MAKALAH
KONSEP DASAR FISIKA SD
Listrik Statis dan Listrik Dinamis
Oleh:
Marjania Afifa
21129422
21 BKT 10
Dosen Pengampu : Dra. Zuryanty, M.Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2021
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin saya tidak akan sanggup
menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam kepada baginda Rasullullah yakni Nabi
Muhammad SAW .
Makalah ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Konsep Dasar Fisika SD
tentang “Suhu dan Kalor”. Terima kasih saya sampaikan kepada dosen pembimbing Ibu Dra
Zuryanty,M.Pd. dengan bimbingan beliau saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-
baiknya dan semoga makalah ini dapat member manfaat kepada Penulis dan Pembaca.
Penulis mengakui bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna maka dari itu
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca terutama dari
Ibu Dra. Zuryanty,M.Pd. selaku dosen pembimbing mata kuliah ini. Semoga kritik dan saran dari
pembaca dapat menjadi bahan acuan Penulis untuk lebih baik di makalah selanjutnya.
Bukittinggi, 20 November 2021
Marjania Afifa
DAFTAR ISI
ii
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….……...ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….……….iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………………….………...1
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………….….………..1
C. Tujuan………………………………………………………………………….………….1
D. Manfaat…………………………………………………………….……………………...1
BAB II PEMBAHASAN
A. Listrik Statis
B. Listrik Dinamis
C. Rangkaian Listrik
D. Daya dan Energi Listrik
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………...…………………………………………….18
B. Saran……………………………………………………………………………………..18
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………...…….19
BAB I
iii
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Listrik telah ditemukan sejak manusia mulai mengamati efek yang timbul dari dua
buah benda yang saling digosokkan. Hal ini juga tampak pada pesta anak-anak, misalnya
dengan trik menggosok-gosok balon dan menempelkannya di langit-langit. Bahkan,
mungkin kita pernah merasakan seperti sengatan pada kaki kita setelah berjalan di atas
karpet yang terbuat dari nilon.
Dengan penalaran yang lebih mendalam, beberapa pertanyaan berikut ini akan
muncul di benak kita. Gaya apakah yang menyebabkan elektron tetap pada orbimya
mengelilingi inti atom? Gaya apakah yang menyebabkan gedung-gedung pencakar langit
atau hamparan gunung tetap tegak kokoh? Gaya apakah yang menimbulkan kilat dan badai
petir?
Peristiwa-peristiwa tersebut di atas merupakan gejala dari listrik statis. Listrik statis
adalah gejala tentang interaksi rnuatan listrik yang tidak bergerak atau tidak bergerak secara
permanen. Listrik dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. Cara mengukur kuat arus
pada listrik dinamis dengan cara muatan listrik dibagi waktu dengan satuan muatan
listrik adalah coulomb dan satuan waktu adalah sekon. Kuat arus pada rangkaian
bercabang sama dengan kuat arus yang masuk dengankuat arus yang keluar
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan listrik statis?
2. Apa yang dimaksud dengan listrik dinamis?
3. Apa yang dimaksud dengan rangkaian seri dan parallel?
4. Bagaimana rumus hukum Ohm dan Kirchof?
5. Bagaimana penerapan daya dan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui listrik statis dan listrik dinamis
2. Untuk mengetahui rangkaian seri dan parallel
3. Untuk mengetahui hukum ohm dan kirchoff
4. Untuk mengetahui daya dan energi listrik
D. Manfaat
1. Menambah pengetahuan tentang listrik statis dan dinamis
2. Menambah pengetahuan tentang rangkaian seri dan parallel
3. Menambah pengetahuan tentang hukum ohm dan kirchof
4. Menambah pengetahuan tentang daya dan energi listrik
BAB II
iv
PEMBAHASAN
A. Listrik Statis
1. Pengertian Listrik Statis
Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak mengalir
atau tetap (statis), tetapi jika pelepasan terjadi, pengisian akan memakan waktu singkat. Atau
definisi lain dari listrik statis adalah fenomena listrik di mana muatan listrik tidak bergerak dan
umumnya ditemukan pada benda bermuatan listrik.
Listrik statis terjadi ketika benda yang memiliki arus listrik saling bertautan tanpa sumber
energi listrik, atau dengan kata lain, mereka dapat menghasilkan proton atau elektron tanpa
menggunakan elemen yang menghasilkan energi listrik. Listrik statis dapat disebabkan oleh dua
benda yang memiliki muatan listrik berbeda.
Muatan listrik pada benda dihasilkan dari transfer elektron dari satu objek ke objek
lainnya. Ada 2 muatan listrik, yaitu muatan positif dan negatif. Dikatakan bahwa hal-hal
bermuatan positif jika ada lebih banyak proton daripada elektron. Kami mengatakan bahwa
sesuatu bermuatan negatif jika ada lebih banyak elektron daripada jumlah proton. Sementara
benda tanpa muatan disebut netral, yaitu jumlah proton dan elektron yang sama. Elektron adalah
muatan dasar yang menentukan sifat listrik benda.
Proton adalah partikel subatomik yang membentuk atom bermuatan positif. Sedangkan
elektron adalah partikel subatom yang merupakan atom yang bermuatan negatif. Selain proton
dan elektron, ada kompiler atom lain, yaitu neutron, yang tidak memiliki muatan neutron
(netral).
Objek dengan muatan yang sama akan menolak ketika didekatkan, jika tidak, objek
dengan muatan berbeda akan saling menarik. Daya tarik atau tolakan antara dua benda
bermuatan listrik adalah bentuk gaya listrik yang juga dikenal sebagai gaya Coulomb.
2. Hukum Coulomb
Hukum Coulomb adalah hukum yang menghubungkan antara jenis muatan listrik positif
(+) dengan jenis muatan negatif (-). Kedua jenis muatan tersebut akan menimbulkan sebuah gaya
dengan jarak diantara titik muatan.
Hukum Coulomb berbunyi “Besarnya gaya tarik menarik atau gaya tolak menolak antara
dua benda yang bermuatan listrik akan berbanding lurus dengan muatan masing - masing benda,
akan tetapi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak benda tersebut”.
Rumus hukum coulomb yaitu:
v
Keterangan:
Fc = gaya tarik-menarik atau gaya tolak-menolak dengan satuan Newton
(N)
Q1 = besar muatan pertama dengan satuan Coulomb (C)
Q2 = besar muatan kedua dengan satuan Coulomb (C)
r = jarak antara 2 benda bermuatan dengan satuan meter (m)
k = konstanta pembanding besarnya 9 × 10 pangkat 9 Nm2/C2
Contoh soal
Dua buah muatan diatur seperti pada gambar di bawah ini. Besar muatan pada A adalah +8
mikro Coulomb dan muatan di B adalah -5 mikro Coulomb. Sedangkan besar gaya listrik yang
bekerja pada kedua muatan adalah… (k = 9 x 109 Nm2C−2, 1 mikro Coulomb = 10−6 C).
Berapakah Besar gaya listrik yang bekerja pada kedua muatan?
Pembahasan:
Muatan A (Q1) = +8 µC = +8×10-6 C
Muatan B (Q2) = -5 µC = -5×10-6 C
k = 9×109 Nm2C2
r = 10 cm = 0,1 meter
Ditanya: Besar gaya listrik kedua muatan (Fc)?
Jawab:
3. Medan Listrik
vi
Medan listrik yaitu ruang yang terletak di sekitar muatan listrik. Dimana ketika sebuah
muatan uji ditempatkan dalam ruang di dekat tongkat yang bermuatan, maka sebuah gaya
eletrostatis akan bekerja pada muatan uji.
Medan listrik ini digambarkan dengan garis gaya listrik yang arahnya keluar/menjauhi
muatan positif dan mendekati muatan negatif .
Kuat medan listrik secara sistematis dirumuskan sebagai berikut :
E = f/q
Dimana
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya coloumb (N)
q = muatan uji (C)
Arah gaya yang ditimbulkan ketika muatan uji didekatkan dengan muatan sumber akan berbeda-
beda, tergantung dengan jenis muatannya.
1. Bila muatan sumber positif dan muatan uji positif, maka arah gaya coloumbnya akan menjauh
dari muatan uji dan muatan sumber.
2. Bila muatan sumber positif dan muatan uji negatif, maka gaya coloumb akan mendekati
muatan sumber. Berikut gambarnya :
vii
3. Bila muatan sumber negatif dan muatan uji postif, maka gaya coloumb akan mendekati
muatan sumber. Berikut gambarnya :
4. Bila muatan sumber negatif dan muatan uji juga negatif, maka gaya coloumb akan menjauhi
muatan uji. Berikut gambarnya :
Penulisan sistematis untuk gaya coloumb, yaitu
F = k ((Q.q)/r2))
Dimana
F = gaya coloumb (N)
Q = muatan sumber (C )
r = jarak antara muatan uji terhadap muatan sumber (m)
maka, penulisan sistematis kuat medan listrik yaitu :
E = k (Q/r2)
Dimana
E = besar kuat medan listrik (N/C)
Q = muatan sumber (C )
r = jarak antara muatan uji terhadap muatan sumber (m)
Contoh soal
Sebuah muatan uji dengan besar muatan 15 x 10-5 diletakkan dalam sebuah medan listrik.
Apabila gaya yang bekerja pada muatan uji sebesar 0,6 N. berapa besar medan listrik pada
muatan uji?
Diketahui
F = 0,6 N
Q = 15 x 10-5
Penyelesaian
E = F/q
E = 0,6 / 15 x 10-5
E = 4000 N/C
viii
Jadi, besar medan listrik pada muatan uji adalah 4000 N/C
4. Potensial Listrik
Potensial listrik adalah banyaknya muatan yang terdapat dalam suatu benda. Beda
potensial listrik (tegangan) timbul karena dua benda yang memiliki potensial listrik berbeda
dihubungkan oleh suatu penghantar. Beda potensial ini berfungsi untuk mengalirkan muatan dari
satu titik ke titik lainnya.
Usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan sebuah muatan dari titik B ke titik A per
satuan muatan disebut dengan potensial listrik. Sehingga Rumus potensial listrik adalah dengan
persamaan sebagai berikut ini:
Keterangan:
V = Potensial listrik ( Volt )
W = Usaha (J)
Q = Muatan listrik (C)
Contoh soal
Untuk bisa memindahkan muatan sebesar 10 C dari titik A ke titik B dibutuhkan usaha
sebesar 200 Joule hitunglah potensial AB tersebut!
Diketahui:
Q = 10 C
W = 200 Joule
Ditanyakan: V = …?
Jawaban:
V=W/Q
= 200 Joule /10C
= 20 J/C
= 20 volt
5. Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan
elektron-elektron selama waktu yang tertentu atau komponen elektronika yang digunakan untuk
ix
menyimpan muatan listrik yang terdiri dari dua konduktor dan di pisahkan oleh bahan penyekat
(bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping.
Prinsip pembentukan kapasitor
Jika dua buah plat atau lebih yang berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, kemudian plat
tersebut dialiri listrik maka akan terbentuk kondensator (isolasi yang menjadi batas kedua
plat tersebut dinamakan dielektrikum).
Bahan dielektrikum yang digunakan berbeda-beda sehingga penamaan kapasitor
berdasarkan bahan dielektrikum. Luas plat yang berhadapan bahan dielektrikum dan
jarak kedua plat mempengaruhi nilai kapasitansinya.
Pada suatu rangkaian yang tidak terjadi kapasitor liar. Sifat yang demikian itu disebutkan
kapasitansi parasitic.
Rumus Kapasitor
Penjelasan:
Q = Muatan yang satuannya Coulumb
C = Kapasitas yang satuannya Farad
V = Tegangan yang satuannya Volt
(1 Coulumb = 6,3*1018 elektron)
Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Paralel
C Total = C1 + C2 + C3
Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Seri
1/C Total = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3
6. Penerapan Listrik Statis
Contoh Listrik Statis Sebetulnya sering kita jumpai contoh listrik statis dalam
kehidupan seharihari tetapi mungkin saja tidak kita sadari. Berikut ini contohnya.
a) Anda menyisir rambut, tanpa disadari terkadang rambut akan terbawa berdiri
sendiri beriringan dengan gerakan sisir. Hal tersebut terjadi karena ada
interaksi muatan antar sisir dengan rambut
b) Penggaris atau sisir yang digosok-gosok ke rambut atau tangan kering akan
menarik potongan kertas kecil.
x
c) Debu yang tertempel pada layar tv
d) Kain sutra yang digosok-gosok dengan batang kaca. Akan terjadi reaksi tarik-
menarik antara dua benda tersebut. Karena elektron dari batang kaca akan
berpindah ke kain sutera sehingga batang kaca akan memiliki muatan positif
dan batang kaca akan memiliki muatan negative
e) Menggosokan balon dengan tangan
f) Penggaris plastik digosok dengan kain woll. Kedua benda tersebut memiliki
muatan netral, tetapi saat dua benda tersebut digesekkan maka akan ada
perpindahan elektron dari kain woll ke penggaris plastik. Sehingga penggaris
plastik memiliki muatan negatif dan kain woll memiliki muatan positif.
g) Ketika Anda mendekatkan tangan ke layar TV yang baru saja dimatikan.
Perhatikan bulu atau rambut yang ada di tangan Anda akan berdiri.
B. Listrik Dinamis
Listrik dinamis adalah listrik yang berubah-ubah atau bisa bergerak dan sering disebut
dengan arus listrik.Arus listrik ini berasal dari aliran elektron yang mengalir terus-menerus
dari kutub negatif menuju kutub positif, dari potensial tinggi menuju potensial rendah dari
sumber beda potensial (tegangan).
Rumus Kuat Arus Listrik (I)
Arus listrik terjadi jika ada perpindahan elektron seperti uraian diatas. Kedua benda bermuatan, jika
dihubungkan dengan penghantar akan menghasilkan arus listrik.
Kuat arus listrik disimbolkan dengan huruf I, memiliki satuan Ampere (A), rumusnya:
I=Q/t
Keterangan:
I = kuat arus listrik (A)
Q = jumlah muatan listrik (Coulomb)
t = selang waktu (s)
Rumus Beda Potensial atau Sumber Tegangan (V)
Berdasarkan uraian diatas, arus listrik mempunyai definisi banyaknya elektron yang
berpindah dalam waktu tertentu.
Perbedaan potensial akan menyebabkan perpindahan elektron, banyaknya energi listrik
yang dibutuhkan untuk mengalirkan setiap muatan listrik dari ujung penghantar
disebut tegangan listrik atau beda potensial.
Sumber tegangan atau beda potensial mempunyai simbol V, dengan satuan Volt. Secara
matematik mempunyai rumus:
xi
V=W/Q
Keterangan:
V = beda potensia atau sumber tegangan listrik (Volt)
W = energi (Joule)
Q = muatan (Coulomb)
Rumus hambatan listrik (R)
Hambatan atau resistor disimbolkan dengan R, dengan satuan ohm, mempunyai rumus:
R=ρ.l/A
Keterangan:
R = hambatan listrik (ohm)
ρ = hambatan jenis (ohm.mm2/m)
A = luas penampang kawat (m2)
Rumus hukum ohm
Hukum ohm merupakan hukum yang menghubungkan antara kuat arus listrik, beda
potensial, dan hambatan. Dengan rumus:
I = V / R atau R = V / I, atau V = I . R
Contoh soal
1. Kuat arus di dalam sepotong kawat penghantar adalah 10 A. Berapa menit waktu yang
diperlukan oleh muatan sebesar 9.600 C untuk mengalir melalui penampang tersebut?
Diketahui:
I = 10 A
Q = 9.600 C
Ditanyakan:
t…?
Penyelesaian:
I=Q/t
t = Q / I = 9.600 C / 10 A = 960 s atau 16 menit.
2. Sepotong kawat dihubungkan pada beda potensial 12 V. Jika kuat arus yang melalui kawat
tersebut 4 A, berapakah hambatan kawat tersebut?
Diketahui:
xii
V = 12 Volt
I=4A
Ditanyakatan:
R….?
Penyelesaian:
I=V/R
R = V / I = 12 V / 4 A = 3 Ohm.
C. Rangkaian Listrik
a) Rangkaian Seri
Rangkaian seri merupakan sebuah rangkaian listrik yang komponennya disusun secara
berderetan hanya melalui satu jalur aliran listrik. Contohnya adalah sebuah rangkaian yang
memiliki dua resistor, tapi hanya terdapat satu jalur kabel untuk mengalirkan listrik seperti pada
gambar dibawah ini.
Pada rangkaian seri, arus listrik yang mengalir besarnya sama tiap elemen dan dirumuskan
dengan:
Total hambatan resistor pada rangkaian seri merupakan penjumlahan masing-masing hambatannya yang
dirumuskan dengan:
xiii
Contoh soal
1.Tiga buah hambatan dipasang secara seri. Masing-masing hambatan bernilai 0,75 Ohm.
Tentukan nilai hambatan total rangkaian tersebut.
Pembahasan:
Diketahui:
R1 = R2 = R3
Ditanya: R total?
Jawab :
R total = R1 + R2 + R3
= 0,75 + 0,75 + 0,75
= 2,25
Jadi, nilai hambatan total dari rangkaian tersebut adalah 2,25 Ohm
2.
Diketahui nilai R1 = 4 Ohm, R2 = 5 Ohm, dan R3 = 2 Ohm. Jika nilai arus listriknya sebesar 2 A,
maka berapa nilai voltase rangkaian tersebut?
Pembahasan:
Diketahui :
R1 = 4 Ohm, R2 = 5 Ohm, R3 = 2 Ohm
Ditanya : V=…?
Jawab:
V = IR
Rumus arus listrik diatas merupakan nilai total dari keseluruhan rangkaian.
Ingat, pada rangkaian seri nilai arus listrik total sama dengan arus listrik pada setiap hambatan.
Maka, langkah pertama yaitu tentukan nilai Rtotal terlebih dahulu.
xiv
Rtotal = R1+R2+R3
= 4+5+2
= 11 Ohm
Selanjutnya mencari hasil akhir dari V
V=IR
= 2 x 11
= 22 V
Jadi, nilai dari voltase rangkaian tersebut adalah 22 V
b) Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang komponennya disusun
sejajar dimana terdapat lebih dari satu jalur listrik (bercabang) secara paralel. Contohnya adalah
sebuah rangkaian yang memiliki dua resistor dimana terdapat satu jalur kabel untuk setiap
resistor seperti pada gambar dibawah ini.
Sesuai dengan Hukum Kirchoff 1, arus listrik yang masuk harus sama dengan arus keluar. Sehingga
pada rangkaian paralel besarnya arus sebelum masuk ke cabang sama dengan besar arus setelah keluar
dari cabang dan dirumuskan dengan:
Sesuai dengan Hukum Ohm, maka total hambatan resistor pada rangkaian paralel merupakan jumlah
dari kebalikan hambatan tiap-tiap komponen dan dirumuskan dengan:
Contoh soal
1. Sebuah rangkaian tersusun atas 3 buah resistor dengan masing-masing besarnya 18Ω, 9Ω
dan 12Ω. Hitunglah besar hambatan pengganti rangkaian paralel tersebut!
xv
Penyelesaian:
Diketahui:
R1 = 18Ω
R2 = 9Ω
R3 = 12Ω
Ditanya: Besar hambatan pengganti (Rtotal )?
Jawab:
Untuk menyelesaikan besar hambatan rangkaian paralel kita dapat menghitungnya dengan
menggunakan rumus yang sudah dipelajari.
Jadi besar hambatan pengganti rangkaian paralel tersebut sebesar 4Ω.
2. Di sebuah rangkaian paralel resistor tersusun atas 3 buah resistor bernilai 5Ω, 10Ω, dan 30Ω
dengan besar tegangan yang mengaliri rangkaian sebesar 15 Volt. Tentukan besar total kuat arus
yang mengalir pada rangkaian!
xvi
Penyelesaian:
Diketahui:
R1 = 5Ω
R2 = 10Ω
R3 = 30Ω
V = 15 Volt
Ditanya: Besar kuat arus yang mengalir (Itotal )?
Jawab:
Untuk menghitung besar total kuat arus yang mengalir kita hitung terlebih dahulu hambatan
pengganti rangkaian paralel tersebut.
Setelah mengetahui besar hambatan pengganti kita dapat menghitung kuat arus dengan membagi
besar tegangan dengan jumlah hambatan total.
xvii
Jadi besar total kuat arus yang mengaliri rangkaian paralel tersebut sebesar 5 A.
D. Daya dan Energi Listrik
Penggunaan energi listrik bergantung pada daya listrik berbagai peralatan listrik yang
digunakan.Apabila digunakan bersamaan, maka peralatan listrik yang berdaya besar
membutuhkan energi listrik yang besar pula, dibandingkan dengan peralatan sejenis yang
berdaya kecil.Selain bergantung pada besarnya daya listrik, energi listrik juga bergantung pada
lamanya peralatan listrik digunakan.
muatan yang memiliki hambatan R, secara matematis dapat dirumuskan dengan persamaan
sebagai berikut.
W=QxV
Keterangan:
W : Energi (Joule)
Q : Besar muatan yang dipindahkan (Coulomb)
V : Beda potensial listrik (Volt)
Karena Q = I x t, maka persamaan di atas dapat juga ditulis :
W=VxIxt
Keterangan :
W : Energi (Joule)
Q : Besar muatan yang dipindahkan (Coulomb)
V : Beda potensial listrik (Volt)
I : Arus listrik dari sumber (Ampere)
xviii
t : waktu (Sekon)
Jika diterapkan hukum ohm pada sebuah rangkaian listrik dimana :
V=IxR
Maka rumus energi listrik dapat dikembangkan lagi menjadi :
W=VxIxt
W=IxRxIxt
W = I2 x R x t
Keterangan :
W : Energi (Joule)
V : Beda potensial listrik (Volt)
I : Arus listrik dari sumber (Ampere)
t : Waktu (Sekon)
R : hambatan (Ohm)
Daya merupakan energi yang diperlukan untuk melakukan suatu usaa. Daya listrik menyatakan
banyaknya energi listrik yang terpakai setiap satuan waktu.
Secara matematis, daya listrik dapat dinyatakan sebagai berikut.
P = W x t
atau
P = V x I x
Keterangan :
P : Daya listrik (Watt)
W : Energi (Joule)
V : Beda potensial listrik (Volt)
t : Waktu (Sekon)
R : Hambatan (Ohm)
xix
Contoh soal
1.Jika ada sebuah lampu pijar yang memiliki hambatan kurang lebih sekitar 6 ohm dan kemudian
dialiri oleh arus yang besarnya hingga 1,5 ampere, selama 5 menit maka berapa energi listrik yang
dihasilkan?
Diketahui :
R=6Ω
I = 1,5 A
t = 5 menit = 300 s
Ditanya : W ?
Jawab :
W = I2 R t = 1,52 . 6 . 300
= 4.050 J = 4,05 kJ
2. Dalam rumah tangga tiap hari menggunakan:
1. 3 buah lampu 50 W menyala 5 jam,
2. 5 buah lampu 20 W menyala 5 jam,
3. sebuah TV 150 W menyala 4 jam,
4. sebuah setrika 300 W menyala 2 jam.
Seandainya harga tiap kWh Rp1.000,00, hitunglah rekening listrik yang harus dibayar selama
satu bulan (30 hari).
Penyelesaian:
Hitung energi listrik yang terpakai setiap hari yakni:
W = 3(50 W)(5 jam) + 5(20 W)(5 jam) + (150 W)(4 jam) + (300 W)(2 jam)
W = 750 Wh + 500 Wh + 600 Wh + 600 Wh
W = 2450 Wh
W = 2,45 kWh/hari
Hitung rekening listrik yang harus dibayar selama satu bulan (30 hari) yakni:
Biaya = (2,45 kWh/hari)(Rp1.000/kWh)(30 hari)
Biaya = Rp73.500
Jadi, rekening listrik yang harus dibayar selama satu bulan (30 hari) adalah Rp73.500.
xx
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu muatan positif
dan muatan negatif. Muatan listrik timbul karena adanya elektron yang dapat berpindah dari satu
benda ke benda yang lain. Benda yang kekurangan elektron dikatakan bermuatan positif,
sedangkan benda yang kelebihan elektron dikatakan bermuatan negatif. Elektron merupakan
muatan dasar yang menentukan sifat listrik suatu benda.
Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak mengalir
atau tetap (statis), tetapi jika pelepasan terjadi, pengisian akan memakan waktu singkat.Listrik
dinamis adalah listrik yang berubah-ubah atau bisa bergerak dan sering disebut dengan arus
listrik.
B. Saran
Dari makalah diatas telah dipaparkan mengenai listrik statis dan listrik dinamis,maka dari
itu marilah kita lebih meningkatkan pola belajar kita untuk menambah wawasan bagi kita semua,
karena belajar dapat membawa kita menjadi manusia yang berilmu. Dari makalah ini pembaca
diharapkan dapat memahani sinar-sinar istimewa pada cermin cembung dan cermin cekung dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari serta menyelesaikan saol tentang cermin.Penulis
menyadari masih banyak kekurangan dari makalah ini,untuk itu penulis mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca.
xxi
DAFTAR PUSTAKA
https://pendidikanmu.com/2021/08/listrik-statis.html
https://www.mapel.id/hukum-coulomb/
https://rumuspintar.com/medan-listrik/
https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-potensial-listrik.html
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-kapasitor/
https://www.yuksinau.id/listrik-dinamis/
https://saintif.com/rangkaian-seri/
https://www.tugassains.com/2020/11/contoh-soal-rangkaian-paralel-resistor.html
xxii