0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
677 tayangan36 halaman

Modul Praktikum Logistik BBM Dan BBMP

Modul praktikum ini membahas prosedur kerja penerimaan BBM dengan tanker mulai dari persiapan, pengecekan dokumen, pengukuran muatan, sampai dengan proses pemompaan BBM ke tangki timbun secara mendetail dan berdasarkan aspek keselamatan.

Diunggah oleh

Andri Matruty
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
677 tayangan36 halaman

Modul Praktikum Logistik BBM Dan BBMP

Modul praktikum ini membahas prosedur kerja penerimaan BBM dengan tanker mulai dari persiapan, pengecekan dokumen, pengukuran muatan, sampai dengan proses pemompaan BBM ke tangki timbun secara mendetail dan berdasarkan aspek keselamatan.

Diunggah oleh

Andri Matruty
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PRAKTIKUM

LOGISTIK BBM DAN BBMP

Oleh:
Andian Ari Istiningrum, S.E., M.Com

PROGRAM STUDI LOGISTIK MINYAK DAN GAS


POLITEKNIK ENERGI DAN MINERAL (PEM) AKAMIGAS
2019
TATA TERTIB PRAKTIKUM

1. Mahasiswa yang boleh mengikuti Praktikum Logistik BBM dan BBMP adalah
mahasiswa yang telah mengambil atau sedang menempuh mata kuliah Logistik
BBM dan BBMP (teori) serta telah mengisi KRS untuk mata Praktikum Logistik BBM
dan BBMP.
2. Setiap peserta harus hadir tepat waktu pada waktu yang telah ditentukan. Apabila
peserta terlambat 15 menit dari waktu yang ditentukan, maka tidak diperkenankan
mengikuti praktikum.
3. Selama mengikuti praktikum, peserta harus memakai alat pelindung diri, seperti:
safety shoes, safety helmet, safety glasses, dan coverall.
4. Setiap peserta wajib membuat laporan praktikum yang berisi data pengamatan
selama percobaan dan ditandatangani oleh instruktur praktikum. Laporan praktikum
dibuat sesuai dengan format yang sudah ditentukan dan ditandatangani instruktur
praktikum. Pengumpulan laporan resmi praktikum sesuai kesepakatan dengan
instruktur praktikum, maksimal 1 minggu setelah kegiatan praktikum.
5. Peserta praktikum wajib mengikuti restiksi dalam bidang keselamatan.
6. Setiap peserta harus menjaga kedisiplinan dalam melaksanakan praktikum, bekerja
dengan tertib, tenang dan teratur. Selama praktikum, peserta harus bersikap sopan.
7. Apabila peserta praktikum melanggar hal yang telah diatur pada butir diatas, maka
peserta tidak diperkenankan melanjutkan praktikum.
8. Hal yang belum disebutkan di atas dan diperlukan untuk kelancaran praktikum akan
diatur kemudian.

Cepu, April 2019

Andian Ari Istiningrum, S.E., M.Com


Prodi Logistik Migas
PEM AKAMIGAS
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

TATA TERTIB PRAKTIKUM

DAFTAR ISI

Praktikum 1 : Penerimaan BBM dengan Tanker

Praktikum 2 : Penerimaan BBM melalui Pipa

Praktikum 3 : Penerimaan BBM melalui RTW dan Mobil Tangki

Praktikum 4 : Penerimaan BBN melalui RTW dan Mobil Tangki

Praktikum 5 : Penimbunan BBM

Praktikum 6 : Penimbunan BBN

Praktikum 7 : Penyaluran BBM dari Terminal BBM Non Otomasi

Praktikum 8 : Penyaluran BBM dari Terminal BBM Otomasi

KURANG AVIASI
PRAKTIKUM 1
PENERIMAAN BBM DENGAN TANKER

TUJUAN
Tujuan dari praktikum 1 adalah untuk mengamati dan mengevaluasi mekanisme
penyelenggaraan kegiatan penerimaan dan penimbunan BBM dengan moda
transportasi laut (tanker) sehingga dicapai kinerja yang tepat mutu, jumlah dan
waktu serta meminimalisasi losses.

PENGERTIAN
1. NOR (Notice of Readiness) adalah surat yang menyatakan bahwa
kapal telah siap untuk melakukan pembongkaran atau pemuatan.
2. B/L (Bill Of Lading) adalah surat muatan kapal yang menyatakan
jumlah
quantity cargo produk yang dikirim oleh loading port.
3. New BL adalah dokumen BL yang diterbitkan oleh Discharged Port,
bila
kapal saat meninggalkan discharged port masih terdapat ROB.
4. ROB (Remaining On Board) adalah sisa cargo di kapal setelah
kegiatan discharged / pembongkaran.
5. SFAL (Ship’s Figure After Loading) adalah dokumen yang
menyatakan
angka muatan kompartemen - kompartemen (compartment logsheet)
kapal setelah dimuat di loading port.
6. SFBD (Ship’s Figure Before Discharged) adalah dokumen
yang menyatakan angka muatan kompartemen - kompartemen
(compartment logsheet) kapal sebelum dibongkar di discharged port.
7. SFAD (Ship’s Figure After Discharged) adalah dokumen yang
menyatakan angka muatan kompartemen - kompartemen (compartment
logsheet) kapal setelah dibongkar di discharged port.
8. CQL (Certificate of Quantity Loaded) adalah dokumen yang
menunjukkan jumlah thruput cargo di tangki darat loading
port.
9. Dry Certificate adalah surat yang dibuat oleh Oil Inspector/Pengawas
Tanker Discharge/Discharge Supervisor yang menyatakan bahwa
kompartemen kapal betul - betul sudah kosong setelah dibongkar.
10. CQD (Certificate of Quantity Discharged) adalah dokumen yang
menunjukkan jumlah penerimaan cargo di tangki darat discharged
port.
11. Letter of Protest adalah surat protes yang dibuat oleh pihak darat yang
diwakili oleh Pws. Tanker Discharged selaku Discharged Master ditujukan
kepada nakhoda kapal, apabila jumlah cargo yang diterima memiliki selisih
diatas toleransi.
12. Loading adalah kegiatan pengisian cargo (BBM) ke kapal.
13. Discharged adalah kegiatan pembongkaran cargo / muatan dari kapal.
14. Loading Port adalah lokasi pengirim cargo BBM via kapal / tanker atau
lokasi yang menerbitkan BL / New
BL.
15. Discharged Port adalah lokasi penerima cargo BBM yang dikirim via kapal/
tanker.
16. AR (Actual Received) merupakan angka yang menyatakan jumlah
penerimaan muatan / cargo di tangki timbun darat yang
sesungguhnya.
17. Query adalah surat yang mempertanyakan / sebagai cek ulang di loading
port karena terjadi losses di Terminal BBM penerima melebihi
toleransi yang ditentukan

PROSEDUR KERJA

No Prosedur Hasil Keterangan


Pengamatan
Ya Tidak
1 Svp. Receiving & Storage menerima
Informasi Data Nominasi Tanker dari
Kantor Pusat/Unit/Region via
telepon/memo/email kemudian dimasukkan
dalam Buku Jurnal. Setelah tanker tiba di
Rede mengatur waktu dan lokasi
penyandaran Tanker dan menginstruksikan
kepada Svp. Receiving & Storage & Svp.
Tanker Discharged untuk persiapan
penerimaan dan penimbunan BBM.

2 Svp. Receiving & Storage menerima


Informasi data Nominasi, mencatat
Informasi Data Nominasi pada Laporan
Harian Staff Shift Supervisor serta
memeriksa dan menyiapkan jalur pipa
discharged dan tangki timbun untuk
penerimaan dengan tetap memperhatikan
aspek HSSE.
3 Svp. Tanker Discharge mempersiapkan
jalur penerimaan di PMB, dengan tetap
memperhatikan aspek HSSE.
4 Svp. Tanker Discharge memasang arde
kapal setelah tanker sandar dan menerima
dokumen cargo tanker dari pihak tanker
(meliputi: NOR, BL, Manifest, Certificate of
Quality, CQL, SFAL). Kemudian Svp. Tanker
Discharged memeriksa kebenaran NOR
kemudian menandatangani NOR selanjutnya
bersama C/O kapal atau petugas yang
ditunjuk melakukan pengecekan segel tangki
cargo dan memasang segel sea chase,
pengukuran ullage tangki cargo dan slop
tank (SFBD) serta memeriksa mutu secara
visual test, mengajukan Discharged
Requisition kepada pihak tanker (C/O),
bersama-sama membuat Discharged
Agreement, memasang MLA, menghitung
muatan/ cargo tanker, apabila ada
perbedaan antara SFAL dengan SFBD
diatas toleransi (0,15%) dibuatkan LoP.
Jika cargo import atau dari STS atau hasil
visual test meragukan/OK, Svp. Tanker
Discharge mengambil sampel dan
diserahkan ke Spv. Receiving & Storage
untuk uji mutu laboratorium, bila tidak
langsung ke tahap 9. 2).
5 SVP. Receiving & Storage menerbitkan
sample note ke laboratorium untuk
dilakukan pemeriksaan
6 Laboratorium menerbitkan Test Report dan
mengirimkan hasilnya ke Spv. Receiving &
Storage
7 Svp. Receiving & Storage memeriksa
hasil laboratorium (test report), jika
hasilnya menyatakan produk off spec (NO)
dilaporkan ke S&D Pusat untuk arahan
tindak lanjut penanganannya, jika hasilnya
on spec (OK) ke tahap 9.2.

8 Kantor Pusat / Unit mengambil keputusan


dan memberi informasi kepada Svp.
Receiving & Storage dapat dibongkar (OK)
atau tidak (NO)

9 Svp. Receiving & Storage melakukan


tindakan:
1) Bila tidak (NO), meminta Ops PKK
untuk proses lepas sandar, setelahMLA
dan arde dilepas, dengan tetap
memperhatikan aspek HSSE.
2) Bila dapat dibongkar (OK)
memerintahkan Svp. Receiving &
Storage dan Svp. Tanker Discharge
untuk memandu proses
pembongkaran disesuaikan program
penerimaan tangki timbun yang telah
dibuat, dengan tetap memperhatikan
aspek HSSE.

10 Svp. Receiving & Storage mengukur tangki


timbun dan setelah memastikan tangki
timbun darat siap menerima,
menginformasikan kepada Svp. Tanker
Discharge untuk memulai pembongkaran
11 Svp. Tanker Discharge memberitahukan
kepada pihak tanker (C/O) untuk memulai
pemompaan BBM.
12 Pihak Tanker (C/O) melaksanakan
pemompaan BBM sesuai prosedur
pemompaan yang ditetapkan dalam
Discharged Agreement, kemudian
diinformasikan ke Svp. Tanker Discharge.

13 Svp Tanker Discharge menginformasikan


kepada Svp. Receiving & Storage kondisi
pemompaan, sambil melakukan
pengamatan melalui sample cock di
dermaga. Pengamatan dilakukan pada
menit ke 15, ke 30 dan tiap jam
secara visual test. Apabila pada
pengamatan tersebut ada indikasi
penyimpangan spec, maka pemompaan
distop dan perlu dianalisa dengan ekstra
hati-hati, dengan tetap memperhatikan
aspek HSSE

14 Svp. Receiving & Storage memonitor


penerimaan di tangki timbun darat, tiap
jam diukur level cairan, apabila sudah
mendekati safe capacity segera lakukan
over tangki, dengan tetap memperhatikan
aspek HSSE. Setelah seluruh cargo
diterima di darat, menghitung jumlah
penerimaan ditangki timbun dan hasil
perhitungan dituangkan dalam form CQD

15 Svp. Tanker Discharge memeriksa


kompartemen yang telah kosong dan
menandatangani Dry Certificate serta
melepas MLA dan kabel bounding.
Apabila ada sisa/ROB, mengukur ullage
tangki cargo kapal dan tangki
bunker kapal, untuk memastikan jumlah
sisa cargo di kapal dan dituangkan dalam
Form Ship’s Figure After Discharged
(SFAD) dan hasil perhitungan ini di
serahkan ke Svp. Receiving & Storage,
dengan tetap memperhatikan aspek HSSE.

16 Svp. Receiving & Storage menuangkan


hasil kalkulasi tersebut kedalam F- CQD,
bila ada sisa muatan di kapal diterbitkan
New BL dan Manifest.
1) Apabila dalam penerimaanBBM timbul
losses diatas toleransi (NO),
dibuatkan Letter of Protest (LoP)
kemudian diserahkan ke Svp. Tanker
Discharge, untuk ditandatangani pihak
Tanker.
2) Apabila dalam penerimaan BBM,
losses masih dalam toleransi (OK)
tidak dibuatkan LoP.
17 Svp. Tanker Discharge mempelajari LoP
yang dibuat Svp. Receiving & Storage
kemudian menyerahkan ke pihak
tanker (C/O) untuk ditandatangani
18 Pihak Tanker (C/O) memberikan
tanggapan terhadap LoP tersebut dan
menandatanganinya kemudian
mengembalikan LoP ke Svp. Tanker
Discharge, selanjutnya tanker siap
melaksanakan lepas sandar
19 Svp. Tanker Discharge memeriksa LoP
dan menyampaikan LoP kepada Svp.
Receiving & Storage
20 Svp. Receiving & Storage menerima LoP
yang sudah ditandatangani CO Tanker
kemudian beserta dokumen lainnya
diserahkan ke Sr. Svp. Receiving,
Storage & Distribution
21 SVP. Receiving, Storage & Distribution
menandatangani konsep CQD selanjutnya
menyerahkan semua dokumen ke Svp.
Distribution

22 Svp. Distribution membuat kalkulasi


penerimaan BBM dalam dokumen
CQD.Apabila timbul deviasi diatas toleransi
(0,30%) untuk Supply Loss dibuatkan
Query dan untuk Discharged Loss diatas
toleransi (0,30%) dibuatkan Nota Klaim.
CQD ditandatangani, Query dan Nota Klaim
diparaf, kemudian disampaikan kepada Spv.
Receiving & Storage

23 SVP. Receiving & Storage menandatangani


dokumen CQD dan memaraf Query dan
Nota Klaim untuk kemudian disampaikan
kepada OH Terminal
BBM.

24 OH Terminal BBM menandatangani


CQD, Query dan Nota Klaim.
Selanjutnya Query dikirim ke Loading
Port dan Nota Klaim dikirim ke
Keuangan Pusat melalui Svp. Distribution
25 Svp. Distribution merekam semua
Dokumen Penerimaan BBM melalui
tanker tersebut.

REFERENSI

Tata Kerja Organisasi Fungsi S&D Pertamina Nomor : B-006/F10300/2014-S3


PRAKTIKUM 2
PENERIMAAN BBM MELALUI PIPA

TUJUAN
Tujuan dari praktikum 2 adalah untuk mengamati dan mengevaluasi penerimaan BBM
dengan menggunakan Pipa di Terminal BBM sehingga menjamin tersedianya
BBM dari Pipa yang akan disalurkan tetap memenuhi spesifikasi, kualitas, dan
kuantitas

PENGERTIAN

1. Penyaluran BBM adalah penyerahan BBM dari Kilang kepada Terminal


BBM dan atau dari Terminal BBM kepada Terminal BBM lainnya dari ujung
nozzle, sesuai dengan jenis produk, tujuan dan volume observed atas dasar data
meter arus.
2. Purchase Order (PO) adalah permintaan formal atau instruksi dari satu
purchasing organization ke vendor (Penyedia barang/jasa) atau plant (unit
operasi) untuk menyuplai sejumlah material atau service untuk satu waktu
tertentu.
3. Loading Order (LO) adalah data yang diperlukan untuk pengiriman BBM
kepada Customer yang mencantumkan produk dan besaran kuantitas
pengiriman BBM.
4. Batch Schedule adalah jadwal pemompaan beberapa batch untuk periode satu
bulan.
5. Berita Acara Penerimaan BBM adalah berita acara yang diterima di
Terminal BBM yang ditandatangani petugas terkait
6. Tank Ticket adalah form untuk hasil pengukuran tangki timbun yang
dijadikan dasar untuk semua perhitungan administrasi minyak.
7. Certificate of Quality adalah surat hasil pemeriksaan mutu BBM sesuai
spesifikasi.
8. Bukti Pengiriman Produk (BPP) adalah dokumen pengiriman produk dari
Kilang ke Terminal BBM atau antar Terminal BBM.
9. CQD (Certificate of Quantity Discharge) adalah surat yang berisi angka-
angka hasil pengukuran tangki-tangki timbun penerima dan perhitungan
volumenya, termasuk losses yang terjadi, dibuat bilamana
pembongkaran/penerimaan BBM di lokasi telah selesai dilaksanakan.
10. Ullage adalah ruang kosong yang dihitung dari permukaan cairan/minyak
sampai ke reference point.
11. Discharge adalah kegiatan pemompaan penerimaan BBM melalui Pipa.

PROSEDUR KERJA

No Prosedur Hasil Keterangan


Pengamatan
Ya Tidak
I Penerimaan BBM dari Kilang
A Sebelum Pengiriman (Pemompaan) /
Penerimaan BBM
1 Kilang menyampaikan informasi BBM yang
akan dipompakan kepada Terminal BBM,
meliputi volume dan spesifikasinya serta
memeriksa dan meyakinkan jalur pipa dan
manifold yang akan dipergunakan
2 Terminal BBM memastikan ullage yang
cukup pada tangki timbun BBM sesuai
dengan rencana produk yang akan dikirim
sekaligus memastikan tangki penerima BBM
tersebut
3 Terminal BBM memastikan kerangan
tangki timbun sesuai dengan BBM yang
akan diterima terbuka. Dalam hal
penggunaan single line multi product
Terminal BBM harus memastikan BBM
terakhir yang ada dalam pipa
4 Kilang dan Terminal BBM menentukan
flowrate atas dasar kesepakatan bersama,
disesuaikan dengan kondisi fasilitas
setempat.
5 Kilang dan Terminal BBM saling
menginformasikan tentang kesiapan
operasi penerimaan BBM dan waktu
start pemompaan via telepon/ sistem
komunikasi lain.

B Selama Pemompaan BBM :

1 Terminal BBM melakukan pengecekan:


a) Melakukan pengamatan kedatangan
BBM secara visual untuk memastikan
jenis produk yang diterima.
b) Melakukan pemeriksaan visual test
pada menit ke 15, ke 30 dan
selanjutnya tiap jam. Apabila pada
pengamatan tersebut ada indikasi
penyimpangan spec, maka pemompaan
distop dan dilakukan analisa dengan
ekstra hati-hati, dengan tetap
memperhatikan aspek K3LL.
c) Melakukan pencatatan kecepatan
pemompaan, tekanan setiap 1 jam
sekali

2 Terminal BBM mengamati kondisi tangki


penerima, mencatat realisasi penerimaan/
actual received, jangan sampai melampaui
safe capacity tangki timbun tersebut.
Dalam hal tidak ada flow meter atau ATG
dilakukan dipping (dikontrol setiap 1 jam
sekali). Apabila sudah mendekati safe
capacity, petugas Terminal BBM melakukan
dipping terus menerus sampai kondisi
safe capacity tercapai dan dilakukan
over tangki dengan tetap memperhatikan
aspek K3LL
C Setelah Selesai Pemompaan BBM

1 Terminal BBM memastikan semua


kerangan yang terkait dengan tangki
penerimaan telah ditutup

2 Terminal BBM melakukan pengukuran


isi tangki timbun, density, dan temperatur

3 Terminal BBM melakukan draining


setelah pemompaan selesai atau setelah
settling time (lebih kurang 1 jam). Khusus
untuk Avtur pelaksanaan settling time 3
(tiga) jam permeter ketinggian cairan

4 Terminal BBM melakukan perhitungan


penerimaan BBM. Apabila angka
penerimaan di Terminal BBM Penerima
dibanding angka pengiriman Kilang terdapat
selisih kurang/ lebih dari toleransi yang
telah ditetapkan, maka dilakukan
pengecekan dan penghitungan ulang.
Apabila masih terdapat selisih kurang/
lebih ari toleransi yang telah
ditetapkan tersebut, maka dibuatkan Query
yang ditujukan kepada Kilang (Keuangan
Minyak).

II Penerimaan BBM dari Terminal BBM


Pengirim kepada Terminal BBM
Penerima
A Sebelum Penerimaan
1 Terminal BBM Penerima melakukan
komunikasi dengan pihak pengirim tentang
rencana pemompaan/penerimaan.

2 Terminal BBM Penerima


menentukan/memastikan tangki timbun
untuk penerimaan & ullage yang cukup.

3 Terminal BBM Penerima mengukur level


tangki timbun, memeriksa density &
temperatur.

4 Terminal BBM Penerima memeriksa


dan meyakinkan valve, jalur pipa dan
manifold yang akan dipergunakan.

5 Terminal BBM Penerima


memeriksa/memastikan sarfas dalam
kondisi siap untuk dioperasikan

6 Terminal BBM Penerima


menginformasikan kepada Terminal BBM
Pengirim kesiapan pelaksanaan
penerimaan.
B1 Selama Penerimaan
1 Terminal BBM Penerima menerima
informasi tentang rencana/ kesepakatan
Flowrate dari Terminal BBM Pengirim.

2 Terminal BBM Penerima melakukan


pemeriksaan BBM yang berada pada
posisi di depan (BBM dipompakan
sebelumnya).

3 Terminal BBM Penerima melakukan


dipping tangki yang akan menerima BBM,
mengukur density serta temperatur untuk
mengetahui stock dan ullage yang tersedia
dalam tangki Terminal BBM Penerima.

4 Terminal BBM Penerima memeriksa dan


menetapkan jalur pipa yang akan menerima
BBM yang dikirim serta posisi kerangan
pada jalur pipa dan tangki penerima.

5 Selama pemompaan, Terminal BBM


Penerima melakukan pengontrolan melalui
instrumen pengontrol atau mengambil
contoh disample cock pada manifold
terhadap:
a) Density
b) Suhu
c) Warna
d) Bau

6 Terminal BBM Penerima mengamati


kondisi tangki penerima, mencatat
realisasi penerimaan/ actual received,
jangan sampai melampaui Safe Capacity.
Dalam hal tidak ada flow meter atau
ATG dilakukan dipping (dikontrol setiap
1 jam sekali). Apabila sudah
mendekati safe capacity, petugas Terminal
BBM melakukan dipping terus menerus
sampai kondisi safe capacity tercapai dan
dilakukan over tangki dengan tetap
memperhatikan aspek K3LL.

7 Terminal BBM Penerima memeriksa/


memastikan tidak ada kebocoran.

8 Terminal BBM Penerima mencatat data


penerimaan tiap 1 (satu) jam ke dalam log
book

B2 Penerimaan Interface (Premium-Solar-


Premium) atau (Solar- Premium-Solar)
1 Terminal BBM Penerima melakukan
dipping pada tangki Feed Stock C (Fs-C)
untuk mengetahui stock yang ada dalam
tangki.
2 Terminal BBM Penerima melakukan
komunikasi dengan petugas pompa
untuk mengetahui tepatnya saat
dimulainya pemompaan. Bila pemompaan
sudah dimulai, Terminal BBM Penerima
membuka kerangan inlet tangki. Bila BBM
yang didepan Premium, maka yang
dibuka adalah kerangan inlet ke tangki
Premium, bila BBM yang didepan Minyak
Solar, maka yang dibuka adalah kerangan
inlet ke tangki Minyak Solar
3 Pada saat interface tiba, Terminal BBM
Penerima menutup kerangan inlet pipa ke
tangki penerima, dan membuka kerangan
inlet pipa ke tangki Feed Stock C (Fs-C).
4 Setelah Feed Stock C seluruhnya sudah
masuk ke tangki Feed Stock C (Fs-C),
Terminal BBM Penerima menutup kerangan
inletnya, kemudian membuka kerangan inlet
pipa tangki penerima BBM berikutnya.
5 Setelah pemompaan selesai, Terminal
BBM Penerima melakukan pemeriksaan
dan pengukuran terhadap tangki Feed
Stock C (Fs-C).

B3 Penerimaan Interface (Premium-Pertamax-


Premium)

1 Terminal BBM Penerima melakukan


komunikasi dengan petugas pompa untuk
mengetahui saat dimulainya pemompaan.
Bila pemompaan sudah dimulai Terminal
BBM Penerima membuka kerangan inlet
tangki Premium.

2 Pada saat interface tiba, kerangan


inlet pipa ke tangki Premium masih tetap
terbuka sampai dengan diyakini produk
Pertamax (melalui indikasi density & warna)
untuk kemudian ditutup dan bersamaan
dengan itu dibuka inlet pipa ke tangki
Pertamax.

3 Pada saat akhir interface, Terminal BBM


Penerima mengamati dan lakukan
pengecekan dengan cermat melalui indikasi
density & warna, begitu produk Premium
berikut mulai masuk segera tutup inlet ke
tangki Pertamax dan bersamaan dengan itu
bukalah inlet ke tangki Premium.
4 Setelah pemompaan selesai, Terminal
BBM Penerima melakukan pemeriksaan
dan pengukuran terhadap:

a) Tangki penerima produk Pertamax.


b) Tangki penerima produk Premium

C Setelah Penerimaan

1 Terminal BBM Penerima menutup valve/


manifold, valve tangki timbun, saluran
masuk dan keluar tangki serta kerangan
dikunci dan disegel

2 Terminal BBM Penerima melakukan


pemeriksaan secara visual (pemeriksaan
yang lebih lengkap bila tersedia
laboratorium di lokasi tersebut) terhadap
BBM yang baru diterima. Bila hasil
pemeriksaan sesuai spesifikasi, maka BBM
dapat disalurkan/ diserahkan. Tetapi bila
pemeriksaan tidak sesuai spesifikasi,
diambil contoh untuk uji lengkap
laboratorium. Selama menunggu hasil
pengujian, BBM tersebut diblokir. Bila hasil
pengujian laboratorium memenuhi
spesifikasi, maka BBM dapat disalurkan/
diserahkan. Tetapi bila hasil pengujian
laboratorium tidak memenuhi spesifikasi,
maka dilakukan uji ulang terhadap
pemeriksaan yang tidak memenuhi
spesifikasi. Bila hasilnya tetap tidak
memenuhi spesifikasi, maka Terminal BBM
Penerima melaporkan hal ini ke QQ S&D
Region berikut rincian data dan minta
petunjuk penyelesaiannya.

3 Terminal BBM Penerima mengukur level


akhir produk / produk interface, density,
temperature, yang telah diterima dan
selanjutnya menghitung jumlah produk yang
telah diterima dengan melakukan:
a) Apabila ada interface, maka
proses perhitungan hasil pemompaan
dengan adanya BBM penyekat, maka
angka penerimaan ditambah feed
stock yang telah dibagi 2 (dua)
dikurangi dengan perhitungan losses
yang telah dibagi 2 (dua) antara BBM
jenis yang satu dengan BBM jenis yang
lain.
b) Apabila tidak ada interface, maka
pemompaan dilakukan secara langsung
tanpa ada penyekat, maka jumlah
penerimaan sesuai dengan angka
penerimaan langsung

4 Terminal BBM Penerima membuat


Purchase Order (PO) dan
menginformasikan kepada Terminal BBM
Pengirim

5 Setelah menerima Good Issue dan


Certificate of Quantity Discharged (CQD)
dari Terminal BBM Pengirim, Terminal BBM
Penerima melakukan Good Received

PRAKTIKUM 3
PENERIMAAN BBM MELALUI RTW DAN MOBIL TANGKI

TUJUAN
Tujuan praktikum 3 adalah mengamati dan mengevaluasi prosedur penerimaan BBM
melalui RTW dan Mobil Tangki / Isotank sehingga menjamin kuantitas dan kualitas
penerimaan BBM dari RTW dan Mobil Tangki / Isotank sampai pada fasilitas
penimbunannya di TBBM penerima sesuai dengan Bukti Pengiriman Produk (BPP)
dan berjalan lancar serta aman

PENGERTIAN

1. Ullage adalah ruang kosong di Tangki Timbun.


2. Losses adalah rugi yang diakibatkan oleh kegiatan Penerimaan /
Penimbunan.
3. Query adalah dokumen berupa formulir untuk menyampaikan protes dari
TBBM Penerima ke TBBM Pengirim khususnya bila losses melebihi batas
toleransi.
4. Certificate of Quality (COQ) adalah dokumen yang menyatakan mutu BBM.
5. Certificate of Quantity Discharge (CQD) adalah dokumen yang berisi
angka-angka hasil pengukuran cairan di Tangki Timbun penerimaan dan
perhitungan volumenya, yang dibuat bila suatu penerimaan telah selesai
dilaksanakan.
6. Bukti Pengiriman Produk adalah dokumen yang mencantumkan angka-
angka pengiriman BBM.
7. Surat Angkutan adalah dokumen yang diterbitkan oleh PT KAI sebagai
pendukung Bukti Pengiriman Produk.
8. Analisa kerugian BBM adalah dokumen berisi angka-angka perhitungan
kerugian dalam pengiriman BBM.

PROSEDUR KERJA

No Prosedur Hasil Keterangan


Pengamatan
Ya Tidak
1 Operation Head Terminal BBM menerima
berita dari Refinary Unit / TBBM Pengirim
secara lisan bahwa akan ada Penerimaan
BBM.
2 Petugas PT. KAI / Transportir menyerahkan
BPP dan berita acara.
3 Svp. Receiving, Storage & Distribution
memeriksa minyak dalam Ketel/ Mobil
Tangki/Isotank serta menghitung rugi laba
transit dari ketinggian baut tera.

4 Svp. Receiving &Storage melakukan


persiapan untuk pembongkaran:
a) Mengukur Ullage Tangki Timbun.
b) Menyiapkan fasilitas pembongkaran
c) Menyiapkan peralatan Fire & Safety
d) Memeriksa kelengkapan dokumen.
e) Memeriksa segel
f) Pengambilan sample di RTW /
Mobil Tangki / Isotank untuk
pemeriksaan visual.
g) Memasang bounding cable.
h) Menghubungkan selang pembongkaran.
i) Membuka kerangan jalur pipa produk
yang akan dibongkar.

5 Svp. Receiving &Storage melakukan


kegiatan pembongkaran:
a ) M engawasi jalur pipa dari adanya
kebocoran.
b) Meyakinkan bahwa BBM sudah
mengalir ke Tangki Timbun yang
dipersiapkan.
c) Bila terjadi kebocoran dilakukan
perbaikan dan lapor ke atasan.
d) Harus selalu berada di tempat selama
pembongkaran berlangsung.
6 Svp. Receiving & Storage melakukan
kegiatan setelah pembongkaran:
a) Mematikan pompa.
b) Menutup semua kerangan dan melepas
hubungan selang.
c) Meyakinkan bahwa RTW / Mobil Tangki
/ Isotank sudah kosong.
d) Melakukan pengukuran isi Tangki
Timbun dan melakukan perhitungan
CQD
e) Bila dalam perhitungan jumlah
penerimaan terdapat losses
penerimaan yang melebih batas
toleransi maka menerbitkan surat
klaim pada pengangkut.

REFERENSI

Tata Kerja Organisasi Fungsi Supply & Distribution PT Pertamina Persero Nomor
B-008/F10300/2014-S3
PRAKTIKUM 4
PENERIMAAN BBN MELALUI RTW DAN MOBIL TANGKI

TUJUAN
Tujuan praktikum 5 yaitu mengamati dan mengevaluasi penerimaan BNN melalui
RTW dan Mobil Tangki / Isotank BBN sehingga mampu menjamin kuantitas dan
kualitas penerimaan BBN dari RTW dan Mobil Tangki / Isotank sampai pada
fasilitas penimbunannya di TBBN penerima sesuai dengan Bukti Pengiriman
Produk (BPP) dan berjalan lancar serta aman.

PENGERTIAN

1. Ullage adalah ruang kosong di Tangki Timbun.


2. Losses adalah rugi yang diakibatkan oleh kegiatan Penerimaan /
Penimbunan.
3. Query adalah dokumen berupa formulir untuk menyampaikan protes dari
TBBM Penerima ke TBBM Pengirim khususnya bila losses melebihi batas
toleransi.
4. Certificate of Quality (COQ) adalah dokumen yang menyatakan mutu
BBM.
5. Certificate of Quantity Discharge (CQD) adalah dokumen yang berisi
angka-angka hasil pengukuran cairan di Tangki Timbun penerimaan dan
perhitungan volumenya, yang dibuat bila suatu penerimaan telah selesai
dilaksanakan.
6. Bukti Pengiriman Produk adalah dokumen yang mencantumkan angka-
angka pengiriman BBN
7. Surat Angkutan adalah dokumen yang diterbitkan oleh PT KAI sebagai
pendukung Bukti Pengiriman Produk.
8. Analisa kerugian BBM adalah dokumen berisi angka-angka perhitungan
kerugian dalam pengiriman BBN

PROSEDUR KERJA

No Prosedur Hasil Keterangan


Pengamatan
Ya Tidak
1 Operation Head Terminal BBM
menerima berita dari Refinary Unit /
TBBM Pengirim secara lisan bahwa
akan ada Penerimaan BBN
2 Petugas PT. KAI / Transportir
menyerahkan BPP dan berita acara.
3 Svp. Receiving, Storage &
Distribution memeriksa minyak dalam
Ketel/ Mobil Tangki/Isotank serta
menghitung rugi laba transit dari

19
ketinggian baut tera.

4 Svp. Receiving &Storage melakukan


persiapan untuk pembongkaran:
a) Mengukur Ullage Tangki Timbun.
b) Menyiapkan fasilitas pembongkaran
c) Menyiapkan peralatan Fire & Safety
d) Memeriksa kelengkapan dokumen.
e) Memeriksa segel
f) Pengambilan sample di RTW /
Mobil Tangki / Isotank untuk
pemeriksaan visual.
g) Memasang bounding cable.
h) Menghubungkan selang
pembongkaran.
i) Membuka kerangan jalur pipa produk
yang akan dibongkar.

5 Svp. Receiving & Storage melakukan


kegiatan pembongkaran:
a ) M engawasi jalur pipa dari adanya
kebocoran.
b) Meyakinkan bahwa BBN sudah
mengalir ke Tangki Timbun yang
dipersiapkan.
c) Bila terjadi kebocoran dilakukan
perbaikan dan lapor ke atasan.
d) Harus selalu berada di tempat
selama pembongkaran berlangsung.
6 Svp. Receiving &Storage melakukan
kegiatan setelah pembongkaran:
a) Mematikan pompa.
b) Menutup semua kerangan dan
melepas hubungan selang.
c) Meyakinkan bahwa RTW / Mobil
Tangki / Isotank sudah kosong.
d) Melakukan pengukuran isi
Tangki Timbun dan melakukan
perhitungan CQD
e) Bila dalam perhitungan jumlah
penerimaan terdapat losses
penerimaan yang melebih batas
toleransi maka menerbitkan surat
klaim pada pengangkut.

REFERENSI

Tata Kerja Organisasi Fungsi Supply & Distribution PT Pertamina Persero Nomor
B-010/F10300/2014-S3

20
PRAKTIKUM 5
PENIMBUNAN BBM

TUJUAN

Tujuan dari praktikum 6 yaitu adalah mengamati dan mengevaluasi operasi


penimbunan BBM untuk menjamin kuantitas dan kualitas BBM dalam
penimbunan berjalan lancar

PENGERTIAN

1. SFBD (Ship’s Figures Before Discharge) adalah angka-angka hasil


pengukuran dan jumlah muatan dalam kompartemen FSO sebelum
pembongkaran.
2. Tank Ticket adalah form untuk hasil pengukuran tangki timbun yang
dijadikan dasar untuk semua perhitungan administrasi minyak.
3. Product Stock Calculation (PSC) adalah dokumen yang mencantumkan
angka-angka ukuran tinggi cairan /jumlah liter/density/temperatur persediaan
BBM dalam tangki timbun
4. Ullage adalah ruang kosong yang dihitung dari permukaan cairan/minyak
sampai ke reference point.
5. Innage adalah tinggi cairan (minyak dan air jika ada)

PROSEDUR KERJA

No Prosedur Hasil Keterangan


Pengamatan
Ya Tidak
A Penimbunan BBM dalam Tangki
Timbun
1 OH TBBM memerintahkan kepada
Pengawas P&P untuk melakukan
operasi penimbunan BBM dalam tangki
timbun
2 Svp. Receiving & Storage melakukan
daily phisical inventory (product stock
calculation/ PSC) harian dan setiap
pukul 00.00 WIB harus selesai
dilakukan.

3 Svp. Receiving & Storage


menyiapkan fasilitas penimbunan
dan memerintahkan kepada Svp.

21
Receiving & Storage untuk
melaksanakan operasi penimbunan BBM
dalam tangki timbun.

4 Svp. Receiving & Storage mengukur


tinggi minyak secara innage/outage
setiap hari sebelum dan sesudah
penerimaan atau penyaluran dan
hasilnya dicatat dalam tank ticket
untuk selanjutnya dimasukkan dalam
Product Stock Calculation. Sedangkan
bagi TBBM yang sudah menggunakan
sistem ATG data diambil dari print out
data ATG. Svp. Receiving & Storage
juga melakukan pengukuran tinggi air
bebas setiap hari. Kemudian melakukan
pengawasan atas selisih BBM dalam
tangki timbun. Svp. Receiving &
Storage juga melakukan pengendalian
mutu harian dan hasilnya dicatat dalam
tank ticket yang meliputi:
a) Pemeriksaan segel pada tangki
timbun sebelum dan sesudah
pergerakan isi BBM
b) Pengambilan all level sample
c) Pemeriksaan visual
(warna dan bau,
suhu dan density)

Svp. Receiving & Storage Melakukan


pengendalian mutu berkala yang meliputi
permintaan :
a) Pemeriksaan PV valve pada tangki
timbun klas A minimum 1
(satu)bulan sekali
b) Pembersihan tangki timbun setiap 6
(enam) tahun sekali

5 Svp. Receiving & Storage menerima


laporan operasi penimbunan.
a ) J ika tidak ada masalah maka Svp.
Receiving & Storage selanjutnya
meneruskan ke OH TBBM
b) Jika ada masalah maka Svp.
Receiving & Storage
memerintahkan kepada Svp.
Receiving & Storage untuk
melakukan pemblokiran terhadap
tangki timbun dan pengambilan
sample dari tangki timbun untuk

22
pemeriksaan lanjut di laboratorium

6 Petugas Laboratorium melakukan


pengujian laboratorium
7 Svp. Receiving & Storage bersama
petugas Laboratorium mempelajari hasil
pengujian laboratorium kemudian
melaporkan permasalahan kepada OH
TBBM.

8 OH TBBM menerima laporan masalah


dan mengevaluasi lebih lanjut untuk
menetapkan bahwa BBM tersebut off
spec atau on spec dan selanjutnya
melaporkan ke S&D Region/Area
Manager

9 S&D Region/Area Manager menerima


laporan dari OH Terminal BBM.

B Penimbunan BBM Dalam Kemasan

1 OH TBBM memerintahkan kepada


Svp. Receiving & Storage untuk
melakukan operasi penimbunan BBM
dalam kemasan/drum.
2 Svp. Receiving & Storage
menyiapkan fasilitas penimbunan
dan memerintahkan kepada Svp.
Receiving & Storage untuk
melaksanakan operasi penimbunan BBM
dalam kemasan/drum
3 Svp. Receiving & Storage melakukan
pemeriksaan dan pengendalian mutu
harian terhadap fisik drum, cap seal dan
tanda/ merk pada drum setiap hari.
Svp. Receiving & Storage juga
melakukan pengendalian mutu
berkala. Penyimpanan dalam drum
paling lama 12 bulan. Apabila tidak ada
masalah maka laporan dicatat dalam
Product Stock Calculation. Bila ada
masalah maka Svp. Receiving &
Storage langsung melaporkan
kepada Svp.
Receiving & Storage.
4 Svp. Receiving & Storage menerima
laporan operasi penimbunan dalam
kemasan/drum. Jika ada masalah
maka Svp. Receiving & Storage

23
memerintahkan kepada Svp.
Receiving & Storage untuk
melakukan pemblokiran terhadap BBM
dalam kemasan/drum dan pengambilan
sample dari kemasan/drum untuk
pemeriksaan lanjut di laboratorium serta
melaporkan hal ini ke OH TBBM.
5 Svp. Receiving & Storage Melakukan
pemblokiran terhadap BBM dalam
kemasan/drum. Kemudian selanjutnya
melakukan pengambilan sample dari
kemasan/drum untuk pemeriksaan
laboratorium
6 Petugas Laboratorium melakukan
pengujian laboratorium
7 Svp. Receiving & Storage
mempelajari hasil pengujian
laboratorium. Kemudian melaporkan hasil
pengujian kepada OH TBBM
8 OH TBBM menerima laporan hasil
pengujian dan mengevaluasi lebih lanjut
untuk menetapkan bahwa BBM
tersebut off spec atau on spec dan
selanjutnya melaporkan ke S&D
Region/Area Manager.

9 S&D Region/Area Manager menerima


laporan dari OH TBBM

REFERENSI

Tata Kerja Organisasi Fungsi Supply & Distribution PT Pertamina Persero Nomor
B-012/F10300/2014-S3

24
PRAKTIKUM 6
PENIMBUNAN BBN

TUJUAN

Tujuan dari praktikum 7 yaitu adalah mengamati dan mengevaluasi operasi


penimbunan BBN untuk menjamin kuantitas dan kualitas BBN dalam
penimbunan berjalan lancar

PENGERTIAN

1. Tank Ticket adalah form untuk hasil pengukuran tangki timbun yang
dijadikan dasar untuk semua perhitungan administrasi minyak.
2. Product Stock Calculation adalah dokumen yang mencantumkan angka-
angka ukuran tinggi cairan/jumlah liter/density/temperatur persediaan BBN
dalam tangki timbun
3. Ullage adalah ruang kosong yang dihitung dari permukaan
cairan/minyaksampai ke reference point.
4. Innage adalah tinggi cairan (minyak dan air jika ada)

PROSEDUR KERJA

No Prosedur Hasil Keterangan


Pengamatan
Ya Tidak
1 OH Terminal BBM memerintahkan
kepada Sr. Svp. Receiving, Storage &
Distribution untuk melakukan operasi
penimbunan BBN dalam tangki timbun

2 Supervisor Receiving & Storage


melakukan daily phisical inventory
(product stock calculation/ PSC) harian

25
dan setiap pukul 00.00 WIB harus
selesai dilakukan.

3 Sr. Svp. Receiving, Storage &


Distribution menyiapkan fasilitas
penimbunan dan memerintahkan
kepada Supervisor Receiving &
Storage untuk melaksanakan operasi
penimbunan BBN dalam tangki timbun
4 Svp. Receiving & Storage mengukur
tinggi minyak secara innage/outage
setiap hari sebelum dan sesudah
penerimaan atau penyaluran dan
hasilnya dicatat dalam tank ticket
untuk selanjutnya dimasukkan dalam
Product Stock Calculation. Sedangkan
bagi TBBM yang sudah
menggunakan sistem ATG data diambil
dari print out data ATG. Svp. Receiving
& Storage juga melakukan pengukuran
tinggi air bebas setiap hari. Kemudian
melakukan pengawasan atas selisih
BBN dalam tangki timbun. Svp.
Receiving & Storage juga melakukan
pengendalian mutu harian dan
hasilnya dicatat dalam tank ticket yang
meliputi:
a) Pemeriksaan segel pada
tangki timbun sebelum dan
sesudah pergerakan isi BBM
b) Pengambilan all level sample
c) Pemeriksaan visual (warna dan
bau, suhu dan density)

Svp. Receiving & Storage Melakukan


pengendalian mutu berkala yang
meliputi permintaan :
a) Pemeriksaan PV valve pada
tangki timbun klas A minimum
1 (satu)bulan sekali
b) Pembersihan tangki timbun setiap
6 (enam) tahun sekali
5 Sr. Svp. Receiving, Storage &
Distribution menerima laporan operasi
penimbunan.
a) Jika tidak ada masalah maka Sr.
Svp. Receiving, Storage &
Distribution selanjutnya
meneruskan ke OH Terminal
BBM.

26
b) Jika ada masalah maka Sr.
Svp. Receiving, Storage &
Distribution
c) memerintahkan kepada
Supervisor Receiving & Storage
untuk melakukan pemblokiran
terhadap tangki timbun dan
pengambilan sample dari tangki
timbun untuk pemeriksaan lanjut
di laboratorium.
6 Assistant Quality & Quantity melakukan
pengujian laboratorium.
7 Sr. Svp. Receiving, Storage &
Distribution bersama petugas
Laboratorium mempelajari hasil
pengujian laboratorium kemudian
melaporkan permasalahan kepada OH
Terminal BBM.

8 OH Terminal BBM menerima laporan


masalah dan mengevaluasi lebih
lanjut untuk menetapkan bahwa BBN
tersebut off spec atau on spec dan
selanjutnya melaporkan ke S&D
Region/Area Manager.

9 S&D Region/Area Manager menerima


laporan dari OH Terminal TBBM

REFERENSI

Tata Kerja Organisasi Fungsi Supply & Distribution PT Pertamina Persero Nomor
B-009/F10300/2014-S3

27
PRAKTIKUM 7
PENYALURAN BBM UNTUK PELANGGAN DARI
TERMINAL BBM NON OTOMASI

TUJUAN

Tujuan praktikum 7 yaitu mengamati dan mengevaluasi kegiatan operasi


Penyaluran BBM melalui Mobil Tangki mulai dari diterimanya loading
instruction oleh Awak Mobil Tangki, pengisian BBM sampai dengan pelaporan.

.
PENGERTIAN

1. Loading Instruction (LI) adalah dokumen yang digunakan sebagai


dasar untuk melaksanakan pengisian BBM di filling shed yang
mencantumkan produk, nomor polisi Mobil Tangki, nama Awak Mobil
Tangki, nomor kepegawaian Awak Mobil Tangki, tanggal dan waktu
pelaksanaan instruksi, nomor Loading Order (LO), Nomor
ShipmentMySAP, nomor Shipment SIOD, bay dan meter pengisian,
peruntukan kompartemen Mobil Tangki, serta besaran kuantitas pengiriman
BBM.
2. Loading Order adalah data yang diperlukan untuk pengiriman BBM kepada
Customer yang mencantumkan produk dan besaran kuantitas pengiriman
BBM.
3. Aplikasi MS2 (Manajemen Stock SPBU) adalah suatu perangkat lunak yang
dikembangkan fungsi Retail Fuel Marketing - Pusat untuk merencanakan
penjadwalan pengiriman BBM ke SPBU berdasarkan input informasi/data
ketahanan stock serta permintaan pengiriman dari SPBU dengan

28
memadukan pula data kesiapan Mobil Tangki yang beroperasi dari petugas
Penyaluran.
4. Aplikasi Sistem Informasi Operasi Distribution (SIOD) adalah suatu
perangkat lunak yang digunakan pada kegiatan operasional Distribution
dalam penjadwalan pengiriman BBM ke SPBU.
5. Surat Pengantar Pengiriman (SPP) adalah dokumen yang diperlukan untuk
pengiriman BBM, berisikan data-data kualitas BBM (temperature dan
density), kuantitas BBM dan tujuan pengiriman.
6. Goods Issue (GI) adalah proses pembaharuan status
barang/produk/material dalam sistem MySAP yang dikeluarkan atau
diserahkan dari suatu supply point.
7. Sales Order (SO) adalah dokumen bukti pemesanan dan pembayaran
produk BBM oleh pelanggan yang diterbitkan oleh Bank persepsi PT.
Pertamina (Persero).
8. Aplikasi MYSAP (System, Aplication & Product in Data Processing)
adalah suatu perangkat lunak terdaftar yang memproses data yang telah
dicatat secara sistem untuk diinformasikan secara real time.
9. Lokasi adalah supply point (Terminal BBM) PT. Pertamina
(Persero).Jabatan yang terkait lokasi (seperti OH lokasi, Distribution lokasi)
adalah jabatan petugas PT. Pertamina (Persero).
10. Transportir / Pengelola Mobil Tangki adalah perusahaan yang
mengelola Mobil Tangki berikut tenaga kerjanya dalam pelayanan
pengangkutan / pengiriman BBM dari lokasi supply point (Terminal BBM)
kepada Pelanggan.

PROSEDUR KERJA

No Prosedur Hasil Keterangan


Pengamatan
Ya Tidak
1 AMT menginformasikan kepada
petugas transportir/pengelola Mobil
Tangki bahwa AMT dan Mobil Tangki
telah siap menjalankan tugas
pendistribusian BBM.
2 Petugas Transportir / Pengelola Mobil
Tangki melakukan pembuatan
Shipment dan mencetak LI setelah
menerima Nomor Shipment versi
MySAP. Apabila tidak menerima Nomor
Shipment dari MySAP maka segera
berkoordinasi dengan petugas
Distribution.
3 Setelah AMT menerima LI maka
dilanjutkan memasuki gate in untuk
dilakukan pemeriksaan Mobil Tangki
29
oleh Security.

4 Security melakukan pemeriksaan Mobil


Tangki yang akan masuk gate in
meliputi kesesuaian dan kelengkapan
seragam, safety shoes, safety helmet,
ID-Card, kebersihan Mobil Tangki dan
peralatan/perlengkapan bawaan dalam
kabin Mobil Tangki (tidak terdapat
barang bawaan yang terlarang, misal :
jerry-can, botol plastik, senjata tajam,
handphone, korek api). Jika telah sesuai
maka Mobil Tangki diijinkan memasuki
area pengisian. Apabila terdapat
ketidaksesuaian maka Mobil Tangki
tidak diijinkan memasuki area pengisian
dan kembali kepada petugas
Transportir / Pengelola Mobil Tangki
5 AMT membawa Mobil Tangki memasuki
area pengisian dan memberikan LI
kepada petugas / Operator Pengisian.

6 Petugas / Operator Pengisian


menerima LI dari AMT dan
melakukan pengisian BBM ke Mobil
Tangki berdasarkan LI yang diterima.
Riwayat data pengisian ditulis dalam
meter reading yang telah disediakan.
Selanjutnya LI yang telah diminyakkan
diberi stempel nomer meter arus yang
dipakai dan ditandatangani oleh petugas
/ Operator Pengisian, lalu dikembalikan
ke AMT untuk diberikan kepada petugas
Gate Keeper.

7 AMT menerima LI dari Operator


Pengisian setelah proses pengisian
selesai dan membawa Mobil Tangki
menuju gate out. Selanjutnya AMT
memberikan LI kepada petugas Gate
Keeper untuk proses validasi dokumen.

8 Gate keeper menerima LI dari AMT


untuk diarsipkan & melakukan proses
GI hingga status 6. Kemudian mencetak
kupon own use dan SPP berdasarkan LI
yang diterima serta melakukan
validasi (membubuhkan stempel gate
out) lalu diberikan kepada AMT.

9 Gate keeper melakukan pengambilan


sample BBM di area gate out pada

30
Mobil Tangki yang pertama kali
melakukan pengisian sesuai dengan
TKI C-001/F33101/2011. Jika ada
indikasi produk off specification, maka
akan ditindaklanjuti sesuai dengan TKO
Pengendalian Produk Tidak Sesuai (Off
Spec) B-006/F33101/2011. Jika produk
dinyatakan on specification, maka
berkoordinasi dengan petugas
Penerimaan dan Penimbunan bahwa
penyaluran siap untuk dilaksanakan.

10 Gate keeper Selama penyaluran


berlangsung, setiap 2 (dua) jam sekali
dan setiap pergantian Tangki Timbun
maupun penyaluran simultan
(menggunakan tangki timbun lebih dari
satu) maka dilakukan pemeriksaan
density temperatur untuk tiap-tiap
produk dan dilakukan pembaharuan
(input manual) data density temperatur
tersebut pada sistem.

11 AMT menerima & memeriksa


kesesuaian SPP dan segel dari
petugas Gate Keeper serta melakukan
proses penyegelan sesuai prosedur
yang berlaku.
12 Petugas Security memastikan segel
sudah terpasang dengan benar. Apabila
segel telah terpasang dengan benar,
maka diijinkan melanjutkan pengiriman
BBM. Jika tidak, maka AMT akan
dilaporkan ke petugas Transportir /
Pengelola Mobil Tangki untuk diberikan
sanksi yang berlaku mengacu pada
buku panduan Service Excellence.

13 AMT melanjutkan melakukan


pengiriman BBM.

14 SPBU menerima BBM menggunakan


Mobil Tangki dan menandatangani
serta membubuhkan stempel pada
semua lembar SPP. Lembar asli bagian
untuk SPBU diarsipkan oleh SPBU,
sedangkan lembar salinan lainnya
diserahkan kembali ke AMT.

15 AMT menerima salinan SPP yang


telah divalidasi oleh SPBU dan

31
memeriksa kelengkapan dokumen
lainnya. Apabila telah lengkap, AMT
kembali ke TBBM dan sesampainya di
TBBM AMT menyerahkan SPP kepada
petugas Transportir / Pengelola Mobil
Tangki. Jika tidak, maka AMT meminta
kelengkapan dokumen ke SPBU.

16 Pengelola mobil tangki menerima dan


memeriksa kesesuaian salinan SPP dari
AMT secara real time. Apabila telah
sesuai maka salinan SPP tersebut
diarsipkan dan dipindai (scan) dalam
SIOD. Apabila tidak sesuai maka
dikembalikan ke SPBU.

17 Petugas Transportir/Pengelola Mobil


Tangki Melakukan End Shipment agar
Mobil Tangki dapat digunakan kembali
untuk pengiriman BBM.

18 Petugas Transportir/Pengelola Mobil


Tangki Maksimal H+1 setelah SPP
dipindai (scan) dalam SIOD maka
Petugas Transportir / Pengelola Mobil
Tangki menyerahkan SPP kepada
petugas Distribution (lembar 'untuk pihak
lain' dan lembar 'untuk Pertamina').

REFERENSI

Tata Kerja Organisasi Fungsi Supply & Distribution PT Pertamina Persero Nomor
B-014/F10300/2014-S3

32
PRAKTIKUM 8
PENYALURAN BBM DARI TERMINAL BBM OTOMASI

TUJUAN

Tujuan praktikum 7 yaitu mengamati dan mengevaluasi kegiatan penyaluran


BBM kepada Pelanggan (SPBU) dari Terminal BBM tanpa cetak LO dengan
menggunakan Moda Angkutan Mobil Tangki yang menggunakan sistem
Terminal Automation System (TAS)
.

.
PENGERTIAN

1. Loading Instruction (LI) adalah dokumen yang digunakan sebagai


dasar untuk melaksanakan pengisian BBM di filling shed yang
mencantumkan produk, nomor polisi Mobil Tangki, nama Awak Mobil
Tangki, nomor kepegawaian Awak Mobil Tangki, tanggal dan waktu
pelaksanaan instruksi, nomor Loading Order (LO), Nomor Shipment MySAP,

33
nomor Shipment SIOD, bay dan meter pengisian, peruntukan kompartemen
Mobil Tangki, serta besaran kuantitas pengiriman BBM.
2. Loading Order adalah data yang diperlukan untuk pengiriman BBM kepada
Customer yang mencantumkan produk dan besaran kuantitas pengiriman
BBM.
3. Aplikasi MS2 (Manajemen Stock SPBU) adalah suatu perangkat lunak yang
dikembangkan fungsi Retail Fuel Marketing - Pusat untuk merencanakan
penjadwalan pengiriman BBM ke SPBU berdasarkan input informasi/data
ketahanan stock serta permintaan pengiriman dari SPBU dengan
memadukan pula data kesiapan Mobil Tangki yang beroperasi dari petugas
Penyaluran.
4. Aplikasi Sistem Informasi Operasi Distribusi (SIOD) adalah suatu
perangkat lunak yang digunakan pada kegiatan operasional distribusi
dalam penjadwalan pengiriman BBM ke SPBU.
5. Surat Pengantar Pengiriman (SPP) adalah dokumen yang diperlukan untuk
pengiriman BBM, berisikan data-data kualitas BBM (temperature dan
density), kuantitas BBM dan tujuan pengiriman.
6. Goods Issue (GI) adalah proses pembaharuan status
barang/produk/material dalam sistem MySAP yang dikeluarkan atau
diserahkan dari suatu supply point.
7. Sales Order (SO) adalah dokumen bukti pemesanan dan pembayaran
produk BBM oleh pelanggan yang diterbitkan oleh Bank persepsi PT.
Pertamina (Persero).
8. Aplikasi MYSAP (System, Aplication & Product in Data Processing)
adalah suatu perangkat lunak terdaftar yang memproses data yang telah
dicatat secara sistem untuk diinformasikan secara real time.
9. Lokasi adalah supply point (Terminal BBM) PT. Pertamina (Persero).
Jabatan yang terkait lokasi (seperti OH lokasi, Distribusi lokasi) adalah
jabatan petugas PT. Pertamina (Persero).
10. Transportir / Pengelola Mobil Tangki adalah perusahaan yang
mengelola Mobil Tangki berikut tenaga kerjanya dalam pelayanan
pengangkutan / pengiriman BBM dari lokasi supply point (Terminal BBM)
kepada Pelanggan
11. Anjungan Validasi Mandiri (AVM) adalah suatu bangunan untuk AMT
melakukan pelaporan kehadiran dan mengambil LI untuk pengisian Mobil
Tangki.
12. Penyaluran BBM Sistem Online (LO Non Fisik) adalah kegiatan
operasi penyaluran BBM tanpa mencetak fisik LO di TBBM, dilakukan secara
online dalam proses kegiatan operasi pengisian Mobil Tangki sampai
proses pengangkutan BBM dari Terminal BBM hingga BBM dibongkar
dan diterima oleh Pelanggan (SPBU).
13. Penyaluran BBM Sistem Online (LO Non Fisik) adalah jika:
a) Terminal BBM yang beroperasi manual (pengisian BBM ke Mobil
Tangki di bangsal pengisian dilakukan secara manual) atau Non TAS.
b) Terminal BBM yang beroperasi secara otomatis (pengisian BBM ke
Mobil Tangki di bangsal pengisian dilakukan secara automasi) melalui

34
sistem TAS (Terminal Automation System).

REFERENSI

Tata Kerja Organisasi Fungsi Supply & Distribution PT Pertamina Persero Nomor
B-015/F10300/2014-S3

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2005. Diktat Petunjuk Praktikum Kimia Analitik III. Laboratorium Kimia
Analitik Jurusan Kimia FMIPA. Universitas Brawijaya. Malang.
Anonim.Diktat Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. Jurusan Kimia FMIPA. Universitas
Brawijaya. Malang.
Day, R.A dan Underwood, A.L. 2001.Analisis Kimia Kuantitatif. Alih bahasa: Iis Sofyan.
Erlangga. Jakarta.
Fritz, J.S. and Schenk G.H. 1987.Quantitative Analytical Chemistry, 4th ed. Prentice
Hall. New Jersey.
Official Methods of Analysis. 1990. Association of Official Analytical Chemists,15 th
ed.

35
Skoog, Douglas A., Donald M. West and F.James Holler.1995. Fundamentals of
Analytical Chemistry 8th ed."Harcourt Brace College Publishers.
Vogel. 1994. Analisis Kimia Anorganik Kuantitatif. Alih bahasa: A.H. Pujaatmaka.
Penerbit buku Kedokteran EGC. Jakarta.

36

Anda mungkin juga menyukai