0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
243 tayangan6 halaman

Revisian Bab 1 Kti

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas kasus Ischialgia pada seorang pasien wanita yang diobati dengan terapi akupunktur di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi 2) Ischialgia adalah kondisi nyeri yang dirasakan dari panggul menjalar ke kaki akibat kompresi saraf lumbosakral 3) Tujuan penulisan karya tulis ini adalah melakukan penatal

Diunggah oleh

Grey
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
243 tayangan6 halaman

Revisian Bab 1 Kti

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas kasus Ischialgia pada seorang pasien wanita yang diobati dengan terapi akupunktur di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi 2) Ischialgia adalah kondisi nyeri yang dirasakan dari panggul menjalar ke kaki akibat kompresi saraf lumbosakral 3) Tujuan penulisan karya tulis ini adalah melakukan penatal

Diunggah oleh

Grey
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENATALAKSANAAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA NY R DENGAN

KASUS ISCHIALGIA DI KLINIK AKUPUNKTUR DAN HERBAL


JOESOEF ANANG BEKASI

KARYA TULIS ILMIAH

Disusun Oleh :

KHAIRUNNISA AZ ZAHRA
P27240020020

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA JURUSAN AKUPUNKTUR
PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUPUNKTUR
2023
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan aspek kehidupan yang paling penting dan sebagai
pendukung aktivitas secara optimal. Pengertian kesehatan adalah suatu
keadaan fisik, mental, dan sosial yang terbebas dari penyakit sehingga dapat
menjalankan aktivitas sehari-hari. Demi mencapai standar kesehatan yang
baik diperlukan adanya pengelolaan lingkungan dan aktivitas harian yang
tercermin dalam gaya hidup sehat (Susanti et al, 2018).
Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak
menyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau jaringan
potensial. Rasa nyeri bervariasi mulai dari intensitas (ringan, sedang, berat),
kualitas (tumpul, terbakar, tajam), durasi (transien, intermiten, persisten),
penyebaran (superfisial, terlokalisir). Selain nyeri sebagai sensasi, nyeri juga
komponen kognitif dan emosional yang digambarkan dalam suatu
penderitaan (Bahrudin, 2018).
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada
umumnya gangguan musculoskeletal merupakan gangguan yang dikeluhkan
seseorang terdapat pada saraf, sendi, tendon, otot, dan tulang rawan yang
memiliki keluhan dari sakit ringan hingga sakit yang terasa berat disebabkan
oleh tenaga yang terlalu kuat atau faktor aktivitas yang berlebih seperti
pengulangan, kekuatan, dan postur tubuh membungkuk (Viswanatha et al,
2020). Keluhan yang sering dirasakan pada gangguan musculoskeletal di
antaranya sakit leher, nyeri punggung, carpal tunnel syndrome, tension neck
syndrome, low back pain, tennis elbow, dan ischialgia (Permatasari et al,
2018)
Ischialgia atau sciatica adalah kondisi dimana nyeri yang dirasakan dari
bawah panggul menjalar sampai ektremitas bawah terjadi pada distribusi saraf
lumbal disebabkan karena kompresi akar saraf di L4 sampai S3 oleh herniasi
diskus intervertebral yang disertai dengan deficit motoric atau sensorik dan
perubahan reflek (Liu et al, 2020). Ischialgia berpangkal pada daerah
lumbosakralis yang dapat menjalar ke pantat dan bagian posterolateral
tungkai atas hingga lateral tungkai bawah serta lateral kaki. Jika ischialgia
dibiarkan lama kelamaan akan menimbulkan kelemahan tungkai bawah yang
disertai dengan mengecilnya otot tungkai bawah tersebut (Wardoyo et al,
2019). Komplikasi pada ischialgia antara lain adanya peningkatan rasa sakit
dari waktu ke waktu, parastesia pada kaki yang sakit, hilangnya kekuatan otot
pada kaki yang terkena, kerusakan saraf permanen, hilangnya fungsi usus
besar atau kandung kemih (Davis et al, 2022).
Aktivitas yang dilakukan manusia dapat menimbulkan berbagai keluhan
dan gangguan yang sering terjadi karena kurangnya perhatian terhadap
keamanan anggota tubuh termasuk pola gerak yang dilakukan. Misalnya
mengangkat beban berat dengan teknik yang salah. Pertumbuhan usia dapat
menimbulkan keluhan salah satunya penyakit degenerative apabila mengenai
tulang belakang akan mengakibatkan perubahan pada tulang tersebut.
Penyebab umum dari ischiagia yaitu hernia nucleus pulposus, stenosis tulang
punggung, spondylolistesis, piriformis syndrome, tumor, maupun trauma
(Hijayanti, 2021). Faktor individu yang dapat memengaruhi terjadinya
ischialgia seperti usia, jenis kelamin, status gizi, dan pola hidup. Faktor
pekerjaan yang dapat memengaruhi terjadinya ischialgia adalah postur tubuh
membungkuk terlalu lama, angkat beban berat, aktivitas berlebih, dan
gerakan naik turun tangga (Salsabila et al, 2020).
Ischialgia menjadi masalah kesehatan yang cukup serius dengan
tingginya tingkat prevalensi setiap tahun. Pada survei epidemiologi untuk
tingkat prevalensi secara global ischialgia adalah 1,2 % hingga 43% (Yu et
al., 2021). Prevalensi terjadinya ischialgia bermacam variasi antara 50-80%
penduduk di negara industri yang dominannya wanita berjumlah 3500 wanita
dengan presentase 53,8% dan laki-laki berjumlah 3000 dengan presentase
46,1% (Pratama, 2022). Dari sebuah penelitian di Inggris, prevalensi
ischialgia dalam perawatan primer dengan jumlah 609 pasien sekitar 60%
dengan nyeri punggung bawah (Jensen et al, 2019).
Sedangkan tingkat prevalensi di negara Cina sekitar 11,5% hingga
13,6% dan terus meningkat setiap tahunnya (Cao et al, 2021). Tingkat
prevalensi di Indonesia lebih tinggi sekitar 18% sampai 21%, terutama pada
wanita memiliki angka lebih tinggi sekitar 18,2% dan laki-laki 13,6%
(Wardoyo et al, 2019). Prevalensi di RS Dr. Sutoyo Jakarta terdapat 128
pasien yang mengalami ischialgia (Ariyani et al, 2021). Tingkat prevalensi
ischialgia di Bekasi sebanyak 32 orang dengan presentase 69,6% (Rudyarti et
al, 2019). Berdasarkan data pasien tahun 2022 hingga sekarang total pasien
kasus Ischialgia laki-laki dan wanita dengan presentase 27,5% sebanyak 110
orang ini merupakan kasus yang cukup banyak di Klinik Joesof Anang
Bekasi setelah kasus stroke.
Pengobatan yang efektif untuk ischialgia secara farmakologi atau medis
antara lain obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), parasetamol, pelemas otot,
analgesic opioid, dan kortikostteroid . (Han et al, 2022).
Selain pengobatan farmakologi dapat juga menggunakan pengobatan
nonfarmakologi seperti akupunktur. Akupunktur merupakan intervensi
terapeutik untuk pengobatan alternatif dari Tiongkok yang sudah popular di
seluruh dunia. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa terapi
akupunktur memiliki efek positif terutama dalam mengatasi nyeri dan
mengontrol rasa sakit serta peradangan pada banyak penyakit. Efek yang
dihasilkan pada terapi akupunktur sangat efektif dalam meredakan nyeri
kepala, nyeri neuropatik, nyeri punggung bawah menjalar hingga kaki, nyeri
lutut, dan penyakit nyeri lainnya (Pelengkap et al, 2022).
Terapi akupunktur dengan menggunakan titik lokal sangat efektif untuk
mengurangi nyeri punggung bawah yang menjalar hingga kaki. Penusukan
pada titik lokal memengaruhi jalur saraf nosiseptif, proprioseptif, dan otonom
(Yatmihatun et al, 2019). Untuk mengurangi skala nyeri punggung bawah
menjalar hingga kaki dapat melakukan penusukan pada titik BL 23
(Shenshu), BL 54 (Zhibian), GB 30 (Huantiao), GB 34 (Yanglingquan), KI 3
(Taixi) dan BL 40 (Weizhong) sehingga menimbulkan sensasi deqi seperti
nyeri tumpul atau nyeri dengan sensasi tertusuk jarum mencapai sinyal saraf
ditransfer melalui jalur nosiseptif perifer mengarah ke neuromodulator pusat
( Liu et al, 2020). Sebuah penelitian juga menggunakan titik KI 7 (Fuliu), BL
60 (Kunlun), BL 57 (Chengsan), dan SP 6 (Sanyinjiao) yang memiliki efek
sama dalam hal mengatasi nyeri, kecacatan, kualitas hidup, dan depresi pada
pasien nyeri punggung bawah (Comachio, 2020).
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk menyusun karya tulis
dengan judul “Penatalaksanaan Terapi Akupunktur pada Ny R dengan Kasus
Ischialgia di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi”.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Melakukan Penatalaksanaan Akupunktur pada Ny. R dengan kasus
Ischialgia di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian akupunktur pada Ny. R dengan kasus Ischialgia
di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi.
b. Menegakkan diagnosa akupunktur pada Ny. R dengan kasus Ischialgia di
Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi
c. Merencanakan tindakan terapi akupunktur pada Ny. R dengan kasus
Ischialgia di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi.
d. Melakukan tindakan terapi akupunktur pada Ny. R dengan kasus
Ischialgia di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi.
e. Mengevaluasi hasil tindakan terapi akupunktur yang telah dilakukan pada
Ny. R dengan kasus Ischialgia di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef
Anang Bekasi.
f. Mendokumentasikan tindakan terapi akupunktur pada Ny. R dengan
kasus Ischialgia di Klinik Akupunktur dan Herbal Joesoef Anang Bekasi.
C. Manfaat Karya Tulis Ilmiah
1. Bagi Pasien
Pasien mendapatkan pengetahuan mengenai penanganan kasus
Ischiagia dan mendapatkan pelayanan terapi akupunktur yang
maksimal sesuai dengan keluhan yang dirasakan.
2. Bagi Penulis
Penulis memperoleh informasi dan mendapatkan wawasan terkait
penatalaksanaan akupunktur pada kasus Ischialgia .
3. Bagi Masyarakat
Dapat mempromosikan kesehatan dan meyakinkan masyarakat bahwa
melalui terapi akupunktur termasuk pilihan efektif untuk menangani
kasus Ischialgia.
4. Bagi Pendidikan
Untuk memberikan referensi dalam pembelajaran mengenai
penatalaksanaan akupunktur pada kasus Ischialgia dan dapat
diguanakan sebagai pengembangan dalam penulisan Karya Tulis
Ilmiah berikutnya.

Anda mungkin juga menyukai