selalu juga disebut output. Fungsi produksi selalu dinyatakan dalamm bentuk rumus,, yaitu
seperti yang berikut :
Q = f(K,L,R,T)
Dimana K adalah jumlah stok modal, L adalah jumlah tenaga kerja dan keahlian
keusahawanan, R adalah kekayaaan alam, dan T adalah tingkat teknologi yang digunakan.
Sedangkan Q adalah jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor-faktor
produksi tersebut, yaitu secara bersama digunakan untuk memproduksi barang yang
sedang dianalisis sifat produksinya.
B. Teori Produksi
Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah
faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan sumber
daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan.
Teori produksi merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama
menyangkut keputusan yang diambil oleh seorang produsen dalam menentukan pilihan
atas alternatif-alternatif yang ada. Produsen berusaha dalam memaksimalkan produksi
yang dapat dicapainya dengan suatu kendala biaya tertentu agar dapat dihasilkan
keuntungan yang maksimal.
Produksi juga merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai
guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam
memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah
bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu
benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.Dalam
melakukan kegiatan produksi maka harus mempunyai landasan teknis yang didalam teori
ekonomi disebut fungsi produksi.
6
Dalam teori ekonomi diambil pula satu asumsi dasar mengenai sifat dari fungsi
produksi yaitu fungsi produksi dari semua produksi dari semua produsen dianggap tunduk
pada suatu hukum yang disebut “The law of Diminishing Returns” atau “Hukum Hasil
Lebih Yang Semakin Berkurang.” Hukum ini mengatakan bahwa bila satu macam faktor
produksi ditambah penggunaannya sedang faktor-faktor lain tetap maka tambahan
produksi yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit faktor produksi yang ditambahkan
tadi mula-mula menaik, tapi kemudian seterusnya menurun bila faktor produksi tersebut
terus ditambah.
Teori produksi dalam ilmu ekonomi membedakan analisisnya kepada dua
pendekatan berikut :
1. Teori Produksi Dengan Satu Faktor Berubah
Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat
produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam analisis tersebut
bahwa faktor-faktor produksi lainnya adalah tetap jumlahnya, yaitu modal dan tanah
jumlahnya di anggap tidak mengalami perubahan. Satu-satunya faktor produksi yang
dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.
a. Hukum Hasil Lebih Yang Semakin Berkurang
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang merupakan suatu hal yang tidak dapat
dipisah-pisahkan dari teori produksi. Hukum tersebut menjelaskan sifat pokok dari
hubungan diantara tingkat produksi dan tenaga kerja yang digunakan untuk
mewujudkan produksi tersebut. Hukum hasil lebih yang semakin berkurang
menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga
kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total
akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat
tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai
negatif. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan
produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum
dan kemudian menurun.
Dengan demikian pada hakikatnya hukum hasil lebih yang semakin berkurang
menyatakan bahwa hubungan di anatara tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja
yang digunakan dapat dibedakan dalam tiga tahap, yaitu :
- Tahap pertama : Produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat
- Tahap kedua : Produksi total pertambahannya semakin lambat
7
- Tahap ketiga : Produksi total semakin lama semakin berkurang
Dalam Tabel 1.1 berikut dikemukakan suatu gambaran mengenai produksi suatu
barang pertanian di atas sebidang tanh yang tetap jumlahnya, tetapi jumlah tenaga
kerjanya berubah-ubah. Dalam gambaran itu ditunjukkan bahwa produksi total
yang ditunjukkan dalam kolom (3) mengalami pertambahan yang semakin cepat
apabila tenaga kerja ditambah dari 1 menjadi 2, dan 2 menjadi 3. Maka dalam
keadaan ini kegiatan memproduksi mencapai tahap pertama. Dalam tahap ini setiap
tambahan tenaga kerja menghasilkan tambahan produksi yang lebih besar dari
yang dicapai pekerja sebelumnya. Dalam analisis ekonomi keadaan itu dinamakan
produksi marjinal pekerja yang semakin bertambah. Data dalam kolom (4) yaitu
data produksi marjinal pada tahap pertama, menggambarkan keadaan tersebut.
Apabila tenaga kerja ditambah dari 3 menjadi 4, kemudian 4 menjadi 5, kemudian
5 menjadi 6, dan selanjutnya 6 menjadi 7, produksi total tetap bertambah, tetapi
jumlah pertambahannya semakin lama semakin sedikit. Maka dalam keadaan ini
produksi mencapai tahap kedua, yaitu keadaan dimana produksi marjinal semakin
berkurang. Maksudnya, setiap pertambahan pekerja akan menghasilkan tambahan
produksi kurang daripada tambahan produksi pekerja sebelumnya.
Pada tahap ketiga, pertambahan tenaga kerja tidak akan menambah produksi total,
yaitu produksi total berkurang. Pada waktu tenaga kerja bertambah dari menjadi 8,
produksi total masih mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 15 unit. Akan tetapi
apabila satu lagi tenaga kerja ditambah, dari 8 pekerja menjadi 9 pekerja, produksi
totalnya menurun. Produksi total berkurang lebih lanjut apabila tenaga kerja
menjadi 10.
8
Tabel 1.1
Hubungan Jumlah Tenaga Kerja dan Jumlah Produksi
Tanah Tenaga Produksi Produksi Produksi Tahap
(hektar) kerja total marjinal rata-rata (unit)
(orang) (unit) (unit)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 1 150 150 150
1 2 400 250 200 Pertama
1 3 810 410 270
1 4 1080 270 270
1 5 1290 210 258
1 6 1440 150 240 Kedua
1 7 1505 65 215
1 8 1520 15 180
1 9 1440 -80 160
Ketiga
1 10 1300 -140 130
10
menggambarkan permulaan dari tahap kedua. Pada keadaan ini produksi rata-rata
mencapai tingkat yang paling tinggi.
Jumlah Produksi
Kurva Produksi Total, Produksi Rata-rata dan Produksi Marjinal 8 AP
520 Jumlah
tenaga kerja
Tahap I Tahap II Tahap III
410
270
AP
MP
Tahap ketiga dimulai pada waktu 9 tenaga kerja digunakan. Pada tingkat tersebut
kurva MP memotong sumbu datar dan sesudahnya kurva tersebut berada dibawah
sumbu datar. Keadaan ini menggambarkan bahwa produksi marjinal mencapai
angka yang negatif. Kurva produksi total (TP) mulai menurun pada tingkat ini,
yang menggambarkan bahwa produksi total semakin berkurang apabila lebih
banyak tenaga kerja digunakan. Keadaan dalam tahap ketiga ini menunjukkan
bahwa tenaga kerja yang digunakan adalah jauh melebihi daripada yang diperlukan
untuk menjalankan kegiatan produksi tersebut secara efisien.
Tabel 1.2
Gabungan Tenaga Kerja dan Modal untuk Menghasilkan 1000 unit Produksi
A 1 6
B 2 3
C 3 2
D 6 1
Gabungan A menunjukkan bahwa 1 unit tenaga kerja dan 6 unit modal dapat
menghasilkan produksi yang diinginkan tersebut. Gabungan B menunjukkan
bahwa yang diperlukan adalah 2 unit tenaga kerja dan 3 unit modal. Gabungan C
12
menunjukkan yang diperlukan adalah 3 unit tenaga kerja dan 2 unit modal.
Akhirnya gabungan D menunjukkan bahwa yang diperlukan adalah 6 unit tenaga
kerja dan 1 unit modal.
Gambar 1.2
Kurva Produksi Sama (Isoquant)
6 A
Modal
B IQ3 =4000
C IQ2 =3000
3 D IQ1 =2000
2 IQ =1000
1
0 1 2 3 6
Tenaga Kerja
Kurva IQ dalam Gambar 1.2 dibuat berdasarkan gabungan tenaga kerja dan modal
yang terdapat dalamm Tabel 1.2. Kurva tersebut dinamakan kurva produksi sama
atau isoquant. Ia menggambarkan gabungan tenaga kerja dan modal yang akan
menghasilkan satu tingkat produksi tertentu. Dalam contoh yang dibuat tingkat
produksi tersebut adalah 1000 unit. Disamping itu didapati kurva IQ 1, IQ2, dan IQ3
yang terletak diatas kurva IQ. Ketiga-tiga kurva lain tersebut menggambarkan
tingkat produksi yang berbeda-beda, yaitu berturut-turut sebanyak 2000 unit, 3000
unit dan 4000 unit (semakin jauh dari titik 0 letaknya kurva, semakin tinggi tingkat
produksi yang ditunjukkan). Masing-mamsing kurva yang baru tersebut
menunjukkan gabungan-gabungan tenaga kerja dan modal yang diperlukan untuk
menghasilkan tingkat produksi yang ditunjukkannya.
b. Garis Biaya Sama (Isocost)
Kendala biaya menunjukkan ketersediaan dana untuk melakukan produksi, atau
membeli bahan baku. Untuk menghemat biaya produksi dan memaksimumkan
keuntungan, perusahaan harus meminimumkan biaya produksi. Untuk membuat
analisis mengenai peminimuman biaya produksi perlulah dibuat garis biaya sama
13
atau isocost. Garis ini menggambarkan gabungan faktor-faktor produksi yang
dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.
Untuk dapat membuat garis biaya sama, data yang diperlukan adalah harga faktor-
faktor produksi yang digunakan dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli
faktor-faktor produksi.
Gambar 1.3
Garis Biaya Sama
7
6
Modal
5
4 TC1 TC2 TC3
TC A
2
0 4 8 10 12 14
Tenaga kerja
Berdasarkan contoh yang telah dibuat, dimisalkan upah tenaga kerja adalah Rp.
10.000.- dan biaya modal per unit adalah Rp. 20.000.-, sedangkan jumlah uang
yang tersedia Rp. 80.000.-. Garis TC menunjukkan gabungan-gabungan tenaga
kerja dan modal yang dapat diperoleh dengan menggunakan Rp. 80.000.- apabila
upah tenaga kerja dan biaya modal per unit adalah seperti yang dimisalkan diatas.
Uang tersebut,, apanila digunakan untuk memperoleh modal saja akan
memperoleh: 80.000/20.000 = 4 unit, dan kalau digunakan untuk memperoleh
tenaga kerja saja akan memperoleh : 80.000/10.000 = 8 unit. Seterusnya titik A
pada TC menunjukkan dana sebanyak 80.000 dapat digunakan untuk memperoleh
2 unit modal dan 4 pekerja. Dalam Gambar 1.3 ditunjukkan beberapa garis biaya
sama yang lain yaitu TC1, TC2, dan TC3. Garis-garis itu menunjukkan garis biaya
sama apabila jumlah uang yang tersedia adalah Ro. 10.000, Rp. 12.000 dan Rp.
14.000.-.
14
Tenaga kerja atau buruh merupakan faktor produksi yang diakui di setiap sistem
ekonomi terlepas dari kecenderungan ideologi mereka. Kekhususan perburuhan
seperti kemusnahan, keadaan yang tidak terpisahkan dari buruh itu sendiri,
ketidakpekaan jangka pendek terhadap permintaan buruh, dan yang mempunyai
sikap dalam penentuan upah, merupakan hal yang sama pada semua sistem.
Tenaga kerja adalah segala usaha dan ikhtiar yang dilakukan oleh anggota badan atau
pikiran untuk mendapatkan imbalan yang pantas. Termasuk semua jenis kerja yang
dilakukan fisik maupun pikiran.
2. Modal
Modal merupakan asset yang digunakan untuk distribusi asset yang berikutnya.
Modal dapat memberikan kepuasan pribadi dan membantu untuk menghasilkan
kekayaan yang lebih banyak.
3. Sumber Daya Alam (Tanah)
Tanah mengandung pengertian yang luas, yaitu termasuk semua sumber yang
kita peroleh dari udara, laut, gunung, dan sebagainya, sampai keadaan geografi,
angin, dan iklim yang terkandung dalam tanah. Termasuk dalam faktor produksi tanah
adalah :
Bumi (tanah) merupakan permukaan tanah yang di atasnya kita dapat berjalan,
mendirikan bangunan, rumah, perusahaan.
Mineral, seperti logam, bebatuan dan sebagainya yang terkandung di dalam tanah yang
juga dapat dimanfaatkan oleh manusia.
Gunung, merupakan suatu sumber lain yang menjadi sumber tenaga asli yang
membantu dalam mengeluarkan harta kekayaan. Gunung-gunung berfungsi
sebagai penadah hujan dan menajdi aliran sungai-sungai dan melaluinya semua
kehidupan mendapatkan rizki masing-masing.
Hutan, merupakan sumber kekayaan alam yang penting. Hutan memberikan bahan
api, bahan-bahan mentah untuk industri kertas, damar, perkapalan, perabotan rumah
tangga, dan sebagainya.
Hewan, mempunyai kegunaan memberikan daging, susu, dan lemak untuk tujuan
ekonomi, industri dan perhiasan. Sebagian lagi digunakan untuk kerja dan
pengangkutan.
4. Skill (Teknologi)
Faktor produksi yang perlu dimiliki oleh seorang pengusaha dalam menentukan faktor
faktor produksi, yang meliputi faktor produksi alam, tenaga kerja dan modal. Faktor
15
produksi yang berbentu skill dalam dunia kewirausahaan sangat diperlukan untuk
mengendalikan dan mengelola badan usaha atau perusahaan agar perusaan itu bisa
maju dan jaya di massa depan, dengan suatu pemikiran , kemampuan di bidang
masing-masing agar suatu proses produksi berjalan dengan lebih baik.
Jiwa kewirausahaan bukan merupakan kemampuan yang sudah jadi, artinya seorang
pengusaha membutuhkan proses dan waktu agar jiwa kewirausahaan sungguh sungguh
tertanam dalam dirinya.
16
Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak
tergantung pada jumlah produksi. Contohnya yaitu mesin-mesin pabrik,sampai pada
tingkat interval produksi tertentu jumlah mesin tak perlu ditambah. Tetapi jika tingkat
produksi menurun bahkan sampai nol unit (tidak berproduksi) jumlah mesin tak bisa
dikurangi.
Jumlah penggunaan faktor produksi variabel tergantung pada tingkat
produksinya.makin besar tingkat produksinya,makin banyak faktor produksi variabel yang
digunakan. Begitu pula sebaliknya. Contohnya seperti buruh harian lepas dipabrik rokok.
Jika perusahaan ingin meningkatkan faktor produksi,maka jumlah buruh hariannya
ditambah,begitu pula sebaliknya.
Adapun pengertian faktor produksi tetap dan faktor produksi variabel terkait erat
dengan waktu yang dibutuhkan untuk menambah atau mengurangi faktor produksi
tersebut. Mesin dikatakan sebagai faktor produksi tetap karena dalam jangka pendek
(kurang dari setahun) susah untuk ditambah atau dikurangi. Sebaliknya buruh dikatakan
sebagai faktor produksi variabel karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam
waktu kurang dari setahun.
Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run) semua faktor
produksi sifatnya variabel.periode jangka pendek adalah periode produksi dimana
perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah
satu atau beberapa faktor produksi. Periode jangka panjang adalah periode produksi
dimana semua faktor produksi menjadi faktor produksi variabel.
17
Karena berlakunya LDR,baik produksi marginal maupun produksi rata-rata
mengalami penurunan. Namun demikian nilai keduanya masih positif.
Penambahan tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai
titik maksimum (slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).
3. Tahap III,s aat MP sudah bernilai < nol (negatif).
Perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi,karena penambahan tenaga kerja
justru menurunkan produksi total. Perusahaan akan mengalami kerugian (slope
kurva TP negatif)
b) Tujuan Produksi
Tujuan dari kegiatan produksi mencapai dua hal pokok yaitu:
1. Memenuhi kebutuhan setiap individu.
2. Merealisasikan kemandirian
Dalam upaya merealisasikan pemenuhan kebutuhan ada beberapa hal yang perlu
dilakukan, yaitu :
a) Melakukan perencanaan. Perencanaannya mencakup produksi, penyimpanan,
pengeluaran dan distribusi.
b) Mempersiapkan sumberdaya manusia dan pembagian tugas yang baik.
c) Memperlakukan sumber daya alam dengan baik.
d) Keragaman produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen.
e) Mengoptimalkan fungsi kekayaan berupa mata uang.
BAB III
18
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah
faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan
sumber daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan.
2. Setiap kegiatan produksi ditujukan untuk meningkatkan manfaat dari suatu materi.
Dalam produksi harus memperhatikan tata cara serta prosedur agaar proses dapat
berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Produksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menambah nilai guna suatu
barang dan dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mengubah input menjadi
output.
4. Produsen adalah mereka yang melakukan produksi.
5. Tujuan dari produksi tersebut salah satunya untuk memenuhi kebutuhan manusia dan
menghasilkan barang dan jasa. Untuk itu sebelum mencapai tujuan yang diharapkan
perlu di rencanakan dulu cara pengelolaan faktor produksi tersebut.
6. Fungsi produksi menggambarkan berapa jumlah produksi maksimum yang mampu
diproduksi oleh produsen pada setiap kombinasi input atau faktor produksi yang ada.
7. Produksi total adalah jumlah produksi yang dihasilkan oleh sejumlah tenaga kerja
tertentu
8. Produksi rata-rata adalah pada suatu tingkat penggunaan tenaga kerja tertentu,
produksi ini merupakan jumlah rata-rata yang diwujudkan oleh seorang pekerja.
Nilainya dihitung dengan membagi produksi total dengan jumlah tenaga kerja yang
digunakan.
9. Produksi marjinal adalah tambahan produksi yang akan berlaku apabila seunit
(seorang) tenaga kerja ditambah
10. Jangka panjang adalah suatu periode dalam analisis kegiatan memproduksi
perusahaan ayang memisalkan bahwa periode tersebut adalah cukup panjang dan
memungkinkan perusahaan menambah semua faktor produksi yang diperlukan
dalam operasinya.
11. Jangka pendek adalah suatu periode dalam analisis kegiatan memproduksi
perusahaan yang memisalkan bahwa dalam periode tersebut hanya satu faktor
produksi saja (tenaga kerja) yang jumlahnya dapat diubah-ubah.
12. Isoquant adalah suatu kurva yang menggambarkan gabungan dua faktor produksi
yang berbeda yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu
19
13. Isocost adalah suatu kurva yang menggambarkan dua gabungan faktor produksi yang
digunakan untuk menghasilkan suatu barang yang memerlukan biaya yang sama.
14. Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak
tergantung pada jumlah produksi
15. Ada 3 aspek proses produksi antara lain :
a. Kuantitas barang/jasa dihasilkan
b. Bentuk barang atau jasa diciptakan
c. Distribusi temporal dan spasial dari barang atau jasa yang di hasilkan.
B. Saran
Dalam melakukan suatu produksi agar mencapai hasil maksimum perlu adanya teori
produksi dan pengetahuan.
Semoga makalah yang telah kami susun ini dapat bermaanfaat yang kemudian dapat
diamalkan dalam kehidupan.
20