Laporan Konsultan Pembangunan Talud
Laporan Konsultan Pembangunan Talud
PENDAHULUAN
I. 1. Latar Belakang
Laporan Antara Pekerjaan Belanja Jasa Konsultan Perencana
Pembangunan Talud SDN Pagebangan Kecamatan Karanggayam (DAU)
ini dimaksudkan sebagai monitoring pelaksanaan kegiatan perencanaan
dan sebagai wadah koordinasi antara pengguna dan penyedia jasa.
Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini diperoleh hasil perencanaan
Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar yang sesuai dengan harapan dan
visi misi pembangunan. Dan selanjutnya dapat menjadi acuan ataupun
percontohan bagi perencanaan-perencanaan di dalam maupun di luar
daerah.
Sebagai bagian dari serangkaian kegiatan-kegiatan Asistensi yang telah
dilakukan dan penyampaian hasil desain awal serta studi terhadap
penerapan saran-saran serta masukan yang didapatkan pada kegiatan
asistensi.
Tujuan :
ASISTENSI & PRESENTASI
1. Kegiatan asitensi dan presentasi dilakukan untuk optimalisasi
desain dan fungsi bangunan.
2. Kegiatan Asistensi dan presentasi dilakukan setelah memasuki
minggu kedua dimulainya pekerjaan sesuai dengan capaian kerja
pada schedule rencana.
1
3. Kegiatan Asistensi dilaksanakan konsultan perencana bersama
dengan owner pekerjaan dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan,
Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen.
Sasaran :
Setelah dilaksanakan asistensi dan diperolehnya berbagai masukan dan
saran yang ada, maka pelaksanaan pekerjaan perencanaan merupakan
paparan atas hasil capaian pradesain yang coba dituangkan oleh
konsultan perencana melalui Laporan Antara. Sebagaimana yang telah
ditentukan dalam Acuan Kerangka Kerja (KAK), pada saat
diserahkannya Laporan Pendahuluan maka diskusi harus
dikembangkan dengan kegiatan asistensi; konsultan akan terlebih
dahulu melaksanakan kegiatan asistensi bersama dengan Tim Teknis
dari Dinas terkait.
Kegiatan asistensi ini dimaksukkan sebagai tolak ukur kesiapan tim
konsultan dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan, selain itu
sebagai langkah awal untuk menghasilkan sebuah produk prarancangan
yang baik dimana telah dilaksanakannya kordinasi dan pengembangan
input dan saran dari owner.
I. 3. Lokasi Kegiatan
Terkait tempat pelasanaan Kegiatan Asistensi ini dilaksanakan di Dinas
Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kab. Kebumen selaku owner
dari kegiatan tersebut yang diikuti oleh konsultan dan Tim Teknis Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang lebih kompeten dalam hal
teknis.
.
I. 4. Nama Organisasi dan Satuan Kerja
Dalam Pekerjaan Belanja Jasa Konsultan Perencana Pembangunan
Talud SDN Pagebangan Kecamatan Karanggayam (DAU) sebagai :
2
Nama PPK Pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga
(Bertindak sebagai PPK) Pejabat Pembuat Komitmen Proyek/ Satuan
Kerja : Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten
Kebumen.
3
BAB II
URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA
4
d) Tanggapan Terhadap Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu pelaksanaan Perencanaan ini diperkirakan 6 hari
kalender sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja. Sesuai
jumlah tenaga ahli dan dana yang dianggarkan, maka konsultan
akan mengatur jadwal personil seefektif dan semaksimal mungkin
dalam arti Man-Month yang disediakan mencukupi baik jumlah
maupun kualifikasinya.
e) Tanggapan Terhadap Keluaran Hasil Pekerjaan
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah
laporan-laporan, berupa :
Laporan Pendahuluan
Laporan Antara
Laporan Akhir
Rencana Anggaran Biaya
Gambar Rencana
Spesifikasi Teknis
f) Dukungan dari Perusahaan
Perusahaan kami sepenuhnya akan mendukung pelaksanaan
pekerjaan ini dengan menyiapkan :
Tenaga ahli sesuai kebutuhan berdasarkan KAK
Kebutuhan finansial yang memadai untuk kelancaran pekerjaan.
Dukungan Administrasi
Akomodasi & Peralatan Pekerjaan
Sistem komunikasi dan lain-lain
g) Saran-saran
Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang diberikan sebenarnya sudah cukup
jelas dan dapat dipahami untuk diikuti dan dipedomani dalam
pelaksanaan pekerjaan perencanaan, sehingga Konsultan dapat
memberikan pelayanan yang maksimal untuk pelaksanaan Pekerjaan
ini. Materi yang terkandung di dalam kerangka acuan kerja secara
jelas telah mencakup semua aspek kegiatan untuk mencapai sasaran
proyek dan sepenuhnya dapat dipahami. Sehingga konsultan dengan
jelas memahami sepenuhnya segala ketentuan, persyaratan dan
5
tugas yang dimaksud, sehingga Konsultan berkesimpulan dapat
melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan persyaratan yang
dimaksud dalam kerangka Acuan Kerja.
1. Tanggapan dan Saran Terhadap Personil/Fasilitas Pendukung dari
PPK
a) Tanggapan Terhadap Kebutuhan Tenaga Ahli
Berdasarkan atas persyaratan yang diuraikan dalam Kerangka Acuan
Kerja (KAK), konsultan memandang jumlah tenaga ahli yang
dibutuhkan cukup memadai baik dari segi jumlah maupun
kualifikasinya dalam melaksanakan pekerjaan ini.
Dari sisi kebutuhan dan ketersediaan personil/Tenaga Ahli yang
tercantum di dalam KAK, telah mencukupi, baik dari segi jumlah,
durasi dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan
pekerjaan ini. Konsultan akan menghadirkan personil yang cakap
dalam bidangnya agar dapat mempengaruhi hasil dan mutu
pekerjaan yang dilaksanakan. Hal ini dikarenakan Konsultan dapat
memahami dengan jelas akan target pekerjaan yang harus dicapai
dengan mutu dan kualitas maksimal, sehingga penempatan personil
yang sesuai akan sangat berpengaruh terhadap hasil tersebut.
b) Tanggapan Terhadap Fasilitas Pendukung
Kami sangat menyadari bahwa anggaran untuk biaya pekerjaan
sangat tergantung dari persentase biaya fisik bangunan, sehingga
Pengguna Jasa sudah memaksimalkan segala biaya untuk
pengadaan fasilitas pendukung bagi konsultan dalam melaksanakan
pekerjaan. Fasilitas pendukung yang disediakan antara lain :
Biaya Survey
Kebutuhan biaya survey telah memenuhi target pelaksanaan
pekerjaan dengan terpenuhinya kebutuhan akomodasi dan biaya
lapangan bagi tim pekerjaan semasa pelaksanaan survey.
Biaya laporan Pekerjaan
Laporan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab konsultan
perencana telah sangat jelas dipaparkan pada Kerangka Acuan
Pekerjaan (KAK), namun kami dalam mata pembayaran pekerjaan
pelaporan tidak dicantumkan mengenai pembayaran atas laporan
Gambar Perencanaa, EE, RKS dan BoQ. Sedangkan keluaran
6
pekerjan (output) yang utama adalah adanya produk tersebut,
namun demikian konsultan memastikan dapat memenuhi semua
laporan tersebut apabila dipercayakan menjadi pelaksana
pekerjaan.
Fasilitas Pendukung Lainnya
Fasilitas lainnya yang dibutuhkan dari PPK antara lain berupa
dukungan administrasi, yaitu: Surat Tugas, data teknis dan
kebijakan yang diterapkan. Di samping itu, demi kelancaran
pelaksanaan tugas, diperlukan dukungan teknis berupa
kemudahan koordinasi dan proses persetujuan terhadap sesuatu
hal yang harus diputuskan.
7
struktur organisasi. cara umum dalam rangka efisiensi dan
efektifas waktu dan biaya pada pekerjaan ini, maka pengalaman
yang lebih tinggi dari yang disyaratkan diatas akan lebih di
utamakan.
Untuk itu konsultan perencana akan menyusun metode
pelaksanaan pekerjaan. Metode penanganan pekerjaan yang
merupakan acuan kerja yang berisi tahapan pelaksanaan pekerjaan
yang akan dilaksanakan secara sistematis, agar tujuan pekerjaan
dapat dicapai sesuai dengan syarat teknis, administratif dan tepat
waktu.
Untuk itu metode penanganan pekerjaan ini disusun sesuai
dengan ruang lingkup tugas dan sasaran pekerjaan yang tercantum
dalam kerangka acuan kerja dan pengalaman konsultan dalam
mengerjakan pekerjaan sejenis. Secara umum tahapan metodologi
yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
1. PENGUMPULAN DAN INVENTARISASI DATA
Tahapan pengumpulan data yang meliputi beberapa tahapan
pekerjaan antara lain:
a) Inventarisasi data primer maupun sekunder pada lokasi yang akan
dilakukan kegiatan perencanaannya. Data-data yang dibutuhkan
dalam invetarisasi antara lain:
Data area lokasi rencana Belanja Jasa Konsultan Perencana
Pembangunan Talud SDN Pagebangan Kecamatan
Karanggayam (DAU).
Kapasitas & luas rencana Bangunan Sarana Pelengkap
Model dan spesifikasi Teknis serta ringkasan material yang
akan digunakan.
Rencana Pembangunan menyeluruh yang tertuang dalam
kegiatan masterplan.
Ketersediaan material dan suplay material dari daerah sekitar.
b) Membuat sketsa lokasi ,peletakan instalasi/jaringan serta fasilitas
penunjang lainnya-bila ada.
c) Pengamatan terhadap prasarana dan sarana bangunan yang telah
ada serta pengamatan terhadap kemampuan pelayanan dari sarana
dan prasarana tersebut.
8
d) Melakukan konsultasi pada dinas yang terkait khususnya mengenai
aspirasi yang ada yang akan dijadikan dasar bagi pemilihan rencana
tindakan.
Adapun data yang diperoleh dalam perkerjaan ini meliputi dua
jenis yakni:
a) Data Sekunder
Pengumpulan data tidak hanya dilakukan terhadap hal-hal
yang berkaitan dengan bangunan rencana, namun menyinggung
pula kondisi lapangan di sekitar wilayah pembangunan dengan
memperhatikan kondisi existing wilayah yang akan dibangun. Data
sekunder yang dibutuhkan antara lain:
Data Topografi,
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi
yang sudah ada. Peta topografi yang dikumpulkan harus
menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana
kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi,
kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi. Proses pemetaan
topografi sendiri adalah proses pemetaan yang pengukurannya
langsung dilakukan di permukaan bumi dengan peralatan survei
teristris. Teknik pemetaan mengalami perkembangan sesuai dengan
perkembangan ilmu dan teknologi. Dengan perkembangan peralaatan
ukur tanah secara elektronis, maka proses pengukuran menjadi
semakin cepat dengan tingkat ketelitian yang tinggi, dan dengan
dukungan teknologi GIS maka langkah dan proses perhitungan
menjadi semakin mudah dan cepat serta penggambarannya dapat
dilakukan secara otomatis.
b) Data Primer
Pendataan dilakukan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
Perencanaan. Pendataan ini bertujuan untuk mengidentifikasi
kondisi lapangan dimana akan dilaksanakan Bangunan Sarana ini
dengan melakukan pengukuran, pengecekan kondisi tanah/rencana
area.
2. PELAKSANAAN ANALISIS
9
Analisis ini ditujukan untuk mengetahui kelemahan dan
kelebihan sistem dari program telah terlaksana serta mengevalusi
hasil pelaksanaan dan manfaat dari program yang sedang berjalan.
Hasil analisa tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk
perbaikan dan peningkatan pelaksanaan program yang lain pada
tahun berikutnya, sehingga program tersebut akan berjalan lebih
efektif dan tetap sasaran.
Dengan adanya analisa dan evaluasi ini diharapkan
kelemahan sistem yang ada pada saat ini dapat diketahui, untuk
kemudian diperbaiki dan kelebihan sistem yang ada dapat pula
ditingkatkan dan dikembangkan. Secara khusus analisa dilakukan
terhadap data sekunder dan data primer yang meliputi:
a) Analisis kemampuan layanan dari prasarana dan sarana pada
bangunan yang telah ada dan yang akan direncanakan.
b) Analisis perkembangan (kompleksitas) layanan perencanaan dengan
mempertimbangkan daya dukung dan potensi bangunan yang akan
direncanakan.
c) Analisis kebutuhan Fasilitas penunjang yang spesifik pada lokasi
perencanaan.
ANALISIS
PENGUMPULAN PENYUSUNAN
DATA
a) Pekerjaan Persiapan PROGRAM
Merupakan kegiatan pada tahap pendahuluan sebelum masuk
10
materi perencanaan yang meliputi kegiatan:
1) Pemahaman KAK
2) Observasi awal penentuan lokasi perencanaan.
3) Pengumpulan data sekunder, yaitu data yang diperoleh
dari berbagai instansi terkait dan literature
4) Survey pendahuluan sebagai persiapan untuk survey.
5) Menetapkan metodologi perencanaan beserta jadwal
pelaksanaannya.
b) Pekerjaan Survey
Survey Topografi
Pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui data koordinat
dan elevasi permukaan tanah di sepanjang lokasi perencanaan dan
dimana hasil yang diperoleh akan ditampilkan dalam bentuk peta
topografi dengan skala yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Kegiatan Survey Topografi menghasilkan Peta area pekerjaan dimana
tergambar kondisi eksisiting lokasi penempatan bangunan utama
dan akan dibuat. Peta situasi ini juga menampilkan titik-titik tetap
(benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap
dengan koordinat dan elevasinya.
c) Perencanaan Fasilitas Pendukung
Perencanaan Bangunan meliputi tentang Pengelolaan Pendidikan
Sekolah Dasar yang meliputi pembangunan Ruang Perpustakaan,
Mushola, Ruang Kelas 1, Ruang Kelas 2, Ruang Kelas 3, Ruang Kelas 4,
Ruang Kelas 5, Ruang Kelas 6, Ruang LAB. IPA, Ruang Guru, Ruang
Kepala Sekolah, UKS, Gudang, Kantin, Kamar Mandi PA/PI Guru,
Kamar Mandi PA/Pi Siswa, Tempat Parkir 1, Tempat Parkir 2 dan Pagar
Sekolah. Secara garis besar, sistematika dari pokok-pokok kegiatan yang
dilakukan adalah:
1) Pengolahan data hasil survey melalui analisis secara
mendalam dengan mengacu pada standar yang berlaku.
2) Menyiapkan gambar kerja
3) Membuat Rancangan Anggaran Biaya yang memuat analisa
satuan upah, bahan dan peralatan serta Bill of Quantity (BQ) yang
berisikan volume pekerjaan konstruksi.
d) Metode Pengumpulan Data Lapangan
11
Survey lapangan meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
Melakukan koordinasi dan konfirmasi dengan instansi terkait
termasuk juga mengumpulkan informasi harga satuan/ upah
untuk disekitar lokasi proyek terutama pada proyek yang
sedang berjalan.
Membuat foto dokumentasi lapangan.
4. KELUARAN (OUTPUT) HASIL PERENCANAAN
Suatu perencanaan yang baik tentunya akan sangat
bergantung pada metodologi yang dilakukan untuk pencapaian hasil
yang maksimal. Dengan metodologi yang baik tersebut, maka hasil
yang diperoleh juga memiliki suatu standarisasi kerja yang ideal
pula. Dalam hal ini Kerangka Acuan Kerja yang telah di tetapkan
oleh PPK menjadi pola dasar terhadap hasil dan capaian suatu
perencanaan.
Beranjak dari berbagai metodologi yang telah di utarakan
dalam pembahasan sebelumnya, serta adanya pola kerja yang telah
ditentukan dalam Kerangka Acuan Kerja, maka konsultan
berkeyakinan untuk menghasilkan suatu produk perencanaan yang
baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu dalam hal ini
konsultan mencoba untuk menguraikan tiap item yang telah
ditetapkan oleh PPK sebagai ketentuan hasil perencanaan, antara
lain sebagai berikut:
1. Dalam Kerangka Acuan Kerja disebutkan bahwa penyelesaian
pekerjaan ini, terdapat proses kerja yang harus dikuti yakni:
i. Persiapan perencanaan yang (pengumpulan data dan
informasi lapangan dan pendataan). Dalam hal ini
konsultan melakukan pekerjaan survey dan pendataan
di lapangan dengan mengerahkan tenaga ahli yang telah
ditentukan joblistnya.
ii. Penyusunan konsepsi terhadap kegiatan perencanaan
termasuk program bangunan dan lingkungan yang
harus dilakukan oleh konsultan perencana.
iii. Tahap pra-rancangan yang detail dan terukur oleh
konsultan perencana. Hal ini dilakukan dengan
12
mengkreasikan desain gambar yang dapat menjelaskan
situas, lay out dan potongan.
iv. Laporan perkiraan biaya yang direncanakan oleh
konsultan, dalam hal ini pengamatan dan estimasi
secara baik dilakukan oleh konsultan untuk
mendapatkan harga perencanaan yang baik dan
mencukupi.
v. Adanya pengembangan terhadap perencanaan. Dalam
hal ini PPK menjelaskan bahwa dalam gambar
perencanaan harus memiliki penjelasan sebagai berikut:
1) Site Plan
2) Denah
3) Tampak dan Potongan-potongan
4) Detail-detail pembesian
5) Data dan informasi lapangan, seperti sumber air,
sumber listrik dan lain-lain yang dianggap perlu
13
Agar menjadi lebih sederhana, konsultan membuat skema
metodologi kerja perencanaan sebagai berikut:
14
BAB III
PROGRAM KERJA PERENCANAAN
15
1. Melakukan Pengumpulan Data dan Informasi serta invertarisasi awal
yang meliputi data eksisting lokasi pekerjaan.
2. Pekerjaan Survey yang meliputi survey lapangan dan obsevasi
menyeluruh sekitar lokasi perencanaan. Pelaksanaan survey ini akan
dilaksanakan untuk mendapatkan data-data seperti: hasil
pengukuran eksisting lokasi perencanaan, data tanah dan hasil
dokumentasi sementara.
3. Pelaksanaan studi pengembangan yang berkaitan dengan
pemanfaatan fasilitas-fasilitas yang akan direncanakan di masa yang
akan datang. Selain itu tidak menutup kemungkinan akan adanya
kebutuhan fasilitas tambahan yang sedini mungkin di inventarisir
untuk memudahkan pengkajian terhadap penggunaan fasilitas
bangunan yang direncanakan.
4. Menjamin dan bertanggung jawab atas produk yang di hasilkan
dalam Perencanaan ini dengan mengacu pada spesifikasi dan
rencana kerja yang telah ditetapkan.
16
penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi
serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Seluruh personil tenaga ahli dan tenaga pendukung yang
akan melaksanakan pekerjaan ini disesuaikan dengan muatan
materi pekerjaan, sehingga personil yang terpilih adalah merupakan
tenaga kerja yang menguasai dan berpengalaman dengan pekerjaan
sejenis.
2) Tahap Pelaksanaan Proyek
Tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
a) Tahap Persiapan, pada tahap ini akan dilaksanakan pekerjaan :
1) Persiapan Administrasi
Meliputi pembuatan surat perintah kerja, pembuatan kontrak
pekerjaan dan surat-surat lain diperlukan dalam pelaksanaan
perencanaan.
2) Persiapan Teknis
Meliputi persiapan peralatan yang akan digunakan, formulir-
formulir dan data-data yang diperlukan.
b) Tahap Perencanaan
Pada tahap ini personil akan melakukan perencanaan baik
dilapangan maupun di studio. Pada tahapan ini desain dan
estimasi biaya akan dilakukan dengan melibatkan peran serta
tenaga ahli. Tim Perencanaan akan melakukan perencanaan
untuk semua lokasi, sedangkan Tim Survey akan melakukan
Pengukuran untuk masing-masing lokasi.
c) Tahap Pembuatan Laporan
Pada tahap ini laporan akan disusun dan akan dilakukan
penggambaran yang sesuai dengan lapangan. Data-data laporan
tersebut diperoleh dari Tim Survey.
17
sekurang-kurangnya pernah menangani perencanaan struktur gedung
dan pernah menjadi ketua Tim dalam pekerjaan perencanaan. Lama
pengalaman yang dimiliki minimal 5 (enam) tahun dibidangnya.
Bertanggung jawab atas semua layanan jasa konsultansi sesuai dengan
kerangka Acuan Kerja. Ketua Tim mempunyai tugas utama memimpin
tim, menyiapkan schedule kerja, koordinasi kepada pihak-pihak terkait
dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim Tenaga Ahli didalam
penyusunan detail desain,. Penugasan Ketua Tim dalam pelaksanaan
pekerjaan ini sesuai jadwal sampai dengan pekerjaan selesai dengan
baik.
Tugas Tenaga Ahli Sipil antara lain :
a. Bertanggung jawab kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan akan
berkedudukan ditempat-tempat pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya.
b. Tugas dan Tanggung jawab Tenaga Ahli Sipil akan mencakup, tapi
tidak terbatas hal-hal sebagai berikut :
Menjamin bahwa semua isi dari kerangka acuan pekerjaan ini
akan dipenuhi dengan baik dan berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan major.
Membantu dan memberikan petunjuk kepada tim dilapangan,
dalam mencari pemecahan-pemecahan permasalahan yang
timbul baik yang sehubungan dengan teknis maupun
permasalahan kontrak.
Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan
baik dilapangan maupun dilaboratorium serta menyusun
rencana kerjanya.
Memeriksa hasil laporan pengujian serta analisanya.
Bertanggung jawab atas pengujian dan penyelidikan
dilapangan. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan
yang telah ditentukan.
TENAGA PENDUKUNG
1. Drafter
SMK (Sederajat) dengan pengalaman kerja pada bidangnya
minimal 2 tahun.
18
Tugas dan Tanggung jawab drafter akan mencakup hal-hal
sebagai berikut :
Mengembangkan gambar dari konsultan design
(perencana)
Koordinasi dengan Surveyor terkait titik koordinat/dimensi
Menggambar 2D maupun 3D
Monitor design terhadap material penyusun
Koordinasi antar divisi maupun ke konsultan perencana
2. Administrasi
SLTA (Sederajat) dengan pengalaman kerja pada bidangnya lebih
dari 1 tahun.
Tugas dan Tanggung jawab administrasi akan mencakup hal-hal
sebagai berikut :
berkoordinasi dengan pemberi tugas melalui surat-surat
yang ada di lapangan
berkerjasama dengan supervisor proyek dalam memantau
hasil kemajuan proyek setiap harinya yang akan dilaporkan
dalam laporan harian yang diserahkan ke owner
Memfasilitasi berita acara sampai dapat dijadikan dokumen
kelengkapan penagihan perusahaan terhadap pemberi kerja
Dalam pelaksanaan proyek adanya pekerjaan tambah
kurang harus dipantau dan difile secara jelas dan
terperinci, baik mulai dari SI , Penawaran , negosiasi dan
sampai munculnya hasil negosiasi
Setiap kemajuan volume pekerjaan ataupun gambar-
gambar kemajuan dari pekerjaan dilapangan harus
dimonitor dan disusun sehingga menjadi laporan yang
digunakan sebagai dokumen progres yang bisa digunakan
sebagai dokumen penagihan
19
BAB IV
HASIL ASISTENSI
20
BAB V
PENUTUP
Demikian laporan Antara ini kami sampaikan, dan kami yakin masih
banyak kekurangan, petunjuk dan saran sangat kami harapkan demi
perbaikan dan lancaranya pelaksanaan pekerjaan perencanaan.
21