Anda di halaman 1dari 23

-5-

Lampiran
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum
Nomor 0097.A/Pr.00.02/K1/03/2021 Tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Strategis Bawaslu Provinsi Dan
Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024

P E D O M AN
PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS BAWASLU PROVINSI DAN BAWASLU
KABUPATEN/KOTA TAHUN 2020-2024

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan peraturan
pemerintah tentang tata cara penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Rencana Strategis
Kementerian/Lembaga, Rencana Kerja Pemerintah, Rencana Kerja
Kementerian/Lembaga, dan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan
Pembangunan. Rencana Strategis Kementerian/Lembaga yang selanjutnya
disebut Renstra K/L adalah dokumen perencanaan Kementerian/Lembaga yang
berfungsi sebagai petunjuk dalam melakukan perencanaan program atau
kegiatan untuk periode 5 (lima) tahun.
Rencana Strategis merupakan landasan penyelenggaraan Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Peraturan Presiden Nomor 29
Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)
pada Pasal 3 mengamanatkan bahwa penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Kementerian Negara/Lembaga
dilaksanakan oleh entitas Akuntabilitas Kinerja secara berjenjang dengan
tingkatan yaitu:
(1) Unit kerja yaitu Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota;
(2) entitas unit organisasi; dan
(3) entitas kementerian/Lembaga.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan
Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana
Strategis Kementerian/Lembaga Tahun 2020-2024 pada kaidah khusus
pelaksanaan bahwa bagi Kementerian/Lembaga yang ingin melakukan
penyusunan Rencana Strategis pada tingkat yang lebih rendah sesuai
-6-

ketentuan peraturan perundang-undangan maka ketentuan proses


penyusunannya dapat diatur lebih lanjut oleh masing-masing
Kementerian/Lembaga.
Dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Nomor 5 Tahun 2019 tersebut, disusun suatu pedoman yang memuat
sistematika dan substansi penyusunan Rencana Strategis pada Badan
Pengawas Pemilihan Umum. Rencana Strategis bertujuan untuk menjabarkan
amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Badan Pengawas
Pemilihan Umum dalam bentuk sasaran program yang bersifat hasil (outcome)
dan sasaran kegiatan yang bersifat keluaran (output). Hasilnya berupa
dokumen perencanaan pembangunan dalam rangka pengawasan pemilihan
umum yang lebih spesifik dan operasional, serta berisi rancangan program dan
kegiatan dengan kinerja yang terukur berdasarkan anggaran dalam jangka
menengah.
Sasaran masing-masing program dalam Rencana Strategis Badan
Pengawas Pemilihan Umum Provinsi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota harus bersinergi dengan sasaran strategis dan tujuan dalam
Rencana Strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum. Selanjutnya sasaran
keluaran dari masing-masing kegiatan pokok harus bersinergi dengan sasaran
hasil dari program induknya dalam rangka mendukung implementasi terhadap
fokus prioritas atau kegiatan prioritas pada Kementerian/Lembaga selaras
dengan Prioritas Nasional.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Sebagai acuan/pedoman bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi
dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dalam menyusun
dokumen Rencana Strategis tahun 2020-2024 yang menjadi landasan dan
acuan dalam menetapkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan
dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang Badan Pengawas
Pemilihan Umum Provinsi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota agar dapat berjalan efektif dan efisien.
2. Tujuan
a. Untuk menyeragamkan mempermudah, menyeragamkan dan sebagai
landasan untuk memperoleh kepastian hukum bagi Badan Pengawas
Pemilihan Umum Provinsi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Strategis tahun 2020-2024;
-7-

b. Untuk memastikan keselarasan sasaran kegiatan Badan Pengawas


Pemilihan Umum Provinsi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota sesuai dengan Program dan Kegiatan Badan Pengawas
Pemilihan Umum dalam mewujudkan Visi Badan Pengawas Pemilihan
Umum menjadi Lembaga Pengawas Pemilu Tepercaya.

C. Sasaran
Sasaran Pedoman penyusunan Rencana Strategis di Badan Pengawas
Pemilihan Umum Provinsi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari pedoman ini meliputi penjelasan tentang:

1. Tata Cara Penyusunan Rencana Strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum


Provinsi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;
2. Perubahan Rencana Strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi dan
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

E. Pengertian Umum

Beberapa definisi dan pengertian yang ada dalam Pedoman Penyusunan


Rencana Strategis dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024
yang selanjutnya disebut RPJMN adalah dokumen perencanaan
pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahunan keempat (RPJMN IV)
dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) untuk
periode 20 (dua puluh) tahun, yakni tahun 2020 sampai dengan tahun 2024.
2. Rencana Strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia
Tahun 2020-2024, yang selanjutnya disingkat Renstra Bawaslu Tahun 2020-
2024, adalah dokumen perencanaan Bawaslu untuk periode 5 (lima) tahun,
yakni tahun 2020 sampai dengan tahun 2024, yang merupakan penjabaran
dari RPJMN Tahun 2020-2024.
3. Rencana Strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Tahun
2020-2024, yang selanjutnya disingkat Renstra Bawaslu Provinsi Tahun
2020-2024, adalah dokumen perencanaan Bawaslu untuk periode 5 (lima)
tahun, yakni tahun 2020 sampai dengan tahun 2024, yang merupakan
penjabaran dari Renstra Bawaslu Republik Indonesia Tahun 2020-2024.
-8-

4. Bawaslu Provinsi dipimpin oleh kepala sekretariat Bawaslu Provinsi yang


secara administrasi bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal Bawaslu
dan secara fungsional bertanggung jawab kepada ketua Bawaslu Provinsi.
5. Bawaslu Kabupaten/Kota dipimpin oleh kepala sekretariat Bawaslu
Kabupaten/Kota yang secara administratif bertanggung jawab kepada
Sekretaris Jenderal Bawaslu dan secara fungsional bertanggung jawab
kepada ketua Bawaslu Kabupaten/Kota.
6. Rencana Strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi dan Badan
Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024, yang
selanjutnya disingkat Renstra Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024, adalah dokumen perencanaan pada
Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk periode 5 (lima)
tahun, yakni tahun 2020 sampai dengan tahun 2024, yang merupakan
penjabaran dari Rencana Strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum
(Bawaslu) Tahun 2020-2024.
7. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir
periode perencanaan.
8. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan
dilaksanakan untuk mewujudkan Visi.
9. Tujuan adalah penjabaran Visi Badan Pengawas Pemilihan Umum yang
dilengkapi dengan sasaran program/kegiatan yang hendak dicapai dalam
rangka mencapai sasaran strategis Badan Pengawas Pemilihan Umum.
10. Strategi adalah langkah-langkah yang berisikan program dan kegiatan
indikatif untuk mewujudkan tujuan dan sasaran.
11. Program adalah penjabaran kebijakan Kementerian/Lembaga dibidang
tertentu yang dilaksanakan dalam bentuk upaya berisi satu atau
dilaksanakan dalam bentuk upaya yang berisi satu atau beberapa kegiatan
dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil
yang terukur sesuai dengan misinya yang dilaksanakan instansi atau
masyarakat dalam koordinasi Kementerian/Lembaga yang bersangkutan.
12. Kegiatan adalah nomenklatur yang menggambarkan aktivitas yang
dilakukan oleh Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota
Kementerian/Lembaga yang bersangkutan untuk menunjang Program yang
ditentukan.
13. Sasaran Strategis adalah kondisi yang akan dicapai secara nyata oleh
Badan Pengawas Pemilihan Umum yang mencerminkan pengaruh yang
ditimbulkan oleh adanya hasil satu atau beberapa program.
-9-

14. Indikator Kinerja Sasaran Strategis yang selanjutnya disebut IKSS adalah
alat ukur yang mengindikasikan keberhasilan pencapaian Sasaran Strategis
Kementerian/Lembaga.
15. Sasaran Program adalah hasil yang akan dicapai dari suatu program dalam
rangka pencapaian sasaran strategis Bawaslu yang mencerminkan
berfungsinya keluaran.
16. Indikator Kinerja Sasaran Program yang selanjutnya disebut IKSP adalah
alat ukur yang mengindikasikan keberhasilan pencapaian hasil (outcome)
dari suatu program.
17. Sasaran Kegiatan adalah keluaran yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang
dilaksanakan untuk pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan.
18. Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan yang selanjutnya disebut IKSK adalah
alat ukur yang mengindikasikan keberhasilan pencapaian keluaran (output)
dari suatu kegiatan.
19. Target adalah hasil dan unit hasil yang direncanakan akan dicapai dari
setiap indikator kinerja sasaran program dan indikator kinerja sasaran
kegiatan.
20. Klasifikasi Rincian Output yang selanjutnya disebut dengan KRO adalah
kumpulan atas keluaran (output) Kementerian/Lembaga (Rincian Output-
RO) yang disusun dengan mengelompokkan atau menklasifikasikan muatan
keluaran (output) yang sejenis/serumpun berdasarkan sektor/bidang/jenis
tertentu secara sistematis.
21. Rician Output yang selanjutnya disebut dengan RO adalah Keluaran
(output) riil yang sangat spesifik yang dihasilkan oleh unit kerja
Kementerian/Lembaga yang berfokus pada isu dan/atau lokasi tertentu serta
berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi unit kerja tersebut dalam
mendukung pencapaian sasaran kegiatan yang telah ditetapkan.
22. Komponen Input adalah aktivitas berupa tahapan atau bagian yang
dilakukan dalam rangka pencapaian menunjang pencapaian keluaran
(output) kegiatan.
23. Kerangka Regulasi adalah perencanaan pembentukan regulasi dalam
rangka memfasilitasi, mendorong dan mengatur perilaku masyarakat dan
penyelenggara Negara dalam mencapai tujuan dan sasaran.
24. Kerangka Kelembagaan adalah perangkat Bawaslu Provinsi/Bawaslu
Kabupaten/Kota terkait struktur organisasi, ketatalaksanaan, dan
pengelolaan aparatur sipil negara yang digunakan untuk mencapai tujuan
dan sasaran.
- 10 -

25. Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau
dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang
signifikan bagi entitas (daerah/masyarakat) di masa datang.

BAB II
MEKANISME PENYUSUNAN RENSTRA BAWASLU PROVINSI DAN BAWASLU
KABUPATEN/KOTA TAHUN 2020-2024

A. Penyusunan Rencana Strategis


Sejalan dengan dinamika perubahan serta dalam perkembangannya,
Rencana Strategis dilakukan dengan metode anggaran berbasis kinerja dimana
dalam renstra dilakukan tahapan penetapan kinerja, pengukuran kinerja dan
pada akhirnya dilakukan evaluasi kinerja. Renstra Bawaslu disusun berjenjang
dari tingkat Pusat, tingkat Provinsi hingga tingkat Kabupaten/Kota dimana target
kinerja dan pencapaian kinerjanya selaras pada setiap jenjang.
Tujuan disusunnya Renstra adalah:
1. Menjabarkan amanat rencana pembangunan jangka menengah Badan
Pengawas Pemilihan Umum dalam bentuk sasaran program yang bersifat
hasil (outcome) dan sasaran kegiatan yang bersifat keluaran (Output) yang
berupa dokumen perencanaan pembangunan dalam rangka pengawasan
pemilihan umum yang lebih spesifik dan operasional, serta berisi rancangan
kegiatan dengan kinerja yang terukur berdasarkan anggaran dalam jangka
menengah;
2. Sebagai instrumen yang dapat digunakan oleh pimpinan unit kerja untuk
mengarahkan personil dan mengalokasikan sumberdaya (SDM dan sarana
prasarana) secara optimal untuk mencapai tujuan unit kerja;
3. Sebagai instrumen pengukuran pencapaian kinerja dalam menilai dan
mengevalusi kinerja unit kerja;
4. Menjamin tersedia rencana program berbasis kinerja yang terukur.

B. Tahapan Penyusunan Renstra


Penyusunan Renstra Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun
2020-2024 mengacu pada Renstra Bawaslu dan memperhatikan hasil
pencapaian kinerja pada pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2015-2019
sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Berikut ini tahapan-tahapan
dalam penyusunan Renstra:
- 11 -

a) Penyusunan Rancangan Renstra oleh Sekretariat Bawaslu Provinsi dan


Bawaslu Kabupaten/Kota
1. Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota berkewajiban
menyiapkan Rancangan Renstra Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024 sesuai dengan tugas, fungsi dan
kewenangannya yang selaras dan mengacu pada Rencana Strategis
Bawaslu Tahun 2020-2024;
2. Rancangan Renstra tersebut disampaikan kepada Sekretariat Jenderal
Bawaslu c.q. Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi untuk selanjutnya
dilakukan penelaahan oleh Biro Perencanaan dan Organisasi bersama
Inspektorat Utama.

b) Penelaahan Rancangan Renstra oleh Sekretariat Bawaslu Provinsi dan


Bawaslu Kabupaten/Kota
1. Biro Perencanaan dan Organisasi bersama Inspektorat Utama Bawaslu
melakukan penelaahan Rancangan Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi
dan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024 dengan berpedoman
pada dokumen Renstra Bawaslu Tahun 2020-2024 ;
2. Penelaahan dilakukan untuk memastikan:
 Kesesuaian antara Program/Kegiatan beserta Sasaran pada
Rancangan Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024 dengan Sasaran
Program/Kegiatan dalam Renstra Bawaslu Tahun 2020-2024.
 Strategi Pencapaian Sasaran Program/Kegiatan dalam Rancangan
Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota
dalam mendukung pencapaian Strategi Bawaslu dalam Renstra
Bawaslu Tahun 2020-2024.
 Muatan Rancangan Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi dan
Bawaslu Kabupaten/Kota sesuai dengan pembagian tugas, fungsi,
dan kewenangannya yang telah diatur dalam Peraturan Bawaslu
Nomor 7 Tahun 2019 tentang SOTK Bawaslu.
 Kesesuaian data target kinerja dan pendanaan pada Rancangan
Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota
dengan Renstra Bawaslu Tahun 2020-2024.
3. Penyampaian Berita Acara hasil penelaahan Rancangan Renstra
Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2020-
2024 dengan Renstra Bawaslu Tahun 2020-2024;
- 12 -

4. Perbaikan Rancangan Renstra oleh Sekretariat Bawaslu Provinsi dan


Bawaslu Kabupaten/Kota sesuai dengan catatan Berita Acara hasil
penelaahan.

c) Penetapan Renstra oleh Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu


Kabupaten/Kota
1. Rancangan Renstra telah diperbaiki selanjutnya dapat disahkan dan
ditetapkan menjadi Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024;
2. Penetapan Rencana Strategis Sekretariat Bawaslu Provinsi Tahun 2020-
2024 disahkan dan ditetapkan melalui Keputusan Ketua Bawaslu
Provinsi, sedangkan Rencana Strategis Sekretariat Bawaslu
Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024 disahkan dan ditetapkan melalui
Keputusan Ketua Bawaslu Provinsi.
3. Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota yang
telah ditetapkan disampaikan kepada Sekretariat Jenderal Bawaslu
melalui Biro Perencanaan dan Organisasi paling lambat 1 (satu) bulan
setelah ditetapkan.

d) Perubahan Rencana Strategis Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu


Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024 dapat dilakukan dengan ketentuan
sebagai berikut:
1. Terdapat perintah dari Bawaslu yang mengamanatkan perubahan
Rencana Strategis Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024;
2. Terdapat perubahan struktur organisasi atau tugas/fungsi Bawaslu
Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota yang ditetapkan melalui Peraturan
Bawaslu.
3. Terdapat perubahan kondisi lingkungan yang secara signifikan
mempengaruhi pencapaian kinerja dan strategi Sekretariat Bawaslu
Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota sampai dengan akhir periode
Renstra.
4. Perubahan atau Perbaikan isi baik sebagian maupun keseluruhan pada
Renstra Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota
Tahun 2020-2024 adalah dengan pertimbangan dan persetujuan
Sekretaris Jenderal Bawaslu c.q. Biro Perencanaan dan Organisasi.
- 13 -

BAB III
SISTEMATIKA PENULISAN, URAIAN ISI RENCANA STRATEGIS DAN
PENETAPAN RENSTRA BAWASLU PROVINSI DAN RENSTRA BAWASLU
KABUPATEN/KOTA

Sistematika penulisan dan uraian isi yang tertuang dalam pedoman ini adalah
substansi minimal yang harus disajikan di dalam Rencana Strategis Sekretariat
Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024.

A. Sistematika Penulisan Rencana Strategis


Sistematika penulisan Renstra Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota secara garis besar terdiri dari atas beberapa bab dan lampiran.
Penyusunan dokumen rencana strategis untuk Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)
mengikuti sistematika dibawah ini:
1. Renstra Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi terdiri dari 4
(empat) bab dan lampiran;
2. Renstra Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten/Kota
terdiri dari 4 (empat) bab dan lampiran.

Sistematika umum dalam penulisan Rencana Strategis Bawaslu


Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota pada Badan Pengawas Pemilihan Umum
(Bawaslu) secara detail sebagai berikut:

1. Sistematika Renstra Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum


(Bawaslu) Provinsi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Kondisi Umum
1.1.1.Analisis Data Kepegawaian Bawaslu Provinsi …
1.1.2.Analisis Data Sarana dan Prasarana Bawaslu Provinsi …
1.1.3.Evaluasi Keberhasilan Kinerja pada Renstra Bawaslu Provinsi …
Peridoe Sebelumnya
1.1.4.Analisis Data Penyelenggaraan Pengawas Pemilu/Pemilihan oleh
Bawaslu Provinsi …
1.2 Potensi dan Permasalahan Bawaslu Provinsi …
1.2.1.Potensi
1.2.2.Permasalahan
- 14 -

BAB II VISI, MISI, TUJUAN STRATEGIS DAN SASARAN STRATEGIS


2.1 Visi
2.2 Misi
2.3 Tujuan Strategis
2.4 Sasaran Strategis

BAB III TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN


3.1 Target Kinerja
3.2 Kerangka Pendanaan

BAB IV PENUTUP
LAMPIRAN
Lampiran: Matriks Kinerja dan Pendanaan

2. Sistematika Renstra Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum


(Bawaslu) Kabupaten/Kota

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Kondisi Umum
1.1.1 Analisis Data Kepegawaian Bawaslu Kabupaten/Kota …
1.1.2 Analisis Data Sarana dan Prasarana Bawaslu Kabupaten/Kota …
1.1.3 Evaluasi Keberhasilan Kinerja pada Renstra Bawaslu
Kabupaten/Kota … Peridoe Sebelumnya
1.1.4 Analisis Data Penyelenggaraan Pengawas Pemilu/Pemilihan oleh
Bawaslu Kabupaten/Kota …
1.2 Potensi dan Permasalahan Bawaslu Kabupaten/Kota …
1.2.1 Potensi
1.2.2 Permasalahan

BAB II VISI, MISI, TUJUAN STRATEGIS DAN SASARAN STRATEGIS


2.1 Visi
2.2 Misi
2.3 Tujuan Strategis
2.4 Sasaran Strategis

BAB III TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN


3.1 Target Kinerja
3.2 Kerangka Pendanaan

BAB IV PENUTUP
LAMPIRAN
Lampiran: Matriks Kinerja dan Pendanaan
- 15 -

B. Uraian Isi Rencana Strategis


Secara garis besar Rencana Strategis Sekretariat Bawaslu Provinsi dan
Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2020-2024 terdiri dari 4 bab dengan penjelasan
sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Kondisi Umum, menguraikan hal sebagai berikut:
a) Dasar hokum pembentukan satuan kerja Bawaslu Provinsi/Bawaslu
Kabupaten/Kota;
b) Kerangka Struktur organisasi, tugas pokok, fungsi dan wewenang
Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota
c) Isu strategis dalam mewujudkan konsolidasi demokrasi sesuai RPJMN
(7 agenda pembangunan);
d) Implementasi Proyek Prioritas RPJMN pada Bawaslu Provinsi/Bawaslu
Kabupaten/Kota.
1.1.1 Analisis Data Kepegawaian Bawaslu Provinsi/Bawaslu
Kabupaten/Kota
a) Data dan analisis kondisi awal pegawai existing serta kebutuhan
pegawai berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK). Dapat disertai
dengan analisis GAP;
b) Data dan analisis pegawai berdasarkan jenjang pendidikan (data
termutakhir Maret 2021);
c) Data dan analisis pegawai menurut Gender/Jenis Kelamin (data
termutakhir Maret 2021);
d) Data dan analisis sebaran Pegawai Jabatan Fungsional umum
(JFU) dan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) (data termutakhir
Maret 2021).
1.1.2 Analisis Data Sarana dan Prasarana Bawaslu Provinsi/Bawaslu
Kabupaten/Kota
a) Status kepemilikan gedung;
b) Status kepemilikan kendaraan operasional;
c) Kondisi ketersediaan ruang kerja dan ruang rapat;
d) Data kondisi BMN/Ketersediaan prasarana kantor.
1.1.3 Evaluasi Keberhasilan Kinerja Renstra Bawaslu Provinsi dan
Bawaslu Kabupaten/Kota, menganalisis tentang pencapaian target
kinerja yang belum dan sudah tercapai pada Renstra Bawaslu
Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota periode sebelumnya.
1.1.4 Analisis Data Penyelenggaraan Pengawas Pemilu/Pemilihan oleh
Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota, meliputi data
- 16 -

pengawas Pemilu tahun 2019 dan pemilihan periode 5 tahun


terakhir.
1.2 Potensi dan Permasalahan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu
Kabupaten/Kota dengan Analisis Deskriptif Strengths, Weaknesses,
Opportunities, dan Threats (SWOT).
1.2.1 Potensi, menguraikan tentang analisis potensi dan peluang dalam
mencapai keberhasilan pencapaian target kinerja. Potensi dapat
berupa uraian keberhasilan pengawasan yang dilakukan dalam
rangka penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan.
1.2.2 Permasalahan, menguraikan tentang analisis permasalahan,
kelemahan, dan tantangan dalam mencapai keberhasilan
pencapaian target kinerja. Permasalahan dapat berupa isu
internal (Misalnya: kapasitas dan kapabilitas SDM, proses binis
organisasi, dll) dan isu eksternal (Misalnya: letak geografis dan
kepadatan penduduk yang dapat memperburuk isu politik) yang
masih menjadi hambatan atau memiliki potensi untuk menjadi
masalah di masa mendatang.

BAB II VISI, MISI, TUJUAN STRATEGIS DAN SASARAN STRATEGIS


2.1 Visi
2.2 Misi
2.3 Tujuan Strategis
2.4 Sasaran Strategis

Bab II sebagaimana tersebut diatas mengikuti konten pada Bab II dan Bab
III Renstra Bawaslu.

BAB III TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN


3.1 Target Kinerja, dalam mengisi target kinerja mengacu pada cascading
kinerja Renstra Bawaslu tahun 2020-2024.
3.2 Kerangka Pendanaan, menjelaskan kebutuhan estimasi pendanaan
selama 5 tahun.

BAB IV PENUTUP
Menjelaskan simpulan secara singkat mengenai dokumen Renstra Bawaslu
Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota yang telah disusun dan arahan dari
Kepala Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan
perencanaan strategis, sehingga hasil pencapaiannya dapat diukur dan
digunakan.
LAMPIRAN
Lampiran: Matriks Kinerja dan Pendanaan
17

Tabel 4.1
Target Kinerja Sasaran Strategis Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota ... Tahun 2020

Target
Sasaran PIC
Indikator Sasaran Strategis 2020
Strategis
Persentase penyelesaian dokumen perencanaan dan
1. Meningkatnya kualitas 1.1 100%
Anggaran
perencanaan program dan
anggaran, SDM, keuangan, 1.2 Opini BPK WTP
sarana prasarana untuk Persentase pengadaan sarana dan prasarana sesuai
1.3 80%
mendukung tugas pencegahan, Kebutuhan
penindakan dan penyelesaian
sengketa pilkada 1.4 Persentase pengembangan kapasitas SDM pengawas dan sekretariat 100%

Persentase peningkatan jumlah keterlibatan stakeholder dalam


2. Meningkatnya kualitas 2.1 5%
pengawasan Pemilu
pencegahan pelanggaran
Pemilu, penindakan 2.2 Menurunnya jumlah pelanggaran pemilu 10%
pelanggaran Pemilu, dan Persentase peningkatan jumlah rekomendasi pelanggaran
2.3 5%
penyelesaian sengketa Pemilu pemilu yang ditindaklanjuti
Persentase jumlah layanan laporan dan temuan
2.4 100%
pelanggaran yang ditangani sesuai ketentuan
2.5 Persentase penyelesaian sengketa yang dilayani dengan baik 90%

2.6 Persentase tindaklanjut penyelesaian sengketa 100%


18

Tabel 4.2

Target Kinerja Sasaran Kegiatan Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota ... Tahun 2020

Target
Program/Kegiatan Sasaran Kegiatan (SKeg)/Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) PIC
2020
Program: Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu
Kegiatan: SKeg: Meningkatnya kualitas pengawasan penyelenggaraan Pemilu/Pilkada di Bawaslu Provinsi, Bawaslu
Bawaslu Kabupaten/Kota, dan Lembaga Pengawas Pemilu Ad-hoc Provinsi,
Teknis Penyelenggaraan
IKK Persentase penyelesaian pelayanan administrasi dan tugas teknis lainnya 100% Kabupaten/K
Pengawasan Pemilu/Pilkada
1 Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota ota, dan
oleh Bawaslu Provinsi dan
IKK Persentase Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu/Pilkada oleh Bawaslu 100% Lembaga
Bawaslu Kabupaten/Kota serta
2 Provinsi dan Kabupaten/Kota Pengawas
Lembaga Pengawas Pemilu
IKK Persentase teknis pengawasan atas penyelenggaraan Pemilu/Pilkada oleh 100% Pemilu
Ad-hoc
3 Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota yang disesuaikan dengan regulasi Ad-hoc
Persentase Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu/Pilkada serta Pengelolaan 100%
IKK
Dukungan Administratif dan Operasional Panwaslu Kecamatan, Pengawas
4
Desa/Kelurahan, Pengawas TPS dan Pengawas Luar Negeri
IKK Persentase pengembangan pusat pendidikan dan pelatihan pengawasan 100%
5 Pemilu/Pilkada
19

Tabel 4.3
Target Kinerja Sasaran Strategis Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota ...
Tahun 2021-2024
Target
Sasaran Strategis Indikator Sasaran Strategis Satuan
2021 2022 2023 2024

1. Meningkatnya ketepatan dan kesesuaian kegiatan Indeks Demokrasi Indonesia 82 82,5 83 83,5 Nilai
pencegahan dan pengawasan pemilu, serta peran (Variabel Kebebasan)
serta masyarakat dalam pengawasan pemilu
partisipatif
2. Meningkatnya kualitas penindakan pelanggaran Indeks Demokrasi Indonesia 75,3 75,35 75,4 75,45 Nilai
pemilu dan penyelesaian sengketa proses pemilu (Variabel Kapasitas Lembaga
Demokrasi)

3. Terwujudnya Kajian dan Produk Hukum serta 3.1 Indeks Kepatuhan dalam Sedang Sedang Tinggi Tinggi Predikat
Layanan Bantuan Hukum yang Berkualitas Penyusunan Produk Hukum
3.2 Kualifikasi keterbukaan Informatif Informatif Informatif Informatif Predikat
informasi publik
4. Terbangunnya sistem teknologi informasi yang Indeks Sistem Pemerintahan 1,9 2,2 2,6 2,7 Skala
terintegrasi, efektif, transparan, dan aksesibel Berbasis Elektronik (SPBE) (Cukup) (Cukup) (Cukup) (1-5)
(Baik)

5. Meningkatnya Kualitas SDM dan Tata Kelola Nilai Evaluasi Reformasi Birokrasi 65 70 75 82 Nilai
Organisasi yang Professional dan Sesuai dengan
Prinsip Tata Pemerintahan yang Baik, Bersih dan
Modern
Tabel 4.4
Target Kinerja Sasaran Kegiatan Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota ...
Tahun 2021-2024
Program : Penyelenggaraan Pemilu dalam Proses Konsolidasi Demokrasi
Sasaran Program : Mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu dengan Asas Langsung, Umum, Bebas, Jujur, dan Adil
Indikator Kinerja Program : Indeks Demokrasi Indonesia (Indikator 5: Terbebas dari hambatan/gangguan dalam penggunaan hak pilih dalam pemilu

Target
Kegiatan Sasaran Kegiatan (SKeg)/Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Satuan
2021 2022 2023 2024

Kegiatan: SKeg: Meningkatnya kualitas pengawasan penyelenggaraan Pemilu/Pilkada di Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota,
dan Lembaga Pengawas Pemilu Ad-hoc
Teknis penyelenggaraan
pengawasan Pemilu/ Persentase Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu/Pilkada serta Pengelolaan - 100 100 100 %
IKK
Pilkada oleh Bawaslu Dukungan Administratif dan Operasional Panwaslu Kecamatan, Pengawas
1
Provinsi dan Bawaslu Kelurahan/Desa, Pengawas TPS dan Pengawas Luar Negeri
Kabupaten/Kota serta
Jumlah daerah yang melaksanakan kegiatan Teknis Pengawasan atas - 548 548 548 Daerah
Lembaga Pengawas Pemilu IKK
Penyelenggaraan Pemilu/Pilkada oleh Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota
ad-hoc 2
yang disesuaikan dengan regulasi

IKK Jumlah daerah yang mengembangkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan 34 34 34 34 Daerah
3 Pengawasan Pemilu Partisipatif hasil piloting

IKK Persentase Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu/Pilkada oleh Bawaslu 100 100 100 100 %
4 Provinsi, Kabupaten/Kota
21

Lanjutan..

Program : Dukungan Manajemen


Sasaran Program : Terwujudnya Tata Kelola Bawaslu yang Bersih, Efisien, dan Efektif
Indikator Kinerja Program : Nilai Implementasi Reformasi Birokrasi (Area Penataan Lembaga dan Penguatan Organisasi, Area Penataan Tata Laksana, Area
Manajemen Perubahan, Area Akuntabilitas Kinerja, Area Penataan Sumber Daya Manusia)

Target
Kegiatan Sasaran Kegiatan (SKeg)/Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Satuan
2021 2022 2023 2024
Kegiatan: SKeg: Meningkatnya kualitas pengawasan penyelenggaraan Pemilu/Pilkada di Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota,
Teknis penyelenggaraan dan Lembaga Pengawas Pemilu Ad-hoc
pengawasan Pemilu/ IKK Persentase penyelesaian pelayanan administrasi dan tugas teknis lainnya 100 100 100 100 %
Pilkada oleh Bawaslu 1 Bawaslu Provinsi, Kabupaten/Kota
Provinsi dan Bawaslu IKK Persentase penyelesaian pelayanan dukungan operasional kerja Bawaslu 100 100 100 100 %
Kabupaten/Kota serta 2 Provinsi, Kabupaten/Kota (pembayaran gaji, operasional dan pemeliharaan
Lembaga Pengawas Pemilu perkantoran, serta langganan daya dan Jasa) yang tepat waktu
ad-hoc IKK Persentase pengadaan sarana dan prasarana Bawaslu Provinsi, Bawaslu 100 100 100 100 %
3 Kabupaten/Kota sesuai kebutuhan
Tabel 4.5
Matriks Pendanaan Rencana Strategis Bawaslu Provinsi dan/atau Bawaslu Kabupaten/Kota…
Tahun 2020-2024
23

BAB IV
PENUTUP

Rencana Strategis (Renstra) Bawaslu Provinsi/Bawaslu Kabupaten/Kota disusun


sebagai dokumen perencanaan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Dokumen
tersebut harus disusun sesuai ketentuan dan didukung data yang akurat. Dalam
penyusunannya diperlukan penyamaan pemahaman dan persepsi sehingga
diperlukan pedoman.
Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Bawaslu Provinsi/Bawaslu
Kabupaten/Kota Pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 2020-2024 agar dijadikan
panduan bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota dalam menyusun
Rencana Strategis Tahun 2020-2024. Pedoman disusun sesuai perkembangan dan
kondisi dengan mempertimbangkan tugas dan fungsi masing-masing Bawaslu
Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota.

Kepada semua pihak, untuk mempedomani dan melaksanakan


p e d o m a n i n i dan bertanggungjawab penuh atas penyusunan Renstra Bawaslu
Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota periode 2020-2024