Anda di halaman 1dari 5

KOMUNIKASI EFEKTIF

No Dokumen No. Revisi Halaman


01 1/5
RS Tk. II 02.05.01
dr. AK GANI SPO/744/MIRM/III/2019

Ditetapkan
Tanggal Terbit Kepala Rumah Sakit Tk. II 02.05.01
11 Maret 2019 dr.AK Gani

SPO

dr. Ponco Darmono, Sp.B


Kolonel CKM NRP. 11930098570570
Komunikasi efektif adalah suatu usaha atau kegiatan untuk
PENGERTIAN menyampaikan dan menerima berita lisan atau tertulis dalam rangka
pelayanan pasien.
1. Menjamin penyampaian dan penerimaan berita lisan atau tertulis
dengan tepat dan cepat.
2. Menunjang pelaksanaan administrasi pasien dengan benar.
TUJUAN 3. Memastikan pasien sudah mendapatkan terapi/perawatan yang
benar.
4. Menghindari kesalahan medis yang dapat berakibat kejadian
yang tidak diharapkan pada pasien (pasien safety).
Keputusan Kepala Rumah Sakit Tk. II dr. AK Gani Palembang No.
KEBIJAKAN Kep/190/III/2019 Tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rekam
Medis.
1. Komunikasi dalam rangka pelayanan pasien harus dilaksanakan
dengan efektif baik secara langsung, maupun via alat bantu
penghubung : surat konsul, telepon, faximile, pesan singkat
(SMS).
2. Komunikasi efektif dilaksanakan oleh semua petugas dan
karyawan rumah sakit dalam rangka pelayanan pasien, yaitu
antara:
a. Dokter Umum (DU) dan Dokter Spesialis (Dr. Spes)
b. Dokter Spesialis dan Dokter Spesialis
PROSEDUR c. Dokter dan perawat
d. Antar perawat
e. Petugas/ karyawan rumah sakit dengan pasien
3. Petugas / karyawan rumah sakit dengan keluarga pasien
Komunikasi efektif dalam pelayanan pasien :
a. Diwajibkan untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir
pasien untuk mengawali komunikasi diagnosis atau terapi
yang diberikan.
b. Dokter diwajibkan untuk menyebutkan dan menuliskan
KOMUNIKASI EFEKTIF

No Dokumen No. Revisi Halaman


RS Tk. II 02.05.01
SPO/744/MIRM/III/2019 01 2/5
dr. AK GANI

Nama obat beserta kemasan dengan jelas disertai dosis


pemberian dalam mg (milligram nya dan bukan kemasan)
4. Komunikasi antara Dokter Umum (DU) dan Dokter Spesialis (Dr
Spes) :
a. DU melaporkan diagnosis kerja kepada Dr Spes pada saat
jamjaga (luar dinas) ataupun saat jam dinas di UGD dan
poliklinik rawat jalan.
b. Pada saat melaporkan, DU menguasai data-data pasiennya.
c. Dr Spesmemberikan jawaban konsultasi dengan jelas berupa
terapi awal dan rencana tindak lanjut.
d. DU mengulangi semua perintah (read back) dari Dr Spes
baikpemberian obat, pemeriksaan penunjang maupun
tindakan yangakan dikerjakan.
e. Dr Spes memperhatikan dengan seksama read back dari
DU,dan segera melakukan koreksi bila terjadi kesalahan.
5. DU menuliskan/mencatat instruksi Dr Spes dicatatan medik.
Komunikasi antara Dokter Spesialis (Dr Spes) dan Dokter
Spesialis (Dr Spes) :
a. Dr Spes penerima konsultasi pertama dari DU disebut
sebagai penanggung jawab pelayanan (DPJP) Utama.
PROSEDUR b. Bila menemukan kelainan dibidang lain disamping masalah
dibidang DPJP Utama, DPJP Utama diwajibkan berkonsultasi
dengan Dr Spes terkait baik dengan lisan dan membuat
surat konsultasi setelah mendapatkan persetujuan dari
pasien/keluarganya.
c. Dalam keadaan livesaving, tindakan/konsultasi dapat segera
dilaksanakan dan kemudian memberikan penjelasan kepada
keluarga pasien.
d. Bila menemukan kelainan utama di bidang lain dan tidak ada
indikasi di bidang DPJP Utama, DPJP Utama diwajibkan
berkonsultasi untuk alih rawat dengan Dr Spes terkait baik
dengan lisan dan membuat surat konsultasi setelah
mendapatkan persetujuan dari pasien/ keluarganya.
e. Dr. Spes terkait memberikan saran dan jawaban konsultasi
dengan jelas, secara lisan dan tertulis , dapat berupa :
1) Nasehat terapi dan rencana tindak lanjut, sehingga
bertindak sebagai konsultan.
2) Nasehat terapi, rencana tindak lanjut, dan follow up nya
sehingga bertindak sebagai DPJP pendamping dalam
rangka rawat bersama.
KOMUNIKASI EFEKTIF
No Dokumen No. Revisi Halaman
SPO/744/MIRM/III/2019 01 3/5
RS Tk. II 02.05.01
dr. AK. GANI
3) Nasehat terapi, rencana tindak lanjut, dan pertimbangan
alih rawat sehingga bertindak sebagai DPJP Utama.
f. Dr.Spes sebagai DPJP Utama wajib mengadakan
komunikasi dengan semua DPJP Pendamping termasuk
Dr. Spes Penunjang diagnostik, dengan cara :
1) Tertulis di catatan medik
2) Secara berkala, menyediakan waktu / mengundang tatap
muka untuk melakukan diskusi mengenai kemajuan
perawatan pasien.
6. Komunikasi antara Dokter dan Perawat:
a. Perawat bertugas menjadi penanggung jawab asuhan
keperawatan pasien sesuai dengan mekanisme yang
berlaku.
b. Segera melaporkan keluhan, gejala dan tanda kepada
dokter ruangan / dokter jaga / dokter spesialis baik secara
langsung maupun dengan sarana alat komunikasi yang
tersedia.
c. Menjamin berkomunikasi lancar dengan dokter pada saat
visite dengan menguasai data pasien (identitas, diagnosis,
kondisiumum saat ini dan rencana tindak lanjut).
PROSEDUR d. Menjamin berkomunikasi lancar dengan dokter pada saat
mendampingi pemeriksaan canggih, dengan menguasai
data pasien (identitas, diagnosis, kondisi umum saat ini dan
rencana tindak lanjut).
e. Mencatat dan mengulang kembali semua instruksi dokter
serta di dokumentasikan di catatan keperawatan.
7. Komunikasi antar perawat/ antar petugas rumah sakit :
a. Sebelum melaksanakan perpindahan pasien, perawat IGD /
poliklinik menghubungi perawat ruangan yang dituju baik
secara langsung atau menggunakan sarana komunikasi
yang tersedia.
b. Pasien siap dievakuasi ke ruang rawat inap sesuai dengan
SOP evakuasi perpindahan pasien.
c. Perawat IGD / poliklinik menyampaikan keadaan pasien
(identitas, diagnosis, kondisi umum saat ini dan rencana
tindak lanjut) kepada perawat di ruangan yang dituju untuk
persiapan yang tepat dan cepat.
d. Perpindahan pasien dilakukan setelah mendapat konfirmasi
dari perawat ruangan yang dituju.
e. Pada saat serah terima pasien, sampaikan secara lisan dan
tertulis dengan memeriksa kelengkapan administrasi dan
data pasien.
KOMUNIKASI EFEKTIF
No Dokumen No. Revisi Halaman
SPO/744/MIRM/III/2019 01 4/5

RS Tk. II 02.05.01
dr. AK. GANI
f. Pada saat serah terima sampel pemeriksaan atau hasil
pemeriksaan sampaikan secara lisan dan tertulis (agenda /
ekspedisi) dengan memastikan identitas secara benar.
g. Pada kesempatan pertama, melaporkan kepada petugas
kontrol, Pawas, Kepala Rumkit, Waka Rumkit bila
menyangkut pasien V-VIP atau bila memerlukan keputusan
pimpinan dalam mendukung pelayanan pasien.
8. Komunikasi antara pemilik dengan manajemen Rumah Sakit.
Manajemen RS melaporkan tentang :
a. Data pasien rawat inap
b. Data Pasien Rawat Jalan
c. Data Kebidanan dan Perinatologi
d. Data Kegiatan Pembedahan
e. Data Pelayanan Rehab Medik
f. Data Tindakkan Penyakit Gigi dan Mulut
g. Data Macam Penyakit Gigi dan Mulut
h. Data Keadaan Morbiditas Rawat Inap
i. Data Keadaan Morbiditas Rawat Jalan
j. Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Inap Survailens
Terpadu
k. Data Keadaan Morbiditas Pasien Rawat Jalan Survailens
PROSEDUR
Terpadu
l. Data Status Imunisasi
m. Data Laporan Infeksi Nosokomial
n. Laporan Parameter dan Kinerja
o. Laporan Pencapaian KB paska Persalinan dan Paska
Keguguran
p. Daftar Perincian Aseptor lama dan Baru serta Pasangan
Usia Masa Subur (PUS)
q. Laporan Kematian
r. Laporan Penyebab Kematian
s. Laporan 10 besar Penyakit Rawat Jalan dan Rawat Inap
t. Laporan Pasien berdasarkan Kepangkatan
u. Laporan Rujukkan Rawat Inap dan Rawat Jalan
v. Laporan Tindakkan Medis
w. Laporan Pasien TB
9. Komunikasi antara petugas rumah sakit dengan
pasien/keluarga pasien :
a. Lakukan komunikasi secara sopan, selalu senyum dan
menghargai pasien.
b. Mampu mengatasi tindakan sementara setiap kejadian
yangtidak diharapkan sesuai kewenangan.
c. Memberi pelayanan kepada pasien/keluarganya
seseuaidengan tataran kewenangannya.
KOMUNIKASI EFEKTIF

NO DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RS Tk. II 02.05.01 dr. SPO/744/MIRM/III/2019 01 5/5
AK GANI

d. Petugas rumah sakit memahami prosedur pelayanan


pasien.
PROSEDUR e. Jika pasien / keluarga tidak bisa berbahasa indonesia, maka
Rumah sakit menyediakan tim penerjemah sebagai alternatif
terakhir dan ini juga berlaku pada pasien anak-anak.

UNIT TERKAIT Semua Unit Kerja

Anda mungkin juga menyukai