PENAWARAN AGREGAT
( AGREGAT SUPLY )
Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ekonomi Makro Islam
Dosen Pengampu : Syafaat Muhari, ME
Disusun Oleh : Nisaul Husna (20120042)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF
FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA 1444 H/2022 M
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana atas nikmat dan rahmat-
Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu, serta atas rahmat dan nikmat-Nya
pula kita masih diberikan kesehatan sehingga mampu untuk mengkaji materi yang terdapat
dalam makalah ini dikemudian hari. Makalah Agregat Suply yang kami buat guna untuk
memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Makro Islam atas arahan Syafaat Muhari, ME. Selain
itu, kami juga berharap atas penulisan makalah ini dapat menambah wawasan kita semua,
baik pembaca maupun penulis sendiri.
Kemudian shalawat dan salam kami hantarkan keharibaan Nabi kita, Muhammad
SAW. Yang telah menyelamatkan kita semua dari bencana kebodohan, sehingga kita dapat
mengenal pengetahuan dan perdamaian dimasa sekarang ini. Kami menyadari makalah ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami sebagai penulis mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Demikianlah makalah ini dibuat, agar dapat bermanfaat bagi para pembaca, sekian dari
penulis sendiri
Jakarta, 20 September 2022
Penyusun
Nisaul Husna
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam pembahasan ini akan diuraikan mengenai penawaran agregat ( agregat supply)
sebagai salah satu model dalam analisis teori makro ekonomi untuk menjelaskan tentang
perubahan-perubahan yang terjadi dalam perekonomian serta factor-faktor yang
mempengaruhinya.
Penawaran agregat dapat dibedakan menjadi penawaran jangka pendek ( SRAS ) dan
penawaran jangka panjang ( LRAS ) yang dijelaskan dalam kurva yang menunjukkan
tingkat penawaran terhadap tingkat harga tertentu serta pergeserannya. Selain itu, dalam
makalah ini juga akan dibahas bagaimana perbandingan antara pandangan dari klasik dan
pandangan dari Keynes dalam memahami kurva penawaran agregat.
1.2. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian penawaran agregat ?
b. Bagaimana fungsi produksi dalam penawaran agregat?
c. Bagaimana pasar tenaga kerja dalam penawaran agregat ?
d. Bagaimana tentang pertumbuhan ekonomi ?
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Penawaran Agregat
Penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran
barangbarang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat
harga tertentu. Penawaran Agregat (aggregate supply) adalah jumlah barang dan jasa
akhir perekonomian, yang dimintaa pada berbagai tingkat harga yang berbeda. Kurva
Penawaran Agregat adalah kurva yang menggambarkan tentang hubungan antara
tingkat harga yang berlaku dalam ekonomi dan nilai produksi riil atau output
(pendapatan nasional rill) yang akan ditawarkan dan diproduksi oleh semua perusahaan
dalam suatu perekonomian.Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa
memiliki harga fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga kaku dalam jangka pendek,
hubungan penawaran agregat yang berbeda; kurva penawaran agregat jangka panjang
(long-run aggregate supply) LRAS dan kurva penawaran agregat jangka pendek (short-
run aggregate supply) SRAS. Dua faktor yang menentukan penawaran agregat, yaitu
keseimbangan di pasar tenaga kerja dan fungsi produksi. Keseimbangan di pasar tenaga
kerja akan menentukan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan
memproduksi barang dan jasa. Dan kemampuan dari tenaga kerja ini menghasilkan
produksi nasional tergantung kepada fungsi produksi yang menerangkan hubungan
diantara jumlah tenaga kerja dan faktor-faktor produksi lain untuk mewujudkan
produksi nasional.
Penawaran agregat di dalam suatu perekonomian dipengaruhi oleh beberapa faktor
sebagai berikut :
1. besarnya angkatan kerja,
2. besarnya stok kapital,
3. keadaan atau tingkat tekhnologi,
4. tingkat pengangguran alamiah, dan
5. harga faktor-faktor produksi
4
2.2. Fungsi Produksi
Kemampuan sebuah perekonomian dalam menghasilkan barang-barang dan jasa-
jasa per tahun yang biasa juga disebut kapasitas produksi nasional, ditentukan oleh
komposisi, kualitas dan kuantitas daripada sumber-sumber daya yang tersedia dalam
perekonomian bersangkutan. Oleh karena sumber daya yang ada dalam suatu
perekonomian terdiri daripada sumber daya manusia (labor force), sumber daya alam
(A) dan sumber daya modal (K), maka secara matematis ditulis :
Qm = f(LF,A,K) …..(1)
Qm = kuantitas maksimum barang dan jasa yang dapat dihasilkan oleh sebuah
perekonomian per satuan waktu atau per tahun, yang dapat kita sebut juga
dengan istilah produk nasional atau output nasional potensial.
Variabel Qm merupakan konsep aliran, sedangkan variabel LF,A, dan K merupakan
konsep stok. Ini berarti, dari segi dimensi waktu nilai variabel Qm menunjukkan nilai
kejadian yang berlangsung untuk suatu jangka waktu tertentu, sedangkan nilai-nilai
variabel LF,A dan K masing-masing menunnjukkan keadaan pada suatu saat.
Mengingat bahwa sumber daya alam yang siap diolah ditentukan oleh sumber daya
modal yang tersedia, maka fungsi produksi seperti tersebut di atas dapat disingkat
dengan :
Qm = f(LF,K) …….(2)
Untuk jangka waktu pendek nilai K tidak mengalami perubahan. Ini berarti bahwa
pada dua persamaan di atas menunjukkan jumlah output maksimum yang dapat dicapai
oleh sebuah perekonomian dalam keadaan full-employment, maka output nasional dapat
di tulis :
Q = f(N.K) ….(3)
N = jumlah sumber daya manusia yang terpakai, yang sering disebut tingkat
employment atau tingkat kesempatan kerja.
Q = produk nasional yang terjadi per tahun
Fungsi produksi agregatif yang diungkapkan oleh persamaan (3), apabila disertai
dengan asumsi berlakunya biaya yang semakin meningkat dalam perekonomian.
5
Berikut grafiknya :
Q=Y/ th
Q1
Y1
Y Q
0 N N/th
Pada gambar diatas, sumbu horizontal kita pergunakan untuk mengukur tingkat
kesempatan kerja N, yang kita perlakukan sebagai variabel bebas, yang selanjutnya
nilainya turut menentukan besarnya produk nasional. Sumbu vertikal di lain pihak
dipergunakan untuk mengukur produk nasional, yang oleh karenanya dapat ditandai
dengan huruf Q. akan tetapi mengingat bahwa nilai pendapatan nasional apabila
dinyatakan dengan menggunakan harga pasar adalah sama dengan nilai produk
nasional, maka tanda Q tersebut kita ganti dengan Y, asalkan nilai Y, yaitu nilai
pendapatan nasional, dinyatakan dengan menggunakan harga konstan.
Kurva fungsi produksi OQ akan bergeser ke atas, misalnya ke OQ1, sebagai akibat
adanya investasi netto dalam perekonomian. Pembangunan dalam bidang ekonomi
pada azasnya berupa usaha untuk menggeserkan kurva OQ ke atas. Sebagai akibat dari
berhasilnya usaha pembangunan dalam perekonomian seperti tercermin oleh
bergesernya kurva produk agregratif ke OQ1 , maka dengan tingkat kesempatan kerja
yang sama sebesar ON, dihasilkan produk nasional sebesar OY1 . Apabila dibandingkan
dengan produk nasional yang sebelumnya, maka terdapat kenaikan produk nasional
sebesar YY1.
6
2.3. Pasar Tenaga Kerja
Tinggi rendahnya harga barang dan jasa ditentukan oleh permintaan pasar dan
penawaran pasar akan barang dan jasa yang bersangkutan , harga tenaga kerja yang
biasa disebut juga sebagai upah atau wage, tinggi-rendahnya juga ditentukan oleh
permintaan dan penawaran pasar akan tenaga kerja yang bersangkutan. Mengenai
kurva permintaan itu sendiri dalam hal ini diartikan sebagai kurva yang menunjukkan
jumlah tenaga kerja per satuan waktu yang diminta oleh masyarakat pada berbagai
kemungkinan tingkat upah nyata. Tingkat upah nyata biasa disebut tingkat upah riil.
Hubungan antara tingkat upah nyata dengan tingkat upah nominal secara matematis :
𝑤
W = 𝐻 atau w = WH …..(1)
W = tingkat upah nyata, yaitu tingkat upah dinyatakan dengan tingkat harga konstan.
w = tingkat upah nominal, yaitu tingkat upah dinyatakan dengan harga-harga yang
berlaku
H = tingkat harga.
Kurva penawaran tenaga kerja dalam hal ini merupakan kurva yang menunjukkan
jumlah tenaga kerja per satuan waktu dimana masyarakat menjual pada berbagai tingkat
upah nyata. Jadi seperti halnya permintaan akan tenaga kerja, kurva penawaran tenaga
kerja diasumsikan sebagai jumlah kesediaan masyarakat untuk menjual tenaga kerja
ditentukan oleh tinggi rendahnya tingkat upah nyata, dan bukannya oleh tingkat upah
nominal. Model ini dikenal dengan analisa ilusi uang yaitu, rumah tangga perusahaan
sebagai pembeli sumber daya manusia dan rumah tangga keluarga sebagai penjual
sumber daya manusia dalam pengambilan keputusan terkelabuhi oleh angka nominal
uang.
Dalam kurva penawaran akan tenaga kerja mempunyai bentuk melengkung
berbalik ke belakang. Pada tingkat upah nyata yang rendah, dengan meningkatnya
tingkat upah, para karyawan tertatik bekerja per minggunya. Mempunyai lereng positif.
7
2.4. Pertumbuhan Ekonomi
Sumber pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu
perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional atau
peningkatan GDP rill dalam suatu wilayah.
Beberapa komponen penting yang harus di analisa pada pertumbuhan ekonomi,
yaitu :
A. Akumulasi modal
Akumulasi modal dapat terjadi jika sebagian dari pendapatan masyarakat di
investasikan dengan tujuan untuk memperbesar output produksi.
B. Perubahan Teknologi
Perubahan tekhnologi dari waktu ke waktu menandakan kemajuan tekhnologi
berarti ditemukan cara baru atau perbaikan dalam menyelesaikan tugas-tugas
yang semula dilakukan secara tradisional menjadi lebih modern, efisien,
efektif, output yang dihasilkan semakin berkualitas dan tepat waktu.
8
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran
barangbarang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat
harga tertentu. Penawaran Agregat (aggregate supply) adalah jumlah barang dan jasa akhir
perekonomian, yang dimintaa pada berbagai tingkat harga yang berbeda.Kurva
Penawaran Agregat adalah kurva yang menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
harga yang berlaku dalam ekonomi dan nilai produksi riil atau output (pendapatan
nasional rill) yang akan ditawarkan dan diproduksi oleh semua perusahaan dalam suatu
perekonomian.Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa memiliki harga
fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga kaku dalam jangka pendek, hubungan
penawaran agregat yang berbeda; kurva penawaran agregat jangka panjang (long-run
aggregate supply) LRAS dan kurva penawaran agregat jangka pendek (short-run
aggregate supply) SRAS. Dua faktor yang menentukan penawaran agregat, yaitu
keseimbangan di pasar tenaga kerja dan fungsi produksi. Keseimbangan di pasar tenaga
kerja akan menentukan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan memproduksi
barang dan jasa. Dan kemampuan dari tenaga kerja ini menghasilkan produksi nasional
tergantung kepada fungsi produksi yang menerangkan hubungan diantara jumlah tenaga
kerja dan faktor-faktor produksi lain untuk mewujudkan produksi.
3.2. Saran
Dalam pembuatan makalah mengenai Agregate Supply mungkin masih banyak
kekurangan, baik dari segi penulisan ataupun dari penyusunan kalimat dan kata-katanya,
oleh sebab itu kami selaku penulis minta maaf sebesar-besarnya kepada dosen dan
mahasiswa semua, sebagai penyempurna kami mengharap kritik dan saran yang positif
dari teman-teman semua.
9
DAFTAR PUSTAKA
R. Soediyono. 2007. Ekonomi Makro. Penerbit Liberty : Yogyakarta.
Sugianto dan Romadhina, A.P. 2020. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro.
Banten : YPSIM.
Sukirno, Sadono. 2006. Makro Ekonomi Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta : Rajawali Press.
10