NASKAH IPA & IPS
XII IPS 3
Pengenalan Karakter
Michelle : Baik, Ramah, supel, keras kepala, suka ikut campur
Rifqi : Humble, keras kepala, nakal, egois, labil, tidak mau kalah
Aldino : Baik tapi Arogan, egois, tidak mau kalah
Rifa : Baik, Ramah, tulus, mudah terhasut, Cengeng
Farrel : Baik, supel, egois
Rara : Baik,
Davino : Supel, iri hati
Ardi : Kasar, suka ikut campur
Guru : Tegas
Jenny : Penakut
Michelle memulai hari pertama masuk sekolah dengan perasaan gembira. Ia baru
pindah dari Jakarta ke Bandung karena pekerjaan ayahnya.
Hari pertama sekolah, Michelle sudah telat. Gerbang sekolah sudah ditutup, tidak
ada security yang berjaga. Tapi untungnya, hari ini yang telat bukan hanya dia.
Aldino : ‘Haii,’
Aldino menyapa Michelle. Lalu, Michelle membalas sapaan-nya.
Michelle : ‘Haii.’
Aldino : ‘Lo murid baru yaa?’ (Michelle mengangguk)
Aldino : ‘Kelas mana?’
Michelle : ’12 IPA 3’
Aldino memasang wajah bahagianya.
Aldino : ‘Waah, sekelas dong kita! Kenalin gue Aldino’
Aldino mengulurkan tangannya yang dibalas oleh Michelle.
Michelle : ‘Michelle Laurencia Hermawan.’
Tak lama kemudian, seorang murid membuka gerbang. Murid-murid yang telat
pun langsung buru-buru masuk. Aldino dan Michelle berjalan berdampingan
memasuki sekolah hingga masuk ke dalam kelas.
Suasana kelas sangat riuh. Aldino bergabung dengan teman-temannya, sedangkan
Michelle mencari bangku kosong. Terlihat bangku kosong di depan, di samping
murid perempuan yang sedang membaca Novel.
Michelle : ‘Hai, di sini kosong?’
Rara : ‘Eh, haii. Iyaa kosong, duduk aja.’
Michelle duduk di sampingnya dan mempersiapkan alat tulisnya.
Rara : ‘Murid baru yaa?’
Michelle : ‘Iyaa, Michelle.’
Michelle megulurkan tangan dan di balas oleh Rara.
Rara : ‘Rara.’
Tak lama kemudian, seorang guru masuk ke kelas. Suasana langsung hening
seketika. Murid-murid yang berkumpul langsung bergegas kembali duduk ke
bangku masing-masing.
Guru itu menatap Michelle.
Guru (Diah) : ‘Kalian bisa liat, ada murid baru di sini. Silahkan maju dan
perkenalkan dirimu.’
Michelle bangkit dari kursinya, lalu berjalan ke depan kelas. Kini, semua tertuju
kepadanya.
Michelle : ‘Haii, nama gue Michelle Laurencia Hermawan, gue pindahan dari
Jakarta. Semoga kita bisa berteman baik.’
Tiba-tiba seorang cowok mengangkat tangannya.
Murid cowo : ‘Jomblo? Kalo iya, gue boleh ngisi?’
Pertanyaan itu membuat suasana kelas kembali riuh, semua murid menyuraki cowo
itu.
Guru : ‘Sudah, sesi pertanyaannya nanti saja waktu istirahat, nanti jam ibu habis
lagi sama sesi tanya jawab. Michelle, silahkan kembali ke tempat duduk.’
Michelle mengangguk, dan kembali ke tempat duduk.
__________
Rifqi selalu seperti ini, berada di kantin terlebih dahulu daripada yang lain.
Bel pun berbunyi, dan Kantin mendadak ramai. Teman-teman Rifqi langsung
menghampirinya.
Aldino : ‘Mabal lagi lu?’
Rifqi : ‘Gue lagi males belajar Geografi’
Rifa : ‘Halah emang dasarnya aja lu mah males belajar kali Rif.’
Rifqi menatap Rifa dengan muka kesal.
Aldino : ‘Eh, di kelas gue ada murid baru, cewe.’
Rifqi : ‘Yang tadi telat sama lo?’
Aldino : ‘Yoi’
Rifa : ‘Yang mana sih orangnya?’
Aldino : ‘Ke kelas gue aja kalo mau tau’
Rifa : ‘Gue males ke kelas IPA, bosenin.’
Bel masuk berbunyi. Rifqi dan teman-temannya kembali ke kelas.
_______
Saat Aldino ingin pergi ke toilet, dia tidak sengaja melihat Rifqi yang sedang
merokok di taman. Aldino lalu memotret Rifqi, dan pergi ke BK untuk
melaporkannya.
_______
Michelle kaget melhat kelasnya yang kini berantakan.
Michelle : ‘Siapa yang bikin kelas kita kaya gini?’
Aldino : ‘Rifqi Atilla Pramata.’
Michelle : ‘Eh, lo bilangin ke Rifqi, maksud dia apa bikin kaya gini, minta
pertanggungjawaban.
Michelle berucap kepada Jenny.
Jenny : ‘Gue ga berani, lu aja.’
Michelle : ‘Lo takut? Sama cowo kaya gitu kok takut.
Michelle tiba di depan kelas Rifqi. Awalnya, Michelle takut untuk masuk, namun
dia memberanikan diri untuk menghampiri Rifqi yang sedang bermain ponselnya.
Rifqi menyadari kehadiran Michelle di hadapannya, Rifqi mendongak. Dia
memandang Michelle dengan tatapan bertanya.
Rifqi: ‘Salah kelas deh Lo kayaknya.’
Michelle: ‘Lo yang berantakin kelas gue kan? Mau lo apa?’
Rifqi : ‘Mau kelas kita samaan, sama-sama berantakan.’
Michelle : ‘Tanggung jawab lo!’
Rifqi : ‘Iyaa, Michelle Laurencia Hermawan.’
Michelle kaget mendengar ucapan Rifqi yang memanggil nama lengkapnya, lalu
Rifqi pergi meninggalkan Michelle yang terdiam di tempat.
________
Bel sekolah berbunyi, Michelle dan Aldino pulang bersama. Saat di perjalanan
mereka di hadang oleh Rifqi dan teman-temannya.
Aldino : ‘Mau Lo apa?’
Rifqi: ‘Dino, Dino, dasar munafik’
Aldino : ‘Apaan dah tiba-tiba’
Rifqi : ‘Alah sok-sokan gak tau!’
Lalu Rifqi melayangkan pukulan ke arah Aldino. Teman-teman Rifqi pun ikut
memukuli Aldino juga.
Michelle ketakutan melihat wajah Adino yang babak belur dan darah yang terlihat
di wajahnya. Saat Aldino di pegangi oleh teman-teman Rifqi, Michelle dengan
ketakutan menghampiri lalu berdiri di depan Aldino.
Michelle : ‘Please Stop!
Kepalan tangan Rifqi pun diturunkan karena melihat Michelle menangis ketakutan.
_______
Saat jam pelajaran berakhir, Michelle di suruh untuk membawakan tas guru ke
kelas 12 IPS 3. Saat tiba di koridor kelas IPS, banyak murid yang berkumpul
melingkar. Michelle penasaran dan menerobos untuk melihat apa yang sedang
terjadi. Ternyata Rifqi dan teman sekelasnya sedang bersitegang.
Ardi : ‘Pengecut lo. Tiga lawan satu, kalo berani tiga lawan tiga!’
Rifqi : ‘Suka-suka gue dong, ini urusan gue sama Aldino, lo ngapain ikut campur?’
Ardi : ‘ Aldino temen gue, wajar gue ikut campur. Gak kaya lo, temen tapi
nyiksa temennya sendiri.’
Emosi Rifqi terpancing, dia melayangkan pukulannya ke Ardi. Mendapat pukulan
seperti itu, Ardi tidak terima dan membalas memukulnya. Hingga baku hantam di
antara mereka tak tertahankan. Penonton tidak berani melerai mereka dan mundur
ke bekalang untuk menghindari mereka. Namun dengan nekatnya, Michelle
mendekati mereka.
Michelle : ‘RIFQI STOP!’
Rifqi dan Ardi berhenti berkelahi, lalu semuanya kini menatap Michelle.
Michelle : ‘Kenapa Lo nyerang teman gue?’
Rifqi mendekati Michelle
Rifqi : ’Bukan urusan Lo.’
Tiba-tiba muncul seorang guru.
Guru : ‘Ada apa ini? Bubar bubar semuanya!’
______
Michelle, Rifqi dan Ardi mendapat hukuman untuk membersihkan halaman
sekolah. Ardi dan Rifqi malas-malasan membersikannya, sedangkan Michelle
hanya duduk memperhatikan.
Ardi : ‘Oi, Chelle, bantuin kek’
Michelle : ‘Gue nggak salah apa-apa, ogah harus dapet hukuman kaya kalian.’
Michelle : ‘Lagian, lu ngapain sih nyerang Aldino, sekarang lu nyerang Ardi. Lu
hobi berantem ha?’
Michelle berkata itu sambil menatap Rifqi.
Rifqi : ‘Bukan urusan Lo pada, ini urusan gue sama sahabat gue.’
Ardi : ‘Harusnya Ketua Osis nyontohin yang bener,’
Rifqi : ‘Heh anak emas! Lo emang ga pernah buat salah? Iya deh anak IPA mah
SEMPURNA.’
Ardi : ‘Kita diemaskan juga ada sebabnya, kalian nyirik sama kita? Makanya
jangan jadi berandalan! Belajar!’
Rifqi : ‘ Heh! Lo anak IPA juga berandalan! Lu suka tawuran kan? Lu juga
suka mabal, bahkan sering di panggil guru BK!’
Ardi : ‘Yang penting ga seberandalan elu! Udah jadi ketos masih ga mau ubah
sikap.’
Rifqi menghampiri Ardi dan mencengkram kerahnya.
Rifqi : ‘Gue harap ini terakhir kalinya Lo cari masalah sama gue.’
Ardi : ‘Terserah gue dong’
Michelle menyela mereka berdua.
Michelle : ‘Lo pada bukannya cepet bersih-bersih, gue bosen nih nunggunya.’
Ardi : ‘Ya makanya Lo juga bantuin dong!’
Ardi menatap Michelle kesal. Michelle mau tak mau ikut membersihkan juga
bersama mereka.
______
Lapangan di penuhi sorak-sorai siswa yang heboh menonton pertandingan basket.
Rifi terlihat berusaha memasukkan bolanya di garis three point. Dia melempar
dan… berhasil. Bolanya masuk ke dalam ring. Murid-murid perempuan berteriak
heboh kecuali Michelle.
Pertandingan pun selesai dan di menangkan oleh kelas IPS. Mereka pun
bersalaman satu sama lain.
Rifqi : ‘Tidak selamanya anak IPA yang jadi juara.’
Rifqi berbisik pada Aldino ketika mereka bersalaman.
Aldino emosi mendengarnya, lalu menonjok pipi Rifqi. Rifqi yang tak mau kalah
membalas pukulan Ardino. Mereka berkelahi di tengah lapangan, teman-teman
mereka juga berusaha melerai. Lalu tak lama Guru datang ke tengah lapangan.
Guru : ‘STOP KALIAN!’
Mereka semua berhenti berkelahi.
Guru : ‘Kalian semua ikut saya ke ruangan saya, sekarang!’
______
Michelle bergabung dengan eskul paduan suara, di sana dia bertemu dengan Rifa
yang merupakan anak IPS.
Saat eskul padus sudah selesai, Rifa memanggil Michelle.
Rifa : ‘Michelle!’
Michelle berhenti dan membalikan badannya melihat Rifa.
Rifa : ‘Lu Michelle kan?’
Michelle : ‘Iyaa, kenapa ya?’
Rifa : ‘Mau ke taman dulu gak bentar?’
Michelle : ‘Boleh-boleh.’
Mereka pun tiba di taman.
Rifa : ‘Kok lu bisa kenal Rifqi?’
Michelle : ‘Hah, ya gitu deh. Gue ngeliat dia nyerang Aldino terus dia malah
bermasalah terus sama anak IPA.’
Rifa : ‘Terus, lu suka Aldino?’
Michelle menggeleng.
Michelle : ‘Nggak. Kita temenan doang soalnya sekelas.’
Rifa : ‘Suka Rifqi?’
Michelle : ‘Enggak lah!’
Rifa : ‘Gue suka sama Aldino.’
Michelle kaget, dia hampir tersedak minumannya.
Rifa : ‘Gue udah kenal sama Aldino dari SMP. Dia tuh orangnya cuek ke
cewe. Tapi gue liat dia ga gitu ke elo. Gue sempet cemburu ke elo. Soalnya gue
udah kenal lama sama dia ga pernah di perlakuin kaya Lo. Makanya kalo Lo
tadi boong sama gue dan sebenernya lu suka mah gapapaa, gue bahagia kalo
dia juga bahagia.’
Michelle : ‘Gue beneran Cuma temenan sama dia Rif, ga lebih beneran.’
Rifa : ‘Tapi kalo dia berharap lebih, dan Lo Cuma anggep dia temen, sama
aja Lo bikin dia sakit. Gue gak mau liat dia sedih, tapi gue juga ga rela liat
dia bahagia bukan sama gue.’
Rifa menangis dan Michelle mengusap-usap punggungnya, menenangkan.
Michelle: ‘Udah Fa. Nanti dia juga sadar sama perasaan Lo yang tulus suka sama
dia.’
Rifa mengusap air matanya dan berusaha untuk menengkan dirinya. Lalu dia
membahas hal lain.
Rifa : ‘Hubungan anak IPA dan IPS gak baik gara-gara Rifqi dan Aldino berbeda
jurusan dan mulai bersaing satu sama lain. Gue pengen deh memperbaiki
hubungan kita, tapi keadaannya malah makin panas gini.’
Michelle : ‘Kita perbaikin bareng-bareng aja gimana? Lu tenangin anak IPS
dan gue tenangin anak IPA.’
Rifa :‘Oke deh. Eh, lucu juga si Rifqi pdkt sama lu’
Michelle : ‘Ha? Rifqi pdkt? Ke gue?’
Rifa : ‘Iya, dia pura-pura musuhin lu ternyata dia ada rasa..’
Michelle : ‘Dih, nggak mungkin. Lagian gue ga ada rasa sama dia dan dia pun juga
ga ada rasa ke gue.’
Rifa tertawa.
_____
Rifa datang ke kantin, lalu dia menghampiri Michelle. Saat tengah asik mengobrol,
tiba-tiba Rifqi datang.
Rifqi : ‘Faa, lo temenan sama anak IPA sekarang?’
Rifqi menatap tidak suka, lalu pergi mrnghampiri teman-temannya. Sedangkan
Rifa hanya terdiam.
Teman-teman Rifqi yang tadinya mengobrol jadi berhenti saat melihat Rifqi.
Farel : ‘Eh, hay Rif.’
Rifqi : ‘Yo! Gue mau to the point aja, semester ini kita jatuhin anak IPA, kita
rebut semua yang udah mereka capai.’
Davin : ‘Gimana Rif? Belajar? Gue gak bisa nge Dota dong.’
Farel : ‘Siap deh Rif. Eh, lu ga mau baikan sama si Aldino?’
Rifqi : ‘Dia yang salah, dia yang minta maaf dong. Dia udah laporin kita ke guru.’
Bel berbunyi, dan mereka pun kembali ke kelas. Tapi saat ingin keluar kantin,
Tangan Rifqi ditahan oleh Rifa.
Rifqi : ‘Apaa?’
Rifa : ‘Lu gak ada niatan buat baikan sama anak IPA gitu?’
Rifqi : ‘Kita gak bakalan kaya gini, kalo anak IPA ga songong. Lo tau sendiri kan
anak IPA kayak gimana ke kita.’
Rifa : ‘Tapi kan gak salah kalo lu minta maaf duluan, jadi pahala malah.’
Rifa : ‘Jadi cowo gak usah ngengsian gitu deh.’
Rifa : ‘Kalo lu kaya gini terus, sampe kapan IPA dan IPS gak akur ha?’
Rifqi menatap Rifa dengan tatapan tidak suka.
Rifqi : ‘Terserah.’
Lalu Rifqi melepaskan genggaman Rifa dan pergi meninggalkannya.
_____
Rifqi menunggu Farel di gerbang belakang sekolah. Rifqi kaget melihat Michelle
melewati gerbang itu. Lalu dia segara menghampiri Michelle
Rifqi : ‘Michelle’
Michelle yang mengendap-ngendap kaget dan langsung menundukan wajahnya.
Rifqi : ‘Kok telat?’
Michelle : ‘Eum, anu gue telat bangun…’
Michelle menjawab dengan terbata tanpa mengangkat wajahnya.
Rifqi : ‘Lo tau kan, orang yang ngelanggar aturan harus di hukum?’
Michelle : ‘Iya.’
Rifqi : ‘Gue bakal hukum lo. Hukumannya lo jadi pacar gue.’
Michelle kaget, lalu mengangkat wajahnya. Rifqi terenyum melihat ekpresi tekejut
Michelle.
Michelle : ‘Hah, ternyata elo. Gue kira siapa. Maksudnya apa tadi?’
Rifqi : ‘Aduh, lo bego atau pura-pura bego sih? Jangan-jangan lo ga pernah
pacaran lagi? Tapi gapapa sih biar gue yang jadi pacar pertama lo.’
Rifqi merapihkan rambutnya dan tersenyum jahil.
Michelle : HAH? Gue ga mau!’
Michele lalu pergi dari hadapan Rifqi. Rifqi tersenyum melihat Michelle yang
berlari meninggalkannya. Tanpa menyadari Farel sudah berada di sana.
Farel : ‘Kesambet apa lu Rif senyum-senyum gitu.’
Rifqi tidak merespon dan tetap memperhatikan Michelle. Farel pun menikuti
pandangan Rifqi.
Farel : ‘Lo suka Michelle?’
Rifqi : ‘Dia unik, lucu jadinya..’
Farel : ‘Lo bakal jadiin dia target?’
Rifqi : ‘Gue gak bakalan sia-siain. Kalo gue sia-siain belum tentu ketemu cewe
kaya dia lagi.’
Michelle dan Aldino pulang bareng. Saat di parkiran dia melihat Rifqi dan teman-
temannya sedang asyik mengobrol. Rifqi yang melihat Michelle dan Aldino lewat
menghampiri mereka berdua.
Rifqi : ‘Pulang bareng gue.’
Aldino : ‘Siapa elo, nyuruh-nyuruh Michelle.’
Rifqi : ‘Gue pacarnya.’
Lalu Rifqi menggenggam tangan Michelle dan membawanya pergi.
Michelle kaget melihat kelasnya menjadi riuh. Rara melihat Michelle di pintu kelas
dan menghampirinya.
Rara : ‘Chelle, lo beneran pacaran sama Rifqi anak IPS?’
Michelle kaget.
Michelle : ‘Enggak. Kata siapa?’
Michelle mengikuti arah pandang Rara yang menatap Aldino. Mengerti isyarat
mata Rara, Michelle lalu menghampiri Aldino. Aldino menutup buku yang di
bacanya dan menatap Michelle yang berada di depannya.
Michelle : ‘Lo yang nyebarin gue sama Rifqi pacaran?’
Aldino : Fakta kan?’
Michelle : ‘Ck, gak usah nyebarin fitnah deh. Lo make percaya segala
omongannya si Rifqi. Gampang banget diboongin.’
Aldino : ‘Lah lo mau aja jadi mainannya si Rifqi.’
Michelle membisu. Dia menahan amarahnya.
Rifqi memasuki kelas dengan santai. Lalu dia duduk di sebelah Farel.
Farel : ‘Rif, lo beneran pacarana sama anak IPA? Sama si Michelle itu?’
Farel : ‘Lo bercanda ka? Lo anggep anak IPA siapanya kita sih?’
Farel : ‘Kalo iya, lo mending putusin dia.’
Rifqi menatap Farel tajam dan tidak suka.
Rifqi : ‘Iya gue pacaran sama dia. Terus siapa elo nyuruh-nyuruh gue putus, hah?’
Farel : ‘Harga diri lo kemana Rif? Lo maafin anak IPA? Cewe tuh banyak Rif.’
Rifqi : ‘Dia tuh beda, Rel.’
Farel menghela napas.
Farel : ‘Terserah lo deh.’
______
Rifqi pergi menemui Aldino, lalu dia mengajaknya pergi ke belakang sekolah.
Rifqi menatap Aldino.
Rifqi : ‘Maksud Lo apa nyebarin berita kaya gitu, ha?’
Aldino tersenyum mengejek.
Rifqi : ‘Mau Lo apa sih sebenernya?!’
Aldino : ‘Gue pengen jadi nomor satu di sekolah ini, tapi Lo ambil itu semua
dari gue!’
Aldino : ‘Lo juga udah ambil Michelle dari gue! Lo ambil semuanya yang gue
mau Rif!’
Aldino : ‘Lo juga ambil jabatan Ketua Osis dari gue! Kalo Lo ga ada, gue
udah bahagia Rif!’
Rifqi : ‘Gue heran sama Lo, Al. Lo egois!’
Aldino : ‘Kalo Lo ga rebut semuanya dari gue, kita masih temenan, Rif. Ini
gara-gara Lo yang ngambil semuanya dari gue.’
Rifqi : ‘Terima kekalahan dong Al. Ini semua gara-gara Lo IPA sama IPS ga bisa
bersatu!’
Aldino : ‘Bagus dong, jadi Lo gak bisa ngalahin jalan gue buat deketin Michelle.’
Tonjokan Rifqi melayangkan ke pipi Aldino. Aldino mengusap pipinya sambil
berdecak.
Lalu Rifqi meninggalkan Aldino sendirian.
______
Rifqi mengajak Farel mengobrol saat dia sedang bermain game di handphonenya.
Rifqi : ‘Rel, kenapa gue ga boleh pacaran sama Michelle?’
Farel : ‘Ya lo kan tau sendiri Michelle anak IPA dan kita musuhan sama mereka.’
Farel menatap Rifqi curiga. Lalu melanjutkan perkatannya..
Farel : ‘Lo beneran sayang sama dia?’
Rifqi : ‘Bukan gitu. Kenapa kita ga baikan aja sama anak IPA?’
Farel terkejut.
Farel : ‘Lo gila ya Rif? Kan mereka duluan yang bikin masalah sama kita.
Maafin aja gue ogah apalagi ngajak mereka baikan.’
Rifqi : ‘Tapi Rel, gue di sini sebagai KETOS memimpin satu sekolah, bukan anak
IPS doang. Lagian apa salahnya sih ngajak baikan.’
Farel : ‘Lo kesambet apa sih Rif? Lo gak inget kata-kata lo dulu?’
Rifqi : ‘Masa lalu ya masa lalu Rel. Gak usah di bawa-bawa ke masa depan.
Gue Cuma pengen bikin ke depannya baik dan gue gak mau IPS sama IPA
berantem terus.’
Farel : ‘Terus lo mau maafin Aldino?’
Rifqi terdiam.
Farel : ‘Tuh kan! Lo sendiri masih gak bisa maafin Aldino, gimana mau maafin
semua anak IPA.’
Rifqi dan Michelle pergi ke Ruang Osis. Saat tiba di depan pintu Michelle terdiam
sedangkan Rifqi sudah masuk. Lalu Rifqi membalikan tubuhnya melihat Michelle
ang terdiam.
Rifqi : ‘Ngapain lo di situ?’
Michelle : ‘Nggak ngapa-ngapain.’
Rifqi : ‘Lo tadi sama Pak Jaya di suruh ngapain?’
Michelle : ‘Ngajarin lo.’
Rifqi : ‘Yaudah mulai cepet, gue mau pulang nih.’
Michelle menghampiri Rifqi yang sudah duduk di bangku, lalu mereka pun belajar
bersama – sama.
______
Rifa mengajak Aldino untuk bertemu dengannya di taman, lalu dia mengajak
Michele untuk menemaninya.
Rifa : ‘Hai Al, udah lama?’
Aldino : ‘Nggak kok, duduk Fa, Chelle.’
Michelle : ‘Eum, gue nunggu di belakang aja deh.’
Lalu Rifa duduk di samping Aldino.
Rifa : ‘Kapan ya lo baikan sama Rifqi, biar kita kaya dulu lagi.’
Aldino : ‘Entahlah, mungkin nggak akan.’
Aldino: ‘Bilangin ke Rifqi gue minta maaf.’
Rifa menatap Aldino lama, lalu…
Rifa : ‘Al..’
Aldino : ‘Hmm..’
Rifa : ‘Gue suka sama lo.’
Aldino menatap Rifa lama.
Aldino : ‘Gimana kalau kita pacaran?’
Aldino tersenyum dan Rifa mengangguk bahagia.
Rifa memasuki kelas dengan wajah Bahagia, lalu di belakangnya ada Farel yang
mengejarnya.
Farel : ‘Heh, Rifa.’
Rifa : ‘Apaan sih.’
Rifa membalikan badannya dan mentap Farel dengan tatapan risih.
Farel : ‘PJ dong ah!’
Farel mengulurkan tangannya.
Rifa : ‘Nggak mau!’
Lalu Rifa berbalik dan pergi menuju bangkunya.
Farel : ‘Pelit.’
Rifa : ‘Bodoamat.’
Farel : ‘Adeuh… akhirnya Rifa jadian sama Dino..’
Rifa : ‘Oh iya Rif, Aldino katanya minta maaf.’
Rifqi : ‘Gue gak percaya. Suruh dia minta maaf depan gue langsung.’
Rifa : ‘Ribet amat, dasar.’
Rifqi berjalan menuju ke kantin bersama Farel. Ketika menuju Kantin, Rifqi
berpapasan dengan Aldino.
Aldino : ‘Sorry Rif.’
Rifqi menepuk Pundak Aldino dan tersenyum.
Farel : ‘Pjnya gue tunggu Al.’
Aldino tersenyum.
Aldino : ‘Gue ke kelas dulu, kalian berdua mau kemana?’
Rifqi : ‘Biasa mau ngebakso sebelum kehabisan.’
Mereka pun berpisah.
Rifqi : ‘Rel,’
Farel : ‘Hmm’
Rifqi : ‘Kalo gue pacaran sama Michelle gimana?’
Farel : ‘Kalo lo udah maafin anak IPA mah silahkan.’
Rifqi : ‘Thanks.’
Rifqi melihat Michelle yang sedang di hukum oleh Pak Jaya. Dia membawa botol
minum dan memberikannya pada Michelle. Michelle menerima dan langsung
meminumnya hingga tersisa setengah.
Michelle : ‘Makasih.’
Michelle : ‘Lo.. ngapain ke sini?’
Rifqi : ‘Gue liat lo lari di lapangan tadi, makanya gue ke sini bawain lo minum
karena pasti lo capek.’
Rifqi menggenggam tangan Michelle.
Rifqi : ‘Yuk…’
Michelle : ‘Kemana?’
Rifqi : ‘Mabal.’
Michelle : ‘Hah, tapi-..’
Rifqi memotong ucapan Michelle.
Rifqi : ‘Gue mau ngajak lo ke suatu tempat. Tenang, temen gue udah ngurusin soal
tas lo sama Pak Jaya.
Ternyata Rifqi mengajak Michelle ke taman kota.
Rifqi : ‘Chelle, kalo gue suka sama lo, lo bakal percaya?
Michelle menatap Rifqi. Lalu dia menggigit bibirnya, bingung harus menjawab
bagaimanaa.
Rifqi : ‘Apa gue harus nyatain perasaan gue ke elu langsung? Chelle, gue suka
sama lo, kita pacaran yuk!’
Michelle mengangguk dengan tersenyum gembira