0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
578 tayangan10 halaman

Instalasi Motor Listrik Interlocking

Rangkaian ini menjelaskan instalasi dua motor listrik yang dapat berputar maju dan mundur secara bergantian menggunakan tombol ON-OFF-REV-FWD. Motor akan berputar maju jika tombol FWD ditekan, dan akan berputar mundur jika tombol REV ditekan. Rangkaian ini menggunakan kontaktor dan kontak bantu untuk mengunci motor agar hanya satu motor yang beroperasi pada satu waktu.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
578 tayangan10 halaman

Instalasi Motor Listrik Interlocking

Rangkaian ini menjelaskan instalasi dua motor listrik yang dapat berputar maju dan mundur secara bergantian menggunakan tombol ON-OFF-REV-FWD. Motor akan berputar maju jika tombol FWD ditekan, dan akan berputar mundur jika tombol REV ditekan. Rangkaian ini menggunakan kontaktor dan kontak bantu untuk mengunci motor agar hanya satu motor yang beroperasi pada satu waktu.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN RESMI 3

RANGKAIAN PENGENDALI MOTOR LISTRIK FORWARD


REVERSE

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Instalasi Listrik Tenaga

Dosen Pengampu : Elsanda Merita I,S.Pd ,M.Pd

Disusun Oleh:

MUHAMMAD RIZAL PERMANA PUTRA 18.2.03.05.0007

DANI PANJI ASMARA 18.2.03.05.0008

D3 TITL

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

TAHUN 2019
A. Tujuan Praktikum
1. Siswa mampu dan terampil melakukan instalasi motor listrik
menggunakan kontaktor sebagai pengunci.
2. Siswa mampu dan terampil melakukan instalasi 2 motor listrik yang
bekerja secara interlocking dan memutar balik arah putaran menggunakan
tombol OFF REV FWD.
3. Siswa mampu menganalisis rangkaian instalasi 2 motor listrik yang
bekerja secara interlocking dan memutar balik arah putaran menggunakan
tombol OFF REV FWD.

B. Dasar Teori
Rangkaian interlock adalah istilah yang digunakan dalam sistem
rangkaian kontrol sebagai sarana untuk mengunci / menutup kondisi dari dua
atau lebih kondisi yang berbeda sehingga tidak saling bekerja pada saat yang
bersamaan. Sebagai contoh Rangkaian Interlock dengan kontaktor magnet
dapat kita lihat pada Rangkaian kontrol forward Reverse, biasanya pada
rangkaian ini terdapat minimal 2 buah kontaktor. Anggaplah kontaktor
pertama digunakan untuk forward (arah maju), sedangkan untuk kontaktor
yang satunya lagi pasti untuk Reverse ( arah mundur/terbalik).

Prinsip kerja untuk membalik putaran motor listrik 3 fasa adalah


dengan cara menukar 2 fasa input yang masuk ke motor listrik sedangkan 1
fasa pada kondisi tetap, demikian inilah yang di terapkan pada 2 buah
kontaktor sehingga diharapkan bekerjanya kontaktor hanya salah satu saja
dengan menggunakan sistem Rangkaian Interlock atar kontaktor.
SF dan SR adalah push button start yang mengendalikan motor harus berputar
forward atau reverse. Saat push button SF ataupun SR ditekan maka kontak
bantu NO 13-14 dari masing-masing kontaktor yang beroperasi yang
terpasang paralel dengan push button tersebut akan segera mengunci sehingga
fungsi push button dalam hal ini adalah sebagai pemberi tegangan sesaat
sehiungga jika kontak bantu NO 13-14 yang terpasang paralel tersebut sudah
mengunci maka kondisi push button dari close menjadi open tidak
berpengaruh lagi.
Pada kondisi putaran awal forward ataupun reverse, maka merubah
arah putaran secara langsung tidak bisa dilakukan karena coil kontaktor
forward ataupun reverse ter-interlock dengan kontaktor bantu NC 21-22
putaran lawannya. Ini dimaksudkan sebagai pengaman karena proses forward
menjadi reverse akan ada pertukaran salah satu phase supply sehingga jika
kondisi forward menuju reverse bisa dilakukan langsung tanpa interlock,
maka otomatis akan ada short circuit antara phasa yang ditukar tersebut. Oleh
sebab itu digunakanlah pengaman berupa kontaktor bantu NC 21-22 yang
dipasang serial pada masing-masing coil kontaktor putaran lawannya yang
berfungsi sebagai interlock jika salah satu putaran motor beroperasi. jadi saat
motor operasi forward, kontaktor reverse tidak akan bisa dioperasikan, pun
sebaliknya.
Perpindahan operasi dari forward menuju reverse atau sebaliknya,
hanya bisa dilakukan dengan menekan push button stop S0 terlebih dahulu.
jadi ketika motor berputar forward, push button reverse SR otomatis tidak bisa
difungsikan. Anda harus menekan push button S0 terlebih dahulu, baru push
button reverse SR bisa berfungsi. Begitu juga sebaliknya. Saat motor operasi
forward ataupun reverse anda bisa mengetahuinya dengan melihat lampu
indikator H1 dan H2. Saat motor operasi forward, lampu H1 akan menyala,
sedangkan saat motor operasi reverse, lampu H2 yang menyala. Jika motor
trip karena Thermal Over Load Relay bekerja, maka aliran listrik ke semua
coil kontaktor motor akan terputus dan lampu H3 akan menyala sebagai
indikasi overload.
Kontaktor Magnet
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja
berdasarkan kemagnetan. Artinya sakelar ini bekerja bila ada gaya
kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak.
Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus
dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir
selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah kontaktor kumparan magnetnya (coil)
dapat dirancang untuk arus searah (arus DC) atau arus bolak-balik (arus AC).
Kontaktor arus AC ini pada inti magnetnya dipasang cincin hubung singkat,
gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan agar kontinu sehingga
kontaktor tersebut dapat bekerja normal.
Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang untuk arus DC
tidak dipasang cincin hubung singkat. Kontaktor akan bekerja normal bila
tegangannya mencapai 85 % dari tegangan kerja, bila tegangan turun
kontaktor akan bergetar. Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas
kemampuan arusnya. Biasanya pada kontaktor terdapat beberapa kontak, yaitu
kontak normal membuka (Normally Open = NO) dan kontak normal menutup
(Normally Close = NC). Kontak No berarti saat kontaktor magnet belum
bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu
menutup/ menghubung. Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor belum
bekerja kedudukan kontaknya menutup dan bila kontaktor bekerja kontak itu
membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC berlawanan. Kontak NO dan
NC bekerja membuka sesaat lebih cepat sebelum kontak NO menutup.

Berdasarkan fungsinya kontak pada kontaktor terdiri dari 2 macam yaitu :

a. Kontak Utama Kontak utama dirancang lebih luas dan tebal sehingga
mampu untuk dialiri arus listrik yang relatif besar. Kontak utama 1, 3 dan
5 biasanya dihubungkan dengan sumber listrik R, S dan T sedangkan
Kontak 2, 4 dan 6 dihubungkan dengan beban Motor listrik 3 phasa U, V
dan W atau beban lainnya.
b. Kontak Bantu Untuk Kontak Bantu konstruksinya dirancang lebih tipis
sehingga hanya digunakan untuk bagian kontrol saja dengan arus listrik
yang relatif kecil. Berikut ini adalah gambar yang menunjukkan simbol
huruf dan angka pada kontaktor.

C. Gambar Rangkaian

Gambar rangkaian kontrol dari motor 3 fasa yang bekerja secara interlocking
menggunakan tombol forward-reverse-off.
D. Peralatan Penunjang

Yang termasuk diagram daya antara lain:


- Pengaman arus beban : sekering / MCB
- Kontak – kontak utama kontaktor magnit.
- Kontak – kontak pengaman arus lebih (THOR).
- Terminal – terminal transformator.
- Terminal – terminal resistor.
- Terminal – terminal induktor.
- Terminal – terminalkapasitor kompensasi.
- Terminal – terminal belitan motor / beban lainnya.

Sedangkan yang termasuk diagram kontrol antara lain:


- Pengaman arus kontaktor magnit : sekering / MCB (kecil)
- Tombol tekan stop.
- Tombol tekan start ; tombol kunci start, dll.
- Koil konduktor magnit.
- Kontak – kontak bantu kontaktor magnit NO, NC
- Kontak – kontak bantu timer NO, NC.
- Kontak – kontak bantu TOR.
- Lampu tanda.

Komponen Peralatan Penunjang Rangkaian Star Delta

1. Pengaman (Circuit Breaker)


Pengaman listrik harus selalu dipasang pada setiap panel dengan urutan pemasangan
sebagai berikut: NFB dan MCB. Ketentuan yang besarnya arus pengaman tidak boleh
melebihi arus nominal kabel yang dipasang pada rangkaian pengendali atau rangkaian
pengawatan.

Termina
l Kontak Keterangan
a-b Source
1-2 Kontak
3-4 NO
5-6 Utama

Gambar 5. Circuit Breaker 13 - 14 NC Kontak


21 - 22 NC Bantu

2. Kontak Magnet (kontaktor)


Kontaktor magnet adalah saklar yang bekerja berdasarkan elektromagnetis digunakan
untuk membuka dan menyambung rangkaian listrik (load).Kontaktor magnet bekerja
untuk merubah kontak-kontak Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Pada
kontaktor magnet terdapat dua kontak yaitu: Kontak Utama dan Kontak Bantu.

Gambar 6. Komponen Kontaktor


3. Push Botton
Push Botton disebut juga saklar tekan atau tombol tekan. Bekerja pada saat tombol
ditekan akan merubah kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

Terminal Kontak

95 – 96 NC

97 – 98 NO

Gambar 7. Push Botton


NC (Normaly Closed) dan NO (Normaly Open)
4. Thermal Overload Relay (THOR)
Thermal Over Load Relay adalah peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk
memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih. Jaringan listrik akan putus bila
arus yang melewati lebih besar dari setting arus Thermal Over Load dengan melalui
proses panas yang terdapat pada relay. Pada saat mereset kembali memerlukan waktu
untuk mengaktifkan kembali karena perlu proses pendinginan temperature terlebih
dahulu.

Gambar 8. Thermal Overload Relay


E. LEMBAR PRAKTIKUM
1. Rangkaian kontrol instalasi motor listrik putar kanan dan kiri

Pada rangkaian ini outputnya menghasilkan motor berputar kanan dan


kiri. Tombol start ditekan maka kontaktor akan berfungsi dan motor akan
berputar ke kanan. Untuk mematikan motor putar kanan tekan tombol stop.
Dan juga sebaliknya untuk menyala motor putar kiri tekan tombol S2.

Fungsi kerja:

Tombol S1 ditekan maka arus mengalir melalui K1 sehingga motor


listrik berputar ke kanan. Untuk memutus arus yang mengalir tekan
tombol stop sehingga motor berhenti berputar. Dan juga sebaliknya tekan
tombol S2 sehingga arus mengalir melalui K2 dan motor listrik berputar
ke kiri. Untuk memutus arus listrik yang mengalir tekan tombol stop.

2. Prosedur pelaksanaan pekerjaan:


a. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
b. Pasang rangkaian sesuai dengan gambar kerja
c. Setelah selesai cek kembali rangkaian sebelum di uji kesumber tegangan
d. Bila rangkaian benar buat laporan hasik pada guru
e. Uji rangkaian dengan sumber tegangan
f. Selesai pengujian kembalikan alat dan bahan
3. Petunjuk keselamatan kerja:
a. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya
b. hindari dari terhadap sengatan listrik
c. gunakan baju dan perlengkapan praktikum saat bekerja
d. dilarang bekerja pada rangkaian yang bertenganan listrik
4. Hasil Lembar kerja praktik

Anda mungkin juga menyukai