Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

DISUSUN OLEH :

NAMA :
ALFIANDRI RAMADHAN

Ujian Praktik Bahasa Indonesia


Kelas IX
SMP Nusa Bhakti

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan khadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena hanya dengan Rahmat dan Penyertaan-Nya penulis dapat
menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Kebersihan Lingkungan
Sekolah“ ini. Dengan karya tulis ini, kita dapat belajar dan dapat
memahami cara hidup sehat dan aktif dalam kegiatan KMB di sekolah.
Sebagai penulis pastinya memiliki beberapa tujuan penting dalam
menyampaikan karya tulis ini. Diantaranya adalah : untuk menjaga
kebersihan lingkungan sekolah, agar dapat menjaga kebersihan di ruangan
kelas. Tujuan ini pastinya agar siswa – siswi dapat mengikuti dan
menerima pelajaran yang diberikan oleh Bapak / Ibu guru di SMP Nusa
Bhakti ini dengan aktif dan semangat. Sehingga apa yang disampaikan oleh
Bapak / Ibu guru dapat diterima dan dicerna otak.
Dengan demikian, kita semuanya harus menjaga kebersihan
lingkungan kita di SMP Nusa Bhakti. Karena bila lingkungan bersih, maka
setiap siswa akan dapat menghirup oksigen yang bersih dan ramah
lingkungan. Sehingga otak manusia dapat berfungsi di saat pekarangan
kelas dan sekolah bersih tanpa ada sampah atau sejenisnya.

Depok, 24 Maret 2022

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ..................................................................................................... 1

B. Permasalahan / rumusan masalah ....................................................................... 1

C. Tujuan penulisan makalah .................................................................................. 1

BAB II : PEMBAHASAN

A. Teori Belajar......................................................................................................... 2

BAB III PENUTUP

A. SARAN................................................................................................................ 6

B. KESIMPULAN.................................................................................................... 6

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 7

iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekolah,
yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti
hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita.
Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya?
Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas
dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat
A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan
sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari
lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan
suasana belajar kita tidak nyaman.

B. Tujuan Pembahasan
Pada topik kali ini, penulis ingin membangun peran penting dalam menciptakan
lingkungan sehat. Karena, bila lingkungan sehat maka semua mahkluk hidup yang ada
disekeliling kita akan dapat bernafas dengan baik. Terutama kita sebagai siswa dapat
menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena bila ruangan kelas bersih, pastilah
udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi dan kegunaannya
dengan sempurna. Otak dapat bekerja dengan cepat. Jika lingkungan sehat dan bersih, otak
dapat bekerja melebihi dari benda cepat apapun yang pernah ada. Karena otak memiliki
berjuta – juta rangsangan yang meliputi dan melindungi otak agar otak dapat bekerja
dengan maksimal.

Setidaknya, dengan menjaga kebersihan, kita juga telah melestarikan dan menjaga
maupun menghargai bakat kita dalam Iptek. Karena orang sukses pasti berasal dari
lingkungan yang sehat dan bersih. Sehingga ia dapat berfokus pada pembelajaran yang ia
terima.
BAB II
PEMBAHASAN

Ada beberapa permasalahan penting yang harus kita bahas dalam makalah ini,
diantaranya adalah :
1) Kebersihan lingkungan mendorong semangat belajar siswa
Dalam setiap aspek dan perilaku siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari.
Demikianlah dengan lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila
lingkungan sekolah maupun lingkungan kelas termasuk ruangan kelas bersih dan ditata
sebaik – baiknya, maka motivasi belajar yang timbulpun akan mengajak sahabat – sahabat
untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.
2) Kebersihan lingkungan menjadi keunggulan sekolah
Kita tahu, bahwa kebersihan lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar
bagi siswa terlebih lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki
situasi maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk
menjaga nama baik sekolah, setiap penggerak – penggeraknya harus menjaga kebersihan
dan kenyamanan di sekolah serta keamanan disekolah. Terlebih dahulu bagi para siswa /
siswi di SMP Nusa Bhakti.
3) Perilaku sebagai cermin sekolah
Dalam setiap aspek, perilaku suatu individu mempengaruhi karakter masa depannya.
Dengan demikian, sekolah dinilai oleh masyarakat setempat dengan melihat berbagai
macam karakteristik seseorang siswa maupun sekelompok orang siswa di SMP Nusa
Bhakti. Inilah yang disebut dengan cermin kepribadian. Yaitu memperlihatkan
karakteristik seorang siswa di SMP Nusa Bhakti.
4) Kebersihan dapat memperlancar otak manusia
Perlu kita tahu bahwa lingkungan bersih atau tidaknya berdampak besar bagi otak
manusia. Karena oksigen berupa O2 yang dihirup melalui paru – paru sebagian besar
berfungsi untuk memperlancar peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah
yang selalu dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan
lingkungan disekitarya.
5) Penanaman pohon baik untuk lingkungan
Penanaman pohon kembali atau yang paling identik dengan penghijauan dapat
mempengaruhi besarnya jumlah oksigen yang dapat dihirup oleh manusia. Bila
dilingkungan sekolah ditanami pohon – pohon rindang, maka di tempat itu pasti banyak
terdapat oksigen yang bersih dan segar. Dan pohon – pohonan juga dapat mengurangi
polusi dan sinar matahari secara langsung.
Teori-teori Belajar
Menurut Sukmadinata (2004 : 167) Teori- teori belajar bersumber dari teori atau aliran –
aliran psikologi. Secara garis besar dikenal ada tiga rumpun besar psikologi yaitu : teori
disiplin mental, behaviorisme, dan cognitif-gestalt-field

1. Teori disiplin mental


Menurut rumpun psikologi ini individu memiliki kekuatan kemampuan, atau potensi-
potensi tertentu. Belajar adalah pengembangan dari kekuatan-kekuatan kemampuan dan
potensi-potensi tersebut. Bagaimana proses pengembangan kekuatan-kekuatan tersebut
tiap aliran atau teori mengemukakan pandangan yang berbeda.

2. Teori behaviorisme
Rumpun teori ini disebut behaviorisme karena sangat menekankan perilaku atau tingkah
laku yang dapat diamati. Teori-teori dalam rumpun ini bersifat molekular, karena
memandang kehidupan individu terdiri atas unsur- unsur seperti halnya molekul-molekul.

3. Teori cognitif-gestalt-field
Rumpun ketiga adalah kognitif-gestalt–field. Kalau rumpun behaviorisme bersifat
molekular (menekankan unsur- unsur), maka rumpun ini bersifat molar atau bersifat
keseluruhan dan keterpaduan. Teori kognitif, dikembangkan oleh para ahli psikologi
kognitif, teori ini berbeda dengan behaviorisme, bahwa yang utama pada kehidupan
manusia adalah mengetahui (knowing) dan bukan respons.

Namun untuk memulai semua itu perlulah kita ketahui terlebih dahulu bagaimana prinsip
pengelolaan sistem, dimana terdapat perbedaan pendekatan paradigma top-down dan
paradigma bottom-up dalam berbagai lapisan. Diantaranya pada sistem pendidikan
pendekatan paradigma top-down berupa menentukan ketentuan untuk membudayakan
peserta didik sedangkan paradigma bottom-up menjamin aturan pokok dan tersedianya
sumber daya.

Lingkungan adalah sesuatu gejala alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi
antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan menyediakan
rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons
terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu
berupa perubahan tingkah laku. Oemar Hamalik (2004 : 194) dalam teorinya “Kembali ke
Alam” menunjukan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan peserta
didik. Menurut Oemar Hamalik (2004: 195) Lingkungan (environment) sebagai dasar
merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar kita dapat
dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi: Masyarakat disekeliling sekolah;
Lingkungan fisik disekitar sekolah, Bahan-bahan yang tersisa atau tidak dipakai dan
bahan-bahan bekas dan bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu
dalam belajar; dan Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Jadi media pembelajaran lingkungan adalah pemahaman terhadap gejala atau tingkah laku
tertentu dari objek atau pengamatan ilimiah terhadap sesuatu yang ada di sekitar sebagai
bahan pengajaran siswa sebelum dan sesudah menerima materi dari sekolah dengan
membawa pengalaman dan penemuan dengan apa yang mereka temui di lingkungan
mereka. Dengan adanya pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran ini guru
berharap siswa akan lebih akrab dengan lingkungan sehingga menumbuhkan rasa cinta
akan lingkungan sekitarnya.

Langkah awal yang dapat dilakukan:


1. Menanami halaman sekolah dengan tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga;
2. Membawa tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan kedalam kelas;
3. Mengusahakan mengoleksi rumput-rumputan dan daun-daunan (herbarium), serangga
(insektarium), ikan dan binatang air (aquarium);
4. Menggunakan batu-batuan dan kerang-kerangan, semua ini dapat dijadikan sebagai
sumber pelajaran.

Pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran ini lebih bermakna disebabkan para
siswa dihadapkan langsung dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya secara alami,
sehingga lebih nyata, lebih faktual, dan kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
Banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan mempelajari lingkungan dalam proses
belajar mengajar:
1. Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa duduk di kelas berjam-
jam, sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi,
2. Hakikat belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan langsung dengan situasi
dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami,
3. Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual sehingga
kebenarannya lebih akurat,
4. Kegiatan belajar lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan dengan
berbagai cara seperti mengamati, bertanya atau wawancara, membuktikan atau
mendemonstrasikan, menguji fakta,
5. Sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan yang dapat dipelajari bisa
beraneka ragam seperti lingkungan social, lingkungan alam, lingkungan buatan, dan
ada dilingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan
kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk rasa cinta akan lingkungan.
Selain itu untuk memanfaatkan lingkungan sekitar harus memenuhi beberapa syarat
tertentu diantaranya :
1. Harus sesuai dengan garis-garis besar program pengajaran,
2. Dapat menarik perhatian siswa,
3. Hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat,
4. Dapat mengembangkan keterampilan anak berinteraksi dengan lingkungan,
5. Berhubungan erat dengan lingkungan siswa, dan
6. Dapat mengembangkan pengalaman dan pengetahuan siswa.

Pada dasarnya pelaporan kegiatan hasil belajar merupakan kegiatan mengkomunikasikan


dan menjelaskan hasil penilaian seorang guru terhadap perkembangan siswa. Kemudian
informasi mengenai hasil penilaian proses dan hasil belajar serta hasil mengajar yaitu
berupa penguasaan indikator yang telah ditetapkan, oleh peserta didik informasi hasil
penilaian ini dapat digunakan sebagai sarana untuk memotivasi peserta didik dalam
pencapaian pembelajaran, agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Lingkungan merupakan salah satu tempat atau wahana untuk digunakan sebagai media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar, karena dapat menumbuhkan minat dan
merangsang mereka untuk berbuat dan membuktikannya.

B. SARAN
Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berhasil dengan baik, perlu dilakukan
langkah-langkah: perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Dalam langkah-langkah
tersebut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan lingkungan tersebut
menjadi tanggung jawab bersama.
DAFTAR PUSTAKA

Roy-syaffer.blogspot.com
Roysyaffer96.blogspot.com
Syafferroysyaffer.blogspot.com
http://kebersihan-lingkungansekolah.blogspot.com/
http://gufallo.blogspot.com/
http://nedutas8fselalubersih.blogspot.com/

Anda mungkin juga menyukai