BAB I
DEFINISI
1) Instalasi elektrikal adalah suatu suatu system jaringan kelistrikan untuk
mendukung aktifitas rumah sakit,digunakan untuk menyalurkan sumber tenaga
listrik dengan kapasitas tegangan rendah untuk keperluan pelayanan operasional
suatu gedung.
2) Peralatan operasional ( tools for the equipment) adalah peralatan yang
dipergunakan untuk perawatan system jaringan listrik dan panel – panel kelistrikan
(contoh; obeng,tang kombinasi,tespen,kunci pas ring,volt meter).
3) Bahan pemeliharaan (Consumable parts for maintenance) adalah komponen
yang mempunyai usia pakai tertentu digunakan untuk keperluan pemeliharaan.
(contoh ;mcb,nfb,mottorise,kontaktor,relay).
4) Matrial bantu (supporting material for maintenance ) adalah bahan yang
diperlukan untuk membantu kegiatan pemeliharaan
( contoh ;lampu,sekering,kabel,isolasi,juradus).
5) Operating manual adalah buku yang berisi petunjuk mengenai pengoperasian
kelistrikan sesuai dengan prosedur yang benar.
6) Service manual adalah buku yang berisi petunjuk cara pemeliharaan kelistrikan
sesuai dengan prosedur yang benar.
7) Wiring / schematic adalah gambar hubungan listrik atau pengkabelan antara
masing-masing komponen/bagian suatu rangkaian control panel dan jaringan
listrik.
8) Suku cadang adalah komponen atau bagian alat yang usia pakainya tidak dapat di
prediksi ,digunakan untuk keperluan perbaikan ( contoh; kabel penghantar
simplek,kabel penghantar duplex,kabel penghantar triplek ).
jenis kabelnya antara lain kabel NYA, kabel NYAF,kabel NYY,kabel NYM.
Jenis lainnya rol isolator ,fitting lampu, dan relay.
9) Recommended spare part (suku cadang ) adalah komponen yang oleh pabrik
diperkirakan akan mengalami kerusakan pada waktu tertentu.
10) Pengukuran suhu ruangan panel dan area ruang trafo adalah pengecekan
dimana ruangan-ruangan tersebut cenderung suhu temperature ruangan menjadi
panas,pemicu utama terdapat aliran listrik yang sangat besar,aliran electron
bergesekan dengan atom menyebabkan penghantar yang sangat panas.
1
11) Penyetelan adalah suatu kegiatan pengaturan dimana panel –panel listrik harus
memenuhi syarat keandalan,keamanan dan ekonomis,penyetelan terhadap
komponen-komponen panel misalnya; amper meter,volt meter panel kelistrikan
atau system timer.
12) Laik pakai, adalah suatu kondisi panel kelistrikan yang dalam keadaan baik
memenuhi syarat- syarat instalasi listrik,sedemikian rupa sehingga kemungkinan
terputusnya atau terhentinya aliran listrik sangat minim sekali.
13) Uji fungsi adalah pengujian komponen-komponenpanel kubikel dan trafo secara
keseluruhan,melalui uji bagian peralatan.
Contoh ;test tegangan amper per fase kabel, tes tembus tegangan trafo, pengukuran
grounding.
14) Uji kinerja atau performance test, adalah pengujian panel kelistrikan dan trafo
untuk mengetahui kemampuan dengan kondisi pemakaian .
15) Dokumen teknis penyerta, adalah dokumen teknis yang diperlukan untuk
pemeliharan panel listrik dan trafo terdiri dari;
1) brosure
2) installation manual
3) installation report
4) operating manual
5) prosedur tetap pengoperasian
6) prosedur tetap pemeliharan panel dan trafo.
16) Prasarana , adalah fasilitas rumah sakit berbentuk fisik terdiri dari alat dan
jaringan/instalasi.
17) Toolset adalah seperangkat peralatan kerja yang dipergunakan untuk keperluan
pemeliharaan listrik rumah sakit.ada dua jenis toolset fungsinya.
Toolset pada saat panel digunakan atau bertegangan ; Alat ukur volt
meter,sarung tangan karet ,tespen,clear contac,pengaman untuk melindungi
badan dari sentuhan listrik.
Toolset pada saat panel dalam keadaan tidak bertegangan ;obeng,meger
ohm,clear contak,Alat pembersih khusus panel.
18) Running maintenance, adalah pemeliharaan yang dilakukan sementara,panel dan
trafo masih dalam kondisi digunakan .
19) Shut down maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan bila panel dan trafo
2
tersebut dihentikan.
20) Emergency maintenance atau pemeliharaan darurat adalah jenis pemeliharaan
yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan yang belum diperkirakan sebelumnya.
21) SDM terlatih dan siap adalah dalam bidang alat tetentu dan siap melakukan tugas
mengoperasikan atau memelihara alat di maksud pada saat itu.
22) Teknisi rujukan adalah teknisi dari suatu rumah sakit yang mempunyai
kemampuan teknis lebih dari rumah sakit di wilayah sekitarnya dan mampu
memberikan layanan teknis kepada rumah sakit yang memerlukan.
23) Surat penugasan adalah surat perintah kerja yang dikeluarkan oleh kepala
instalasi pemeliharaan sarana RS kepada teknisi,untuk melakukan pemeliharaan
freventive/ korektif.
24) Laporan kerja adalah laporan teknis pelaksanaan pemeliharaan preventive/
korektif yang berisi kegiatan yang di laksanakan dan hasil yang di capai,untuk
setiap kegiatan berdasarkan surat penugasan pemeliharaan panel kelistrikan dan
trafo. Laporan kerja di tandatangani oleh user yang menyaksikan dan diketahui
oleh kepala IPSRS.
25) Critical areas, adalah seluruh ruangan rumah sakit memerlukan instalasi
kelistrikan biasanya cukup memerlukan power listrik untuk lampu penerangan dan
stop kontak ruangan.
26) Generals area, adalah dimana ruangan tersebut memerlukan jaringan power
instalasi listrik dengan kapasitas besar missal;
Ruang oprasi
Ruang icu
Ruang radiologi
Ruang hemodialisa
Ruang chatlab
Ruang cssd
Ruang pumpa
Ruang dapur
27) Tahanan kabel pembumian listrik, adalah nilai tahanan impedansi pembumian
pada power listrik dan grounding,yang menghubungkan dengan terminal
pembumian
28) Power conductor to chasis impedance,adalah nilai impedance kabel catu dari
3
kontak sampai ke chasis.
BAB II
RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup pelayanan adalah terhadap semua unit yang menggunakan listrik di
rumah sakit ROYAL SURABAYA.
1. Sistem kelistrikan digunakan di unit unit seperti :
1) Lobby
2) Rawat jalan 1 dan 2
3) IGD
4) Farmasi
5) Rekam Medik
6) Rehab Medik
7) VK bersalin
8) Rawat inap lantai 2 dan 3
9) Ruang operasi
10) Lantai dasar
2. Kriteria yang digunakan dalam hal pemeliharaan listrik dirumah sakit yaitu :
a.Pemeliharaan Terencana terhadap semua jenis panel-panel listrik meliputi
pemeliharaan preventif dan korektif. Seperti sebagai berikut :
1) PANEL CUBIKEL
2) PANEL INDUK LVMDP
3) PANEL CAPASITOR BANK
4) PANEL MDP DAN PANEL PP
b. Pengecekan secara berkala wajib di lakukan terhadap panel dan trafo,ketika
terjadi lonjakan beban,atau trouble shoting yang sering terjadi.
c.Pemeliharan tidak terencana terhadap kelistrikan .Dimana ada beberapa sebab
pelaksanaan perbaikan dilakukansecara mendadak.
1. Penyusunan prosedur tetap pemeliharan dan penggunaan listrik
2. Pendokumentasian dalam pemeliharaan listrik seperti;
Inventaris alat listrik,trafo dan kubikel,kartu control
pemeliharaan dan perbaikan,evaluasi.
4
BAB III
TATA LAKSANA
A. Perawatan listrik
Beberapa tahapan kegiatan yang perlu di perhatikan dan dilakukan dalam perawatan
listrik yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan dan penyimpanan peralatan cadangan
apabila telah terdapat alat perawatan listrik yang tiba-tiba rusak.
1. Persiapan
Berbagai aspek yang harus dipenuhi dan disiapkan agar peralatan siap dioperasikan
adalah :
1) Peralatan harus dikondisikan dalam keadaan laik pakai lengkap dengan aksesori
yang diperlukan,
2) Terpelihara dengan baik
3) Prasarana yang diperlukan oleh masing-masing alat (misal listrik, air) tersedia
dengan kapasitas dan kualitas yang memenuhi kebutuhan.
4) Bahan operasional tersedia dan cukup sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
2. Pelaksanaan Perawatan
Pelaksanaan pemeliharan mekanik dan elektrikal harus dilakukan secara
rutin ,semisal pemeriksaan terhadap kondisi panel kelistrikan antara lain;
- Trafo
- Genzet
- Lift
- Motor kelistrikan
Pelaksanan perawatan terhadap panel harus diutamakan beberapa persyaratan
Yaitu ;
- Perencanaan
- Pemasangan
- Pengujian komponen
- Rutinitas pengawasan atau pemantauan
Persyaratan ini berlaku untuk semua arus kuat ,contoh yang harus di lakukan
pengawasan dan pemantauan setiap hari antara lain;
- Chek kondisi mccb
- Chek kondisi mcb 3phase atau 1 phase
5
- Chek system kontaktor
- Komponen dan pengkabelan apakah ada yg ngepong atau kendor
- Chek posisi amper meter tidak boleh melebihi beban
- Lampu pilot RST harus menyala untuk memastikan power masuk
- Memperhatikan suhu di dalam ruangan panel, tidak boleh dari 40 °c
- Pemeriksaan terhadap trafo apakah ad kebocoran pada body trafo
- Periksa oli trafo pada gelas penduga apakh cukup
- Membersihkan ventilasi atau fan pada ruangan panel
- Chek hiter pada panel apakah masih berfungsi untuk memanaskan
suhu ruangan untuk komponen panel
- Chek kabel grouding,harus menghasilkan nilai di bawah 0,8 ohm
- Pemeriksaan kontak –kontak sambungan istilah lain juradus
- Pemeriksaan sambungan –sambunagn kabel instalasi,tidak boleh ad
yang kendor, bisa digunakan pakai alat ukur merger .istilah lain
smabungan kabel adalah ekor babi ( pig tail)
- Pemeiksaan lampu ,ballast lampu,fitting2 lampu,tncapan lampu2
jenis TL.
3. Penyimpanan Peralatan
Penyimpanan peralatan panel listrikadalah rangkaian tindakan atau proses kegiatan
untuk mempertahankan kondisi dan meyakinkan bahwa peralatan panel dapat
berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat di cegah terjadinya gangguan
listrik yang dapat menyebakan kerusakan pada panel listrik
4. Pengecekan listrik
Pengecekan listrik di maksudkan untuk mengetahui kondisi panel induk dimana
keberadaan panel tersebut layak untuk beroperasional melalui tahap tahap tes
termografi.
5. Pemeliharaan Peralatan listrik
Pemeliharaan listrik adalah untuk menjamin kontinyuitas penyaluran tenaga listrik
dan keandalan mendistribusikan energy listrik ke suatu gedung
B. Kriteria Pemeliharaan
Dalam pelaksanaan pemeliharaan peralatan listrik terdapat dua kriteria pemeliharaan,
yaitu :
1. Pemeliharaan predictive maintenance
Adalah pemeliharaan yang di lakukan dengan cara memprediksi kondisi suatu
6
peralatan listrik,apakah dan kapan kemungkinan peralatan listrik tersebut menuju
kegagalan.
2.Pemeliharaan preventive maintenance
Adalah pemeliharaan yang di lakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan
peralatan secara tiba-tiba dan untuk mempertahankan unjuk kerja peralatan yang
optimum sesuai umur teknis peralatannya.
Pemeliharaan ini disebut juga pemeliharan berdasakan waktu.
3.pemeliharaan corrective maintenance
Adalah pemeliharaan yang dilakukan secara berencana pada waktu-waktu
tertentu.
Pemeliharaan ini disebut juga dengan curative maintenance yang berupa trouble
shootingatau penggantian part/ bagian –bagian yang rusak atau kurang berfungsi
yang di lakukan secara terencana.
4.Breakdown maintenance
Adalah pemeliharaan yang di laksanakan setelah terjadi kerusakan
mendadak ,yang waktunya tidak tertentu dan sifat nya darurat.
C. Aspek pemeliharaan dan pembiyayaan
Agar pemeliharaan listrik dapat dilaksanakan dengan sebaik –baiknya ,maka unit kerja
pemeliharan yang berkaitan dan memadai harus memeuhi persyratan sebagai berikut;
- Sumber daya manusia yaitu teknis
- Fasilitas dan peralatan kerja
- Dokumen pemeliharaan
- Suku cadang dan pemeliharan
Aspek-aspek pemeliharaan ini pada umumnya memerlukan anggaran dan pembiyayaan
yang besar.
Pembiyayaan tahunan untuk pemeliharaan peralatan di ajukan oleh unit instalasi umum
yang di sampaikan dalam rencana anggaran pembiyayaan pemeliharaan listrik yang di
tujukan kepada direktur.
Apabila pengajuan biyaya tersebut telah disetujui sebagai anggaran biyaya tahunan
berikutnya ,maka biyaya tersebut yang digunakan untuk pembiyayaan dan
pemeliharaan,harus sesuai dengan mekanis dan aturan yang berlaku di management.
D. Sumber Daya Manusia
7
Sumber Daya Manusia (teknisi) merupakan unsur yang penting dalam pelaksanaan
pemeliharaan listrik. Kualifikasi teknis disesuaikan dengan jenis dan teknologi listrik
yang ditangani, sedangkan jumlahnya berdasarkan kepada jumlah setiap jenis listrik.
Semuanya ini merupakan beban kerja yang harus ditangani oleh teknisi. Teknisi yang
melakukan kegiatan Pemeliharaan dan mengelola peralatan listrik di rumah sakit
dengan kualifikasi minimal lulusan SMK listrik atau pendingin yang berpengalaman di
bidang tersebut minimal 3 tahun
E. Fasilitas kerja
Fasilitas kerja pemeliharan guna menunjang terlaksananya pemeliharan panel meliputi
Ruang tempat bekerja ,terdiri dari workshop/bengkel,gudang dan ruang
administrasi .
Peralatan kerja terdiri dari toolset misalnya;
- Alat ukur volt meter
- Tang amper
- Tang kombinasi
- Tespen
- Sarung tangan karet
- Alat pelindung badan dari sengatan listrik,misal sepatu safety
F. Bahan Pemeliharaan dan Suku Cadang
Pemeliharaan listrik harus dilakukan secara rutin agar system di rumah sakit dapat
berfungsi dengan baik.
G. Pelaksana Pemeliharaan dan Kalibrasi
Berdasarkan berbagai aspek yang meliputi volume pekerjaan, kemampuan teknisi,
tingkat kesulitan kerusakan, fasilitas kerja dan prosedur pembiayaan,maka pelaksanaan
pemeliharan listrik dapat dilakukan sendiri oleh teknisi rumah sakit atau pemeliharan
tahunan yang mengacu ke tes termografi panel induk dan dilakukan oleh teknisi
khusus dari pln.
1) Dilaksanakan oleh Teknisi Rumah Sakit
Pada dasarnya pemeliharaan listrik dirumah sakit harus dapat dilaksanakan oleh
teknisi setempat sejauh memungkinkan ditinjau dari segala aspek,khususnya aspek
pemeliharaan.
8
2) Dilaksanakan oleh pihak pihak ke II atau kontraktor
Apabila pemeliharaan listrik tertentu memerlukan suku cadang atau keahlian khusus
dan biaya besar, maka pelaksanaannya diserahkan kepada pihak ke II atau
kontraktor; pada umumnya dilakukan oleh perusahaan yang mengageni listrik
tersebut, melalui proses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
H. Pelaksanaan Pemeliharaan panel kelistrikan sesuai dengan kapasitas beban yang
di perlukan
a) Panel induk LVMDP
Berfungsi sebagai main power utama atau power induk panel kelistrikan
dimana pelaksanaan pemeliharan meliputi;
1) Pemeliharaan bulanan
pengecekan rutin beban,daya yang di pergunakan
2) Pemeliharaan harian
Pengecekan rutin komponen-komponen panel.
b) Panel induk MDP Dan SDP
Berfungsi sebagai power pembagi arus kelistrikan yang di distribusikan untuk
panel pp.
Dimana pelaksanaanpemeliharan meliputi
1) Pemeliharaan bulanan
Pengecekan rutin beban dan daya
2) Pemeliharaan harian
Pengecekan fungsi komponen panel kelistrikan
c) Panel PP
Berfungsi sebagai terminal utama panel-panel lampu,stop kontak dan alat
medis.
Dimana pelaksanaanya meliputi
1) Pemeliharaan bulanan
Servis, pengecekan amper ,pengecekan tegangan
2) Pemeliharaan harian
Pengecekan fungsi komponen panel seperti kontaktor,mcb,nfb,lampu pilot
I. Pendokumentasian Pemeliharaan
9
Dokumen pemeliharaan sangat penting dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan
pemeliharaan. Dokumen pemeliharaan terdiri dari data atau laporan hasil
pemeliharaan.
Data atau hasil pemeliharaan yaitu dokumen yang berisi data yang berhubungan
dengan kegiatan pemeliharaan kelistrikan; pada umumnya merupakan kumpulan atau
kronologis hasil pemeliharaan setiap panel kelistrikan dan instalasi yang, meliputi:
1) Inventarisasi panel listrik
Inventarisasi listrik ini berisi data yang berkaitan dengan aspek teknis setiap
type panel untuk nama dan merk komponen listrik yang sama, mencakup :
- Kapasitas
- Merk
- type,
- Nama Ruangan
Jumlah panel listrik yang tertuang dalam lembar inventarisasi ini akan
menjadi beban kerja pemeliharaan. Dari data ini akan dapat diprediksi
kebutuhan aspek pemeliharaan secara keseluruhan, sehingga pemeliharaan
panel listrik dapat dilaksanakan dengan baik.
Inventarisasi panel listrik di gunakan untuk kepentingan opererasional
sebuah rumah sakit.
2) Kartu Pemeliharaan listrik
Kartu pemeliharaan adalah kartu yang dipasang pada setiap panel kelistrikan,
dengan maksud agar memudahkan kepada setiap petugas terkait untuk
mengetahui data mengenai panel listrik tersebut. Kartu ini berlaku untuk
setiap panel kelistrikan memuat data masing-masing panel yang berkaitan erat
dengan aspek pemeliharaan, yaitu:
a) Data statis, meliputi:
Data tersebut diatas dibuat pada saat unit panel listrik mulai dimasukan
pada daftar inventarisasi di rumah sakit.
b) Data Dinamis meliputi:
1. Tanggal kegiatan pemeliharaan dilakukan
2. Periodik pemeliharaan panel listrik
3. Paraf petugas
Data ini dituliskan pada kartu pemeliharaan oleh tenisi, kartu ini hanya
menjelaskan bahwa unit panel tersebut telah dilakukan pemeriksaan, untuk
10
detail pekerjaan dan status dari panel kelistrikan yang dipelihara tersebut
tertuang dalam catatan pada form pemeriksaan yang tersimpan di masing-
masing unit panel.
3) Catatan Pemeliharaan panel listrik
Catatan pemeliharaan berupa lembaran formulir yang disimpan pada urusan
administrasi teknis di unit kerja pemeliharaan, dengan maksud agar memudahkan
petugas administrasi teknis dan teknisi untuk mengetahui data panel listrik dan
penangan apa saja yang telah dilakukan pada panel tersebut. Formulir ini memuat
data masing-masing alat yang berkaitan erat dengan kegiatan pemeliharaan dan
lebih luas dari kartu pemeliharaan panel listrik, yaitu:
A. Data Statis, meliputi:
a) Nama rumah sakit
b) Nama instalasi pelayanan tempat alat tersebut digunakan
c) Nama alat sesuai fungsinya
d) Merk alat, type/model
e) Periode pemeliharaan
Data tersebut di atas dibuat pada saat alat mulai diinventarisasikan di rumah sakit.
B. Data Dinamis, meliputi:
a) Daftar pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan jenis panel listrik
b) Keluhan yang berapa gejala dan kondisi yang terjadi sebelum dilakukan
pemeliharaan
c) Uraian kegiatan dan hasilnya, untuk setiap kegiatan pemeliharaan yang
dilakukan pada unit panel
d) Pemberi tugas
e) Pelaksana, nama teknisi yang melakukan pemeliharaan
f) Keterangan penjelasan yang mendukung kegiatan pemeliharaan.
Data dinamis ini diisi/ditulis oleh petugas teknisi berdasarkan pelaksanakan
pemeliharaan. Bila pemeliharaan dilakukan oleh pihak ke dua atau
kontraktor maka laporan kegiatan pemeliharaannya menggunakan catatan
atau formulir laporan dari pihak kedua tersebut yang kemudian di
sampaikan dan di simpan sebagai arsip di Unit pemeliharaan.
4) Pelaporan dan Evaluasi
Setiap kegiatan pemeliharaan panel ac dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan
11
hasilnya harus dicatat atau didatakan kemudian dilaporkan oleh dan kepada
pejabat pemberi tugas sesuai dengan penugasannya. Pada setiap bulan dilaporkan
kepada Kepala Divisi Umum akan hasil pemeliharaan yang telah dilakukan,
kemudian minimal 1 tahun sekali dievaluasi sebagai dasar pertimbangan
perencanaan pemeliharaan periode selanjutnya.
Contoh formulir yang berkaitan dengan kegiatan dan pelaporan meliputi formulir
perbaikan dan formulir perawatan panel kelistrikan tersebut.
12
BAB IV
DOKUMENTASI
Dokumentasi dan pengumpulan data terkait dengan pemeliharaan panel kelistrikan adalah
sebagai berikut:
1. Pengisian kartu kontol Travo.
2. Pengisian kartu kontol Panel LVMDP.
3. Pengisian kartu kontol Genset back UP LVMDP.
13