Anda di halaman 1dari 48

1.

Tes Formatif KB 1
1. Pungutan yang dikenakan atas barang-barang tertentu yang sudah ditetapkan
untuk masing-masing jenis barang tertentu adalah ... .
A. Retribusi
B. Iuran
C. Cukai
D. Bea masuk
E. Pajak
2. Contoh dari pajak langsung adalah … .
A. PPh
B. PPN
C. PPnBM
D. Pajak hotel
E. PBB
3. Berikut yang termasuk Pajak Daerah Tingkat I (Propinsi) adalah … .
A. Pajak Reklame
B. Pajak Hotel
C. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
D. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C
E. Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
4. Tarif proporsional (sebanding) di Indonesia diterapkan pada … .
A. PPh Pasal 21
B. PPnBM
C. BPHTB
D. PPN
E. Bea meterai
5. Berikut ini adalah berakhirnya utang pajak, kecuali … .
A. Kompensasi
B. Pembagian
C. Wajib Pajak meninggal dunia
D. Kedaluwarsa
E. Pelunasan
6. Yang termasuk pajak yang berdasarkan pada objeknya tanpa memperhatikan
keadaan diri Wajib Pajak adalah … .
A. PPN
B. PPh Pasal 21
C. PBB
D. BPHTB
E. Bea meterai
7. Utang pajak timbul karena dikeluarkannya surat ketetapan pajak oleh fiskus
merupakan ... .
A. Ajaran materiil
B. Ajaran campuran
C. Ajaran ekonomi
D. Ajaran formil
E. Ajaran anggapan
8. Tarif berupa persentase tertentu yang sesemakin meningkat dengan
meningkatnya dasar pengenaan pajak dan kenaikan persentase tersebut juga
semakin meningkat disebut ... .
A. Tarif progresif – proporsional
B. Tarif Progresif – degresif
C. Tarif proporsional
D. Tarif tetap
E. Tarif progresif – progresif
9. Asas domisili diterapkan dalam ... .
A. UU Bea meterai
B. UU Pajak Penghasilan khususnya Wajib Pajak Dalam Negeri
C. UU Pajak Penghasilan khususnya Wajib Pajak Luar Negeri
D. UU Pajak Bumi dan Bangunan
E. UU Pajak Pertambahan Nilai
10. SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi tidak disampaikan dalam jangka
waktu yang telah ditetapkan maka akan dikenakan denda denda sebesar ….
A. Rp100.000
B. Rp200.000
C. Rp500.000
D. Rp700.000
E. Rp1.000.000
1. Tes Formatif KB 2
1. Pada bulan Juli 2021, PT. Abadi melakukan pembayaran atas imbalan
jasa yang dilakukan oleh arsitek Ir. Sukrisno (NPWP:
04.234.845.543.000) sebesar Rp50.000.000. Berapa pembayaran yang
diterima oleh Ir. Sukrisno setelah dipotong PPh Pasal 21?
A. Rp2.500.000
B. Rp1.250.000
C. Rp1.500.000
D. Rp48.750.000
E. Rp47.500.000
2. Pada bulan Desember 2018, PT. Raja Kembar membayar uang pensiun
kepada pegawai yang telah memasuki purna tugas yaitu:
o Bapak Hardi (status menikah tanpa tanggungan) sebesar Rp48.000.000.
o Bapak Aziz (status menikah dengan 2 tanggungan) sebesar
Rp145.000.000.
Uang pensiun tersebut akan diberikan sekaligus kepada pegawai yang
telah memasuki purna tugas. Kedua pensiunan pegawai tersebut
mempunyai NPWP. Berapakah jumlah keseluruhan PPh pasal 21 yang
harus dipotong oleh PT. Raja Kembar atas pembayaran pensiun kepada 2
orang pegawainya tersebut?
A. Rp2.400.000
B. Rp0
C. Rp11.650.000
D. Rp9.250.000
E. Rp9.650.000
3. Yolanda adalah seorang karyawati pada PT MUSTIKA dengan status
menikah dengan 2 anak. Yolanda menerima gaji Rp6.500.000 sebulan. PT
MUSTIKA masuk program BPJS Ketenagakerjaan dimana premi asuransi
kecelakaan kerja dan premi asuransi kematian ditanggung oleh pemberi
kerja setiap bulan masing 2% dan 3%. Di samping itu, pemberi kerja juga
menanggung iuran pensiun yang dibayarkan ke yayasan dana pensiun
yang pendiriannya disahkan oleh Menkeu dan iuran Jaminan Hari Tua
setiap bulan masing-masing 5% dan 3%, sedangkan yang ditanggung
Yolanda setiap bulan masing-masing 5% dan 2% yang semua dihitung
dari gaji. Suami Yolanda adalah karyawan pada PT SEJAHTERA dengan
NPWP: 06.531.234.3.667.000. Berapa jumlah penghasilan bruto (sebulan)
Yolanda yang harus diperhitungkan dalam menghitungkan PPH Pasal 21?
A. Rp6.825.000
B. Rp7.345.000
C. Rp7.150.000
D. Rp7.020.000
E. Rp7.280.000
4. Yolanda adalah seorang karyawati pada PT MUSTIKA dengan status
menikah dengan 2 anak. Yolanda menerima gaji Rp6.500.000 sebulan. PT
MUSTIKA masuk program BPJS Ketenagakerjaan dimana premi asuransi
kecelakaan kerja dan premi asuransi kematian ditanggung oleh pemberi
kerja setiap bulan masing 2% dan 3%. Di samping itu, pemberi kerja juga
menanggung iuran pensiun yang dibayarkan ke yayasan dana pensiun
yang pendiriannya disahkan oleh Menkeu dan iuran Jaminan Hari Tua
setiap bulan masing-masing 5% dan 3%, sedangkan yang ditanggung
Yolanda setiap bulan masing-masing 5% dan 2% yang semua dihitung
dari gaji. Suami Yolanda adalah karyawan pada PT SEJAHTERA dengan
NPWP: 06.531.234.3.667.000. Berapa jumlah keseluruhan pengurang
yang dapat dikurangkan dari penghasilan yang diterima Yolanda?
A. Rp991.250
B. Rp812.500
C. Rp796.250
D. Rp877.500
E. Rp861.250
5. Yolanda adalah seorang karyawati pada PT MUSTIKA dengan status
menikah dengan 2 anak. Yolanda menerima gaji Rp6.500.000 sebulan. PT
MUSTIKA masuk program BPJS Ketenagakerjaan dimana premi asuransi
kecelakaan kerja dan premi asuransi kematian ditanggung oleh pemberi
kerja setiap bulan masing 2% dan 3%. Di samping itu, pemberi kerja juga
menanggung iuran pensiun yang dibayarkan ke yayasan dana pensiun
yang pendiriannya disahkan oleh Menkeu dan iuran Jaminan Hari Tua
setiap bulan masing-masing 5% dan 3%, sedangkan yang ditanggung
Yolanda setiap bulan masing-masing 5% dan 2% yang semua dihitung
dari gaji. Suami Yolanda adalah karyawan pada PT SEJAHTERA dengan
NPWP: 06.531.234.3.667.000. Berapa jumlah PPh Pasal 21 bulanan yang
harus dipotong oleh PT. Mustika atas penghasilan Yolanda?
A. Tidak dikenakan pajak
B. Rp20.188
C. Rp76.438
D. Rp91.875
E. Rp35.625
6. Berikut adalah penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 final ....
A. Beasiswa
B. Zakat
C. Iuran pensiun
D. Uang pesangon yang dibayarkan sekaligus
E. Uang pesangon yang dibayarkan bertahap
7. Berikut ini adalah yang dikecualikan dari penerima penghasilan sesuai
PPh Pasal 21 ….
A. Arsitek
B. Dana pensiun
C. Olahragawan
D. Penerima uang pesangon
E. Mantan pegawai
8. Yang termasuk pemotong PPh Pasal 21 adalah...
A. Pengawas proyek
B. Dewan komisaris
C. Kantor perwakilan diplomatik
D. Tenaga ahli
E. Penyelenggara kegiatan
9. Tina merupakan salah satu pemenang lomba design logo yang
diselenggarakan oleh PT. MULIA. Untuk itu Tina berhak mendapatkan
hadiah sebesar Rp5.000.000. Berapa besarnya PPh Pasal 21 yang
dipotong? NPWP Tina: 78.555.334.5.542.000
A. Rp250.000
B. Tidak dipotong pajak
C. Rp750.000
D. Rp125.000
E. Rp1.250.000
10. Rudi berstatus menikah tanpa anak dan menanggung adik kandung. Ia
bekerja pada perusahaan elektronik dengan upah satuan. Pada bulan April
2019, Faisal bekerja selama 25 hari dengan upah per unit Rp250.000.
Berapa PPh Pasal 21 yang dipotong pada bulan April 2019 tersebut?
NPWP Rudi: 38.457.443.5.856.000.
A. Rp727.083
B. Rp670.833
C. Rp381.250
D. Rp1.458.333
E. Rp362.500
11. Rekonsiliasi fiskal adalah teknik untuk ….
A. Menghitung laba neto fiskal yang datanya berasal dari laba neto
komersial
B. Menghitung laba neto komersial yang datanya berasal dari laba neto
fiskal
C. Menghitung laba bruto fiskal
D. Menghitung laba bruto komersial
E. Menghitung pajak terutang
12. Koreksi fiskal positif pada rekonsiliasi fiskal akan berdampak …
A. Bertambahanya laba neto komersial
B. Bertambahanya laba neto fiskal
C. Berkurangnya laba neto komersial
D. Berkurangnya laba neto fiskal
E. Berkurangnya peredaran bruto
13. Koreksi fiskal negatif pada rekonsiliasi fiskal akan berdampak …
A. Bertambahanya laba neto komersial
B. Bertambahanya laba neto fiskal
C. Berkurangnya laba neto komersial
D. Berkurangnya laba neto fiskal
E. Berkurangnya peredaran bruto
14. Pada Pasal 9 ayat 1 UU PPh menjelaskan tentang non-deductible
expenses. Manakah yang tidak termasuk dalam non-deductible expenses
….
A. Natura
B. Keperluan pribadi pemilik/pemegang saham
C. Sumbangan
D. Kenikmatan
E. Biaya listrik pabrik
15. Perbedaan yang terjadi karena transaksi-transaksi pendapatan dan biaya
diakui menurut akuntansi komersial dan tidak diakui menurut fiskal
adalah…
A. Perbedaan tetap (permanen)
B. Perbedaan waktu (sementara)
C. Perbedaan cara perhitungan
D. Perbedaan koreksi positif
E. Perbedaan koreksi negatif
2. Tes Formatif KB 3
1. Pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah
(PPN BM) merupakan:
A. Pajak atas penghasilan
B. Pajak atas konsumsi
C. Pajak atas kekayaan
D. Pajak atas investasi
E. Pajak atas modal
2. Pernyataan berikut ini yang tepat mengenai pajak penjualan (PPN) dan
pajak pertambahan nilai (PPN) adalah...
A. PPN yang dibayar oleh pembeli merupakan kredit pajak
B. PPN yang dibayar oleh pembeli merupakan pajak dibayar dimuka
C. PPN yang dibayar oleh pembeli merupakan hutang pajak
D. PPN yang dibayar oleh pembeli merupakan uang muka pajak
E. PPN yang dibayar oleh pembeli merupakan pajak jatuh tempo
3. Pernyataan berikut ini yang benar adalah...
A. PPN di Indonesia singgle stage levy namun non kumulatif
B. PPN di Indonesia singgle stage levy namun kumulatif
C. PPN di Indonesia multi stage levy namun kumulatif
D. PPN di Indonesia multi stage levy namun non kumulatif
E. PPN di Indonesia multi stage levy
4. Pengusaha kecil merupakan pengusaha yang selama satu tahun buku
melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak
dengan jumlah peredaran bruto dan/atau penerimaan bruto tidak lebih
dari
....
A. Rp1.800.000.000
B. Rp2.800.000.000
C. Rp3.800.000.000
D. Rp4.800.000.000
E. Rp5.800.000.000
5. Pengusaha A pada bulan Oktober 2019 jumlah peredaran bruto dan/atau
penerimaan brutonya melebihi Rp4.800.000.000, maka paling lambat
harus melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP tanggal ...
A. 1 Oktober 2019
B. 31 Oktober 2019
C. 30 November 2019
D. 31 Desember 2019
E. 30 Januari 2019
6. Dalam hal pengusaha tidak memenuhi kewajiban melaporkan usaha
untuk dikukuhkan sebagai PKP maka Direktur Jenderal Pajak dapat
menerbitkan surat ketetapan pajak dan/atau surat tagihan pajak untuk
Masa Pajak:
A. sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,
terhitung sejak saat jumlah peredaran bruto dan/atau penerimaan
brutonya melebihi Rp4.800.000.000.
B. setelah pengusaha dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
C. setelah pengusaha memungut PPN
D. setelah pengusaha melapor SPT Masa PPN
E. setelah pengusaha melapor SPT Tahunan
7. Berikut ini yang termasuk barang kena pajak adalah....
A. uang
B. emas batangan
C. surat berharga.
D. emas perhiasan
E. logam mulia
8. Berikut ini yang termasuk barang kena pajak adalah....
A. daging
B. telur
C. susu
D. ikan
E. sayur
9. Berikut ini yang termasuk jasa kena pajak adalah ....
A. asuransi kerugian
B. asuransi jiwa
C. reasuransi
D. agen asuransi
E. insuransi
10. Berikut ini yang termasuk jasa kena pajak adalah ....
A. jasa tenaga kerja;
B. jasa penyalur pembantu
C. jasa outsourcing
D. jasa penyelenggaraan pelatihan bagi tenaga kerja
E. jasa penyalur satpam
11. Kriteria bangunan yang terutang PPN Kegiatan Membangun Sendiri
adalah bangunan luas keseluruhan paling sedikit
A. 100m2
B. 200m2
C. 300m2
D. 400m2
E. 500m2
12. PKP C menjual sejumlah komputer ke PKP D dengan harga jual
Rp13.200.000 termasuk PPN. Dasar pengenaan pajak untuk transaksi
ini...
A. Harga jual Rp12.000.000
B. Harga jual Rp13.200.000
C. Penggantian Rp12.000.000
D. Penggantian Rp13.200.000
E. Penggantian Rp14.600.000
13. PKP E menjual sejumlah sepatu ke PKP F dengan harga jual
Rp14.300.000 termasuk PPN. PPN terutang untuk transaksi ini...
A. Rp1.430.000
B. Rp1.300.000
C. Rp1.400.000
D. Rp1.340.000
E. Rp1.450.000
14. Nilai impor dihitung...
A. Harga impor CIF
B. Harga impor FOB
C. Harga impor CIF + Bea Masuk
D. Harga impor FOB + Bea Masuk
E. Harga impir CIF + Kredit Pajak
15. Faktur Pajak adalah....................yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak.
A. bukti pemotongan pajak
B. bukti pungutan pajak
C. bukti pembayaran pajak
D. bukti pelaporan pajak
E. bukti SPT Masa
16. Berikut ini faktur pajak yang dikenal dalam praktik pemungutan PPN
saat ini…
A. Dokumen tertentu yang dipersamakan dengan faktur pajak
B. Bukti potong
C. Invoice komersial
D. Packing list
E. Order penjualan
17. PPN yang kurang atau lebih dibayar dihitung dengan
A. mengurangkan pajak masukan dari pajak keluaran
B. mengurangkan pajak keluaran dari pajak masukan
C. mengurangkan hutang pajak dari kredit pajak
D. mengurangkan PPN masukan
E. mengurangkan PPN keluaran
18. PKP B mempunyai pajak keluaran Rp15.000.000 dan pajak masukan
Rp17.000.000. Pernyatan berikut ini yang benar adalah...
A. PPN kurang bayar Rp1.000.000
B. PPN kurang bayar Rp2.000.000
C. PPN lebih bayar Rp1.000.000
D. PPN lebih bayar Rp2.000.000
E. PPN kurang lebih bayar Rp3.000.000
19. Fungsi SPT Masa PPN adalah
A. Bukti pembayaran PPN dan PPN BM
B. Bukti penyetoran PPN dan PPN BM
C. Bukti pemungutan PPN dan PPN BM
D. Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan
penghitungan jumlah PPN dan PPNBM yang terutang
E. Bukti pemotongan PPN dan PPN BM
20. SPT Masa PPN 1111 harus disampaikan paling lama
A. akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak
B. tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak
C. tanggal 20 bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak
D. tanggal 10 bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak
E. tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Terutang
1. Tes Formatif KB 4
1. Pajak atas Peredaran Bruto Tertentu yang diatur melalui PP 23 2018
adalah untuk Wajib pajak dengan peredaran bruto:
A. Lebih dari Rp4,8 Milyar per tahun
B. Kurang dari Rp4,8 Milyar per tahun
C. Kurang dari Rp4,8 Milyar per bulan
D. Lebih dari 4,8 Milyar per bulan
E. Lebih dari Rp400 Juta per bulan
2. Tarif pajak PP 23 2018 adalah:
A. 1% dari peredaran bruto
B. 0,5% dari peredaran bruto
C. 1% dari laba komersial
D. 0,5% dari laba fiskal
E. 1% dari laba neto
3. Batas waktu pembayaran pajak PP 23 2018 jika disetor sendiri oleh
Wajib pajak adalah:
A. Tanggal 5 bulan berikutnya
B. Tanggal 10 bulan berikutnya
C. Tanggal 15 bulan berikutnya
D. Tanggal 20 bulan berikutnya
E. Setiap 31 Maret
4. Batas waktu pembayaran pajak PP 23 2018 jika disetor oleh
pemotong/pemungut adalah:
A. Tanggal 5 bulan berikutnya
B. Tanggal 10 bulan berikutnya
C. Tanggal 15 bulan berikutnya
D. Tanggal 20 bulan berikutnya
E. Setiap 31 Maret
5. Tarif PBB adalah:
A. Tarif tetap/tunggal
B. Tarif objektif
C. 5% x 20% x (NJOP-NJOPTKP)
D. 0,5% x 20% x (NJOP-NJOPTKP)
E. Tarif progresif
6. PP 23 2018 berbatas waktu atau mempunyai grace period. Batasan
waktu untuk Wajib pajak orang pribadi dalam memanfaatkan PP 23
2018 ini adalah:
A. 3 tahun
B. 4 tahun
C. 5 tahun
D. 6 tahun
E. 7 tahun
7. Dasar penagihan PBB adalah:
A. SPPT/SKP
B. SPPT/SKP/STP
C. SPOP/SPPT
D. SPOP/SPPT/SKP
E. SPOP/SPPT/SPT
8. SPPT harus dilunasi/dibayar:
A. dalam jangka waktu 6 bulan sejak diterbitkannya SPPT oleh KPPBB
B. dalam jangka waktu 6 bulan sejak diterimanya SPPT oleh WP
C. dalam jangka waktu 6 bulan sejak dikirimkan oleh KPPBB melalui
Kantor Pos
D. dalam jangka waktu 60 hari sejak diterima oleh WP
E. dalam jangka waktu 120 hari sejak diterima oleh WP
9. Surat Tagihan Pajak (STP) harus dilunasi dalam jangka waktu ......
terhitung mulai tanggal diterima oleh Wajib pajak:
A. 2 x 24 jam
B. 7 (tujuh) hari
C. 6 (enam) bulan
D. 1 (satu) bulan
E. 30 hari
10. Dalam hal suatu objek pajak belum jelas diketahui Wajib pajaknya ........
dapat menetapkan subjek pajak atas objek pajak tersebut menjadi Wajib
pajak.
A. Menteri Keuangan
B. Direktur Jenderal Pajak
C. Kakanwil Ditjen Pajak
D. Kepala KPPBB a/n Menteri
E. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
11. Perubahan UU No.21 Tahun 1997 menjadi UU No:20 Tahun 2000
tentang BPHTB diharapkan dapat mencapai sasaran:
A. Meningkatkan penerimaan pajak sebesar-besarnya
B. Memberikan kepastian hukum
C. Memberikan rasa keadilan
D. Memberikan rasa keadilan, kepastian hukum dan memperluas
cakupan objek pajak
E. Meningkatkan kepatuhan pajak
12. Badan atau Organisasi Internasional yang tidak dikenakan BPHTB
sebagaimana diatur dalam Kep. Men.Keu. RI No:630/KMK.04/1997
antara lain adalah seperti dibawah ini, kecuali:
A. Badan-Badan Internasional dari PBB
B. Colombo Plan
C. Pakta Pertahanan Australia, New Zealand dan Amerika Serikat
D. Kerjasama Bilateral
E. Kerjasama Multilateral
13. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan adalah pajak:
A. yang dikenakan atas nilai tanah dan atau bangunan
B. atas harga jual yang ditetapkan oleh Kakanwil DJP
C. yang dikenakan pada kepemilikan tanah dan atau bangunan
D. yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan
E. atas harga beli yang ditetapkan oleh Kakanwil DJP
14. Surat Ketetapan BPHTB Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT) adalah
jumlah kewajiban yang harus dibayar berupa:
A. Pajak yang kurang dibayar ditambah denda administrasi
B. Pajak yang kurang dibayar ditambah bunga sebesar 2% per bulan
maksimal 24 bulan
C. Pajak yang kurang dibayar ditambah sanksi administrasi sebesar
100% dari pajak yang kurang dibayar
D. Pajak yang kurang dibayar ditambah sanksi administrasi berupa
kenaikan 100% dari jumlah kekurangan pajak
E. Pajak yang kurang dibayar dikurangi denda administrasi
15. Apabila NPOP lebih rendah dari NJOP, maka dasar pengenaan BPHTB
adalah NJOP. Bila NJOP belum ditetapkan maka yang digunakan
adalah:
A. NJOP tahun yang lalu
B. Nilai Pasar tahun yang lalu
C. Harga transaksi tahun yang lalu
D. NJOP yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan
E. NJOP dua tahun sebelumnya
3. Tugas Akhir
Tugas Akhir 1
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini
(1) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang sistem pemungutan pajak yang
berlaku di Indonesia!
(2) Jelaskan perbedaan subjek pajak dan objek pajak!
(3) Jelaskan konsep Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak!

Tugas Akhir 2
Apabila dalam pembuatan kontrak atau perjanjian tertulis jual-
beli/penyerahan BKP/JKP bahwa dalam nilai kontrak sebesar
Rp130.000.000 secara tegas dinyatakan sudah termasuk PPN (sebesar 10%)
dan PPN BM (sebesar 20%).
(1) Hitunglah PPN dan PPN BM dari penyerahan BKP/JKP tersebut.
(2) Jika dalam kontrak atau perjanjian jual-beli tidak dinyatakan dengan
tegas bahwa PPN dan PPN BM termasuk dalam nilai kontrak, hitunglah
PPN dan PPN BM dari penyerahan BKP/JKP tersebut.

Tugas Akhir 3
PT A melakukan penyerahan BKP sebesar Rp100.000.000 sudah termasuk
PPN. Berapakah PPN terutang dari penyerahan BKP tersebut?

Tugas Akhir 4
Jika atas penyerahan BKP sebesar Rp100.000.000 tersebut terutang juga
PPN BM dan tarif PPN BM adalah 20%, maka berapakah PPN dan PPN BM
penyerahan BKP/JKP yang terutang?
Tugas Akhir 5
PKP B pada masa Oktober 2017 memiliki pajak keluaran Rp60.000.000 dan
pajak masukan Rp80.000.000. Masa November 2017 memiliki pajak
keluaran Rp50.000.000 dan pajak masukan Rp40.000.000. Masa Desember
2017 memiliki pajak keluaran Rp30.000.000 dan pajak masukan
Rp30.000.000.
(1) Berapakah PPN lebih bayar Masa Oktober 2017?
(2) Berapakah PPN lebih bayar Masa November 2017?
(3) Berapakah PPN lebih bayar masa Desember 2017?
Sejumlah berapakah dapat diajukan pengembalian PPN lebih bayar Masa
Desember 2017?

Tugas Akhir 6
1) Yuliawan pegawai pada PT. Yasa Buana, menikah dengan memiliki 1
anak, memperoleh gaji Rp8.000.000 sebulan, tunjangan-tunjangan
Rp4.000.000 sebulan. PT. Yasa Buana mengikuti program Jamsostek
yaitu premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian
dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 2% dan 3%
dari gaji. PT. Yasa Buana menanggung iuran Jaminan Hari Tua setiap
bulan sebesar 3% dari gaji, sedangkan Yuliawan membayar iuran
Jaminan Hari Tua 2% dari gaji setiap bulan. Disamping itu, PT. Yasa
Buana juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya. PT. Yasa
Buana membayar iuran pensiun untuk Yuliawan ke dana pensiun, yang
pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, setiap bulan
Rp150.000, sedangkan Yuliawan membayar iuran pensiun Rp100.000
sebulan. NPWP: 04.234.845.543.000. Hitung PPh Pasal 21 sebulan!
2) Bagus status menikah dengan 2 anak bekerja pada perusahaan
elektronika dengan upah satuan. Pada Agustus 2020, Bagus bekerja
selama 25 hari dan mengerjakan 60 unit barang dengan upah per unit
Rp250.000. Hitung PPh Pasal 21! NPWP Bagus: 06.234.743.278.000.
3) PT. Sejahtera Abadi menggunakan API dalam melakukan impor barang.
Pada Januari 2020 melakukan impor kedelai dari Amerika Serikat
dengan harga faktur USD30.000. Biaya asuransi dan biaya angkut
pengapalan barang dari Amerika Serikat ke dalam daerah pabean
(Indonesia) masing- masing sebesar 0,5% dan 15% dari harga faktur.
Biaya tersebut dibayar oleh PT. Sejahtera Abadi. Tarif bea masuk 10%
dari CIF. Kurs yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan pada saat itu
USD1 = Rp14.500. Hitung PPh Pasal 22 yang harus dibayar PT.
Sejahtera Abadi!
4) 22 Oktober 2020, membayar sewa kendaraan untuk mendistribusikan
hasil produksi ke beberapa kota. Sewa dibayar kepada Andika sebesar
Rp6.000.000 yang beralamat di Jl. Adisucipto No. 207 Yogyakarta.
NPWP: 01.111.354.1.543.000.
Tugas Akhir 7
Pada tahun 2017, PT Mandala, bergerak di bidang perdagangan, memperoleh
penghasilan yang dapat dilihat di Laporan Laba Rugi sebagai berikut:
Informasi berkaitan dengan Laporan Laba Rugi:
1. Dalam penjualan, tidak memasukkan penjualan kepada karyawan sebesar
Rp30.000.250 yang pembayarannya melalui pemotongan gaji setiap bulan.
2. Dalam biaya gaji, upah, bonus, dan tunjangan lain ada pengeluaran untuk
pembelian beras yang dibagikan kepada karyawan senilai Rp35.950.000.
3. Dalam biaya perjalanan dinas terdapat bukti-bukti pendukung atas nama
keluarga pemegang saham sebesar Rp3.255.700.
4. Dalam biaya promosi, terdapat sumbangan yang tidak ada hubungannya
dengan kegiatan utama perusahaan sebesar Rp47.123.000.
5. Pajak sebesar Rp115.000.000 merupakan angsuran PPh bulanan selama tahun
2017 (angsuran PPh Pasal 25).
6. Pengeluaran berupa biaya representasi tidak didukung dengan bukti
pengeluaran dari pihak eksternal.
7. Biaya royalti sebesar Rp250.985.000, yang ada bukti pendukungnya dari
pihak eksternal hanya sebesar 240.734.000.
8. Piutang yang benar-benar tidak tertagih dan telah memenuhi syarat untuk
diakui sebagai piutang tak tertagih menurut perpajakan tahun 2017 adalah
sebesar Rp75.865.550.
9. Setelah dilakukan penghitungan berdasar ketentuan fiskal, penyusutan tahun
2017 sebesar Rp234.000.000.
10. Dalam biaya administrasi & umum lain terdapat biaya rekreasi karyawan
sebesar Rp6.560.000.
Lakukanlah rekonsiliasi fiskal untuk keterangan di atas dengan mengisi formulir
yang telah disediakan di bawah ini (halaman berikutnya).
Perintah soal:
A. Isilah formulir di atas dengan mengisi jawaban pada nomor 1 sampai dengan
nomor 10 dan sesuaikan saldo setiap akun menurut fiskal.
B. Berapakah laba neto fiskal dan laba neto komersial PT Mandala?
4. Tes Sumatif
1. Fungsi pajak sebagai sumber dana yang diperuntukkan bagi pembiayaan
pengeluaran-pengeluaran pemerintah disebut ...
A. Fungsi Financial
B. Fungsi Budgetair
C. Fungsi Controller
D. Fungsi Regularrend
E. Fungsi Annualler
2. Pajak yang harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dibebankan
atau dilimpahkan kepada orang lain disebut ...
A. Pajak Langsung
B. Pajak Tidak Langsung
C. Pajak Penghasilan
D. Pajak atas Penjualan Barang Mewah
E. Pajak Bumi dan Bangunan
3. Sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang, kepercayaan, tanggung
jawab kepada Wajib pajak untuk menghitung, memperhitungkan, menyetor,
dan melaporkan sendiri pajaknya disebut sistem pajak …
A. Self-assessment
B. Withholding
C. Official-assessment
D. Partner-assessment
E. Peer-to-peer assessment
4. Sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketiga untuk
memotong atau memungut besarnya pajak yang terutang oleh Wajib pajak
adalah …
A. Self-assessment
B. Withholding
C. Official-assessment
D. Partner-assessment
E. Peer-to-peer assessment
5. PT. ADIKARYA membayar pesangon kepada Andrean sebesar Rp52.000.000
karena memasuki masa pensiun. NPWP Andeas: 65.043.657.2.542.000.
Berapa PPh Pasal 21 yang dipotong?
A. Tidak dipotong PPh Pasal 21
B. Rp100.000
C. Rp180.000
D. Rp200.000
E. Rp2.600.000
6. Yanuar berstatus belum menikah dan menanggung 1 adik kandung. Ia bekerja
sebagai karyawan pada perusahaan elektronik sebagai perakit komputer. Upah
yang dibayarkan dihitung berdasarkan jumlah unit/satuan yang diselesaikan
Rp140.000/unit. Upah tersebut dibayar setiap minggu. Dalam waktu 1 minggu
(6 hari kerja), Yanuar mampu merakit 30 unit komputer sehingga total upah
yang diterima Rp4.200.000. Berapa PPh Pasal 21 yang dipotong atas seluruh
upah?
A. Rp90.000
B. Tidak dikenakan PPh Pasal 21
C. Rp15.000
D. Rp75.000
E. Rp12.500
7. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) membayar
honorarium kepada Wahyudi sebagai peserta workshop sebesar Rp500.000.
Wahyudi sebagai PNS Gol. II dan memiliki NPWP. Besarnya PPh yang
dipotong adalah ...
A. Rp25.000
B. Rp75.000
C. Rp12.500
D. Rp37.500
E. Tidak dikenakan PPh Pasal 21
8. Amir adalah bujangan yang bekerja sebagai driver online di wilayah Surabaya.
Pada bulan April 2019 mengalami kecelakaan dan terpaksa harus menjalani
operasi patah tulang di rumah sakit. Meskipun demikian, Amir masih
beruntung karena seluruh biaya operasi yang besarnya Rp30.000.000 dibayar
oleh perusahaan asuransi “Hidup Sehat” yang pendiriannya telah diusahakan
oleh menteri keuangan. Besarnya PPh Pasal 21 yang dipotong oleh asuransi
“Hidup Sehat” atas santunan asuransi yang diberikan kepada Amir adalah ...
A. Rp0 karena santunan asuransi bagi Amir bukan merupakan penghasilan.
B. Rp0 karena dikecualikan dari objek pemotongan PPh Pasal 21
C. Rp4.500.000 karena merupakan penghasilan yang bersifat final
D. Rp1.500.000 karena bagi Amir santunan asuransi merupakan penghasilan
E. Rp3.000.000 karena merupakan penghasilan yang bersifat final
9. Bayu status menikah dengan 1 anak dan menanggung ibu mertua bekerja
sebagai Direktur Utama di salah satu grup usaha PT. Karya Utama yang
bergerak di bidang jasa pelayaran nasional “Laut Lepas”. Setiap bulan Bayu
menerima gaji pokok Rp10.000.000. Selain itu, Bayu juga menerima tunjangan
transport dan perumahan sebesar Rp700.000 dan Rp800.000. Selain itu PT.
Laut Lepas membayar premi asuransi kecelakaan kerja dan kematian masing-
masing 4% dan 2% dari gaji pokok. Berapa PPh Pasal 21 yang dipotong setiap
bulan? NPWP Bayu: 04.654.333.3.439.000
A. Rp463.833
B. Rp479.583
C. Rp592.083
D. Rp576.333
E. Rp493.333
10. Hanif seorang notaris mendapatkan fee sebesar Rp35.000.000. Berapa PPh
pasal 21 yang dipotong?
A. Rp775.000
B. Rp1.500.000
C. Rp2.625.000
D. Rp1.750.000
E. Rp875.000
11. Surat yang berfungsi sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut
SPT Wajib Pajak adalah:
A. Surat Ketetapan Pajak
B. Surat Tagihan Pajak
C. Surat Pemberitahuan
D. Surat Paksa
E. Surat Teguran
12. Apabila Wajib Pajak tidak menyampaikan SPT dan telah ditegur secara tertulis
namun tetap tidak menyampaikan juga sesuai dengan batas waktu yang telah
ditentukan dalam Surat Teguran, maka kepada Wajib Pajak tersebut akan
diterbitkan:
A. Surat Paksa
B. Surat Tagihan Pajak
C. Surat Pemberitahuan
D. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
E. Surat Peninjauan Kembali
13. Pada bulan Maret 2018, PT. Indonesia Power melakukan pembayaran kepada
CV. Warna Terang atas pembelian barang senilai Rp10.500.000 (termasuk
PPN 10%). Berapa PPh Pasal 22 yang dikenakan?
A. Tidak dikenakan PPh Pasal 22
B. Rp1.050.000
C. Rp9.545.455
D. Rp9.090.909
E. Rp1.431.818
14. Pada 1 Juli 2018 PT. Maju Lancar membayarkan dividen tunai kepada Bank
BNI (BUMN) dengan jumlah penyertaan 28% dan jumlah dividen
Rp28.000.000. Berapa PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT. Maju Lancar atas
pembayaran dividen tersebut?
A. Rp560.000
B. Rp4.200.000
C. Bukan Objek Pajak
D. Rp2.800.000
E. Rp5.600.000
15. PT. Sejahtera Abadi beralamat di Surabaya memperoleh penghasilan neto pada
tahun 2018 sebagai berikut:
 Penghasilan dari dalam negeri Rp600.000.000
 Penghasilan dari luar negeri Rp800.000.000
(tarif pajak yang berlaku 30%)
Berapa besarnya Kredit Pajak luar negeri yang diperbolehkan (PPh Pasal 24)?
A. Rp350.000.000
B. Rp200.000.000
C. Rp240.000.000
D. Rp150.000.000
E. Rp180.000.000
16. Pernyataan berikut ini yang benar adalah...
A. Di Indonesia, PPN dipungut satu kali
B. Di Indonesia, PPN dipungut tiap rantai distribusi
C. Di Indonesia, PPN dipungut tiap rantai distribusi
D. Di Indonesia, PPN dipungut tergantung bentuk hukum dari perusahaannya
E. Di Indonesia, PPN dipungut tergantung bentuk barangnya
17. Pernyataan berikut ini yang benar adalah....
A. PPN di Indonesia menggunakan tarif tunggal
B. PPN di Indonesia menggunakan tarif ganda
C. PPN di Indonesia menggunakan tarif progresif
D. PPN di Indonesia menggunakan tarif regresif
E. PPN di Indonesia menggunakan tarif rata-rata
18. Pernyataan berikut ini yang benar adalah....
A. Pajak Pertambahan Nilai merupakan Pajak Tambahan
B. Pajak Pertambahan Nilai merupakan Pajak Langsung
C. Pajak Pertambahan Nilai merupakan Pajak Tidak Langsung
D. Pajak Pertambahan Nilai merupakan Pajak Tambahan Langsung
E. Pajak Pertambahan Nilai merupakan Pajak Tambahan tidak Langsung
19. Pengertian Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah....
A. Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau
penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-
Undang PPN
B. Pengusaha yang melakukan penjualan Barang Kena Pajak saja
C. Pengusaha yang melakukan penjualan Jasa Kena Pajak saja
D. Setiap orang yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau
penyerahan Jasa Kena Pajak
E. Pengusaha yang melakukan penjualan Barang Kena Pajak saja
20. Pengusaha B selama satu tahun buku melakukan penyerahan Barang Kena
Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak dengan jumlah peredaran bruto dan/atau
penerimaan bruto Rp500.000.000. Pernyataan berikut ini yang tepat adalah...
A. Pengusaha B Wajib dikukuhkan sebagai PKP
B. Pengusaha B dilarang dikukuhkan sebagai PKP
C. Pengusaha B dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP
D. Pengusaha B tidak dapat memilih dikukuhkan sebagai PKP
E. Pengusaha B Wajib memilih waktu kapan dikukuhkan PKP
21. Berikut ini yang bukan kewajiban pengusaha kena pajak adalah ….
A. memungut pajak yang terutang
B. menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai yang masih harus dibayar dalam hal
Pajak Keluaran lebih besar daripada Pajak Masukan yang dapat dikreditkan
serta menyetorkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang
C. melaporkan penghitungan pajak
D. melaporkan pengusaha lain yang belum dikukuhkan sebagai PKP
E. dinyatakan punya NPWP
22. Berikut ini yang termasuk barang kena pajak adalah…..
A. minyak mentah
B. gas bumi
C. panas bumi
D. minyak tanah
E. minyak goreng
23. Berikut ini yang termasuk barang kena pajak adalah....
A. batubara
B. briket batubara
C. bijih emas
D. bijih perak
E. briket arang
24. Berikut ini yang termasuk jasa kena pajak adalah ....
A. jasa pengiriman surat dengan perangko
B. jasa angkutan umum di darat
C. jasa angkutan umum di air
D. jasa ekspedisi
E. jasa angkutan umum di luar negeri
25. PKP A di Jakarta menjual sejumlah komputer kepada PKP B di Medan. Atas
penjualan ini...
A. Terutang PPN 0%
B. Terutang PPN 10%
C. Terutang PPN 20%
D. Terutang PPN 30%
E. Terutang PPN 35%
26. PKP B di Jakarta melakukan ekspor sejumlah kain ke Hongkong. Atas ekspor
ini...
A. Terutang PPN 0%
B. Terutang PPN 10%
C. Terutang PPN 20%
D. Terutang PPN 30%
E. Terutang PPN 35%
27. PKP A menjual sejumlah printer ke PKP B dengan harga jual Rp11.000.000.
Dasar pengenaan pajak untuk transaksi ini...
A. Harga jual Rp11.000.000
B. Harga jual Rp10.000.000
C. Penggantian Rp11.000.000
D. Penggantian Rp10.000.000
E. Penggantian Rp11.500.000
28. Faktur pajak tidak Wajib dibuat pada saat…
A. Penyerahan barang kena pajak
B. Penyerahan jasa kena pajak
C. Ekspor barang kena pajak berwujud
D. Impor barang kena pajak
E. Ekspor barang kena pajak lainnya
29. Faktur pajak dapat berbentuk…
A. Kertas dan elektronik
B. Kertas dan virtual
C. Virtual dan elektronik
D. Elektronik dan virtual
E. Virtual mandiri
30. Faktur pajak pengusaha kena pajak eceran, yang dapat berupa:
A. PIB
B. PEB
C. Karcis
D. SSP
E. SPT
31. PKP A mempunyai pajak keluaran Rp12.000.000 dan pajak masukan
Rp10.000.000 pernyatan berikut ini yang benar adalah...
A. PPN kurang bayar Rp1.000.000
B. PPN kurang bayar Rp2.000.000
C. PPN lebih bayar Rp1.000.000
D. PPN lebih bayar Rp2.000.000
E. PPN lebih bayar Rp3.000.000
32. PKP C pada masa Maret 2017 mempunyai pajak keluaran Rp16.000.000 dan
pajak masukan Rp15.000.000. pernyatan berikut ini yang benar adalah...
A. PPN harus disetor paling lambat 31 Maret 2017
B. PPN harus disetor paling lambat 15 Maret 2017
C. PPN harus disetor paling lambat 30 April 2017
D. PPN harus disetor paling lambat 31 Desember 2017
E. PPN harus disetor paling lambat 30 Januari 2018
33. Terkait kasus di atas, PKP C harus melaporkan SPT Masa PPN paling lambat
A. paling lambat 31 Maret 2017
B. paling lambat 15 Maret 2017
C. paling lambat 30 April 2017
D. paling lambat 31 Desember 2017
E. paling lambat 30 Januari 2018
34. PKP D pada Masa Maret 2014 mempunyai pajak keluaran Rp32.000.000 dan
pajak masukan Rp38.000.000. pernyatan berikut ini yang benar adalah...
A. PKP D dapat mengajukan permohonan kelebihan pembayaran pajak pada
masa Maret 2014
B. Kelebihan pembayaran pajak dikompensasi ke masa pajak April 2014
C. PPN harus disetor paling lambat 30 April 2014
D. PPN harus disetor paling lambat 31 Desember 2017
E. PPN harus disetor paling lambat 30 Januari 2017
35. Bagi Pemotong atau Pemungut Pajak, fungsi Surat Pemberitahuan adalah
A. sebagai sarana mengajukan restitusi
B. sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggung jawabkan PPN
yang dipotong atau dipungut dan disetorkannya
C. sebagai bukti pembayaran PPN
D. sebagai bukti pemungutan PPN
E. sebagai bukti pembayaran PPH
5. Kunci Jawaban Tes Formatif
No. KB 1 KB 2 KB 3 KB 4
1. C D B B
2. A D D B
3. E A D C
4. D D D B
5. B B C E
6. A D A A
7. D B D B
8. E E D B
9. B A D D
10. A A D B
11. A B D
12. B A C
13. D B D
14. E C D
15. A B D
16. A
17. A
18. D
19. D
20. A
6. Kunci Jawaban Tes Sumatif
No. Sumatif No Sumatif No Sumatif No Sumatif
1. B 11. B 21. D 31. B
2. C 12. D 22. D 32. C
3. A 13. A 23. B 33. C
4. B 14. C 24. D 34. B
5. B 15. B 25. B 35. B
6. A 16. B 26. A
7. E 17. A 27. A
8. B 18. C 28. D
9. B 19. A 29. A
10. E 20. C 30. C

Keterangan Tes Sumatif:


1. B
2. C
3. A
4. B
5. Jawaban: B
PPh Pasal 21 yang dipotong:
0% x Rp50.000.000 Rp0
5% x Rp2.000.000 Rp100.000 +
PPh Pasal 21 yang dipotong Rp100.000
6. Jawaban: A
Upah sehari (Rp4.200.000 ÷ 6) Rp700.000
Upah kena pajak sehari: Rp700.000 – Rp450.000 Rp250.000
PPh Pasal 21 sehari = 5% x Rp250.000 Rp12.500
PPh Pasal 21 sehari tdk ber-NPWP: 120% x Rp12.500 Rp15.000
PPh Pasal 21 atas seluruh upah (seminggu/6 hari)
(Rp12.500 x 6 hari) Rp75.000
Tdk ber-NPWP: 120% x Rp75.000 Rp90.000
7. E
8. B
9. Jawaban: B
Gaji sebulan Rp10.000.000
Tunjangan transport Rp700.000
Tunjangan perumahan Rp800.000
Premi asuransi kecelakaan kerja (4%xRp10.000.000) Rp400.000
Premi asuransi kematian (2%xRp10.000.000) Rp200.000 +
Penghasilan bruto sebulan Rp12.100.000
Pengurang:
Biaya jabatan: 5% x Rp12.100.000 Rp500.000 –
Penghasilan neto sebulan Rp11.600.000
Penghasilan neto setahun Rp139.200.000
PTKP (K/2)
 Diri WP Rp54.000.000
 Tambahan WP kawin Rp4.500.000
 Tambahan tunjangan 2 Rp9.000.000 +
Rp67.500.000 –
Penghasilan Kena Pajak Rp71.700.000
PPh Pasal 21 setahun
5% x Rp50.000.000 Rp2.500.000
15% xRp21.700.000 Rp3.255.000 +
PPh Pasal 21 setahun Rp5.755.000
PPh Pasal 21 sebulan (Rp5.755.000 ÷ 12) Rp479.583
10. E. 5% x 50% x Rp35.000.000 Rp875.000
11. B
12. D
13. Jawaban : A
PPh Pasal 22 yang dipungut PT. Indonesia Power dihitung sebagai berikut:
DPP = (100/110) x Rp 10.500.000 = Rp9.545.455
Atas pembayaran tersebut tidak dikenakan PPh pasal 22 karena nilainya
kurang dari Rp10.000.000
14. Jawaban: C
Penerima adalah BUMN dan jumlah penyertaannya lebih dari 25% dari total
saham beredar.
15. Jawaban: B
Penghitungan kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan (PPh Pasal 24):
1) Menghitung Total PKP
Penghasilan dalam negeri Rp 600.000.000
Penghasilan luar negeri Rp 800.000.000 +
Jumlah penghasilan neto Rp1.400.000.000
2) Menghitung Total PPh Terutang
Tarif PPh pasal 17 ayat 1 (b) x Penghasilan Kena Pajak
25% x Rp1.400.000.000 = Rp350.000.000
3) Menghitung PPh Maksimum Dikreditkan sesuai Perbandingan Penghasilan
Penghasilan luar negeri X Total PPh Terutang
Penghasilan kena pajak
Rp 800.000.000 x Rp350.000.000 = Rp200.000.000
Rp1.400.000.000
4) Menghitung PPh yang Dipotong atau Dibayar di Luar Negeri
Tarif Pajak luar negeri x Penghasilan luar negeri
30% x Rp800.000.000 = Rp240.000.000
Kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan (PPh Pasal 24) adalah
Rp200.000.000. Jumlah ini diperoleh dengan membandingkan penghitungan
total PPh terutang, PPh maksimum dikreditkan sesuai perbandingan
penghasilan, dan PPh terutang atau dibayar di luar negeri. Kemudian, dipilih
nilai terendah di antara ketiganya.
7. Kunci Jawaban Tugas Akhir
Kunci Jawaban Tugas Akhir 2:
1. PPN = (10/130) x Rp130.000.000 = Rp10.000.000
PPN BM = (20/130) x Rp130.000.000 = Rp20.000.000
2. PPN = 10% x Rp130.000.000,00 = Rp13.000.000
PPN BM = 20% x Rp130.000.000,00 = Rp26.000.000

Kunci Jawaban Tugas Akhir 3:


PPN = (10/110) X Rp100.000.000
PPN = Rp. 9.090.909.

Kunci Jawaban Tugas Akhir 4:


PPN = (11/(111+t)) X harga atau pembayaran
BKP
PPN BM = (t/(111+t)) X harga atau pembayaran
BKP
PPN = (11/(111+20)) X Rp100.000.000
PPN = Rp8.396.946
PPN BM = (20/(111+20)) X Rp100.000.000
PPN BM = Rp15.267.175

Kunci Jawaban Tugas Akhir 5:


PPN yang kurang (lebih) bayar dihitung sebagai berikut:
Masa Oktober 2017:
Pajak keluaran Rp60.000.000
Pajak masukan (Rp80.000.000)
PPN lebih bayar (Rp20.000.000)
Masa November 2017:
Pajak keluaran Rp50.000.000
Pajak masukan (Rp40.000.000)
Kompensasi lebih bayar masa Oktober 2017 (Rp20.000.000)
PPN lebih bayar (Rp10.000.000)
Masa Desember 2017:
Pajak keluaran Rp30.000.000
Pajak masukan (Rp30.000.000)
Kompensasi lebih bayar masa November 2017 (Rp10.000.000)
PPN lebih bayar (Rp10.000.000)
Atas kelebihan bayar Rp10.000.000 dapat diajukan pengembalian di akhir tahun
buku, yaitu Masa Desember 2017.
Kunci Jawaban Tugas Akhir 6:
1)

2)
3)
Menghitung nilai impor
Harga faktur (cost) USD30.000
Biaya asuransi (insurance): 0,5% x USD30.000 USD 150
Biaya angkut (freight): 15% x USD30.000 USD 4.500 +
CIF (cost, insurance, freight) USD34.650
Bea masuk: 10% x USD34.650 USD 3.465 +
Nilai Impor (NI) USD38.115
NI (dalam rupiah): USD38.115 x Rp14.500 Rp552.667.500
Menghitung PPh Pasal 22 atas impor
0,5% x Rp552.667.500 = Rp2.763.337,5
(Kedelai termasuk barang impor tertentu dikenakan PPh pasal 22 dengan tarif
0,5% apabila menggunakan API. Apabila importir tidak menggunakan API tarif
7,5% dari Nilai Impor).
4) Membayar sewa kendaraan = 2% x Rp6.000.000 = Rp120.000
Kunci Jawaban Tugas Akhir 7:
1. 30.000.250
2. 35.950.000
3. 3.255.700
4. 47.123.000
5. 115.000.000
6. 95.235.000
7. 10.251.000
8. 10.885.100
9. 85.000.000
10. 6.560.000
Laba neto fiskal PT. Mandala adalah Rp.1.268.032.900
Laba neto komersial PT Mandala adalah Rp.998.682.850

Anda mungkin juga menyukai