0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
264 tayangan14 halaman

Sosiologi Ekonomi: Fokus pada Produksi

Makalah ini membahas tentang produksi dalam tiga kalimat. Pertama, fokus kajian sosiologi tentang produksi meliputi kerja, faktor produksi, pembagian kerja, dan hubungan produksi. Kedua, produksi dapat untuk digunakan atau untuk dijual, dengan nilai guna dan nilai tukar sebagai perbedaannya. Ketiga, sejarah produksi manusia meliputi produksi pra-kapitalis untuk digunakan, produksi kapitalis

Diunggah oleh

winda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
264 tayangan14 halaman

Sosiologi Ekonomi: Fokus pada Produksi

Makalah ini membahas tentang produksi dalam tiga kalimat. Pertama, fokus kajian sosiologi tentang produksi meliputi kerja, faktor produksi, pembagian kerja, dan hubungan produksi. Kedua, produksi dapat untuk digunakan atau untuk dijual, dengan nilai guna dan nilai tukar sebagai perbedaannya. Ketiga, sejarah produksi manusia meliputi produksi pra-kapitalis untuk digunakan, produksi kapitalis

Diunggah oleh

winda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

MAKALAH
PENGANTAR SOSIOLOGI EKONOMI
TENTANG:
PRODUKSI

DISUSUN OLEH:
1. RICHE AZHARI
2. ILCA DESRIANA

DOSEN PEMBIMBING:
SURMANI. M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI (PE)


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP ) NASIONAL
2021
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat
dan penyertaan Nya sehingga Kami dapat menyelesaikan Makalah Sosiologi
Ekonomi yang berjudul “Produksi ” tepat pada waktunya. Makalah ini berisikan
tentang informasi bagi masyarakat yang ingin menjalankan usaha maka harus
memiliki suatu hubungan antara Ilmu sosiologi dengan Perilaku Produksi di
masyarakat. Atau yang lebih khususnya membahas tentang bentuk bentuk badan
usaha yang terdapat di Indonesia.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Demikian makalah ini kami sampaikan dan tidak lupa pula kami sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir.

Padang Pariaman, 06 Oktober 2021

Penulis
3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................................i


Daftar isi..............................................................................................................ii
BAB I Pendahaluan
A. Latar belakang .........................................................................................1
B. Rumusan masalah ....................................................................................1
C. Tujuan pembahasan .................................................................................1
BAB II Pembahasan
A. Fokus Kajian Sosiologi tentang Produksi ................................................2
B. Produksi untuk digunakan Versus Produksi untuk Dijual........................2
C. Produksi sepanjang sejarah umat manusia ..............................................4
BAB III Penutup
A. Kesimpulan .............................................................................................10
B. Saran........................................................................................................10
Daftar pustaka

ii
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia sebagai makhluk hidup tentunya membutuhkan makan dan
minum guna memprtahankan kelangsungan hidup. Untuk itu manusia harus
bekerja,banting tulang tiap harinya demi mendapatkan uang. Uang tersebut
digunakan untuk membeli kebutuhan hidup,baik sandang, papan maupun
pangan. Manusia disebut sebagai manusia sejahtera ketika sudah mampu
memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya seorang suami yang sudah mampu
memenuhi kebutuhan keluarganya, istri dan anak-anaknya.
Barang dan jasa merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi
manusia baik secara individu maupun kelompok. Manusia pun melakukan
kegiatan ekonomi, dimana manusia itu berusaha dalam pembuatan keputusan
dan pelaksanaannya yang berhubungan dengan pengalokasian sumber daya
masyarakat. Kegiatan ekonomi merupakan gejala bagaimana cara orang atau
masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap barang dan jasa.
Cara yang dimaksud tersebut berkaitan dengan semua aktivitas orang dan
masyarakat yang berhubungan dengan produksi, distribusi, penukaran, dan
konsumsi barang-barang ataupun jasa-jasa langka.

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana fokus kajian sosiologi tentang Produksi
2. Apa  produksi untuk digunakan versus produksi untuk dijual
3. Bagaimana produksi sepanjang sejarah umat manusia

C. Tujuan pembahasan
1. Untuk memahami bagaimana fokus kajian sosiologi tentang produksi
2. Untuk memahami apa produksi untuk digunakan versus produksi untuk
dijual
3. Untuk memahami bagaimana produksi sepanjang uamat manusia
2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Fokus kajian sosiologi tentang produksi


Kalau kita melihat apa yang ditulis oleh peneruka sosiologi seperti Karl
Marx, Emile Durkheim, dan Max Weber dapat dimengerti, melalui pandangan
mereka, bahwa produksi merupakan proses yang diorganisasi secara sosial di
mana barang dan jasa diciptakan. Dalam kaitan itu, adapun fenomena dan
kenyataan yang menjadi fokus kajian sosiologi tentang produksi adalah seperti
yang disajikan sebagai berikut ini:
1. Kerja (ideologi, nilai, sikap, motivasi dan kepuasan)
2. Faktor produksi (tanah, tenaga kerja, teknologi, kapital, dan organisasi)
3. Pembagian kerja
4. Cara-cara produksi
5. Hubungan-hubungan produksi
6. Proses teknologis (instrumen, pengetahuan, jaringan operasi, kepemilikan)
7. Alienasi
8. Teknologi dan kerja
9. Pendidikan, teknologi, dan kerja
B. Produksi untuk Digunakan Versus Produksi untuk Dijual
Semua barang mempunyai dua jenis nilai yang berbeda yaitu nilai
guna(use value) dan nilai tukar (exchange value). Nilai guna suatu barang
adalah nilai kebergunaan atau keuntungan suatu barang atau keuntungan yang
diberikan oleh barang tersebut gunakan.Sebagai contoh, nilai guna sepasang
pakaian adalah manfaat bagi pemakainya sebagai alat untuk melindungi tubuh
dari teriknya panas matahari atau dinginnya tiupan angin kencang. Demikian
pula dengan nilai guna sepeda motor adalah kegunaanya sebagai alat
transportasi untuk memudahkan mobilitas geografis dari suatu lokasi ke lokasi
lain.Sedangkan nilai tukar adalah nilai suatu barang yang akan di dapatkan
ketika barang tersebut ditukarkan dengan benda lain. Sebagai contoh, jika
seseorang bersepakat untuk memberika 400 pasang pakain kepada seseorang
sebagai ganti dari sepeda motor, maka nilai tukar sepeda motor ini 400 pasang
3

pakaian. Dengan kalimat lain, kita dapat mengatakan bahwa nilai tukar
sepasang pakaian adalah 1/400 nilai tukar sepeda motor. Nilai tukar dapat
diukur atau dinilai bedasarkan barang berharga lain seperti emas, atau dengan
perantaraan medium pertukaran, yaitu uang.
1. Nilai guna suatu barang dapat di dasarkan dalam hal berikut ini :
a) Nilai guna total (total utility) adalah kepuasan total yang dinikmati
oleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa secara
keseluruhan.
b)  Nilai guna maksimal (marginal utility )adalah tambahan kepuasan
yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa
yang dikonsumsinya.
c) Nilai guna yang semakin turun (diminishing return) atau pemenuhan
secara vertical yaitu nilai guna yang diperoleh konsumen untuk setiap
tambah konsumsi yang dilakukan pada mulanya meningkat, tetapi
sampai pada titik tertentu akan mengalami penurunan.
2. Nilai tukar dapat dibedakan menjadi dua antara lain sebagai berikut :
a)  Nilai tukar subjektif, yaitu nilai tukar suatu barang menurut sudut
pandang pemiliknya, misal beras ditukar dengan apel.
b)  Nilai tukar objektif, yaitu nilai tukar suatu barang yang berlaku secara
umum berdasarkan barang itu sendiri, misal sepeda motor dan televise.
Menurut Sanderson (2003:112), sistem ekonomi itu sendiri cenderung
diorganisasikan terutama menurut, salah satu dari dua jenis nilai ini.
Masyarakat pra-kapitalis melalui berbagai aktivitas dimana produksi barang
untuk nilai guna adalah perhatian satu-satunya produsen. Dalam konteks ini,
barang-barang diproduksi agar dapat dikonsumsi, bukan agar dapat ditukarkan
dengan barang lain. Sebaliknya, pada masyarakat kapitalisme modern,
produksi besar sejumlah barang ditujukan terutama untuk nilai tukarnya, untuk
memperoleh sejumlah uang yang diterima produsen kapitalis atas barang yang
dijual di pasar. Motivasi utama produsen kapitalis memproduksi barang adalah
untuk meraih nilai tukarnya pasar, bukan nilai gunanya. Dengan
demikian,  kapitalisme modern merupakan suatu ekonomi produksi untuk
4

dijual (production-for-exchange economy) atau dengan kata lain produksi


diprioritaskan untuk dijual dipasar ketimbang untuk digunakan sendiri.
C. Produksi Sepanjang Sejarah Umat Manusia
Dalam pembahasan ini terdapat tiga bentuk masyarakat manusia, yaitu
masyarakat prakapitalis, masyarakat kapitalis, dan masyarakat pascakapitalis.
Masyarakat kapitalis dan pascakapitalis tidak dipisah disebabkan karena kedua
masyarakat tersebut memiliki basis yang sama, yaitu landasan ekonomi
industry. Namun keduanya dapat dibedakan berdasarkan sistem Fordisme dan
pasca-Fordisme.
1. Produksi pada Masyarakat Prakapitalis
Secara etimologis, kapitalis berasal dari kata “capital”, yang akar
katanya dari kata Latin, caput, berarti “kepala”. Sedangkan artinya
dipahami, pada abad ke-12 dan ke-13, adalah dana, persediaan barang,
sejumlah uang dan bunga uang pinjaman (Berger,1990:20). Sementara
kapitalis, menurut Berger (1990:21), mengacu pada pemilik “capital”.
Sedangkan konsep usaha kapitalis, menurut Max Weber,seperti yang
dikutip Berger (1990:21), merupakan suatu kegiatan ekonomi yang
ditujukan pada suatu pasar dan dipacu untuk menghasilkan laba dengan
adanya pertukaran. Sedangkan yang dimaksud di pasar ini adalah suatu
sistem pengaturan produksi dan distribusi barang untuk pertukaran bagi
pencapaian tujuan untuk memperoleh laba, keuntungan atau margin
berdasarkan hukum permintaan dan penawaran.
Dari definisi Weber tentang usaha kapitalis dan batasan tentang
pasar tersebut di  atas dapat dibuat pengertian bahwa masyarakat
prakapitalis adalah masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi tidak
ditujukan untuk pasar dan tidak untuk menghasilkan laba melalui
pertukaran.
Ekonomi pada masyarakat prakapitalis (asli mereka menggunakan
konsep pra-industri), melekat (embedded)dalam institusi sosial, agama,
politik. Maksudnya adalah fenomena seperti perdagangan pasar dan uang
diilhami oleh tujuan selain mencari keuntungan atau membuat laba.
Kehidupan ekonomi masyarakat prakapitalis diatur oleh resiprositas,
5

restribusi, dan kerumahtanggaan. Mekanisme pasar tidak boleh


mendominasi kehidupan ekonomi, oleh sebab itu permintaan dan
penawaran bukan sebagai bentuk harga tetapi lebih kepada tradisi atau
otoritas politik.
2. Produksi pada Masyarakat Kapitalis dan Pascakaitalis
Masyarakat kapitalis adalah masyarakat dalam melakukan kegiatan
ekonomi ditujukan untuk pasar dan untuk menghasilkan pasar dan untuk
menghasilkan laba serta untuk mengakulasi modal melalui pertukaran.
Masyarakat kapitalis diatas ekonomi pasar, yaitu suatu sistem ekonomi
pasar yang dikontrol ,diatur dan diarahkan  oleh pasar itu sendiri.
Ekonomi jenis itu berasal dari satu harapan bahwa umat manusia
akan mengambil sikap sedemikian rupa untuk mendapatkan uang
sebanyak-banyak. Sistem ekonomi ini menganggap pasr sebagai tempat
penyedian barang termasuk jasa dengan harga tertentu. Perbandingan atau
perbedaan antara masyarakat kapitalis dan masyarakat pasca kapitalis
terletak pada landasan ekonomi industry berdasarkan fordisme atau
pascafordisme, dimana masyrakat kapitalis berhubungan dengan sistem
fordisme sedangkan masyarakat pascakapitalis berkait dengan sistem
pascafordisme.
1) Fordisme, menurut George Ritzer (2002) serta Ritzer dan Goodman
(2003:200-201), merupakan gagasan, prinsip, dan sistem yang
ditumbuhkan kembangkan oleh Henry Ford. Tokoh ini berjasa dalam
mengembangkan sistem produksi massal modren, terutama melalui
penciptaan sistem perakitan mobil secara bergilir (assembly line ). Adapun
ciri-ciri dari Fordisme meliputi:
a. Produksi massal untuk produksi sejenis
Fordisme melibatkan produksi homogen massal. Suatu perusahaan
memproduksi produk sejenis secara banyak ditunjukan tidak hanya
pasar nasional, tetapi juga untuk pasar regional bahkan pasar global.
Misalnya sebuah pabrik mobil memproduksi suatu jenis mobil, dalam
arti satu model, sutu seri,dan satu warna, secara massal.
6

b. Penggunaan teknologi yang tidak fleksibel


Fordisme menggunakan teknologi yang relatif tidak fleksibel. Salah
satu ciri teknologi Fordisme adalah teknologi jalur perakitan (assembly
line), yaitu suatu teknologi semi otomatis dimana setiap jalur memiliki
spesifikasi pekerjaan dengan tingkat keterampilan tertentu seperti
tukang pasang baut(mur), pasang pintu, pasang spion, pasang ban, dan
seterusnya sampai jalur dimana suatu mobil sempurna diproduksi yang
kemudian dipasarkan.
c. Adopsi rutinitas kerja standar (Taylorisme)
Seorang buruh pekerja hanya memiliki keterampilan kerja tertentu
yang terstandar.
d. Peningkatan produktivitas berasal dari ekonomi skala serta
penghapusan skill, intensifikasi, dan homogenitas kerja
Untuk mengerti maksud ciri keempat ini,anda perlu memahami
beberapa konsep diatas. Ekonomi skala dmaksudkan sebagai
perusahaaan besar menghasilkan sejumlah besar produk bisa
memproduksi tiap produk individu lebih murah dibandingkan
perusahaan kecil yang menghasilkan barang dalam jumlah kecil.
e. Pertumbuhan pasar bagi item produksi massal, yang menimbulkan
homogenisasi pola konsumsi
Fordisme menciptakan pertumbuhan pasar bagi homogen industri
produksi massal. Pertumbuhan pasar menimbulkan homogenisasi pola
konsumsi misalnya dalam industri automobil di Amerika Serikat,
Fordisme menciptakan mobil massal Amerika dalam arti satu model,
satu seri dan satu warna bagi seluruh pasar nasional.
f. Fordisme meningkatkan pekerja massal dan serikat pekerja yang
birokratis
Membutuhkan peningkatkan pekerja massal seiring dengan kebutuhan
dari pertumbuhan pasar terhadap produk massal. Peningkatan jumlah
pekerja massal tersebut menciptakan serikat pekerja massal tersebut
menciptakan serikat pekerja yang birokratis.
7

g. Negoisasi serikat pekerja mengenai keseragaman upah berkaitan erat


dengan keuntungan dan produktivitas
Fordisme melahirkan serikat pekerja yang berfungsi untuk
menegosiasi upah yang seragam atas keuntungan dan produktivitas
perusahaan yang sebagian disumbangkan oleh aktivitas pekerja.
2) Pasca- fordisme
Walaupun fordisme, menurut Ritzer dan Goodman (2003) dan Ritzer
(2002), tumbuh sepanjang abad keduapuluh, khususnya di Amerika
serikat, ia mencapai puncaknya dan menurun di tahun 1970-an, khususnya
setelah krisis minya bumi tahun1973 dan diikuti dengan penurunan
industri mobil Amerika serta berkembangnya industri mobl Jepang
sehingga menjadi pesaing potensial bagi produk mobil Amerika. Ritzer
dan Goodman sebagai indikator dari kemerosotan Fordisme dan
kemunculanpasca-Fordisme yang ditandai oleh:
a. Minat terhadap produk massal menurun, minat terhadap produk khusus
menigkat
Menurunnya minat terhadap produk massal diikuti oleh pertumbuhan
minat terhadap produk yang bergaya dan berkualitas tinggi.
b. Produk yang lebih terspesialisasi memerlukan jangka waktu yang lebih
pendek,yang dapat dihasilkan dalam sistem yang lebih kecil dan lebih
produktif
Produk-produk yang lebih khusus yang dituntut dalam masyarakat
pasca-Fordisme menuntut alur produksi lebih pendek yang
menghasilkan sistem-sistem lebih pendek dan dan lebih produktif.
c. Produksi yang lebih fleksibel menjadi menguntungkan dengan
datangnya teknologi baru
Teknologi baru membuat keuntungan produksi fleksibel. Contohnya,
peralatan dengan komputer yang bisa diprogramkan ulang guna
menghasilkan yang berbeda, menggantikan teknologi lama dengan
funsi tunggal.
8

d. Teknologi baru memerlukan tenaga kerja yang selanjutnya mempunyai


keterampilan yang berbeda dan pendidikan yang lebih baik, lebih
bertanggung jawab dan otonomi makin besar.
Sistem pasca-Fordisme menuntut lebih banyak lagi daripara pekerja
ketimbang para pendahulunya. Contohnya para pekerja memerlukan
skill yang lebih bervariasi serta pelatihan yang lebih baik agar dapat
mengeoperasikan teknologi baru yang lebih menuntut dan lebih
canggih.
e. Produksi harus dikontrol melalui sistem yang lebih fleksibel
Seperti telah disinggung di atas sistem produksi yang lebih fleksibel
karena adanya penggunaan teknologi baru memerlukan sistem
manajemen yang lebih fleksibel termasuk monitoring dan kontrol
terhadap produksi juga lebih fleksibel.
f. Kekayaan negara yang tersentralisasi tidak lagi dapat memenuhi
kebutuhan rakyat yang berbeda-beda dan diperlukan lembaga yang
lebih terdiferensiasi dan lebih fleksibel
Kebutuhan masyarakat yang berbeda tersebut dibutuhkan lembaga-
lembaga yang terdiferensiasi dan lebih fleksibel seperti lembaga
swadaya masyarakat dan perusahaan bisnis yang bergerak dalam
bidang yang selama ini ditangani oleh negara misalnya pendidikan.
1) Durabilitas Versus Nondurabilitas
Komoditas dalam masyarakat Fordisme ditekankan pada ketahanan
usia atau tahan lama karena kuat, kokoh, mantap, atau tidak cepat
rusak dari sisi komponen material produksi seperti radio, lemari es,
televisi atau vacuum cleaner.
2) Elektro-Mekanisme Versus Elektro-Mikro
Pada masa Fordisme, komoditas lebih banyak dikembangkan pada
basis elektro-mekanisme seperti mobil, radio, televisi dan sebaginya.
3) Materi Versus Ekperensial
Pada tahun-tahun terakhir ini, telah terjadi “de-materialisasi” terhadap
bentuk komoditas, kata Lee (2006). Dorongan untuk mempercepat
perputaran komoditas dan nilai tahan lama serta bersifat material
9

(mesin cuci, vacuum cleaner, mobil, televisi dan lainnya) yang usianya
malampaui momen pertukaran aktual, menuju komoditas yang tidak
tahan lama dan eksperensialisasi olahraga atau telepon seluler yang
memiliki kecepatan tinggi pertukaran jenis, desain, dan mode.
4) Solidaritas Versus Fluiditas
Menurut Lee (2006:220-221), telah mahalnya ongkos untuk
pembangunan pabrik dan mesin yang diperlukan untuk mencapai
volume produksi tertentu hanya dapat ditutupi dan diperluas jika
volume produksi tersebut dapat beroperasi tanpa henti selama
mungkin.
5) Struktur Versus Fleksibilitas
Fordisme mengandung ideologi yang didalamnya terdapat selain
soliditas juga struktur. Fordisme memuat kekakuan struktural dalam
organisasi produksi. Kekakuan tersebut dipecahkan oleh penemuan
teknologi baru yang lebih fleksibel pada pasca-Fordisme.
6) Manfaat versus gaya
Karena lebih diutamakan fungsi dari suatu produk ketimbang yang lain
(bentuk, ukuran, warna,pernik,dan asesoris lainnya).
Tabel 3.3 Karakteristik Komoditas Tipe Ideal Fordisme dan pasca-
Fordisme
10

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Produksi merupakan proses kegiatan ekonomi dengan pemanfaatan
sumber daya manusia( SDM ), sumber daya alam (SDA), dan teknologi untuk
menghasilkan barang maupun jasa yang dipergunakan dalam memenuhi
kebutuhan hidup masyarakat. Dalam hal ini terjadi kerja sama atau solidaritas
anggota masyarakat dalam melakukan proses produksi untuk mendapatkan
barang dan jasa itu. Sebagaimana yang telah diterang bahwa produksi itu
melalui suatu penginputan proses pengolahan sampai pada output sehingga
komoditas yang dihasilkan menjadi sempurna siap didistribusikan dan
dikonsumsi masyarakat.

B. Saran
Mungkin inilah makalah kelompok kami, meskipun jauh dari
kesempurnaan minimal dapat mengimplementasikan tulisan ini, masih banyak
kesalahan dari penulisan kelompok kami, maka kami juga butuh kritik dan
saran agar menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik daripada masa
sebelumnya.

10
11

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan terjemahannya (Departemen Agama RI).


Ahimsa-Putra, H. S. 2003.Ekonomi Rasional,Rasional, dan Politi:dalam Industri
Kecil di Jawa.Yogyakarta: Kepel Press.
Arief, S. Dan A. Sasono. 1984.Ketergantungan dan Keterbelakangan. Lembaga
Studi Pembangunan.

Anda mungkin juga menyukai