0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
399 tayangan4 halaman

PERSAHABATAN

Teks menceritakan tentang persahabatan antara Agnes dan tiga sahabatnya yang berakhir karena salah paham. Agnes salah mengira bahwa dirinya dilaporkan oleh sahabatnya sendiri dan memutuskan persahabatan. Kemudian Agnes mengetahui kesalahpahamannya dan meminta maaf kepada sahabat-sahabatnya. Sahabat-sahabatnya pun memaafkan Agnes dan persahabatan mereka kembali seperti semula.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
399 tayangan4 halaman

PERSAHABATAN

Teks menceritakan tentang persahabatan antara Agnes dan tiga sahabatnya yang berakhir karena salah paham. Agnes salah mengira bahwa dirinya dilaporkan oleh sahabatnya sendiri dan memutuskan persahabatan. Kemudian Agnes mengetahui kesalahpahamannya dan meminta maaf kepada sahabat-sahabatnya. Sahabat-sahabatnya pun memaafkan Agnes dan persahabatan mereka kembali seperti semula.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERSAHABATAN

Tahun 2016, Saat itu saya berumur 12 tahun dan saya akan mendaftar ke Sekolah
Menegah Pertama yang saya inginkan, yaitu SMP N.1 Pahae Julu. Nama saya Agnes Nani,
Saya adalah anak pertama dari 5 bersaudara dan saya tinggal di Sialang pipa, Sitoluama.
Saya mengikuti Masa Orientasi Siswa di SMP N.1 Pahae Julu bersama 3 sahabat saya,
yang pertama bernama Santa Dwiana atau sering dipanggil Santa, dia adalah orang yang
baik, kalem, pintar dan kami sudah bersahabat sejak baru memasuki sekolah dasar. Yang
kedua bernama Luminda atau dipanggil Lumi, dia adalah orang yang baik, tomboy,
dewasa dan kami mulai berteman baik saat kami kelas 4 SD dikarenakan dia adalah
teman semeja saya. Dan yang terakhir bernama Siska Febriani, dia itu orangnya baik,
cerewet, ngomongnya pedes dan kami sudah berteman sejak kecil, karna kami adalah
tetangga.
Setelah selesai melewati 3 hari Masa Orientasi Siswa, kami akan diberikan pengumuman
oleh guru-guru tentang pembagian kelas. Dan sayangnya kami bertiga tidak sekelas
dengan Siska, dia ditempatkan di kelas VII-2 sedangkan kami bertiga yakni saya, Lumi
dan Santa berada di kelas VII-1. Meskipun begitu, kami sangat senang karena masuk ke
kelas pilihan atau kami sebut sebagai kelas unggulan yang saat itu memang semua siswa
ingin masuk ke kelas tersebut, Dan setelah itu kami pun pergi ke kelas kami masing-
masing sesuai dengan yang diarahkan oleh guru kepada kami.
Selama sebulan kami bersekolah di SMP N. 1 Pahae julu, kami selalu berangkat bersama,
pulang bersama, mengerjakan tugas bersama dan melakukan banyak hal bersama. Tentu
saja hal itu membuat ikatan persahabatan kami semakin erat. Dan kami bertiga yang
berada di kelas VII-1 merupakan orang yang sama-sama susah untuk bergaul dengan
orang lain, membuat kami bertiga selalu bersama kemanapun saat di sekolah, baik ke
kamar mandi, ke kantin dan lainnya. Berbeda dengan kami bertiga, Siska yang berada di
kelas VII-2 merupakan orang yang mudah bergaul itu sudah memiliki banyak teman baru,
tapi hal itu tidak menjadi masalah bagi kami karna dia juga selalu bersama kami saat
istirahat dan kami juga mengerti dengan keadaannya yang sendirian di kelasnya tanpa
kami.
Tetapi menginjak semester 2 kelas VII, dimana guru-guru kami saat itu sering membuat
tugas kami secara berkelompok membuat kami bertiga yaitu saya, Lumi dan Santa
menjadi berpencar. Dan semakin hari saya merasa kami semakin jauh, jika biasanya
kami akan pergi ke kantin bersama, tetapi sejak seminggu kemarin mereka berdua selalu
pergi dengan temannya masing-masing tanpa mengajak saya. Begitu juga dengan siska,
dia juga tidak pernah lagi mengajak saya untuk melakukan sesuatu bersama dan
terkesan menjauh dari saya. Hal itu membuat saya mulai mencari teman yang baru agar
saya tidak selalu sendirian.
Setelah kami diam-diaman bahkan tidak menyapa selama seminggu tanpa tau apa
masalahnya, saya pun memutuskan untuk mulai membicarakannya dengan jelas dan
baik-baik kepada mereka bertiga. Tapi teman baru saya yang bernama Betty Sitompul
memberitahukan kepada saya kalau sahabat saya yang bernama Luminda menjelek-
jelekkan saya didepan teman barunya yang bernama Riska Fauzia dengan mengatakan
kalau saya itu orangnya suka caper sama guru dan sebernarnya saya itu orangnya bodoh
dan selalu mencontek kepadanya saat ujian. Hal itu membuat saya terkejut sekaligus
marah karna saya merasa yang dikatakan oleh sahabat saya itu tidak benar. Setelah itu
saya pun langsung menemui mereka semua yang kebetulan sedang berkumpul bersama
yaitu Lumi, Riska, Santa dan teman barunya yang bernama Putri Wahyuni serta Siska dan
teman barunya yang bernama Gresya dan Nela. Dan saya pun mulai marah-marah dan
mengatakan kalau mereka adalah manusia bermuka dua dengan mengatakan kalau
mereka akan bersikap baik saat di depan saya dan menjelek-jelekkan saya dibelakang.
Santa yang mendengarkan perkataan saya juga menjawab dengan emosi kalau dia
sangat menyesal menganggap kami sebagai sahabatnya. Begitupun dengan siska
mengatakan kalau persahabatan kami akan berakhir hari ini, dan langsung disetujui oleh
kami semua yang ada disana. Setelah selesai meluapkan segala emosi saya,saya pun
langsung pergi meninggalkan mantan sahabat saya dan pergi ke kelas untuk
menenangkan hati saya yang sangat sakit karena perlakuan mereka. Kemudian Betty pun
menyusul saya ke kelas dan menghibur saya dengan mengatakan kalau dia bisa menjadi
sahabat baru saya, sedangkan saya hanya tersenyum mendengarnya.
Sejak pertengkaran itu kami pun mulai bersikap seperti orang asing dan bahkan tidak
pernah berbicara satu sama lain meskipun kami sekelas. Saya juga merasa kesepian
tanpa sahabat-sahabat saya, meskipun Betty selalu menemani saya kemana pun saya
tetap merasa kesepian dan merasa kalau Betty tidak dapat menggantikan mereka
sebagai sahabat saya. Sempat terpikirkan oleh saya untuk meminta maaf karena marah-
marah kepada mereka dan ingin memperbaiki persahabatan kami, tetapi saat saya
melihat mereka nyaman-nyaman saja bahkan selalu tertawa bersama teman atau
sahabat barunya itu membuat saya mengurungkan niat saya dan berpikir kalau selama ini
mereka memang tidak merasa kehilangan saya setelah pertengkaran itu dan mulai
melupakan saya dengan kenangan-kenangan saat kami bersahabat sejak sekolah Dasar.
Hal itu membuat saya mulai mencoba bersikap cuek dengan mereka.
Saat akan memulai ujian tengah semester tiba-tiba kepala sekolah memasuki kelas kami
dan mengatakan kalau hari ini akan ada murid baru, hal itu membuat banyak murid
penasaran. Setelah itu masuklah murid baru yang ternyata seorang lelaki dengan wajah
tampan pindahan dari Bandung bernama Mickael dan dipanggil Kael. Guru pun menyuruh
murid baru itu duduk tepat dibelakang saya dengan teman semejanya bernama Edward.
Karena tempat duduk kami yang memang dekat membuat kami cepat akrab dan
ditambah Kael yang yang usianya 1 tahun diatas saya membuat saya menganggapnya
seperti abang saya. Tetapi teman-teman sekelas saya banyak yang mengatakan kalau
kami berdua saling suka dengan alasan karena mereka sering melihat Kael yang selalu
mengganggu saya saat belajar dan karena saya selalu membantunya saat mengerjakan
tugas. Hal itu juga didengar oleh mantan sahabat saya dan sekilas saya merasa mereka
menatap saya dengan khawatir, tetapi saya mencoba mengabaikannya.
Keesokan harinya tiba-tiba ketiga mantan sahabat saya dengan sahabat barunya masing-
masing datang menemui saya di kelas yang kebetulan sangat sepi karena masih sangat
pagi. “Ada apa mantan sahabat sampai repot-repot menemui saya sekarang” tanyaku,
mereka yang mendengarnya sempat terdiam, kemudian Putri sahabat dari Santa berkata:
“Kamu jangan sampai menyukai Kael karena dia sudah mempunyai pacar bernama Elsa
dari kelas VII-3”, katanya. Aku yang mendengarnya malah menatap mereka dengan
bingung dan berkata: “Urusannya sama kalian apa ya? Mau saya suka, cinta atau benci
sama siapa pun itu bukan urusan kalian” kataku. Mereka yang mendengar perkataanku
hanya diam dan menatapku dengan tatapan yang sulit untuk kumengerti. Sebenarnya
saya ingin mengatakan kepada mereka kalau saya tidak menyukai Kael dan hanya
menganggapnya abang saya, tetapi ego saya membuat saya harus berkata seperti itu dan
saya cukup menyesalinya. Sebelum meninggalkan mereka saya menatap sekilas wajah-
wajah orang yang dulu saya anggap sahabat, sejujurnya saya sangat merindukan mereka
dan ingin mengulang kenangan-kenangan dulu.
Mendekati ujian penaikan kelas membuat waktu belajar saya harus ditambah lebih lama,
bahkan saya jadi sering pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku yang saya perlukan.
Saya berjalan sendirian ke perpustakaan untuk mengembalikan buku-buku yang saya
pinjam minggu lalu. Sebelum saya sampai ke perpustakaan saya mendengar perkataan
Betty teman saya yang sepertinya baru datang dan kebetulan perputakaan dan parkiran
memang sangat dekat, dia mengatakan kepada teman sekelas saya bernama sarinami
kalau dia salah paham dan malah membuat saya dan sahabat saya bertengkar. Saya
yang mendengar hal itu langsung mendatanginya dan bertanya apa maksudnya,
kemudian Betty pun mulai menceritakan kalau Agnes yang dijelek-jelekkan itu bukan saya
tetapi Agnes Julianti yang ada dikelas VII-2 dan yang menjelek-jelekkan itu pun bukan
sahabat saya tetapi sahabat dari Agnes Julianti. Saya pun yang mendengar penjelasan
dari Betty langsung pergi ke kelas tanpa mendengar maaf dari Betty.
Setelah mengetahui hal itu saya sangat menyesal karena tidak menanyakan hal itu
kepada sahabat saya dan malah langsung marah-marah dan memutuskan persahabatan
kami. Sungguh saya ingin meminta maaf kepada mereka semua atas perlakuan saya
pada mereka, tapi saya sangat malu untuk meminta maaf dan merasa tidak pantas untuk
dimaafkan. Hingga saat selesai penerimaan raport saya pun memberanikan diri
mendatangi mereka yang tengah berkumpul sambil bercanda dan kebetulan semua
sahabat saya ada disitu dan saya mendengar dari teman-teman sekelas kalau mereka
semua sudah baikan dan bahkan Riska dan Putri sudah dianggap sahabat oleh ketiga
sahabat saya. Kemudian saya dengan canggung berkata : ”Bisakah saya berbicara dengan
kalian? Tanyaku. Mereka hanya diam melihatku, kemudian saya lanjut berkata: saya ingin
minta maaf karena saya sudah salah sangka dan malah marah-marah kepada kalian
waktu itu, saya sudah tau yang sebenarnya dari Betty dan tau kesalahan saya sulit untuk
kalian maafkan, tetapi saya berharap kalian memaafkan saya dan ya kalian tidak prlu
khawatir saya tidak akan mengganggu persahabatan kalian kok, kataku. Kemudian Santa
berkata:”Kami juga minta maaf ya karna saat kamu marah kepada kami, kami malah
tidak membujukmu dan tidak menanyakan apa sebab kamu marah, dan kami juga
selama ini tetap menganggapmu sahabat kok,katanya. Hal itu membuat saya sangat
bahagia hingga membuat saya memeluk mereka semua dan sejak saat itu kami yang
dulunya bersahabat berjumlah 4 orang kini menjadi 6 orang karena ditambah Putri dan
Riska. Dan sejak saat itu kami tetap bersahabat sampai sekarang walaupun kami berada
di sekolah yang berbeda

Anda mungkin juga menyukai