“Analisis Rancangan Layout Restoran A&W Samarinda Square”
Ditulis Oleh: Kelompok 3
1. Devi Ismira 2001026218
2. Fariska Ellysa 2001026201
3. Leony Valencia Purba 2001026215
4. Siti Rahmi 2001026208
5. Selfia Sandra Kirana 2001026220
Untuk Memenuhi Tugas:
Dosen Pengampu Dr. Musdalifah Aziz, SE.,M.Si
Mata Kuliah Manajemen Operasional I
Kelas MJ/B
PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2021/2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan atas kehadiran Tuhan YME atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga kami bisa menyelesaikan
Laporan yang berjudul “Analisis Rancangan Layout Restoran A&W Samarinda
Square” ini dengan lancar. Penulisan Laporan ini bertujuan untuk memenuhi
tugas yang diberikan oleh ibu Dr. Musdalifah Aziz, SE.,M.Si selaku dosen
pengampu mata kuliah Manajemen Operasional I.
Laporan ini ditulis berdasarkan hasil pengolahan data-data berdasarkan survei
yang kami lakukan di A&W Samarinda Square, jl. M. Yamin, No. 1D, Gn Kelua,
Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 75123
Kami harap dengan membaca laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita
semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan tentang layout yang tepat untuk
diterapkan. Kami, sangat menyadari akan kekurangan dari laporan yang kami buat
sehingga jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan untuk kesempurnaan dari kekurangan laporan
ini.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dari awal sampai akhir Laporan ini dibuat. Semoga kita semua
selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin..
Samarinda, November 2021
Penulis,
Kelompok 3
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
Latar Belakang ................................................................................................................ 1
Metode Penelitian ........................................................................................................... 2
BAB II .................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN .................................................................................................... 5
A. Sejarah Perusahaan ............................................................................................ 5
B. Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan ................................................................... 6
C. Struktur Organisasi Perusahaan A&W .............................................................. 9
D. Analisis Desain Tata Letak(Layout) Restoran A&W Samarinda Square ........ 14
a) Segmentasi Pasar ......................................................................................... 14
b) Targeting ...................................................................................................... 14
c) Positioning ................................................................................................... 14
d) Desain tata letak (Layout) A&W Samarinda Square ................................... 14
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 17
Kesimpulan ................................................................................................................... 17
Desain tata letak (layout) Awal A&W Samarinda Square ............................................ 18
Redesain Tata Letak (Layout) A&W Samarinda Square .............................................. 19
LAMPIRAN DOKUMENTASI ................................................................................... 21
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Pembatas Ruang Makan dan Kasir................................................................... 14
Gambar 2 Menu Populer ................................................................................................... 15
Gambar 3 Sekat Kaca Pembatas Kasir dan Konsumen ..................................................... 15
Gambar 4 Pintu Masuk dan Keluar ................................................................................... 16
Gambar 5 Desain Awal A&W .......................................................................................... 18
Gambar 6 Redesain Layout A&W .................................................................................... 19
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berkembangnya peningkatan persaingan ekonomi di indonesia semakin
signifikan dengan didukung berbagai strategi perusahaan dan faktor-faktor
ekonomi yang semakin membaik di masyarakat disertai kegiatan atau aktifitas di
luar rumah mengakibatkan perusahaan kembali mengatur bagaimana perusahaan
yang dimiliki semakin meningkat juga dalam memperbaiki strategi proses dalam
manajemen operasional tentunya. Dengan adanya persaingan tersebut tentu tentu
salah satu usaha yang dilakukan adalah membuat desain tata letak semenarik
mungkin agar banyak konsumen/pengunjung yang berminat.
Tata letak perencanan (plan layout) atau tata letak fasilitas (fasilities
layout) merupakan suatu tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas ruang guna
menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tata letak yang efektif menjadi
penting bagi perusahaan, karena strategi ini dapat membantu perusahaan untuk
menciptakan diferensiasi, biaya rendah, atau tanggapan yang cepat (Heizer dan
Render, 2016). Tujuan tata letak ini adalah untuk membangun tata letak yang
ekonomis yang dapat memenuhi persaingan perusahaan. Seperti yang telah
dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa pengaturan tata letak (layout) yang
baik dalam sebuah proses produksi akan berpengaruh langsung bagi perusahaan.
Penempatan tata letak yang baik akan dapat menciptakan efisiensi penggunaan
peralatan produksi dapat ditingkatkan, efektivitas penggunaan ruangan perusahaan
dimana investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk membangun perusahaan
membeli mesin dan peralatan produksi, umumnya berjumlah besar. Maka dari itu
perusahaan dituntut untuk membuat sebuah perencanaan tata letak yang baik dan
efisien.
Seiring dengan perkembangan zaman tata letak juga ikut berevolusi
mengikuti zaman sekarang yang dimana seiringnya berjalan waktu mengikuti
gaya hidup masyarakat sekarang, salah satunya perkembangan perancangan tata
letak adalah pada sebuah Restoran atau café. Perkembangan perusahaan Resto
yang semakin pesat menunjukkan bahwa permintaan konsumen terhadap
kehadirannya semakin meningkat dari tahun ke tahun hal ini terlihat juga pada
salah satu perkembangan Resto yaitu di kota Samarinda.
2
Salah satu contoh yang bisa diambil dari perkembangan resto yang ada di
Samarinda yaitu A&W Samarinda Square yang dimana bertempatkan dalam satu
kawasan Mall perbelanjaan Robinson. Oleh karena hal tersebut maka kami disini
menganalisis apakah perencaanaan Tata Letak pada resto tersebut berpengaruh
pada kemajuan perkembangan resto A&W sendiri dan kami ingin mengetahui
faktor apa sajakah yang menjadi pendukung dalam perencanaan tata letak
sehingga menjadi daya tarik pengunjung. Dimana hal ini akan kami sesuaikan
dengan hasil analisis pada survey yang kami lakukan. Hasil analisis dan survey
tersebut kami rangkumkan dalam bentuk laporan ini yang berjudul “Analisis
Rancangan Layout Restoran A&W Samarinda Square”
Metode Penelitian
a. Desain Penelitian
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan secara induktif untuk
memperoleh data yang bersifat menyeluruh atau holistic dan mendalam.
Selain itu desain penelitian ini bersifat terbuka, artinya dalam kurun
waktu tertentu dijumpai aspek yang penting yang harus dicakup dalam
penelitian, meskipun tidak terduga sebelumnya.
Penelitian kualitatif ini dilaksanakan dengan menggunakan
pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah suatu inquiri empiric yang
menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata.
b. Teknik Pengumpulan data
I. Studi Dokumentasi yaitu peneliti melakukan pengumpulan data
dengan menggunakan literature baik berasal dari buku maupun
jurnal.
II. Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan
pengamatan dan pencatatan secara langsung pada objek yang
diteliti. Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan di A&W
dilakukan pada pukul 15.00. Hal ini dilakukan karena banyaknya
3
pengunjung yang datang disekitar waktu tersebut. Waktu
pengamatan sekitar 30 menit sampai 60 menit.
c. Teknik Analisa data
Analisa Data pada penelitian ini mengacu pada model analisis data
kuantitatif dari Miles dan Huberman. Menurut Miles dan Hubermen yang
dikutip Sugiono (2011: 91), analisis dapat dilakukan dengan tiga langkah
Data Reduction
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok,
memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya.
Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran
yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan
pengumpulan data selanjutnya serta mencarinya bila diperlukan.
Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan
data tersebut untuk mempermudah dalam memahami apa yang
terjadi dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang
telah dipahami tersebut. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data
dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan
antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Dalam hal ini yang sering
banyak digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian data
dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
Conclusing drawing/verification (menarik
kesimpulan/verifikasi)
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara
dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang
mendukung pada tahap awal didukung bukti-bukti valid dan
konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data,
maka kesimpulan yang kredibel.
Sejalan dengan penjelasan di atas, kesimpulan dalam penelitian
kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan
sejak awal, tetapi mungkin saja tidak, karena seperti yang dikemukakan
4
bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif bersifat
sementara setelah peneliti berada di lapangan.
d. Pengujian Kredibilitas Data
Data-data temuan dalam penelitian kualitatif dinyatakan valid apabila
tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang
sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Untuk itu diperlukan uji
nilai kebenaran (uji kredibilitas) terhadap data yang didapatkan.
Pengujian kredibilitas data penelitian dengan cara:
Menggunakan bahan referensi
Bahan referensi merupakan bagian dari pendukung untuk
membuktikan data yang ditemukan peneliti secara autentik. Dalam
hal ini bahan referensi dilengkapi dengan foto-foto keadaan
Restoran pada saat kami melakukan Survei dilapangan.
Peningkatan Ketekunan dalam Penelitian
Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara
lebih cermat dan berkesinambungan, dengan cara ini maka
kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti
dan sistematis. Dalam hal ini Peneliti meningkatkan ketekunan
dengan cara membaca berbagai buku maupun jurnal hasil penelitian
ataupun dokumentasi-dokumentasi yang terkait dengan temuan
yang diteliti. Dengan membaca ini maka wawasan peneliti akan
semakin luas dan tajam sehingga dapat digunakan untuk memeriksa
data yang ditemukan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Perusahaan
Dilansir dari situs resmi perusahaan A&W Restaurants semua ini bermula
pada tahun 1919 Roy W. Allen membuka membuka stand Root Beer
pertamanya di Lodi, California pada tanggal 20 Juni 1919. Itu adalah malam
yang panas yang bertepatan dengan pesta di seluruh kota yang merayakan
kepulangan pahlawan lokal Perang Dunia I. Tahun 1922 Allen bermitra
dengan mantan karyawan Lodi, Frank Wright. Mereka menyewakan dua stan
Root Beer pertama mereka ke operator lain sehingga mereka dapat berekspansi
ke kota besar Sacramento. Ini sekitar waktu yang sama para mitra menciptakan
nama baru A&W, "A" untuk Allen & "W" untuk Wright.
Tahun 1925 Allen mulai menjual waralaba kepada orang lain, sehingga
membentuk rantai restoran waralaba pertama di Amerika. 1950 Berkat
booming pascaperan dan maraknya pinjaman GI, ada banyak perkembangan
baru dan hampir 450 A&W yang beroperasi. Allen menjual seluruh operasinya
ke A&W Root Beer Co., sebuah perusahaan California. Tahun 1956 A&W
menjadi internasional dengan membuka restoran pertamanya di Kanada
didaerah Winnipeg, Manitoba pada tahun 1956. Restoran A&W di Kanada
pada awalnya merupakan bagian dari rantai restoran A&W Amerika hingga
dijual pada tahun 1972 dan sejak itu, telah dimiliki dan dioperasikan di Kanada
secara independen dan terpisah dari Operasi A&W di Amerika Serikat. Tahun
1963 A&W diperluas ke Filipina, Malaysia, dan Okinawa, Jepang. Sementara
itu, di Amerika Serikat, Original Bacon Cheeseburger lahir. 1969 A&W
merayakan 50 tahun mereka berdiri.
Pada tahun 1971 A&W Root Beer tersedia dalam botol & kaleng. Tahun
1974 Rooty the Great Root Bear lahir. Tahun 1999 Sehubungan dengan HUT
ke-80 A&W, Apung Root Beer Float terbesar di dunia telah dibuat. 2.562,5
galon Root Beer digunakan untuk memecahkan rekor dunia. Tahun 2003 100%
Keju Keju Cheddar Wisconsin Putih Asli diperkenalkan. Tahun 2011 A&W
dibeli oleh sekelompok Mitra Waralaba A&W domestik & internasional.
Tahun 2017 dan selanjutnya Ada sekitar 1.000 restoran dan terus bertambah di
Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Diperkirakan 46 pembukaan restoran baru
6
direncanakan untuk 2018 antara pasar AS & Internasional. Pada tanggal 21
April 1985, A&W pertama kali dibuka di Indonesia, dengan outlet pertamanya
di Melawai, A&W Indonesia terus berkembang hingga mencapai lebih dari 200
outlet diIndonesia dan tersebar lebih dari 30 kota di Nusantara.
B. Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan
Visi Perusahaan A&W
Menjadi Restoran terbaik dalam katergori Fastfood dan disenangi
oleh Masyarakat.
Misi Perusahaan A&W
Menghadirkan menu makanan cepat saji dengan harga
terjangkau kemudia memperkenalkan menu makanan
terbaik yang saat ini sudah tersebar diberbagai gerai.
Menghadirkan kebutuhan makanan dan minuman dengan
persyaratan halal bagi masyarakat disekitar lokasi terutama
di negara-negara mayoritas muslim, dengan pelayanan yang
cepat, mutu baik, dan sehat
Mendapatkan keuntungan yang tinggi, untuk semua
restaurant, digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan
pemilik dan karyawan.
Komitmen A&W
“Kami bertekad untuk hanya menghasilkan produk sesuai
dengan persyaratan halal, aman, dan bermutu untuk semua
pelanggan kami”.
Budaya Perusahaan
Budaya Perusahaan yang diterapkan oleh A&W Restoran yang
menjaddi ciri khas yaitu “Pelayan Prima” yang diberikan. Pelayanan
prima tak lepas dari kualitas pelayanan yang secara garis besar
memiliki empat unsur pokok konsep kualitas, yaitu kecepatan,
ketepatan, keramahan, dan kenyamanan. Apabila keempat komponen
tersebut terintegrasi dengan baik maka suatu pelayanan atau jasa
menjadi excellence. Tujuan Pelayanan Prima,yaitu:
7
Menjaga dan merawat (maintenance) agar pelanggan
merasa diperhatikan dan dipentingkan segala kebutuhannya
atau keinginannya. Pelayanan dengan standar kualitas yang
tinggi dan selalu mengikuti perkembangan kebutuhan
pelanggan setiap saat, secara konsisten dan akurat.
Merupakan upaya mempertahankan pelanggan agar tetap
loyal untuk menggunakan produk barang atau jasa yang
ditawarkan tersebut. Pelayanan Prima Sangat di Butuhkan
Menurut Barata (2014:32) Pelaksanaan layanan istimewa
atau pelayanan prima oleh pihak perusahaan terhadap para
pelanggan, baik itu yang ditunjukan untuk pelanggan intern
maupun pelanggan ektern mempunyai peranan penting
dalam bisnis karena kelangsungan perusahaan sangat
tergantung dari loyalitas para pelanggan kepada perusahaan.
Dalam pelaksanaanya pelayanan prima terbagi menjadi dua bagian:
Pelayanan Bagi Pelanggan Internal adalah orang-orang yang
terlibat dalam proses produksi barang atau jasa yang dihasilkan
perusahaan, mereka semuanya harus mampu mengembangkan
budaya pelayanan prima di lingkungan internal
Pelayanan Bagi Pelanggan Eksternal Kebutuhan dan keinginan
pelanggan merupakan potensi pasar yang dapat dijadikan
peluang besar bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan
melalui penjualan barang atau jasa yang kita sediakan.
Sebaiknya tempatkanlah diri kita sebagai penyedia layanan
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan karena para pelanggan
itu merupakan tumpuan harapan, yaitu sebagai pihak yang
mampu merealisasikan kebutuhan dan keinginannya menjadi
pembelian yang nyata kepada perusahaan kita. Dengan
memberikan pelayanan prima kepada pelanggan eksternal,
diharapkan ada peningkatan loyalitas pelanggan eksternal
terhadap perusahaan.
8
Kegiatan utama dari Restaurant A&W yaitu sebagai restaurant yang
menyediakan makanan cepat saji yang menyuguhkan berbagai variasi
makanan dan minuman yang disajikan oleh Restaurant A&W dengan
serangkaian pelayanan yang baik, sehingga dapat memberikan
kepuasan terhadap customer dan dapat mencapai apa yang diharapkan
perusahaan.
Kegiatan Eksternal
Kegiatan eksternal ini merupakan kegiatan yang banyak
dilakukan oleh bagian marketing perusahaan, dimana secara
garis besar dapat dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan
untuk memasarkan/memperkenalkan produk perusahaan
kepada public atau customer dengan tujuan akhir menjual
produk sebanyak mungkin ntuk peningkatan income
perusahaan.
Kegiatan Internal
Kegiatan internal perusahaan adalah kegiatan perusahaan yang
berhubungan dengan kegiatan yang menyangkut persiapan,
pengolahan, pelayanan terhadap customer sehingga dapat
memberikan tingkat kepuasan yang diharapkan. Karena hasil
inilah yang akan menentukan seberapa besar Restaurant A&W
mampu memberikan kepuasan kepada customer. Selain itu
Restaurant A&W mempunyai nilai-nilai perusahaan yang
harus dijaga oleh setiap karyawan yaitu :
A&W berusaha menanamkan kepada setiap karyawan
rasa memiliki untuk mencapai nilai-nilai yang tinggi
atas produk dan pelayanan kepada setiap custome
Berusaha menjaga hubungan dan kualitas produk yang
baik kepada setiap ustomer dengan memperhatikan
kebersihan restaurant, keramah tamahan,ketepatan
dalam penerimaan dan penyajian pesanan, perawatan
yang sangat baik, produk bermutu tinggi setiap saat,
dan pelayanan yang cepat.
9
C. Struktur Organisasi Perusahaan A&W
a. Direktur
Memimpin perusahaan dan membina jajaran manager agar
berdaya guna dan berhasil guna.
Menyusun rencana perusahaan jangka pendek, maupun jangka
panjang serta visi, misi, dan strategi dalam mencapai tujuan
perusahaan.
Mengkoordinasi dan mengawasi para manager dalam
melaksanakan tugasnya
b. Chief Finance Officer(CFO) Mengepalai, mengawasi, dan mengatur
jalannya divisi yang terkait keuangan perusahaan, dan langsung
memberikan laporan ke Direktur.
General Ledger, melakukan input dokumen untuk faktur – faktur
transaksi agar dapat diproses ke bagian proses pembayaran
(Account Payable), input dokumen pengiriman barang antar outlet
sehingga dapat diproses ke bagian Inventoryuntuk tahap
selanjutnya.
Inventory, melakukan check terhadap persediaan setiap outlet yang
ada.
Account Payable, memproses pembayaran atas tagihan –
tagihan yang berhubungan dengan pengeluaran pembelian
keperluan perusahaan itu sendiri, maupun keperluan tiap – tiap
restoran yang ada. Melakukan pencatatan sebagai kegiatan
administrasi guna mengetahui setiap kronologis peembayaran
tagihan yang ada sampai lunas dibayar.
Accounting, melakukan jurnal untuk transaksi keuangan
perusahaan baik penerimaan kas, pengeluaran kas, maupun
pembuatan laporan keuangan.
Finance, Melakukan pencatatan atas transaksi penerimaan dan
pengeluaran yang telah dilakukan. Memproses pembayaran atas
tagihan yang telah diproses oleh Account Payable dan yang
sudah di approval Direktur. Mengkoordinir dan mengawasi
10
kegiatan administrasi yang berhubungan dengan keuangan
perusahaan baik pengeluaran atau penerimaan perusahaan.
Tax, memperhitungkan pajak–pajak yang harus dibayarkan
perusahaan yang sehubungan dengan kegiatan perusahaan, baik
pajak yang harus disetor ataupun pajak yang harus dilaporkan ke
kantor Dirjen pajak setiap sebulan sekali maupun setiap setahun
sekali.
Internal Audit, melakukan audit keseluruhan atas barang–barang
restoran, baik food maupun nonfood secara berkala bagi
kepentingan pendataan maupun penghindaran penyelewengan,
penggelapan barang–barang yang ada di restoran.
c. Chief Marketing Officer(CMO) Mengepalai, mengawasi, dan mengatur
jalannya divisi yang terkait keuangan perusahaan, dan langsung
memberikan laporan ke Direktur.
Marketing Departmentdan Customer Mania.
Merencanakan pemasaran produk-produk baru.
Menentukan desain yang inovatif untuk packaging kemasan yang
akan dipakai untuk makanan maupun minuman restoran.
Melakukan peningkatan, perencanaan, dan senantiasa
memelihara citra perusahaan di mata masyarakat melalui
pemasaran yang dilakukan.
Melaksanakan pengembangan promosi tingkat lokal dan nasional.
Membuat acara dan segala kreativitasnya untuk acara party atau
ulang tahun yang di adakan customerdi A&W Restoran.
d. Business and Development(Ekspansi/pembukaan untuk lokasi baru)
Property & Development
Mencari lokasi sewa (unit di dalam mall) yang berpotensi untuk
pembukaan restoran baru sesuai dengan kriteria Direktur atau
pertimbangan lainnya.
Mencari lokasi beli (tanah, ruko, dll) yang berpotensi untuk
pembukaan restoran baru sesuai dengan kriteria Direktur atau
pertimbangan lainnya.
11
Melakukan negosiasi harga sewa perpanjangan untuk lokasi restoran
yang disewa.
Project & Development
Merencanakan pengembangan bangunan beserta tata letak mesin
dan peralatan restoran lainnya.
Merancang desain interior dan eksterior sebuah project restoran baru
dan renovasi (re –fitting out) restoran yang sudah ada.
Melakukan seleksi yang tepat atas pengajuan kerjasama kontraktor.
Bekerjasama dengan departement yang terkait atau PIC yang terkait
dalam menetapkan desain interior dan tata letak mesin atau peralatan
lainnya.
Membuat perencanaan layout capacity untuk sebuah restoran.
Melakukan persetujuan approval desain layout capacity, interior,
eksterior, mesin/ peralatan kepada Direktur.
Equipment & Facility Support Bertanggung jawab atas penyediaan barang
equipment dan barang lainnya yang dibutuhkan untuk kebutuhan outlet lama
maupun outlet yang akan melakukan opening dengan memastikan kepada
divisi Project untuk barang yang dibutuhkan tersebut lalu melakukan order
dan follow up ke divisi Purchasing. Maintenance Bertanggung jawab atas
kerusakan yang terjadi, baik dalam equipment, struktur bangunan, maupun
interior yang rusak.
e. Operation
Merencanakan dan menetapkan target penjualan tiap restoran
dan perusahaan (secara global). Mengembangkan SDM atau
karyawan restoran, sistem, prosedur dan sebagainya.
Mengontrol biaya operasional tiap restoran.
Mengontrol jalannya operasional restoran.
Memberikan informasi perkembangan terkini terkait dengan
keseluruhan aspek restoran atau secara global.
Mengawasi dan mengontrol department yang merupakan bagian
yang harus diotorisasi.
12
Melakukan pengorganisasian wewenang atas perencanaan yang
telah dibuat selama tahun berjalan.
District Manager mempunyai fungsi :
Mengawasi Area Manager,Regional Manager.
Memberikan petunjuk kepada Area Manager, Regional Manager
dalam menjalankan operasi restoran dan memberikan masukan
dalam mengendalikan operasi restoran.
Mengatasi kualitas produk, pelayanan peralatan serta gedung restoran.
Memberikan pertanggungjawaban kepada manager operation serta
perusahaan dalam kegiatan operasi dan pencapaian tujuan serta target
omset yang telah ditetapkan perusahaan.
Area Manager, Regional Manager mempunyai fungsi :
Melaksanakan seluruh administrasi yang menjadi jangkauan
wewenangnya, melakukan pengawasan dan pengendalian
administrasi serta keuangan di restoran.
Membawahi dan bertanggung jawab atas kegiatan administrasi
yang dilakukan oleh bagian administrasi penjualan, administrasi
persediaan, administrasi umum dan gudang di restoran.
f. Quality Assurance and Product Development
Melakukan penentuan standar seluruh bahan baku yang akan
digunakan oleh tiap restoran.
Melakukan audit standar prosedur-prosedur atas kegiatan yang
ada di restoran.
Melaksanakan pembuatan dan memperpanjang sertifikasi halal.
Melakukan pengembangan produk-produk baru. d.Mengawasi
mutu produk-produk baru dan lama.
g. Human Resource Department.
Personnel, bertanggung jawab terhadap penyediaan tenaga
kerja, pengembangan karier dan kesejahteraan karyawan.
General Affair, bertanggung jawab atas urusan-urusan yang
bersifat umum pada perusahaan, dan penyediaan barang-barang
umum yang dibutuhkan perusahaan.
13
Training, bertanggung jawab atas pelatihan dasar keahlian di
restoran untuk karyawan restoran yang baru.
h. Purchasing, IPC & Logistic, dan Production
Purchasing Bertanggung jawab atas pembelian barang yang
dibutuhkan oleh perusahaan jangka pendek maupun jangka
panjang, baik food restoran, barang non food restoran, dan barang-
barang untuk keperluan perusahaan.
Logistic dan IPC. Bertanggung jawab atas ekspedisi pengiriman
barang food dan barang non food yang dibutuhkan untuk outlet -
outlet restoran.
Production Bertanggung jawab mengatur persediaan dan
penyimpanan barang-barang food atau non food yang ada di
gudang guna pengiriman barang-barang yang akan di suplai ke
setiap outlet yang membutuhkan.
i. MIS (Management IT Support)Mengatur penyediaan sarana
komputerisasi otomatis untuk kegiatan administrasi yang ada di setiap
restoran
14
D. Analisis Desain Tata Letak(Layout) Restoran A&W Samarinda
Square
Berikut merupakan beberapa poin-poin yang kami dapatkan Berdasarkan
Survei yang telah kelompok kami lakukan di A&W Samarinda Square:
a) Segmentasi Pasar
Bisnis strategi A&W restaurant adalah fokus strategi. Fokus
strategi adalah strategi unit bisnis yang memfokuskan diri pada satu atau
lebih segmen pasar yang sempit dari pada mengejar pasar yang lebih
besar. Saat ini, perusahaan fokus di segmen kelas menengah yang
menyasar segmen keluarga. Restoran ini ditujukan untuk orang-orang
yang menyukai makanan ala gaya barat, lebih khusus gaya amerika.
b) Targeting
Restoran A&W menargetkan kepada anak-anak, remaja, pria, dan
wanita, mahasiswa dan keluarga. A&W ingin memberikan kenyamanan
untuk semua kalangan.
c) Positioning
A&W telah diarahkan kepada restoran western, dengan tampilan
ala Amerika, rasa khas Amerika masih ada walaupun dipadukan dengan
rasa lokal.
d) Desain tata letak (Layout) A&W Samarinda Square
Sebuah meja kasir yang memanjang secara horizontal dan terpusat
namun tetap praktis dan cukup indah untuk menjadi titik fokus
restoran.
Adanya pemisahan
antara meja kasir dan
ruang makan hingga
menciptakan dua
iklim yang berbeda di
tepat tersebut. Untuk Gambar 1 Pembatas Ruang Makan dan
Kasir
15
ruang makan, suasananya lebih tenang dan nyaman karena tidak
bercampur langsung dengan para konsumen yang sedang
mengorder pesanan.
Banyak menggunakan teknologi canggih untuk memudahkan
pelayanan cepat saji.
Adanya bagian khsusus pemesanan bagi ojek online sehingga
memudahkan para driver dan tidak bercampur dengan para
pemesan diluar ojek online.
Saat masuk ke dalam restoran, kita akan melihat berbagai menu
terpopuler yang tertera di
bagian belakang atas meja
kasir. Sehingga memudahkan
konsumen untuk melakukan
pemesanan menu.
Gambar 2 Menu Populer
Pada bagian
kasir (order) terdapat sekat
dengan konsumen berupa
pembatas kaca. Hal ini
tentu dianjurkan karena
saat ini adalah masa
pandemi yang harus benar-
Gambar 3 Sekat Kaca Pembatas Kasir dan
Konsumen benar menjaga protokol
kesehatan.
Tidak jauh dari pintu masuk, tepatnya disebelah kiri disediakan
tempat cuci tangan untuk para konsumen. Hal ini lebih
memudahkan konsumen yang sering kali kesulitan mencari dimana
letak tempat cuci tangan pada suatu restoran.
16
Disediakannya meja khusus untuk pengambilan saos juga lebih
memudahkan konsumen ketika selesai melakukan pemesanan
makanan.
Selain ide desain yang menarik, lokasinya juga sangat mudah
ditemukan. Ketika masuk ke dalam mall, maka restoran ini adalah
restoran pertama yang akan kita temui dari sebelah kanan.
Pintu masuk dan keluar dibuat menjadi satu namun tetap diberikan
porsi yang lebar.
Sehingga, tidak akan
bersinggungan satu
sama lain ketika
memasuki restoran.
Gambar 4 Pintu Masuk dan Keluar
Letak mesin kasir sekaligus tempat pemesanan berada di jarak
yang aman dari pintu masuk yaitu sekitar 3 meter. Hal ini juga
dilakukan untuk melindungi informasi yang sensitif.
Meja makan di restoran ini berukuran sedang namun cukup untuk
2-4 orang.
Restoran ini tidak menyediakan secara khsusus tempat makan yang
berada diluar ruangan.
Pada restoran A&W bagian dapur merupakan salah satu privasi
dari restoran ini. Sehingga keamanannya pun perlu dijaga. Oleh
sebab itu, dapur terletak dibagian belakang daerah kasir dan tempat
order, serta tidak terlihat oleh konsumen.
Tidak tersedia toilet khusus konsumen pada restoran ini. Mungkin
karena letaknya yang berada di dalam mall dan memang sudah
memiliki toilet umum.
Kantor Manajemen dan Ruang Staf , Sebagai pengunjung kami
tidak menemukan kedua ruangan ini.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Bahwa Restaurant A&W yaitu sebagai restaurant yang menyediakan
makanan cepat saji yang menyuguhkan berbagai variasi makanan dan
minuman yang disajikan oleh Restaurant A&W dengan serangkaian pelayanan
yang baik, sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap customer dan dapat
mencapai apa yang diharapkan perusahaan. Dan hal ini sudah terlihat dari
bebrapa faktor yang mendukung seperti
Budaya organisasi yang menerapkan pelayanan prima
Struktur organisasi (Chief Finance Officer, Operation,dll)
Tata letak
Analisis inilah yang mendukung serta menjadi tjuan utama dari laporan
dimana tata letak bagaimana hal tersebut memepengaruhi daya tarik restaraunt
A&W serta pelayanan terbaik yang ada. Tata letak mempengaruhi beberapa hal
berikut:
Segmentasi Pasar
Bisnis strategi A&W restaurant adalah fokus strategi
Targeting, untuk semua kalangan.
Positioning
Desain tata letak (Layout) A&W Samarinda Square
Seperti, Sebuah meja kasir yang memanjang secara horizontal dan terpusat
namun tetap praktis dan cukup indah untuk menjadi titik fokus restoran.
Adanya bagian khsusus pemesanan bagi ojek online sehingga memudahkan
para driver dan tidak bercampur dengan para pemesan diluar ojek online, dll.
Namun di antara beberapa kelebihan ini masih ada bebrapa hal yang
menjadi kurangnya ini terlihat dari tempat kursi yang kurang memadai
terutama untuk bebrapa tempat ojol menunggu dan harapannya semoga dengan
adanya laporan ini bisa memperbaiki kekurangan tersebut karena sepenuhnya
desain tata letak restaurant A&W sudah cukup memadai dengan sistem budaya
perusahaan Pelayanan Prina yang diterapkan
18
Desain tata letak (layout) Awal A&W Samarinda Square
Berdasarkan survei yang kami lakukan, berikut merupakan desain tata letak
A&W Samarinda Square:
Gambar 5 Desain Awal A&W
19
Redesain Tata Letak (Layout) A&W Samarinda Square
Berikut merupakan Desain yang kami buat berdasarkan survei yang dilakukan
dilapangan, kemudian melihat beberapa kekurangan yang ada pada layout A&W
Samarinda Square :
Gambar 6 Redesain Layout A&W
Tata letak (Layout) yang kami ubah atau tambahkan diantaranya :
ada tambahan tempat cuci tangan di bagian ujung daerah khusus
makan agar memudahkan pengunjung, sehingga tidak kembali
masuk ke dalam ruangan sebelah dan berbaur/bercampur dengan
para pengunjung yang sedang melakukan order.
Adanya pintu khusus keluar, ini untuk memudahkan para
pengunjung yang ingin langsung keluar dari dalam mall tanpa
20
harus melalui lobby mall sehingga lebih mempersingkat waktu.
Tetapi pintu ini hanya dikhususkan sebagai pintu keluar, bukan
pintu masuk. Supaya antrian tetap dari arah yang sama.
Adanya pintu geser yang terbuat dari kaca dan berada di antara
meja saos dan tempat cuci tangan berfungsi untuk memudahkan
pengunjung memasuki ruangan makan namun yang berada di
ruang makan pun tidak terganggu dengan suara-suara di ruang
order karena terdapat sekat yang membatasi yaitu pintu tersebut.
Disediakannya bangku-bangku khusus ojek online menunggu
orderan makanannya akan lebih membantu mereka. Sebab, sering
kali terlihat masih banyak para ojek online yang harus menunggu
lama tetapi tidak ada tempat duduk untuk menunggu orderan
makanannya.
21
LAMPIRAN DOKUMENTASI
Berikut beberapa foto yang kami Tangkap sebagai bentuk dokumentasi dilakukan
saat survei dilakukan: