Anda di halaman 1dari 31

DRAFT ANGGARAN RUMAH TANGGA

KOPERASI KARYAWAN HUSADA

BAB I
KEANGGOTAAN

Pasal 1
Ketentuan Umum

Secara umum, kebijakan perkoperasian ini berlaku ketentuan dalam UU Nomor 25 Tahun
1992 dan ketentuan dalam BAB IV Syarat Keanggotaan Pasal 4, 5, 6, 7, dan 8 Akta
Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada RSD Kol. Abundjani Bangko.

Pasal 2
Kriteria Anggota

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)


a. PNS yang bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan gajinya dibayarkan oleh
bendaharawan gaji RSD Kol Abundjani Bangko.
b. PNS yang pernah bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan telah menjadi anggota
pada saat di mutasi minimal 3 (tiga) tahun dan memenuhi kewajiban sebagai
anggota dengan surat pernyataan.
2. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
a. CPNS yang bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan gajinya dibayarkan oleh
bendaharan gaji RSD Kol Abundjani Bangko.
b. CPNS yang pernah bekerja di RSD Kol Abundjani Bangko dan telah menjadi anggota
pada saat di mutasi minimal 3 (tiga) tahun dan memenuhi kewajiban sebagai
anggota dengan surat pernyataan.
3. Pegawai Tidak Tetap
4. Pegawai Honor Daerah
5. Tenaga Kerja Sukarela

Pasal 3
Syarat Menjadi Anggota

Untuk menjadi anggota Koperasi selain memenuhi kriteria pada pasal 2 Anggaran Rumah
Tangga ini, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Pegawai Negeri Sipil/Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Tidak Tetap/Pegawai
Honor Daerah yang gaji/honornya dibayarkan oleh bendaharawan gaji RSD Kol
Abundjani Bangko dan sekurang-kurangnya telah bekerja selama 3 (tiga) bulan.
2. Menerima dan menyetujui Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan
RAT dan ketentuan ketentuan Koperasi lainnya.
3. Sanggup dan bersedia mengikuti kegiatan Koperasi dan kewajiban perkoperasian.
4. Untuk calon anggota dengan kriteria 3, 4, dan 5 pada pasal 1 dilengkapi persyaratan
administrasi berupa surat penegasan status kepegawaiannya.

Pasal 4
Pendaftaran Anggota

1. Proses pendaftaran dapat dilakukan melalui pengurus koperasi, dengan:


a. Menyampaikan permohonan lisan dan atau tulisan kepada pengurus,
b. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan pengurus koperasi.
c. Menyerahkan pas fhoto ukuran 2 x 3cm ke pengurus koperasi
d. Membawa dan menyerahkan rekomendasi setuju rekruitmen dari pengurus tersebut
ke bendaharawan koperasi
e. Membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan atau bisa juga simpanan sukarela
kepada bendaharawan koperasi
f. Membuat surat pernyataan di atas materai untuk bersedia memenuhi kewajiban
sebagai anggota koperasi

2. Proses pendaftaran juga dapat dilakukan melalui bendaharawan gaji RSD Kol.
Abundjani Bangko, dengan:
a. Menyampaikan secara lisan keinginan untuk menjadi anggota koperasi
b. Meminta bendaharawan gaji untuk melakukan potongan pertama untuk simpanan
pokok, simpanan wajib bulan yang bersangkutan dan seterusnya dan atau juga untuk
simpanan sukarela.
c. Meminta bantuan bendaharawan gaji untuk juga melaporkan keinginan menjadi
anggota koperasi kepada pengurus koperasi.
d. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan pengurus koperasi.
e. Menyerahkan pas fhoto ukuran 2 x 3cm ke pengurus koperasi

3. Sebelum permohonan diterima dan disahkan, yang bersangkutan masih berstatus calon
anggota.

Pasal 5
Kewajiban dan Hak Anggota

1. Kewajiban Anggota:
a. Melaksanakan dan mentaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan
Rapat Anggota Tahunan dan semua keputusan serta ketentuan Koperasi.
b. Menjunjung tinggi serta membela nama baik dan kehormatan Koperasi.
c. Berperan serta dalam pelaksanaan program Koperasi.
d. Menghadiri rapat-rapat dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan Koperasi dan atau
dengan perwakilan.
e. Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib dan atau iuran dan sumbangan
lainnya yang ditetapkan oleh Koperasi berdasarkan hasil RAT.
f. Melakukan pengawasan kegiatan koperasi yang dilakukan pengurus yang dianggap
dapat merugikan koperasi melalaui Badan Pengawas.
g. Memberikan keterangan yang benar dengan bukti yang mendukung jika berada
dalam proses hukum perdata.

2. Hak Anggota:
a. Berbicara, mengeluarkan pendapat, usul dan saran-saran dalam rapat anggota
tahunan dan rapat anggota luar biasa.
b. Memilih dan dipilih menjadi pengurus, badan pengawas koperasi dan manejer unit
usaha koperasi.
c. Memperoleh perlakuan yang sama dari Koperasi.
d. Memperoleh perlindungan dan dukungan dalam melaksanakan tugas Koperasi.
e. Memperoleh penjelasan atas ketidaktahuan perihal kegiatan koperasi dari pengurus
koperasi dan atau dari badan pengawas koperasi.
f. Menyampaikan rasa dan kesan tidak percaya dengan melampirkan bukti dan dalam
forum rapat anggota dan atau rapat anggota luar biasa
g. Memberikan informasi sesuai dengan pengetahuan dan bukti yang dimilikinya dalam
proses hukum perdata

Pasal 6
Klasifikasi Anggota

1. Anggota Aktif, adalah anggota biasa yang telah memenuhi persyaratan seperti yang
tercantum dalam pasal 9 Anggaran Perubahan Dasar Koperasi dan atau pasal 3
Anggaran Rumah Tangga ini.
2. Anggota Luar Biasa, adalah seorang yang karena jasa-jasa dan dedikasinya yang tinggi,
diangkat oleh Pengurus Koperasi dan dinyatakan sebagai Anggota Koperasi.
3. Anggota Kehormatan, adalah anggota masyarakat dan atau penyelenggara negara yang
pantas diangkat menjadi Anggota karena jasa dan perjuangannya terhadap Koperasi.
4. Anggota Pasif, adalah anggota koperasi yang tidak berkerja lagi di RSD Kol Abundjani
Bangko.

Pasal 7
Peran Anggota

1. Peran anggota sebagai pemilik meliputi:


a. Berperan aktif dalam memberikan masukan kepada pengurus dalam menetapkan
kebijakan koperasi baik dalam forum rapat anggota maupun pada kesempatan
lainnya.
b. Memberikan kontribusi berupa modal dalam bentuk simpanan pokok dan simpanan
wajib dan/atau simpanan lainnya yang ditetapkan dalam rapat anggota.
c. Dipilih menjadi pengurus dan/atau memilih pengurus dan pengawas.
d. Berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha koperasi.
e. Berperan aktif dalam mengikuti rapat anggota.
f. Menanggung resiko jika terjadi kerugian.
2. Peran anggota sebagai pengguna jasa meliputi:
a. Memanfaatkan jasa pelayanan unit usaha koperasi.
b. Memenuhi hak dan kewajiban atas manfaat sebagai pengguna.

Pasal 8
Anggota Kehormatan Koperasi

1. Sejak berdiri tahun 1999 sampai dengan sekarang Koperasi menetapkan nama-nama
berikut sebagai anggota kehormatan, nama tersebut diantaranya adalah:
a. KHAIDIR AMKEP
b. NURHASANAH
c. NURMAN AMKEP
2. Kepada nama-nama sepertii ayat 1 pasal ini dapat diserahkan piagam atau cendera
mata sebagai ucapan terima kasih dalam acara khusus.
3. Penetapan nama anggota kehormatan seperti tertera pada ayat 1 pasal ini dapat
berkembang dan dilakukan dalam rapat anggota tahunan dan atau rapat anggota luar
biasa.

Pasal 9
Berhenti Sebagai Anggota

Anggota Koperasi dapat berhenti sebagai anggota karena:


a. Atas permintaan sendiri;
b. Diberhentikan karena alasan telah melanggar hak dan kewajiban sebagai anggota
dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi;
c. Meninggal dunia, kecuali ahli warisnya dapat memenuhi kewajiban sebagai anggota
koperasi.

Pasal 10
Pengunduran Diri dan Pemberhentian Anggota

1. Pengunduran Diri
a. Atas permintaan sendiri dan diharuskan mengajukan permohonan secara tertulis.
b. Atas permohonan tersebut pada butir a. pasal ini dikeluarkan Surat Keputusan
Pemberhentian dari pengurus, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah
permohonan diterima.
c. Kepada anggota yang berhenti, pengurus dapat mengembalikan simpanannya setelah
penghitungan tanggungan kewajibannya kepada koperasi
2. Pemberhentian
a. Anggota yang diberhentikan berhak memberikan pembelaan sebelum keputusan
akhir ditetapkan.
b. Anggota yang telah diberhentikan diwajibkan mengembalikan seluruh kekayaan
Koperasi yang di bawah penguasaannya.
c. Jika simpanan anggota yang berhenti lebih kecil dari nilai nominal tanggung
jawabnya terhadap koperasi, maka pengurus berkebijaksanaan meminta anggota
tersebut untuk menyelesaikannya.
d. Kepada anggota yang berhenti, pengurus dapat mengembalikan simpanannya setelah
penghitungan tanggungannya kepada koperasi
1. Alasan Pemberhentian Anggota diantaranya adalah:
a. jika tidak membayar simpanan wajib selama 3 (tiga) bulan
b. jika tidak mengembalikan angsuran atas pinjaman selama 2 (dua) bulan
c. mencemarkan nama baik dan membuat laporan tanpa bukti dan tanpa konfirmasi
pengurus dan badan pengawas kepada pihak ketiga.

Pasal 11
Menjadi Anggota Kembali
Bagi anggota yang telah diberhentikan pengurus dapat menjadi anggota kembali setelah
mendapat persetujuan keputusan RAT atau rapat anggota luar biasa dan telah memenuhi
persyaratan pada BAB I pasal 1 Anggaran Rumah Tangga ini.

Pasal 12
Jabatan Rangkap

1. Keanggotaan dan jabatan rangkap pengurus dan atau badan pengawas di bidang
perkoperasian lainnya dapat diatur dengan kebijakan perkoperasian sepanjang tidak
mengurangi tugas dan fungsinya.
2. Anggota Koperasi dapat menjadi pengurus dan anggota koperasi lainnya melalui
persetujuan pengurus.
3. Persetujuan koperasi ini harus disetujui dalam RAT tahun berikutnya.

Pasal 13
Perwakilan Suara Anggota dalam RAT

1. Untuk memelihara keberlangsungan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi anggota yang
memberikan pelayanan kepada masyarakat maka dalam pelaksanaan RAT ditetapkan
suara perwakilan
a. Suara perwakilan untuk instalasi dan ruangan dengan surat kuasa.
b. Instalasi dan ruangan, masing-masing dapat diwakilkan oleh 1 (satu) orang
dengan surat kuasa.
2. Hak suara yang sudah diwakilkannya tidak berlaku dalam RAT yang dihadirinya.
3. Anggota dapat hadir dalam RAT baik atas nama pribadi dan atau sebagai perwakilan
jika kehadirannya dalam RAT tidak mengganggu tugas pokok dan fungsinya dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
4. Anggota yang hadir dalam RAT sebagai perwakilan anggota atau yang mendapat kuasa
wajib menyampaikan hasil RAT kepada anggota yang diwakilinya.

Pasal 14
Keanggotaan Ahli Waris

Anggota yang meninggal dunia dapat tetap menjadi anggota jika ahli warisnya menyatakan
bersedia memenuhi hak dan kewajiban sebagai anggota koperasi.

BAB II
KEPENGURUSAN KOPERASI HUSADA

Pasal 15
Susunan Pengurus

Susunan pengurus Koperasi dapat terdiri dari:


1. Ketua I
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris I
4. Sekretaris II
5. Bendahara
6. Badan Pengawas dengan 2 atau 4 anggotanya.

Pasal 16
Tugas Pengurus

1. Tugas pengurus lainnya yang belum termaktub dalam pasal ini adalah tugas pengurus
seperti tertulis pada pasal 13 BAB VII Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi
Karyawan Husada
2. Tugas pengurus dalam pasal demi pasal dari ART ini diantaranya adalah:
a. Melaksanakan rekruitment anggota baru;
b. Meneliti keabsahan syarat administrasi calon anggota pada pasal 1 dan 2 ART ini;
c. Membuat surat persetujuan penerimaan anggota baru;
d. Menerima dan menata bukukan simpanan anggota;
e. Mempertimbangkan permohonan anggota untuk berhenti/keluar dari keanggotaan
koperasi;
f. Membuat surat pernyataan anggota berhenti/keluar dari keanggotaan koperasi;
g. Mempertimbangkan pembelaan anggota pada pasal 10 ART ini;
h. Membuat surat keterangan keanggotaan bila ada anggota menjadi anggota,
pengurus atau badan pengawas pada koperasi lain;
i. Mengesahkan kehadiran perwakilan anggota dalam RAT;
j. Mempertimbangkan dari segala aspek perkoperasian bagi keanggotaan ahli waris;
k. Merekomendasi besaran pinjaman anggota dan pinjaman kedinasan berdasarkan
kemampuan membayar, kebutuhan dan ketersediaan dana;
l. Mendokumentasikan simpanan anggota dalam tertib administrasi perkoperasian;
m. Mengelola administrasi usaha koperasi dan simpanan anggota;
n. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran
pendapatan dan belanja koperasi pada RAT;
o. Menyelenggarakan rapat-rapat;
p. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pada
RAT;
q. Memberikan jawaban atas pertanyaan dan menanggapi tanggapan anggota pada
RAT;
r. Mewakili anggota dan atau koperasi dalam kegiatan sosial dan kegiatan
perkoperasian;
s. Menunjuk Manajer Unit Usaha, dan Juru Buku Koperasi dan meminta
pengesahannya dalam RAT;
t. …………………
u. ………………
v. ……………………….
w. ……………………………….
x. ………………………………….
y. …………………….
z. ………………………………..

Pasal 17
Tugas Ketua Koperasi
1. Ketua Koperasi melakukan segala tindakan hukum dan administrasi untuk dan atas
nama Koperasi, didalam maupun diluar Pengadilan.
2. Tugas ketua koperasi antara lain:
a. Memimpin organisasi yang dipimpinnya
b. Bertanggungjawab atas perkembangan koperasi kepada rapat anggota
c. Mewujudkan dan membuat rencana jangka panjang koperasi. Bersama-sama wakil
ketua, sekretaris, dan bendahara menandatangani dokumen yang berhubungan
dengan administrasi dan keuangan.
d. Wewenang ketua koperasi adalah Menetapkan ketentuan-ketetuan tentang pemberian
layanan koperasi kepada anggota.
3. Tanggung jawab ketua koperasi yaitu memberikan laporan di depan rapat anggota.

Pasal 18
Tugas Sekretaris

1. Sekretaris Koperasi bertanggung jawab atas segala pengurusan Koperasi sehari – hari,
terutama untuk segala pengurusan administrasi dalam Koperasi, termasuk dan tidak
terkecuali pendataan calon anggota dan anggota, mengagendakan rapat pengurus,
termasuk dan tidak terkecuali rapat pengurus dan pengawas, dan juga rapat anggota,
memimpin setiap rapat dan melaksanakan setiap keputusan rapat. Sekretaris juga
berkewajiban untuk menyimpan dan mengumumkan hasil rapat dan keputusan
pengurus atas Koperasi.
2. Sekretaris Koperasi berkewajiban mendampingi tugas – tugas Ketua Koperasi dan
Bendahara Koperasi dan selalu berkoordinasi dengan seluruh Pengawas Koperasi.
3. Tugas–tugas Sekretaris koperasi antara lain:
a. menyusun laporan organisasi
b. melakukan kegiatan surat menyurat dan pencatatan
c. mendata anggota koperasi
d. Mengarsip segala bentuk laporan koperasi
e. Wewenang Sekretaris adalah melaksanakan tertib administrasi
4. Tanggung jawab, Sekretaris bertanggungjawab terhadap administrasi organisasi.

Pasal 19
Tugas Bendahara

1. Bendahara Koperasi bertanggung jawab atas segala pengurusan Koperasi sehari – hari,
terutama untuk segala pengurusan administrasi keuangan dalam Koperasi, termasuk
dan tidak terkecuali pendataan keuangan calon anggota dan anggota, menyimpan dan
mengawasi simpanan investasi penyertaan dalam Koperasi serta wajib melakukan
pembukuan keuangan sesuai standar ketentuan akuntansi yang berlaku.
2. Tugas–tugas Bendahara Koperasi antara lain:
a. Memberikan uang simpan pinjam kepada bagian administrasi untuk pinjaman
anggota.
b. Menerima pinjaman dari badan usaha simpan pinjam
c. Menyusun laporan keuangan dalam rangka rapat anggota
d. Mengontrol perputaran keuangan koperasi
3. Wewenang Bendahara, merencanakan anggaran belanja dan pendapatan koperasi.
4. Tanggung jawab, bertanggungjawab terhadap keuangan maupun administrasinya.
Pasal 20
Perlengkapan Organisasi Koperasi

1. Perlengkapan Organisasi Koperasi dapat terdiri dari:


a. Manajer Unit Usaha dan staf
b. Bendaharawan Gaji
c. Juru Buku
2. Perlengkapan Organisasi Koperasi diberikan biaya-biaya operasional setiap bulannya
berdasarkan hasil keputusan RAT dan sesuai dengan kebutuhannya.

Pasal 21
Hak, Kewajiban dan Wewenang Pengurus

1. Pengurus mempunyai hak, kewajiban dan wewenang sesuai BAB VII pasal 11, pasal 12,
pasal 13 Akte Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
2. Dalam hal hubungan dengan unit usaha, hak dan wewenang serta kewajiban pengurus
hanya kepada menejer unit usaha yang diatur dalam perjanjian kerjasama diantaranya.
3. Perjanjian kerja sama ini berdasarkan keadilan dan saling menguntungkan dan
disetujui oleh rapat pengurus dengan badan pengawas dan sedikitnya 5 (lima)
perwakilan anggota.
4. Pengurus bertanggug jawab terhadap segala kegiatan pengelolaan koperasi
5. Pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk
mengelola usaha.
6. Pengelola bertanggung jawab kepada pengurus
7. Hubungan antara pengelola usaha dengan pengurus koperasi merupakan hubungan
kerja atas dasar perikatan perjanjian kerja sama.
8. ………………….
9. …………………………
10. ……………………………….

BAB III
PINJAMAN ANGGOTA

Pasal 22

1. Besarnya pinjaman anggota disetujui ketua koperasi terhadap unit usaha sebanyak
nominal permohonan pinjaman anggota sepanjang dana kas/barang tersedia di unit
usaha simpan pinjam dan realisasi pinjaman ini juga berdasarkan kemampuan
membayar.
2. Jika jumlah nominal pinjaman lebih besar dari dana kas tersedia di unit usaha simpan
pinjam, maka jumlah pinjaman anggota pemohon pinjaman disesuaikan dengan dana
kas tersedia dan atau dikurangi sisa kewajiban dan kemampuan membayar.
3. Jika jumlah nominal pinjaman lebih kecil dari dana kas tersedia di unit usaha simpan
pinjam, maka pengurus berkewajiban menginformasikan kepada anggota lainnya dan
atau anggota pemohon pinjaman tentang masih adanya ketersediaan dana.
4. Untuk pembayaran pinjaman anggota yang dilakukan unit usaha simpan pinjam dalam
dua tahap diberlakukan bunga sesuai waktu realisasi pinjaman awal.
5. Sisa kewajiban koperasi terhadap permohonan ini (ayat 4 pasal ini) menjadi prioritas di
bulan berikutnya.

Pasal 23
Jangka Waktu Pinjaman

1. Jangka waktu pinjaman 10 (sepuluh) bulan terhitung bulan berikutnya dengan bunga
15%, berlaku untuk pinjaman sampai dengan 10 juta rupiah.
2. Untuk pinjaman di atas 10 (Sepuluh) Juta rupiah jangka waktu pengembalian tidak
boleh lebih dari 16 bulan dengan bunga 1,5% per bulannya.
3. Bunga pinjaman untuk permohonan pinjaman yang tidak lebih dari 5 (lima) bulan
adalah 2% perbulannya.

Pasal 24
Pengembalian Pinjaman Tidak Atas Waktu

1. Jika anggota mengajukan pinjaman kembali sedangkan sisa pinjaman masih ada dapat
dilakukan, dengan catatan sisa pinjaman anggota tersebut lebih kecil 50% dari total
pinjaman semula;
2. Sisa pinjaman lebih besar dari 50% permohonan pinjaman tidak disetujui
3. Bagi anggota yang benar-benar tidak dapat mengembalikan pinjaman dalam waktu
pengembalian kepadanya dapat diberikan rekomendasi dan berlaku hanya 1 (satu) kali
dengan catatan tetap membayar bunga pinjaman dan membuat permohonan
penundaan pembayaran kewajiban atas pinjamannya

Pasal 25
Pinjaman Anggota Baru

Anggota baru koperasi baru boleh mengajukan pinjaman setelah menjadi anggota koperasi
selama 3 (Tiga) bulan sejak tanggal pernyataan diterima menjadi anggota.

Pasal 26

1. Pinjaman atas nama dinas atau ada unsur kedinasan, maka dikenakan bunga 10%
perbulannya.
2. Bukti pinjaman ini dibuat rangkap 3 (tiga) dengan peruntukkan:
a. asli ketua koperasi;
b. tindasan pertama ketua badan pengawas, dan;
c. tindasan ketiga bendaharawan koperasi.
3. Permohonan pinjaman dibuat tertulis dan ditandatangani dan diketahui oleh Direktur

BAB IV
SIMPANAN
Pasal 27

1. Simpanan anggota terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan
sukarela sesuai dengan BAB X pasal 24 Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
2. Besarnya simpanan pokok adalah Rp 100.000.oo (Seratus Ribu Rupiah)
3. Besarnya simpanan Wajib adalah Rp 10.000.oo (sepuluh Ribu Rupiah)
4. Besarnya simpanan wajib dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dana
pengembangan koperasi.
5. Perubahan seperti ayat 4 dalam pasal ini dimusyawarahkan antar pengurus, badan
pengawas dan beberapa perwakilan anggota.
6. Besarnya simpanan Sukarela maksimal Rp. 10.000.000.oo. (Sepuluh Juta Rupiah)
Pasal 28
Jasa Simpanan

1. Jasa Koperasi terhadap simpanan anggota bersumber pada SHU yang dibagikan
menurut waktu simpanan.
2. Rumus jasa simpanan adalah: total simpanan anggota tertentu dibagi total simpanan
anggota keseluruhan dikali persentase SHU perbulan
3. Jasa simpanan dari anggota pasif dibayarkan 90% diakhir tahun usaha.

BAB V
KEGIATAN SOSIAL DAN KOPERASI

Pasal 29
Kegiatan Sosial Keanggotaan

1. Koperasi dapat memberikan bantuan sosial terhadap anggotanya yang meninggal dunia
sebesar Rp. 1.000.000,oo (Satu Juta Rupiah).
2. Bantuan sosial ini merupakan biaya operasional koperasi.
3. Bantuan diberikan oleh ketua koperasi mewakili dan atas nama anggota koperasi
kepada ahli warisnya.

Pasal 30
Kegiatan Sosial Kedinasan

1. Koperasi dapat memberikan bantuan terhadap kegiatan perkoperasian Kabupaten


Merangin minimal sebesar Rp. 200.000,oo (Dua Ratus Ribu Rupiah) dan maksimal
sebesar Rp. 500.000,oo (Lima Ratus Ribu Rupiah)
2. Koperasi dapat memberikan bantuan terhadap kegiatan RSD Kol Abundjani dan atau
kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan minimal sebesar Rp. 200.000,oo (Dua
Ratus Ribu Rupiah) dan maksimal sebesar Rp. 500.000,oo (Lima Ratus Ribu Rupiah)
3. Pemberian bantuan diketahui minimal oleh 3 (tiga) orang, yang terdiri dari 2 (dua)
pengurus 1 (satu) orang badan pengawas.
4. Biaya dalam pasal ini termasuk dalam biaya operasional koperasi di tahun usaha.

BAB VIII
RAPAT ANGGOTA
Pasal 31

1. Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi.


2. Rapat Anggota dilaksanakan untuk menetapkan :
a. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan perubahan Anggaran Dasar
/Anggaran Rumah Tangga;
b. Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi;
c. Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas;
d. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta
pengesahan laporan keuangan;
e. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan
pelaksanaan tugas pengawas bila koperasi mengangkat pengawas tetap;
f. Pembagian Sisa Hasil Usaha;
g. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran Koperasi.
3. Rapat Anggota dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun;
4. Rapat Anggota dapat dilakukan secara langsung atau melalui perwakilan yang
pengaturannya ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga.
5. Rapat Anggota Koperasi terdiri dari:
a. Rapat Anggota Tahunan;
b. Rapat Anggota Penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja;
c. Rapat Anggota Khusus;
d. Rapat Anggota Luar Biasa.
6. Setiap Rapat Koperasi wajib dibuatkan notulensi dan hasilnya diumumkan melalui
Pengumuman Koperasi, kecuali untuk rapat – rapat yang sifatnya rahasia ataupun
strategis hanya disampaikan kepada Seluruh Badan Pengawas Koperasi.

Pasal 32
Susunan Rapat Anggota Tahunan

1. Pengurus Koperasi dapat membentuk panitia penyelenggara rapat anggota tahunan


dengan surat keputusan sementara atau tetap dengan lampiran yang berisikan nama,
tugas dan tanggungjawab sebagai panitia.
2. Kepada panitia penyelenggara rapat anggota tahunan dapat diberikan uang jasa yang
merupakan bagian dari anggaran rapat dan atau biaya operasional tahun usaha
berjalan.
3. Susunan Rapat Anggota Tahunan dapat berisikan:
a. Pembukaan oleh Pembawa Acara/panitia rapat;
b. Pengesahan Quorum Rapat oleh Pembawa Acara;
c. Pembacaan tata tertib rapat oleh wakil ketua koperasi dan pengesahannya oleh
peserta rapat;
d. Pembacaan susunan acara rapat oleh wakil sekretaris koperasi dan pengesahannya
oleh peserta rapat;
e. Pemilihan moderator untuk acara point k dan l dipimpin pembawa acara;
f. Pembacaan dan pengesahan berita acara rapat anggota tahunan yang lampau;
g. Pengesahan dan atau Pelantikan Pengurus dan Badan Pengawas hasil rapat anggota
tahunan yang lampau dengan rohaniawan;
h. Pembacaan Laporan Pengurus 1 (satu) tahun usaha oleh Ketua Koperasi;
i. Pembacaan Rencana Kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi
untuk tahun buku berikutnya dan peninjauan Rencana Kerja, rencana anggaran
pendapatan dan belanja koperasi untuk tahun berjalan;
j. Pembacaan laporan badan pengawas tentang hasil pemeriksaan pengelolaan
koperasi 1 (satu) tahun usaha;
k. Tanggapan anggota rapat terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus dan atau
laporan pertanggungjawaban badan pengawas;
l. Penjelasan pengurus dan atau badan pengawas terhadap tanggapan anggota;
m. Penetapan pembagian Sisa Hasil Usaha tahun berjalan;
n. Pengarahan Perkoperasian oleh Dewan Koperasi dan atau oleh Kepala Dinas
Koperasi Perindustrian dan Perdagangan;
o. Pengarahan oleh Direktur RSD Kol Abundjani Bangko;
Pemilihan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha;
p.
Forum usul dan tanya jawab;
q.
Pembacaan do’a;
r.
Pembacaan pemenang doorprize;
s.
Penutup.
t.
4. Susunan Acara Rapat Lainnya disesuaikan dengan latar belakang penyebab
pelaksanaan rapat dan atau urgensinya materi rapat.

Pasal 33
Pengesahan Quorum Rapat

1. Dalam hal pengesahan quorum rapat dengan suara perwakilan maka jumlah anggota
yang hadir dan yang diwakilkan harus memenuhi jumlah setengah dari jumlah seluruh
anggota ditambah 1 (satu).
2. Pengesahan quorum rapat dilakukan oleh ketua koperasi setelah menerima laporan
dari panitia penyelenggara.
3. Jika tidak tercapai nilai yang dimaksud pada ayat ini maka berlakulah ketentuan dalam
ayat 7 pasal 10 BAB VI Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada
perihal Rapat Anggota.

Pasal 34
Tata Tertib Rapat Anggota Tahunan

1. Peserta hadir dengan membawa undangan dan atau dengan surat kuasa dari yang
menguasakannya
2. Mengisi daftar hadir dan menandatanganinya
3. Anggota duduk dengan tenang di tempat yang telah disediakan
4. Tidak diperkenankan meninggalkan acara rapat sebelum rapat dinyatakan selesai
5. Mengatur tanda nada HP menjadi Silent dan atau tanda getar.
6. Izin meninggalkan acara rapat dipertimbangkan oleh ketua panitia rapat dengan
penggantian peserta rapat.
7. Door prize dikeluarkan atas nama anggota.
Pasal 35
Susunan Acara Rapat

1. Susunan Acara Rapat Anggota Tahunan dapat seperti yang tertera pada ayat 3 pasal 30
anggaran rumah tangga ini.
2. Pembacaan susunan acara rapat dilakukan oleh sekretaris koperasi di quorum untuk
mendapat pengesahan anggota peserta RAT.
3. Atas tanggapan anggota terhadap Laporan Pengurus Koperasi dan Badan Pengawas,
diperlukan acara lain selain yang telah ditetapkan, maka acara tersebut diselenggarakan
sebagai acara khusus atau Rapat Anggota Luar Biasa yang ditentukan agendanya oleh
RAT.

Pasal 36
Panitia Penyelenggara

1. Pengurus Koperasi dapat membentuk panitia penyelenggaraan RAT


2. Uraian Tugas Panitia Penyelenggara dapat berisikan:
a. Notulen rapat
b. Penyambut dan pembukuan tamu
c. Pembawa acara/Moderator
d. Penghidang dan peladen
e. Pembuat undangan dan penyampai undangan
f. Pengawas pelaksanaan acara
g. Pembawa acara doorprize
h. Cleaning Service
i. Perlengkapan acara rapat
j. Dan lain-lain yang dianggap perlu

Pasal 37

1. Pengesahan dan atau Pelantikan Pengurus dan Badan Pengawas hasil rapat anggota
tahunan yang lampau jika memungkinkan dengan rohaniawan.
2. Yang melakukan pelantikan adalah Pejabat Dinas Koperindag Kabupaten Merangin dan
atau Pejabat RSD Kol Abundjani Bangko.
3. Proses pemilihan Pengurus dan Badan Pengawas dilakukan dengan cara yang disetujui
anggota dengan memperhatikan kriteria keanggotaan calon pengurus dan atau calon
badan pengawas.

Pasal 38

1. Pembacaan laporan pengurus 1 (satu) tahun usaha berjalan dilakukan oleh Ketua
Koperasi
2. Isi laporan pengurus dapat terdiri dari:
a. BAB I, yang berisikan:
i. Pendahuluan
ii. Dasar hukum
iii. Tujuan Pembuatan Laporan
b. BAB II, yang berisikan:
i. Pertumbuhan dan perkembangan koperasi 1 (satu) tahun usaha
● Keanggotaan
● Modal
● Unit Usaha
ii. Pertanggung jawaban atas rencana kerja dan rencana anggaran yang
disusun pada RAT tahun lalu
iii. Jenis dan kelengkapan laporan keuangan yaitu laporan triwulan dan
laporan tahunan yang harus dapat diaudit;
iv. Ketepatan dan kesesuaian waktu pelaporan yaitu paling lambat 30 (tiga
puluh) hari sejak bulan terakhir untuk laporan triwulan dan paling lambat
5 (lima) bulan sejak periode tahun berakhir untuk laporan tahunan;
v. Kelengkapan informasi laporan tahunan sesuai dengan SOM yang diatur
oleh Menteri; yang terdiri dari
○ Permodalan;
○ Kualitas aktiva produktif;
○ Manajemen;
○ Efisiensi;
○ Likuiditas;
○ Kemandirian dan pertumbuhan;
○ Jatidiri koperasi.
vi. Kesesuaian perlakuan akuntansi yang menyangkut pengakuan,
pengukuran, penyajian dan pengungkapan seluruh perkiraan dilakukan
berdasarkan prinsip akuntansi pedoman umum koperasi yang berlaku
secara umum;
vii. Kesesuaian penyajian laporan keuangan yang memenuhi syarat
karakteristik kualitatif laporan keuangan yaitu dapat dipahami, relevan,
handal dan dapat diperbandingkan.
c. BAB III, yang berisikan:
i. SHU
● Per Unit Usaha
● Total
ii. Neraca
● Per Unit Usaha
● Total
iii. Penjelasan Aliran Kas
● Per Unit Usaha
● Total
iv. Penjelasan Neraca
● Per Unit Usaha
● Total
d. BAB IV, yang berisikan:
i. Rencana kegiatan dan rencana anggaran tahun yang akan datang
ii. Saran
iii. Penutup

Pasal 39
1. Pembacaan Rencana Kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk
tahun buku berikutnya dan peninjauan Rencana Kerja, rencana anggaran pendapatan
dan belanja koperasi untuk tahun berjalan dilakukan oleh Ketua Koperasi.
2. Anggota Koperasi sebagai peserta rapat mendapatkan kopiannya masing-masing satu
eksemplar

Pasal 40

1. Pembacaan laporan badan pengawas tentang hasil pemeriksaan pengelolaan koperasi 1


(satu) tahun usaha berjalan oleh Ketua Badan Pengawas.
2. Pembacaan laporan dapat tidak dibacakan secara keseluruhan.
3. Penggunaan media elektronik untuk mempermudah komunikasi dapat dilakukan
4. Isi laporan badan pengawas dapat berisikan:
a. Aspek organisasi;
b. Aspek pengelolaan;
c. Aspek keuangan;
d. Produk dan layanan
e. Aspek pembinaan anggota, pengurus, pengelola, pengawas dan karyawan;

Pasal 41
Tanggapan Anggota

1. Acara dipimpin oleh moderator


2. Anggota dipersilahkan memberikan 1 (satu) pertanyaan dari 3 (tiga) anggota dan
dicatat oleh notulen rapat.
3. Anggota dipersilahkan memperkenalkan diri dan berbicara dengan posisi berdiri
4. Isi Tanggapan anggota rapat adalah tanggapan terhadap laporan pertanggungjawaban
pengurus dan atau laporan pertanggungjawaban badan pengawas dari pertanyaan pada
ayat 2 pasal ini.
5. Penjelasan pengurus dan atau badan pengawas terhadap tanggapan anggota

Pasal 42
Acara Pembacaan Sisa Hasil Usaha

1. Pembacaan Sisa Hasil Usaha berpedoman pada BAB XIII Pasal 34 Akta Perubahan
Anggaran Dasar Koperasi Karyawan Husada Oleh Bendaharawan Koperasi.
2. Pembayaran Sisa Hasil Usaha tahun berjalan diatur secepat-cepatnya 7 (tujuh) hari
setelah pelaksanaan RAT dan selambat-lambatnya 14 (empat belas hari) setelah
pelaksanaan RAT.
3. Pembayaran SHU dapat dilakukan oleh bendaharawan Koperasi di ruangan dimana
bendaharawan bertugas.

Pasal 43

Acara Pengarahan Perkoperasian dilakukan oleh Dewan Koperasi dan atau oleh Kepala
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merangin, anggota RAT di
mohon untuk tidak meninggalkan ruang rapat.
Pasal 44

1. Isi materi pengarahan oleh Direktur RSD Kol Abundjani Bangko dapat disiapkan oleh
pengurus;
2. Materi pengarahan pada ayat 1 minimal diserahkan sehari sebelum pelaksanaan RAT
tahun berjalan, jika tidak, dapat diinformasikan oleh pengurus sebelum acara berjalan.

Pasal 45

Acara Pemilihan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha

1. Pemilihan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha Dipimpin
moderator dengan pembentukan formatur.
2. Anggota formatur adalah anggota koperasi aktif
3. Pemilihan calon Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha
merupakan hak formatur
4. Penetapan Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha dilakukan
dengan votting.
5. Pengurus Baru, Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha terpilih dilantik pada
RAT tahun yang akan datang.
6. Serah terima tugas pokok dan tanggung jawab dari Pengurus lama ke Pengurus Baru,
Badan Pengawas Lama ke Badan Pengawas Baru dan Menejer Unit Usaha Lama dan ke
Manajer Unit Usaha Baru dilakukan dengan kesaksian Badan Pengawas Lama dan
minimal 5 (lima) orang Perwakilan Anggota Koperasi.
7. Dokumentasi serah terima disimpan oleh para pihak.

Pasal 46
Acara Forum Usul dan Tanya Jawab

1. Forum usul dan Tanya jawab dipimpin oleh moderator yang dipilih oleh pengurus
2. Forum usul dan Tanya jawab dibagi dalam minimal 2 sesi dan dapat maksimal 5 sesi
sesuai kebutuhan
3. Setiap sesi disediakan untuk 3 pertanyaan
4. Jika terjadi pernyataan kurang puas dari anggota maka pengurus dapat
menjelaskannya secara khusus kepada anggota tersebut disaksikan oleh badan
pengawas dalam rapat pengurus.
5. Jika pernyataan kurang puas berhubungan dengan unit usaha seperti ayat 4 pada pasal
ini, maka pengurus dapat menjelaskannya secara khusus kepada anggota tersebut
disaksikan oleh badan pengawas dalam rapat pengurus dengan menyertakan manajer
unit usaha dimaksud.

Pasal 47
Acara Pembacaan Do’a

Pembacaan Do’a dilakukan menurut cara Islam.

Pasal 48
Acara Pembacaan Pemenang Doorprize
1. Pemenang doorprize adalah peserta RAT yang hadir sebagai pribadi dan anggota yang
diwakilkannya sesuai surat kuasanya.
2. Biaya doorprize adalah biaya operasional tahun berjalan dan direncanakan dalam
perencanaan kegiatan dan perencanaan anggaran.
3. Nilai minimal doorprize yang disediakan adalah Rp 1.000.000.oo. (Satu Juta Rupiah)

Pasal 49
Acara Penutup

1. Penutupan acara RAT dilakukan oleh ketua koperasi


2. Jika masih diperlukan rapat-rapat lainnya diumumkan sekalian kepada anggota waktu
pelaksanaannya.

Pasal 50

1. Biaya RAT harus direncanakan dalam setiap RAT dengan pertimbangan efisiensi dan
efektifitasnya kegiatan dan disetujui oleh RAT
2. Biaya pelaksanaan RAT dikelompokkan dalam biaya operasional koperasi.

BAB IX
UNIT-UNIT USAHA

Pasal 51
Kriteria Manejer Unit Usaha

1. Kriteria manejer unit usaha secara umum adalah:


a. anggota koperasi berstatus PNS.
b. mampu berkomunikasi dengan anggota, pengurus dan badan pengawas.
c. bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
d. beritikad baik dalam mengelola unit usaha.
2. Kriteria khusus manejer unit usaha diantaranya adalah:
a. Memiliki pengetahuan perkoperasian;
b. Tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan Pengurus Koperasi, dengan Badan
Pengawas dan bukan merupakan pejabat struktural.

Pasal 52
Unit Usaha Perkreditan

1. Usaha perkreditan adalah bidang usaha penyediaan barang konsumsi dan atau barang
kebutuhan sekunder anggota yang disediakan Koperasi untuk memenuhi kebutuhan
anggota
2. Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19
akta perubahan anggaran dasar koperasi
3. Menejer dalam pengelolaan unit usaha bertanggungjawab kepada ketua koperasi dan
hubungan kerjanya diatur dalam perjanjian kontrak kerja sama kedua belah pihak dan
diketahui Badan Pengawas.
4. Pengelolaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas.
5. Bunga perkreditan adalah 15% pertahun

Pasal 53
Unit Usaha Simpan Pinjam

1. Usaha Simpan Pinjam adalah bidang usaha penyimpanan modal anggota untuk
dipinjamkan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mendesak anggota.
2. Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19
akta perubahan anggaran dasar koperasi
3. Pengelolaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas.
4. Bunga atas usaha simpan pinjam ini adalah 1,5% perbulannya untuk 10 bulan

Pasal 54
Unit Usaha Farmasi

1. Usaha Farmasi adalah bidang usaha penyediaan barang farmasi dan peralatan
kesehatan yang disediakan Koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggota dan atau
kebutuhan instansi.
2. Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19
akta perubahan anggaran dasar koperasi.
3. Pengelolaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas.
4. Nilai jual bahan farmasi di atur:
a. untuk karyawan unit usaha harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 10%
b. untuk anggota harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 15%
c. untuk masyarakat harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 20%
d. untuk perusahaan harga jual harga jual adalah: nilai modal ditambahkan 30%
e. untuk ASKES dan Jamkesmas berlaku harga sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Bagian nilai jual diperuntukkan kepada:
a. Biaya operasional apotek
b. Gaji manejer dan karyawan Apotek
c. Fee resep; yang terdiri dari:
i. Dokter pembuat resep
ii. Ruangan/instalasi asal resep
d. Fee racikan
e. Kebersamaan
f. Fee Manajemen
g. Belanja Barang
h. ……………
i. ………………….
j. …………………
k. ………….
6. Hal-hal lain akan diatur kemudian dan aturan tersebut berkekuatan hukum yang sama
dengan anggaran rumah tangga.

Pasal 55
Usaha Warung Serba Ada
1. Usaha Warung Serba Ada adalah bidang usaha penyediaan barang konsumsi dan atau
barang kebutuhan sekunder anggota yang disediakan Koperasi untuk memenuhi
kebutuhan anggota
2. Bidang usaha ini dipimpin oleh manejer seperti yang tertera dalam BAB IX pasal 19
akta perubahan anggaran dasar koperasi.
3. Pengeloaan unit usaha dapat diperiksa oleh badan pengawas.
4. Bagian nilai jual diperuntukkan kepada:
a. Biaya operasional Waserda
b. Gaji manejer dan karyawan Waserda
c. Fee racikan
d. Kebersamaan
e. Fee Manajemen
f. Belanja Barang
g. ……………
h. ………………….
i. …………………
5. Nilai jual barang sediaan di sesuaikan dengan harga pasar.
6. Tidak berlaku BON,
7. Jika dilakukan maka kepada anggota tersebut dikenakan bunga dari total belanja
sebesar 15%
8. ………….

Pasal 56
Usaha Parkir

1. Usaha perparkiran adalah usaha jasa penyediaan lahan dan keamanan parkir
kendaraan bermotor.
2. Kewajiban parkir ke Dinas Perhubungan sebagai retribusi daerah 100% menjadi
tanggungan Koperasi.
3. Persentase peruntukkan penghasilan jasa perparkiran adalah: 70% manejer; 30%
koperasi.
4. Menejer bertanggung jawab 100% terhadap permasalahan usaha jasa dalam
pengelolaannya.

BAB X
KEUNTUNGAN UNIT USAHA

Pasal 57

1. Usaha Simpan Pinjam dan Perkreditan


a. Keuntungan Bersih Unit Usaha ini adalah bunga atas pinjaman dan bunga atas nilai
kredit
b. Pembagian untuk Jasa Anggota adalah berasal dari jasa transaksi
c. Persentase jasa transaksi adalah 87,25% dari ketetapan SHU Anggota
2.

BAB XI
KEUANGAN
Pasal 58

Sumber keuangan koperasi bersumber kepada:


1. Simpanan Pokok
2. Simpanan Wajib
3. Simpanan Sukarela
4. Bantuan yang tidak mengikat
5. Hibah dari pihak ketiga dan MOU
6. Keuntungan bersih dari unit-unit usaha

Pasal 59
Pengelolaan Keuangan Unit Usaha Koperasi

1. Pengelolaan Keuangan Unit Usaha dan Koperasi berprinsip pada Pedoman Standar
Akuntansi Koperasi No 27 Tahun 1999;
2. Laporan kas setiap unit usaha pada setiap bulannya disampaikan ke pengurus
koperasi selambat-lambatnya pada minggu ke 2 pada bulan berikutnya.
3. Jika terjadi kekurangan modal untuk usaha di unit usaha maka pengurus wajib
memenuhi kebutuhan ini.

Pasal 60

1. Usaha Simpan Pinjam:


a. ADMINISTRASI
i. kartu pinjaman anggota
ii. bukti tagihan kewajiban anggota
iii. kwitansi pembayaran pinjaman
iv. form permohonan pinjaman
v. catatan SHU atas pinjaman
b. KEUANGAN.
i. Berpedoman kepada SK Menteri Koperasi dan UKM perihal KSP
ii. Berpedoman kepada Pedoman Standar Akuntansi Koperasi Nomor 27 tahun
1999
c. ……….
2. Usaha Apotek:
a. Kas menjadi tanggung jawab manejer apotek
b. Simpanan Sukarela anggota dikelola menejer setelah dibukukan oleh
bendahara koperasi.
c. Kewajiban jangka pendek usaha diselesaikan dengan kas tunai dengan bukti
tersusun rapi
d. Kewajiban jangka pendek tersebut adalah:
i. Honor menejer, honor staf
ii. Fee resep dokter/ruangan asal resep
iii. Membayar kewajiban terhadap penyedia barang
iv. …………..
e. Keuntungan usaha perbulannya/persemester/perbulan dibukukan dengan
prinsip transparansi.
BAB XI
SISA HASIL USAHA

Pasal 60
Sumber SHU dan macam SHU
1. Sumber SHU adalah laba bersih dari unit-unit usaha:
a. Unit usaha farmasi/apotek
i. Laba bersih 100% dikurang bagian jasa anggota 45%
ii. Sisa shu tetap berada di unit usaha yang nantinya digunakan sebagai
modal awal tahun berjalan.
b. Unit usaha simpan pinjam
c. Unit usaha warung serba ada
d. Unit usaha perparkiran
e. Unit usaha perkreditan
2. Macam SHU adalah:
a. Dana cadangan 30%
b. Dana jasa anggota 40%
c. Dana pendidikan
d. Dana jasa pengurus
e. Dana audit

PASAL 61
Dana Cadangan 30%

1. Dana Cadangan adalah dana ekuitas permanen yang keluar kembali untuk modal
pengelolaan koperasi beserta unit usahanya.
2. Dana ini dapat digunakan kembali untuk usaha sebesar 90%, sisa dana tunai harus
berada di Kas bendahara untuk dapat digunakan sebagai dana peraih kesempatan
memperoleh keuntungan koperasi.

Pasal 62
Dana Pendidikan 10%

1. Dana pendidikan adalah dana ……………


2. Dana ini dapat digunakan kembali untuk usaha sebesar 90%, sisa dana harus berada
di Kas bendahara untuk dapat digunakan sebagai dana peraih kesempatan
memperoleh keuntungan koperasi.
3. ………………….

Pasal 63
Dana Jasa Anggota 45%

1. Dana Jasa Anggota terdiri dari jasa transaksi dan jasa penyertaan modal
atau simpanan.
a. Dana Jasa Transaksi Anggota adalah 40 % dana bagian dari total SHU Jasa
Anggota
b. Dana Jasa Penyertaan Modal atau Simpanan adalah 5% dana bagian dari total
SHU Jasa Anggota
c. Rumus jasa transaksi dapat dihitung atas indeks persentase pembagian SHU yang
sama nilainya sebagai hasil pembagian dari Bagian SHU atau jasa transaksi dibagi
total transaksi anggota
d. Rumus jasa penyertaan modal atau simpanan dapat dihitung atas indeks persentase
pembagian SHU yang sama nilainya sebagai hasil pembagian dari Bagian SHU atau
jasa penyertaan modal atau simpanan dibagi total penyertaan modal atau simpanan
anggota
e. Rumus jasa transaksi juga dapat dihitung atas Pembagian dari Jumlah Rupiah
Transaksi Anggota Tertentu dibagi Total Rupiah Transaksi Keseluruhan
Anggota dikali 40%
f. Rumus jasa penyertaan modal atau simpanan dapat dihitung atas Pembagian
Jumlah Rupiah penyertaan modal atau Rupiah simpanan anggota
tertentu dibagi total Rupiah penyertaan modal atau simpanan
keseluruhan anggota dikali 5%
g. Dana ini dibayarkan 100% kepada anggota yang berhak, jika tidak diambil oleh
anggota yang bersangkutan, maka dana tersebut menjadi simpanan sukarela
anggota yang wajib dibukukan oleh bendahara koperasi.

Pasal 64
Jasa Pengurus 10%

1. Dana jasa pengurus adalah dana …………………


2. Penggunaannya 100% dibayarkan untuk pengurus pada tahun usaha yang
dipertanggugjawabkan pada RAT, kecuali ada kesepakatan lain antar pengurus.

Pasal 65
Dana Audit 5%

1. Dana Audit adalah dana …………………


2. Penggunaannya 100% dibayarkan untuk pengawas pada tahun usaha yang
dipertanggugjawabkan pada RAT, kecuali ada kesepakatan lain antar Badan
Pengawas.

Pasal 66
Insentif-insentif

1. Insentif bendaharawan gaji diambil 1% dari dana pendidikan (10% DARI TOTAL
TAGIHAN BULANAN YANG DIBAYARKAN 1 (SATU) KALI DALAM SETAHUN)
2. Penggunaannya 100% untuk bendaharawan gaji dengan azas rasionalitas beban
kerja dan beban anggaran …..

Pasal 67
SHU Simpanan Sukarela

BAB XII
BADAN PENGAWAS
Pasal 68
Secara umum tugas badan pengawas adalah seperti tertuang dalam UU No 25 Tahun 1992
tentang Perkoperasian dan BAB VIII Pasal 16, 17 dan 18 Akta Perubahan Anggaran Dasar
Koperasi Karyawan Husada

Pasal 69
Tujuan pengawasan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi:
a. Mengendalikan KSP dan USP Koperasi agar dalam menjalankan kegiatan usahanya sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku;
b. Meningkatkan citra dan kredibilitas KSP dan USP Koperasi sebagai lembaga keuangan yang
mampu mengelola dana dari anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya
berdasarkan prinsip koperasi;
c. Menjaga dan melindungi asset KSP dan USP Koperasi dari tindakan penyelewengan oleh pihak-
pihak yang tidak bertanggung jawab;
d. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan KSP dan USP Koperasi terhadap
pihak-pihak yang berkepentingan;
e. Mendorong pengelolaan KSP dan USP Koperasi mencapai tujuannya secara efektif dan efisien
yaitu meningkatkan pemberdayaan ekonomi anggota.

Unsur-unsur yang harus dipantau dari laporan keuangan meliputi:


a. Jenis dan kelengkapan laporan keuangan yaitu laporan triwulan dan laporan tahunan yang harus
dapat diaudit;
b. Ketepatan dan kesesuaian waktu pelaporan yaitu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak bulan
terakhir untuk laporan triwulan dan paling lambat 5 (lima) bulan sejak periode tahun berakhir
untuk laporan tahunan;
c. Kelengkapan informasi laporan tahunan sesuai dengan SOM yang diatur oleh
Menteri;
d. Kesesuaian perlakuan akuntansi yang menyangkut pengakuan, pengukuran, penyajian dan
pengungkapan seluruh perkiraan dilakukan berdasarkan prinsip akuntansi pedoman umum
koperasi yang berlaku secara umum;
e. Kesesuaian penyajian laporan keuangan yang memenuhi syarat karakteristik kualitatif laporan
keuangan yaitu dapat dipahami, relevan, handal dan dapat diperbandingkan.
Pasal 8
(1) Pejabat pengawas dapat meminta konfirmasi langsung kepada Pengurus KSP dan USP Koperasi
yang bersangkutan apabila dari pemantauan laporan keuangan yang disampaikan oleh KSP dan
USP Koperasi dinilai menyajikan informasi yang kurang jelas dan atau meragukan.
(2) Rekomendasi, saran dan catatan hasil pemantauan pejabat pengawas harus disampaikan secara
tertulis kepada KSP dan USP Koperasi yang bersangkutan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja
sejak tanggal laporan keuangan KSP dan USP Koperasi diterima pejabat pengawas.
(3) KSP dan USP Koperasi berhak untuk meminta konfirmasi kepada Menteri apabila pejabat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menyampaikan rekomendasi, saran dan catatan hasil
pemantauan.
(4) Pencatatan atas pemantauan terhadap KSP dan USP Koperasi dilaksanakan dengan
menggunakan contoh lembar kerja pemantauan sebagaimana dimaksud dalam lampiran 1
peraturan ini.
Pasal 9
(1) Pemeriksaan terhadap KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c
dilakukan oleh pejabat pengawas yang ditetapkan Menteri.
(2) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berkala dan atau setiap
waktu bila diperlukan.
(3) Hasil pemeriksaan oleh pejabat harus dibuatkan berita acara pemeriksaan secara tertulis yang
ditandatangani oleh pemeriksa dan pengurus koperasi dan dapat dijadikan catatan resmi untuk
pejabat dalam mempertimbangkan pemberian penghargaan atau sanksi kepada pihak koperasi
bersangkutan.
(4) Pemeriksaan Pejabat Pengawas terhadap KSP dan USP dilaksanakan dengan mempedomani
petunjuk Teknis Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran 2 dan 3 peraturan ini.
Pasal 10
Objek pemeriksaan terhadap KSP dan USP Koperasi meliputi:
a. Aspek organisasi;
b. Aspek pengelolaan;
c. Aspek keuangan;
d. Produk dan layanan;
e. Aspek pembinaan anggota, pengurus, pengelola, pengawas dan karyawan;
Pasal 11
Aspek organisasi KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud Pasal 10 huruf
a, meliputi :
a. Kelengkapan legalitas yang terdiri dari Akta Pendirian Koperasi, Anggaran Dasar, perubahan
pengesahan Anggaran Dasar bagi USP Koperasi, surat ijin pembukaan kantor cabang, kantor
cabang pembantu dan kantor kas;
b. Ketaatan dan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku;
c. Kelengkapan organisasi KSP dan USP Koperasi yang mencerminkan struktur organisasi dan
uraian pekerjaan.
Pasal 12
Aspek pengelolaan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud Pasal 10 huruf b, meliputi:
a. Derajat kepatuhan dan kesesuaian pelaksanaan ketentuan pengelolaan KSP dan USP Koperasi
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi;
b. Derajat kesesuaian kompetensi dan persyaratan ketentuan mengenai pengelola baik pengelola
perseorangan atau pengelola lembaga sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor
19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh
Koperasi;
c. Ada tidaknya standar pengelolaan tertulis yang dirumuskan dalam SOM dan SOP yang disetujui
oleh Rapat Anggota KSP dan USP Koperasi yang bersangkutan;
d. Efektivitas pelaksanaan fungsi dan tugas Perangkat Organisasi Koperasi,
e. Efektivitas pelaksanaan dari SOM dan SOP yang telah disetujui oleh Rapat Anggota,
Pasal 13
Aspek keuangan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 10
huruf c, meliputi:
a. Derajat kesesuaian pelaksanaan ketentuan tentang modal disetor dan sumbernya pada awal
pendirian KSP dan USP Koperasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor
19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh
Koperasi;
b. Derajat kepatuhan pelaksanaan ketentuan bahwa modal awal disetor KSP
dan USP Koperasi tidak boleh berkurang jumlahnya sebagaimana diatur
dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman
Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi;
c. Pelaksanaan pedoman standar akuntansi keuangan koperasi KSP dan USP
Koperasi berdasarkan PSAK yang berlaku;
d. Pemeriksaan terhadap pos-pos neraca, pos-pos laporan perubahan ekuitas,
dan pos-pos laporan perhitungan hasil usaha;
e. Pelaksanaan ketentuan pembagian dan penggunaan Sisa Hasil Usaha (SHU)
Koperasi Simpan Pinjam sesuai dengan keputusan Rapat Anggota;
f. Pelaksanaan ketentuan pembagian dan penggunaan hasil usaha USP
Koperasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan keputusan Rapat Anggota;
g. Pelaksanaan kebijakan pengendalian risiko berdasarkan asas-asas
pemberian pinjaman yang sehat, dan menerapkan prinsip-prinsip kehatihatian
serta pemberian pinjaman yang benar sesuai dengan ketentuan yang
berlaku melalui: penerapan analisis kelayakan usaha yang cermat, watak dan
kemampuan anggota dan calon anggota peminjam, dan penetapan agunan
baik fisik maupun non fisik sebagai jaminan.
Dep.3.2 Dep.1.5 Dep.1.2 Dep.3 Dep.1 SMPasal 14
Aspek produk dan layanan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud pada
pasal 10 huruf d, meliputi:
a. Derajat kepatuhan pelaksanaan ketentuan penghimpunan dana hanya
berasal dari anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor
19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Simpan Pinjam oleh Koperasi;
b. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan pengembangan produk simpanan dan
tabungan sesuai dengan prinsip-prinsip sebagaimana diatur dalam Peraturan
Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi;
c. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan perhitungan jasa antara KSP atau USP
Koperasi dengan peminjam dan perhitungan penetapan distribusi pendapatan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor
19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Simpan Pinjam oleh Koperasi;
d. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan pengembangan produk layanan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor
19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Simpan Pinjam oleh Koperasi;
e. Kepatuhan pelaksanaan ketentuan mengenai persyaratan, tata cara dan
administrasi penyelenggaraan pelayanan pemberian pinjaman sebagaimana
diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 19/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi;
Pasal 15
Aspek pembinaan anggota, pengurus, pengelola, pengawas dan karyawan KSP
dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 10 huruf e, meliputi:
a. Kebijakan tertulis mengenai pembinaan dan pengembangan sumber daya
manusia KSP dan USP Koperasi yang meliputi: program pembinaan, tujuan
pembinaan, kelompok sasaran, jadwal dan anggaran biaya pembinaan;
b. Evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan sumber
daya manusia KSP dan USP Koperasi.
c. Konfirmasi dan pengecekan ulang dengan melakukan uji petik terhadap buktibukti
pendukung laporan pembinaan maupun memperoleh informasi langsung
dari beberapa kelompok sasaran pembinaan.
Pasal 16
(1) Penilaian kesehatan KSP dan USP Koperasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 huruf d, dilaksanakan dengan melakukan penilaian terhadap aspekaspek
sebagai berikut:
a. Permodalan;
b. Kualitas aktiva produktif;
c. Manajemen;
d. Efisiensi
e. Likuiditas
f. Kemandirian dan Pertumbuhan
g. Jatidiri
(2) Penilaian terhadap aspek-aspek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif.
(3) Persyaratan dan tatacara penilaian terhadap kesehatan KSP dan USP
Koperasi dilaksanakan berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Nomor 20/Per/M.KUKM/XI/2008 Tentang Pedoman
Penilaian Kesehatan Simpan pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi.
BAB IV
PEJABAT PENGAWAS SIMPAN PINJAM
Pasal 17
(1) Menteri mengangkat Pejabat Pengawas Simpan Pinjam yang berperan
sebagai pengawas Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam
Koperasi.
(2) Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab melakukan
pengawasan sebagaimana diatur dalam Pasal 4.
(3) Pejabat pengawas simpan pinjam mempunyai wewenang :
a. Menerima laporan mengenai kondisi organisasi, usaha dan permodalan
KSP dan USP Koperasi;
b. Melakukan audit atau meminta auditor independen untuk melakukan audit
terhadap semua dana, surat-surat berharga, pembukuan, kertas kerja,
catatan dan semua sumber informasi yang dimiliki dan dikuasai koperasi;
c. Merekomendasikan kepada Menteri untuk menghentikan kegiatan usaha
dan atau mencabut izin usaha simpan pinjam koperasi, apabila terdapat
dugaan kuat berdasarkan bukti-bukti nyata yang ditemukan bahwa KSP
dan atau USP Koperasi :
1) menjalankan usaha keuangan yang tidak sehat dan tidak aman;
2) melanggar ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku; atau
Dep.3.2 Dep.1.5 Dep.1.2 Dep.3 Dep.1 SM
d. Mengeluarkan perintah untuk menempatkan KSP dan atau USP Koperasi
dalam pengawasan administratif.
Pasal 18
Pejabat Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. Pegawai Negeri Sipil (PNS);
b. Berpendidikan serendah-rendahnya Sarjana Muda atau yang sederajat;
c. Memiliki integritas moral yang baik, jujur dan dapat dipercaya dibuktikan
dengan dokumen fakta integritas dan belum pernah melakukan tindakan
tercela.
d. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang pengawasan dan
pembinaan KSP dan USP Koperasi yang dibuktikan dengan sertifikat yang
dikeluarkan oleh Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah dan atau Lembaga yang kompeten.
Pasal 19
Sebelum pejabat pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 terbentuk,
maka penyelenggaraan tugas pengawasan terhadap KSP dan USP Koperasi
dilakukan oleh Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pembiayaan.

KOORDINASI PENYELENGGARAAN PENGAWASAN


Pasal 25
(1) Pejabat pemerintah yang bertanggung jawab dalam bidang pengawasan KSP dan USP Koperasi
dalam hal ini di tingkat pusat adalah Menteri yang membidangi koperasi, di tingkat Propinsi/DI
dan Kabupaten/Kota adalah Kepala instansi yang membidangi koperasi wajib menyampaikan
laporan berkala pelaksanaan pengawasan dengan hierarki sebagai berikut:
a. Menteri kepada Presiden dengan tembusan kepada Gubernur Bank Indonesia selaku otoritas
moneter,
b. Kepala instansi yang membidangi koperasi di tingkat Propinsi/DI kepada Menteri dengan
tembusan kepada Gubernur,
c. Kepala instansi yang membidangi koperasi di tingkat Kabupaten/Kota kepada Menteri dengan
tembusan kepada Bupati/Walikota.
(2) Laporan pelaksanaan pengawasan berkala terdiri dari:
a. Laporan Triwulan,
b. Laporan Tahunan,
(3) Laporan triwulan disampaikan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak bulan terakhir
pada periode yang bersangkutan.
(4) Laporan tahunan disampaikan selambat-lambatnya 5 (lima) bulan sejak periode tahunan itu
berakhir.
Pasal 26
(1) Laporan berkala pelaksanaan pengawasan KSP dan USP Koperasi menyajikan informasi yang
memuat:
a. Perkembangan jumlah KSP dan USP Koperasi berdasarkan klasifikasi yang diatur Menteri;
b. Perkembangan modal sendiri, nilai asset, nilai simpanan atau tabungan yang dihimpun, nilai
pemberian pinjaman atau investasi yang diberikan, anggota dan calon anggota yang dilayani serta
SHU yang diperoleh,
c. Ragam produk simpanan dan pemberian pinjaman yang umumnya dikembangkan oleh KSP dan
USP Koperasi,
d. Capaian pelaksanaan pemantauan terhadap laporan keuangan berkala KSP dan USP Koperasi,
e. Capaian pelaksanaan pemeriksaan,
Dep.3.2 Dep.1.5 Dep.1.2 Dep.3 Dep.1 SM
f. Capaian pelaksanaan penilaian kesehatan KSP dan USP Koperasi dan hasil klasifikasi
penilaiannya,
g. Masalah dan kendala yang dihadapi dalam pengawasan KSP dan USP Koperasi.
h. Rekomendasi untuk umpan balik peningkatan kinerja pengawasan oleh pihak terkait.
(2) Laporan tahunan pengawasan disajikan dengan membandingkan keadaan kinerja pengawasan
antara tahun berjalan dengan tahun sebelumnya secara komparatif, kecuali bagi instansi
pemerintah yang membidangi koperasi yang belum memiliki laporan pengawasan periode
sebelumnya.
Tatacara Pemeriksaan

Pasal 70
Materi Pemeriksaan
Pasal 71
Pengungkapan Hasil Pemeriksaan

BAB XIII
ATRIBUT DAN KELENGKAPAN KOPERASI

Pasal 72

1. Atribut Koperasi diajukan oleh Pengurus Koperasi kepada RAT untuk mendapat
pengesahan.
2. Atribut Koperasi wajib digunakan oleh KOPERASI BINA HUSADA dan seluruh jajaran
Koperasi.
3. ….

Pasal 73
Kelengkapan Koperasi

Kelengkapan koperasi terdiri dari:


1. 17 buku administrasi koperasi
2. Ruang kerja pengurus
3. Lemari arsip
4. Komputer
5. Kalkulator
6. Dan lain-lain yang selanjutnya dijadikan modal atau aset koperasi.

BAB XIII
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 74

1. Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh RAT.


2. Penyusunan kembali Perubahan Anggaran Rumah Tangga dilakukan oleh tim
berdasarkan keputusan Ketua Koperasi
3. Penyusunan kembali Perubahan Anggaran Rumah Tangga dibiayai oleh Koperasi
dengan keputusan Ketua Koperasi.

BAB XIV
PENUTUP

Pasal 75
Force Majure

1. Force Majeure adalah istilah yang biasanya terdapat dalam dokumen – dokumen
kontrak kerjasama, kontrak kerja, kontrak jual beli yaitu Kejadian Luar Biasa (KLB),
termasuk di dalamnya adalah kejadian – kejadian seperti; perang, demo, huru-hara,
bencana alam, atau dapat juga diartikan sebagai Act of God (Kejadian diluar
kemampuan manusia).
2. Jika terjadi force majure atau kejadian yang merugikan terhadap unit usaha maka
kerugian modal menjadi tanggungan semua anggota.

Pasal 76
Segala sesuatu yang belum atau tidak diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan
diatur dalam Peraturan-peraturan Koperasi, instruksi-instruksi/petunjuk-petunjuk
pelaksanaan, hasil keputusan rapat anggota tahunan, hasil keputusan rapat anggota luar
biasa dan yang ditetapkan oleh Pengurus dan berdasarkan keputusan rapat anggota
tahunan.
Pasal 77

Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di: Bangko


Tanggal: ……………..2011
KOPERASI “BINA HUSADA”
KETUA

BAMBANG IRMAWAN
TIM PENYUSUN DRAFT ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI HUSADA
SK NOMOR 04/KOPERASI BINA HUSADA/2010.

1. BAMBANG IRMAWAN.
2. RONNI HUTAGALUNG.
3. JONI RASMANTO SKM, MKES.
4. NUR USMAN SKM.
5. RUSTI SITORUS.

DISAKSIKAN OLEH:
PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT JALAN ………………………………………
PERWAKILAN ANGGOTA UGD …………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP ANAK ……………………………………………………
PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP DALAM …………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP BEDAH …………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP KEBIDANAN
…………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA RAWAT INAP MATA …………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA ICU …………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA VIP…………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA PENUNJANG MEDIS …………………………………………………….
PERWAKILAN ANGGOTA MANAJEMEN …………………………………………………….