0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
878 tayangan88 halaman

Kumpulan Cerpen

Lengkara kehilangan kekasihnya Angkasa setelah Angkasa mengalami kecelakaan. Angkasa meninggal di pelukan Lengkara sambil meminta maaf dan menyuruh Lengkara untuk tersenyum. Lengkara sangat sedih kehilangan sosok pendukung dan penjaganya.

Diunggah oleh

aril fauzan rijki
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
878 tayangan88 halaman

Kumpulan Cerpen

Lengkara kehilangan kekasihnya Angkasa setelah Angkasa mengalami kecelakaan. Angkasa meninggal di pelukan Lengkara sambil meminta maaf dan menyuruh Lengkara untuk tersenyum. Lengkara sangat sedih kehilangan sosok pendukung dan penjaganya.

Diunggah oleh

aril fauzan rijki
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA: Adesta najla zahratusyifa

NO ABSEN: 1

ANGKASA

Kehilangan seseorang yang kita cintai karena hal sepele mungkin itu sudah
biasa, tetapi bagaimana kehilangan seseorang yang kita cintai karena telah
kembali kepada sang pencipta nya,mungkin itu lah hal yang paling
menyakitkan. Itulah yang kini dirasakan oleh gadis cantik bernama Lengkara
Putri Auriga. Gadis itu baru saja kehilangan seorang lelaki yang begitu sangat ia
cinta yaitu angkasa. Angkasa adalah seseorang yang sangat berperan penting di
dalam hidup Lengkara. Banyak sekali kenangan – kenangan yang masih teringat
jelas oleh Lengkara disaat bersama angkasa.
Angkasa adalah ketua OSIS di sekolah. Itu semua karena sekolah
membutuhkan dirinya. Hanya dengan angkasa, murid–murid nakal di SMA
Taruna Bakti dapat di atur dengan baik. Angkasa adalah murid yang di segani
oleh penghuni di sekolahnya. Tidak terkecuali dengan guru-guru.
Sudah dua setengah jam berlalu, dan gadis itu lakukan hanyalah melamun
dengan boneka Boba di dalam pelukannya. Lengkara melihat ring note tebal
yang tergeletak di meja belajar setiap hari nya. Sebuah buku kenangan, sebuah
catatan kecil tentang Lengkara dan seorang anak laki-laki yang memiliki
senyum terindah. Saat membuka halaman demi halamannya, Lengkara tertawa
kecil. Tertawa karena teringat dirinya, laki laki yang aneh dan menyenangkan
dengan cara nya sendiri. Ada banyak foto didalamnya, foto-foto dirinya, dan
sesekali foto mereka berdua yang iseng Lengkara jadikan sebagai lembaran.
Kemudian mengenang nya, dan selalu Lengkara buka setiap hujan turun.
"Tuhan boleh enggak Ka angkasa kembaliin lagi ke sini buat jagain kara,
disini gak ada lagi yang jagain kara kaya dulu,yang kasih perhatian, yang
ngedengerin keluh kesah kara sekarang semua nya gak ada lagi tuhan. Kara
butuh Ka angkasa tuhann"
Berlinangan lah air mata Lengkara, saat ini Lengkara hanya bisa memeluk
boneka Boba yang di beri oleh angkasa pada saat waktu itu. Tuhan terlalu
begitu menyayangi angkasa hingga dia terlalu cepat mengambil angkasa dari
dunia ini.
1 bulan yang lalu
Angkasa melongarkan dasinya. Ia menatap jam tangan yang melingkar di
pergelangan tangannya. Waktu menunjukan pukul 07.45. Matanya memancar,
kemudian berhenti tepat pada sosok gadis yang tengah asyik memainkan bola
basket. Senyum di bibir angkasa terukir.
"Cantik" gumamnya, memuji gadis yang sekarang tengah menjadi objek
pandangnya.
Sadar jika di perhatikan, Lengkara pun menoleh ke arah angkasa. Gadis itu
melambaikan tangannya untuk menyapa kekasihnya itu. Gadis itu memutuskan
untuk menghampiri angkasa dengan cara berlari. Tepat saat dirinya sudah
sampai di depan cowok itu, sial nya Lengkara malah terjatuh karena menginjak
tali sepatunya yang terlepas. Hal itu sontak membuat angkasa kaget. Buru-buru
ia membantu Lengkara untuk bangkit dari jatuhnya itu. Sorot matanya yang
memancarkan kekhawatiran itu menjadi bukti dirinya tidak ingin gadisnya
terluka.
"Udah berapa kali aku bilangin, jangan main lari-larian. Kalau udah luka gini
siapa yang repot? Kamu sendiri kan? Sekali kali nurut aku aja bisa nggak
sihh??." Ujar angkasa kelepasan. Ini bukan pertamanya Lengkara jatuh karena
menginjak tali sepatunya sendiri.
"Maaf" ujar Lengkara sembari menundukkan kepalanya.
"Iya kakak maafin, tapi jangan diulangi lagi ya" balas angkasa dengan
lembut
"Iya ka, kara janji" Lengkara mengukir senyuman manis di wajahnya
"Yaudah kakak ke kelas duluan ya, kamu olahraga nya hati hati awas jatuh
lagi." Ujar angkasa mengingat kan.
"Iya ka tenang aja ko aku bakal lebih hati hati sekarang "
"Yaudah sampe ketemu nanti ya dahh."Angkasa pun pergi meninggalkan
Lengkara dan menuju kelas.

Bel pun sudah berbunyi menandakan seluruh siswa untuk pulang. Angkasa
dengan setia nya menunggu Lengkara di depan kelasnya untuk pulang bersama.
Lengkara pun akhirnya keluar dari kelas dan menemui angkasa yang dari tadi
menunggu nya. Angkasa yang menyadari akan kehadiran Lengkara mereka pun
langsung berjalan menuju parkiran.
Sesampainya di depan rumah Lengkara, angkasa mengeluarkan sesuatu dari
dalam tas nya yaitu sebuah Boneka Boba yang sangat besar sekali. Boneka itu
untuk gadis yang sangat ia cintai yaitu Lengkara.
"Waw apa itu KA?" Tanya Lengkara kepada angkasa
"Ini boneka buat kamu, kamu jangan ngerasa sendirian lagi ya sekarang ada
boneka ini buat nemenin kamu. Disaat aku gk ada di samping kamu, kamu
peluk aja boneka ini " boneka Boba itu pun angkasa beri kepada Lengkara.
Lengkara terlihat sangat senang sekali karena mendapat boneka Boba itu.
"Makasih banyak ka angkasa." Ucap Lengkara kegirangan
"Iya sama-sama, yaudah kakak pamit pulang dulu ya. Jagain boneka Boba
nya" angkasa pun berpamitan kepada Lengkara untuk pulang.
"Hati hati di jalan ya KA, kalau udah sampai rumah kabarin kara okeyy."
"Iya siap cantik." Balas angkasa kepada Lengkara kedua nya pun saling
tertawa. Angkasa pun pergi dari rumah Lengkara.

Lengkara merebahkan diri nya di atas kasur sembari memandangi boneka


pemberian angkasa tadi. Betapa beruntungnya ia memliki kekasih yang sangat
mencintainya.ia tidak pernah membayangkan bagaimana dia kehilangan
kekasihnya itu sehancur apa Lengkara nanti. Disaat sedang asyik asyik nya
Lengkara melamun handphone dia pun berdering dan membuyarkan
lamunannya itu. Ternyata sahabat nya itu yang menelepon dia, dengan segera
Lengkara mengangkat telepon itu
"Halo, tumben Lo nelpon gue malem malem gini. Kenapa Lo kangen yee."
Ucap Lengkara PD.
" PD banget sih Lo jadi manusia, gua nelpon Lo cuma mau ngasih tau
katanya di Deket taman kota ada yang kecelakaan dan korbannya cowo. Umur
nya gak beda jauh lah dari kita." Ucap Aqila memberitahu Lengkara secara
detail
Perasaan Lengkara tiba tiba menjadi tidak enak, pikiran nya pun sudah
kemana mana. Apa kah yang kecelakaan itu angkasa atau bukan. Lengkara pun
sudah cemas karena dari tadi angkasa belum mengabari nya.
"Ahh yg bener Lo, kira kira ciri ciri korban nya kaya gimana qil." Ucap
Lengkara memastikan
"Bentarr gua inget inget dulu, ehh ko ciri cirinya mirip KA angkasa sihh kar.
Lo tau kan sekarang KA angkasa sekarang ada dimana." Aqila panik karena
cowo itu mirip sekali dengan angkasa
"Ahh Lo jangan nakutin qil baru aja KA angkasa pamitan pulang ke gua,
bercanda Lo gak lucu ahh." Lengkara berusah tidak percaya dengan sahabat nya
itu.
"Gua serius Lengkara, yaudah dari pada Lo gk percaya mendingan sekarang
kita buktiin. Kita ke tempat lokasinya." Ucap Aqila memastikan
"Yaudah ayo." Lengkara begitu sangat berharap semoga itu bukan lah
angkasa.
Sesampainya di lokasi kecelakaan Lengkara dan Aqila langsung menuju
korban itu berada. Mereka begitu sangat berharap korban itu bukan lah angkasa.
Begitu banyak sekali warga yang mengerumuni nya.. Di saat mereka sudah
dapat melihat korban tersebut, tiba tiba seluruh badan Lengkara melemas
apakah yang ia lihat sekarang itu benar. Lengkara seakan tidak percaya lelaki
yang begitu ia cintai sekarang terkujur tak berdaya di hadapannya.
"Ka angkasa...." Dengan tangan yang gemetar, Lengkara meletakan kepala
angkasa di atas pahanya. Sekujur tubuh gadis itu bergetar hebat saat melihat
banyak darah yang mengalir dari kepala angkasa.
"Ka angkasa kenapa bisa kaya gini?." Ujar Lengkara seraya mengelus pipi
angkasa. Tangan gadis itu sudah kotor dengan lumuran darah milik angkasa.
"Cantiknya angkasa gak boleh nangis." Ujar angkasa dengan mata setengah
tertutup.
Lengkara menggeleng kuat membuang pikiran negatifnya jauh-jauh.
Angkasa nya pasti akan kembali seperti biasanya. Tameng pelindungnya selama
ini akan baik-baik saja. Dinginnya tangan angkasa itu menggenggam tangan
milik Lengkara. Senyum tipis terukir manis di wajahnya.
"Kara kalau aku pergi, kamu harus jaga diri baik baik ya?." Angkasa
mengerang keras. Tubuhnya terasa seperti diremukkan. Matanya yang ingin
memejam itu ia paksa untuk tetap terbuka. Angkasa ingin berbicara dengan
gadisnya untuk terakhir kalinya. Angkasa ingin melihat Orang-orang yang ia
sayangi sebelum pergi tanpa kembali lagi.
"Ka angkasa gak boleh gini....kara nggak bisa kalau enggak ada ka angkasa.
Ka angkasa udah janji mau jagain kara Sampai kapan pun itu. Ka angkasa gak
boleh ingkar." Lengkara terisak kencang.
Mereka semua yang menyaksikan itu pun tidak kalah sedihnya, angkasa
adalah orang yang paling berharga bagi Lengkara. Dalam kondisi seperti itu
tentu membuat gadis itu merasakan ketakutan yang begitu hebat.
"Kar...maafin angkasa ya?" Bibir yang membiru milik angkasa itu bergetar.
Berulang kali cowok itu memejamkan matanya. Napasnya mulai terdengar tidak
beraturan. Sakit di tubuhnya tidak lagi bisa di jabarkan. Kepalanya menoleh ke
arah Aqila
"Qil jagain kara ya pacarnya ini belum becus jagain ratunya." Aqila pun
hanya mengangguk. Angkasa membalasnya dengan senyuman. Matanya
kembali fokus pada Lengkara. Air mata gadis itu tidak berhenti mengalir sejak
tadi.
Tangannya terangkat untuk mengelus lembut pipi Lengkara."sebelum tidur,
aku pingin liat kamu senyum." Ujarnya pada gadis itu. Dengan mencoba untuk
menguatkan hatinya, Lengkara pun mengukir senyumnya meskipun kedua
matanya meneteskan air mata.
"Kara inget ya, aku emang pergi, tapi jiwa aku tetap ada di sini. Cantik, aku
pergi dulu ya. Jangan nakal kalau aku udah nggak ada. Cantiknya angkasa
nggak boleh sedih.."usapan lembut di pipi Lengkara terhenti. Tangan angkasa
terkulai lemas. Tepat saat itu juga angkasa menutup matanya dengan sempurna.
Senyum manis terukir indah di bibirnya. Lengkara langsung merasa lemas.
Tatapan matanya berubah menjadi kosong.
"Kar kamu yang sabar ya tuhan lebih sayang ka angkasa, makannya tuhan
minta KA angkasa buat pulang. Nanti KA angkasa sedih kalau lihat kara nangis
kaya gini." Ucap Aqila mencoba menenangkan
"Biarin KA angkasa sedih, qil. Biar dia balik lagi ke aku." Lengkara menatap
angkasa. Tangan nya yang bergetar itu terangkat untuk menyentuh wajah pucat
angkasa. Tidak ada lagi usapan lembut yang selalu dirinya dapatkan. Tidak ada
lagi perhatian perhatian yang selalu dirinya terima. Angkasa nya benar benar
pergi untuk selamanya.
"Selamat tidur, gantengnya kara. Jangan lupa mampir di mimpi, ya? Kita
tetep sama sama walaupun udah beda dunia." Bisik lengkara dengan lembut di
telinga angkasa.
Selamat jalan, angkasa kamu adalah laki laki terbaik yang pernah aku temui.
Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah bisa melupakan dirimu. Terimakasih
untuk semua perhatian, cinta dan kasih sayang yang sudah kamu berikan. Baik
baik di sana. Dari aku. Lengkara Putri Auriga.
NAMA: Agung widiyanto
NO ABSEN: 2

Pohon Keramat

Hari minggu aku dan ayahku pergi ke kebun kakekku lumayan jauh dari
rumahku ,kebun kakek ku dekat dengan pemukiman warga,saat sampai di kebun
aku dan ayahku melihat pohon yang besar dan pohon itu umurnya sudah cukup
tua dan pohon itu mulai kropos.
Ayahku saat itu berfikir gimana kalau pohon ini di tebang saja karena
membahayakan orang lain karena bila terkena angin kencang pohon itu bisa
roboh dan menimpa rumah warga di sekitaran kebun kakekku , saat itu ayahku
bertanya kepada ku ,gimana kalau kita menyuruh orang untuk menebang pohon
besar ini, lalau aku menjawab yah kita harus bilang dulu ke kakek ,kata ayahku
ya udah ayo kita langsung saja kerumah kakek .
Saat tiba di rumah kakekku ayahku langsung menghampiri kakek dan bilang
kek pohon besar yang dikebun kakek mau di tebang karena sudah kropos
pohonnya , kakekku menjawab ya sudah gak papa kalau emang berbahaya
tebang saja,kata ayahku baik kalau begitu kek .
Keesokan harinya aku dan ayshku pergi ke orang tukang menebang pohon
namanya kakek wardi ayahku langsung bilang ke kakek wardi ,kek tolong
tebangin pohon besar yang ada di kebun sebelah rumahnya nenek ani ,lalu
kakek wardi bilang dan menjelaskan cerita pohon besar tersebut saat pohon itu
masih kecil ternyata dulu banyak orang yang bersemedi di bawah pohon itu dan
banyak permintaan-permintaan dari orang-orang yang bersemedi kepada pohon
tersebut,bahkan sampai ada yang berbulan bulan bersemedi dibawah pohon
tersebut.
Setelah kakek wardi menceritakan tentang pohon besar itu aku dan ayahku
langsung menemui pemilik rumah yang bersebelahan dengan kebun
kakekku ,lalau ayahku bertanya ke pemilik rumah itu namanya nenek ani ,nek
apa benar pohon besar yang itu ada penunggunya ,iya betul waktu dulu ada
seorang perempuan dia bilang ke nenek ,nek aku tinggalnya di pohon ini jangan
sampai ada yang menebang pohon ini lalu ia pergi begitu saja, lalu setelah
nenek ani menceritakan semuanya ayahku masih tetap tak percaya lalu ayahku
nekat tetap ingin menebang pohon itu karena berbahaya sudah kropos.
Lalu ayahku bilang lagi ke kakek wardi kek udah nekat aja tebang saja
pohon besar itu,kakek wardi menolaknya ,dan berkata kakek tidak mau
menebang pohon itu karena ada penunggunya,kecuali bedoa bersama dan di
pimpin oleh ustad sebelum penebangan pohon besar itu ,lalu ayahku langsung
pergi ke seorang ustad yang bernama ustad hasim dan menceritakan semuanya
tentang kisah pohon besar itu dan meminta ustad hasim tersebut untuk
memimpin doa bersama sebelum penebangan pohon besar itu ,kata ustad hasim
ya shdah besok kita ke kebun bersama sama.
Keesokan harinya aku ,ayahku,ustad hasim,kakek wardi,dan warga
setempat ,pergi ke kebun kakek ku yang ada pohon besar itu setelah sampai di
kebun ustad hasim langsung memimpin doa dan di barengi warga setempat
demi keselamatan bersama ,setelah berdoa bersama selesai kakek wardi
langsung menebang pohon besar itu dan dibantu warga setempat dan saat
penebangan berjalan suasana mulai menegangkan namun pada akhirnya pohon
besar itu dapat di tebang dan roboh tanpa ada halangan /kendala apapun dan
semuanya alhamdulilah selamat sampai selesai.
NAMA: Ahmad jakiya pratama
NO ABSEN: 3

Menunggu Seseorang Yang Tidak Pasti

Di suatu hari di sekolah ada murid baru yang namanya beni,Beni masuk ke
kelas 8c Keesokan harinya Beni masuk ke kelas nya dan memperkenalkan
dirinya ke teman kelasnya, Beni pun mulai akrab dengan teman kelasnya dan
mempunya teman baru yang namanya budi,lama kelamaan Budi menjauh dari
beni karena budi tidak mempunyai uang. Beni pun merasa sedih karena budi
bukanlah teman baiknya beni, Beni pun mulai akrab dengan teman cewek di
kelasnya mereka dekat sekali dan beni pun merasa nyaman dengan teman cewek
sekelasnya itu. Rasa itu pun dipendam oleh budi. Mereka pun sudah kelas 9
Beni pun memberanikan diri ingin mengungkapkan isi hatinya bahwa dirinya
menyukai teman kelasnya yang bernama yuli.
Beni :''Yul aku mau ngomong sesuatu sama kamu.
Yuli :"Mau ngomong apa ben''.
Beni :"Sebenarnyaa aku sukaa sama kamu yul
Yuli :"hah serius kamu ben,sudah berapa lama kamu suka sama aku.
Beni :"Serius yul aku sudah memendam rasa suka ini selama satu tahun.
Yuli :"1 tahun bukan waktu yang sebentar ben.
Beni :"gimana yul apakan kamu mau jadi pacar aku.
Yuli :"aku ga bisa jawab sekarang ben.
Beni :"yasuda aku tunggu jawaban kamu yul.
Beni dan yuli pun mulai asing, dan yuli pun akhirnya dekat seorang cowok
kelas sebelah yang namanya reno. Reno pun ternyata sudah lama menyukai
yuli, mereka pun akrab dan beni pun merasa cemburu. Beni pun mengetahui
katanya reno mantan yuli yang sama-sama tidak bisa melupakan (move on).
Tetapi beni tidak pantang menyerah dan harus bisa mendapatkan hatinya
yuli,karena beni mencintai yuli. Beni pun mencari informasi tentang yuli ke
teman lamanya yang bernama anto, mereka pun bekerja sama supaya yuli
menyukai beni.
Keesokan harinyaa yulii dekat dengan teman cewenyaa beni,yuli pun
seolah-olah menyukai beni dengan cara menyuruh beni dekat lagi dengan yuli.
Sinta teman cewe beni mengobrol dengan beni supaya beni dekat lagi dengan
yuli, Beni pun memberanikan diri dekat lagi dengan yuli,mereka pun kembali
dekat lagi beni pun merasa senang dengan hal ini. 3 bulan kemudian Beni pun
berbicara kepada yuli bahwa dirinyaa masih sukaa kepada yuli, dan apa yang
terjadi jawabannyaa sepertii duluu dirinya tidak bisa menjawab sekrngg.

Sekolah akan mengadakan Study Tour ke yogyakarta untuk kelas 9,yuli


menyuruh beni untuk menembaknyaa saat study tour di pantai,beni sangat
bahagiaa mendengar ituu semuaa bahwa dirinya di sukai balik oleh yuli.beni
pun sudah tidak sabar menunggu hari ituu tetapi ada hal yang tak terduga,
bahwanyaa yuli dan reno kembali balikan lagi,beni mendengar ini kembali
bersedih lagi karna dari dulu seolah-olah memberi harapan dan terbukti harapan
itu harapan palsu

Beni pun merasa patah hati karna di perlakukan seperti itu oleh yuli, Beni
pun merasa bahwa dirinya harus melupakan yuli karna yuli bukan cinta terbaik
beni. Tetapi hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, waktu pun telah
berlalu sedikit demi sedikit rasa itu mulai hilang dari hati beni. Dari sini kita
ketahui bahwa mencintai seseorang itu gampang tetapi seseorang mencintai
balik kepada kita sangat lah tidak gampang, apalagi dirinya tidak bisa
melupakan masa lalunya yang sangat indah dan menunggu seseorang yang
sangat tidak pasti membuat sakit hati kita.
NAMA: Alika ramadhani salim putri
NO ABSEN: 4

Antara Malas Dan Rajin

Jasmine adalah anak yang cantik dan rupawan. Namun ia sangat malas ia
sering terlambat ke sekolah. Apalagi pada hari ini yaitu hari minggu dan juga
hari libur lainnya. Ia selalu menghabiskan waktu liburnya dirumah sambil
bermalas-malasan. Setiap hari ia selalu dimarahi oleh ibunya karena selalu
bangun siang, tapi pada hari ini ibunya membangunkan jasmine tanpa marah-
marah.
"Anakku yang cantik ayo bangun" Ucap ibu.
Sambil tersenyum lalu jasmine melirik dan menjawab.
"Ada apa ibu ini kan hari minggu aku masih ingin tidur" Ucap Jasmine sambil
menutup mata.
"Tidak, ayo bangun ada sesuatu yang harus ibu tunjukkan padamu" Ucap ibu
sambil menarik jasmine agar segera bangun dari tempat tidur.
"Baiklah" Ucap jasmine dengan loyo lalu.
Ia pun bergegas karena ibunya sudah memanggil terus.
"Jasmine cepat" Ucap ibu. Setelah itu ayah, ibu, dan jasmine langsung
berangkat menuju tempat tujuan dengan mengendarai mobil. Jasmine yang terus
bertanya dan mengeluh sepanjang jalan akhirnya sampai ditempat tujuan.
Yaitu di panti asuhan Mutiara Bunda Jasmine pun kaget sambil bertanya pada
kedua orang tuanya.
"Ayah ibu ada apa ini kok aku dibawa ke panti asuhan sih jangan-jangan
kalian ingin menitipkan aku di panti asuhan karena aku malas" Ucap Jasmine
dengan khawatir.
"Tidak, jasmine kami kesini untuk berkunjung dan memberikan donasi" Ucap
ayah dengan lembut.
"Jasmine lihat lah anak-anak itu, mereka terlihat bahagia dan semangat
meskipun tanpa ada orang tua disisinya" Ucap ayah sambil menunjuk pada
anak-anak yang sedang bermain di taman panti asuhan. Jasmine pun terdiam
lalu ibunya berkata.
"Jasmine cepatlah ke sana dan ikutlah bermain".
“Buat apa aku kesana males ah" Ucap Jasmine menyahuti perkataan ibunya.
Lalu ayahnya bilang.
"ayolah jasmine kamu ikutlah bermain dengan mereka" Ucap ayah sambil
membujuk agar jasmine ikut bermain.
"oke oke aku akan ikut bermain" Ucap Jasmine sambil menganggukan kepala.
Jasmine langsung berlari ke arah anak-anak yang sedang bermain.
Tiba-tiba salah satu anak menghampiri Jasmine dan berkata
"haloo namaku Ember, siapa namamu?"
"Siapa, aku?" Ucap Jasmine.
"Iya kamu" Ucap ember
"Halo, namaku Jasmine senang berjumpa denganmu jasmine”.
"Iya aku juga senang berjumpa denganmu, btw kamu ingin berkeliling panti
asuhan tidak?" Ucap ember.
"Iya mau, baru saja aku ingin mengajakmu berkeliling" Ucap Jasmine.
Lalu jasmine dan ember berkeliling panti asuhan sambil berbincang dan
melihat-lihat ternyata disana anak-anaknya pada rajin-rajin dan pintar mengaji.
Ditengah-tengah berkeliling ia melihat kamar yang sangat rapi.
"ember itu kamar siapa kenapa sangat rapi?" Ucap Jasmine penasaran lalu
ember menjawab.
"Itu kamar milik teman ku bernama Lestari dia orang yang rajin loh"
"Oohh"
"Nah itu dia" Ember menunjuk kearah lestari.
Alangkah kagetnya jasmine melihat ternyata pemilik kamar yang rapi itu adalah
anak yang buta.
"Ember ini emberkan? Kok kamu disini?kamu bersama siapa?" Ucap lestari
dengan melontarkan beberapa kata.
"iya aku sedang berkeliling bersama teman baruku namanya jasmine" Ucap
ember.
"perkenalkan namaku Jasmine" Ucap jasmine sambil memperkenalkan diri.
"oh senang bertemu denganmu, namaku lestari" Ucap lestari.
"Lestari kamu dari mana saja? Kenapa lama sekali mengaji nya?" Ucap ember.
"Oh tadi sehabis mengaji aku membantu temanku membersihkan masjid
dulu" Jawab lestari.
"Oalah pantesan lama" Jawab ember.
"Lestari kamu bisa membaca Al-Qur'an?" Tanya Jasmine pada lestari.
"Iya bisa" Ucap lestari.
"Wah jasmine kamu baru tau yaa lestari ini Hafizh Al-Qur'an loh dia pernah
tampil di tv" Jawab ember.
"Oh yaa, hebat sekali. Maukah kau mengajarkanku mengaji?" Ucap jasmine
"Terima kasih, tentu aku akan mengajarkan kau mengaji ayo mengaji bersama"
Ucap lestari sambil tersenyum.

Lestari, Jasmine, dan Ember mengambil wudhu dan mengaji bersama di kamar
lestari. Setelah selesai mengaji mereka mengobrol bersama dan tertawa bersama
dari situ jasmine tersadar dan melihat sekeliling banyak anak yang tetap
semangat dan berusaha yang terbaik untuk mencari ilmu agar cita-citanya
tercapai agar orang tua mereka yang jauh disana bangga kepada mereka.

"harusnya aku lebih bersyukur masih ada orang tua di sisiku aku harus lebih giat
dan semangat” Gumam Jasmine dalam hati dan tersenyum. Tiba-tiba ayah dan
ibunya Jasmine memanggil jasmine untuk pulang karena hari sudah gelap.

"Jasmine ayo pulang" Ucap ibu Jasmine

"baik bu" Jawab Jasmine.

"Teman-teman aku pulang dulu ya nanti aku akan sering sering bermain kesini"
Ucap Jasmine.

"Iya hati-hati" Ucap ember. Dan lestari serentak.

"Jangan lupa untuk tepati janji mu oke untuk sering-sering bermain ke sini"
Ucap ember.

"Baik aku akan tepati" Jasmine menjawab sambil bergegas untuk pulang.
"Ayah nanti aku akan lebih sering untuk bermain kesini antar aku lagi yaa"
Jasmine memohon pada ayahnya.
"Wah sepertinya kamu memiliki teman akrab disana" Ucap ayah.
"iya ayah aku senang sekali" Ucap Jasmine dengan gembira.
"baiklah ayah akan mengantarmu kesini lagi kapanpun kamu mau kesini
tinggal bilang saja pada ayah nanti ayah akan antar" Ucap ayah sambil
mengelus rambut jasmine.
"baik ayah” Jasmine tersenyum lebar. Lalu ayah dan ibunya pun ikut
tersenyum.
"Ayah ibu aku berjanji tidak akan bermalas-malasan lagi" Ucap Jasmine dalam
hatinya sambil tersenyum.
NAMA: Cantika maulidah choirunissa
NO ABSEN: 5

Janji Kita

Ada seorang gadis cantik yang bernama QUENSA AZZALEA dia terkenal
dengan wajah cantiknya dan mempunyai banyak prestasi di sekolahnya. Dia di
sukai banyak lelaki termasuk crushny juga, tetapi ada seorang perempuan yang
tidak menyukainya karna tidak mau tersaingi oleh quensa dia iri terhadap wajah
cantikny quensa. Esok hrinya quensa pergi kesekolah, tiba di sekolah dia di
panggil oleh gru walikelasnya ke ruang gru tiba quensa di ruang guru " quensa,
kamu terpilih untuk mengikuti lomba olimpiade matematika tingkat
provinsi,,apakah kamu siap?"bertanya kepada quensa "siap bu sya akan
memberikan yang terbaik"jawabnya
"Dua orang yang terpilih untuk mengikuti olimpiade matematika " kata guru
"siapa aja ya bu ? klo bleh sya tau" quensa bertanya " kamu , dan adrian kelas
sebelah" jwab gru itu. Quensa terkejut karna nama crush yang dia suka di sebut
"Kamu hrus bekerja sma dengan adrian kalo bisa belajar barengya quensa,,
lombany akan di laksanakan pada hari senin"Baik bu trimakasi"jwab quensa
gugup. Jam istirahat berbunyi citraa mengajak quensa pergi ke kantin, tiba di
kantin stelah mereka memesan makanan masing', tiba' ada seorang perempuan
yang menarik tangan quensa dengan erat, quensa mencoba melepaskan
genggamanny ttpi tida bisa ternyata yang menarik tangan quensa itu adalah
zaneta perempuan yang tidak menyukai quensa karna dia iri dengan wajah
cantiknya.

" kenapa ko tba' narik' tanganku g jelas?"tanya quensa. "Ada yang mau gua
omongin sma lo" jawab zaneta. " yauda ngomong aj" jwab quensa." Lo tu ga
pantes buat ikutan lomba olimpiade matematika, yang pantes itu cuma gue and
lo jangan coba' deketin adrian" kata zaneta sambil mendorong quensa. "Apaansi
siapa juga yang mau deketin adrian" jwab quensa padahal dia suka juga kepada
adrian. Tiba' dia mendorongkan quensa ke dua kaliny lalu dia pergi. Tiba' ada
yang bertanya " kamu gakpp?aku liat kmu di dorong zaneta"ucap lelaki itu. "Eh
aku gakpp ko heheh" jwab quensa." Nama mu quensa? kmu yang terpilih jadi
olimpiade matematika itu kan?" Tanya adrian." Ehh iyaa, kmu tau dri siapa?" 
Quensa menjawab sambil gugupp karna yang ada di hadapanya itu cwo yang
dia suka.

"Ini aku g mimpi kann hah? Smabil menampar ppi nny" gumam quensa "Aku
tdi di suru keruang gru dan aku itu ada di belakang kmu, " jwab adrian. " ohh
kmu adrian? Yang terpilih juga mewakili olimpiade matematika? Tanya quensa.
"Heheh iya,, mau g nnti pulang sekolah kita belajar bareng?"pinta adrian.
"Boleh ajj,, dimana?" Jwab quensa. "Di cafe deket  rumahku, mau g?" Tegas
adrian." Oke deh klo gtu nnti aku nyusul" jwab quensa. "Bareng sma aku ajj
nnti kmu tunggu di parkiran sekolah ajj,,okee? janji aku g bkl lama"pinta
adrian." Iyaa iyaa" jwab quensa. Jam pulang pun berbunyi. quensa langsung
bergegas menuju parkiran, tiba' ada yang memanggil nama quensa, yang
memanggil nama quensa itu ternyata adrian yang membawa mobil mewah
"sinii" adrian melambaikan tangan kepada quensa "lahh uda ada disini ternyata"
kata quensa."iyaa dong aku g mau kmu nunggu"jwab adrian sambil senyum"."
Apaansi hhehehe" jawab quensa sambil tersenyum malu tetepi kalo di htinya
uda salbrut.
"hah apansi adrian dan quensa pergi jalnn???? Awas ajj ya liat bsok quensa"
Gumam zaneta yang melihat mereka berdua pergi.tiba di cafe yang mereka tuju
adrian lngsung memesan minuman dan makanan untuk kita berdua,, laluu
mereka duduk di dkt pepohonan yang sangat teduh dan damai. Adrian memulai
percakapan "disini sejuk yaa dan bagus pemandanganya" adrian sambil melihat
gunung' yang di hadapanya. "Hehehe iyaa"jwab quensa singkat karna gugup.
"Kenpa ko kaya canggung gtu? Sans ajj kli" Tanya adrian. " spa jgaa orang aku
biasa ajaa"jawab quensaa." Yang bener nieh" jwab adrian tersenyum smbil
mencubit pipi quensa yang lucu. "Apasii ahh,, udah deh" jawab quensaa. " kamu
cantikk klo lagi kesel" gombal adrian "apaansi nga" jwab quensa " stop adrian
buat hati gue melayang" batin quensa .

tiba mkanan dan minuman mereka datang "kalian berdua cocok deh,,langgeng
ya hehe" kataa mba pengantar makann. Adrian dan quensa langsung bingung
dan mereka menjawabny bersamaan "hahh kita bedua g....". "Tuh kan kalian
cocok jawabnya barengan" mbaa pengantar makanan."udah jan di pikirin sok
makan dlu pasti laparkan? Mo aku suapain?.pinta adrian sambil tersenyum tipis.
" g usah aku bisa mkn sendiri"jwab quensa. Beberapa menit kmudian
"akhirnyaa selsai jugaa, cpe bngt" quensaa senang karan belajarny sudah slesai."
Mo langsung pulang nih?" Bertanya kepada quensa." Iyaa lah emng mo kmna
lgi? Udah sore juga" jwab quensa.
"Nnti bsokk kita belajar barrng lgi ya, lombanya bentar lagi loh"pinta adrian
karna dia senang belajar bareng quensa."emm iyaa dehh"jwab quensaa."oh iya
nnti bsok berangkat bareng aku ya cantik,,g ada penolakan" Keesokan harinya
quensaa bergegas untuk sarapan dn menunggu adrian menjemputnya. Tiba' ada
klakson mobil di depan rumah quensaa dan ternyata itu adrian.quensa pun
langsung bergegas untuk kebwah dan mendatangi adrian."pagii cantik"ucap
adrian sambil tersenyum."heheh pagi jga adrian"ucap quensa tersenyum
malu.quensa dan adrian saling menyukai tetapi merka tida menyadari satu sama
lain.tiba di sekolah zaneta melihat quensa dan adrian berangkt skolah breng dan
disitu zanetaa sudah hilang kesabaran karna dia cemburu melihat adrian
bersama quensaa.

"mau aku anter sampe klss?"pinta adrian."g usaa adrian aku sndiri ajj" jwab
quensa.quensa berjalan menuju kelasnya tiba' zaneta menarik dari belakang"woi
lo apaa apaansi gatel amat sama adrian, adrian itu punya gue" ocehan zaneta
yang tida benar." Apasi lo ganggu gue mlu heran,,lgian gue sama adrian cuma
temenan doang jdi sans ajj si, ohh gue tau lo cinta mati kan sama adrian??
Sampe sgtitunya lo ngaku' jadi pacar adrian"jawab quensa kesal. Zaneta kesal
lalu menampar pipi aurel tetapi adrian tiba' datang lalu menghentikan zaneta
yang mau menampar quensa."apaapan si lo zaneta, ada maslah apa lo sma
quensa, kalo lo punya maslah sama quensa hadapin gue dlu,, sekrang quensaa
uda jdi pacar gue ngerti lo!!"ucap adrian yang membuat quensa senang lalu
mereka berdua pergi meningglkan zaneta."kamu gakpp kn?"bertanya kepada
quensa."aku gakpp ko,,aku dluan yaa"ucap quensa."ati-ati" jwab adrian.
Keesokan harinya lomba olimpiade matematika tinggkat provinsi akan di
laksanakn sekarang. Adrian dan quensa telah mempersiapkan dirinya dan
langsung memasuki ruangan perlombaan. 

Setelah selesai perlombaan,,juri akan langsung mengumumkan siapa pemenang


perlombaan olimpiade matematika taun ini."okee kepada semua peserta lomba
kita akan mengumumkan siapa yang menjadi pemenang olimpiade matematika
tahun ini, langsung sjaa pemenang lombaa olimpiade matematika di menangkan
oleh... adriann dan quensaa" ucap juri di depan."kitaa menang?" Bertanya
kepada adrian girang."iyaa quensaaa" jwab adrian. Tiba' quensa memeluk
adrian cukup kencang tetapi dia tida sadr bahwa dia sedang memeluk
adrian."aduhh maaf' adrian" ucap quensa malu." Kepada quensa dan adrian
silahkan maju kedepan piala beserta piagam akan diserahkan".quensa dan adrian
langsum berlari kedepan."akhirnya usaha kita g sia ya"ucap adrian."hehehe
alhamdulillah"jawab quensa.

keesokan hrinya tiba di sekolah zaneta sedang membagikan undangan ulang


tahun." Nih udangan brthday party gue nnti malam datengny sma pasangan
lo,,ups tapi kan lo g pnya pasanganya haha"ucap zaneta meledek sambil lalu
pergi."njis lo ngeledek gue?"gumam quensa.jam istiraht berbunyi adrian sudah
menunggu quensa di depan kelasnya."hai quensa ke kantin bareng yu"ucap
adrian."tiba' muncul aja ke setan,,yauda yu"jwab quensaa senang.tiba di kantin
adrian memesan makanan dan lngsung duduk di dekat tanaman sekolah."eh nnti
mlam brthday party zanetaa kan,, nnti brangkatnya bareng sma aku ajaa
ya"pinta adrian sambul tersenyum."kenapa kamu g sama pasangan mu
aj?"bertanya kepada adrian basa basi."iyaa kan pasangan ku kamuu"jawab
adrian sambil mencubit pipi quensa."apaansi adrian"ucap quensa malu."yaudaa
liat ajj nnti"ucap adrian."hah"jawab quensa bingung."udaa nnti malam dandan
yang cantik oke? Nnti aku jemput. Malam harinya quensaa bingung mau
memakai baju apa yang pantas buat diaa, setelah quensa menemukan baju yang
cocok untuk dia quensa langsung memakainya takutny adrian sudah
menjemputnya.

tida lama adrian menjemput quensa"asslamualaikum,,quensaa"ucap adrian


sambil mengetok pintu rumahnya.QUENSAA ADA TEMEN KAMU ,
SAYANG" teriakan ibunya"iyaa bentar"ucap quensa sambil menuruni tangga
dan menghampri adrian."wah anak ibu cantik banget,,kalian janjian ya
mengenai kostum? Tanya ibunya melihat kemereka berdua. Quensa
mengenakan dress selutut tanpa lengan hingga memperlihatkan kulit putihnya
yang mulus. Dresnya berwarna biru navy, senada dengan jas yang dikenai
adrian. Adrian masih membantu menatap quensa dari ujung kepala hingga kaki
yang terlihat sangat cantik, begitu juga dengan quensa yang melihat adrian
sangat tampan hari ini. "Kami g janjian ko bun" ucap quensa, membuat adrian
tersadar dari lamunanya." Kami kan sehati bun" ucap adrian."ohh jadii udah
jadian kalian ya"ucab ibu quensa sambil mengelitik perut quensa."apaansi bu
udah ah quensa mo berangkat dlu, byee bun".
Tiba di brthday party zaneta, zaneta terlihat kesal karna mereka berdua dateng
bersamamaan sambil pegangan tangan satu sama lain, tatapi dia tidak mau
merusak acara partynya karna gara' hal sepele. Adrian dan quensa sungguh
menikmati acara ini tiba tiba "emm...aku ketoilet sebentar"pamit adrian ke
quensa.aurel hanya menganguk.

" bantuin gue, dong gue mau tunjukin ke orang yang gue cinta malm ini"ucap
adrian."hah siapa"jawab zaneta yang sudah mulai ke geeran."udah nnti lo liat
ajj"jwab adrian. Sudah satu jam quensa menunggu adrian namun tak kunjung
kembali.quensa hanya dududk sendirian, quensa sudah mencari cari adrian
namun tidak ada dimna mna.

Tiba tiba "berdirinya saya di sini saya akan mengungkapkan hati saya kepada
orang yang saya cintai" ucap adrian kepada orang' yang menghadiri acara ini.
Quensa hanya terdiam melihat adrian yang sedang di depan." Untuk quensa
tolong kesini dampingi saya"ucap adrian. Quensa terkejut"hah apaan ini ko aku
jadi deg degan begini ya" gumam quensa lalu quensa menghampiri
adrian."sejak mengenalmu bawaanya aku pingin belajar terus.belajar menjadi
yang terbaik buat kamu. Cinta hanyalah tumbuh di taman hati. Hanya hati yang
suci yang mampu memupuk cinta sejati sebagaimana cinta di hatiku padamu.
Kebersamaan ini indah tak akan pernah ku biarkan bidadariku pergi.

Aku tau satu jam itu enam puluh menit dan satu menit enam puluh detik tapi
aku g pernah tau kalu satu detik tanpa kamu itu seperti seumur hidup". " cinta
tidak di mulai pada bulan april lalu berakhir pada bulan mei, cinta itu kemarin ,
besok , dan selamanya. Apakan kamu mau menjadi miliku selamanya?" Ucap
adrian bikin hati quensa berdetak keras,, tetapi zaneta hanya melihat dan hti
zaneta mulai sakit karna adrian menembak quensa di acara yang sangat
bahagia." Terima terima quensaa terimaa ajj cepttt ahhh udah klian berdua
cocok" teriakan orang orang yang membuat quensa bingung." Iyaa aku mau jadi
pacar kmu sekarang dan selamanya" ucap quensa sambil tersenyum"ini beneran
kann aku g mimpi??" Adrian memastikan dan langsung memeluk quensa.
"AKU JANJII AKU PASTIKAN KITA AKAN SELALU BERSAMA
SELAMANYAAA QUENSA AZZALEAA" teriakan adrian kepada quensa
"AKU JANJII AKAAN TERUS BERSAMAMU SELAMANYA ADRIANNN"
trimakasi semuanyaa yang ada di sini.
Kalau kau mencintai seseorang, biarkan dia pergi. Kalau dia kembali, dia akan
selalu jadi milikmu. Tapi kalau tidak, dia tak akan pernah menjadi milikmu.

Jangan khawatir kehilangan cinta sejatimu. Jika memang dia cinta sejatimu, ia
akan kembali padamu, namun jika bukan cinta sejatimu, ia tak akan pernah jadi
milikmu.
NAMA: Cheryl nurul fadillah
NO ABSEN: 6

Simpan Rasa

Entah dari kapan aku jatuh hati, aku pikir aku hanya sekedar kagum
kepadamu ternyata aku salah. Aku telah terjatuh pada pesonamu. Brian
pesonamu sangat kuat, banyak wanita yang tertarik kepada mu. Katanya jatuh
cinta di masa SMA itu hal yang tidak bisa dilupakan. Itu bohong, kalo jatuh
hanya seorang sendiri apa masih menyenangkan ya?. Untuk orang yang tak
pandai ngomong seperti ku, jatuh cinta itu menjadi masalah besar. Bilang saja
Nebula sangat payah dalam percintaan, itu memang benar adanya. Semoga
kamu tidak sadar akan perasaanku ini, susah buatku untuk
menyembunyikan perasaan ini, apalagi harus bersikap biasa saja saat
bersamamu. Aku selalu saja menatap punggung nya, kadang aku selalu
memperhatikanmu dan saat kau melihatku aku hanya bisa diam,
lalu mengalihkan pandanganku. Kita berinteraksi seperlunya tidak lebih. Aku
dan Brian itu hampir 2 tahun berteman, ya kita punya circle bermain. Kita dekat
jika diluar sekolah, kalo disekolah kita masing-masing. Dia sering sekali curhat
tentang hidupnya kecuali tentang perempuan dan perasaan.
“Bul!” panggil Brian yang membuatku menoleh ke arahnya.
“Ini perasaan gua aja apa emang lo jadi pendiem gini ya?” tanya nya.
“lagi sariawan kali dia hahahaha” kata Cilla sambil tertawa.
“apa sih Cill, ngga kok Brian biasanya juga gini” jelas ku.
“biasanya begini, orang biasanya juga berisik, pas masuk kelas 3 malah diem
gini” ucap Brian.
“kok tau sih, lo sering perhatiin dia ya? Lo suka ya sama Nebula?” goda Cilla
pada Brian.
“Cilla jelas banget lo, kan kita temen mangkanya dia tau” Bela ku.
“Nah iya bener tuh” kata Brian.
Esoknya, saat aku baru duduk dikursi, Cakra menghampiri ku dan
berucap ”lo suka ya sama Brian Bul?” tanya Cakra.
“apaansi lo, tiba-tiba nanya gitu?” tanyaku kaget.
“lo juga yang ngirim menfes buat Brian kan?” tanya Cakra lagi.
“dih apasih lo kocak, gua aja gak aktif di Instagram” kesalku
Aku melirik ke arah dia yang tengah menatapku mengobrol dengan Cakra.
“Kenapa Cakra tau sih? Nanya mulu lagi dia. Tapi kan gua ga aktif di
Instagram, kenapa dia mikir gua yang bikin menfes ya?” batinku bertanya-
tanya.
“Nebula suka gua?” tanya Brian dalam hatinya “kok gua deg-degan sih
aneh” sambil memegang dadanya yang sedang berdetak kencang.  
Pada pelajaran pertama yaitu IPS, guru yang biasa mengajar dikelasku
tidak masuk. Jadi hanya diberi tugas saja.
“Eh tau ga?” tanya Cilla tiba-tiba.
“Gila, masih pagi begini lo ngajak gibah” ucapku.
“Tapi ini penting pasti lu kaget, Bul. Gua denger barusan si Brian sama Nayla
lagi deket kayanya” ucap Cilla. “Deket?” tanyaku heran.
“Ya soalnya dia dari kemarin ngobrol terus, intinya yang tadinya jauh jadi
deketlah. Apalagi tadi pagi baru juga dateng udah aja”. Aku kaget mendengar
penuturan Cilla, Brian yang notabene nya seseorang yang aku suka ternyata dia
menyukai Nayla.  
Flashback
“Eh, ian lo punya tipe ideal?” tanyaku. “Gua sih ga usah yang muluk-muluk
Bul, cuman mau cewe yang sefrekuensi, pemikiran nya luas. Gua ga terlalu
terpaku sama dia cantik apa ngga nya, yang penting itu aja sih.”
Saat aku mendengar nya aku merasa punya kesempatan untuk
mengejarnya.
“kalo lu Bul?” tanya Brian. “Gua masih bingung sih, ya pengennya sih yang
kaya karakter fiksi” jawabku sambil terkekeh.
“Aneh lo. yang nyata ada, kenapa suka fiksi coba".
“orang gua sukanya sama lo ian, fiksi mah cuman pengalihan aja” batinku.
Flashback off
“Woi! Nebula!” teriak Cilla pada Nebula sambil melambai-lambaikan
tangannya.
“E-hh kenapa Cil?” kagetku gugup. “Lo yang kenapa, tadi tiba-tiba bengong.
Gua jadi takut, kirain lo kesurupan”.
“Ngga kok” ucapku lirih sambil melirik Brian dan Nayla tertawa bersama,
saling mengobrol. “Nyatanya gua kalah sama Nayla” batinku lirih.  
Saat aku di bus aku berpikiran sesuatu “mendingan gua Pendem apa
bilang ya sama Brian?” aku terdiam bingung, “oke gua ngomong aja deh besok
pas pulang sekolah”.
Waktu pulang sekolah pun tiba. Brian mengajakku untuk pulang bersama.
Aku dengan senang hati menerima ajakannya karena mungkin ini adalah yang
terakhir kita dekat. Sambil berjalan kita tertawa, berbicara hal-hal random. Aku
menyiapkan mentalku untuk berbicara ini denganmu sungguh jantungku
berdetak cepat aku mencoba menetralisirkannya dan mulai mereda. "Brian kalau
gua—“ ucapanku terhenti kala hujan mengguyur kota ini. “bentar, ayo cari
tempat teduh dulu” ajak Brian. Aku mengangguk setuju. Kita langsung berlari
menuju ke halte.
“Brian...” ujarku “Bul".
“Eh, kenapa? Tadi lo mau ngomong apa?” Tanya brian.
“lo juga mau ngomong apa? Lo duluan aja”
“lo dulu” ucap Brian.
“udah ayok bareng aja ngomong nya, gua itung ya” Brian pun mengangguk
setuju.
“1,2,3”
“kalo gua suka sama lo gimana?”
“gua jadian sama Nayla”
“ehh?” kaget kita berdua
“wah, Congrats” kata ku sambil menahan tangis. “bull...” dia berusaha
mengambil tanganku, aku menepisnya “ehh kenapa? Gua gapapa kok santai,
kan gua cuman nanya doang kok” aku berusaha menahan tangisku tapi gagal.
Semuanya runtuh, aku tau ini pasti akan terjadi tapi kenapa rasanya sakit ya.
“gua tau itu bukan pertanyaan, tapi itu pernyataan. Sorry Bul, lo cuman gua
anggap temen ga lebih” jelas Brian.
“yaudah gua balik duluan ya, itu bus nya udah ada, bye!” aku melambaikan
tanganku  
“Bull" panggilnya.
Aku berusaha menghapus dan menahan air mataku dan berbalik.
“hati-hati ya” teriaknya “dan maaf” lirih nya.
“Bull” panggil Brian sambil menggoyang kan badanku.
“ehh ian” kaget ku.
“mau ngomong apa? Jadi ga? Malah bengong”.
“ngga deh ian ga penting kok, lo mau ngomong apa?” Tanyaku.
“gua ngajak pulang bareng tuh ada alasannya, tau ga kenapa?” Tanya brian.
“kenapa emang?” diriku menerka-nerka.
“gua mau ngasih tau kalau, gua jadian sama Nayla”
Bak disambar petir tubuhku menegang mendengar nya. Aku tersenyum gentir.
“Yang ternyata gua pikirin ternyata bener ya" batinku.
“ha— h wah congrats! Gila, jadi kemaren-kemaren tuh pendekatan?” ucapku
sambil menahan tangis.
“udah dari lama si deket nya hehe, seneng banget gua”
Aku hanya tersenyum kecut sambil menepuk pundak nya. Tak ku sangka air
mataku lolos begitu saja. ”bull lo kenapa? Lo nangis?” tanyanya khawatir.
“Ngga kok tiba-tiba mata gua kelilipan” bela ku.
“Oh yaudah, lo mau gua traktir apa?” ucapnya bersemangat.
“ngga deh, gua mau langsung pulang aja ga enak badan nih”
“yaudah gua anter ya?” Pinta Brian.
“gausah gapapa, jauh nanti lu nunggu bus nya lama lagi” aku tersenyum tipis.
Bus pun datang, aku segera bersiap untuk naik tapi Brian mencengkal
tanganku dan menaruh tangan nya didahiku. Dahinya mengkerut,
“anget Bul, pulang nya mandi air anget ya, hati-hati dijalan. Kalo udah sampe
kabarin” ucapnya khawatir.
Aku hanya tersenyum gentir menatapnya betapa dia peduli padaku, “sama
temenkan harus saling mengingatkan” lanjutnya.
“bener lo kan temen gitu ya”
Dia mengangguk. Aku langsung masuk bus dan duduk dikursi belakang,
aku menangis dalam diam, sesak rasanya. Tapi mau bagaimanapun itu hak
kamu mau jatuh cinta dengan siapapun aku tidak bisa melarangnya, aku ini
siapa nya? Hanya teman kan.
Malam tiba, rembulan ini berlalu. Hati yang bergemuruh tertutup oleh
mendung gelap. Angin, dan petir yang menari-nari dengan seksama. Hujan kali
ini begitu deras, seakan mengisyaratkan apa yang aku rasakan saat ini, entah
dimana payung ku berada, dan aku tidak tau harus berteduh dimana. Pada
akhirnya aku merelakan semuanya.
Beberapa hari ini aku perlahan mulai menjauhimu, entah kamu sadar atau
tidak aku berusaha untuk tidak memperdulikanmu lagi. Dan akan kuusahakan
untuk melupakan mu sesegera mungkin walaupun butuh waktu. Aku berhenti
menyukaimu karena aku tahu menyukaimu bukan berarti selalu untuk
memilikimu.
Dan cara terbaik untuk mencintai seseorang adalah dengan tidak egois
dan membiarkan mereka bahagia.
NAMA: Dwi fajri nisa tariska
NO ABSEN: 7

Persahabatan

Namaku Dwi aku mempunyai seorang sahabat namanya Amanda dia baik,
cantik, dan juga pintar. Dia sosok sahabat yang baik yang pernah aku kenal.
Aku dan Amanda bersahabat sejak kecil. Saat pertama kali aku bertemu dengan
Amanda dia membantu masalah yang aku alami waktu dia menolongku untuk
keluar dari masalah yang aku alami. Dia satu sekolah dengan ku dan juga
sekelas tentunya, setiap jam istirahat Aku dan Amanda selalu menghabiskan
waktu bersama.
Kadang Aku menjadi sesorang yang senang saat aku bersamanya, tertawa
bersamanya melakukan hal - hal seperti layaknya anak kecil tapi kami menjadi
kekanak - kanakan saat kami bersama. Aku sering bermain ke rumahnya
menghabiskan waktu di rumah Amanda begitu pun dengan Amanda selalu
bermain di rumahku, kini Aku dan Amanda sekarang sekolah di SD.
Hampir setiap hari Aku dan Amanda selalu bersama, apalagi saat hari libur
Aku dan Amanda bisa bermain sampai lupa waktu dan larut malam. Hari demi
hari Aku dan Amanda lalui bersama dengan penuh canda dan tawa. Malam kian
larut Aku pun tertidur pulas karna besok aku harus sekolah, malam senin
berganti dengan senin pagi Aku bangun dari tempat tidur saat nya Aku mandi
dan memakai baju seragam sekolah setelah itu Aku sarapan pagi, tiba - tiba
Amanda kerumah ku untuk berangkat ke sekolah bersama, bila salah satu belum
siap yang lain akan sabar menunggu setelah Aku siap baru berangkat ke sekolah
bersama.
Sesampainya Aku dan Amanda di sekolah bel sekolah telah berbunyi itu
waktunya untuk upacara hari senin pada saat aku ikut melaksanakan upacara
hari senin Amanda baris di dekat ku hingga upacara telah selesai, dan hari
seterusnya selalu bersama. Ketika Aku dan Amanda naik ke SMP, Aku dan
Amanda tidak sekelas, Aku yang sekarang kelas 9C dan Amanda yang sekarang
kelas 9G jadi Aku dan Amanda jarang main bersama dan jarang menghabiskan
waktu bersama, Amanda lebih sibuk menghabiskan waktunya sama teman
barunya di SMP namanya tiara. Istirahat pun tiba Aku mengajaknya untuk pergi
ke kantin bersamaku tapi dia tak ingin ke kantin bersamaku Aku berusaha untuk
bersabar " mungkin Amanda lagi pingin ke kantin sama teman barunya "
gumamku dalam hati.
Hari berlalu begitu cepat dengan cepat Amanda melupakan ku dan sudah
memiliki sahabat yang baru, Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu kepada
Amanda, Aku merindukan mu sahabatku, Aku harap kita bisa seperti dulu lagi
selalu bersama di saat suka maupun duka.
NAMA: Dzikran muhammad fairuz
NO ABSEN: 8

Anak Kucing Yang Terlantar

Pada suatu hari Aji dan Edo akan pergi bermain ke rumah
Abdul.Sesampainya Aji dan Edo di rumah Abdul, ternyata ada ayah Abdul yang
sedang duduk di kursi. Aji dan Edo pun lalu bertanya kepada ayah Abdul
"apakah Abdul ada di rumah" tanya Aji dan Edo, lalu ayah Abdul pun
menjawab "ada, tunggu sebentar" jawab ayah Abdul.

Lalu Abdul pun keluar,"Abdul ayo kita bermain" kata Aji dan Edo,lalu Abdul
menjawab"ayo".Ketika Abdul akan pergi bermain,ibunya menyuruh Abdul
untuk pergi ke pasar untuk membeli sayuran.Lalu Abdul mengajak Aji dan Edo
untuk pergi ke pasar.

Sesampainya di pasar, Abdul melihat anak kucing yang terlantar.rasa peduli


Abdul kepada anak kucing sangat besar,Abdul pun berhenti sejenak untuk
melihat anak kucing tersebut.Aji dan Edo pun bertanya "kenapa kok berhenti"
lalu Abdul menjawab "ini ada anak kucing yang terlantar aku merasa kasihan
kepada anak kucing tersebut".Aji merasa jijik karena anak kucing tersebut kotor
dan berpenyakit.Lalu Aji dan Edo menyarankan untuk membeli sayuran dulu.

Lalu Abdul,Aji,dan Edo pun pergi ke dalam pasar.Setelah membeli


sayuran,Abdul kembali ke tempat anak kucing tadi.Lalu Aji bertanya
lagi"kenapa kamu kembali lagi ke tempat ini",lalu Abdul pun menjawab"aku
akan membawa pulang anak kucing yang tadi untuk mengurusnya".Aji kembali
bertanya "buat apa anak kucing yang kotor dan berpenyakit dibawa
pulang,lagian siapa yang mau mengurus anak kucing seperti itu",Abdul pun
kembali menjawab "aku yang akan membawa pulang anak kucing tersebut dan
aku yang akan mengurusnya."."Lagian yang mau mengurus dan membawa
pulang anak kucing tersebut kan Abdul kenapa kamu melarang Abdul untuk
membawa pulang dan mengurusnya"kata Edo.Lalu Aji pun terdiam dan berkata
"ya sudah,maaf aku tadi telah melarangmu untuk membawa pulang dan
mengurus anak kucing tersebut" lalu Abdul menjawab "ya sudah tidak apa apa
ayo kita pulang".

Sesampainya di rumah Abdul,betapa terkejutnya ayah dan ibunya Abdul


melihat Abdul membawa anak kucing yang kotor dan berpenyakit.Lalu ayah
pergi untuk membeli kebutuhan anak kucing tersebut.Ayah Abdul pun tiba di
rumah dengan membawa kebutuhan anak kucing tersebut.Hari sudah siang,Aji
dan Edo pun berpamitan untuk pulang karena sudah siang.Abdul pun lalu
membersihkan dan mengurus anak kucing tersebut bersama ayah nya.Keesokan
harinya Aji dan Edo kembali kerumah Abdul untuk melihat anak kucing
tersebut.

Hari demi hari telah dilewati anak kucing tersebut sekarang sudah menjadi
kucing dewasa yang sehat dan bersih,Abdul,Aji,Edo,ayah dan ibu Abdul pun
merasa senang karena anak kucing tersebut sudah tumbuh besar.Berkat Abdul
yang peduli dengan anak kucing yang terlantar,anak kucing tersebut sekarang
sudah tumbuh menjadi kucing dewasa yang sehat dan bersih.Aji, Edo,ayah,dan
ibu pun memeluk Abdul karena rasa kepeduliannya terhadap anak kucing yang
terlantar.
NAMA: Fadil aditya permana
NO ABSEN: 9

Pohon Keramat Yang Sudah Rapuh

Hari minggu aku dan ayahku pergi ke kebun kakekku lumayan jauh dari
rumahku ,kebun kakek ku dekat dengan pemukiman warga,saat sampai di kebun
aku dan ayahku melihat pohon yang besar dan pohon itu umurnya sudah cukup
tua dan pohon itu mulai kropos.
Ayahku saat itu berfikir gimana kalau pohon ini di tebang saja karena
membahayakan orang lain karena bila terkena angin kencang pohon itu bisa
roboh dan menimpa rumah warga di sekitaran kebun kakekku , saat itu ayahku
bertanya kepada ku ,gimana kalau kita menyuruh orang untuk menebang pohon
besar ini, lalu aku menjawab yah kita harus bilang dulu ke kakek ,kata ayahku
ya udah ayo kita langsung saja kerumah kakek .
Saat tiba di rumah kakekku ayahku langsung menghampiri kakek dan bilang
kek pohon besar yang dikebun kakek mau di tebang karena sudah kropos
pohonnya , kakekku menjawab ya sudah gak papa kalau emang berbahaya
tebang saja,kata ayahku baik kalau begitu kek .
Keesokan harinya aku dan ayahku pergi ke orang tukang menebang pohon
namanya kakek kurdi ayahku langsung bilang ke kakek kurdi ,kek tolong
tebangin pohon besar yang ada di kebun sebelah rumahnya nenek ita ,lalu kakek
kurdi bilang dan menjelaskan cerita pohon besar tersebut saat pohon itu masih
kecil ternyata dulu banyak orang yang bersemedi di bawah pohon itu dan
banyak permintaan-permintaan dari orang-orang yang bersemedi kepada pohon
tersebut,bahkan sampai ada yang berbulan bulan bersemedi dibawah pohon
tersebut.
Setelah kakek kurdi menceritakan tentang pohon besar itu aku dan ayahku
langsung menemui pemilik rumah yang bersebelahan dengan kebun
kakekku ,lalu ayahku bertanya ke pemilik rumah itu namanya nenek ita ,nek apa
benar pohon besar yang itu ada penunggunya ,Jawab nenek ita iya betul waktu
dulu ada seorang perempuan dia bilang ke nenek ,nek aku tinggalnya di pohon
ini jangan sampai ada yang menebang pohon ini lalu ia pergi begitu saja, lalu
setelah nenek ita menceritakan semuanya ayahku masih tetap tak percaya lalu
ayahku nekat tetap ingin menebang pohon itu karena berbahaya sudah kropos.
Lalu ayahku bilang lagi ke kakek kurdi kek udah nekat aja tebang saja pohon
besar itu,kakek Kurdi menolaknya ,dan berkata kakek tidak mau menebang
pohon itu karena ada penunggunya,kecuali bedoa bersama dan di pimpin oleh
ustad sebelum penebangan pohon besar itu ,lalu ayahku langsung pergi ke
seorang ustad yang bernama ustad hasan dan menceritakan semuanya tentang
kisah pohon besar itu dan meminta ustad hasan tersebut untuk memimpin doa
bersama sebelum penebangan pohon besar itu ,kata ustad hasan ya sudah besok
kita ke kebun bersama sama.
Keesokan harinya aku ,ayahku,ustad hasan,kakek kurdi,dan warga
setempat ,pergi ke kebun kakek ku yang ada pohon besar itu setelah sampai di
kebun ustad hasan langsung memimpin doa dan di barengi warga setempat demi
keselamatan bersama ,setelah berdoa bersama selesai kakek kurdi langsung
menebang pohon besar itu dan dibantu warga setempat dan saat penebangan
berjalan suasana mulai menegangkan namun pada akhirnya pohon besar itu
dapat di tebang dan roboh tanpa ada halangan /kendala apapun dan semuanya
alhamdulilah selamat sampai selesai.
NAMA: Fairuz firzatullah fattah
NO ABSEN: 10

Catatan Akhir Sekolah

Tak terasa, kelulusan sudah di depan mata tinggal menunggu waktu akhirnya
aku akan mewujudkan impianku. Memang tidak mudah masuk ke perguruan
tinggi yang aku impikan tapi aku akan berusaha untuk bisa mewujudkan
impianku itu. Panggil saja aku Genta sekarang aku duduk di bangku kelas 3
SMA, bulan depan ujian kelulusan dan aku harap aku bisa menghasilkan yang
terbaik untuk tahun terakhirku di sekolah ini.
Hari dimana ujian itu dimulai akhirnya tiba, aku bangun pagi dengan semangat
untuk mewujudkan impianku, ujian ini bisa dibilang langkah menuju final untuk
menentukan apakah aku bisa meraih impianku atau tidak, meskipun tidak
mudah tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan
impianku itu. Hari pertama ujian telah ku lalui dan aku harus bersiap kembali
untuk hari esok.
Tak terasa besok adalah hari dimana aku dan teman-teman akan melihat hasil
dari ujian yang telah kita lalui. Aku sangat antusias dan takut akan hasil dari
ujian akhir, perasaan yang campur aduk ini sangat membuatku tak tenang di
satu sisi ingin melihat hasil ujian dan di sisi lain takut akan nilai yang kurang
memuaskan. Aku tidak bisa tidur tadi malam karena memikirkan hasil ujian hari
ini. aku berangkat ke sekolah dengan perasaan yang campur aduk semua rasa
menjadi satu entah perasaan apa yang ada dalam hatiku pada hari ini, dan waktu
pembagian hasil ujian akhir tiba.
“ Genta Laut silahkan ke depan ” ucap ibu guru yang merupakan wali kelasku
“Baik bu” Kurasa, inilah waktunya aku melihat hasil kerja kerasku selama aku
di SMA. Aku kedepan dan mengambil lapor itu dan setelah kulihat, ternyata…..
“Genta selamat kamu jadi yang terbaik di kelas ini” ucap wali kelasku. Aku
masih seakan tak percaya dengan hasil ini, karena sebelumnya aku hanya
mentok di peringkat lima di kelas ini. Aku jadi teringat sepatah kalimat dari
novel Negeri Lima Menara yang berbunyi “Man jadda wa jadda, siapa yang
bersungguh sungguh pasti akan berhasil” itulah kalimat yang memotivasiku
selama ini untuk berjuang mendapatkan hasil yang terbaik.
Tapi perjuangan untuk mencapai mimpiku masih cukup panjang aku akan
berjuang kembali untuk meraih mimpiku yaitu sekolah di perguruan tinggi
Universitas Gadjah Mada, Memang tidak mudah untuk masuk ke UGM tapi aku
akan bejuang untuk mendapatkannya, tes pertama masuk UGM adalah minggu
depan dan untuk hasilnya akan keluar seminggu setelah tes pertama, tes ini
merupakan tes yang nilainya diambil dari nilai raport. Aku cukup pd dengan tes
pertama karena nilainya di ambil dari nilai raport yang dimana nilai raport ku
cukup baik.
Hari pengumuman itu pun tiba dan aku terkejut dengan hasil dari tes pertama itu
karena aku dinyatakan tidak lulus dengan hasil nilai raportku yang cukup baik
ini, mungkin bukan rezeki pikirku dalam hati, aku belum menyerah dan harus
menunggu tes kedua untuk masuk ke univ itu yang mana tesnya akan
dilaksanakan minggu depan, tesnya berupa tes tulis dan aku harus
mempersiapkannya dari sekarang. aku berusaha semaksimal mungkin untuk tes
kedua tapi hasilnya tetap saja nihil, aku lagi-lagi dinyatakan tidak lulus tes.
Tes ketiga merupakan tes terakhir yang tersisa untuk masuk ke UGM dan kalau
aku tidak lulus lagi maka aku harus menunggu nya di tahun depan, entah apa
yang akan teman sekalasku katakan jika aku harus menunggu tahun depan,
sedangakan teman sekelas sudah dapat perguruan tinggi yang mereka impikan.
hari dimana tes terakhir untuk masuk ke perguruan tinggi itu akan diadakan
pada lusa depan yang dimana tes terakhir itu mengharuskan aku pergi ke DIY
karena tes terakhir tidak bisa dilakukan secara online.
Aku melakukan tes terakhir itu dengan penuh harapan, aku berharap bisa lulus
pada tes terakhir kali ini, temanku yang belum masuk perguruan tinggi hanya
tersisa dua orang. Aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan demi
memperjuangkan untuk masuk ke universitas yang sudah ku idam idamkan
sejak dulu. tes dimulai besok dan sekarang aku sudah berada di kampus untuk
melihat-lihat lingkungan kampus, dalam hatiku terucap “andai aku bersekolah di
sini pasti akan sangat menyenangkan”.
Hari tes masuk terakhir pun tiba, aku bergegas masuk ke ruang tes dengan sudah
memasrahkan semuanya kepada Allah karena aku yakin Allah akan
memberikan jalan yang yang terbaik untuk umatnya, tes terakhir pun selesai
dan aku keluar ruangan dengan hati yang tenang karena semuanya sudah
kupasrahkan kepada Allah, hasil tes akan keluar minggu depan dan aku sudah
siap menerima semua kenyataan yang akan ku hadapi.
Hasil tes akhir pun keluar dan aku bertanya terlebih dahulu kepada kedua
temanku dan mereka dinyatakan lulus, aku membaca basmalah terlebih dahulu
untuk membuka hasilnya dan ternyata…… Aku lulus, Aku masih terdiam
seakan tak terpercaya aku akan di terima di Universitas Gadjah Mada, aku
menangis bahagia dan langsung cerita ke kedua orang tuaku dan mereka sangat
bangga atas pencapaian yang telah berhasil diraih oleh anaknya.
Aku jadi ingat pepatah orang jepang yang mengatakan “ jika kamu gagal 3 kali
maka harus bangkit 4 kali dan jika kamu gagal 9 kali kamu harus bangkit 10
kali dan jika kamu gagal 99 kali kamu harus bangkit 100 kali dan seterusnya”
NAMA: Fariskiya yafiah
NO ABSEN: 11

Cinta Pada Sebuah Mimpi

Dialah Tiara atau biasa dipanggil Ara. Cantik, manis, dan pintar. Andre
terkadang merasa minder apabila berada di dekat Tiara Andre bisa dibilang
beruntung sekali bisa dekat dan akrab dengan Tiara. Meskipun Andre agak
telmi tapi Tiara tidak pernah bosan untuk memberikan advice atau nasehat-
nasehat yang membuat Andre semangat dan bangkit kembali. Duh, Tiara di
mata Andre adalah sebagai guru sekaligus cewek super'. Belum ada yang bisa
menandingi Tiara. Baru kali ini kayaknya Andre bisa menilai sosok cewek yang
betul-betul baik dan sempurna. “Kau begitu sempurna di mataku kau begitu
indah....." begitu Andre menyanyikan lagunya Andra and The Backbone setiap
Andre menghayalkan sosok Tiara di kamarnya. Sampai tidak terasa sudah
setahun persahabatan mereka berdua, tanpa disadari ada perubahan dalam diri
Andre. Tiara bukan saja sebagai teman. Tapi lebih dari itu. Entah darimana
awalnya perasaan itu. Atau seringnya kebersamaan dapat menimbulkan cinta?
"Bisa juga begitu Ndre" kata Jo suatu ketika mereka bertemu. Karena sering
bertemu bisa menimbulkan cinta. Tapi apa kamu nggak takut kalau
persahabatan kamu rusak gara-gara cinta?" Jo mencoba memberi pandangan.
“Iya juga tapi mau bagaimana lagi Jo? Cinta kan nggak bisa ditahan kapan mau
datangnya?"
"Benar, Ndre, kamu tahu nggak? Cinta adalah api yang dingin. Siapa yang
mendekatinya tidak akan terbakar tetapi tertangkap"
"Huu, omonganmu seperti profesor. Lagi encer, ya pikiran kamu?."
“Iya dong, memangnya kamu. Ndre! Tahunya cuma pacaran doang. Nggak tahu
makna sebenarnya apa itu cinta"
"Halah Jo....ini juga kamu lagi kadang-kadang pinternya. Cuma gara-gara tadi
makan bakso Malang aja, kan mangkanya pikiran kamu encer?"
"Hahaha....!" Keduanya tertawa bersama melepas kejenuhan.

Hari itu Andre merasa gelisah. Entah kenapa Tiara begitu kuat melekat
dalam pikirannya. Andre mencoba untuk bersikap biasa seperti hari-hari
sebelumnya. Huh, tetap tidak bisa juga. Sampai suatu ketika ada yang tidak
beres terjadi pada Tiara. Tadi dia menelpon Andre dan cerita panjang lebar
tentang perlakuan Toto. Andre panas mendengarnya. Andre cemburu. Berani-
beraninya Toto nggodain Tiara.Jika menyakiti Tiara Dalam kamus Andre
jangan sampai Tiara disakiti oleh siapapun
"Kamu tenang ya, Ra" bujuk Andre kepada Tiara. "Kamu gak usah terlalu sedih
begitu. Kan masih ada aku!"
"Iya, makasih Ndre" Terdengar isak tangisnya tersendat-sendat dari seberang
sana. Andre semakin trenyuh mendengarnya.
Dimatikannya handphone. Dipikirkannya baik-baik cara membalas sakit
hati Tiara. Hmm....Andre sudah gelap mata. Tangannya mengepal keras. Dan
benar keesokan harinya Tiara mendengar kabar Toto sudah berada di rumah
sakit. Mukanya babak belur, matanya bengkak, hidungnya berdarah dan masih
banyak lagi. Tapi mengapa tiba-tiba Tiara datang ke rumah Andre malah
melabraknya habis-habisan. Tiara marah besar kepada Andre
"Pokoknya aku nggak mau menganggap kamu sahabat aku lagi. Aku nggak mau
meliat kamu lagi. Ndre. Kamu jahat!" begitu ancaman Tiara sambil
meninggalkan Andre.
Andre bingung. Belum sempat Andre bertanya kenapa, Tiara sudah pergi
meninggalkan Andre. Aduh, ada apa dengan Tiara? Kok tiba-tiba marah seperti
itu. Tidak biasanya Tiara semarah itu. Hancur sudah. Semua kenangan manis
waktu bersama Tiara musnah. Tidak ada lagi cewek "super" dalam diri Andre.
Tidak ada lagi cewek cantik sekaligus guru dalam diri Andre. Sampai- sampai
Andre mendengar kabar Tiara pacaran dengan Toto.
"Pantas saja Tiara marah besar. Rupanya Tiara nggak rela kalau Toto aku
labrak?" bisik hati Andre.
Bertambah pilu hati Andre. Hilang harapannya untuk mendapatkan Tiara.
"Kenapa dulu tidak aku ungkapkan saja perasaan cintaku pada Tiara?" Sekarang
Andre sudah benar-benar merasa kehilangan, pegangan, Sejak itu Andre
menjadi banyak melamun. Apalagi ketika berpapasan dengan Tiara di jalanpun
Tiara cuek saja. Seakan-akan tidak pernah mengenal Andre. Andre cuma bisa
menatap Tiara dari kejauhan. Tanpa bisa menggandeng lagi tangannya, tanpa
bisa lagi bercanda dengan Tiara. Gone with the wind. Terbang bersama angin.
Siang itu matahari begitu terik. Biasanya siang hari begini terasa begitu sejuk
karena waktu itu berjalan bergandengan tangan bersama Tiara. Sambil bercanda
bersama sepanjang jalan. Terasa sekali Andre kini sendiri. Entah sampai kapan
sendiri itu terus berlanjut. Tiba-tiba Lamunan Andre buyar ketika di
hadapannya telah hadir lima orang anak muda. Wajahnya sangar. Tubuhnya
tinggi tegap.
"Heh, kamu Andre, ya?" tanya salah seorang dari mereka. Andre
mengangguk. Belum sempat Andre bertanya apalagi berpikir wajahnya sudah
dihajar. Bak! Buk! Brak! Aduh! Auw!. Huh, five in one!. Tidak tanggung-
tanggung lima lawan satu. Jelas sekali Andre sekarang yang babak belur. Masuk
rumah sakit. Sepi. Sunyi. Dimana-mana serba putih termasuk perban di
wajahnya. Hmm, kasihan Andre. Kini hanya bisa tergolek lemah tak berdaya.
Cuma ada seseorang wanita yang rajin menemani Andre yaitu Retna. Teman
sekelas Andre. Setiap waktu Retna yang selalu menemani Andre sambil
membawa segala macam makanan dan buah-buahan. Cerita sana-sini untuk
menghibur Andre. Tiba-tiba timbul dalam hati Andre cewek super selain Tiara.
Betulkah Retna cewek super pengganti Tiara? Retna yang selalu menemani
Andre di saat Andre menderita, Retna yang selalu bercerita tentang mimpi-
mimpi indah, tentang apa itu cinta. Ya, Retna yang telah menemukan Andre
dalam keterasingan. Dalam ketakberdayaan. Dalam kesendirian.
"Makasih ya, Na, kamu sudah menyempatkan waktu buat menemaniku"
suara Andre lemah. Sambil menahan sakit di bibirnya yang pecah terkena
bogem mentah lima pemuda tempo hari,
"Ah, nggak usah berlebihan begitu. Aku ikhlas kok. Bukan saja karena aku
sayang kamu, tapi karena aku hanya ingin menjadi orang yang kamu butuhkan
di saat apapun suara Retna serak karena tertahan oleh air mata yang membasahi
pipinya. "Maafkan aku Na, aku sudah tidak mempedulikan kamu selama ini?"
kata Andre sambil menyeka air mata Reina dengan telapak tangannya.
"Tidak apa apa, Ndre Aku menyadari itu. Kamu tidak mencintaiku"
Mata Andre basah. Dipandanginya Retna. "Dalam bening bola matamu, kau
pandang aku, dalam putihnya hati kita, entah aku yang membutuhkanmu atau
kamu yang mencintaiku?" hati Andre terus bergumam. Menilai-nilai apakah
Retna telah hadir untuk mengusir kesepiannya, untuk mengisi relung hatinya
yang paling dalam...?
Beruntung Andre cepat sembuh. Seperti biasa Andre berangkat ke sekolah
namun tiba-tiba matanya menangkap dari kejauhan Toto dan komplotannya
petentang-petenteng. Semakin angkuh sambil menggandeng Susi. "Cewek mana
lagi tuh yang digandeng Toto?" Bisik hati Andre. Pikirannya langsung tertuju
kepada Tiara, jangan-jangan telah terjadi sesuatu terhadap Tiara. Terus
berkecamuk. Gelisah. Hingga jam istirahat Andre memintak ijin untuk pulang
sekolah lebih cepat. Dan langsung ke rumah Tiara. Sampai disana benar juga
telah terjadi sesuatu. Kelihatan Tiara habis menangis. Matanya merah,basah
oleh air mata.
"Toto sudah mutusin aku, Ndre" suara Tiara sambil menangis, Andre sedih
mendengarnya. "Aku terlalu bermimpi" kata Tiara kembali. "Padahal aku nggak
tahu cara-cara meraih mimpi. Dulu aku terlalu menaruh harapan-harapan manis
kepada Toto, hingga aku tega melupakan kamu, Ndre. Sekarang aku
menanggung akibatnya. Kamu dulu pernah memberikan pelajaran bagaimana
caranya meraih mimpi tapi aku yang bodoh tidak mau menuruti kata-kata kamu.
Sekarang pasti kamu nggak mau menerima aku lagi, Iya kan, Ndre?"
Andre kebingungan. Baru kali ini Andre melihat Tiara menangis "Ra, aku
nggak pernah melihat matamu menangis saat kamu menatap angkuhnya dunia,
bibirmu tak pernah berucap sesal saat kamu hadapi berjuta kegetiran. Namun
sepenggal cinta telah mampu mengoyakkan indahnya matamu hingga kering
airmata, sepenggal cinta telah mampu menggetarkan bibirmu untuk berucap
cinta"
Tangan Andre memeluk erat tubuh Tiara. Ada rasa rindu bergelayut dalam
dadanya. Ada rasa kangen bersemayam dalam hatinya. Pikirannya dipenuhi
seribu tanya sejuta bimbang. Tiba-tiba terbayang wajah Retna, Cewek "super"
yang selalu menemani Andre saat Andre mengalami kesusahan, yang selalu
memberi semangat saat Andre patah semangat. Sekarang Andre dihadapkan
kembali pada sosok diri Tiara, cewek 'super' yang sudah pertama kali sanggup
membuat Andre uring-uringan. Apa benar cinta sejati datang pada saat cinta
pertama, dan cinta selanjutnya adalah cinta yang dibuat dengan perhitungan?
Sekarang Andre dituntut oleh dua kenyataan. Tiara dan Retna. Mereka sama-
sama cewek 'super'. Sama-sama memberikan kesan manis. Sekarang Andre
yang merasa bodoh. Andre tidak mampu meraih mimpi-mimpi manisnya. Andre
tidak punya lagi guru yang super yang bisa mengajarkan bagaimana caranya
meraih mimpi, bagaimana caranya meraih harapan-harapan manis. Andre tidak
mampu...kenyataan. Tiara dan Retna. Mereka sama-sama cewek 'super'. Sama-
sama memberikan kesan manis. Sekarang Andre yang merasa bodoh. Andre
tidak mampu meraih mimpi-mimpi manisnya. Andre tidak punya lagi guru yang
super yang bisa mengajarkan bagaimana caranya meraih mimpi, bagaimana
caranya meraih harapan-harapan manis. Andre tidak mampu.
NAMA: Ibrina lutpi azizah
NO ABSEN: 12

Aku Dan Harapanku

Langit terlihat begitu sendu, matahari terlihat bersembunyi di balik awan tebal,
hujan seakan ingin menyapa tapi angin menolaknya.
Ketika harapan tidak sesuai dengan keinginan? Mungkin hati akan merasa sakit,
tapi aku mencoba menyakinkan hati kalau semua adalah garis hitam di dalam
hidupku.
1 tahun yang lalu, ketika aku menduduki kelas 3 SMP aku dibuat bingung
dengan berbagai pilihan. Anak remaja yang tidak tahu dunia seluruhnya, harus
memilih antara aku harus sekolah dan berkerja ketika keinginanku untuk
bersekolah terhenti begitu saja aku terpaksa mengubur semua mimpi, cita-cita,
harapan dan semua yang ada di dalam imajinasi kecilku.
Aku memang bukan seorang anak yang terlahir dari keluarga yang kaya raya,
bukan anak yang bisa melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi. Tapi aku
hanya seorang anak yang terlahir dari keluarga sederhana, ayahku berkerja
sebagai pedagang sedangkan Ibuku hanya sebagai ibu rumah tangga. Sedih
memang, tapi aku coba untuk ihklas menjalani kehidupan di dunia yang fana
ini. Aku masih percaya akan sebuah keajaiban dan mukjizat yang datangnya
dari Allah asal aku berusahan sekuat tenaga dan terus berdoa sebaik baiknya
kepada Allah SWT. Agar aku bisa melanjutkan sekolah dan bisa membuat
kehidupan ini berubah.
Hari pertama aku berkerja di sebuah warung makan, di dalam hati aku bertekad
untuk berkerja keras supaya bisa membantu perekonomian keluargaku, setelah
aku berkerja ternyata aku merasakan bahwa mencari uang yang halal itu sangat
sulit tidak semudah kita menghambur hamburkannya untuk sekedar barang
yang tidak penting.
Letih, mungkin orangtuaku lebih…Cape, mungkin orangtuaku lebih..
Mengeluh mungkin orangtuaku tidak pernah…
Tapi beda dengan aku sekarang baru sebentar berkerja sudah merasakan yang
namanya cape tapi aku coba menepisnya aku kembali semangat, demi untuk
membuat orang orang yang aku sayangi di dunia ini yaitu orangtuaku bisa
tersenyum penuh bangga terhadapku bisa membuat mereka bahagia dengan
caraku yang sederhana.
Setelah beberapa bulan aku berkerja akhirnya aku sudah bisa mengumpulkan
sedikit demi sedikit uang untuk hari minggu nanti aku bawa untuk pulang ke
kampung halaman, rasa rinduku terhadap orangtuaku yang jauh di sana sudah
mulai terasa aku mencoba menguatkan diri sendiri.
“sabar masih hari minggu”
Sambil ku duduk termenung di teras kosanku di dalam setiap doaku aku masih
berharap bahwa ini bukan akhir dari segalanya, aku selalu percaya akan sebuah
kejutan yang Allah berikan di hari yang akan datang.
Hari minggu yang aku tunggu pun telah tiba rasa rindu yang memuncak seakan
bisa kulepaskan di hari ini, cairan bening itu menetes tak henti aku terus
memeluk orang yang paling berjasa dalam hidupku ini seorang wanita yang
sangat aku hargai dan cintai wanita itu, adalah Ibuku. Aku memeluk ibuku
begitu erat rasanya rindu ini begitu besar.
Setelah melepas rasa rindu itu ibu ayahku dan aku sedang berkumpul di ruang
tengah kami sedang ngobrol santai dan menceritakan pengalaman aku pertama
kali berkerja. Tapi di tengah obrolan santai tersebut tiba tiba ayahku berkata..
“nak ayah boleh bertanya?”
“boleh, memangnya ayah ingin bertanya apa?”
“ayah ingin bertanya apakah di dalam hati kamu masih ada keinginan untuk
melanjutkan sekolah?” tiba tiba ku terdiam memikirkan pertanyaan itu rasannya
aku ingin menjawab segera semua pertanyaan itu, tapi hatiku mencoba untuk
terlihat tenang di hadapan ayah.
“sejak dulu sampai sekarang jawabanya masih sama ayah, aku masih bertekad
untuk bisa melanjutkan sekolah”
“memangnya untuk apa kamu sekolah?”
“agar aku bisa membuat ayah dan ibu bisa bahagia dan merubah kehidupan kita
menjadi lebih baik lagi”
sekarang giliran ayahku yang tiba tiba terdiam entah apa yang dia pikirkan tapi
aku melihat sorot matanya yang seperti ingin menangis tapi dia mencoba untuk
menahanya untuk keluar
tahun ini kamu lanjutkan sekolah lagi” tiba tiba ayahku berkata seperti itu dan
entah apa yang aku rasakan intinya aku merasakan kebahagian yang luar bisa
“tapi ayah…”
“nggak ada tapi tapian ayah yang akan berkerja keras agar kamu bisa sekolah
dan bisa melanjutkan pendidikan yang layak”
Pada saat itu aku benar benar bahagia sampai aku bersujud syukur kepada allah
dan inilah keajaiban yang Allah janjikan untuk aku dan aku merasa bersyukur
atas apa yang telah aku lalu karena itu sebagai pelajaran yang berharga yang
bisa aku ambil hikmahnya di suatu saat nanti.
Sekarang aku sudah bersekolah kembali di sebuah sekolah SMA, aku merasa
bahagia karena aku bisa melanjutkan impian dan cita citaku yang sempat
terhenti dan aku akan mewujudkanya dengan cara bersekolah. Sekarang aku
akan berjuang untuk orang yang memperjuangkanku. orangtuaku berjuang
untuk bisa menyekolahkanku dan aku berjuang untuk bisa membanggakan
kedua orangtuaku dengan semangat untuk sekolah dan belajar.
NAMA: Kayla almas ghassani
NO ABSEN: 14

Hujan Di Bulan Desember

Pagi itu, hujan amat deras mengguyur kota Bandung, tak menyisakan
berkas-berkas pengasihan kepada penduduk yang hendak beraktivitas. Maisa
yang menatap butiran hujan dari jendela kamarnya menjadi pilu, sembari
mendengar berita di televisi yang membuat hatinya semakin pilu. "Telah terjadi
kecelakaan bus yang menewaskan 10 penumpang dan 15 lainnya luka-luka.
Diduga kecelakaan ini disebabkan oleh hujan yang tak kunjung berhenti sejak
pukul 9 malam".

"Kecelakaan lagi, Sa?" Tanya wanita paruh baya yang baru saja
memasuki kamar Maisa dan mengecilkan volume televisi. "Entahlah, Bu" jawab
Maisa datar. Ia kembali menatap butiran hujan yang menempel pada jendela
kamarnya, memperhatikan ketika mereka meluncur perlahan dari kaca jendela
lalu jatuh ke tanah.

"Sudah ibu siapkan mantel di meja tamu jangan lupa dibawa, ya, Nak.
Sepertinya hujan akan terus turun" ucap Ibu yang perlahan meninggalkan Maisa
sendiri di kamarnya. Maisa menghela nafasnya, mulai menerka-nerka apa yang
akan terjadi di bulan Desember tahun ini. Ingatannya kembali pada lima tahun
silam. Ketika usianya menginjak 11 tahun, ketika tawanya begitu nyaring
terdengar. Di dalam sebuah mobil sedan putih bersama dengan kakaknya.

Saat itu sedang hujan yang sangat deras di jalanan ibu kota Jakarta.
Namun terlalu bahagianya Maisa, ia tidak sadar bahwa saat itu hujan. Yang ia
tau, ia akan berlibur bersama kakaknya. Di luar dugaan, hujan yang membuat
jalanan licin dan menggelincirkan mobil yang tengah dikendarai. Kejadian yang
takkan pernah ia lupakan, di mana Maisa melihat mengalir deras dari tubuh
kakaknya, Maisa sangat mengingat bagaimana sang kakak memeluknya demi
menyelamatkannya. Jika saat itu Maisa bisa memilih, ia akan memilih pergi dari
dunia bersama kakaknya. Hujan merampas harta paling berharga Maisa yaitu
sang kakak.
"Sa... nanti telat sekolahnya” seru sang ibu. Maisa menghentikan
kenangannya dan segera melangkah pergi dari sisi kamarnya. Memakai mantel
dan berharap tak ada setitik air hujan di bulan Desember ini yang mengenainya.

"Payung ka” ujar seorang pemuda yang membuat Maisa mendongak ke


atas.

“Kamu ga lihat aku sedang memakai mantel? Kenapa masih menawarkan


payung?” tanya Maisa sinis. Ia segera meninggalkan pemuda yang menawarkan
payung tersebut. Sesampainya di sekolah, Maisa segera melepaskan mantelnya
dan menaruhnya di teras kelas. Ia sudah terlambat, Bu Anggi telah masuk kelas.
Ia menengok jam tangannya

"Ya ampun! Jam setengah 9, ini semua karena hujan” ucapnya. Maisa
memutuskan untuk tidak masuk ke kelas, ia enggan menghadapi omelan Bu
Anggi yang pasti akan membuat telinganya panas. Maisa berjalan menuju
kantin memesan bakso dan segelas teh panas.

Bel istirahat pertama pun berbunyi, seorang gadis dengan rambut lurus
sepundak menghampiri Maisa yang sedang melamun. "Kamu telat lagi ya?"
tanya gadis itu.

"Biasa...” jawab Maisa, Hanin hanya tersenyum. Hanin adalah teman


dekat Maisa, ia amat hafal dengan kebiasaan temannya ini, di setiap hujan bulan
Desember ia akan selalu terlambat, bahkan pernah hingga sebulan penuh Maisa
terlambat. Maisa menikmati aroma tanah yang melebur bersama dinginnya
hujan. Maisa memandangi pagar depan sekolahnya, jendela kantinnya memang
sangat luas. Ia bisa melihat jalan raya depan sekolahnya sekaligus. Maisa
memperhatikan sosok pemuda berdiri memegang payung, yang menawarkan
payung kepada tiap pejalan kaki.

"Ah, pemuda yang menawarkan payung tadi pagi membuatku kesal”


gumamnya. Setelah istirahat pertama selesai, Maisa memutuskan kembali ke
kelas dan berada di dalamnya hingga bel pulang. Hari hari menjadi
membosankan ketika hujan bagi Maisa, hari ini pun ia malas untuk menyimak
pelajaran. Padahal sebentar lagi Maisa akan mengikuti ujian semester ganjil
tahun ketiga.

"Maisa, mau pulang bareng ngga?” tanya Hanin.


"Makasih, Nin. Duluan aja, aku bawa mantel” jawab Maisa.

"Ok, aku duluan ya!" ucap Hanin.

Maisa hanya tersenyum. Maisa menengok teras kelasnya, ia mencari


mantelnya yang seingatnya ia taruh di depan kelas, Maisa bahkan memutari
seisi kelas dan teras kelas. Bahkan tong sampah di depan kelas pun tak luput
dari targetnya.

”Cari apa teh?” tanya penjaga sekolah.

"Bapak lihat mantel warna kuning di depan kelas ini ngga pak?" tanya
Maisa.

”Ngga teh, dari tadi ngga ada mantel di depan kelas ini. Bapak permisi
dulu ya teh".

"Iya pak, terima kasih”. Maisa begitu cemas, ia takkan pulang jika hujan
tidak mereda. Ibunya di rumah jika tahu pasti akan sangat khawatir, beliau tahu
Maisa sangat benci hujan.

“Payung kak” tawar seorang pemuda. Maisa menoleh. ”Kamu lagi"


ujarnya. Ia ingat betul pemuda ini, pemuda yang menawarinya payung dan yang
dilihatnya di depan gerbang sekolah. Pemuda itu tersenyum ”Namaku Kemal”.
Namun, Maisa enggan membalas.

”Karena kakak ngga bawa mantel, makanya aku menawarkan ini"


lanjutnya. ”Jangan panggil kakak, aku yakin kamu lebih tua dariku” larang
Maisa. Kemal hanya tersenyum

”Mari kak aku antar”.

”Kamu menjual payung tapi kenapa ngga pakai payung?”.

"Karena aku suka hujan apalagi di bulan Desember". Maisa mengerutkan


dahinya, mengapa Kemal memiliki antonim dari sisi dirinya.

"Ayahku meninggal di bulan Desember saat bekerja sebagai kuli


bangunan. Ibuku menjadi seorang janda. Ia menghabiskan sisa hidupnya untuk
menghidupiku sebagai anak tunggal. Ibuku menutup usia di bulan Desember 2
tahun silam karena penyakit TBC. Aku menjadi anak yatim piatu yang tinggal
di rumah kecilku sendirian. Setelah setahun ibuku meninggal, aku dikeluarkan
dari sekolah karena selalu terlambat membayar uang bulanan sekolah. Dari
sana, aku memutuskan bekerja sebagai tukang sol sepatu, kemudian pedagang
asongan, dan baru sehari menjadi ojek payung” Kemal mengakhiri kisahnya
dengan senyuman.

Meski terkesan blak-blakkan apalagi ia baru kenal sudah bercerita seperti


ini. Maisa termenung mendengar kisah itu, ia membayangkan betapa pedihnya
seorang Kemal.

”Lalu kenapa kamu bisa menyukai hujan?” tanya Maisa.

”Karena setiap ziarah pemakaman baik ayah maupun ibu, hujan selalu
menemani. Aku berpikir hujan adalah bentuk peduli Tuhan padaku dan aku
sudah menerima kenyataan ini” jawab Kemal. Maisa semakin terhanyut atas
jawaban Kemal, sosok yang benar-benar ikhlas atas setiap keputusan Tuhan.
Sosok yang dapat menerimanya dengan dengan lapang dada. Tidak seperti
dirinya yang menghakimi Tuhan atas apa yang menimpanya. Sehingga ia amat
membenci hujan yang jatuh di bulan Desember. Ini adalah teguran Tuhan
atasnya melalui Kemal.

Melalui kisah-kisah Kemal yang baru beberapa menit lalu dikenalnya,


Maisa tersadar. Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima.
Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup
bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa
melupakan.
NAMA: Kesya pramudita pratiwi
NO ABSEN: 15

Cepatlah Pulih Indonesiaku

Namaku xiyea. Aku tinggal di Bukittinggi. Aku merupakan anak tunggal dari
keluargaku. Aku saat ini sedang menempuh masa pendidikan dengan berkuliah
di salah satu universitas di kota ku.

Hari ini merupakan hari Sabtu, di mana hari aku bersantai di tengah tugas yang
boleh dikatakan cukup banyak.

Aku merasa bosan jika harus di kos pada hari libur, tapi aku juga malas untuk
berpergian. Untuk menghilangkan rasa bosan, aku bermain handphone.

Ternyata banyak pesan masuk. Aku binggung, nggak biasanya chat ini ramai,
maklum jomblo. Heehehhe.

Kubaca pesan satu persatu, dari grup kelas hingga chat dari teman. Saat aku
membuka chat dari grup aku terkejut, ternyata kampusku diliburkan selama satu
bulan.

Aku merasa senang awalnya, tapi aku juga merasa sedih. Bagaimana tidak, aku
diliburkan karena negeriku sedang dilanda musibah.

Awalnya aku senang bisa kuliah di rumah secara online. Pada saat itu, aku
belum memikirkan apa-apa. Tak banyak pikir, hari itu aku langsung kemasi
barang untuk pulang kampung pada hari Minggu.

Aku kemasi buku-buku, alat-alat tulis serta beberapa baju. Hingga aku tak sadar
bahwa magrib hampir tiba. Setelah berkemas cukup lama, aku merasa capek.

Tapi aku urungkan niat untuk tidur. Aku langsung mandi karena merasa gerah
dan segera menunaikan shalat magrib.
Selesai shalat magrib, aku lanjutkan membaca buku Albert Camus. Bukunya
cukup bagus. Buku yang menceritakan tentang keterasingan kita di dalam
keramaian.

Satu jam membaca membuat aku bosan dan melanjutkan untuk makan malam.
Setelah melaksanakan shalat isya, aku melanjutkan untuk tidur.

Karena besok pulang kampung, aku ingin bangun dengan keadaan fresh..
wkkwkwk.

Keesokan paginya, aku pulang kampung ke Bukittinggi. Sudah satu bulan tidak
menghirup udara segar kampungku.

Aku sampai di Bukittinggi sekitar pukul 11 siang Aku langsung memeluk orang
tuaku karena rindu.

Pagi ini aku terbangun dari tidurku. Di bawah pancaran sinar matahari
menyusup kedalam mimpiku kala itu.

Pagi ini cuaca cukup cerah dengan hawa yang masih dingin. Dengan semangat
45 aku bangun guna untuk menghadapi hari yang indah ini.

Aku berdiri di depan jendela kamarku. Kuhirup udara segar sembari menutup
mata memikirkan satu hal yang mengusikku akhir-akhir ini.

Yang membuat aku harus pulang kerumah selama sebulan penuh. Ya, mereka
menyebutnya dengan COVID-19.

Aku yang diliburkan dari masa perkuliahan gara-gara wabah ini harus menjalani
rutinitas perkuliahan di rumah. Hatiku pilu, melihat keadaan negeri saat ini.

Aku tersentak, kulihat disekitarku betapa sepinya pagi ini. Tidak seperti biasa,
tetangga yang menyapu halaman, mengantar anak sekolah, berbincang-bincang
dengan tetangga dan sebagainya.

Aku terus berpikir sembari melihat pemandangan sawah di dekat jendela


kamarku. Indonesia, negeri yang kucinta.
Masyarakat yang majemuk, pluralis, dan menjunjung tinggi semboyan
“BHINEKA TUNGGAL IKA”.

Banyak hal-hal yang menarik di Indonesia, dari budayanya, lingkungannya,


pendidikannya dan lain sebagainya.

Kebiasaannya juga aneh-aneh semua. Dari yang makan nasi dengan mie, jalan
satu arah jadi dua arah, apa pun mereka jadikan candaan.

Seketika seukir senyuman muncul kala itu mengingat tingkah laku warga
negeriku.

Dari segala pengalaman yang aku lalui selama 20 tahun ini, baru kali ini aku
melihat Indonesia yang lumpuh seperti ini.

Mengapa tidak, semua aspek kehidupan lumpuh. Himbauan dari pemerintah


agar tidak keluar rumah tidak mereka hiraukan.

Apa boleh buat, mereka yang berpenghasilan minim tetap harus bekerja demi
menghidupi keluarga dan anak-anak mereka. Sungguh, indonesiaku berubah
seketika.

Setelah aku merenungkan akan hal itu, aku bangun dari lamunanku. Aku
berjalan keluar rumah untuk melihat negeriku saat ini.

Aku berjalan 50 meter dari rumahku. Aku perhatikan semua rumah tertutup.
Sepi, itulah saat ini.

Saat aku hendak berjalan pulang, aku melihat seorang petani yang berjalan
menuju sawah. Aku diam sejenak memperhatikanya.

Aku buka mataku lebar-lebar aku perhatikan petani itu. Ya, sungguh sedih. Di
saat negeriku sakit, dia tetap bekerja demi keluarganya.

Bukannya takut mati, mereka lebih memilih mati untuk menghidupi keluarga
ketimbang berdiam diri di rumah.
Cukup dengan perubahan buruk ini. Indonesia, cepatlah pulih. Maaf selama ini
kami merepotkanmu.

Masih membuang sampah sembarangan, tidak menjaga kebersihan, semuanya


kami tidak menghiraukan.

Aku terus beranjak pergi, hingga tak di sangka aku sudah sampai di rumah. Aku
melangkah ke kamar untuk mandi. Karena, saat berjalan tadi aku belum mandi,
hehehe.

Setelah mandi aku duduk di depan meja belajarku. Hari sudah menunjukkan
pukul 9:40. Ya, aku akan kuliah online.

Aku duduk di depan laptop sembari menunggu dosen yang belum masuk
kedalam room chat kelas kami. Tak lama kemudian dosenku ambil absen dan
memberi tugas kepada kami.

Ya, beginilah nyatanya sekarang. Ditindas oleh sistem sendiri. Biaya kuliah
yang tinggi tidak sebanding dengan hasilnya.

Aku berharap, wabah ini segera pergi dari bumi yang aku cintai ini. Aku tidak
ingin melihat negeriku saat ini lumpuh tak berdaya dengan adanya wabah ini.

Aku berdoa supaya negeri yang indah ini cepat pulih kembali. Ini adalah cerita
dibalik fakta kehidupan Negeriku.

Semenjak aku lahir di negeri tercinta Indonesia, aku sadar negeri ini kaya,
negeri ini adalah bangsa yang besar.

Yang aku percaya dalam benakku negeri ini akan menjadi makmur, tentram dan
damai di seluruh pelosok bangsa.
NAMA: Mega
azzahra
NO ABSEN: 16

Kebaikan Mengalahkan Kejahatan

Seorang murid sedang berada di tengah lapangan sedang dikerumuni


beberapa siswa yang lainnya. Sungguh tidak tega melihat pemandangan
tersebut. Murid tersebut sedang dilempari buah kersem.
Dia tidak berdaya,dia hanya bisa diam saja tanpa melawan. Saat itu waktu
sore dan semua siswa dan guru sudah pulang. Tidak apa siapa-siapa lagi disana,
kecuali tiga siswa yang mengerumuni seorang murid tersebut, dan aku.
Aku sendiri hanya bisa menontonnya, mereka bertiga dan aku hanya
sendirian. Ditambah lagi tiga anak nakal tersebut adalah teman sekelasku.Bisa
jadi aku di tampar kalau berani sama mereka.
Anak tersebut adalah siswa junior. Dia baru masuk tahun ini, sedangkan
kami sudah dari dua tahun yang lalu.
Dia memakai kacamata tebal, dengan baju putih dan celana biru, dengan
bentuk rambut yang disisir lurus ke kiri, memabawa tas yang dari tadi dipegangi
dengan kedua tangannya sambil berjongkok.
Anak-anak nakal itu memang senang membully siswa baru. Kebetulan
sekolah kami dikelilingi banyak pohon kersem. Jadi cukup untuk menyiksa
siswa disekolah.
Baju putih yang dikenakannya membekas warna merah kekuningan
karena buah tersebut. Banyak dari buah kersem nembel di baju, rambut serta tas
miliknya.
Aku kasian melihatnya. Tapi apa boleh buat, tidak ada yang berani
melawan mereka, siapa yang menantang salah satu dari mereka, siapa saja itu,
akan habis di keroyoknya.
Aku tetap memandangi dari kehaujan, Meskipun mereka tahu asalkan aku
tutuo mulut tidak bilang kesiapa-siapa maka nasibku akan aman.
Mereka pun merasa puas .Anak tersebut pun membersihkan bajunya yang
kotor, Mengebas-ngebas rambut nya, setelah itu ia berjalan pulang.
Setahuku, anak tersebut juga tidak memiliki teman. Dia lebih sering di
jumpai pada tempat-tempat belajar,seperti perpustakaan, kelas, dan ruang leb.
Meskipun tidak ada jam kelas, maupun guru pembimbing, dia tetap pergi
kesana walau hanya sekedar membaca buku.
Jarang sekali kakak kelas bicara dengan nya , bahkan temannya mungkin
tidak mengenal nya. Dia terlalu pendiam.
Sampai suatu hari, salah seorang dari teman ku yang pernah
menyakitinya jatuh sakit. Aku yang kebih pantas dianggap temannya datang
untuk menjenguknya.
Tapi kejadian itu sangat singkat, Aku tidak bisa memperhatikannya . Ada
seorang anak berkaca mata datang menghampiri teman ku yang sedang di
rumah sakit.
Tidak salah lagi, ini adalah anak yang pernah dibully beberapa hari yang
lalu oleh temanku. Kenapa dia kesini ? apa yang ingin dia lakukan.
Temanku berpikir bahwa dia akan berbuat jahat, sampai mengatakannya
“kapok” di depan mukanya .Dengan begitu dia pasti akan sangat puas melihat
keaadaan aku , pikir teman ku.
Tapi sepertinya hal itu tidak mungkin ia lakukan ,apa dia berani?
Pikirku. Aku pandangi anak tersebut , ada keranjang kecil yang berisi beberapa
apel, lalu memberikannya kepada teman ku. Teman ku menerimannya dengan
lemas, sungguh Amazing!! Kejahatan di balas dengan kebaikan.
Dua minggu setelah kejadian itu , temanku sudah mulai masuk sekolah.
Kami jalani kehidupan sekolah dengan semestinya.
Anak berkaca mata itu tetap dibully oleh temanku yang lain, tapi Ketika
itu ada orang yang berani membelanya dan membubarkan orang-orang yang
membullynya. Malahan dia menantang semua siswa yang menghina anak
berkacamata itu. Dengan teriakan sedikit keras dia melindungi anak
berkacamata tersebut.
Sejak saat itu tidak ada lagi siswa yang membully nya anak berkacamata
tersebut. Dan di setiap harinya aku melihat temanku dan anak berkacamata
sering pulang Bersama, di kantin Bersama, datang kesekolahan pun kadang
Bersama.
Mereka sekarang menjadi sahabat yang baik ,teman ku menjadi baik dan
tidak nakal lagi; anak berkacamata itu menjadi tidak pendiam. Sepertinya
mereka cocok menjadi sahabat.
NAMA: Mochamad rizal wijaya
NO ABSEN: 17

Berbagi Dengan Sahabat

Pagi itu hujan turun dengan deras. Saya merasa bingung bagaimana untuk
berangkat ke sekolah. Ketika sedang memandang hujan, terdengar suara HP
berdering dari kamar saya, lantas saja saya masuk ke kamar dan menjawab
telepon.
Ternyata yang menghubungi Ani adalah fikih sahabatnya. Dalam teleponnya
fikih mengatakan bahwa ia akan menjemput saya, sebab fikih tahu jika saya
sedang kebingungan bagaimana untuk pergi ke sekolah.
Tak selang berapa lama, fikih sudah sampai di depan rumah saya bersama
ayahnya menggunakan mobil. Saya pun bergegas berpamitan pada orang
tuannya dan keluar untuk menemui fikih.
Setelah sampai di sekolah, yang merupakan teman sebangku tersebut pun
masuk menuju kelasnya. Istirahat pun tiba, keduanya pergi ke kantin untuk
menghilangkan rasa lapar.
Ketika hendak membayar ternyata fikih lupa membawa dompet. Sehingga saya
sang sahabat membayarkannya jajan yang kami pesan saat istirahat. Dan kami
pun masuk ke kelas lagi dan belajar bersama lagi.
Setelah pulang sekolah saya ajak fikih untuk main bersama ke tongkrongan
yang biasa kami nongkrong dan saya pun triaktir fikih. sebagai ucapan
terimakasih atas tumpangan tadi pagi.

Setelah itu saya mengajak fikih pergi petualang bersama teman-teman yang lain
kamipun pergi berpetualang ke sungan. Dan talupa kamipun membawa
perbekalan seperti pancingan dan lain² kamipun berangkat ke sungan yang kami
tuju jam 08.00 dan sampai jam 08.35
Kamupun langsung bagi-bagi tugas ada yang memancing,ada yang cari
kayu,ada ayang cari bahan banhan.setelah kami mendapatkan semua bahan
kamipun langsung memasak ikan hasil tangkapan tadi dan kamipun berenang
dulu disungai sambil menunggu masakan kami masak. Setelah masakan kami
masak kamipun langsung menyantap makanan yang sudah jadi. Setelah kami
makan kami pun pulang dan sebelum pulang kamipun membereskan tempat
yang tadi.
Kampun pulang jam11.00 dan sampai kerumah jam 11.30 dan kamipung pulang
kerumah masing masing untuk istirahat.
NAMA: Muhamad aril fauzan rijki
NO ABSEN: 18

Jingga Tenggelam Di Matamu

Ada banyak cara dalam mencintai seseorang. Ada yang memilih untuk
menunjukkannya dan ada juga yang memilih untuk mencintai dalam diam.
Itulah yang kini dirasakan oleh Langit. Lelaki itu sudah lama memiliki perasaan
kepada teman sekelasnya. Tetapi tak pernah sekali pun Langit terlihat
berbincang berdua dengan Senjani. Langit lebih memilih diam, langit lebih suka
memandanginya dari jauh. Diam-diam langit sering kali memandangi indah
lekuk wajah Senjani. Indah mata Senjani tak mampu senja lawan. Terkadang
ketika sedang memandangi wajah Senjani, Senjani balik menatap Langit yang
membuat Langit langsung mengalihkan pandangannya.
Hampir setiap hari mata mereka saling bertemu namun anehnya tidak ada
satu kata pun yang terucap. Setiap hari Langit selalu berusaha terlihat tidak apa-
apa ketika melihat Senjani akrab berbincang dengan temannya, Langit selalu
berusaha tersenyum walau terkadang itu menyakiti hatinya. Namun yang
terpenting bagi Langit adalah kebahagiaan Senjani walau bukan Langit alasan
Senjani berbahagia. Langit tak tahu ingin sampai kapan akan menunggu Senjani
yang jelas Langit saat menyukai Senjani.
Pada jam istirahat sekolah Langit mendengar Senjani sudah punya pacar dari
temannya.
“Lo udah tau belom? si senjani udah punya pacar” ucap temannya.
“Kalo ngomong yang bener” ucap Langit yang seakan tak percaya.
Dan pada keesokan harinya ia melihat story instagram Senjani yang
menampilkan ia sedang bersama seseorang di sebuah Cafe. Seketika hati Langit
hancur berkeping-keping, ia tak pernah menyangka wajah semanis itu bisa
memberikan luka yang teramat perih. Berhari-hari Langit tidak bisa tidur
memikirkan Senjani yang kini sudah memiliki pacar.
Rasa sakit itu yang membuat Langit bertekad ingin melupakan perasaannya
kepada Senjani. Langit ingin mengikhlaskan Senjani yang yang kini sudah
bahagia bersama pacarnya.
“Pokoknya gw harus move on dari senjani” ujar Langit dengan penuh
kekecewaan.
Kini sedikit demi sedikit Langit mulai sudah biasa saja ketika melihat
Senjani. Kini langit sudah sadar akan arti cinta yang sesungguhnya. Cinta tak
perlu memiliki, karena ujung dari kasih sayang bukan kepemilikan, tapi
keikhlasan. Dan tepat pada hari kelulusan sekolah Langit memberanikan diri
untuk mengungkapkan semuanya. Mengungkapkan semua yang selama ini
Langit pendam untuk Senjani.
“Senjani, bisa kita ngobrol berdua? “ ucap langit dengan lembut.
“Eh iya, mau ngomong apa memangnya? “ jawab senjani dengan heran.
“Udah ikut aja” ucap langit sembari menarik tangan senjani.
Setelah mengungkapkan isi hatinya pada hari kelulusan itu Langit tak pernah
mencoba untuk menghubungi atau mencari tahu tentang kehidupan Senjani.
Langit akan selalu indah seindah jingga tenggelam dimatamu. Langit selalu
berdoa untuk kebahagiaan Senjani dimanapun dan bersama siapa pun. Pada
akhirnya Langit dan Senjani melanjutkan perjalanannya sendiri-sendiri, mereka
kembali pada garis takdirnya masing-masing.
Kini Langit sadar bahwa Senjani dipertemukan Tuhan untuk sekadar singgah
tidak untuk sungguh. Langit akan selalu mengenang Senjani sebagai seseorang
yang pernah membuat Langit merasakan perasaan yang selama ini tak pernah
Langit rasakan. Langit akan rindu dengan suara tawa senjani yang merdu dan
senyum manisnya yang membuat langit candu. Langit berterima kasih kepada
orang-orang yang selama ini telah menjadi saksi kisah langit dengan senjani.
Terutama untuk ibu yang selalu ada ketika langitnya sedang sedu.
NAMA: Muhamad fawaz al muyasar
NO ABSEN: 19

Tercebur Di Sungai

Saat aku memikirkan tema pada cerpen ini, aku mengingat kejadian tercebur di
sungai saat itu aku berumur 5 tahun.
Di pagi hari aku bangun tidur ibuku langsung menyuruh aku mandi, setelah
mandi tiba-tiba aku mendengar suara motor menyala, aku langsung keluar dan
melihat ibu akan pergi ke pasar, aku sangat ingin ikut hingga menangis, nenek
pun keluar melihat aku menangis, nenek mendekati aku dan membisiki ku.
"Sudah mending ikut nenek ke sawah melihat pemandangan sawah" Kata
nenek.

Di situ pun aku langsung tidak menangis karena saking senangnya aku bisa
ikut nenek ke sawah. Ibu pun pergi ke pasar sedangkan aku dan nenek pergi ke
sawah,
Saat di perjalanan nenek membeli nasi kuning untuk sarapan di sawah sambil
melihat pemandangan yang indah, perjalanan dari rumah ke sawah tidak begitu
jauh hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Aku dan nenek ku melewati sungai dengan pijakan terbuat dari kayu yang
lebar nya sangat kecil, dan itu sangat berbahaya.

Sesampai nya di sawah aku dan nenek ku sarapan, sambil melihat


pemandangan sawah yang indah di pagi hari, aku sangat senang saat di sawah
karena udaranya segar dan sejuk.

Setelah itu aku dan nenek ku berjalan pulang dan akan melewati sungai yang
berbahaya karena pijakan yang lebar nya sangat kecil dan kedalaman nya cukup
dalam.
Saat aku akan melewati sungai TIBA-TIBA aku terpleset dan tercebur ke
sungai, nenek ku sangat panik dan berteriak meminta pertolongan.
Di situ ada bapak bapak yang langsung loncat ke sungai dan menolong aku, di
situ aku tidak sadarkan diri karena terlalu banyak menelan air sungai,

Setelah itu aku sadarkan diri,ternyata aku berada di rumah ibu atin, yang rumah
nya dekat dari sungai.
di situ aku sudah di gantikan baju yang di pinjamkan dari baju anak nya ibu
atin, karena baju aku basah semua, nenek ku menangis dan memeluk ku.

Nenek ku berpamitan ke ibu atin setelah itu aku dan nenek ku langsung pulang
kerumah,
Sejak kejadian itu aku tidak ingin ke sawah lagi.
NAMA: Muhamad faiz aulia
NO ABSEN: 20

Gotong Royong Di Desa Pagundan

Pada hari minggu pukul 07.00 ada kegiatan gotong royong di desa pagundan,
daerah rumahku, semua masyarakat yang ada di kampungku sudah bersiap-siap
membawa alat kebersihan dan bersiap-siap di balai desa pagundan untuk
mendengarkan arahan dari kepala desa pagundan dalam rangka gotong royong.
Membersihkan daerah sekitar, hasil yang di dapat dari musyawarah bersama
yaitu membersihkan selokan yang dipenuhi sampah dan dedaunan, sampah yang
berserakan dimana-mana dan rumput-rumput liar yang telah meluas.
Masyarakat pun bergotong royong untuk membersihkan selokan atau saluran
air yang dipenuhi sampah dan dedaunan, jika tidak dibersihkan maka akan
berdampak negatif bagi masyarakat kampung, membersihkan sampah-sampah
yang berserakan, menyabut rumput liar dan ada juga yang kebagian bersih-
bersih jalanan, semua masyarakat begitu semangat untuk membersihkan
kampung yang kotor mulai dari anak-anak sampai dewasa, pada saat itu saya
dan ketiga teman saya mendapat bagian membersihkan selokan yang sangat
kotor, setelah sudah bersih semua, kami semua sangat senang dan bahagia
setelah melihat kampung yang kotor menjadi bersih dari sampah.
NAMA: Muhamad fiqri al zaelani
NO ABSEN: 21

Persahabatan

Dulu di SD - SMP Tahun 2014 - 2019, Ada 3 orang anak yg kemana aja selalu
bersama, 3
orang anak itu bernama Ilham, Ohi, Aku. Dulu kita Main bola
bersama,berangkat sekolah
bersama,pulang sekolah bersama, kemana pun selalu bersama, Jika salah satu
dari kita sakit
kita akan menjenguknya bersama - sama dan membawakanya makanan untuk
dia agar
segera sembuh.Dulu kita yakin setelah lulus SD kita akan pergi ke sekolah yang
sama, Waktu
pun terus berjalan sampai kita lulus SD, Setelah lulus SD kita pun bersepakat
akan ke SMPN 1
CIAWIGEBANG. Namun takdir berkata lain kita tidak satu sekolah,Ilham pergi
ke sekolah
SMPN 4 CIOMAS, Ohi pergi ke sekolah SMPN NURUL HUDA Dan Aku
pergi keSekolahSMPN 1
CIAWIGEBANG.Keasingan mulai Datang Semenjak kita beda sekolah,Yang
dulunya sering
berangkat bersama, pulang bersama, kemana - mana bersama, ngobrol bersama,
ketawa
bersama, Tapi semenjak kita masuk SMP semua itu hilang tiba - tiba. sekarang
mau ngobrol
pun susah, Mereka sudah mempunyai teman - teman
baru yang lebih seru daripada
aku.Sekian lama kita tidak bermain akhirnya kita dapat bermain bersama
kembali, Kita
membicarakan akan pergi kemana setelah Lulus SMP. Akhirnya kita
memutuskan Setelah kita
lulus SMPN kita akan pergi ke sekolah yang sama dan barsama kembali seperti
Dulu.
NAMA: Muhamad yuda pratama
NO ABSEN: 22

Persahabatan Yang Hancur Karna Cinta

Cinta itu memang kadang membuat orang lupa akan segalanya. Karena cinta
kita relakan apapun yang kita miliki. Bagi kaum wanita mencintai itu lebih baik
daripada dicintai. Jangan terlalu mengharapkan sesorang yang belum tentu
mencintai kita tapi terimalah orang yang sudah mencintai kita apa adanya.
Mencintai tapi tak dicintai itu seperti olahraga lama-lama supaya kurus tapi
hasilnya nggak kurus-kurus. Belajarlah mencintai diri sendiri sebelum anda
mencintai orang lain.

Aurel siswa kelas IX. Dulu aku selalu menolak dan mengabaikan orang yang
mencintai aku, tapi sekarang malah tebalik aku selalu diabaikan sama orang
yang aku cintai.

Aku suka sama teman sekelas aku dan plus dia itu teman dekat aku, udah
lumayan lamalah. Cowok itu namanya Gio anak rohis. Aku suka sama dia
berawal dari perkenalan terus berteman lama-lama dekat dan akhirnya aku jadi
jatuh cinta gini.

Oh iya aku punya temen namanya Kirania, dia temen aku dari SMP. Kirania
Aurel dan Gio itu berteman dekat sejak masuk SMA.

Suatu hari Aurel ngeliat Kirania sama Gio itu bercanda bareng dan mereka
akrab banget seperti orang pacaran. Jujur gue cemburu, tapi aku nyembunyiinn
itu dari Kirania.

Lama-lama capek juga mendam rasa suka kayak gini. Akhirnya aku mutusin
untuk cerita sama Kirania.

''Kiraaaaa aku mau ngomong sesuatu, tapi jangan bilang siapa-siapa''Kata Aurel

''Ngomong apa?'' Tanya Kirania

'' Jujur gue suka sama Gio udah lama, dan aku cemburu kalo lo dekat sama
Gio!'' Jawab Aurel

'' Lo suka sama Gio? Serius?'' Tanya Kirania


'' Iya, tapi lo jangan bilang ke Gionya'' gertak Aurel

'' Iyaiya maaf ya kalo aku udah buat lo cemburu'' Kata Kirania

'' Okee '' Sahut Aurel

Aure makin lama makin dekat dan Aurel susah untuk ngelupain Gio. Aurel
berfikir Gio nggak akan pernah jatuh cinta sama Aurel. Walau Aurel udah
ngerasa seperti itu tapi dia tetap berjuang. Tanpa disadari Kirania ternyata juga
suka sama Gio.

Aurel mengetahui kalo Kirania suka sama Gio. Nggak disengaja Aurel
membaca buku diary Kirania. Disitu tertulis curhatan Kirania tentang
perasaannya kepada Gio.

Setelah Aurel membaca buku diary Kirania, dia merasa kecewa karena temen
sendiri juga suka sama cowok yang sama. Tapi Aurel berfikir rasa suka itu
datangnya tiba-tiba jadi siapa pun berhak untuk suka sama Gio. Aurel tetap
terus berjuang mengambil hatiGio, walau harapanya kecil.

Di taman sekolah Aurel melihat Kirania dan Gio sedang berincang-bincang, tapi
ini beda mereka terlihat serius. Kirania penasaran dan akhirnya ia nguping
dibalik pohon.

'' Kiraaaa aku suka sama lo, lo mau nggak jadi pacar gue?'' Tanya Gio

Kirania kaget dia bingung harus jawab apa, tapi akhirnya Kirania menerima Gio
jadi pacarnya tanpa memikirkan perasaan Kirania sahabatnya sendiri.

'' Iya aku mau'' Jawab Kirania

Aurel yang mendengar jawaban Kirania dibalik pohon kaget, dia tak
menyangka sahabatnya akan tega. Tanpa berfikir Aurel keluar dari belakang
pohon.

'' Kiraa lo pacaran samaGio? Congrast ya lo udah bikin gue sakit hati'' Kata
Aurel

Kirania dan Gio kaget tiba-tiba Aurel muncul dari belakang pohon dan bilang
sperti itu.

'' Maafin gue Rell, tapi gue cinta sama Gio'' Kata Kirania

'' Yaudahlah '' Sahut Aurel


Aurel langsung pergi meninggalkan Kirania dan Gio. Perasaanya campur aduk
nggak karuan, dia masih bingung kenapa temannya tega melakukan hal itu.
Padahal Kirania tau kalo Aurel udah lama ngejar-ngejar Gio.
Persahabatan bisa hancur begitu saja karena cinta. Utamakan sahabat mu
daripada pacarmu karena orang yang bakal selalu ada disaat kamu senang dan
susah itu sahabat. Persahabatn yang dijalin cukup lama bisa hancur seketika
karena masalah cinta.
NAMA: Neng aah siti rubaiah
NO ABSEN: 23

Lomba Pidato

Sekarang aku kelas 4 SD,aku dipilih untuk mengikuti perlombaan FLS2N yang
selalu ada di setiap semester genap.Aku dipilih untuk mengikuti lomba pidato
Bahasa Indonesia oleh guruku.Aku sangat senang karena aku bisa menjadi
perwakilan dari sekolah ku,kemudian aku memberitahu kepada orang tua ku
bahwa aku menjadi perwakilan sekolah ku untuk mengikuti lomba pidato
Bahasa Indonesia.Orang tua ku sangat senang mendengar kabar itu,lalu mereka
menyuruhku agar aku berlatih dengan sungguh-sungguh supaya aku bisa
menjadi juara 1.
Aku pun berlatih setiap hari dengan guruku,aku selalu ketinggalan pelajaran
karena setiap aku sedang belajar aku selalu di panggil oleh guruku untuk
latihan.Aku berusaha untuk bisa hafal teks pidato itu karena jika nanti lomba
peserta tidak boleh melihat teks kata guruku.Setiap hari aku menghafal teks
pidato itu,terkadang aku menghafal teks pidato itu sampai ketiduran karena
setiap mau tidur aku menghafal dulu,lalu setelah bangun tidur aku
menghafalnya lagi yang telah dihafal kan semalam.
Hari perlombaan tiba,perasaan ku campur aduk karena aku takut jika aku tidak
menang.Aku berdoa dan menghafal terus teks pidato itu karena aku nomor urut
aku 23 jadi itu masih lumayan ada waktu untuk menghafal.Deg-degan sekali
aku sangat gugup karena ini pertama kalinya aku mengikuti lomba.
Kemudian sekarang giliran aku dipanggil untuk naik ke atas panggung.Perasaan
campur aduk ini semakin bertambah,tangan ku dingin-dingin,aku mengalami
demam panggung lalu guruku memberi semangat dan aku pun naik ke atas
panggung menampilkan yang terbaik yang selama ini aku berlatih.Lomba pun
selesai aku sudah tidak gugup lagi tetapi aku takut jika aku tidak
menang.Pengumuman pun tiba,aku di panggil sebagai juara 1 sekecamatan
Ciawigebang aku sangat bersyukur dan senang sekali.Aku berterimakasih
kepada guruku karena telah membantu ku dengan terus latihan-latihan dan juga
aku berterimakasih kepada orang tua ku yang selalu mendoakan untuk aku yang
terbaik.
NAMA: Rahma claudia putri
NO ABSEN: 24

Terjebak Hujan

Hari itu hari Rabu pagi-pagi kita memulai hari dengan latihan. Kita semua harus
berkumpul pada pukul 08.00. Aku berangkat dari rumah bersama Tiara,Vikri,
dan Adel. Tibanya kami disekolah,ternyata teman-teman yang lain sudah
kumpul.
Kita pun langsung bergegas untuk pemanasan. Setelah pemanasan kami
langsung mulai latihan, 30 menit telah selesai latihan, kita pun istirahat sejenak
untuk minum dan tak lupa sambil mendengarkan koreksian saat tadi sedang
latihan.
Singkat cerita pada pukul 16.30 langit menggelap bersamaan dengan suara
gemuruh. Saat itu kami memutuskan untuk pulang sebelum hujan turun. Aku
pulang bersama dengan Tiara, Vikri, dan Adel. Saat diperjalanan hendak
mencari angkutan umum kita berbincang ria dan tertawa dibawah langit yang
mendung. Saat hendak mencari angkutan umum ternyata tidak ada satu pun
angkutan umum disana. Sedangkan rintik-rintik hujan sudah mulai turun.
" Eh kita pulang kerumah jalan kaki saja bagaimana?" Ucap Adel.
Serempak kita semua sepakat meskipun rumah kita jauh. Namun sebelum
memulai perjalanan untuk pulang, kita berhenti untuk membeli bajigur dan
kacang rebus.
" Gimana kalo kita beli bajigur dan dulu sebelum hujan turun" Ucap Adel.
" Iya benar buat menghangatkan tubuh nih, udah mulai dingin " Ucap
Tiara.
Lalu kita membeli bajigur dan kacang rebus. Sesudah memebeli bajigur, yang
sebelumnya hanya setitik air kini berubah menjadi sebuah hujan yang besar.
Kita memutuskan untuk meneduh di sebuah toko sambil menikmati bajigur dan
kacang rebus tadi.
Sekitar 20 menit kita menunggu hingga hujan reda, namun hujan semakin
membesar disertai petir dan gemuruh. Kita hanya bisa menunggu hingga hujan
reda. Namun Adel sangat ingin pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul
17.25
" Ayo pulang,udah mau adzan nih takut kena marah" Ucap Adel
" Bener juga tapi gimana cara pulang kalo hujan gini? " Ucap Vikri
Pada saat itu kebetulan diantara kita ada yang membawa jas hujan. Dan Tiara
mempunyai sebuah ide agar bisa pulang.
" Gini saja, kita beli jas hujan di warung terdekat nanti aku yang beli,
kalian tunggu disini"
Ucap Tiara.
Setelah itu tiara segera membeli jas hujan dan kita bertiga menunggu sambil
berbincang-bincang. Beberapa menit kemudian,tiara pun datang dengan jas
hujannya.
" Nih jas hujannya cepat pakai, setelah itu kita pulang " Ucap Tiara.
Kita pun segera memakai jas hujan dan memulai perjalanan untuk pulang.
Hujan yang deras ini tidak membuat kita putus asa untuk pulang, kita berjalan
dengan canda tawa dan senang karena bisa hujan-hujanan bersama. Kita
mengobrol banyak hal, namun karena hujan kita harus berteriak.
" EH BESOK KALO PADA SAKIT TANGGUNG JAWAB SENDIRI
YA! " Ucap Vikri.
" TENANG SAJA AKU KUAT HAHAHA " Ucap Aku..
" BENERAN YA AWAS SAJA SAKIT " Ucap Tiara.
" TENANG KAN ADA DUKUN ADEL YANG BISA
MENYEMBUHKAN SEGALA PENYAKIT "
Ucap Aku.
" HAHH??! " Balas Adel.
" HAHAHAHA " Ucap serempak.
Kita berlari-lari dan tertawa-tawa, meskipun itu berbahaya tapi kita tetap
melakukannya. Tetapi kita juga berhati-hati agar tidak terjatuh ataupun terjadi
hal lain. Lalu kita sampai ke rumah masing-masing dan benar saja saat adzan
berkumandang kita baru sampai dirumah.
NAMA: Rahmawati
NO ABSEN: 25

Pelangi Setelah Hujan

Gemuruh ombak sayup-sayup terdengar memecah keheningan, membuat


suasana malam itu terasa semakin dingin. Metta yang pada saat itu masih
berusia 5 tahun tampak sedang berbaring sembari menatap remang-remang
cahaya yang menyusup melalui celah pintu kamarnya.
Tak lama kemudian, terdengar suara keributan dari ruang tamu. “Sekarang
kamu harus memilih, aku atau dia,” ujar bu Marta sambil menunjuk perempuan
itu. “Aku memilih dia,” ujar Pak Aan sambil menunjuk wanita tersebut.
“Baiklah, jika kamu memilih wanita ini maka aku akan pergi bersama anak-
anak,” ujar bu Marta lagi. Ia terdiam, dan hanya bisa mendengarkan
pembicaraan kedua orang tuanya. Ia tak mampu melakukan apa-apa pada saat
itu, mengingat usianya yang masih sangat kecil.
Pertengkaran kedua orang tuanya merupakan hal yang paling dia benci. Entah
mengapa mereka selalu bertengkar, ini bukan pertengkaran yang pertama. Ada
rasa kesedihan yang mendalam dalam hatinya. Ia tak bisa melakukan apapun
selain melihat segala yang terjadi dengan keluarganya dan menyimpan
kesedihan itu dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian, “Eta, ayo ikut mama. Kita pergi nak,” ujar bu Marta
sambil membangunkan Metta dari tempat tidur. Metta pun segera bangkit dan
menggandeng tangan ibunya.Sesampainya di pintu “Aku memilihmu saja, karna
anakku ada bersamamu”, ujar Pak Aan tiba-tiba. Bu Marta pun terdiam sesaat,
dan kemudian berkata “Baiklah, jika kau memilihku maka wanita ini harus
pergi dari sini”. Pertengkaran pun akhirnya mereda, malam pun kembali sunyi.
Metta pun kembali ke tempat tidur dan terlelap. Peristiwa ini bukan yang
pertama kali terjadi dalam keluarganya, beberapa waktu lalu hal seperti ini juga
pernah terjadi. Entah sejak kapan Pak Aan yang pada awalnya sangat mencintai
Bu Marta berpaling menghianatinya saat ini.
Pak Aan adalah seorang supir antar kota yang jarang pulang ke rumahnya.
Dalam pekerjaannya ia bertemu dengan banyak klien yang diantaranya adalah
wanita-wanita penggoda. Para wanita tersebut sering memberikan barang-
barang kepada Pak Aan. Pak Aan pun selalu berusaha menutupi kesalahannya,
dan anehnya bu Marta selalu berhasil mengungkapnya. Ketika Bu Marta
mencoba untuk mengungkapkan kesalahan suaminya itu, Pak Aan selalu
memukulnya dan melakukan hal-hal lain yang bagi Metta itu sangat
menyakitkan, sehingga membuatnya sempat trauma dan memutuskan untuk tak
ingin menikah.
Keesokan harinya, wanita itu berpamitan kepada ibuku dan bersiap-siap untuk
meninggalkan rumah kami. Ada perasaan lega dalam hatiku, dan aku berharap
wanita tersebut tidak akan kembali. Beberapa minggu setelah peristiwa itu, Bu
Marta dan Pak Aan memutuskan untuk pindah tempat tinggal. Metta merasa
cukup sedih, karena harus meninggalkan kampung halamannya dan saudara-
saudaranya. Kebersamaan yang selama ini mereka rasakan terpaksa terhenti
karena kepindahannya. Dengan berat hati dan berlinang air mata Metta
memasuki mobil yang berwarna biru tua itu. Ada kecemasan, kesedihan dan
kerinduan yang dalam akan kampung halamannya itu. “Sampai bertemu
kembali kampung halamanku”, bisiknya dalam hati.
Beberapa lama setelah kepindahan keluarga Pak Aan, tiba-tiba terdengar kabar
yang begitu memilukan. Tempat tinggal mereka dahulu terkena bencana alam.
Ombak menyapu habis seluruh rumah dan isinya, termasuk beberapa dari
saudara Pak Aan juga ikut menjadi korban bencana alam yang dahsyat itu.
Beberapa tahun setelah peristiwa itu, Metta pun menyadari bahwa kalau bukan
Tuhan yang berencana memindahkan mereka, maka mungkin mereka akan
menjadi salah satu korban peristiwa tersebut.
NAMA: Rea rizki rabbani
NO ABSEN: 26

Baik Luar Dalam

Di suatu hari yang cerah, terdapat dua orang gadis bernama Reva dan Yani yang
tengah mengerjakan tugas sekolah di rumahnya Reva,Mereka berdua
mengerjakan tugas sekolah dengan serius dan suasananya pun nampak hening.
Kemudian datanglah teman Reva yang bernama Ratna di depan rumahnya.
Namun Reva sendiri seolah tidak memperhatikan kehadiran Ratna tersebut.
Reva itu di depan rumah ada Ratna sedang nungguin kamu, buruan temui dia,
kasian sudah sejak tadi dia nungguin kita.” Ucap Yani yang tengah mengerjakan
tugas di rumah Reva.
Bi, bilangin ke Ratna yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi atau
bilang gak ada gitu ya.” Pinta Reva kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu
di rumahnya.
“Baik non, Bibi sampaikan.” Jawab si Bibi.
“Eh Reva, kenapa kamu seperti itu sama Ratna? Padahal kan dia pastinya sudah
datang jauh-jauh, kenapa kamu usir, gak enak kan. Kasian dia, dia juga anak
yang baik Rev.” Ucap Yani yang coba menasehati Reva.
“Kamu itu gak tau Ratna apa yan, dari luarnya memang dia orang yang baik,
ramah dan juga manis.
Tetapi masa kamu hanya mengukur sifat dan sikap seseorang hanya dengan
begitu saja, dia itu hanya manis di luar tapi dalamnya pahit tahu.” Jawab Reva
dengan sinis.
“Loh, pahit gimana maksudnya Rev?” Balas Yani yang masih bingung dengan
jawaban Reva.
“Tahu gak sih kamu Yani, Ratna itu sering banget membicarakan keburukan
orang lain.
Bahkan dia sering membicarakan keburukan teman sendiri di belakangnya.
Pokoknya banyak banget deh kalo harus jelasinnya.” Jawab Reva dengan
setengah sinis.
“Dia itu beda banget sama kamu Yan, kamu itu judes, ceplas ceplos kalo
ngomong sama aku, tetapi setidaknya kamu mempunyai hati yang tulus Yan,
bukannya sahabat yang baik di luarnya saja tapi dalamnya busuk.
Dalam menjalin pertemanan, aku tidak membutuhkan tampilan luar dari
seseorang Yan” Jelas Reva panjang lebar kepada Yani.
NAMA: Reva aulia
NO ABSEN: 27

Cowok Cuek Menjadi Bucin

Alea adalah seorang anak kelas 12 ipa,dia adalah gadis cantik,alea juga dikenal
sebagai anak yang baik hati.
Hari senin pun tiba,seperti biasa hari senin adalah jadwalnnya upacara dan hari
ini petugasnya kelas 11ips.Kelas 11ipsterkenal dengan cowoknya yang sangat
tampan,hampir rata-rata semua cowoknya tampan-tampan.Cewek-cewek mana
yang gak tertarik sama cowok-cowok kelas 11 ips,terkecuali Alea,Alea bukan
tipe cewek yang suka sama cowok ganteng tetapi dia lebih suka cowok
dingin.Alea gak tertarik sama sekali sama anak kelas 11 ips tetapi ada salah satu
cowok di kelas 12 ips dia bernama Devano,iyaa Devano si cowok cuek itu.
Alea pun menyukai Devano udah lama,tetapi alea tidak mengungkapkan
perasaannya itu kepada devano karena alea tau sikap devano terhadap cewek itu
sangat tidak perduli.
Alea sering sekali bercerita kepada temannya yaitu Renata.Alea sering sekali
bercerita bahwa dia ingin sekali mendapatkan hati devano si cowok cuek
itu.Renatapun sudah berkata kepada Alea
"Kenapa kamu gak ngungkapin perasaan kamu yang sebenarnya aja si ke
devano?" ucap renata
Alea pun menjawab
"Bagaimana aku bisa ngungkapin perasaan ini ke devano sedangkan aku punya
nomor wa nya pun ngak"
"Eh iya ya hehe,mangkanya berjuang dong katanya suka gimana si"jawab renata
Alea pun menjawab nya lagi dengan sedikit tegas
"Iya deh iya nanti aku tanyain ke anak kelas 12 ips nomor wa nya liat aja ya
re"ucap alea.
Alea pun menanyakan kepada temannya devano yaitu Angga.Alea meminta
nomor wa nya devano
"Eh angga,boleh minta nomor wa nya devano ngak?tapi kamu jangan bilang ke
siapa'lagi ya kalo aku minta nomor wa nya terutama devano"ucap alea
Angga pun menjawab
"Oh iya nanti aku kirim ya nomor wa nya,btw kenapa kamu minta nomor wa
nya si devano?kamu suka ya"
"E-ngak siapa yang suka sama cowok cuek itu mana ada"ucap alea.
Bel pulang pun tiba,Alea yang gak sabar ingin cepet'datang ke rumah karena ia
sudah tidak sabar lagi menunggu nomor wa nya devano dari si angga.
Sesampainya di rumah alea pun langsung membuka hp nya dan membuka notif
pesan dari si angga yang isinya itu nomor si devano.
Alea merasa bangga dengan usahanya,dia memberi tau kepada renata
"Liat nih re,gw udh punya nomor wa nya"ucap alea
"Wah,hebat ternyata kamu benar'memperjuangkan cowok cuek itu ya
hahaha"jawab renata
"Iya dong yang namanya cinta itu butuh perjuangan"ucap alea.
Alea tidak langsung mengirim pesan kepada devano tetapi alea bercerita kepada
angga bahwa alea suka sama devano tapi gak tau cara ngedapetin hatinya
devano.

Angga pun sudah menduga bahwa alea itu suka sama devano lalu angga berkata
kepada alea
"Kamu pasti bisa dapetin hati devano,kamu kan cantik devano juga pasti suka
sama kamu"ucap angga.
Hari rabu pun tiba ini adalah jadwalnya anak kelas 12 ips olahraga,seperti biasa
semua anak kelas 12 ips ke lapangan basket buat pemanasan.Kebetulan devano
sama temen-temennya ada di lapang basket,Renata yang melihat devano ada di
sana langsung memberi tau Alea.Alea merasa sangat semangat karena dia
mengetahui devano juga berada di lapang basket.
Bel istirahat pun berbunyi Alea dan Renata pergi ke kantin untuk membeli
minum.Sesampainya di kantin alea di dorong oleh orang yang gak kenal
sehingga alea menabrak devano,detak jantung alea pun berdetak sangat
kencang.Devano pun menatap alea,alea yang gak bisa nahan salting dia pun
langsung membuang muka.
Bel pulang pun tiba,seperti biasa alea langsung ke rumah sesampai nya di
rumah dia langsung membuma hp nya lalu alea mendapat kan notif wa dari
devano.Alea pun membukanya devano berkata"hai,sv ya no gw devano"
Alea pun tidak menyangka lalu dia menjawab"iya"
Singkat cerita
Setiap hari alea merasa di perhatikan oleh devano,alea pun merasa kebingungan
dengan sikap devano semenjak kejadian di kantin itu.
Singkat cerita
Tepat pada tanggal 7 oktober devano mulai mengungkapkan perasaan nya
kepada alea,devano mengirim pesan lagi kepada alea"hai alea,sebenernya gw
tuh suka sama lo udah lama,mau gak jadi pacar gw"ucap devano
Alea pun kaget lalu menjawab nya"Eh ini beneran?gw juga udh suka sama lo
sebenernya sii udah lumayan lama cuman gw gak mau ngungkapin perasaan ini
kareana gw tau sikap lo yang dingin itu"jawab alea
"Jadi kalo begitu kita pacaran saja"ucap devano
Renata pun menjawab "i-ini serius kan?kalo gitu gw mau deh"
Alea merasa senang sekali karena dia bisa menaklukan hati devano.
Akhirnya mereka berudua berpacaran sampai sekarang.Sifat devano yang di
kenal cuek itu berubah ketika bersama alea,devano berubah menjadi cowok
manja,perhatian,tapi terkadang masih ada sifat cuek nya.
Akhirnya mereka berdua hidup bahagia sampai sekarang.
NAMA: Ridho firmansyah
NO ABSEN: 28

Pengarang Kecil

Para pemenang mendapat hadiah dan membacakan karya masing-masing.


Pak Awang memberikan komentar dan pujian. Namun, Lala sudah tidak bisa
berkonsentrasi. Hatinya diliputi kekecewaan karena ia tidak menang.
Padahal karya kawan-kawannya itu sangat menarik. Nino menceritakan
bagaimana ia menjual stiker, Ayu bercerita tentang nenek tua yang kesepian di
Panti akhirnya, Ayu memutuskan untuk menjenguknya dua minggu sekali
walaupun nenek tua itu bukan nenek kandungnya. Arya menceritakan kejadian
saat dompetnya jatuh dan anak gelandangan mengembalikannya. Nabila
bercerita tentang kekayaan laut dan Rafly menunjukkan puisi yang ia buat.
Bel pulang ketika berbunyi dan anak-anak berhamburan pulang, Lala
menemui Pak Awang dan menanyakan mengapa karangannya tidak termasuk
dalam lima karya terbaik.
“Karanganmu bagus Lala, tapi bapak harus memilih lima karya. Topik yang
kamu angkat tentang ibu sakit sudah sering ditulis. Bukan tidak boleh, tapi
harus ada sesuatu yang lain tentang ibu sakit yang menarik hati pembaca. Bukan
hanya sekedar kamu merawat dan membelikan bunga,” demikian kata Pak
Awang.
“Apakah saya tidak berbakat mengarang, Pak? Sebenarnya saya ingin jadi
pengarang!” tanya Lala.
“Bakat hanya 10 persen, Lala. Yang 90 persen adalah usaha dan kerja
keras. Untuk menjadi pengarang perlu banyak membaca, mengamati, belajar
dari karya orang lain, belajar keterampilan, dan terus berlatih. Semua butuh
waktu, perlu proses. Teruslah berusaha, bapak yakin kamu akan berhasil,” Pak
Awang memberi semangat.
Lala pun terus belajar dari buku dan teman-temannya.
Pada acara sekolah selanjutnya Lala termasuk lima karya terbaik, Lala pun
senang karena usaha dan kerja kerasnya tidak sia sia Lala pun menceritakan
karyanya di depan orang banyak.
Setelah acara selesai Lala pun bertemu dengan Pak Awang dan Lala
mengucapkan terimakasih kasih kepada Pak Awang yang telah memberinya
solusi untuk bisa masuk ke lima karya terbaik, Pak Awang pun bangga kepada
Lala karna dengan belajar lagi dia bisa menang dalam perlombaan itu.
NAMA: Sindi meilani putri
NO ABSEN: 29

Pertemanan Yang Terbaik

Ada banyak orang yang berteman dengan cara sayang dan nyaman, itu lah yang
pernah saya rasakan. Dulu, saat aku masih SD kelas empat, aku terpaksa pindah
sekolah karena ada masalah keluarga dan di sekolah baruku itu adalah tempat
pertama kalinya aku bertemu dengan dia.
Di suatu hari kita di kasih tugas kelompok sama Buguru, tugasnya yaitu
membuat beberapa bentuk dari kertas origami dan aku sekelompok sama dia.
Saat pulang sekolah, aku sama dia pergi ke toko untuk membeli kertas origami
dan langsung pergi ke rumah dia.Setelah kita sampai di rumah dia, kita
langsung membagi tugas. Dia yang menggambar aku yang menempel, dan
memotongnya.
Beberapa saat kemudian dia berkata, " menurut kamu gimana sekolah kita itu?
Seru gak? Seneng gak kamu sekolah di sini?". Ucap dia, "hmm, sekolahnya
bagus orang-orangnya juga pada ramah-ramah, aku suka". Jawab aku,
"syukurlah kalo kamu seneng sekolah disini, aku harap kita bisa jadi teman".
Ucap dia sambil senyum, setelah itu kitapun jadi akrab satu sama lain. Suatu
sore, ibu pulang kerja sambil marah-marah, ibu pergi ke kamarku dan
mengemas baju-bajuku. "Ibu, kenapa mengemas baju-bajuku?". Ucap aku, "nak,
besok kita harus pergi dari sini, besok kita akan pergi ke rumah nenekmu".
Ucap ibu mulai meneteskan air mata, "tapi kenapa Bu, kenapa kita harus pergi,
aku suka tempat ini, aku suka sekolah ini". Jawabku mulai menangis, "maafin
ibu nak tapi kita harus pergi besok, kau juga bisa bermain bareng sepupumu
kan". Ujar ibu, "kenapa Bu, apa alasannya?". "....." Ibu tidak menjawab
pertanyaanku, ibu malah pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya.
Keesokan harinya, aku pergi ke sekolah bersama ibu. Ibu pergi ke ruang guru,
aku pergi ke kelas. Saat aku mulai masuk ke kelas aku tidak berkata satu
katapun, walau banyak teman-temanku yang bertanya kenapa padaku. Aku
hanya menjawabnya dengan senyuman.Saat jam pulang sekolah, Buguru masuk
ke kelas dan menjelaskan ke semua teman kelasku bahwa aku harus pindah
sekolah. Akupun segera berpamitan pada semua teman-temanku, saat aku
berpamitan pada dia, dia tiba-tiba meneteskan air mata dan berkata "Kenapa
kamu tidak bercerita padaku?". Ucap dia, "maaf, tapi ini juga sangat mendadak
bagiku". Setelah itu ibu membawaku ke mobil dan pergi kerumah nenek.
Gak kerasa Sudah dua tahun berlalu dari hari berpamitan sama dia, besok
adalah hari pertamaku sekolah di SMP. Setiap hari aku menghabiskan waktu di
rumah bersama sepupuku.
Keesokannya saat hari pertama sekolah di SMP, saat aku sedang beli jajanan di
kantin, aku sangat terkejut karena bertemu dengan seseorang yang pernah
kutemui saat SD yaitu "dia". Aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku
sama dia sekolah di sekolahan yang sama. Saat aku menyapanya, diapun
terkejut melihatku sampai dia tidak berkata satu katapun. Kita sama-sama tidak
menyangka bisa bertemu lagi setelah dua tahun berlalu.
Pada akhirnya aku sama dia bisa berteman lagi seperti dulu, aku harap kita bisa
jadi teman selamanya.
NAMA: Siti munawarotul sari
NO ABSEN: 30

Sahabat Fisabilillah

Ditahun2020, aku masuk ke sebuah lembaga pendidikan agama yaitu


pondok pesantren Nurul Huda. Oh ya, sebelumnya, perkenalkan namaku
asyifatu laula panggil saja aku asyifa. Aku anak ketiga dari pasangan bapak
Arozi dan ibu Siti. Kedua orang tuaku selalu mengajarkanku tentang sebuah
kehidupan. Ayahku sering mengisi pengajian-pengajian di majelis-majelis
terdekat yang ada di desaku. Maka dari itu ayahku menginginkan aku
meneruskan perjuangannya berdakwah dengan dimasukkannya aku ke tempat
ini. Untuk memahami ilmu agama lebih mendalam.
Tapi dibalik itu, aku tak pernah berpikiran akan banyak rasa kecewa dan
lelah yang akan aku rasakan setelah aku masuk pesantren. Rasa itu dimulai dari
sebuah PERSAHABATAN. Jujur, dulu aku seorang yang pendiam, tidak seperti
sekarang. aku sangat sulit untuk dekat dengan seseorang, pada akhirnya ketika
aku menemukan sosok teman yang sangat aku idamkan. Namanya
SALSABILA. Dia sosok teman yang sangat peduli, pandai dan rajin dalam
beribadah. Selama kami dekat dia tak pernah lupa selalu mengingatkan ku untuk
sholat dan wudlu sebelum tidur.
"eh woy, sholat dulu yu?" Ujarnya setiap malam.
Aku merasa tenang dekat dengannya, dengan kebiasaan dia mengisi waktu
luangnya dengan membaca Al-Quran. Sudah banyak kenangan yang kami
lewati, tapi saat menginjak ke kelas 8 ada yang berubah darinya. Setelah aku
teliti, sikapnya amatlah berbeda, ternyata dia berubah karena hasutan seseorang.
Dia percaya akan omongan-omongan orang bahwa aku dekat dengan nya hanya
karena dia anak orang kaya. Padahal aku tak pernah berkata seperti itu. Di
keheningan malam sebuah tinta hitam mengotori garis putih dan menuliskan
sebuah pesan.
"Hai teman, apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja, aku tak akan
banyak berkata sebaiknya kamu selidiki apa yang orang katakan. Jika memang
itu adalah sebuah kebenaran, maka aku rela diberi hukuman, namun, bila itu
sebuah kebohongan, aku harap kamu kembali pada sosok yang selalu
menantikan kehadiran dirimu".
Surat itu aku berikan padanya pada waktu sore hari.
Keesokan harinya, ketika aku membuka lemariku ada selembar kertas
dengan tinta biru menghiasi kertas tersebut.
"maafkan aku teman, aku meragukan kejujuranmu, jujur saja selama aku
jauh denganmu, di keheningan malam dengan pakaian serba putih menutupi
seluruh badanku aku angkat tangan kusembari berkata.
"ya Allah, Meskipun aku jauh dari kata sholehah, setidaknya dekatkan aku
dengan orang-orang yang bisa membawaku ke jalan Allah”.
Dan apakah kau tau, siapa orang yang aku masukan dalam doa itu. Itu
adalah kamu, Sahabatku Asyifa. Aku harap kamu mengerti apa alasanku
percaya terhadap omongan mereka, aku ingin mempunyai sahabat yang baik,
tak memandang dari segi apa pun. Dan hatiku yakin, bahwa itu adalah kamu.
Dan ketika aku mendengar gosip itu aku sangat kecewa padamu, apa kamu
masih mau bersahabat denganku?".
Isi pesan tersebut membuat hatiku luluh dan seketika itu tetesan air hujan
jatuh dari mataku.
Malamnya aku mencoba bermain ke kamarnya dan ketika itu dia sedang
duduk sendiri termenung menatapi gelas kosong yang ada di depannya.
"hei apa yang sedang kau lakukan teman?”. Kataku.
Langsung saja dia terkejut ketika melihatku, dan langsung memelukku
seraya berkata.
"maafkan aku, aku tak menyelidiki dan langsung berprasangka buruk
padamu".
Seketika itu kami menangis bersama dan menulis dalam sebuah buku
"PERSAHABATAN ITU INDAH APABILA ADA DALAM RIDHO
ALLAH, DEKAT LAH DENGAN ORANG-ORANG BAIK, JAUHKAN
DARI PRASANGKA BURUK TERHADAP SAHABATMU, INGAT
MEREKA YANG BENAR-BENAR SAHABATMU AKAN MENERIMAMU
APA ADANYA"
Setelah kejadian itu kami bersahabat dan bahagia hingga sekarang..
NAMA: Tuti alawiyah
NO ABSEN: 31

Imtihan Di Pondok

Namaku Alisya, tapi aku di panggil isya, katanya sih biar simpel. Aku salah satu
santriwati di salah satu pesantren yang berada di Jawa Barat. Empat bulan
dipesantren terasa empat tahun bagiku, empat bulan dipesantren membuat buku
diariku penuh dengan kata rindu keluarga.
“ISYA! Woy jangan bengong bae.”tegur perempuan berhijab biru.
Isya sedikit terkejut dengan kedatangan Dea, perempuan berhijab biru itu.
“Hah,apaan?.” Tanya alisya.Dea menggeleng kepala melihat temannya yang
selalu menggalaui keluarganya.Dea merangkul isya,“udah belajar buat
imtihan?” tanya dea “seminggu lagi lho.”
Isya menggeleng sambil meloloskan keluh “capek.”
“Belum juga belajar ,udah bilang capek aja.” Ucap perempuan berkacamata,dia
Aida teman Alisya juga.
“Ih selain alergi udang, isya juga alergi belajar.” Ujar Alisya seraya terkikik
kecil.
“Gila nih bocah” celetuk Dea sambil melepas rangkulannya.
TET.....TET.....TET.....
Suara bunyi bel berbunyi bunyinya merdu membuat ketiga orang itu
terkejut.Tapi setelahnya mereka saling tertawa karena melihat kondisi wajah
mereka.
“ayok ke musholah udah azan Maghrib.” Ajak Aida, si paling dewasa.
Walau alisya menunjukan ekspresi malasnya tapi ia tetap berjalan ke kamarnya
untuk memakai mukenanya.
Azan berkumandang merdu di masjid Nurul iman, masjid yang ada di
pesantren. Semua santri berdatangan ke dalam masjid.Terdapat hijab putih yang
menghalangi santriwan dan santriwati.
Setelah menyelesaikan ibadah, dilanjut dengan mengaji. Karena Alisya adalah
murid baru maka dia berada di kelas satu, begitu juga Dea dan Aida.
Ustadzah ana menerangkan pelajaran yang membuat otak alisya muter-muter ,
kalau kata santri ,pelajaran ini adalah matematikanya santri.
“duh, pusing..” keluh Alisya pelan. Dea yang di samping alisya ikut menoleh.
“minum paramex” celetuk dea. Alisya mengeliat ke arah dea dengan ekor
matanya .“gaje” jawab alisya

Jam berjalan tanpa henti hingga sehari sebelum imtihan di mulai.....


Kini alisya dan teman-teman berada di aula kamar mereka untuk belajar
bersama
tapi tidak dengan alisya dia malah sibuk mencari posisi yang nyaman untuk
tidur
apa lagi siang-siang gini membuat kantuk Alisya memuncak apa lagi saat
berhadapan
dengan buku yg harus di pelajari untuk imtihan.
“ isya sekarang aja santai-santai nanti pas imtihan pasti grisak grisuk”.ucap dea
“apaan sih isya tuh dah pinter .” Ucap Alisya tidak terima
“Iya in aja deh”
Semua santri sibuk mempersiapkan diri untuk imtihan hingga imtihan pertama
di mulai dengan mata pelajaran Al-Qur’an,soal yg keluar tidak terlalu sulit
hingga pelajaran kedua pelajaran tauhid.
Dilanjut keesokan harinya subuh – subuh sudah di sajikan pelajaran Nahwu.lalu
setelah ashar pelajaran akhlak.
Imtihan berjalan hingga tiga hari kedepan ,hingga hari terakhir imtihan,
pelajaran terakhir,pelajaran fiqih .
Dari pelajaran pertama sampai pelajaran terakhir ini ,Alisya memang tidak
pusing dengan pelajaran Imtihannya,karena alisya selalu memakai jurus
ninjanya, pasrah .
Alisya menggaruk kepalanya karena pusing dengan soal yg ada di depannya
‘tuliskan lafadz takbir hari raya dengan lengkap’
“gila, nih soal nyebelin banget “ keluh alisya.
Dua puluh menit berlangsung hingga waktupun abis kemudian teman teman
langsung mengumpulkan lembar jawabannya ,begitu pun dengan alisya.
Setelah mengumpulkan lembar jawaban semua berkumpul ,saling menannyakan
jawaban masing-masing.
Lima belas hari setelah imtihan membuat jantung para santri kbali berdetak
cepat ,karena hari ini adalah hari pembagian lapor dan hari liburan dimulai ,
setelah pembagian rapot selesai para santri akan di jemput orang tua masing-
masing.
Sekarang para kelas satu berkumpul di aula untuk mendengarkan hasil rapot
mereka.
“duh,takut rangkingnya jelek ih” ujar Dea
“apaan sih dea, kalian tuh rajin belajarnya, mana mungkin nilainya jelek” ucap
alisya
“iya juga ya aku sama aida kan rajin gk kaya kamu” canda Dea yang langsung
mendapat puluran kecil dari alisya.
Ustadzah ana datang sambil membawa beberapa rapot.
“karena orang tua kalian sudah mulai berdatangan,langsung saja kita mulai
pembagian raportnya ya”
Setelah itu ustadzah ana mulai membacakan rengking satu sampai sepuluh .Dea
dapat rengking 4 dan Aida mendapat rengking 2 sedangkan alisya mendapat
rangking 32.
Setelah selesai para santri di perbolehkan bertemu dengan orang tua mereka
sekalian pulang ke rumah masing masing.
NAMA: Wahyu hidayat
NO ABSEN: 32

Berbagi Kisah Dengan Sahabat

Namaku Riko, seorang siswa SMP kelas IX asal Bogor. Aku memiliki sahabat
bernama Andre, yang merupakan teman setia dan sekelas sejak di bangku
sekolah dasar.

Hari ini adalah hari Sabtu, di mana mata pelajaran hanya tiga mapel. Pada
mapel terakhir, yakni Bahasa Inggris. Semua berjalan seperti biasa. Hari telah
menunjukkan pukul 13.20, tandanya sebentar lagi akan pulang.

Tiba-tiba pintu kelas diketok oleh seseorang. Ketika Bu Guru membukanya,


ternyata yang datang adalah Pak Imron, pamannya Andre, adek kandung dari
ibunya.

"Tok..tok..tok.." suara ketukan pintu berbunyi.

"Iya, silakan masuk..." sambut Bu Guru.

"Permisi bu, saya izin menjemput Andre untuk membawanya pulang..." ucap
Pak Imron.

"Ada persoalan apa ya Pak…?" Tanya Bu guru.

"Begini bu, keluarga Andre baru saja mengalami musibah, rumahnya kebakaran
dan semuanya habis dimakan api. Untungnya tidak ada korban jiwa sedikit
pun..." sambung Pak Imron.

Tiba-tiba seisi kelas panik bercampur sedih, dan aku melihat wajah Andre
tampak kesedihan yang begitu mendalam. Kemudian Bu Guru mengizinkan
Andre untuk pulang.

Ketika bel pulang berbunyi, aku mengimbau seluruh teman sekelas untuk
jangan pulang dulu. Aku mengajak mereka semua untuk melakukan
penggalangan dana kepada seluruh lapisan guru dan siswa/i di sekolah mulai
besok.
Sepulang dari sekolah besok, aku juga mengajak mereka untuk melakukan
penggalangan di tepi jalan raya. Tanpa pikir panjang, semua teman sekelas
setuju.

Setelah penggalangan di sekolah dan tepi jalan raya selesai. Aku dan teman-
teman sangat bersyukur karena dana yang terkumpul cukup banyak, yakni 16
juta rupiah. Aku dan teman-teman langsung menuju kediaman Andre dan
keluarganya.

Sesampainya di sana, aku melihat kesedihan Andre dan keluarganya begitu


mengiris hati, mengingat semua isi rumah habis dilalap api.

Assalamualaikum Bu, Pak, Ndre, aku dan teman-teman mengucapkan bela


sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang kalian hadapi. Ini, ada
sedikit bantuan dari teman-teman dan saudara, semoga bisa meringankan beban
kamu dan keluarga ya, Ndre..." ucapku.

Andre tampak sedikit senang dan kemudian langsung memeluk kami semua,
seraya berkata…

"Terima kasih banyak teman-teman atas bantuannya. Terima kasih juga atas
kehadiran dan ucapan belasungkawanya. Semoga Allah Swt. membalas semua
kebaikan kalian dan para penyumbang..." tuntas Andre.

Kami pun berkumpul dan mencoba menghibur Andre dan keluarganya hingga
menjelang sore.
NAMA: Zahratunnisa
NO ABSEN: 33

Pesan Terakhir

Tania gadis berumur 16 tahun yang mengidap penyakit kanker otak.ia telah
menjalani berbagai perawatan mulai dari pengangkatan
tumor,kemoterapi,radioterapi sampai fisioterapi. Tapi semua usaha sia-sia.
Dokter yang merawatnya selama masa pengobatan mengatakan sisa hidup Tania
tidak lama lagi. Ia mungkin bisa bertahan beberapa hari lagi tapi tidak sampai
seminggu. Waktu itu dokter berbicara persis didepan ranjang tania. Meskipun
dokter dan orang tuanya berbicara sambil berbisik, Tania tetap mendengar
perkataan mereka. Ibu Tania hanya bisa menangis mendengar perkataan dokter.
Tania hanya bisa menutup wajahnya agar orang tuanya tidak mengetahui bahwa
ia mendengar perkataan mereka.
Hari ke-3 setelah perkataan dokter,Tania meminta kepada orang tuanya
untuk memperbolehkan sahabatnya menjenguk Tania. Ibunya langsung
menelpon orang tua sahabatnya. Saat mereka bertemu,mereka bercerita
beberapa hal. Tania telah bersahabat dengan mereka mulai ia duduk di sekolah
dasar(SD).Mereka sudah pernah saling nginap. Mereka memiliki hubungan
yang sangat erat. "jangan berpisah sekalipun ada masalah ya.aku mau
persahabatan ini bertahan sampai hari yang tidak ditentukan ,oke?" kata
Tania."ya gak akan lah,kita kan sahabat selamanya" jawab salah satu
sahabatnya.mereka pun lanjut berbincang sampai hari mulai sore.Ibu Tania
tidak tahan melihat kedekatan Tania dengan sahabtnya.ia ingin anaknya bisa
terus bersahabat sampai tua.
Hari ke-4 setelah perkataan dokter.Tania meminta kepada orang tuanya agar
kakak dan adiknya bisa makan bersama di rumah sakit.mereka sekeluarga
makan bersama untuk membahagiakan Tania.Kakak dan adiknya hanya tau
bahwa Tania mengidap kanker otak.Mereka bercerita canda tawa
bersama.Bahkan mereka sempat memainkan game bersama."kakak jaga adek
yang baik ya,jangan dimarahin.adek juga harus patuh kalau dikasih tau
kakaknya ya" kata Tania sambil tersenyum."oke,kakak jangan lupa istirahat
yaa" jawab adiknya."oke,aku pulang dulu ya" jawab kakaknya.mereka pulang
dengan mobil yang dibawa ayahnya. Tania istirahat bersama ibunya.
Hari ke-5 setelah perkataan dokter. Tania hanya ingin bersama dengan orang
tuanya. Tania mengatakan banyak hal yang mulai tidak jelas.Jelas-jelas pagi itu
sangat terang tapi Tania mengatakan itu sudah malam.Ia terus menyuruh orang
tuanya untuk segera tidur beristirahat karena sudah malam,padahal matahari
bersinar sangat terang.ibunya terus menangis sambil mengupas apel karena
mendengar perkataan anaknya."mah,kenapa mama nangis terus?aku kan jadi
ikut sedih.mama harus kuat.hidup itu cuman sekali.sekalipun ada masalah pasti
ada jalan keluarnya kan.mama sendiri yang bilang kita tidak boleh pasrah saat
ada masalah,kita harus terus berjuang untuk menyelesaikannya.mama aku ingin
melihat mama tersenyum.mama jangan marahin kakak sama adek lagi
ya.mereka hanya ingin bermain.jangan terlalu memaksakan mereka
belajar.karena kalau kebanyakan belajar akan membuat otak stress saja,oke ma?
mama gak boleh lupa itu" kata Tania sambil tersenyum tipis.
Tania menarik tangan ayahnya yang berdiri tepat disamping ranjangnya."
lah,boleh kah papa berjanji untuk mengajak adek ke taman bermain seperti dulu
lagi? adek selalu menangis tiap malam karena memikirkan taman bermain
itu.Papa juga tidak boleh memarahi kakak berlebihan.kakak juga ingin seperti
orang lain yang bebas untuk berjalan bersama temannya.papa cukup
menasehatinya,papa gak boleh memukul kakak" kata Tania. "Papa akan
berjanji.pokoknya kamu harus sembuh dulu.papa akan selalu ingat kata-kata
itu" jawab papa nya sambil memegang erat tangan Tania sambil meneteskan air
mata.kmar itu menjadi sunyi beberapa saat.
Saat Tania dan orang tuanya saling bercerita,tiba-tiba saja Tania mengalami
sesak napas.Detak jantung nya sudah tidak normal
lagi."Dokter....Dokter....cepat kemari" teriak ayah Tania sambil meneteskan air
mata karena tidak tahan melihat keadaan anaknya.Dokter langsung berlari
mendatangi kamar tersebut.Tak lama dokter memeriksaan tania,tiba-tiba saja
detak jantung Tania berhenti.Semua orang sudah mulai panik.Semua orang
berusaha mengembalikan detak jantung Tania dengan berbagai cara.Tetapi
semuanya percuma.Dokter pun mengatakan "tepat pada pukul 02.30 hari Rabu
tanggal 13 Juni 2022.Saya mengatakan bahwa Tania telah menghembuskan
nafas terakhirnya" kamar itu langsung dipenuhi oleh tangisan kedua orang
tuanya dan juga para perawat yang selam ini telah merawat Tania.Ayahnya
langsung menelpon orang rumah untuk mempersiapkan acara
pemakaman.keluarganya langsung menyebar berita sampai kepda sahabatnya.
Sepanjang jalan menuju rumah,kedua orang tuanya menangis melihat peti
jenazah anaknya.Peti jenazah didapatkan dari pihak rumh sakit.semua orang
membantu mereka karena semua orang tau bahwa Tania sangat baik pada
semua orang.ibunya tidak berhenti menangis.Sesampainya dirumah,semua
orang mulai menangisi kedatangan tania yang telah dimasukkan kedalam
peti.Para sahabatnya tak kuasa menahan tangis.semua orang yang hadir
menangis karena tak kuat melihat Tania.
Acara penguburan dilakukan setelah 3 hari setelah tania dinyatakan
menghembuskan nafasnya.Semua orang tak menyangka tania akan pergi
secepat itu.sosok Tania yang selalu menghibur dan ceria didepan orang harus
meninggalkan mereka karena penyakit mematikan itu."semua ini adalah jalan
kehidupan tania.kini Tania sudah pergi dari sisi kita dan menuju ke tempat
tertinggi.kita hanya bisa berdoa agar ia bisa tenang di alam sana.Tuhan pasti
memberikan kemudahan bagi Tania untuk masuk ke dalam kerajaan surga" kata
pemimpin ibadah penguburan Tania.setelah selesai acara semua orang perlahan-
lahan pulang.Tersisa ibu,ayah,adik,kakak,dan para sahabatnya.Sahabatnya
duduk disamping kuburnya."tania semoga kamu bisa bahagia disana ya"kata
sahabat Tania."Tania jaga kami dari atas sana ya.ingatkan kami disaat kami
berjalan dijalan yang salah.bahagia disana kawan" kata sahabat Tania yang
lain.Para sahabatny memutuskan untuk langsung pulang karena hri mulai gelap.
"Nak,jaga keluarg kita ya.ppa janji akan menjaga keluarga kita dengan baik
seperti yang kamu katakan.Tenang kamu disana ya"kata ayah Tania."Dek,kakak
janji akan melakukan semua yang kamu katakan kepada kakak.bahagia diatas
sana ya" kata kakakny."kak,adek janji akan belajar supaya bisa menjadi dokter
dan merawat keluarga kita.kakak tenang disana ya,ini boneka adek akan selalu
menemani kakak" kata adik Tania sambil meletakkan boneka teddy
bear."Dek,jaga kita semua ya,mama janji akan tersenyum dan akan melakukan
apa yang adek katakan pada mama.bahagia dan tenang kamu disana ya"kata ibu
Tania sambil menangis.Setelah itu mereka langsung pulang.Hari itu sangat
menyedihkan.Semua orang harus kehilangan sosok paling ceria di sekitar
mereka. Sosok paling kuat dan selalu membuat mereka tersenyum.
"Semua kehidupan pasti ada tujuan akhir,mereka telah diutus untuk
kita,agar membuat kita bahagia.Saat tugasnya telah selesai,ia akan dibawa
kembali kepada sang penciptanya dan diberikan hadiah terbaik atas semua
hal yang telah mereka lakukan."

Anda mungkin juga menyukai