Analisis Hot Spot Panel Surya Termografi
Analisis Hot Spot Panel Surya Termografi
Skripsi
Untuk memenuhi salah satu syarat mencapai derajat Pendidikan Strata (S-1)
sebagai Sarjana Sains dan Program Studi Fisika
Disusun Oleh :
GALANG ADIRA PRAYOGA
24040117130084
DESEMBER, 2020
i
PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI
(Prof. Dr. Suryono, S.Si., M.Si) (Jatmiko Endro Suseno, S.Si., M.Si.,Ph.D.)
NIP. 197306301998021001 NIP. 197211211998021001
ii
PERNYATAAN ORISINALITAS
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar akademik di suatu perguruan tinggi, dan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah
ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
iii
HALAMAN PENGESAHAN
SKRIPSI
Disusun Oleh :
(Prof. Dr. Suryono, S.Si., M.Si) (Jatmiko Endro Suseno, S.Si., M.Si., Ph.D.)
NIP. 197306301998021001 NIP. 197211211998021001
Penguji I Penguji II
(Dr. Drs. Catur Edi Widodo, M.T.) (Dr. Dra. Sumariyah, M.Si.)
NIP. 196405181992031002 NIP. 196103101988032001
iv
PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI SKRIPSI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Beserta perangkat yang ada. Dengan Hak bebas Royalti Nonekslusif ini Program
studi Fisika Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro
berhak menyimpan, mengalihmedia atau memformatkan, mengelola dalam bentuk
pangkalan data (database) merawat, dan mempublikasikan skripsi saya selama
tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis atau pencipta dan sebagai pemilik
Hak Cipta.
Dibuat di Semarang
Pada tanggal 28 Desember 2020
Yang menyatakan
v
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal
Penelitian Skripsi yang berjudul “Analisis Kerusakan Panel Surya dengan
Mendeteksi Hot Spot Menggunakan Kamera Termografi”.
Penelitian Skripsi merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh
mahasiswa sebagai persyaratan untuk menyelesaikan mata kuliah skripsi dan untuk
memenuhi salah satu syarat mencapai derajat Pendidikan Strata (S-1) sebagai
Sarjana Sains dan Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Matematika,
Universitas Diponegoro, Semarang.
Pelaksanaan penelitian ini dapat berjalan dengan baik berkat bantuan yang
telah diberikan oleh berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan terimakasih kepada :
1. Allah swt. Yang telah memberikan nikmat waktu dan kesehatan sehingga
penelitian ini dapat berjalan.
2. Keluarga tercinta yang memberikan dukungan.
3. Bapak Prof. Dr. Heri Sutanto, M.Si. selaku Ketua Departemen Fisika Fakultas
Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang.
4. Bapak Dr. Suryono S.Si., M.Si. selaku dosen pembimbing penelitian.
5. Bapak Dr. Jatmiko Endro Suseno, M.Si. selaku dosen pembimbing penelitian.
6. Bapak dan Ibu, serta kakak tercinta yang senantiasa menyertai penulis disetiap
situasi dan kondisi. Terima kasih atas segala doa, semangat, pengorbanan dan
kasih sayang yang sangat berarti sampai saat ini.
7. Serta pihak-pihak lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
vi
Semarang, 28 Desember 2020
Penulis
vii
DAFTAR ISI
Halaman Judul...........................................................................................................i
Persetujuan Ujian Tugas Skripsi.............................................................................. ii
Pernyataan Orisinalitas............................................................................................iii
Halaman Pengesahan Skripsi...................................................................................iv
Pernyataan Persetujuan Publikasi Skripsi untuk Kepentingan Akademis................v
Kata Pengantar........................................................................................................vi
Daftar Isi.................................................................................................................vii
Daftar Gambar..........................................................................................................x
Daftar Tabel.............................................................................................................xi
Daftar Lampiran.....................................................................................................xii
Arti Lambang dan Singkatan.................................................................................xiii
Abstrak..................................................................................................................xiv
Abstract..................................................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang dan Permasalahan...........................................................1
1.2 Tujuan Penelitian .................................................................................... 2
1.3 Manfaat Penelitian ..................................................................................2
1.4 Luaran Penelitian.....................................................................................3
viii
3.3.4 Rangkaian sensor cahaya........................ .....................................16
3.3.5 Rangkaian sensor termografi inframerah......................................17
3.4 Rancangan Sistem Akuisisi Data........................................................... 18
3.4.1 Rancangan pemrograman monitoring efesiensi panel surya.........20
3.4.2 Rancangan pemrograman web server...........................................20
3.4.3 Rancangan database ....................................................................22
3.4.4 Rancangan antarmuka web .......................................................... 22
3.4.5 Rancangan pemrograman sensor termografi................................23
BAB V KESIMPULAN......................................................................................39
5.1 Kesimpulan............................................................................................39
5.2 Saran......................................................................................................39
Daftar Pustaka........................................................................................................ 41
Lampiran A............................................................................................................ 43
Lampiran B.............................................................................................................44
Lampiran C.............................................................................................................48
Lampiran D............................................................................................................ 50
Lampiran E.............................................................................................................53
ix
DAFTAR GAMBAR
x
DAFTAR TABEL
xi
DAFTAR LAMPIRAN
xii
ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN
xiii
ABSTRAK
Industri energi fotovoltaik surya (sel surya) sedang berkembang dan karena
itu ada kebutuhan untuk meningkatkan efesiensi dan memperbaiki perawatannya,
biaya operasional, keandalan panel, keselamatan lingkungan serta siklus hidup
panel. Usaha untuk melakukan perawatan terhadap panel surya agar kesetabilan
efesiensi dan gejala-gejala kerusakan panel surya dapat termonitoring maka
dilakukan penelitian analisis sebaran hotspot pada panel surya terhadap gejala
kerusakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sensor termografi
inframerah untuk mendeteksi sebaran hotspot dan sistem monitoring efeseinsi panel
surya secara real time. Panel surya yang digunakan pada penelitian dengan kondisi
normal, rusak (glass cracking), berpasir dan tertutup daun. Hasil pengamatan yang
diperoleh menunjukkan karakteristik yang berbeda pada setiap kondisi. Pada panel
surya kondisi normal diperoleh sebaran hotspot dengan rasio 0,38 terhadap luas
total panel surya, suhu 50 oC dan efesiensi maksimum 9,68 %. Pada panel surya
kondisi rusak (glass cracking) diperoleh sebaran hotspot dengan rasio 0,48 terhadap
luas total panel surya, suhu 51,2 oC dan efesiensi maksimum 7,03%. Pada panel
surya kondisi berpasir diperoleh sebaran hotspot dengan rasio 0,46 terhadap luas
total panel surya, suhu 54,7oC dan efesiensi maksimum 2,26%. Pada panel surya
kondisi tertutup daun diperoleh sebaran hotspot dengan rasio 0,62 terhadap luas
total panel surya, suhu 48,1oC dan efesiensi maksimum 2,42 %. Berdasarkan
analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dengan mendeteksi
sebaran hotspot dan peningkatan suhu dari suhu normal yang telah ditentukan maka
dapat diketahui pula kondisi panel surya normal dan yang mengalami gejala
kerusakan.
Kata kunci : sensor termografi inframerah, monitoring efesiensi panel surya, rasio
hotspot, deteksi kerusakan panel surya.
xiv
ABSTRACT
The solar photovoltaic (solar cell) energy industry is growing and therefore
there is a need to increase efficiency and improve its maintenance, operating costs,
panel reliability, environmental safety and the life cycle of the panels. Efforts to
carry out maintenance on solar panels so that the stability of the efficiency and
symptoms of solar panel damage can be monitored, a research on the analysis of
the distribution of hotspots on solar panels is carried out on symptoms of damage.
The research was conducted using an infrared thermography sensor to detect the
distribution of hotspots and a real time solar panel efficiency monitoring system.
The solar panels used in the study were in normal conditions, broken (glass
cracking), sandy and covered with leaves. The observations obtained show different
characteristics in each condition. In normal conditions, the distribution of hotspots
is obtained with a ratio of 0.38 to the total area of the solar panel, a temperature
of 50 ° C and a maximum efficiency of 9.68%. In the damaged condition (glass
cracking) solar panels, the distribution of hotspots is obtained with a ratio of 0.48
to the total area of the solar panels, a temperature of 51.2 oC and a maximum
efficiency of 7.03%. In the sandy condition solar panels, the distribution of hotspots
is obtained with a ratio of 0.46 to the total area of the solar panel, a temperature
of 54.7oC and a maximum efficiency of 2.26%. In a closed leaf solar panel, the
distribution of hotspots is obtained with a ratio of 0.62 to the total area of the solar
panel, a temperature of 48.1oC and a maximum efficiency of 2.42%. Based on the
data analysis that has been done, it can be seen that by detecting the distribution of
hotspots and an increase in temperature from a predetermined normal temperature,
it can also be seen that the condition of normal solar panels and those experiencing
symptoms of damage.
Keywords: infrared thermography sensor, solar panel efficiency monitoring,
hotspot ratio, solar panel damage detection.
xv
BAB I
PENDAHULUAN
1
2
pada junction box, hot spot pada sambungan busbar ke junction box, dan seluruh
modul yang terlalu panas (Gallardo-saavedra et al., 2019). Namun pada penelitian
sebelumnya ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan yaitu berupa kehadalan
sistem dalam proses pemantauan kerusakan panel surya. Sistem pemantauan
kondisi menggunakan sebuah sensor kamera inframerah yang dihubungkan dengan
platform mikroprosesor raspberry pi 3. Penelitian ini berdasarkan pada analisis
produksi emisivitas diatas permukaan panel dan karakterisasi dengan citra digital
ketika bagian panel rusak. Mikroprosesor raspberry pi 3 juga digunakan untuk
memvalidasi hasil yang dibaca oleh sensor kamera inframerah. Data citra
termografi disimpan dan dianalisis dengan menggunakan peranan memory internal
mikroprosesor raspbery pi 3 dan sensor kamera inframerah akan berjalan dengan
proses yang berkelanjutan. Beberapa sekenario yang digunakan dalam percobaan
ini seperti monitoring efesiensi daya keluaran dan monitoring hot spot permukaan
panel surya dengan perlakuan panel surya normal, rusak (glass cracking), berpasir
dan tertutup daun.
2.1 Cahaya
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang dapat merambat dalam
ruang hampa atau medium tertentu. Sampainya cahaya matahari dan bintang-
bintang ke bumi menunjukkan kemampuan gelombang elektromagnetik merambat
dalam ruang hampa. Cahaya yang menembus air dan gelas menunjukan
kemampuan perambatan gelombang elektromagnetik dalam sejumlah bahan. Tetapi
tidak semua bahan dapat dilewati gelombang elektromagnetik. Logam adalah
contoh bahan yang tidak dapat dilewati gelombang elektromagnetik. Dalam ruang
hampa laju perambatan gelombang elektromagnetik adalah
c = 2,99792458 x 108 m/s.
Laju perambatan gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa
merupakan batas maksimum laju yang dapat dicapai di alam semesta. Gelombang
elektromagnetik merupakan gelombang dengan sebaran frekuensi yang paling luas.
Frekuensi gelombang elektromagnetik tersebar mulai dari 102 Hz sampai diatas
1023 Hz. Pada frekuensi tertentu cahaya dapat menimbulkan efek fotolistrik
(Abdullah, 2006).
4
5
elektron dan hole melalui bahan semikonduktor sehingga timbullah aliran elektron
pada satu arah dan juga timbul aliran hole pada satu arah yang berlawanan dan
timbul aliran arus yang bila dihubungkan pada suatu beban menimbulkan tenaga
listrik (Tira et al., 2017).
yang tidak dapat dioperasikan, isolasi yang buruk antara modul dan inverter,
kekuatan mekanik panel yang buruk, tidak dipasang dengan benar, dan modul yang
diproduksi tidak sesuai standart. Sedangkan kerusakan second failure disebabkan
oleh tempelan debu, degradasi enkapsulisasi karena ultraviolet, terdapat sarang
serangga, degradasi karena panas, bencana alam, retakan pada panel, aruss singkat
dan banyak hal lainnya. Efek yang merugikan dari penyebab kerusakan first failure
dan second failure yaitu menyebabkan hot spot cell dan akhirnya cell dapat terbakar
(Triki-Lahiani et al., 2018).
2.3 Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah chip yang dapat melakukan pemrosesan data secara
digital sesuai dengan program perintah yang diberikan. perintah-perintah tersebut
berupa kode mesin yang digunakan untuk menjalankannya dan harus sesuai dengan
kode yang diberikan perusahaan pembuatnya. Kode tersebut dapat berupa program
komputer dalam bahasa assembly atau bahasa translasi lainnya yang dibuat oleh
perusahaan software misalnya : Bahasa C, Basic, atau Bahasa dari developer
lainnya. Mikrokontroler memiliki potensi untuk diprogram menjadi interface card
data sensor ke dalam komputer. Mikrokontroler merupakan chip tunggal yang dapat
menjalankan instruksi tanpa peripheral pendukung dari luar karena pheripheral
telah diintegrasikan di dalam chip tersebut (Suryono, 2018).
2.4 Sensor
Sensor adalah perangkat elektronika yang dapat mengubah besaran fisis
menjadi sinyal listrik. Sensor dapat dijadikan sebagai perangkat input besaran-
besaran fisis ke perangkat pengolah data seperti mikrokontroler, komputer,
Programeable Logic Controller (PLC), Distributed Control System (DCS), maupun
Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) (Suryono, 2018).
suatu objek. Inframerah adalah sinar yang tidak dapat dideteksi manusia karena
panjang gelombangnya terlalu panjang untuk dideteksi. Prinsip kerja dari kamera
termografi inframerah yaitu dengan memancarkan gelombang sinar inframerah ke
suatu objek. Semakin tinggi suhu suatu objek, semakin tinggi pula radiasi
inframerah yang dipancarkan. Kamera termografi memungkinkan untuk melihat
apa yang mata manusia tidak bisa lihat (Malexis, 2019).
lagi melakukan rekombinasi ke pita valensi. peritiwa pergerakan elektron ini secara
elektronik menghasilkan arus listrik. besar arus listrik yang dihasilkan sebanding
dengan intensitas foton dari cahaya yang mengenai foto dioda tersebut (Suryono,
2018).
10
11
empat kondisi panel surya yang normal, rusak, berpasir dan tertutup daun agar
didapat sebuah perbandingan sehingga dapat mengukur efesiensi panel surya
tersebut. Diagram blok penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.2.
Gambar 3.2 Diagram sistem monitoring efesiensi dan hot spot panel surya
dari sensor intensitas cahaya, sensor arus dan sensor tegangan menuju database
yang kemudian disimpan dan ditampilkan didalam komputer, adapun rangkaian
sistem akuisisi data ditunjukan pada Gambar 3.7.
Gambar 3.8 Diagram sistem akuisisi data citra digital permukaan panel
surya
20
Proses akuisisi data citra digital hot spot panel surya dengan raspberry pi
menggunakan bahasa pemrograman phyton. Sedangkan proses akuisisi data
efesiensi panel surya dan pembuatan antarmuka pada komputer menggunakan
software Arduino IDE dan bahasa pemrograman php. Hal utama untuk melakukan
akuisisi data adalah melakukan pemrograman pada mikroprosesor dan
mikrokontroler untuk pembacaan sensor. Proses akuisisi data dan pembuatan
antarmuka diawali dengan pemrograman untuk membaca data dari sensor,
kemudian data disimpan ke dalam database. Setelah itu menapilkan data pada
website menggunakan pemrograman php.
<script>
pemrograman php dilakukan proses waktu real time dan temperatur terbaca dari
panel surya kemudian nilai tersebut dapat ditampilkan pada web dengan mengakses
alamat yang sebelumya telah dikonfigurasi.
Menampilkan database kedalam web, hal pertama yang perlu dilakukan
adalah menentukan alamat server yang ingin dihubungkan kemudian memilih
database yang diinginkan lalu memilih tabel atau data yang telah diambil. Setelah
data dipilih kemudian memasukkan data tersebut kedalam tabel pada web yang
ditunjukkan pada Gambar 3.11.
14
Tegangan pada alat ukur standar (Volt)
12
10 y = 0,0009x - 0,0385
0
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000
-2
Bobot ADC
25
26
yang terbaca oleh alat ukur standar. Tabel kalibrasi sensor tegangan ditunjukkan
pada tabel 4.1, dengan nilai error rata-rata 3,83 %. Error kalibrasi yang didapatkan
disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor suhu lingkungan, noise pada
mikrokontroler atau sensor, dan sensitivitas sensor tegangan.
Error rata-rata yang dihasilkan sangat kecil yaitu 0,22 %. Jika nilai error
semakin kecil maka data pengukuran semakin akurat. Dari error rata-rata yang
didapat, menandakan kedekatan data sangat kuat antara intensitas cahaya yang
terbaca pada komputer (sistem yang dibuat) dengan intensitas cahaya pada alat ukur
standar.
Gambar 4.2 Monitoring arus, tegangan dan suhu panel surya serta intensitas
cahaya matahari
30
Perhitungan daya dan efesiensi panel surya menggunakan software microsoft excel
dengan parameter tegangan, arus, intensitas cahaya, dan luas panel surya, yang
kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik. Perhitungan daya dan efesiensi ini
dilakukan untuk melihat perbedaan antara kondisi panel yang normal (gambar 4.3),
rusak (glass cracking) (gambar 4.4), berpasir (gambar 4.5), dan tertutup daun
(gambar 4.6).
Pada gambar 4.3 memperlihatkan hasil monitoring daya keluaran panel
surya dengan kondisi normal. Daya maksimum dihasilkan sebesar 6,10 watt saat
kondisi terik matahari dan daya minimum 1,98 watt saat kondisi matahari tertutup
awan. Efesiensi maksimum panel surya kondisi normal saat terik matahari yaitu
9,68%.
6
Daya Keluaran (Watt)
0
11:02 11:09 11:16 11:24 11:31 11:38 11:45 11:52 12:00 12:07
Waktu (WIB)
Gambar 4.3 Grafik daya keluaran dan nilai efesiensi panel surya kondisi
normal
5
4,5
Daya keluaran (Watt) 4
3,5
3
2,5
2
1,5
1
0,5
0
09:50 10:04 10:19 10:33 10:48 11:02 11:16
Waktu (WIB)
Gambar 4.4 Grafik daya keluaran dan nilai efesiensi panel surya kondisi rusak
(glass cracking)
1,6
1,4
1,2
Daya keluaran (Watt)
0,8
0,6
0,4
0,2
0
09:07 09:14 09:21 09:28 09:36 09:43 09:50 09:57 10:04 10:12
Waktu (WIB)
Gambar 4.5 Grafik daya keluaran dan nilai efesiensi panel surya kondisi
Berpasir
32
1,8
1,6
1,4
Daya keluaran (Watt)
1,2
1
0,8
0,6
0,4
0,2
0
10:26 10:33 10:40 10:48 10:55 11:02 11:09 11:16 11:24 11:31 11:38
Waktu (WIB)
Gambar 4.6 Grafik daya keluaran dan nilai efesiensi panel surya kondisi
tertutup daun
Gambar 4.7 Kondisi panel surya (a) normal (b) rusak (glass cracking)
(b) berpasir (d) tertutup daun
Gambar 4.8 Citra hotspot panel surya (a) normal (b) rusak (glass cracking)
(c) berpasir (d) tertutup daun
4.7 Hasil Analisis Rasio Hot Spot Terhadap Efesiensi pada Panel Surya
Citra hot spot hasil monitoring masing-masing kondisi kemudian dilakukan
seleksi citra. Seleksi citra dilakukan untuk mendapatkan citra yang hanya berupa
objek panel surya yang dimonitoring. Sehingga proses ekstraksi ciri bentuk dan
RGB dapat dilakukan dengan efektif. Berikut citra hasil seleksi pada gambar 4.9
dibawab ini.
35
Gambar 4.9 Hasil seleksi citra hot spot panel surya (a) normal (b) rusak
(glass cracking) (c) berpasir (d) tertutup daun
Citra hot spot panel surya kemudian diolah dengan menggunakan aplikasi
Matlab untuk mengetahui ciri ekstraksi citra yang berupa luasan, keliling dan rasio
hot spot. Proses yang digunakkan untuk melakukan ekstraksi ciri citra RGB yaitu
konvolusi, k-means clustering dan operasi morfologi. Proses konvolusi digunakkan
untuk mendeteksi tepi atau memperoleh batas-batas citra hot spot.
Proses selanjutnya melakukan segmentasi citra dengan metode k-means
clustering tujuannya untuk memisahkan objek hot spot (foreground) dengan
background. Proses ini dilakukan dengan cara mengkonversi ruang warna citra
yang semula RGB menjadi ruang warna L*a*b. Selanjutnya komponen a dan b dari
citra L*a*b digunakan sebagai nilai masukan dalam algoritma k-means. Hasil
proses k-means clustering ditunjukkan pada gambar 4.3 berikut.
36
Gambar 4.10 Citra segmentasi K-Means clustering L*a*b colour panel surya
(a) normal (b) rusak (glass cracking) (c) berpasir (d) tertutup daun
Setelah kluster objek dapat dipisahkan maka diperoleh kluster objek citra
yang berupa hot spot. Kemudian dilanjutkan dengan proses operasi morfologi
dengan tujuan untuk filling holes agar menyempurnakan hasil segmentasi dan
bwareaopen untuk menghilangkan noise. Sehingga diperoleh hasil citra objek hot
spot yang ingin diukur luasan, keliling dan rasionya seperti ditunjukkan pada
gambar 4.4 berikut.
37
Gambar 4.11 Citra hot spot panel surya (a) normal (b) rusak (glass cracking)
(c) berpasir (d) tertutup daun
Setelah citra hot spot hasil segmentasi diperoleh dilajutkan dengan proses
perhitungan luasan dan rasio. Perhitungan luasan hotspot dihitung berdasarkan
jumlah pixel yang menyusun objek. Hasil perhitungan diperoleh data yaitu kondisi
panel surya normal terdapat sebaran hot spot sebesar 38,67 % dengan temperatur
50 oC dan efesiensi yang dihasilkan panel surya maksimal sebesar 9,68%. Pada
panel surya kondisi rusak (glass cracking) terdapat sebaran hot spot 48,80 %
dengan temperatur 51,2 oC dan efesiensi yang dihasilkan panel surya maksimal
sebesar 7,03 %. Pada panel surya kondisi berpasir terdapat sebaran hot spot sebesar
46,91 % dengan temperatur 54,7 oC dan efesiensi yang dihasilkan panel surya
maksimal sebesar 2,26 %. Pada panel surya kondisi tertutup daun terdapat sebaran
hot spot sebesar 62,31 % dengan temperatur 48,1 oC dan efesiensi yang dihasilkan
panel surya maksimal sebesar 2,42 %. Berikut data hasil analisis panel surya
kondisi normal pada tabel 4.5 , kondisi rusak (glass cracking) pada tabel 4.6,
kondisi berpasir pada tabel 4.7, dan kondisi tertutup daun pada tabel 4.8.
Tabel 4.5 Rasio hot spot dan efesiensi panel surya kondisis normal
Besaran terukur Nilai Satuan
Luas area total 90112 pixel
Luas objek hotspot 34853 pixel
Rasio hotspot 38,67 %
Suhu hotspot 50 Celcius
Efesiensi maksimum 9,68 %
Daya keluaran maksimum 6,10 Watt
38
Tabel 4.6 Rasio hot spot dan efesiensi panel surya kondisis glass cracking
Besaran terukur Nilai Satuan
Luas area total 75829 pixel
Luas objek hot spot 37066 pixel
Rasio hot spot 48,80 %
Suhu hot spot 51,2 Celcius
Efesiensi maksimum 7,03 %
Daya keluaran maksimum 4,42 Watt
Tabel 4.7 Rasio hot spot dan efesiensi panel surya kondisis berpasir
Besaran terukur Nilai Satuan
Luas area total 62944 pixel
Luas objek hot spot 29529 pixel
Rasio hot spot 46,91 %
Suhu hot spot 54,7 Celcius
Efesiensi maksimum 2,26 %
Daya keluaran maksimum 1,42 Watt
Tabel 4.8 Rasio hot spot dan efesiensi panel surya kondisis tertutup daun
Besaran terukur Nilai Satuan
Luas area total 60976 pixel
Luas objek hot spot 38000 pixel
Rasio hot spot 62,31 %
Suhu hot spot 48,1 Celcius
Efesiensi maksimum 2,42 %
Daya keluaran maksimum 1,52 Watt
BAB V
KESIMPULAN
5.3 Kesimpulan
Berdasarkan pengujian dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa :
1) Sistem monitoring gejala kerusakan panel surya berdasarkan sebaran titik
panas (hot spot) menggunakan raspberry pi, dan sensor termografi MLX90640
serta sistem monitoring efesiensi panel surya secara real time menggunakan
ESP8266, sensor intensitas cahaya BH1750, sensor arus INA219, dan sensor
tegangan telah berhasil dirancang bangun dan dapat bekerja dengan baik.
2) Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dengan sistem yang telah dirancang
dan dengan objek panel surya dengan kondisi normal, rusak (glass cracking),
berpasir dan tertutup daun didapatkan perubahan efesiensi panel surya serta
sifat dan rasio sebaran titik panas (hotspot) yang berbeda-beda yang
merepresentasikan masing-masing keadaan. Gejala kerusakan pada panel surya
yang disebabkan tempelan pasir dan glass cracking mengalami peningkatan
temperatur.
3) Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa dengan
mendeteksi sebaran titik panas (hotspot) dan peningkatan suhu dari suhu
normal yang telah ditentukan maka dapat diketahui pula kondisi panel surya
normal dan rusak (hal yang dapat menyebabkan panel surya rusak seperti glass
cracking dan berpasir).
5.4 Saran
Beberapa saran untuk mengatasi dan melengkapi kelemahan pada sistem
ini yaitu sebagai berikut :
39
40
41
42
Tiano, F. A., Rizzo, G., Marino, M., & Monetti, A. (2020). Evaluation of the
potential of solar photovoltaic panels installed on vehicle body including
temperature effect on efficiency. ETransportation, 5, 100067.
https://doi.org/10.1016/j.etran.2020.100067
Tira, H. S., Natsir, A., & Anwar, M. S. (2017). Studi Eksperimental pada
Emulator Surya Berdasarkan Intensitas Matahari Terhadap Unjuk Kerja Sel
Surya 10 Wp Tipe Polycristalline. Rotasi, 19(4), 237.
https://doi.org/10.14710/rotasi.19.4.237-242
Triki-Lahiani, A., Bennani-Ben Abdelghani, A., & Slama-Belkhodja, I. (2018).
Fault detection and monitoring systems for photovoltaic installations: A
review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 82(October 2017),
2680–2692. https://doi.org/10.1016/j.rser.2017.09.101
LAMPIRAN A
Data-Data Penelitian
Tabel A.1 Monitoring efesiensi panel surya kondisi normal
Nilai Lux Volt miliampere Celcius Daya Efesiensi
keluaran
Max 54612 16,26 444,10 50,53 6,10 9,68
Min 29465 13,17 147,70 29,74 1,98 5,66
Avrg 49061 13,68 322,30 43,86 4,42 7,61
Tabel A.2 Monitoring efesiensi panel surya kondisi rusak (glass cracking)
Nilai Lux Volt miliampere Celcius Daya Efesiensi
keluaran
Max 54612 13,79 324,3 55,26 4,43 7,03
Min 29173 13,00 28,70 29,81 0,38 0,61
Avrg 54427 13,58 273,84 49,48 3,72 5,92
43
LAMPIRAN B
Grafik Data Penelitian
30000
20000
10000
0
11:02 11:09 11:16 11:24 11:31 11:38 11:45 11:52 12:00 12:07
Waktu
Tegangan Keluaran
18
16
14
12
10
Volt
8
6
4
2
0
11:02 11:09 11:16 11:24 11:31 11:38 11:45 11:52 12:00 12:07
Waktu
Arus Keluaran
500
400
miliampere
300
200
100
0
11:02 11:16 11:31 11:45 12:00 12:14
Waktu
Gambar B.1 Intensitas matahari, tegangan, dan arus keluaran panel surya
kondisi normal
44
45
50000
40000
Lux
30000
20000
10000
0
09:50 10:04 10:19 10:33 10:48 11:02 11:16
Waktu
Tegangan Keluaran
13,9
13,8
13,7
13,6
13,5
Volt
13,4
13,3
13,2
13,1
13
12,9
09:50 10:04 10:19 10:33 10:48 11:02 11:16
Waktu
Arus Keluaran
350
300
250
miliampere
200
150
100
50
0
09:50 10:04 10:19 10:33 10:48 11:02 11:16
waktu
Gambar B.2 Intensitas matahari, tegangan, dan arus keluaran panel surya
kondisi rusak (glass cracking)
46
50000
40000
Lux
30000
20000
10000
0
09:07 09:14 09:21 09:28 09:36 09:43 09:50 09:57 10:04 10:12
Waktu
Tegangan Keluaran
13,35
13,3
13,25
13,2
13,15
volt
13,1
13,05
13
12,95
12,9
09:07 09:14 09:21 09:28 09:36 09:43 09:50 09:57 10:04 10:12
Waktu
Arus Keluaran
120
100
mili ampere
80
60
40
20
0
09:07 09:14 09:21 09:28 09:36 09:43 09:50 09:57 10:04 10:12
Waktu
Gambar B.3 Intensitas matahari, tegangan, dan arus keluaran panel surya
kondisi berpasir
47
50000
40000
Lux
30000
20000
10000
0
10:26 10:33 10:40 10:48 10:55 11:02 11:09 11:16 11:24 11:31 11:38
Waktu
Tegangan Keluaran
13,35
13,3
13,25
13,2
13,15
Volt
13,1
13,05
13
12,95
12,9
10:26 10:33 10:40 10:48 10:55 11:02 11:09 11:16 11:24 11:31 11:38
Waktu
Arus Keluaran
140
120
100
mili ampere
80
60
40
20
0
10:26 10:33 10:40 10:48 10:55 11:02 11:09 11:16 11:24 11:31 11:38
Waktu
Gambar B.3 Intensitas matahari, tegangan, dan arus keluaran panel surya
kondisi tertutup daun
LAMPIRAN C
Gambar Alat dan Bahan Sampel Penelitian
48
49