EMBRIOLOGI SALURAN PENCERNAAN
3 lapisan embrio awal mula seluruh sistem di tubuh manusia yaitu :
1. Ektoderm, cikal bakal saraf dan kulit.
2. Mesoderm, dibagi menjadi 3 bagian :
a. Paraxial, cikal bakal somit dan otot.
b. Inermediet, cikal bakal gonad dan ginjal
c. Lateral plate mesoderm
c.a. parietal/somatic mesoderm
c.b. splanchnic mesoderm
3. Endoderm, cikal bakal saluran digestivus dan yolk sac.
Sekitar minggu ketiga atau hari ke 22, mudigah mengalami pelipatan ke arah sefalokaudal dan
lateral. Lipatan ini akan membentuk yolk sac, yang akan menjadi cikal bakal dari usus primitive.
Usus primitive akan berkembang menjadi :
1. Foregut
2. Midgut
3. Hindgut
Usus pharyngeal
Pada pembahasannya ada bagian yang disebut dengan usus pharyngeal yang penting dalam
pembentukan kepala dan leher. Pada minggu ke4 terbentuk lengkung pharynx dan kantong
pharynx. Arcus ke-1 akan membentuk tonjolan-tonjolan cikal bakal dari wajah. Tonjolan-
tonjolan tersebut antara lain processus nasal medial lateral yang akan membentuk hidung,
serta hidung medial akan menyusun palatum primer dan proc. Maxillaris yang akan menyusun
palatum sekunder. Tonjolan maxillaris juga membentuk philtrum bibir atas, unsur rahang atas
( mengandung 4 gigi seri ).
Foregut
Esophagus
Sekitar minggu ke-4, terbentuk diverticulum respiratorium ( tunas paru ) di dinding ventral usus
depan. Pada perkembangannya, diverticulum ini akan terpisah dari usus depan sehingga
membentuk primordium respiratorik dan esophagus.
Lambung
Lambung berkembang dari pelebaran usus depan pada minggu ke-4. Perkembangan
selanjutnya, lambung akan mengalamai perubahan posisi dikarenakan perbedaan kecepatan
pertumbuhan pada bagian dindingnya dengan organ sekitar.
Lambung berotasi 90 derajat searah jarum jam mengelilingi sumbu longitudinal, yang
menyebabkan sisi kiri menjadi anterior dan sisi kanan menjadi posterior. Selama perputaran ini,
dinding posterior lambung semula tumbuh lebih cepat dari anterior, sehingga terbentuk
kurvatura major dan minor pada lambung.
Lambung juga berputar pada sumbu anteroposterior, sehingga bagian pylorus/kaudal bergerak
ke kanan atas dan kardia/sefalik ke kiri bawah.
Rotasi mengelilingi sumbu longitudinal menarik mesogastrium dorsal ke arah kiri, menciptakan
suatu ruang di belakang lambung yang disebut bursa omentalis (kantong peritoneum minor)
Rotasi ini juga menarik mesogastrium ventral ke kanan.
Sewaktu proses ini berlanjut pada minggu kelima perkembangan, muncul primordium limpa
sebagai suatu proliferasi mesoderm di antara dua lembaran mesogastrium dorsal. Dengan
berlanjutnya perputaran lambung, mesogastrium dorsal memaniang, dan bagian antara limpa
dan garis tengah dorsal berayun ke kiri dan menyatu dengan peritoneum dinding abdomen
posterior.
Duodenum
Bagian akhir dari foregut dan awal dari midgut, akan membentuk duodenum. Taut kedua
bagian ini tepat berada di distal tunas hati. Ketika lambung berputar, duodenum membentuk
lengkung C dan berputar ke arah kanan. Perputaran ini juga diikuti oleh caput pancreas,
sehingga pada akhirnya duodenum dan caput pancreas berada di posisi retroperitoneum.
Hati dan Kandung Empedu
Primordium hati muncul pada pertengahan minggu ketiga, sebagai tonjolan epitel endodermis
di ujung distal usus depan. Tunas hati, tumbuh dengan proliferasi yang cepat dan menembus
seprtum tansversum ( lempeng mesoderm ). Hubungan antara diverticulum hati dengan
duodenum menyempit, membentuk kandung empedu.
Pancreas
Pancreas dibentuk oleh dua tunas, dorsal dan ventral yang berasal dari endoderm yang melapisi
duodenum. Saat duodenum berputar membentuk C, pancreas ventralis bergerak kea rah dorsal
hingga tepat dibawah pancreas dorsalis. Kemudian, parenkim pancreas dan ductus pancreaticus
ventralis dan dorsalin menyatu. Pancreas ventralis membentuk pross. Unsinatus dan inferior
kaput pancreas, sedangkan pancreas dorsalis membentuk pancreas utama dan kelenjar lainnya.
Pada bulan ketiga janin, terbentuk pulau Langerhans dari jaringan parenkim pancreas. Dan
sekresi insulin dimulai sekitar ulan kelima.
Midgut
Pada mudigah minggu ke-5, usus tengah/ midgut tergantung pada dinding abdomen dorsal oleh
sebuah mesenterium pendek dan herhubungan dengan yolk sac melalui duktus vitelinus/yolk
stalk. Bagian sefalika dari lengkung akan berkembang menjadi bagian distal duodenum,
jejunum, dan sebagian ileum. Bagian kaudal akan menjadi bagian bawah ileum, saekum,
appendix, kolon ascendens dan 2/3 proksimal kolon transversum.
Fisologi herniasi
Perkembangan usus primer ditandai oleh pemanjangan usus yang pesat, terutama di bagian
sefalik. Akibat pertumbuuhan yang pesat dan ekspansi hati, rongga abdomen untuk sementara
terlalu kecil untuk menampung lengkung usus, sehingga lengkung tersebut masuk ke rongga
ekstraembrional di tali pusat selama minggu ke-6 perkembangan.
Rotasi Usus Tengah
Bersamaan dengan pertambahan panjang, lengkung usus juga mengalami rotasi yang berputar
pada sumbu yang dibuat oleh A. mesentrika superior. Jika dilihat dari depan, perputarannya
berlawanan dengan arah jarum jam dan besarnya sekitar 270 derajat. Selama rotasi, lengkung
usus halus, jejunum, ileum, terus memanjang dan membentuk kumpran, namun usus besar
tidak. Rotasi 90 derajat terjadi selama herniasi, dan 180 deajat ketika lengkung sudah di rongga
abdomen.
Kembalinya lengkung usus ke rongga abdomen disebabkan oleh :
- Menghilangnya mesonephors
- Berkurangnya pertumbuhan hati
- Bertambah luasnya rongga perut
Hindgut
Usus belakang menghasilkan 1/3 colon transversum, colon descendens, colon
sigmoideum, rectum dan bagian atas canalis analis. Endoderm usus belakang juga
membentuk lapisan dalam kandung kemih dan uretra.
Bagian terminal usus belakang masuk ke dalam daerah posterior kloaka, canalis
anorektalis primitive, allantois masuk ke dalam bagian anterior, sinus urogenitalis
primitive. Kloaka adalah suatu rongga yang dilapisi oleh endoderm dan dibungkus
di batas ventralnya oleh ectoderm permukaan.
Pada akhir minggu ke-7, membrane kloakalis pecah, menciptakan lubang anus
untuk usus belakang dan lubang ventral untuk sinus urogenitalis.