Anda di halaman 1dari 6

e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329

Jurnal Ilmiah Kefarmasian


Journal homepage : http://e-jurnal.stikesalirsyadclp.ac.id

ANALISIS PENGARUH WADAH, SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN MINYAK


HATI IKAN CUCUT BOTOL TERHADAP BILANGAN PEROKSIDA
Triyadi Hendra Wijaya, 2Elisa Issusilaningtyas, 3Maziyatul Faiqoh
1

1
Prodi Farmasi Universitas Jendral Soedirman Purwokerto
2,3
STIKes Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap
Cilacap, Indonesia

INFO ARTIKEL ABSTRAK/ABSTRACT

Kata Kunci : Stabilitas oksidatif digunakan untuk mengukur perubahan kualitas


Bilangan peroksida, minyak seiring dengan cara, suhu dan lama waktu simpan. Stabilitas
suhu, minyak hati oksidatif dapat diukur menggunakan bilangan peroksida. Dalam
ikan cucut botol penelitian ini telah diteliti mengenai pengaruh cara, suhu, lama waktu
penyimpanan terhadap stabilitas oksidatif minyak hati ikan cucut botol.
Bilangan peroksida diukur menggunakan titrasi iodimetri. Data dianalisis
menggunakan statistik deskriptif dan Anova yang diikuti dengan uji
Tukey untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan.
Kelompok dengan suhu 25 0C dengan wadah semi transparan dan
transparan menunjukkan kenaikan bilangan peroksida yang cukup tajam
dibandingkan dengan kelompok dengan wadah gelap dan pada
kelompok dengan suhu -28 0C dan 5 0C. Wadah gelap dapat
melindungi dari cahaya matahari (sinar uv) sehingga dapat meminimalisir
terjadinya oksidasi. Suhu -28 0C dan 5 0C dapat melindungi minyak hati
ikan cucut botol dari oksidasi dan tidak tergantung pada wadah yang
digunakan.

A. PENDAHULUAN Dalam proses pembuatan obat dibutuhkan


bahan baku obat yang berkualitas. Bahan
Obat merupakan salah satu komiditi dalam baku adalah semua bahan, baik yang
bidang kesehatan yang penting dalam berkhasiat (zat aktif) maupun tidak berkhasiat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (zat nonaktif/eksipien), yang berubah
Menurut Permenkes 87 Tahun 2013,Obat maupun tidak berubah, yang digunakan
adalah bahan atau paduan bahan- bahan yang dalam pengolahan obat walaupun tidak
digunakan untuk mempengaruhi atau semua bahan tersebut masih terdapat dalam
menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan produk ruahan (Siregar,2010) . Bahan baku
patologi dalam rangka penetapan diagnosa, obat dapat berasal dari alam (tumbuhan dan
pencegahan, penyembuhan, pemulihan, hasil laut) maupun dari bahan sintetik.
peningkatan kesehatan dan kontrasepsi Menurut dan Kementrian Perindustrian
termasuk produk biologi. Maka dari itu obat Republik Indonesia (Kemenperin RI) Pasar
merupakan komponen penting yang tidak farmasi nasional pada tahun 2011 berkisar
tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Obat sekitar 43,08 triliun rupiah.
haruslah bermutu dan aman digunakan serta
harganya terjangkau masyarakat umum.

23 |Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap


e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sehingga memiliki banyak


Indonesia (Kemenkes RI) memperkirakan kekayaan laut.
dari jumlah tersebut market value untuk Nelayan di Cilacap menangkap ikan
bahan baku obat yang digunakan adalah tuna, cakalang,tengiri, hiu cucut botol
kurang lebih 30 % nya atau sekitar 14 dan lain-lain sebagai hasil tangkapan. Ikan
triliun rupiah. 96 % dari jumlah tersebut yang mempunyai nilai jual rendah yaitu
merupakan bahan baku impor. Hanya ikan hiu cucut botol dikarenakan
4% saja yang merupakan bahan baku dagingnya bau pesing akibat tinggginya
lokal atau asli Indonesia. Jumlah ini kadar amoniak. Maka nelayan hanya
tentulah sangat sedikit dan Indonesia memanfaatkan minyak hatinya saja untuk
menjadi lahan impor bagi negara lain. dijual kepada para pengepul. Minyak hati
Menurut Kemenperin RI, Indonesia saat ikan cucut botol juga banyak permintaan
ini mengimpor bahan baku obat dari dari masyarakat karena mengandung
Tiongkok (60%), India (30%) dan Eropa vitamin A dan Squalen. Cara
(10%) . pengolahannya menjadi minyak sangatlah
Jumlah impor bahan baku obat dapat sederhana yaitu dengan membelah bagian
diminimanilisir dengan menumbuhkan tubuh hiu kemudian diambil hatinya
industri bahan baku obat di Indonesia. kemudian dijemur kemudian minyaknya
Hal ini dapat mendukung kemandirian ditampung dalam wadah.
Indonesia dalam bidang obat. Industri Menurut hasil observasi di lapangan
bahan baku obat tidak dapat hanya bahwa minyak hati ikan cucut yang dijual
dilihat dari segi ekonomi saja karena ada 3 jenis atau grade yaitu grade 1,
sangat memungkinkan pada tahap awal grade 2 dan grade 3. Penentuan grade ini
produksi bahan baku asli Indonesia dapat hanya bisa dilakukan oleh para pengepul
lebih mahal daripada produk impor. besar dengan menggunakan alat khusus,
Namun, dapat kita lihat bahwa sehingga nelayan tidak mengetahui
pembangunan industri bahan baku di kualitas minyak yang dihasilkannya. Fauzi
dalam negeri dapat menjaga ketahanan & Mutriono pada tahun 2014 telah
nasional dalam bidang obat. melakukan penelitian mengenai
Pembangunan industri bahan baku obat identifikasi sifat fisika kimia minyak hati
dapat kita upayakan terlebih dahulu ikan cucut botol yang meliputi specific
dengan pengembangan sumber daya gravity, indeks refraksi, bilangan asam,
alam Indonesia. Sumber daya alam bilangan penyabunan, bilangan iodine, uji
Indonesia sangat kaya dan sebagian besar organoleptis pada minyak hati ikan cucut
adalah perairan. botol yang beredar di wilayah cilacap.
Indonesia adalah negara kepulauan Untuk dapat menentukan kualitas minyak
yang sebagian wilayahnya adalah hati ikan cucut botol selain uji sifat fisika
perairan laut yang di dalamnya terdapat kimia juga perlu dilakukan uji kadar air,
berbagai jenis ikan dan non ikan telah kadar asam lemak bebas dan uji
ditangkap dan diolah menjadi berbagai kandungan squalen. Ini sesuai dengan SNI
produk pangan dan non pangan 2730.1-2013 mengenai parameter kualitas
(Undjung, 2005). Kabupaten Cilacap minyak hati ikan cucut botol mentah
merupakan daerah terluas di Jawa (crude shark liver oil).
Tengah, dengan batas wilayah sebelah Penentuan kualitas minyak hati ikan
selatan Samudra Indonesia, sebelah utara cucut botol juga harus diikuti dengan
berbatasan dengan Kabupaten Banyumas, penentuan stabilitas oksidatif minyak.
Kabupaten Brebes dan Kabupaten Stabilitas oksidatif digunakan untuk
Kuningan Propinsi Jawa Barat, sebelah mengukur perubahan kualitas minyak
timur berbatasan dengan Kabupaten seiring dengan cara, suhu dan lama waktu
Kebumen dan sebelah barat berbatasan simpan. Stabilitas oksidatif meliputi
dengan Kabupaten Ciamis dan Kota pengukuran bilangan peroksida dan nilai
Banjar Propinsi Jawa Barat. Cilacap paraanisidin.
berbatasan langsung dengan Samudra Bilangan peroksida menggambarkan
banyaknya hasil oksidasi primer minyak

24 |Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap


e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329

yaitu hidrogen peroksida. Oksidasi simpan selama kira-kira 5 menit di


minyak sangat dipengaruhi oleh wadah, tempat gelap pada suhu 15 – 250 C
suhu, lama waktu simpan dan e. Tambahkan 75 ml air suling dan
penggunaaan antioksidan. Berdasarkan kocok dengan kuat
hal tersebut maka peneliti sangat tertarik f. Titar dengan larutan standar natrium
untuk melakukan penelitian Stabilitas tiosulfat 0,02 N dengan larutan kanji
Oksidatif Minyak Hati Ikan Cucut Botol sebagai indicator
Hasil Tangkap Nelayan Cilacap. g. Lakukan penetapan blanko
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk h. Lakukan penetapan duplo
mengetahui pengaruh wadah, suhu dan i. Hitung bilangan peroksida dalam
lama waktu simpan terhadap bilangan contoh
peroksida minyak hati ikan cucut botol Rumus menghitung bilangan peroksida
hasil tangkap nelayan Cilacap. (meq/kg)

B. METODE
m = Berat contoh (gr)
Alat dan Bahan V1 = Volume (ml) dari larutan natrium
Alat yang digunakan antara lain tiosulfat
Spektrofotometri UV-VIS, Buret 25 ml, 4. Analisis Data untuk blanko
Erlenmeyer 250 ml, Beaker Glass 100 ml, Data akan dianalisis secara deskriptif dan
Pipet Volume 10 dan 25 ml dan Kuvet. V0 = Volume (ml) larutan natrium
Bahan yang digunakan adalah pereaksi tiosulfat perbandingan antar kelompok
paraanidin, KI, Natrium Tiosulfat, HCL, menggunakan untuk contoh Anova dan
Kalium Iodat dan Indikator Amilum. dilanjutkan dengan uji Tukey
T = Normalitas larutan standar
Tahapan Penelitian natrium untuk mengetahui perbedaan
1. Pengambilan sampel minyak hati ikan antar tiosulfat yang digunakan kelompok.
cucut botol
2. Pengelompokkan minyak menjadi 3 Variabel Penelitian
kelompok yaitu sebagai berikut : Variabel terikat adalah bilangan
a. Kelompok dengan uji wadah peroksida. Variabel bebas adalah wadah,
meliputi wadah transparan, semi suhu, lama dan waktu penyimpanan.
transparan dan gelap
b. Kelompok dengan uji suhu Rancangan Penelitian
penyimpanan yang meliputi suhu - Penelitian ini merupakan penelitian
280 C, 50 C dan 250 C (suhu eksperimental murni yang dilakukan di
ruangan) laboratorium.
c. Kelompok dengan uji lama waktu
penyimpanan meliputi 7, 14, 21 dan Teknik Pengumpulan Dan Analisis Data
28 hari Data kuantitatif diperoleh dari
3. Pengukuran bilangan peroksida pengukuran bilangan peroksida dari
Uji angka peroksida dilakukan berbagai perlakuan minyak hati ikan
berdasarkan SNI 01-3555-1998. Prosedur cucut botol. Data tersebut kemudian
kerjanya sebagai berikut : dianalisis secara deskriptif dan Anova
a. Timbang ke dalam Erlenmeyer 300 dengan taraf kepercayaan 95%,
ml, sebanyak 0,3 – 5,0 gr contoh kemudian dilanjutkan uji Tukey untuk
b. Tambahkan 10 ml kloroform dan mengetahui perbedaan antar kelompok
larutkan contoh dengan cara perlakuan.
menggoyangkan Erlenmeyer dengan
kuat Hasil dan Pembahasan
c. Tambahkan 15 ml asam asetat glasial Minyak hati ikan cucut botol banyak
dan 1 ml larutan kalium iodide jenuh mengandung squalen. Squalen secara
d. Tutuplah segera Erlenmeyer tersebut kimiawi terdiri dari hanya unsur C dan H.
dan kocok selama 1 menit, kemudian Rantai C merupakan rantai panjang

25 |Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap


e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329

berjumlah 30 dan terdapat enam (6) O2/Kg. Setelah itu dibagi menjadi 9
ikatan rangkap selang seling. Adanya kelompok perlakuan. Berdasarkan
ikatan rangkap ini lah yang membuat gambar 1 terdapat perbedaan yang
minyak hati ikan cucut botol sangat terlihat nyata yaitu kelompok pada suhu
mudah teroksidasi. Sumber oksidasi bisa 25 0C baik pada wadah transparan, semi
berasal dari oksigen, cahaya, logam transparan dan gelap. Kelompok pada
maupun kadar air yang tinggi. suhu 5 0C dan -28 0C terlihat
Berdasarkan hasil observasi mengelompok karena angka peroksida
penanganan minyak hati ikan cucut botol mirip dan rendah.
oleh para pengepul maupun oleh para Kelompok pada suhu 25 0C terlihat
nelayan sangat beragam. Wadah yang begitu tajam kenaikan bilangan
digunakan adalah wadah transparan peroksidanya terutama pada wadah
(botol bekas air minum) atau semi transparan dan semi transparan.
transparan, sedangkan penyimpanannya Berdasarkan gambar 1 kenaikan pada
ada yang di gudang (tanpa kelompok wadah transparan dan semi
memperhatikan suhu) dan ada yang di transparan terlihat seiring jaraknya. Pada
letakkan di kulkas atau freezer. wadah transparan dan semi transparan
Penyimpanan yang banyak dilakukan maka sangat memungkinkan sekali cahaya
adalah di gudang tanpa memperhatikan matahari (sinar UV) masuk ke dalam
suhu. Berdasarkan beragamnya wadah yang sekaligus menaikkan suhu
penanganan minyak hati ikan cucut botol minyak dan menyebabkan bilangan
maka perlu dilakukan saintifikasi atau peroksida naik.
pembuktian penanganan tersebut Pada wadah gelap pada suhu 25 0C
dikorelasikan dengan tingkat oksidasi juga ada kenaikan bilangan peroksida,
khususnya oksidasi primer. Parameter namun tidak setinggi pada wadah
oksidasi primer adalah bilangan transparan dan semi transparan. Wadah
peroksida. gelap ini dapat menghalangi cahaya
Penelitian dilakukan menggunakan 3 matahari (sinar UV) masuk sehingga tidak
wadah yaitu wadah gelap, transparan, menyebabkan kenaikan bilangan
semi transparan yang dikombinasikan peroksida yang cukup tajam tetapi masih
dengan 3 perlakuan suhu yaitu -28 0C, 5 dipengaruhi oleh suhu lingkungan
0C dan 25 0C dilakukan selama 28 hari sehingga tetap saja naik bilangan
yang diukur bilangan peroksidanya setiap peroksidanya. Jadi ada dua faktor yang
7 hari. mempengaruhi dalam hal ini adalah
cahaya dan suhu.
Pada kelompok 5 0C dan -28 0C
kenaikan bilangan peroksida hanya sedikit
sekali. Jika dibandingkan antara kedua
kelompok ini maka kelompok -28 0C
merupakan kelompok yang terendah
teruatama pada wadah gelap. Pada suhu
5 0C dan -28 0C sangat sedikit cahaya
yang masuk dan suhu rendah. Kedua
Gambar 1. Grafik pengaruh wadah, suhu dan faktor ini yang merupakan pemicu
lama waktu simpan terhadap bilangan kenaikan bilangan peroksida kita
peroksida minimalkan dan hasilnya adalah kenaikan
bilangan peroksida yang tidak tajam.
Pada hari ke- 0 sebelum perlakuan Analisis selanjutnya untuk mengetahui
minyak hati ikan cucut botol perbedaan diantara ketiga perlakuan yatu
dihomogenkan terlebih dahulu kemudian wadah, suhu dan lama hari beserta
diambil sebanyak 5 gram dengan replikasi interaksinya maka dilakukan uji Analysis
3 kali kemudian diukur bilangan of Variance (Anova) menggunakan
peroksidanya menggunakan metode SNI. General Linear Model dan hasilnya
Angka peroksidanya adalah 4 meq sebagai berikut :

26 |Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap


e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329

Kesimpulan dari hasil penelitian ini


adalah bahwa wadah, suhu dan lama hari
mempengaruhi oksidasi primer yaitu
bilangan peroksida. Hasil analisis
menunjukkan bahwa interaksi ketiga
faktor saling mempengaruhi. Wadah
tidak mempengaruhi kenaikan bilangan
peroksida ketika minyak hati ikan cucut
botol disimpan pada suhu -280C dan 5
Berdasarkan hasil diatas bahwa
0C, tetapi wadah akan mempengaruhi
wadah, suhu, lama hari percobaan,
kenaikan bilangan peroksida ketika
interaksi wadah dengan suhu, interaksi
minyak hati ikan cucut botol disimpan
wadah dengan hari serta interaksi suhu
pada suhu 25 0C. Wadah transparan dan
dengan hari memiliki nilai P (0.000) <
semi transparan berbeda bermakna
0.05 sehingga dapat dinyatakan secara
dengan wadah gelap pada suhu 25 0C.
statistik adalah memiliki pengaruh nyata
Wadah gelap lebih dapat melindungi
terhadap bilangan peroksida. Uji
minyak dari oksidasi, hal ini dibuktikan
selanjutnya adalah uji tukey untuk
dengan rendahnya kenaikan bilangan
melihat perbedaan nyata terutama pada
peroksida.
interaksi wadah dengan suhu. Hasilnya
pada tabel 1
Tabel 1. Hasil Uji Tukey
Wadah Suhu Grup UCAPAN TERIMA KASIH
Gelap -28 0C A
Gelap 5 0C A Ucapan terimakasih disampaikan
kepada UPT Laboratorium dan Penelitian
Gelap 25 0C B dan Pengabdian Masyarakat (P2M)
Semi Transparan -28 0C A STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap
Semi Transparan 5 0C A yang sudah banyak membantu
Semi Transparan 25 0C C pelaksanaan penelitian ini.
Transparan -28 0C A
Transparan 5 0C A PUSTAKA
Transparan 25 0C C Badan Standarisasi Nasional, 1998 :
Standar Nasional Indonesia No.01-3555-
Berdasarkan tabel 1 diatas maka suhu 1998Cara Uji Minyak dan Lemak,
sangat mempengaruhi hal ini terlihat http//:websisni.bsn.go.id
bahwa terjadi perbedaan bermakna
antara kelompok suhu 25 0C dengan Badan Standarisasi Nasional, 2011 :
kelompok suhu -28 0C dan 5 0C. Standar Nasional Indonesia No.2346
Kelompok suhu 25 0C juga berbeda Petunjuk Pengujian Organoleptik dan
bermakna antara wadah gelap dengan Atau Sensori
wadah transparan dan semi transparan.
Wadah transparan dan semi transparan Pada Produk
tidak berbeda bermakna pada suhu yang Perikanan.http//:websisni.bsn.go.id
sama artinya wadah transparan dan semi
transparan tidak menunjukkan perbedaan Badan Standarisasi Nasional, 2013 :
dalam hal kenaikan bilangan peroksida. Standar Nasional Indonesia No.2730 1-
Wadah gelap dapat melindungi sinar 2013 Minyak Hati Ikan Cucut Botol
matahari masuk (sinar uv) sehingga dapat Mentah
meminimalisir terjadinya oksidasi,
walaupun angka peroksida lebih tinggi Bagian
dibandingkan pada suhu -28 0C dan Spesifikasi,http//:websisni.bsn.go.id
suhu 5 0C .
Badan Standarisasi Nasional, 2013 :
KESIMPULAN Standar Nasional Indonesia No.2730 2-
2013 Minyak Hati Ikan Cucut Botol

27 |Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap


e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329

Mentah Bagian Persyaratan Bahan Baku,


http//:websisni.bsn.go.id

Badan Standarisasi Nasional, 2013 :


Standar Nasional Indonesia No.2730 3-
2013 Minyak Hati Ikan Cucut Botol
Mentah Bagian Penanganan dan
Pengolahan, http//:websisni.bsn.go.id

Jayasinghe CVL., Perera


WMK.,Bamunuarachhchi, A., (2002) :
Influence Extraction Method on Quality
Of Shark Liver Oil, Journal National
Aquatic Resourches Reasearch ,182-188

Ketaren, S. (1986) : Pengantar Teknologi


Minyak dan Lemak Pangan, UI Press,
Jakarta, 1-98.

Kusnandar, F. (2010) : Kimia Pangan


Komponen Makro, Penerbit Dian
Rakyat., Jakarta, 153-183
Undjung D, 2005, Produksi Skualen
Murni Secara Sinambung Menggunakan
Kromatografi Kolom,
http://download.portalgaruda.org/articl
e.php?article=170694&val=4510&title
CONTINUOUS%20PRODUCTION%20
OF%20PURE%20SQUALENE%20BY%2
0USING%20COLUMN%20CHROMAT
OGRAPHY, Diakses 25
November 2014

28 |Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap

Anda mungkin juga menyukai