PENDALAMAN MATERI
(Lembar Kerja Resume Modul)
A. Judul Modul : TRANSAKSI MODERN
B. Kegiatan Belajar : KB 2 (KB 1/2/3/4)
Muhammad Qudratullah
C. Refleksi
NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN
1 Konsep (Beberapa istilah # Perkembangan zaman saat ini perubahan adalah suatu
dan definisi) di KB keniscayaan, sehingga segala bentuk kegiatan yang
berhubungan dengan dua orang atau lebih pasti akan
mengalami suatu perubahan, baik pelaksanaannya maupun
langkah-langkahnya.
# Transaksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
seseorang dan dapat menimbulkan perubahan terhadap harta
atau keuangan, baik itu bertambah maupun berkurang.
# di dalam era masa kini transaksi modern kini sudah
berkembanga menuju suatu transaksi yang bersifat online.
Artinya transaksi yang dilakukan penjual dan pembeli secara
online melalui media internet, tidak ada perjumpaan langsung
antara pembeli dan penjual.
Jenis-jenis Transaksi Modern
1. Jual Beli Online; Jual-beli merupakan salah satu kegiatan
sosial di masyarakat, baik di desa maupun kota. Transaksi jual-
beli hampir setiap waktu dapat kita jumpai. Pertanyaannya,
dengan perkembangan zaman yang memungkinkan kita
bertransaksi lewat internet, bagaimana hukum jual beli online
menurut Islam? Apakah transaksi online memenuhi syarat ijab
kabul yang ditentukan dalam Islam?
# Jual beli adalah suatu perjanjian tukar-menukar benda
(barang)atau jasa yang mempunyai nilai, atas dasar kerelaan
(kesepakatan) antara dua belah pihak sesuai dengan
perjanjian atau ketentuan yang dibenarkan oleh syara’. Yang
dimaksud dengan ketentuan syara’ adalah jual beli tersebut
dilakukan sesuai dengan persyaratan-persyaratan, rukun-rukun
dan hal lain yang ada kaitannya dengan jual beli.
Adapun rukun jual beli, ada empat, yaitu:
1) adanya pembeli;
2) adanya penjual;
3) adanya barang; dan
4) adanya shighah atau ijab-qabul.
# Menurut kitab Fathul Mu’in, ijab dan qabul dalam transaksi
ekonomi adalah:
Ijab dan kabul adalah syarat mutlak di dalam kegiatan jual dan
beli.
#Adapun pandangan mayoritas mazhab Syafi’i menyarankan
agar barang yang akan dijual belikan harus terlihat terlebih
dahulu secara kasat mata. Namun, ini merupakan bentuk
ihtiyath (kehati-hatian) agar tidak terjadi penipuan.
#Berdasarkan kebiasaan, sebelum transaksi pembeli biasanya
telah melihat mabi’ (barang yang dijual) dan telah dijelaskan
sifat dan jenis barang tersebut (salam) serta memenuhi syarat
dan rukun jual beli yang lainnya oleh penjual melalui situs
online yang dimilikinya.
# Dalam Jual beli online istilah yang digunakan adalah jual beli
salam di mana harga/uangnya didahulukan, sedangkan
barangnya diserahkan kemudian dapat dinyatakan pula
pembiayaan di mana pembeli diharuskan untuk membayar
sejumlah uang tertentu untuk pengiriman barang. Atau dengan
kata lain pembayaran dalam transaksi salam dilakukan di
muka.
# Selain itu, bila sudah cocok atas barang yang dideskripsikan
oleh penjual, pembeli mentransfer biaya yang ditentukan
penjual, dan menunjukkan struk pembelian. Setelah itu, penjual
melakukan proses pembelian. Bila praktik jual beli online
seperti ini sudah dilakukan dan tidak ada yang dirugikan, maka
hukum jual beli online menjadi sah.
2. Nikah Online; Nikah online adalah suatu bentuk pernikahan
yang transaksi ijab qabulnya dilakukan melalui keadaan
konektivitas (terhubung) dengan suatu jaringan atau sistem
internet (online). Dengan demikian antara mempelai laki-laki
dengan perempuan, wali dan saksi itu tidak saling bertemu dan
berkumpul dalam satu tempat.
# Perbedaan antara nikah online dengan nikah seperti
biasanya adalah antara pihak mempelai, saksi dan wali tidak
berada dalam satu tempat (ittihad al-majelis). Artinya, pihak
mempelai, saksi dan wali menggunakan media teknologi dalam
melakukan aktivitasnya, seperti video teleconference, seperti
Zoom, Google Meet dan lain sebagainya di layar televisi atau
proyektor
# Ulama fikih berpendapat jika ijab dan qabul dipandang sah
apabila telah memenuhi beberapa persyaratan. Ijab qabul
sendiri memiliki empat syarat yang harus diperhatikan:
a. Ijab dan qabul dilakukan dalam satu majelis.
b. Kesesuaian antara ijab dan kabul. Misalnya wali
mengatakan, "Saya nikahkan anda dengan putri saya A...",
kemudian calon suami menjawab, "Saya terima nikahnya B...",
maka nikahnya tidak sah, karena antara ijab dan qabul tidak
sesuai.
c. Yang melaksanakan ijab (wali) tidak menarik kembali ijab
nya sebelum kabul dari calon suami.
d. Berlaku seketika. Maksudnya, nikah tidak boleh dikaitkan
dengan masa yang akan datang. Jika wali mengatakan, "Saya
nikahkan anda dengan putri saya besok atau besok lusa,"
maka ijab dan kabul seperti ini tidak sah.
3. Pinjaman Online; Suatu pinjaman berupa materi (uang)
yang persyaratannya atau akadnya dilaksanakan secara
onilne.
# Ada dua istilah yang dikenal dalam masalah pinjam
meminjam, yaitu pinjam meminjam dan utang piutang. Dalam
terminologi fiqih muamalah, utang piutang disebut dengan
‘dayn’ ( دين.( Istilah dayn‛ ini juga sangat terkait dengan istilah
‘qard’ ( ( قوضyang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan
pinjaman. Sebagian ulama ada yang mengistilahkan utang
piutang dengan istilah iqrad atau qard.
# Secara istilah, menurut Hanafiyah qard adalah harta yang
memiliki kesepadanan yang anda berikan untuk anda tagih
kembali atau dengan kata lain suatu transaksi yang
dimaksudkan untuk memberikan harta yang memiliki
kesepadanan kepada orang lain untuk dikembalikan yang
sepadan dengan itu
# Sedangkan para ulama berbeda pendapat dalam
mengemukakan pengertian utang piutang (qard), antara lain:
a. Menurut ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah, qard adalah harta
yang diserahkan kepada orang lain untuk diganti dengan harta
yang sama. Atau dalam arti lain suatu transaksi yang
dimaksudkan untuk memberikan harta yang memiliki
kesepadanan kepada orang lain untuk dikembalikan yang
sepadan dengan itu.
b. Menurut ulama Malikiyah, qard adalah penyerahan harta
kepada orang lain yang tidak disertai imbalan atau tambahan
dalam pengembaliannya.
c. Menurut ulama Hanabilah, qard adalah penyerahan harta
kepada seseorang untuk dimanfaatkan dan ia wajib
mengembalikan dengan harta yang serupa sebagai gantinya.
d. Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqh Sunnah memberikan
definisi qard sebagai harta yang diberikan oleh muqrid
(pemberi pinjaman) kepada muqtarid (orang yang meminjam),
agar muqtarid mengembalikan yang serupa dengannya kepada
muqrid ketika telah mampu.
e. Menurut Hasbi as-Siddiqi, utang piutang (qard) adalah akad
yang dilakukan oleh dua orang yang salah satu dari kedua
orang tersebut mengambil kepemilikan harta dari lainnya dan
ia menghabiskan harta tersebut untuk kepentingannya,
kemudian ia harus mengembalikan barang tersebut senilai
dengan apa yang dia ambil dahulu. Berdasarkan pengertian ini
maka qard memiliki dua pengertian yaitu: i’arah yang
mengandung arti tabarru’ atau memberikan harta kepada
seseorang dan akan dikembalikan, dan muawadah karena
harta yang diambil bukan sekedar dipakai kemudian
dikembalikan, melainkan dihabiskan dan dibayar gantinya.
# Prinsip dasar dari pinjam meminjam dan utang piutang
adalah mubah atau boleh. Pinjam meminjam (‘ariyah) dan
utang piutang merupakan perbuatan qurbah (pendekatan diri
kepada Allah) dan dianjurkan berdasarkan Al-Qur’an dan
Sunnah.
# Pada proses pinjam meminjam atau hutang piutang barang
yang dipinjam harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Barang tersebut bisa diambil manfaatnya, baik pada waktu
sekarang maupun nanti, dengan demikian, barang yang tidak
bisa diambil manfaatnya, seperti mobil yang mogok, tidak
boleh dipinjamkan.
b. Barang yang dipinjamkan harus berupa barang mubah,
yakni barang yang dibolehkan untuk diambil manfaatnya
menurut syara’. Apabila barang tersebut diharamkan maka
‘ariyah atau qord hukumnya tidak sah.
c. Barang yang dipinjamkan apabila diambil manfaatnya tetap
utuh. Dengan demikian, tidak sah meminjamkan makanan dan
minuman yang sudah pasti akan habis.
# Meski transaksi pinjaman online (pinjol) hukumnya
boleh, akan tetapi orang atau lembaga yang mempraktikkan
pinjaman online hendaknya memperhatikan beberapa hal
sebagai berikut;
Pertama, tidak menggunakan praktik ribawi (riba: rentenir).
Kedua, jangan menunda membayar hutang
Ketiga, memaafkan orang yang tidak mampu bayar hutang
termasuk perbuatan mulia
Transaksi modern; materi ini sulit dipahami karena memang
Daftar materi pada KB dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hal yang tidak
2
yang sulit dipahami sesuai baik di dalam syarat, rukun ataupun hal-hal yang dapat
merubah suatu keputusan
Daftar materi yang sering Jual beli online dan pinjaman online; kedua-duanya sama
3 mengalami miskonsepsi sama melibatkan antar dua belah pihak namun objeknya saja
dalam pembelajaran yang sedikit berbeda.