100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
4K tayangan12 halaman

Akuntabilitas dalam Pelayanan Kebidanan

Makalah ini membahas tentang akuntabilitas dalam pelayanan kebidanan. Akuntabilitas dan tanggung jawab sangat penting dalam menentukan mutu pelayanan bidan. Bidan harus bertanggung jawab atas semua tindakan klinis dan menerima hasil dari tindakannya. Asuhan kebidanan mencakup pelayanan untuk ibu hamil, bersalin, nifas, bayi, balita, dan keluarga berencana. Praktik kebidanan perlu ditingkatkan mut

Diunggah oleh

Widya Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
4K tayangan12 halaman

Akuntabilitas dalam Pelayanan Kebidanan

Makalah ini membahas tentang akuntabilitas dalam pelayanan kebidanan. Akuntabilitas dan tanggung jawab sangat penting dalam menentukan mutu pelayanan bidan. Bidan harus bertanggung jawab atas semua tindakan klinis dan menerima hasil dari tindakannya. Asuhan kebidanan mencakup pelayanan untuk ibu hamil, bersalin, nifas, bayi, balita, dan keluarga berencana. Praktik kebidanan perlu ditingkatkan mut

Diunggah oleh

Widya Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PRAKTIK PROFESIONAL BIDAN

“AKUNTABILITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN”

(Dosen Pengampu: Nur Hidayatul Ainiyah, S.ST.,M.Keb)

Disusun oleh:
Gusti Maharani (20191664005)
Sharfina Salsabila M.A (20191664007)
Zeiviella Fonti Istitoah (20191664019)
Leona Hepi Andaresta (20191664020)
Widya Putri Wardani (20191664022)
Zafira Qonithina Abbas (20191664029)
Riza Oliviyanti (20191664034)

PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN DAN PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2022
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...................................................................................................................................ii
BAB 1: PENDAHULUAN..............................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................................2
1.3 Tujuan Makalah................................................................................................................2
BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................................3
2.1 Akuntabilitas Dalam pelayanan kebidanan.......................................................................3
BAB 3: PENUTUP..........................................................................................................................9
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................................9
3.2 Saran..................................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................10

ii
BAB 1: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akuntabilitas dalam praktik kebidanan merupakan hal yang penting dan dituntut dari
profesi, terutama profesi yang berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia. Akuntabilitas
sendiri diperkuat dengan landasan hukum yang mengatur batas-batas kewenangan profesi.
Mengingat legitimasi kekuasaan bidan yang lebih luas, bidan memiliki hak atas otonomi dan
kebebasan bertindak secara profesional berdasarkan kemampuan berpikir logis dan sistematis
serta bertindak sesuai standar profesi dan etika profesi (Gita dan Nurrobikha, 2018).

Bidan dalam melaksanakan tugas dan profesinya kadang kala digugat oleh masyarakat
karena membuat kesalahan atau kelalaian yang mendatangkan kerugian bagi pasien yang di
tanganinya. Salah satu upaya untuk mencegahnya gugatan dari masyarakat yang berkaitan
dengan hukum bidan diharuskan mencatat dan menyimpan segala bentuk catatan hasil
pelayanan (tindakan) yang dilakukan terhadap pasien sebagai perlindungan diri maupun bukti
tulis pelayanan yang diberikan. Menurut aspek legal jika pelayanan yang sudah diberikan
tidak didokumentasikan berarti pihak yang bertanggung jawab tidak melakukan apa yang
seharusnya dilakukan. Jika bidan tidak melaksanakan atau tidak menyelesaikan suatu aktivitas
dan mendokumentasikan secara tidak benar, dia bisa dituntut malpraktik.

Dalam Peraturan Mentri Kesehatan No.28 tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan
Praktik Bidan Bab V pasal 45 tentang Pencatatan dan Pelaporan. Bidan wajib melakukan
pencatatan dan pelaporan sesuai dengan pelayanan yang diberikan dan dilaksanakan serta
disimpan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini untuk melindungi
pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima dan juga perlindungan terhadap kemanan
bidan dalam melaksanakan tugasnya. Pelayanan atau asuhan yang 2 diberikan oleh bidan
meliputi Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), bayi, balita dan
kesehatan reproduksi atau keluarga berencana. Hasil pelayanan yang diberikan harus
disimpan sehingga dapat meningkatkan kesinambungan perawatan pasien, dan menguatkan
akuntabilitas (tanggung jawab) bidan dalam mengimplementasikan serta mengevaluasi
pelayanan yang diberikan dan membantu institusi untuk memenuhi syarat akreditasi dan
hukum.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana akuntabilitas dalam pelayanan kebidanan?
2. Bagaimana konsep akuntabilitas dalam pelayanan kebidanan ?
3. Apa saja macam-macam tanggung jawab bidan?

1.2 Tujuan Makalah


1. Mengetahui akuntabilitas dalam pelayanan kebidanan
2. Menjelaskan dan memaparkan konsep akuntabilitas dalam pelayanan kebidanan
3. Menjelaskan macam-macam tanggung jawab bidan

2
1
BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Akuntabilitas Dalam Pelayanan Kebidanan


Tanggung jawab dan akuntabilitas sangat penting dalam menentukan mutu kinerja
bidan. Hal ini membutuhkan mental untuk menjadikan bidan bekerja secara professional.
Tanggung jawab dan akuntabilitas berhubungan dengan kegiatan dan tindakan, maka
perlu memonitor dan mengevaluasi semua pekerjaan yang telah dilakukan dan selalu
berupaya meningkatkan serta menjaga mutu pelayanan. Berikut akan dibahas tentang
pengertian tanggung jawab dan akuntabilitas dalam asuhan kebidanan:

a. Tanggung jawab mengarah pada kinerja tindakan dari tugas, mencakup tindakan
seseorang dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk kesejahteraan pasien.
Tanggung jawab Bidan menempatkan kebutuhan pasien diatas kepentingan sendiri,
melindungi hak pasien untuk memperoleh keamanan dan pelayanan yang berkualitas.
Bidan yang professional akan bertanggung jawab atas semua bentuk tindakan klinis
kebidanan yang dilakukan dalam lingkup tugasnya.
b. Akuntabilitas mengarah pada hasil dari tindakan yang dilakukan. Ini berarti
menerima hasil kerja atau tindakan serta tanggung jawab terhadap keputusan yang
diambil, serta tindakan dan catatan yang dilakukan dalam batas kewenangannya.
Akuntabilitas atau pertanggung jawaban ini digunakan untuk memberitahukan dan
menjelaskan tiap-tiap tindakan dan keputusan agar dapat disetujui maupun ditolak
atau dapat diberikan hukuman bilamana diketemukan adanya penyalahgunaan
kewenangan.
c. Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung
jawab dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang mempunyai kebutuhan
masalah dalam bidang kesehatan ibu hamil, masa persalinan, masa nifas, bayi setelah
lahir serta keluarga berencana (Depkes RI, 1999).

Secara ringkas asuhan kebidanan adalah asuhan yang diberikan oleh seorang bidan
yang mempunyai ruang lingkup sebagai berikut:

 Remaja putri

2
 Wanita pra nikah
 Ibu hamil
 Ibu bersalin
 Ibu nifas
 Bayi baru lahir
 Bayi dan balita
 Menopause
 Wanita dengan gangguan reproduksi

Praktik kebidanan merupakan inti dan berbagai kegiatan bidan dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan yang harus terus menerus ditingkatkan mutunya melalui:

a. Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.


Pendidikan berkelanjutan berada dibawah organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
Pada Tingkat Pengurus Pusat (PP-IBI), Pengurus Daerah (PD-IBI) dan Pengurus
Cabang (PC-IBI).
b. Pengembangan ilmu dan tekhnologi dalam kebidanan.
Penelitian kebidanan bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai
pengetahuan yang telah ada, serta adanya fakta dan temuan – temuan baru sehingga
dapat disusun sebuah teori, konsep, hukum, kaidah atau metodologi baru yang dapat
digunakan untuk memecahkan masalah kebidanan seperti kehamilan, persalinan,
nifas, patologi kebidanan, kebidanan komunitas, neonates, bayi, balita, dan anak pra
sekolah, KB dan Kesehatan reproduksi.
c. Akreditasi
Suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadap sebuah lembaga Pendidikan
kebidanan.
d. Sertifikasi
Dokumen penguasaan kompetensi kebidanan melalui kegiatan Pendidikan formal
maupun non formal tujuan melindungi masyarakat pengguna jasa profesi,
meningkatkan mutu pelayanan, pemerataan dan perluasan jangkauan pelayanan.
e. Registrasi
Proses pendaftaran, pendokumentasian dan pengakuan terhadap bidan setelah
dinyatakan memenuhi minimal kompetensi inti atau standar penampilan minimal
yang ditetapkan sehingga secara fisik dan mental mampu melaksanakan praktik

3
profesi bidan. Dengan terregistrasinya maka mendapatkan hak untuk minta ijin
praktik, setelah memenuhi beberapa persyaratan administrasi untuk lisensi.
f. Uji kompetensi
Proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan
sesuai dengan standar profesi. Bidan merupakan tenaga kesehatan yang juga dituntut
untuk lulus uji kompetensi sebagai prasyarat mendapatkan Surat Tanda Registrasi
(STR) sebagai salah satu bukti legalitas praktik profesi di lahan kerja. (Dikti, 2015).
g. Lisensi
Pengertian lisensi adalah proses administrasi yang dilakukan oleh pemerintah atau
yang berwenang berupa izin praktik yang diberikan kepada tenaga profesi yang telah
teregistrasi untuk pelayanan mandiri

2.2 Tujuan Akuntabilitas Bidan


a. Memper tanggung jawabkan tindakannya kepada pasien, manajer dan organisasi tempat
bekerja.
b. Bertanggung jawab ata stindakan yang diambil untuk pasien dan keluarganya,
masyarakat dan juga terhadap profesi.
c. Mengevaluasi praktik professional dan para stafnya.
d. Menerapkan dan mempertahankan standart yang telah ditetapkan dan yang
dikembangkan oleh organisasi
e. Membina keterampilan staf masing-masing
f. Memastikan ruang lingkup dalam proses pengambilan keputusan secara jelas.

2.3 Macam-macam tanggung jawab bidan


1. Tanggung jawab terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku
Bidan merupakan salah satu bagian dari paramedis. Pengaturan tenaga kesehatan
ditetapkan di undang-undang dan peraturan pemerintah. Tugas dan kewenangan bidan
serta ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan praktik bidan diatur didalam peraturan
atau keputusan menteri kesehatan. Kegiatan praktik bidan dikontrak oleh peraturan
tersebut. Bidan harus dapat mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan yang
dilakukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi.

4
Setiap bidan memiliki tanggung jawab memelihara kemampuan professionalnya. Oleh
karena itu, bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan
mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan, seminar serta pertemuan ilmiah lainnya.
3. Tanggung jawab terhadap penyimpanan pendokumentasian
Setiap bidan harus mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk catatan tetulis.
Catatan bidan mengenai pasien yang dilayaninya dapat dipertanggungjawabkan bila
terjadi gugatan. Selain itu catatan yang dilakukan bidan dapat digunakan sebagai bahan
laporan untuk disampaikan kepada teman sesame profesi ataupun atasannya.
4. Tanggung jawab terhadap klien dan keluarganya
Bidan memberikan kewajiban memberikan asuhan kepada ibu dan anak yang meminta
petolongan kepadanya. Oleh karena itu, kegiatan bidan sangat erat kaitannya dengan
keluarga. Tanggung jawab bidan tidak hanya pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga
menyangkut kesehatan keluarga. Bidan harus dapat mengidentifikasi masalah dan
kebutuhan keluarga esrta memberi pelayanan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan
keluarga.
Pelayanan terhadap kesehatan keluarga merupakan kondisi yang diperlukan ibu yang
membutuhkan keselamatan, kepuasan dan kebahagiaan selama masa hamil atau lahiran.
Oleh karena itu, bidan harus mengarahkan segala kemampuan, sikap dan perilaku dalam
memberikan pelayanan kesehatan keluarga yang membutuhkan.
5. Tanggung jawab terhadap profesi
Bidan harus menjaga informasi yang diperoleh dari pasien dan melindungi privasi
mereka.Bidan harus bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang diambil.
Bidan harus dapat menolak untuk ikut terlibat didalam aktifitas yang bertentangan
dengan moral, namun hal tersebut tidak boleh mencegahnya dalam memberikan
pelayanan terhadap pasien. Bidan hendaknya ikut serta terlibat dalam pengembangan
dan implementasi kebijakan kesehatan pasien dan ibu hamil juga bayinya.
6. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Bidan adalah anggota masyarakat yang juga memiliki tanggung jawab. Oleh karena itu,
bidan turut tangung jawab dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Misalnya
penanganan lingkungan sehat, penyakit menular, masalah gizi terutama yang
menyangkut kesehatan ibu dan anak, secara mandiri maupun bersama teman sejawat

5
dan teman seprofesi. Bidan berkewajiban memanfaatkan sumber daya yang ada untuk
meningkatkan kesehatan mesyarakat. Bidan juga harus menjaga keprcayaan
masyrakat.Tanggung jawab terhadap masyarakat merupakan cakupan dan bagian
tanggung jawabnya kepada Tuhan.

2.4 Mempertahankan Akuntabilitas Profesional dalam Asuhan Kebidanan


a. Terhadap Diri Sendiri
 Tidak dibenarkan setiap personal melakukan tindakan yang membahayakan
keselamatan status kesehatan pasen.
 Mengikuti praktek keperawatan atau kebidanan berdasarkan standar baru dan
perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi canggih.
 Mengembangkan opini berdasarkan data dan fakta.
b. Terhadap Klien atau Pasien
 Memberikan informasi yang akurat berhubungan dengan asuhan keperawatan atau
kebidanan.
 Memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan berdasarkan standar yang
menjamin keselamatan, dan kesehatan pasen.
c. Terhadap Profesinya
 Berusaha mempertahankan, dan memelihara kualitas asuhan keperawatan, atau
kebidanan berdasarkan standar, dan etika profesi.
 Mampu dan mau mengingatkan sejawat perawat/bidan untuk bertindak profesional,
dan sesuai etik moral profesi.
d. Terhadap Institusi/Organisasi
Mematuhi kebijakan dan peraturan yang berlaku, termasuk pedoman yang disiapkan
oleh institusi atau organisasi
e. Terhadap Masyarakat
Menjaga etika dan hubungan interpersonal dalam memberikan pelayanan keperawatan,
atau kebidanan yang berkualitas tinggi.

6
BAB 3: PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tanggung jawab dan akuntabilitas berhubungan dengan kegiatan dan tindakan. Tanggung
jawab mengarah pada kinerja tindakan dari tugas, mencakup tindakan para staf dalam
memberikan pelayanan kesehatan untuk kesejahteraan pasien. Akuntabilitas mengarah pada hasil
dari tindakan yang dilakukan. Ini berarti menerima hasil kerja atau tindakan serta tanggung
jawab terhadap keputusan yang diambil, serta tindakan dan catatan yang dilakukan dalam batas
kewenangannya.

Bidan sebagai pelaku tugas professional dapat diminta pertanggungjawabannya baik secara
hokum maupun berdasarkan etika profesi. Tanggung jawab hokum dikenal dengan sebutan
gugatan perdata dan atau tuntutan pidana. Akuntabilitas bidan dalam praktik kebidanan
merupakan suatu hal yang penting dan dari suatu profesi yang berhubungan dengan keselamatan
jiwa manusia adalah pertanggung jawaban atau tanggung gugat (accountability) atas semua
tindakan yang dilakukannya. Sehingga semua tindakan yang dilakukan oleh bidan harus berbasis
kompetensi dan didasari suatu evidence based.

3.2 Saran
1. Diharapkan kepada mahasiswa khususnya pada mahasiswi prodi kebidanan dapat
menerapkan dan mengamalkannya guna menjadi bidan yang berkualitas dan
professional.
2. Diharapkan kepada para pembaca dapat mengerti dan mengetahui dari makalah ini.

7
DAFTAR PUSTAKA

Ramandanty, Y. (2018). Pelayanan Kebidanan Sebagai Akuntabilitas Bidan. 35-37.

Depkes, R. (2001). Konsep Asuhan Kebidanan. Jakarta: JNPIEGO.

Gita dan Nurrobikha. (2018). Etikolegal dalam Pelayanan Kebidanan. Yogyakarta: Deepublish.

Riyanti. (2018). Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan. Malang: Wineka Media.

Anda mungkin juga menyukai